RESMI! Ivan Kolev Mundur sebagai Pelatih Persija Jakarta

Suara.com – Kabar mengejutkan datang dari kamp Persija Jakarta saat kompetisi Liga 1 2019 memasuki rehat Idul Fitri. Ivan Kolev mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala Tim Macan Kemayoran –julukan Persija.

Persija resmi menerima pengunduran diri Kolev sebagai pelatih kepala klub pada Senin (3/6/2019). CEO Persija, Ferry Paulus pun mengaku sangat menghormati keputusan yang diambil oleh pelatih asal Bulgaria tersebut.

Coach Kolev resmi mengundurkan diri dari Persija Jakarta mulai Senin, 6 Juni 2019. Dia merasa bertanggung jawab, karena belum bisa memberikan yang terbaik untuk tim,” ungkap Ferry di laman resmi Persija, Senin (3/6/2019).

Ferry menambahkan, pihak manajemen Persija tetap memberikan apresiasi atas dedikasi mantan pelatih Timnas Indonesia itu untuk Persija.

“Kami berterima kasih terhadap apa yang sudah diberikan Kolev untuk tim. Semoga ke depannya Kolev semakin sukses, di mana pun ia melanjutkan kariernya sebagai pelatih,” harap Ferry.

Lebih lanjut, pria asal Manado itu menjelaskan, dalam beberapa hari ke depan manajemen Persija akan segera mengambil langkah untuk mencari pengganti Kolev.

Ia juga berharap sebelum latihan perdana pasca libur lebaran, Persija sudah mendapatkan pelatih anyar. Jika belum, makas asisten pelatih Mustaqim akan menjadi caretaker sampai Persija mendapatkan pelatih permanen yang baru.

Sebelumnya, Persija merekrut Ivan Kolev sebagai pelatih untuk menggantikan Stefano Cugurra Teco yang memilih hengkang ke Bali United, usai membawa Macan Kemayoran kampiun Liga 1 2019.

Di tangan Kolev, Persija sukses melaju ke babak semifinal Piala Indonesia. Meski demikian, Andritany Ardhiyasa dan kolega terseok-seok di Liga 1 2019.

Dari tiga laga yang telah dilakoni, Persija belum juga mendapatkan kemenangan dengan catatan dua kekalahan dan sekali imbang.

Berstatus juara bertahan, Persija saat ini terpuruk di zona merah, yakni peringkat 16 klasemen sementara Liga 1 2019.

VIDEO: Begini Momen Haru Henderson Memeluk Sang Ayah yang Idap Kanker

Suara.com – Kapten Liverpool, Jordan Henderson, menyisakan cerita tersendiri usai merengkuh gelar juara Liga Champions musim 2018/2019. Ia kedapatan menangis di pelukan sang ayah usai berselebrasi bersama timnya di atas panggung.

Henderson memimpin rekan-rekannya saat mengalahkan Tottenham Hotspur pada laga final di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. The Reds menang dengan skor 2-0 lewat gol yang dicetak oleh Mohamed Salah dan Divock Origi.

Momen mengharukan tersebut tersaji saat Henderson berjalan menuju sudut tribune stadion. Ia nampak menghampiri pria paruh baya, yang tak lain adalah ayahnya, Brian Henderson.

Gelandang berusia 28 tahun itu sontak membentangkan tangannya untuk memeluk sang ayah. Seketika, pelukan tersebut membawa Henderson larut dalam suasana haru di bahu kanan ayahnya.

“Saya senang bisa membawa pulang medali ini untuk Ayah,” ujar Henderson, seperti dilansir dari Optus Sport.

Bukan tanpa alasan momen tersebut begitu sangat mengharukan. Sejak 2013, ayah Henderson sudah divonis mengidap kanker tenggorokan sehingga sejak saat itu keduanya jarang bertemu.

“Ia (ayah) adalah pria yang amat membanggakan. Ia tak ingin saya menjenguknya ketika masa penyembuhan kanker, melihat kondisi yang tak memungkinkan,” tutur Jordan Henderson setahun lalu.

“Karena itu, saya ingin bermain dengan baik demi membantu ayah kembali sehat,” sambungnya.

Sementara itu, di saat yang bersamaan, Brian Henderson yang sudah dari penyakit kanker itu turut terharu lantaran sang anak berhasil mewujudkan mimpi masa kecilnya berlaga di partai puncak Liga Champions. 

”Saya adalah lelaki paling bangga sedunia. Momen ini sangat emosional karena air mata saya bercucuran,” kata Brian Benderson.

”Saat dia masih 12 tahun,saya membawanya ke final Liga Champions di Old Trafford (AC Milan vs Juventus pada 2003). Ia bilang kepada saya, ‘Ayah, saya akan bermain di sana suatu hari nanti’. Ternyata ia tak hanya bermain di final sekali, melainkan dua kali dan kini memenanginya,” tandasnya.

De Ligt Galau, Van Gaal Sarankan Gabung Manchester City atau Barcelona

Suara.com – Louis van Gaal menyarankan Matthijs de Ligt untuk bergabung dengan Manchester City atau Barcelona, bila ingin meninggalkan Ajax musim panas ini.

De Ligt, yang telah dikaitkan dengan Manchester United, mengatakan bahwa ia masih bingung dengan masa depannya usai tampil mengesankan di Belanda.

Van Gaal juga mengaku setuju dengan saran mantan pelatih Ajax Peter Bosz, yang menyebutkan bahwa De Ligt harus bergabung dengan Manchester City.

Mantan pelatih Manchester United dan timnas Belanda itu juga mengatakan bahwa bek muda tersebut akan cocok bermain di Inggris atau Spanyol.

Kapten Ajax yang baru berusia 19 tahun, Matthijs de Ligt, merayakan golnya ke gawang Juventus di leg kedua laga perempat final Liga Champions, Rabu dini hari (17/4/2019) waktu Indonesia. [AFP/Marco Bertorello]Kapten Ajax yang baru berusia 19 tahun, Matthijs de Ligt, merayakan golnya ke gawang Juventus di leg kedua laga perempat final Liga Champions, Rabu dini hari (17/4/2019) waktu Indonesia. [AFP/Marco Bertorello]

“Saya berpikir sama,” kata Van Gaal kepada Fox Sports yang dikutip Sky Sports pada Senin (3/6/2019).

“Namun, De Ligt juga bisa pergi ke Barcelona, karena bek tengah mereka juga tidak terlalu bagus.”

“Ia bisa bermain di Barcelona, tetapi ia juga bisa bermain untuk Manchester City dan dalam hal ini saya akan memilih Pep Guardiola dibandingkan Lionel Messi.”

Van Gaal juga menyampaikan pendapatnya tentang gelandang Frenkie de Jong, yang sudah setuju bergabung dengan Barcelona dari Ajax.

Bek Ajax Matthijs de Ligt (kanan) dan Daley Blind (kiri) merayakan kemenangan atas Real Madrid di Liga Champions. GABRIEL BOUYS / AFPBek Ajax Matthijs de Ligt (kanan) dan Daley Blind (kiri) merayakan kemenangan atas Real Madrid di Liga Champions. GABRIEL BOUYS / AFP

“Saya rasa akan sangat sulit baginya di sana. Bukan hanya karena ia mungkin mendapatkan peran yang berbeda, tetapi ia juga harus bersaing dengan pemain-pemain lain dari starting line-up,” sambung van Gaal seperti dimuat Fox Sport.

“Ia juga beruntung bahwa Barcelona telah tersingkir di semifinal (Liga Champions), karena dengan begitu status mereka akan berbeda.”

“Saya rasa sebagai pemain Anda juga harus memilih klub yang dapat menjamin Anda selalu bisa bermain. Pertanyaannya apakah Barcelona adalah klub yang tepat.”

“Saya harap begitu, karena pada usia itu Anda harus bermain setiap pertandingan. Saya sangat positif tentang dia.”

‘Klopp’ Turun Ke Jalan, Buat Ribuan Fans Liverpool di Madrid Pecah

Suara.com – Semangat fans Liverpool semakin pecah saat menggelar perayaan kemenangan Si Merah beberapa waktu lalu di Madrid. Pasalnya pelatih Liverpool, ‘Jurgen Klopp’ terjun ke tengah kerumunan fans untuk merayakan kemenangan bersama para pendukungnya.

Liverpool keluar sebagai kampiun Liga Champions 2019 setelah menggulung Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019).

Kemenangan itu dilanjutkan dengan parade yang mengarak pemain serta pelatih The Reds keliling kota menggunakan bus terbuka di Inggris.

Berbeda dengan di Inggris, perayaan kemenangan Liverpool di Madrid, Spanyol menjadi sangat unik. Sebab, aksi ‘Jurgen Klopp’ yang terjun ke kerumunan fans ini menambah gegap gempita suporter makin pecah.

Dalam unggahan video yang dibagikan akun Instagram @espnfc terlihat Klopp sedang diarak fans dan sesekali diajak berswafoto.

Jangan salah sangka dahulu, Klopp di sini bukanlah pelatih Liverpool yang sesungguhnya. Melainkan fans Liverpool yang wajahnya mirip dengan pelatih asal Jerman tersebut. 

Buktinya, kembaran Klopp ini memiliki tato di lengannya. Hal itu jelas berbeda dengak Klopp yang diketahui tak memiliki tato.

Tentu saja, hal tersebut membuat netizen bereaksi dengan memberi komentar di jejaring sosial Instagram @espnfc.

“Jelas sekali bukan dia (emoticon tertawa),” tulis akun @troy_aaron_davidson

“Lucu sekali,” kata akun @kevinkim21.

“Mirip sekali dengan aslinya,” ujar akun @hussainnn96

“Wow itu persis seperti dirinya, tapi jelas bukan buatan China,” kelakar akun @styledbytheking

Terpisah, prestasi Klopp bersama Liverpool dinilai sangat baik. Hal itu dibuktikan dengan catatan positifnya membawa Liverpool masuk ke babak final Liga Champions sebanyak empat kali dalam empat tahun terakhir.

Selain itu, Liverpool menorehkan catatan apik selama bermain di Anfield di Liga Primer Inggris. The Reds hanya mengalami kekalahan di laga kandang sebanyak lima kali di musim 2017/2018. Musim ini Liverpool belum pernah kalah di kandang.

Catatan terakhir, pelatih 51 tahun itu berhasil membawa pulang si Kuping Besar ke Anfield untuk keenam kalinya. Hasil lainnya, Klopp masuk dalam lima jajaran pelatih sepak bola asal Jerman yang berhasil menjuarai trofi kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Eropa.

Bandingkan dengan Petinggi Bayern, Louis van Gaal Cibir CEO Man United

Suara.com – Louis van Gaal nampaknya masih menyimpan ‘dendam kesumat’ pada Manchester United dan khususnya sang CEO, Ed Woodward.

Van Gaal kembali melontarkan cibiran negatif pada mantan klubnya, terlebih menyasar secara langsung pada Woodward.

Teranyar, sosok 67 tahun yang telah menyatakan pensiun dari dunia kepelatihan itu sampai membanding-bandingkan Woodward dengan petinggi Bayern Munich, klub raksasa Jerman yang juga pernah dibesutnya pada 2009-2011.

Van Gaal menilai Woodward sebagai sosok yang tak paham sepakbola, meski ia berstatus orang tertinggi di The Red Devils –julukan Man United– setelah owner klub

Seperti diketahui, van Gaal sendiri diplot sebagai manajer Man United pada musim panas 2014. Namun, sang meneer hanya bertahan dua musim di Old Trafford, sebelum dipecat pada musim panas 2016.

Yang menarik, kabar pemecatan van Gaal bocor ke media sebelum laga final Piala FA 2015/16 antara Man United kontra Crystal Palace.

Rumor jika van Gaal akan digantikan Jose Mourinho menyeruak ke media, dan memang hal tersebut benar terjadi meski Man United berhasil menjuarai Piala FA usai menumbangkan Palace via extra-time.

Nah, inilah yang membuat van Gaal kecewa serta kesal bukan kepalang pada Woodward. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, sudah beberapa kali eks pelatih Ajax, Barcelona dan Timnas Belanda itu mengkritik keras sang CEO Man United. 

Sedikit informasi soal Woodward, ia datang Man United pada 2005 setelah sebelumnya menjadi senior bankir investsi di J.P Morgan.

Pria Inggris berusia 47 tahun itu datang ke Old Trafford bersamaan dengan Malcom Glazer, investor asal Amerika Serikat yang muncul sebagai pemilik baru Man United.

Sejak 2013, Woodward sendiri ‘naik kasta’ menjadi CEO Man United menggantikan David Gill.

“Woodward jadi CEO Man United, tapi lihatlah kondisi klub sekarang. Saya kira tak ada perbedaan saat saya didepak dengan Man United saat ini. Tiga tahun berlalu, sama saja, bahkan mungkin lebih buruk,” celoteh van Gaal seperti dilansir Fox Sports.

“Saya memiliki perbandingan, di Bayern, orang-orang yang bertanggung jawab adalah orang-orang sepakbola. Saya selalu mengapresiasi hal itu,” tuturnya.

“Di sisi lain, di Man United, Ed Woodward diangkat menjadi CEO. Ya, seseorang yang pemahaman sepakbolanya nol dan sebelumnya cuma bankir investasi. Sangat disayangkan,” ujar van Gaal. 

“Bukan hal yang bagus ketika klub dijalankan semata-mata hanya dari perspektif yang didorong secara komersial. Saya tidak menentang klub (Man United). Mereka menginginkan Mourinho dan dia memang tersedia di bursa transfer pelatih pada saat itu,” tandas pria eksentrik yang sukses membawa Belanda juara ketiga di Piala Dunia 2014 Brasil tersebut.

Mourinho Sebut Mohamed Salah Bisa Raih Ballon d’Or, Asal..

Suara.com – Mantan pelatih Manchester United, Jose Mourinho, tak menampik performa Mohames Salah bersama Liverpool dalam dua musim terakhir sangatlah fantastis. Dia yakin Salah bisa menyabet gelar Ballon d’Or jika berhasil memenangkan trofi Piala Afrika 2019 mendatang.

Mohamed Salah ikut berkontribusi atas kemenangan Liverpool pada laga final Liga Champions melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

Penampilan bintang Mesir selama musim ini dinilai impresif. Dari 52 laga yang dia ikuti, 27 gol berhasil dia bukukan. Sementara 13 assist juga berhasil di koleksi di akhir perebutan trofi si Kuping Besar.

Tahun lalu, Salah muncul sebagai salah satu pemain Liverpool yang menempati posisi keenam dalam perebutan gelar Ballon d’Or.

Mohamed Salah saat mengangkat trofi Liga Champions 2018/2019. (JAVIER SORIANO / AFP)Mohamed Salah saat mengangkat trofi Liga Champions 2018/2019. (JAVIER SORIANO / AFP)

Hal itu menjadi penilaian sendiri bagi Jose Mourinho. Mantan pelatih Chelsea yang pernah mengasuh Salah itu mengaku gelar Ballon d’Or musim 2019/2020 dapat diraih Salah jika dia berhasil menjuarai Piala Afrika 2019.

“Salah harus memenangkan Piala Afrika jika dia ingin bersaing memperebutkan Ballon d’Or. Turnamen tersebut bakal bergulir di Mesir yang menjadi tuntutannya untuk mencapai gelar tersebut,” ungkap Mourinho dikutip dari Bein Sport, Senin (3/6/2019).

Kompetesi Piala Afrika 2019 bakal dibuka pada 21 Juni hingga 19 Juli di Mesir. Salah ikut memperkuat negaranya pada kompetisi sepak bola di Benua Afrika tersebut.

Di lain sisi, Mesir telah tujuh kali meraih trofi Piala Afrika, yakni 1957, 1959, 1986, 1998, 2006, 2008 dan 2010.

Terpisah, kandidat teratas peraih Ballon d’Or masih dipegang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Masing-masing nama tersebut telah mengoleksi lima Ballon d’Or selama merumput di lapangan hijau.

Apakah Mohamed Salah dapat meraih gelar bergengsi itu di tahun 2019? Patut ditunggu kiprahnya.

Manchester United Siapkan Donnarumma sebagai Suksesor De Gea

Suara.com – Manchester United disebut-sebut telah mantap memproyeksikan kiper muda penuh talenta AC Milan, Gianluigi Donnarumma sebagai suksesor David De Gea jika nama terakhir memang benar memutuskan cabut di bursa transfer musim panas 2019 ini. 

Disebutkan jika kubu Man United mulai melakukan langkah konkret untuk merealisasikan transfer Donnarumma dari AC Milan. Man United dilaporkan mulai menjalin kontak dengan kiper berusia 20 tahun tersebut serta agen pribadinya.

Well, Man United memang diyakini harus segera bersiap untuk ditinggal De Gea, kiper tangguh mereka yang sudah memperkuat panji klub sejak 2011 silam.

Santer dikabarkan jika tawaran kontrak baru yang diajukan oleh kubu Man United ditolak De Gea, karena nilai kontrak dan besaran gaji tidak sesuai dengan ekspektasi kiper berusia 28 tahun tersebut.

Kontrak De Gea bersama Man United sendiri akan expired pada 30 Juni 2020 mendatang, masih ada 12 bulan tersisa. Namun, kiper nomor satu Timnas Spanyol itu belakangan amat santer dikaitkan dengan raksasa Prancis, Paris Saint-Germain.

Nah, kubu Man United pun disebut bergerak cepat untuk mengantisipasi kepergian sang kiper andalan. Karena itulah, The Red Devils –julukan Man United– diyakini berniat untuk mengangkut Donnarumma ke Old Trafford.

Seperti dilansir Corriere della Sera, Man United kini sudah mulai menjalin kontak dengan Donnarumma. Manajemen The Red Devils juga telah intens menghubungi agen Donnarumma, yakni sang super agent Mino Raiola.

Ya, kubu Man United sudah mulai bertanya soal ketersediaan penjaga gawang Timnas Italia itu di bursa transfer musim panas 2019.

AC Milan sendiri diyakini terbuka pada peluang untuk melepas Donnarumma, yang sejatinya merupakan aset masa depan mereka itu, pada musim panas ini asalkan klub peminat menyediakan mahar transfer tak kurang dari 60 juta euro (sekira Rp 1,38 triliun)

Meski masih sangat muda, Donnarumma saat ini berstatus sebagai kiper utama AC Milan dan Timnas Italia. Pemain jebolan akademi Rossoneri –julukan AC Milan– itu sudah menjalani debut untuk tim senior klub pada laga Liga Italia Serie A saat usianya masih 16 tahun.

Pada usia 20 tahun, Donnarumma saat ini telah mencatatkan 164 penampilan bersama AC Milan di semua kompetisi.

Van Dijk: Messi Pantas Menangkan Ballon d’Or

Suara.com – Bek tengah Liverpool, Virgil van Dijk menyatakan kapten Barcelona Lionel Messi pantas memenangkan Ballon d’Or. Menurut van Dijk, meski Barcelona gagal memenangkan Liga Champions, Messi tetap pemain terbaik di dunia saat ini.

“Saya rasa Messi adalah pemain terbaik di dunia dan ia pantas mendapatkannya (Ballon d’Or) selama masih bermain,” katanya dalam jumpa pers yang dilansir Marca, Senin (3/6/2019).

“Ballon d’Or bukan sesuatu yang saya pikirkan, tetapi bila secara kebetulan saya mendapatkannya sudah pasti akan saya terima.”

“Saya merasa Messi masih pemain terbaik di dunia meski ia tidak bermain di final Liga Champions.”

Kemenangan Liverpool tersebut telah membuat beberapa pemain kunci mereka menjadi kandidat pemenang Ballon d’Or.

Aksi Lionel Messi ketika mencetak gol ke gawang Liverpool melalui sepakan bebas. (Jose Jordan/AFP)Aksi Lionel Messi ketika mencetak gol ke gawang Liverpool melalui sepakan bebas. (Jose Jordan/AFP)

Meski Lionel Messi masih difavoritkan meraih penghargaan tersebut, beberapa pemain Liverpool kini menjadi pesaing serius usai kemenangan 2-0 mereka atas Tottenham di babak final yang digelar di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019).

Van Dijk berpeluang tercatat sebagai bek kedua yang memenangkan Ballon d’Or setelah Fabio Cannavaro pada 2006 usai memenangkan Piala Dunia bersama timnas Italia.

Penyerang Liverpool Sadio Mane dan Mohamed Salah juga diperkirakan bergabung dengan Lionel Messi serta Cristiano Ronaldo sebagai kandidat terdepan Ballon d’Or.

Mane telah mencetak 26 gol dalam 50 pertandingan untuk Liverpool musim ini. Sedangkan Salah telah mencetak 27 gol di semua kompetisi musim ini, termasuk gol pertama Liverpool di laga final Liga Champions. (Marca)

Bukti Keseriusan Manchester United Dapatkan Adrien Rabiot

Suara.com – Manchester United disebut-sebut memang serius untuk mengamankan servis Adrien Rabiot di bursa transfer musim panas 2019 ini.

Seperti diketahui, kontrak Rabiot bersama klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) memang akan expired pada 30 Juni 2019.

Dan hingga detik ini, di mana waktu sudah mepet, tak ada tanda-tanda Les Rogue et Bleu –julukan PSG– akan mengekstensi masa kerja gelandang sentral berusia 24 tahun itu.

Dengan kondisi ini, Rabiot pun tentu bebas bergabung dengan klub lain pada akhir bulan ini dengan status free transfer.

Nah, Manchester United pun belakangan amat santer dikaitkan dengan Rabiot, sebagaimana Barcelona, Real Madrid, Arsenal, Tottenham Hotspur, hingga Juventus kabarnya juga tertarik untuk menggaet pemilik enam caps bersama Timnas Senior Prancis tersebut secara gratis.

Teranyar, seperti dilansir The Sun, Man United memang benar-benar ngotot untuk mendatangkan Rabiot di bursa transfer musim panas ini, atas rekomendasi dari manajer Ole Gunnar Solskjaer.

Saking ngebet dan seriusnya, kubu Man United bahkan telah menyiapkan bayaran premium alias wah jika Rabiot bersedia merapat ke Old Trafford.

Menurut laporan media-media Prancis, Man United telah menyiapkan tawaran yang bakal sulit ditolak oleh Rabiot dan sang agen.

Bagaimana tidak, Rabiot akan mendapat bayaran 170.000 pounds (sekira Rp 3 miliar) per pekan jika bersedia gabung Man United. Dan dalam semusim, gelandang yang juga fasih berperan sebagai jangkar itu akan mendapat bayaran 10 juta pounds.

Chelsea Resmi Lepas Gary Cahill dengan Status Bebas Transfer

Suara.com – Chelsea resmi melepas sang kapten, Gary Cahill dengan status bebas transfer alias gratis di bursa transfer musim panas 2019. The Blues memutuskan untuk tak mengekstensi kontrak pemain berusia 33 tahun tersebut yang expired di musim panas ini.

Meski berstatus Chelsea di musim 2018/19, Cahill memang tidak menjadi opsi utama dalam starting eleven pelatih Maurizio Sarri. Tak hanya langka jadi starter, pemilik 61 caps bersama Timnas Inggris itu juga bahkan amat jarang menghiasi bench Chelsea pada matchday di musim ini.  

Musim ini Cahill tercatat cuma tampil delapan kali untuk Chelsea di semua kompetisi, dengan hanya muncul di dua pertandingan di pentas Liga Inggris.

Well, kontraknya habis musim panas ini, Cahill harus menerima kenyataan bahwa dirinya harus mengakhiri perjalanan panjang selama 7,5 tahun bersama Chelsea, semenjak bergabung dari Bolton Wanderers pada bursa transfer Januari 2012 lalu.

Hal ini memang amat disayangkan, mengingat pada musim lalu, Cahill masih bermain reguler untuk Chelsea di rezim kepelatihan Antonio Conte.

Semusim sebelumnya, sang bek juga menjadi pilar kokoh Chelsea saat menjuarai Liga Inggris musim 2016/17.

Pada pengumuman di laman resmi Chelsea, kubu The Blues mengungkapkan rasa terima kasihnya untuk servis yang telah diberikan Cahill selama 7,5 musim.

Chelsea juga menyebut Cahill merupakan seorang legenda untuk tim yang bermarkas di Stamford Bridge tersebut.

Pada musim 2018/19, Chelsea sendiri pada kenyataannya lebih sering dipimpin wakil kapten, Cesar Azpilicueta sebagai skipper. Ini karena jarangnya Cahill tampil di lapangan hijau.

Persebaya Pecat Rudy Eka

Suara.com – Persebaya Surabaya resmi melepas pelatih fisik Rudy Eka Priambada dari jajaran tim pelatih sebagai tindak lanjut evaluasi yang dilakukan manajemen menyusul hasil tiga pertandingan awal di Liga 1 musim kompetisi 2019.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Coach Rudy,” ujar Manajer Persebaya Candra Wahyudi melalui laman resmi Persebaya, Senin (3/6/2019).

Menurut dia, dinamika di tim “Bajul Ijo” membutuhkan struktur yang streamline serta adanya komunikasi dan bench manajemen lebih baik karena menjadi salah satu masalah di tim sekarang.

Hasil negatif di laga perdana saat kalah 2-1 melawan Bali United di “Pulau Dewata”, lalu seri 1-1 menjamu Kalteng Putra di Surabaya dan kembali imbang saat menghadapi PSIS Semarang di tempat sama menjadi sorotan.

Sejatinya, kata dia, bukan hanya Rudy yang dievaluasi manajemen, tapi tiga pelatih lainnya juga, seperti pelatih kepala Djadjang Nurdjaman, asisten pelatih Bejo Sugiantoro dan pelatih kiper Hadi.

“Namun, untuk saat ini manajemen menilai yang perlu dilakukan pergantian adalah di posisi pelatih fisik,” sambungnya seperti dimuat Antara.

Rudy bergabung bersama Persebaya awal musim lalu dan melengkapi duet Djadjang Nurdjaman serta Bejo Sugiantoro yang pada 2018 sukses mengantarkan tim kebanggaan “arek-arek Suroboyo” tersebut finis di posisi lima klasemen akhir.

Manajemen berharap perubahan komposisi pelatih ini bisa mengembalikan ajaibnya duet Djanur Bejo tahun lalu, sebab secara skuat tahun ini kualitas individu pemain Persebaya sebenarnya lebih baik.

Ini dibuktikan dengan dipanggilnya tujuh pemain Persebaya untuk membela timnas di beberapa kelompok umur atau sebagai salah satu tim penyumbang terbanyak.

Untuk mengisi pos pelatih fisik, manajemen saat ini tengah mencari sosok tepat dan harapannya setelah Lebaran sudah ditemukan.

VAR Akan Digunakan di Final UEFA Nations League

Suara.com – Teknologi Video Alat Bantu Wasit (VAR) akan digunakan pada pertandingan final UEFA Nations League minggu ini di Portugal, demikian disampaikan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Senin (3/6/2019).

VAR, yang memungkinkan sebuah kejadian untuk ditinjau dengan bantuan replay video, digunakan pada Piala Dunia tahun lalu di Rusia dan di babak sistem gugur Liga Champions musim ini. Selain itu, juga akan menjadi bagian dari Liga Premier Inggris mulai musim depan.

UEFA juga memberikan pelatihan kepada pelatih yang akan tampil di semifinal Nations League, yaitu Portugal, Inggris, Swiss dan Belanda tentang VAR pada bulan April. Manajer Inggris Gareth Southgate menyambut baik penggunaannya dalam kompetisi.

“Anda tidak akan pernah mendapatkan sistem yang 100 persen aman dari kesalahan, tetapi keputusan penting dan jelas telah diperbaiki,” kata Southgate.
“Perasaan saya adalah bahwa pada umumnya keputusan besar itu benar.”

Kritik utama VAR adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan, membuat penonton di stadion dibiarkan dalam kebingungan menanti hasil rekaman video yang diputar ulang.

Pelatih Belanda Ronald Koeman mengatakan sistem tersebut masih perlu untuk disempurnakan.

“VAR adalah bantuan yang baik untuk membuat sepak bola lebih adil dan sebagian besar kesalahan akan diperbaiki. Tentu saja itu adalah hal yang baik,” kata Koeman.

“Kita harus menyadari, bagaimanapun perdebatan akan terus ada, karena Anda sering dapat menafsirkan tindakan dalam berbagai cara. Saya mendukung VAR untuk menangani masalah besar, yang jelas saja, daripada mencari tanpa henti potensi kesalahan,” katanya.

Inggris akan menghadapi Belanda di semifinal Nations League pada 6 Juni mendatang, sehari setelah tuan rumah Portugal melawan Swiss di semifinal pertama.

Kian Bersinar, Popularitas Mohamed Salah Sukses Kurangi Islamofobia

Suara.com – Tingkat popularitas Mohamed Salah bersama Liverpool kian mengilap usai mempersembahkan trofi Liga Champions musim 2018/2019. Bahkan, kepopuleran pemain asal Mesir itu mampu mengurangi Islamofobia atau ketakutan dan kebencian terhadap Islam di kota tersebut.

Menurut laporan lembaga studi dari Immigration Policy Lab (IPL), menyebut bahwa penurunan tingkat Islamofobia berdasarkan hasil survei langsung dan melalui media sosial. Hasilnya pun mengejutkan, ketakutan tersebut mengalami penuruan cukup siginifikan di Merseyside. 

IPL mengklaim telah melaksanakan survei di 936 distrik di Merseyside. Lebih dari 8.060 suporter The Reds berhasil dimintai tanggapannya.

Sementara di media sosial, IPL telah mengobservasi sekitar 15 juta cuitan di Twitter. Lebih khusus untuk menguji efek sebelum dan setelah kedatangan Mohamed Salah.

”Kami menemukan bahwa distrik di Merseyside mengalami penuruan 18,9 persen dalam jumlah alat uji statistik terkait kejahatan ujaran kebencian, sementara tidak ditemukan efek yang sama untuk kejahatan lainnya,” demikian bunyi pernyataan yang diterbitkan oleh IPL.

”Kami juga menemukan para fan Liverpool FC telah mengurangi unggahan Tweet anti-Muslim hingga setengahnya (turun dari 7,2 persen menjadi 3,4 persen Tweet tentang Muslim) dibandingkan para fan dari tim sepak bola top Inggris lainnya,” lanjut dalam keterangan tersebut.

”Penemuan kami mengindikasikan anutan yang berasal dari kelompok minoritas justru menampilkan informasi yang lebih manusiawi tentang minoritas tersebut kepada masyarakat yang lebih luas,” tandasnya.

Seperti diketahui, Mohamed Salah baru saja menjadi aktor kemenangan Liverpool atas Tottenham Hotspur di partai final Liga Champions, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Bertanding di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Salah mencetak satu gol dari keunggulan 2-0 The Reds.

Mantan Gelandang Bayern Munich Resmi Latih Real Sociedad B

Suara.com – Xabi Alonso secara resmi telah menjadi pelatih klub asal Spanyol, Real Sociedad B. Setelah pensiun dari pemain bola profesional dia memilih berkarier sebagai pelatih.

Mantan gelandang Bayern Munich itu resmi pensiun pada Mei 2017 lalu. Mengawali karir di klub Real Sociedad B pada 1999-2000, dia tercatat telah 19 tahun berkarier sebagai pemain bola profesional.

Dilansir dari skysport, Senin (3/6/2019), mantan pemain Liverpool itu mengabdikan diri dengan melatih klub masa kecilnya. Dia menandatangani kontrak selama dua tahun dengan manajemen Real Sociedad B, menggantikan Aitor Zulaika.

Alonso juga telah mengantongi lisensi pelatih UEFA bersama koleganya, antara lain, Raul Gonzalez, Xavi Hernandez, Victor Valdes serta Joan Capdevilla.

Gelandang Bayern Munich Xabi Alonso. Christof STACHE / AFPGelandang Bayern Munich Xabi Alonso. Christof STACHE / AFP

Sebelum itu Pelatih asal Sapnyol itu sempat menjadi juru taktik mantan klubnya yakni Real Madrid Infatil A, klub yang diisi pemain berusia di bawah 14 tahun.

Kariernya saat berseragam Los Blancos dinilai sangat baik. Lima tahun membela Real Madrid Alonso telah menyumbang satu gelar Liga Spanyol, dua trofi Copa del Rey, dan satu Piala Super Spanyol.

Di kancah dunia, mantan pemain Timnas Spanyol itu telah mencatatkan sebanyak 144 caps kala membela skuat berjuluk La Furia Roja.

Selain itu Alonso juga berhasil meraih trofi Piala Dunia pada 2010 silam setelah menang tipis 1-0 atas Belanda.

Bintang Brasil Ini Buka Suara Soal Tuduhan Perkosaan di Paris

Suara.com – Bintang asal Brasil, Neymar, akhirnya buka suara terkait tuduhan pemerkosaan yang dia lakukan terhadap seorang wanita saat di Paris beberapa waktu lalu. Pemain termahal di dunia itu mengaku bahwa dirinya dijebak oleh oknum tak bertanggung jawab.

Mantan pemain Barcelona tersebut dituduh melakukan percobaan pemerkosaan pada Minggu (2/6/2019). Pertemuan yang direncanakan di Hotel Paris Arc Du Triomphe merupakan sebuah jebakan yang telah diatur sesorang untuk memeras Neymar dengan banyak pemberitaan negatif terhadap dia.

Dilansir dari The Sun, Senin (3/6/2019), Neymar mengklaim percakapan tersebut dimulai dari wanita itu. Dia mengajak Neymar untuk bertemu dan mengirim gambar-gambar cabul kepada Neymar.

“Aku akan memaparkan semua percakapan yang aku lakukan dengan gadis itu. Ini sangat intim namun hal itu penting bagi saya untuk membuktikan bahwa yang terjadi saat ini tidak benar,” ungkap Neymar dalam pernyataannya.

“Jadi Anda dapat melihat semua pesan dan semua hal yang terjadi hari ini dan hari selanjutnya. Ini adalah jebakan, dan saya jatuh ke dalamnya,” jelas Neymar.

Pemain Brasil Neymar rayakan golnya ke gawang Uruguay dalam laga uji coba yang berlangsung di London, 16 November 2018 [AFP]Pemain Brasil Neymar rayakan golnya ke gawang Uruguay dalam laga uji coba yang berlangsung di London, 16 November 2018 [AFP]

Sementara itu, manajemen Neymar membantah tuduhan yang mengarah kepada penyerang Paris Saint-Germain tersebut. Pihaknya akan segera menangani kasus itu dan siap melakukan langkah-langkah yang diperlukan.

“Kami menolak semua tuduhan tersebut. Bukti-bukti terkait upaya percobaan pemerasan dan tidak adanya perkosaan akan disampaikan ke polisi pada waktu yang tepat,” jelasnya.

Berbeda dengan pernyataan Neymar, menurut laporan Polisi Brasil, gadis yang tak disebutkan identitasnya itu mengklaim bertemu Neymar di jejaring sosial Instagram. Pihak Neymar meminta pertemuan tersebut dilakukan di Paris.

Wanita tersebut mengatakan kepada polisi bahwa Neymar tiba di hotel dalam keadaan mabuk. Di satu kondisi tertentu, Neymar menjadi agresif dan melakukan kekerasan serta memaksa melakukan hubungan badan yang tak diinginkan korban.

Hellas Verona Kembali ke Serie A Liga Italia, Aglietti: Terima Kasih Skuat

Suara.com – Hellas Verona menjadi tim terakhir promosi ke Serie A Liga Italia 2019/2020 usai mengalahkan Cittadella di babak playoff. Pelatih Verona Alfredo Aglietti menyebut ini menjadi pencapaian yang luar biasa bagi skuatnya.

Verona harus berkerja keras menghadapi Cittadella di babak playoff yang memainkan dua leg demi mendapatkan satu tiket terakhir ke Liga Italia. Sementara dua tiket promosi lainnya ke Serie A telah direbut oleh Brescia dan Lecce.

Pada leg pertama di kandang Cittadella, Stadio Pier Cesare Tombolato, Jumat (31/5/2019) WIB, Verona kalah 0-2. Namun, Verona berhasil melakukan comeback untuk menang 3-0 di leg kedua saat bermain di Marcantonio Bentegodi, Senin (3/6/2019) dinihari WIB.

Mattia Zaccagni menyumbangkan dua gol dan satu gol lagi dicetak oleh Karim Laribi. Sementara pada leg kedua tersebut Cittadella harus bermain dengan sembilan pemain setelah Luca Parodi dan Federico Proia mendapatkan kartu merah.

Kembali ke Serie A Liga Italia membuat pelatih Alfredo Aglietti menyebut sebagai pencapaian luar biasa. “Ini adalah momen yang tak terlupakan,” ungkapnya kepada DAZN seperti dilansir Football Italia.

“Saya sampai kehilangan suara dan tidak dapat menemukan kata-katanya. Terima kasih untuk skuat ini atas cara mereka menghadapi kesulitan. Kami mencapai sesuatu yang luar biasa dan akan mengingat malam ini selama sisa hidup kami,” pungkasnya.

Buat Geger Netizen, Ini Ulah Kocak Salah Usai Sabet Trofi Liga Champions

Suara.com – Netizen dibuat geger dengan ulah striker Liverpool, Mohamed Salah usai menjuarai Liga Champions 2019. Pasalnya, trofi si Kuping Besar yang berhasil dibawa pulang The Reds dijadikan guling oleh pemain asal Mesir itu.

Mohamed Salah menjadi salah seorang aktor yang membawa kemenangan Liverpool 2-0 atas Tottenham Hotspur saat partai puncak Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Senin (2/6/2019) dini hari WIB.

Kesalahan pemain Tottenham Hotspur, Moussa Sissoko di kotak terlarang, menjadi hadiah bagi The Reds di babak awal pertandingan. Salah yang menjadi algojo, berhasil mengonversi jadi gol untuk keunggulan 1-0.

Gol kedua tercipta berkat tendangan keras Divock Origi pada babak kedua. Hugo Lloris yang bertugas saat itu, gagal menghalau bola dan skor bertambah 2-0 untuk Liverpool.

Atas hasil tersebut, Liverpool keluar sebagai juara dan berhak membawa trofi Liga Champions ke Anfield. Menariknya, saat perjalanan membawa trofi si Kuping Besar ke Liverpool, Mohamed Salah nekat menggunakan trofi itu untuk guling.

Dalam foto yang diunggah akun Twitter @LFC, pemain 27 tahun itu sedang tertidur pulas dan memeluk trofi.

Sontak ulah kocaknya itu membuat geger netizen dan mengirim pesan di kolom komentar.

“Bayi kecil yang akan aku jaga dan amankan (emoticon piala),” tulis akun @deadpool_park

“Berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam dalam satu hari, dan kamu tau jawabannya,” ungkap akun @SaMiroVich38.

“Lucu juga, hahaha,” tulis akun @iamjeremy_lee

Adapun akun @ya_madinah yang berharap mantan pemain AS Roma ini segera mendapatkan gelar Ballon d’Or.

Terpisah, Salah telah mengoleksi banyak gol. Dari 52 laga yang dia ikuti, 27 gol berhasil dia catat dan 13 assist juga berhasil ia bukukan di akhir musim ini.

Van Gaal Sebut Barcelona Bukan Pilihan Tepat bagi Frenkie de Jong

Suara.com – Louis van Gaal mempertanyakan keputusan Frenkie de Jong bergabung dengan Barcelona dari Ajax Amsterdam. Van Gaal mengungkapkan bahwa gelandang muda internasional Belanda ini akan kesulitan bermain di Camp Nou.

Frenkie de Jong telah diminati oleh beberapa klub besar Eropa sejak awal tahun ini. Pemain internasional Belanda ini akhirnya memilih bergabung dengan Barcelona dan telah diumumkan secara resmi sebagai pemain klub Catalan pada musim panas ini.

Van Gaal pun berpendapatkan dirinya tidak yakin apakah itu adalah pilihan terbaik pemain berusia 22 tahun tersebut. Mantan pelatih Barcelona dan Ajax ini mengatakan bahwa De Jong akan bermain dengan sistem berbeda dan bersaing dengan pemain yang bagus lainnya.

“Saya pikir akan sulit baginya di sana,” kata Van Gaal kepada Fox Sports seperti dilansir Sportmole.

Frenkie de Jong (kiri) bersama Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu. [laman resmi Barcelona]Frenkie de Jong (kiri) bersama Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu. [laman resmi Barcelona]

“Bukan hanya karena dia akan memiliki peran yang berbeda di sana, tetapi karena dia akan bersaing dengan pemain lain untuk masuk starting eleven,” lanjut mantan pelatih timnas Belanda ini.

“Dia beruntung Barcelona tersingkir di semi final [Liga Champions] karena status klubnya menjadi berbeda dan akan ada pemain yang berbeda,” ujar mantan pelatih Barcelona ini sep

“Menurut saya, dia bisa memilih yang lebih baik. De Jong adalah pemain yang sangat bagus, tetapi juga Ivan Rakitic, dan lima tahun lalu ketika saya masih di Manchester United, saya ingin mengontrak Arturo Vidal.”

“Sebagai pemain Anda selalu harus memilih klub di mana Anda bisa bermain. Pertanyaannya adalah, apakah dia sudah memastikan ini di Barcelona.”

Ekspresi Gelandang Ajax Amsterdam, Frenkie de Jong saat menang melawan Real Madrid pada 5 Maret 2019. (Gabriel Bouys/AFP)Ekspresi Gelandang Ajax Amsterdam, Frenkie de Jong saat menang melawan Real Madrid pada 5 Maret 2019. (Gabriel Bouys/AFP)

“Kami harus menunggu dan melihat, saya berharap demikian karena pada usia tersebut Anda harus bermain di setiap pertandingan,” pungkas Van Gaal.

De Jong menjadi salah satu pemain kunci Ajax meraih sukses di musim 2018/2019 setelah menjuarai Eredivisie, Piala KNVB, dan juga maju ke semifinal Liga Champions.

Dikabarkan Terbang Ke Turin, Sarri Siap Latih Juventus?

Suara.com – Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri diprediksi segera melatih Juventus pada musim panas mendatang. Kemungkinan pindahnya Sarri tersebut dikabarkan dari jurnalis terpercaya, Alfredo Pedulla yang dekat dengan pelatih asal Italia tersebut.

Isu hengkangnya Sarri dari The Blues santer dikaitkan dengan Juventus. Setelah Massimilliano Allegri mengundurkan diri, si Nyonya Tua pincang tanpa juru taktik penggantinya.

Dilansir dari Football Italia, Senin (3/6/2019), Chelsea sepakat mengakhiri kontrak Sarri. Agen Sarri, Fali Ramadani sudah bertemu dengan Direktur Olahraga Chelsea, Marina Granovskaia pada Jumat pekan lalu. Hal itu membahas masa depan Sarri di Stamford Bridge.

Dari laporan tersebut, Sarri dinilai masih ingin menanti hingga akhir musim ini untuk menentukan masa depannya. Tapi, Si Nyonya Tua datang menawarkan gaji per musimnya sebesar 7 juta euro atau setara Rp 111 miliar.

Pelatih Chelsea asal Italia Maurizio Sarri (kanan) dan para pemainnya merayakan keberhasilan menjadi juara Liga Europa di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5) dini hari WIB. [Yuri KADOBNOV / AFP]Pelatih Chelsea asal Italia Maurizio Sarri (kanan) dan para pemainnya merayakan keberhasilan menjadi juara Liga Europa di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5) dini hari WIB. [Yuri KADOBNOV / AFP]

Hal itu diduga menjadi alasan Sarri untuk segera mengasuh Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan di Turin musim panas mendatang.

Terpisah, Sarri memang tak banyak mengoleksi juara sejak menjadi pelatih. Satu-satunya trofi yang dia raih adalah juara Liga Europa musim 2018/2019.

Di lain sisi, publik menilai keberhasilan Chelsea duduk di peringkat tiga Liga Primer Inggris dan menjadi finalis Piala Liga Inggris merupakan faktor klub besar menarik Sarri menjadi pelatih.

Griezmann Masih Tutup Mulut Soal Klub yang Jadi Tujuannya

Suara.com – Antoine Griezmann telah menyatakan akan meninggalkan Atletico Madrid. Namun Griezmann menolak untuk menyebutkan klub yang dituju usai membantu timnas Prancis mengalahkan Bolivia dalam laga uji coba dini hari tadi.

Griezmann sudah mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan Atletico setelah liima musim bersama klub La Liga tersebut. Bintang asal Prancis tersebut pun kencang dikabarkan akan pindah ke Barcelona atau klub Liga Inggris, Manchester United.

Setelah mencetak satu gol dan membuat assists untuk kemenangan Prancis 2-0 atas Bolivia di Nantes, Griezmann menolak memberikan komentar apapun soal masa depannya. .

“Saya tidak tahu, itu pertanyaan yang bagus,” kata Antoine Griezmann usai pertandingan. “Mari kita lihat. Semuanya sesuai waktunya.”

Reaksi Antoine Griezmann saat memperkuat timnas Prancis dalam laga uji coba melawan Bolivia di Nantes. Sebastien SALOM-GOMIS / AFPReaksi Antoine Griezmann saat memperkuat timnas Prancis dalam laga uji coba melawan Bolivia di Nantes. Sebastien SALOM-GOMIS / AFP

Kini, Griezmann bersiap membantu timnas Prancis di kualifikasi Euro 2020 melawan Turki dan Andorra pada bulan ini. Prancis akan melawat ke Turki pada 8 Juni sebelum menghadapi tim lemah Andorra tiga hari kemudian.

Pemain berusia 28 tahun itu mengatakan bahwa selalu merupakan suatu kehormatan bisa mewakili negaranya. “Itu selalu merupakan sesuatu yang luar biasa untuk dimainkan bagi timnas Prancis,” ujarnya,.

Kami menikmatinya karena tidak setiap pemain dapat hidup seperti itu. Kami di sini untuk mewakili Prancis dan sepak bola Prancis. Kami bangga bermain di Prancis juga,” pungkas Antoine Griezmann.

Tunjukkan Angka Enam saat Parade Kemenangan, Klopp Banjir Dukungan

Suara.com – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp ikut merayakan kemenangan timnya usai meraih gelar juara Liga Champions 2018/2019. Dia tertangkap kamera sedang menunjukkan angka enam pada gelaran parade kemenangan itu.

Sontak, aksinya tersebut mendapat dukungan netizen dengan apa yang berhasil dia persembahkan untuk The Reds.

Liverpool menggelar parade kemenangan setelah mengandaskan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 pada partai puncak Liga Champions di Madrid, Minggu (2/6/2019).

Bus yang mengarak pemain The Reds disambut meriah oleh fans di tiap sudut kota. Rute arak-arakan berawal dari Allerton Maze berlanjut ke tengah Kota Liverpool hingga tepi kota.

Ekspresi unik ditunjukkan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp saat berada di atas bus.

Dalam video yang diunggah akun Twitter @LFC, Klopp terekam kamera sedang menghitung dengan jari-jarinya hingga berjumlah enam. Hal itu dia tunjukkan sebagai keberhasilan Liverpool meraih enam trofi si Kuping Besar.

Aksinya tersebut mendapat dukungan netizen untuk membawa Liverpool meraih juara-juara lain di musim depan.

“Siapapun yang Anda dukung, Anda tak akan gagal menyukai tuan Klopp, dia lucu. Liverpool FC akan menjadi tim di musim depan. Kerja bagus, dari fans MCFC,” cuit akun @terry103mc.

“Itulah yang saya tunggu untuk dilihat #6times,” tulis akun @agentbobby_

“Aku menyukai orang ini,” ungkap akun @Inkbloodedwoman.

Selain itu, fans Newcastle United @joannasams78 ikut berkomentar atas keberhasilan Klopp, “Saya pendukung Newcastel, tapi sejujurnya dia adalah menjad angin segar, seperti di Dortmund. Semua oran nampak senang bermain untuknya, sama sepeti Pep,” cuitnya.

Liverpool telah mengoleksi enam trofi Liga Champions. Jumlah tersebut terhitung dari kompetisi bernama Piala Champions yakni, 1976-1977, 1977-1978, 1980-1981 dan 1983-1984. Sejak berubah nama menjadi Liga Champions, Liverpool berhasil meraih trofi tersebut pada 2004-2005.

Sementara trofi keenam diraih pada 2018-2019.

Lihat Sambutan Fans Liverpool Saat Parade, Klopp Sempat Meneteskan Air Mata

Suara.com – Jurgen Klopp sangat emosional melihat sambutan yang ditunjukkan para fans Liverpool saat parade juara Liga Champions. Bahkan, Klopp mengaku dirinya sempat meneteskan air mata dengan dukungan yang ditunjukkan oleh para fans.

Liverpool sukses merengkuh trofi Liga Champons untuk keenam kalinya setelah saat final di Madrid mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0. Perayaan Liverpool berlanjut setelah trofi Liga Champions dan para pemain disambut ribuan para suporternya.

Klopp yang dikabarkan ditawari perpanjangan kontraknya di Anfield, dari atas bus terbuka merasa terharu melihat sambutan ribuan suporter The Reds yang memenuhi jalan jalan kota.

“Saya tidak bisa benar-benar menggambarkannya karena saya sedikit menangis karena ini sangat melelahkan apa yang dilakukan oleh orang-orang,” kata Jurgen Klopp dalam sitis resmi klub Liverpool.

Para pemain Liverpool disambut ribuan penggemarnya saat parade juara Liga Champions dengan Bus terbuka di Liverpool, Inggris, Minggu (2/6). [Oli SCARFF / AFP]Para pemain Liverpool disambut ribuan penggemarnya saat parade juara Liga Champions dengan Bus terbuka di Liverpool, Inggris, Minggu (2/6). [Oli SCARFF / AFP]

“Ketika Anda memiliki kontak mata langsung dan Anda melihat betapa berartinya itu (trofi) bagi mereka, jujur ini sangat menyentuh. Ini brilian. Terima kasih Tuhan, cuaca berubah ke arah yang positif sehingga kita bersenang-senang di sini. Benar-benar istimewa.”

Klopp yang mengklaim trofi pertamanya sejak melatih di Anfield pada Oktober 2015, mengungkapkan bahwa pawai juara Liga Champions itu adalah pengalaman yang luar biasa.

“Saya tidak tahu persis berapa banyak orang yang tinggal di Liverpool tetapi tidak ada banyak ruang untuk suporter dan pendukung klub lain, jadi ini luar biasa,” ujarnya.

Para pemain Liverpool disambut ribuan penggemarnya saat parade juara Liga Champions dengan Bus terbuka di Liverpool, Inggris, Minggu (2/6). [Oli SCARFF / AFP]Para pemain Liverpool disambut ribuan penggemarnya saat parade juara Liga Champions dengan Bus terbuka di Liverpool, Inggris, Minggu (2/6). [Oli SCARFF / AFP]

“Tim ini benar-benar melakukannya dengan baik dan jika Anda adalah anak muda tim mana yang akan Anda dukung? Tidak ada banyak pilihan dan peluang lain selain dari Liverpool, jadi itu sangat bagus untuk dilihat.

“Anda bisa melihat di mata mereka betapa berartinya itu. Sulit dipercaya dan sangat intens. Hari ini, wow! Ini gila,” pungkas Juga Klopp. (Scoresway)

Dikaitkan Melatih Barcelona, Koeman: Waktunya Belum Tepat

Suara.com – Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman enggan berkomentar banyak terkait isu yang mengkaitkan dirinya untuk melatih Barcelona pada musim depan. Saat ini dia hanya fokus menyiapkan anak asuhnya berlaga di Liga Bangsa-Bangsa Eropa (UEFA Nation League) 2018/2019.

Koeman muncul sebagai kandidat yang akan menggantikan posisi pelatih Ernesto Valverde di Barcelona.

Blaugrana gagal meraih trofi Copa del Rey dan gagal lolos ke final Liga Champions musim ini. Alhasil publik menilai tak hanya pemain yang harus diganti, namun pelatih juga masuk dalam perombakan tersebut.

Dikutip dari Sportkeeda, Senin (3/6/2019), Koeman mengaku belum tepat untuk membicarakan spekulasi terkait dirinya yang akan menukangi Barcelona.

Pemain timnas Belanda rayakan kemenangan atas Prancis di UEFA Nations League di Rotterdam, Sabtu (17/11/2018) [AFP]Pemain timnas Belanda rayakan kemenangan atas Prancis di UEFA Nations League di Rotterdam, Sabtu (17/11/2018) [AFP]

“Jika sudah satu tahun dan Anda hanya memiliki satu musim untuk pergi hingga kejuaran Eropa, maka itu belum tepat. Ada orang-orang yang mengatakan, jika Barcelona datang, maka dia akan pergi,” imbuhnya.

“Media akan menjalankan kisah tersebut, dan itu hak mereka. Saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk KNVB terlebih dahulu. Spekulasi tersebut harus berhenti saat ini,” pungkasnya.

Koeman bukan sosok asing bagi Blaugarana. Pria asal Belanda itu pernah menjadi legenda Camp Nou pada 1989-1995.

Dia juga ikut berkontribusi atas raihan gelar Liga Champions selama merumput di Barcelona.

Kendati demikian, Ernesto Valverde dinilai masih akan mengasuh Lionel Messi dan kawan-kawan. Kontrak mantan pelatih Atletico Bilbao itu akan habis pada Juni 2020 mendatang.

Messi Ingin Memenangkan Trofi bagi Argentina Sebelum Pensiun

Suara.com – Lionel Messi telah banyak membantu klub Barcelona meraih sukses di berbagai kompetisi. Kini Messi mengungkapkan ambisinya memberikan trofi bagi timnas Argentina sebelum dirinya gantung sepatu dari karir profesionalnya.

Messi yang merupakan kapten La Albiceleste — julukan Timnas Argentina — telah mencetak 129 caps bagi negaranya. Meski demikian, Messi belum menyumbangkan trofi apapun pada timnas Argentina meski dia mampu mendominasi bersama klubnya, Barcelona.

Kini, Messi akan memimpin timnas Argentina di ajang Copa America yang akan digelar 14 Juni hingga 7 Juli 2019 di Brasil. Bintang berusia 31 tahun itu pun bertekad untuk bisa membantu Argentina bisa meraih trofi.

“Saya ingin pensiun setelah memenangkan sesuatu dengan Argentina,” ungkap Messi dalam sebuah wawancara dengan FOX Sports Argentina seperti dilansir Football Espana.

Lionel Messi (tengah) melakukan sesi latihan bersama rekan setimnya di timnas Argentina di Valdebebas, Madrid. GABRIEL BOUYS / AFPLionel Messi (tengah) melakukan sesi latihan bersama rekan setimnya di timnas Argentina di Valdebebas, Madrid. GABRIEL BOUYS / AFP

“Saya akan terus berusaha memenangkan sesuatu. Saya juga senang berada di sini dan berlatih bersama skuat Argentina “

Messi memang sempat menyatakan keinginannya pensiun dari ajang internasional pada Juni 2016 menyusul kekalahan di final Copa America, namun dia mengubah kembali keputusannya tiga bulan kemudian.

Kini, Messi meyakinkan para suporternya bahwa dia tetap berkomitmen penuh untuk meraih tujuannya tersebut. “Ketika saya di sini, saya hanyalah anggota skuad seperti lainnya. Pelatih tahu itu, dan saya benar-benar menikmati berada di sini,” pungkasnya.

Deschamps: Cedera Kylian Mbappe Tidak Serius

Suara.com – Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps dengan kondisi pemain bintangnya, Kylian Mbappe. Deschamps mengungkapkan bahwa Mbappe tidak mengalami cedera serius setelah sempat mengalami benturan.

Mbappe digantikan pada akhir babak pertama saat Prancis menang 2-0 atas Bolivia dalam laga uji coba internasional di di Stade de la Beaujoire-Louis Fonteneau, Senin (3/6/2019) dinihari WIB

Bintang klub Paris Saint-Germain itu mengalami cedera saat berebut bola dengan pemain Bolivia Raul Castro. Tentu saja ini menjadi kabar kurang baik di saat Prancis akan menghadapi Turki di kualifikasi Euro 2020.

Namun, Deschamps meredakan kekhawatiran soal cedera Mbappe. “Ini bukan masalah serius,” ungkap pelatih timnas Prancis ini usai pertandingan seperti dilansir Scoresway.

“Itu hanya sakit pada pergelangan kaki setelah disentuh. Tidak ada risiko untuk diambil. Dia bisa pergi [untuk pertandingan berikutnya].”

Mbappe adalah pencetak gol terbanyak Ligue 1 dan juga penyandang Pemain Terbaik. Ia telah mencetak 33 gol liga dan 39 di semua kompetisi untuk PSG pada musim 2018-19.

Namun masa depan Pemain berusia 20 tahun itu sedang menjadi sasaran spekulasi. Pemain yang dikabarkan diminati oleh Real Madrid ini mengisyaratkan bahwa dia siap mencari tanggung jawab yang lebih besar.

Sementara Timnas Prancis telah memenangkan kedua pertandingan di kualifikasi Euro 2020 mereka dan memiliki poin yang sama dengan Turki menjelang pertandingan kedua tim ini di Grup H pada akhir pekan ini.

Nikmati Parade Liverpool Juara Liga Champions, Van Dijk : Ini Luar Biasa

Suara.com – Liverpool melakukan parade memamerkan trofi Liga Champions yang baru saja diraihnya. Bek Liverpool Virgil van Dijk pun merasakan atmosfir yang luar biasa dalam kemeriahan parade tersebut.

Liverpool mengarak trofi Liga Champions melalui jalan-jalan kota setelah mengalahkan Tottenham Hotspur pada laga final Liga Champions di Madrid kemarin. Liverpool merengkuh trofi Liga Champions keenamnya berkat gol Mohamed Salah dan Divock Origi.

Van Dijk yang juga menjadi bagian penting dalam sukses Liverpool ini sangat merasakan atmosfir yang luar biasa, dimana para pemain Liverpool disambut ribuan para suporternya saat menumpangi bus terbuka.

“Ini luar biasa, benar-benar istimewa. Saya sangat bangga bisa duduk di bus ini mudah-mudahan kita akan memiliki lebih banyak hari seperti ini. Saya berharap banyak tetapi ini sudah melampaui harapan saya,” kata Van Dijk.

Para pemain Liverpool disambut ribuan penggemarnya saat parade juara Liga Champions dengan Bus terbuka di Liverpool, Inggris, Minggu (2/6). [Oli SCARFF / AFP]Para pemain Liverpool disambut ribuan penggemarnya saat parade juara Liga Champions dengan Bus terbuka di Liverpool, Inggris, Minggu (2/6). [Oli SCARFF / AFP]

Namun, Van Dijk tidak bisa berlama lama menikmati pesta atas sukses Liverpool ini. Pasalnya, Van Dijk harus segera bergabung dengan timnas Belanda untuk melakoni laga internasional dan Final Liga Bangsa-Bangsa.

“Setengah jam [tidur] mungkin tetapi ini semua sepadan. Saya tidak yakin saya akan mendapatkan banyak malam ini juga. Besok saya harus lebih fokus karena saya kembali berlatih dengan Belanda dan kami menghadapi Inggris.

“Saya meneteskan air mata di akhir pertandingan final. Saya merasa bangga dengan tim. Bangga dengan para pemain ini. Sungguh menakjubkan,” pungkas Van Dijk. (Scoresway)

Prancis Taklukkan Bolivia 2-0 di Laga Uji Coba

Suara.com – Timnas Prancis sukses mengalahkan Bolivia 2-0 dalam laga uji coba. Kemenangan ini menjadi hasil positif bagi Prancis sebagai persiapan melakoni laga kualifikasi Piala Eropa 2020.

Pada laga uji coba yang digelar di Stade de la Beaujoire-Louis Fonteneau, Senin (3/6/2019) dinihari WIB, Thomas Lemar membuka kemenangan Prancis. Antoine Griezmann memperbesar keunggulan dan memastikan Timnas Prancis menang 2-0.

Timnas Prancis sudah menekan sejak awal pertandingan. Saat laga baru berjalan lima menit, Lemar sudah membuat Prancis unggul setelah menyelesaikan umpan Griezmann dengan sepakannya guna menjebol gawang Bolovia yang dikawal kiper Carlos Lampe.

Pemain Prancis Antoine Griezmann (kanan) merayakan golnya ke gawang Bolivia dengan rekan setimnya Thomas Lemar dalam laga uji coba di La Beaujoire stadium, Nantes. Sebastien SALOM-GOMIS / AFPPemain Prancis Antoine Griezmann (kanan) merayakan golnya ke gawang Bolivia dengan rekan setimnya Thomas Lemar dalam laga uji coba di La Beaujoire stadium, Nantes. Sebastien SALOM-GOMIS / AFP

Serangan masih terus dilakukan oleh para pemain Prancis lewat ancaman Samuel Umtiti dan Florian Thauvin. Prancis akhirnya memperbesar keunggulan lewat gol Griezmann hasil sontekannya dari jarak dekat setelah mendapatkan bola di menit ke-42.

Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Namun Timnas Prancis harus kehilangan Kylian Mbappe yang harus meninggalkan lapangan di awal babak kedua akibat cedera pergelangan kaki. Mbappe akhirnya digantikan oleh Wissam Ben Yedder.

Timnas Prancis masih melanjutkan tekanannya di awal babak kedua. Namun ancaman pemain Wissam Ben Yedder, Kingsley Coman dan Paul Pogba masih dapat digagalkan oleh kiper Carlos Lampe yang tampil apik di babak kedua.

Hingga akhir pertandingan skor masih tetap 2-0 bagi kemenangan Prancis. Hasil ini menjadi modal penting bagi Timnas Prancis sebelum melakoni dua laga kualifikasi Piala Eropa yaitu melawan Turki pada 8 Juni dan tiga hari kemudian menghadapi Andorra.

Susunan Pemain

Timnas Prancis : Areola, Digne (Mendy 79′), Varane, Umtiti (Zouma 89′), Pavard (Dubois 46′), Pogba, Lemar (Coman 66′), Ndombele (Matuidi 66′), Griezmann, Thauvin, Mbappe (Ben Yedder 46′)

Timnas Bolivia: Lampe, Marvin Bejarano, Saavedra (Fernandez 66′), Haquin, Chumacero (Wayar 81′), Galindo (Saucedo 46′), Diego Bejarano (Torres 85′), Justiano, Castro (Vaca 73′), Jusino (Carrasco 89′), Martins

Tottenham Gagal Angkat Trofi si Kuping Besar, Jan Vertonghen Kecewa Berat

Suara.com – Centre-back Tottenham Hotspur, Jan Vertonghen tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai timnya gagal menjuarai Liga Champions 2018/19.

Tottenham takluk 0-2 dari Liverpool dalam All-English Final yang dihelat di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

Tottenham memang kehilangan konsentrasi di awal dan penghujung pertandingan. Ya, gol Liverpool tercipta saat laga baru berjalan dua menit via penalti Mohamed Salah.

Sementara untuk yang kedua, Tottenham kebobolan oleh gol pemain pengganti, Divock Origi saat waktu normal tinggal tersisa tiga menit. 

Vertonghen pun menyebut kekalahan 0-2 Tottenham dari Liverpool adalah hal yang sulit diterima. Kegagalan meraih trofi menjadi hal yang disesali pemain berusia 32 tahun tersebut. Namun, ia tetap berusaha mengambil sisi positifnya.

“Kami bisa mengambil banyak rasa percaya diri dari musim kami. Ya, musim 2018/19 ini. Ini berjalan sangat menarik dan luar biasa untuk merasakannya, namun tetap saja kami ingin juara,” buka Vertonghen di laman resmi Spurs.

“Selangkah lagi kami bisa mengangkat trofi Liga Champions, namun kami gagal mewujudkannya. Saya sangat kecewa, seluruh pemain sangat kecewa berat,” sambung pemain berpaspor Belgia itu.

“Ini sungguh sulit diterima. Kami sudah mencoba segalanya untuk mengejar ketertinggalan, namun ketika Anda kebobolan di awal-awal laga (gol penalti Salah), Liverpool bisa memainkan laga sesuka hati mereka,” sesal Vertonghen.

Jadwal Laga Kandang Kontra Persib Berubah, Arema FC Layangkan Surat Protes

Suara.com – Buntut penundaan laga kandang melawan Persib pada pekan keempat Liga 1 2019, Arema FC melayangkan surat protes. Kubu Arema FC menolak perubahan jadwal akibat agenda uji coba internasional Timnas Senior Indonesia pada 11 dan 15 Juni mendatang.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia bakal melakoni laga uji coba melawan Yordania dan Vanuatu. PSSI lantas meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menyesuaikan dengan jadwal kompetisi Liga 1 2019, terutama pekan keempat yang akan dihelat selepas Idul Fitri nanti.

Arema FC yang semula dijadwalkan menjamu Persib di Stadion Kanjuruhan, Malang pada 14 Juni pun harus diundur. Jadwal baru yang diputuskan PT LIB selaku operator kompetisi adalah pada 27 atau 28 Agustus mendatang.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengatakan jika pihaknya telah mengirimkan surat keberatan atas perubahan jadwal tersebut.

Sebab, padatnya jadwal dinilai sangat merugikan tim berjuluk SIngo Edan tersebut.

“Karena Agustus nanti main enam kali, home tiga kali dan away tiga kali. Perubahan ini tentu merugikan,” ucap Sudarmaji, Minggu (2/6/2019).

Soal apa jalan tengah yang diajukan, Arema FC belum memastikannya.

“Solusi Arema menunggu rapat berikutnya bersama pelatih. Yang pasti jika ditempatkan Agustus, kami tetap menolak,” terangnya.

Manajemen Arema FC juga menyampaikan permintaan maaf kepada Aremania –sebutan suporter Arema FC– yang telah terlanjur memesan tiket sesuai jadwal yang belum dirubah.

“Karena, mulai besok sampai tanggal 10 Juni, Kantor Arema FC libur Idul Fitri. Maka kami belum ambil kebijakan refund. Kami sarankan semua bersabar dan tetaplah simpan bukti pemesanan sampai menunggu keputusan berikutnya,” tukasnya.

Kontributor : Aziz Ramadani

Imbang Tanpa Gol Lawan PSIM, Indra Sjafri Akui Hasil Belum Sesuai Harapan

Suara.com – Laga uji coba PSIM vs Timnas Indonesia U-23 yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul berakhir dengan skor 0-0, MInggu (2/6/2019) malam.

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri menyebut kalah dan menang bukan target pada pertandingan kali ini. Hal itu diungkapkan saat konferensi pers usai uji coba dengan PSIM Yogyakarta.

Gagal melesakkan gol ke gawang PSIM Yogyakarta, Indra Sjafri mengaku memiliki target sendiri dalam memainkan anak asuhnya pada laga uji coba tersebut.

“Kita di sini memanggil potensi-potensi baru. Tiga hari kita di sini (Yogyakarta) untuk pemusatan latihan. Memang hasilnya belum sesuai dengan harapan. Namun kami telah memiliki target bagi pemain pemain baru itu. Sehingga kalah dan menang bukan patokan kami apakah mereka siap bermain atau tidak,” ungkap Indra Sjafri.

Menurutnya, capaian target tersebut sudah dikantongi manajemen pelatih Garuda Muda. Sehingga ke depan bakal dilakukan evaluasi sebelum tampil di Singapura.

“Nanti tetap kami evaluasi, untuk evaluasi hal yang telah saya rencanakan ada yang sesuai target dan tidak. Yang jelas dari pertandingan ini akan kami perbaiki ke depan,” pungkasnya.

Setelah menutup rangkaian pemusatan latihan dengan melakoni uji coba kontra PSIM Yogyakarta, Timnas Indonesia U-23 bakal melanjutkan persiapan menuju Singapura. Rencananya Garuda Muda bakal berlabuh dari Indonesia menuju Singapura pada 5 Juni mendatang.

Timnas Indonesia U-23 Bermain Imbang Tanpa Gol Kontra PSIM Yogyakarta

Suara.com – Timnas Indonesia U-23 asuhan pelatih Indra Sjafri hanya bisa bermain imbang tanpa gol pada laga uji coba kontra tim Liga 2, PSIM Yogyakarta, di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Minggu (2/6/2019) malam WIB.

Laga ini sendiri merupakan bagian dari persiapan Timnas Indonesia U-23 jelang turun di turnamen mini Merlion Cup di Singapura, yang akan dihelat pada 7-9 Juni 2019.

Setelah laga berjalan dengan tempo lambat di babak pertama, Timnas Indonesia U-23 cukup tertekan pasca half-time.

Tendangan Ichsan Pratama pada menit ke-47 melambung. Semenit kemudian tembakan Hendika Arga Permana juga belum tepat sasaran.

Peluang emas PSIM via sundulan Cristian Gonzales pada menit ke-49 juga masih belum membuahkan gol. Kiper Timnas, M. Dicky Indrayana, bisa melakukan penyelamatan.

Peluang Timnas U-23 via Sani Rizki Fauzi pada menit ke-67 masih belum bisa membuahkan hasil. Bolanya masih melesat.

Tendangan bebas PSIM via Aditya Putra Dewa pada menit ke-71 sudah tepat sasaran. Kiper Timnas U-23,Dicky, masih sigap menangkap bola.

Percobaan jarak jauh Sani Rizki menjelang menit ke-80 sudah tepat sasaran. Tapi, kiper PSIM masih sigap menepis bola.

Cristian Gonzales gagal memanfaatkan umpan silang dari sayap kiri para menit ke-81. Dia kalah berduel dengan pemain belakang Timnas.

Tembakan pemain Timnas U-23, M. Rafli, pada masa injury time tepat sasaran. Tapi, belum membuahkan gol. Di sisa laga tak ada gol, laga selesai dengan skor imbang 0-0.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia U-23: 30-Nadeo Argawinata; 14-Asnawi Mangkualam, 5-Bagas Adi, 2-Andi Setyo, 26-Rizqi Dwi; 7-Muhammad Lutfi Kamal, 19-Hanif Sjahbandi, 8-Witan Sulaiman, 18-Gian Zola, 24-Feby Eka; 17-Septian Satria Bagaskara.

Pelatih: Simon McMenemy (Skotlandia)

PSIM Yogyakarta: 58-I Putu Pager; 16-Fandy Edy, 28-Aditya Putra Dewa, 44-Achmad Hisyam, 77-Tedi Berlian; 18-Raymond Tauntu, 8-Hendika Arga Permana, 4-Muhammad Agung, 23-Ichsan Pratama, 9-Raphael Maitimo; 10-Cristian Gonzales.

Pelatih: Vladimir Vujovic (Montenegro)

Uji Coba Timnas Senior Indonesia: McMenemy Mulai Pelajari Kekuatan Yordania

Suara.com – Pelatih Timnas Senior Indonesia, Simon McMenemey mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan kekuatan yang dimiliki Yordania.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia memang akan menantang tuan rumah Yordania pada laga uji coba internasional di Amman International Stadium, 11 Juni 2019 nanti. 

McMenemy mengaku sudah mengantongi kekuatan skuat Yordania. Oleh sebab itu, juru taktik berpaspor Skotlandia tersebut hanya tinggal fokus mempersiapkan pasukannya saja jelang bentrok kedua kesebelasan. 

“Sebelumnya Yordania akan menghadapi Slovakia pada pada 8 Juni 2019. Tapi, kami juga melihat pertandingan-pertandingan mereka sebelumnya. Dari situ, kami mulai mempersiapkan taktik,” buka McMenemy di Cikarang.

Saat ini, sebanyak 25 pemain ditambah bintang PSM Makassar Marc Klok, yang sedang menjalani proses naturalisasi, tengah menjalani pemusatan latihan Timnas Senior Indonesia.

Namun sebelum melakoni laga uji coba nanti, pemain-pemain tersebut akan libur lebih dahulu, yakni saat Hari Raya Idul Fitri. Pemain diberikan libur pada 3-5 Juni 2019.

Andritany Ardhiyasa cs bakal kembali melakoni training camp pada 7 Juni untuk mempersiapkan diri menghadapi Yordania. 

McMenemy mengakui jika dirinya sebenarnya memiliki waktu yang sangat mepet untuk mempersiapkan materi skuat Timnas Indonesia.

Meski begitu, mantan pelatih Timnas Filipina ini sesumbar jika skuat Garuda bakal siap dan tampil kompetitif untuk laga nanti. 

“Saat latihan pertama, kami juga sudah bicarakan gaya bermain Yordania, menyerangnya seperti apa. Kami tidak bisa mempersiapkan banyak hal karena waktunya sangat sempit. Tapi, akan kami persiapkan sebaik mungkin. Kami akan siap dan kompetitif,” celotehnya.

Laga uji coba kontra Yordania sendiri akan berpengaruh pada ranking Indonesia di peringkat FIFA. Saat ini, Indonesia dan Yordania berselisih 62 peringkat dalam ranking FIFA. 

Timnas Indonesia yang berada di posisi 159 pada ranking FIFA per 4 April 2019, memberanikan diri untuk menantang Yordania yang bercokol di peringkat 97.

Divock Origi, Super-sub yang Punya Peran Vital dalam Kesuksesan Liverpool

Suara.com – Liverpool keluar sebagai kampiun Liga Champions musim ini usai menundukkan Tottenham Hotspur dalam All-English Final yang dihelat di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

Liverpool menang 2-0 berkat gol-gol yang dilesakkan Mohamed Salah via titik penalti saat laga baru berjalan dua menit, serta pemain pengganti Divock Origi pada menit 87.

Origi sendiri yang baru masuk lapangan pada menit 58, jelas sudah layak dijuluki sebagai super-sub Liverpool.

Soal proses golnya, pada menit 87, sebuah sepak pojok James Milner yang coba dihalau pemain Tottenham justru membuat bola menjadi liar dan mengarah ke Origi.

Tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti striker internasional Belgia itu pun menaklukkan kiper andalan sekaligus kapten Tottenham, Hugo Lloris.

Setelah sempat dibuat was-was oleh serangan bergelombang Tottenham, gol vital Origi tersebut pun membuat Liverpool unggul 2-0 dan mengunci kemenangan serta raihan gelar juara Liga/Piala Champions yang keenam untuk The Reds –julukan Liverpool.

Origi memang memiliki peran yang amat vital pada kesuksesan Liverpool di pentas Eropa musim ini. Meski hanya bermain delapan kali sepanjang kompetisi serta hanya mencatatkan total menit bermain 215 menit, striker yang musim lalu dipinjamkan ke Wolfsburg itu mampu mengemas gol-gol krusial untuk Liverpool.

Sebelum membobol gawang Tottenham dini hari tadi, Origi merupakan salah satu dari dua pemain yang mencetak brace ke gawang Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018/19 lalu.

Bahkan gol kedua Origi ke gawang Barca menjadi penyegel kelolosan Liverpool ke partai puncak. Seperti diketahui, Liverpool lolos dari lubang jarum setelah melakoni comeback fenomenal dengan menang 4-0 atas Barca di Anfield.

Liverpool lolos ke final dengan agregat 4-3, meski pada leg pertama di kandang Barcelona, The Reds sejatinya keok dengan skor telak 0-3. 

Gol di laga dini hari tadi juga menorehkan sejarah tersendiri bagi Origi. Menurut data OPTA, penyerang berambut dreadlock itu adalah pemain Belgia kedua setelah Yannick Carrasco yang berhasil mencetak gol di partai final Liga Champions.

Catatan spesial Origi lainnya adalah mantan bomber Lille itu mencetak tiga gol di Liga Champions 2018/19, hanya dari tiga tembakan ke gawang. Ya, akurasinya 100 persen.

 Origi mencetak tiga gol untuk sang juara Liverpool dari delapan penampilannya di Liga Champions musim ini.

Sementara secara total, sang striker mampu mengemas delapan gol plus dua assist dari 22 penampilannya untuk The Reds di semua kompetisi pada musim 2018/19.

Menjadi hebat karena Origi tentunya lebih banyak diturunkan oleh pelatih Liverpool, Jurgen Klopp sebagai pemain pengganti.

Manfaatkan Libur Lebaran, Marko Simic Pilih Mudik ke Kroasia

Suara.com – Libur Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan banyak pesepakbola yang berkarier di Tanah Air untuk mudik ke kampung halamannya masing-masing. Tak terkecuali Marko Simic, meski bomber asing andalan Persija Jakarta itu sejatinya merupakan non-muslim. 

Ya, momentum lebaran membuat kompetisi Liga 1 2019 tentu diliburkan untuk sementara waktu. Tentunya hal ini dimanfaatkan oleh para pemain untuk berkumpul bersama keluarga masing-masing. 

Tidak hanya pemain lokal, legiun asing juga memanfaatkan libur lebaran untuk pulang kampung ke negara masing-masing. Seperti yang dilakukan Marko Simic, yang memilih ‘mudik’ ke Kroasia. 

Tim kepelatihan Persija memang memberikan waktu libur cukup lama kepada para penggawanya. Para pemain bisa berlibur hingga 8 Juni 2019 mendatang terhitung sejak tanggal 1 Juni kemarin. 

Simic sendiri memilih pulang ke Kroasia lantaran sudah cukup lama tidak bertemu dengan keluarganya. Kurang lebih enam bulan, ia tidak pulang ke Negeri Balkan tersebut. 

“Saya liburan ini memutuskan untuk balik ke Kroasia, kebetulan kompetisi juga libur. Saya sudah rindu dengan keluarga saya, terutama ibu karena sudah tidak bertemu dengan dia. Sudah selama enam bulan,” ungkap Simic, Minggu (2/6/2019).

Setelah kembali dari liburan, Simic dan para pemain Persija sendiri harus bersiap untuk laga lanjutan Liga 1 2019 menghadapi Borneo FC.

Belum diketahui kapan di mana laga itu digelar lantaran bakal adanya perubahan jadwal yang dilakukan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi. 

Yang jelas, pada laga pekan keempat Liga 1 2019 nanti, Macan Kemayoran –julukan Persija– akan bertindak sebagai tuan rumah.

Ini Buntut Aksi Kinsey Usai Pertandingan Final Liga Champions

Suara.com – Aksi nekat Kinsey Walanski, si penyusup cantik pada final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) menjadi perhatian publik saat ini. Hal itu berefek terhadap pengikutnya di akun Instagram yang mencapai 2,3 juta followers hanya dalam 12 jam.

Pertandingan partai puncak Liga Champions antara Liverpool vs Tottenham Hotspur sempat terhenti. Sebab, seorang wanita berbikini hitam menerobos ke tengah lapangan saat pertandingan berlangsung.

Dilansir dari Daily Star, Kinsey diyakini pacar dari Youtuber asal Rusia Vitaly Zdorovetskiy, yang kerap membuat aksi jahil.

Kinsey yang juga menjadi model majalah dewasa itu mendapat tambahan pengikut di akun Instagram-nya hingga jutaan orang.

Sebelum aksi nekatnya di Madrid, Kinsey hanya memiliki 349 ribu followers.

Usai membuat publik heboh atas aksinya di final Liga Champions, Kinsey mendapat pengikut hingga 2,3 juta dan itu diprediksi akan terus bertambah.

Kinsey Walanski si penyusup cantik di final Liga Champions, Minggu (2/6/2019) dini hari tadi ternyata pernah liburan ke Bali beberapa waktu lalu. [PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP]Kinsey Walanski si penyusup cantik di final Liga Champions, Minggu (2/6/2019) dini hari tadi ternyata pernah liburan ke Bali beberapa waktu lalu. [PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP]

Publik meyakini, aksi tersebut sebagai promosi akun Instagram miliknya dan juga channel Youtube milik sang kekasih.

Terpisah, Liverpool berhasil meraih trofi si Kuping Besar setelah mengkanvaskan Tottenham Hotspur 2-0.

Mohamed Salah dan Divock Origi menjadi aktor kemenangan The Reds pada laga puncak tersebut.

Liverpool tercatat telah mengoleksi enam trofi Liga Champions hingga era ini. Mulai dari kompetisi bernama Piala Champions yakni, 1976-1977, 1977-1978, 1980-1981 dan 1983-1984.

Sejak berubah nama menjadi Liga Champions, Liverpool berhasil meraih trofi tersebut pada 2004-2005. Sementara trofi keenam mereka raih di tahun 2018-2019.

Melempem di Laga Final, Mourinho dan Wenger Kompak Kritik Harry Kane

Suara.com – Dua manajer top yang kini sama-sama tengah menganggur, Jose Mourinho dan Arsene Wenger kompak mengkritik performa striker Tottenham Hotspur, Harry Kane di final Liga Champions 2018/19.

Tottenham harus gigit jari dalam All-English Final melawan Liverpool, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Bermain di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid, Tottenham menyerah 0-2.

Liverpool sendiri menang 2-0 berkat gol-gol yang dilesakkan Mohamed Salah via titik penalti saat laga baru berjalan dua menit, serta pemain pengganti Divock Origi pada menit 87.

Harry Kane sendiri memang terkesan terlalu ‘dipaksakan’ untuk bermain oleh manajer Tottenham, Mauricio Pochettino.

Seperti diketahui, sebelum laga dini hari tadi, Kane telah absen memperkuat Tottenham sejak awal April 2019 lalu lantaran cedera ligamen lutut.

Meski demikian, Pochettino memilih menurunkan Kane sejak menit awal, sebagaimana kapten Timnas Inggris itu akhirnya bermain penuh selama 90 menit untuk Tottenham pada laga dini hari tadi.

Sayang, Kane tampil tak maksimal sepanjang laga. Tottenham praktis tak bisa berbuat banyak dan akhirnya kalah 0-2.

Keputusan memilih memainkan Kane dan membangkucadangkan Lucas Moura, yang sejatinya merupakan pahlawan Tottenham di babak semifinal lalu pun cukup disorot.

Seperti diketahui, Lucas Moura mencetak hat-trick pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018/19 untuk membawa Tottenham comeback atas Ajax dengan skor 3-2.

Kemenangan tandang di markas Ajax itu pun membawa Tottenham lolos ke final setelah unggul gol tandang dalam agregat 3-3.

Apa pun itu, baik Mourinho dan Wenger sama-sama menilai jika Kane tampil di bawah form pada laga dini hari tadi. Menurut keduanya, penyerang berusia 25 tahun itu memang belum cukup bugar setelah kembali dari cedera.

“Kami berbicara banyak tentang Kane sebelum pertandingan. Dan memang benar, ia tidak terlihat siap dan secara keseluruhan, hanya Son (Heung-min) yang terlihat berbahaya untuk Tottenham di laga final ini,” ucap Wenger kepada beIN Sports Arabic seperti dilansir Tribal Football.

“Jelas ia tampil di bawah form-nya hari ini. Sangat disayangkan memang, karena Lucas Moura ada di bench dan dia merupakan inspirator Tottenham di semifinal lalu. Harry Kane terlihat tidak fit,” imbuh pelatih yang resign dari Arsenal pada musim panas 2018 tersebut.

Mourinho juga sependapat dengan Wenger. Pelatih yang dipecat Manchester United pada 18 Desember 2018 lalu itu menilai ada yang tidak bisa dengan Kane di laga kontra Liverpool.

“Harry Kane tenggelam sepanjang laga. Ada yang aneh dari dirinya di laga final ini. Ia biasanya mundur ke belakang, biasanya datang di antara garis. Biasanya dia juga menjadi pemain penghubung, tak hanya sebagai finisher sebagaimana kita tahu ia luar biasa dalam aspek ini. Tapi, ia tak melakukannya hari ini,” celoteh Mourinho.

“Ia menerima bola dari satu sisi, ia bergerak di antara garis, ia kembali, bermain dengan fullback yang lain atau sisi yang lain, ia datang ke kotak penalti. Tidak ada dinamika (yang terjadi),” pungkas pelatih yang juga pernah menukangi Chelsea, Inter Milan dan Real Madrid tersebut.

Mourinho dan Wenger sendiri memang dipertemukan oleh beIN Sports Arabic untuk menjadi pandit final Liga Champions 2018/19.

Meski menjalin rivalitas yang cukup sengit di sepakbola Inggris, keduanya tampak ‘mesra’ saat menganalisa laga Tottenham kontra Liverpool dini hari tadi.

Wenger Sebut Liverpool Tampil Standar meski Berhasil Juara Liga Champions

Suara.com – Liverpool keluar sebagai kampiun Liga Champions musim ini usai menundukkan Tottenham Hotspur 2-0, dalam All-English Final yang dihelat di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

Terkait laga tersebut, mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger rupanya tak terlalu terkesima dengan permainan Liverpool meski The Reds –julukan Liverpool– keluar sebagai juara usai menang dengan skor meyakinkan.

Menurut Wenger, Liverpool sejatinya tampil standar dan lebih memilih bermain aman di sepanjang laga.

Wenger, yang hingga kini masih menganggur usai mundur dari jabatannya sebagaoi pelatih Arsenal pada musim panas 2018, mengomentari laga final dini hari tadi dalam kapasitasnya sebagai pandit.

Pria berpaspor Prancis berusia 69 tahun itu memang diundang beIN Sports Arabic untuk menganalisa laga bersama mantan manajer Manchester United yang juga mantan rival beratnya sebagai juru taktik, Jose Mourinho.

Liverpool sendiri menang 2-0 berkat gol-gol yang dilesakkan Mohamed Salah via titik penalti saat laga baru berjalan dua menit, serta pemain pengganti Divock Origi pada menit 87.
 
Usai unggul cepat lewat gol Salah, Liverpool memang cenderung main pragmatis alias main aman. Pasukan Jurgen Klopp lebih memilih mengatur tempo ketimbang bermain cepat dan eksplosif khas The Reds –julukan Liverpool.

Para pemain Liverpool juga terlihat ‘menahan’ beberapa kesempatan untuk melakukan counter-attack cepat, yang juga sangat khas mereka.

Berhasil meredam serangan-serangan bergelombang Tottenham di babak kedua, Liverpool akhirnya kembali mencuri gol saat waktu normal tersisa tiga menit via Origi, dan mengamankan kemenangan 2-0 serta raihan gelar juara.

“Pada akhirnya, pertandingan diputuskan oleh dua set-piece Liverpool. Saya pribadi percaya itu adalah Liverpool yang sangat-sangat medioker. Mereka tampil standar dan bermain aman sepanjang laga, sementara Tottenham sejatinya bermain lebih baik,” tutur Wenger seperti dilansir Soccerway.

Wenger menilai, Tottenham tampil kurang kejam. The Lilywhites –julukan Tottenham– juga tak terlalu ngotot dalam menggempur pertahanan Liverpool, khususnya di babak pertama.

“Tottenham kurang naluri pembunuh, dan saya merasa itu lebih terkait dengan sisi psikologis daripada kualitas nyata. Tottenham malam ini, saya merasa mereka percaya, tetapi tidak benar-benar 100 persen,” tandas pelatih berjuluk The Professor itu.

Ini Kata Lloris Usai Dikanvaskan Liverpool di Laga Final Liga Champions

Suara.com – Kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris cukup terpukul atas kekalahan mereka di laga final Liga Champions. Dia menilai rekan setimnya cukup ‘malu’ untuk melakukan tekanan di laga awal.

Tottenham Hotspur harus mengakui keperkasaan Liverpool setelah keok 0-2 pada final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019).

Hugo Lloris gagal menghalau bola penalti yang dilesakkan Mohamed Salah dan tendangan Divock Origi ke gawangnya.

Dilansir dari sportskeeda yang dilaporkan BFM TV, Minggu (2/6/2019), Hugo Lloris menyayangkan permainan rekan setimnya yang mulai terlihat baik di 15 menit terakhir pertandingan.

Kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris (GABRIEL BOUYS / AFP)Kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris (GABRIEL BOUYS / AFP)

“Cukup menyakitkan kehilangan momen yang begitu penting. Kami terlalu malu sebelumnya, dan 15 menit terakhir permainan baru terlihat baik. Sulit memulai permainan seperti ini,” kata dia.

“Kami mencoba melakukan apa yang biasa kami lakukan untuk melawan Liverpool. Namun cukup sulit memulai permainan dengan cara kami seperti ini,” ungkapnya.

Terpisah, Lloris tercatat telah bermain 44 laga di musim ini.

Jumlah menit yang dia catatkan mencapai 3.949 menit selama bermain bersama Spurs di seluruh pertandingan yang dia mainkan bersama Spurs.

Pindah Kepemilikan, Newcastle Siapkan Dua Nama untuk Gantikan Benitez

Suara.com – Miliyader Sheikh Khaled bin Zayed Al Nehayan bakal menyiapkan dua kandidat pelatih Newcastle United jika Rafael Benitez hengkang pada musim panas mendatang.

Kontrak Rafael Benitez bakal berakhir di musim depan. Hingga kini pelatih berpaspor Spanyol itu belum menentukan akan memperpanjang kontraknya atau tidak.

Klub asal Tyneside itu bakal berpindah kepemilikan dalam waktu dekat. Pemilik The Magpies, Mike Ashley telah sepakat melepas angka sebesar 350 juta pound sterling atau setara Rp 6,3 triliun kepada Sheikh Khaled sebagai pemilik baru.

Kendati demikian, Sheikh Khaled memiliki target tersendiri untuk klub barunya tersebut.

Dilansir dari Mirror, Sheik Khaled memilih mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger dan mantan pelatih Manchester United, Jose Mourinho sebagai kandidat pelatih baru untuk skuat The Magpies di musim depan.

Manajer Arsenal, Arsene Wenger (kanan) bersama manajer Manchester United, Jose Mourinho (AFP/PAUL ELLIS)Manajer Arsenal, Arsene Wenger (kanan) bersama manajer Manchester United, Jose Mourinho. (AFP/PAUL ELLIS)

Arsene Wenger saat ini sedang menikmati masa istirahatnya setelah 22 tahun menukangi Meriam London. Prestasi gemilangnya bersama Arsenal dianggap cocok melatih Newcastle United.

Sedangkan Mourinho dianggap sebagai pelatih yang sukses mempersembahkan gelar bersama klub-klub raksasa. Oleh sebab itu, manajemen Newcastle berharap magis pelatih asal Portugal itu menular. 

Mane Sebut Alisson Becker Luar Biasa di Final Liga Champions

Suara.com – Penyerang Liverpool, Sadio Mane mengapresiasi kinerja Alisson Becker saat menjaga gawang The Reds saat digempur Tottenham Hotspur pada partai puncak Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019).

Liverpool berhasil menaklukan Spurs 2-0 berkat gol penalti Mohamed Salah dan sepakan keras Divock Origi ke gawang Hugo Lloris.

Tottenham Hotspur bukan tanpa perlawanan. Harry Kane dan kawan-kawan kerap mengancam gawang The Reds.

Namun, penampilan penjaga gawang Liverpool, Alisson Becker dinilai tampil sangat baik oleh Sadio Mane. Dia cukup cerdik menahan serangan lawan dan membuat harapan Spurs pupus di partai final tersebut.

Kiper Liverpool, Alisson Becker [Oli SCARFF / AFP]Kiper Liverpool, Alisson Becker [Oli SCARFF / AFP]

“Saya tak bisa menggambarkan betapa hebatnya Alisson saat itu. Dia melakukan penyelamatan yang luar bagi kami,” kata Mane dikutip dari sportskeeda, Minggu (2/6/21019).

“Kami sangat bangga memilikinya di tim. Dia membuat kami sangat baik hari ini (final Liga Champions). Bagi kami dia adalah yang terbaik di dunia,” kata dia.

Mane menambahkan, Liverpool tak akan meraih juara tanpa aksi penyelamatannya.

Tendangan bebas gelandang Spurs, Christian Eriksen menjadi salah satu peluang The Lilywhites menyamai skor. Namun bola tersebut berhasil ditepis Alisson dan gagal berbuah angka bagi Tottenham Hotspur.

Disinggung soal kelanjutannya bermain bersama Liverpool, Mane menilai masih banyak trofi yang menunggu dia di musim depan. Dia mengaku akan bermain selama yang dia bisa untuk The Reds.

“Kami masih memiliki banyak hal (pertandingan) di musim depan. Kami akan melakukan apapun, untuk meraih juara bersama tim. Saya sangat baik saat ini,” tukasnya.

Liverpool Kampiun Liga Champions, Mourinho: Final yang Membosankan

Suara.com – Liverpool keluar sebagai kampiun Liga Champions musim ini usai menundukkan Tottenham Hotspur 2-0, dalam All-English Final yang dihelat di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

Meski demikian, mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho mengaku tak terlalu terhibur oleh partai final ini. Menurutnya, laga puncak ini sangat membosankan lantaran Liverpool yang keluar sebagai juara, menampilkan permainan yang pragmatis.

Mourinho, yang hingga kini masih menganggur usai dipecat Man United pada 18 Desember 2018 lalu, mengomentari laga final dini hari tadi dalam kapasitasnya sebagai pandit.

Pelatih berusia 56 tahun itu memang diundang beIN Sports Arabic untuk menganalisa laga bersama mantan manajer Arsenal yang juga mantan rival beratnya sebagai juru taktik, Arsene Wenger.

Liverpool sendiri menang 2-0 berkat gol-gol yang dilesakkan Mohamed Salah via titik penalti saat laga baru berjalan dua menit, serta pemain pengganti Divock Origi pada menit 87.
 
Usai unggul cepat lewat gol Salah, Liverpool memang cenderung main pragmatis alias main aman. Pasukan Jurgen Klopp lebih memilih mengatur tempo ketimbang bermain cepat dan eksplosif khas The Reds –julukan Liverpool.

Para pemain Liverpool juga terlihat ‘menahan’ beberapa kesempatan untuk melakukan counter-attack cepat, yang juga sangat khas mereka.

Berhasil meredam serangan-serangan bergelombang Tottenham di babak kedua, Liverpool akhirnya kembali mencuri gol saat waktu normal tersisa tiga menit via Origi, dan mengamankan kemenangan.

“Saya pikir tiga gelandang (sentral) Liverpool (dalam formasi 4-3-3 yang diusung Klopp), jika kita melihat gelombang posisi mereka, mereka bermain pada garis lurus di depan empat bek,” buka Mourinho mencoba menganalisis taktik Klopp.

“Anda tidak ingat kapan Jordan Henderson, Gini Wijnaldum, Fabinho, atauJames Milner yang masuk sebagai pengganti, dekat dengan tiga striker (Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino, dengan Origi masuk sebagai penyerang pengganti),” lanjut pria berpaspor Portugal tersebut.

“Tidak ada gelandang yang masuk ke kotak penalti. Liverpool sangat pragmatis, sangat solid dalam bertahan,” imbuh Mourinho.

“Saya pikir juga bahwa jika ini bukan final Liga Champions, jika ini adalah pertandingan Liga Inggris, atau final Piala Liga Inggris, kita semua akan mengatakan pertandingan ini tidak bagus. Membosankan,” celoteh eks pelatih Chelsea, Inter Milan dan Real Madrid itu.

“Karena ini adalah final Liga Champions, ini memiliki sisi emosionalnya. Tapi, saya pikir kualitas permainannya tidak bagus, dan Tottenham pasti frustrasi karena mereka kalah, dan mereka merasa bahwa mereka lebih baik dari ini. Ini momen besar, dimana Anda harus berada di level terbaik Anda,” tuntas Mourinho.

Ironisnya, Mourinho sendiri dikenal publik sebagai juru taktik yang kerap mengusung permainan pragmatis, yakni mengutamakan hasil akhir di atas segalanya dan tak peduli walaupun timnya menampilkan permainan yang membosankan.

Ini Arti Trofi Liga Champions Bagi Mohamed Salah

Suara.com – Bintang Liverpool, Mohamed Salah mengaku raihan trofi Liga Champions di partai final tersebut sangat berarti baginya.

Striker The Reds itu tak bisa banyak berkata-kata saat memegang trofi si Kuping Besar setelah menggulung Tottenham Hotspur 2-0 di Stadion Wanda Metropilitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari tadi.

Bagi pemain asal Mesir ini trofi tersebut sangat berarti. Sebab, dia harus banyak berkorban waktu dan menempuh perjalanan jauh saat memulai kariernya bermain sepak bola di Kairo, Mesir.

“Jujur saya tak bisa banyak berkata, tapi saya sangat senang sekarang. Saya berkorban banyak untuk karier saya. Terutama harus pergi dari desa saya ke Kairo untuk bermain bola dan pulang pada hari itu juga,” ungkap Salah dikutip dari mirror, Minggu (2/6/2019).

“Menjadi pemain Mesir yang bermain di level ini sulit dipercaya. Dan saya sangat senang dengan kinerja mereka (Liverpool) telah meraih juara ini,”

Pemain Liverpool Mohamed Salah (kanan) merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur dari titik penalti saat final Liga Champions. GABRIEL BOUYS / AFPPemain Liverpool Mohamed Salah (kanan) merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur dari titik penalti saat final Liga Champions. GABRIEL BOUYS / AFP

Salah juga sangat senang bisa bermain di final Liga Champions dengan waktu penuh.

Sebelumnya, Salah tak bisa melanjutkan pertandingan pada final Liga Champions 2018. Sebab dia harus ditarik keluar lapangan akibat cedera dislokasi bahu saat bergumul dengan bek Real Madrid, Sergio Ramos.

“Saya senang bisa bermain 90 menit. Semua orang melakukan yang terbaik untuk memenangkan pertandingan, dan saya pikir tidak ada performa individu yang hebat. Namun kemenangan ini sulit dipercaya,” tukasnya.

Mohamed Salah mencatatkan skor pertama untuk Liverpool dengan tendangan penalti pada menit ke dua pertandingan.

Selain Salah, Divock Origi juga menjadi aktor kemenangan The Reds pada final kasta tertinggi sepak bola Eropa itu di menit 87.

Cedera, Stefano Lilipaly Tak Dibawa McMenemy ke Yordania

Suara.com – Gelandang Bali United, Stefano Lilipaly dipastikan tidak ikut serta bersama dengan timnas Indonesia melakoni laga uji coba internasional melawan Yordania pada 11 Juni 2019. Hal itu dikarenakan cedera yang diderita oleh sang pemain.

Lilipaly cedera akibat adanya benturan saat Bali United berhadapan dengan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (31/5/2019).

Lilipaly pun belum nampak hingga hari kedua pemusatan latihan timnas Indonesia yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikatang, Sabtu (1/6/2019).

Gelandang Bali United, Stefano Lilipaly (kanan) berebut bola dengan pemain Bhayangkara FC, Indra Kahfi Ardhiyasa, dalam pekan kedua Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (21/5/2019). [Antara/Nyoman Budhiana]Gelandang Bali United, Stefano Lilipaly (kanan) berebut bola dengan pemain Bhayangkara FC, Indra Kahfi Ardhiyasa, dalam pekan kedua Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (21/5/2019). [Antara/Nyoman Budhiana]

Demi menjaga kebugaran pemain, Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy terpaksa tidak menyertakan Lilipaly. Itu agar saat kembali ke klub pemain dalam keadaan fit.

“Stefano kami fokuskan untuk recovery di klub dan tidak kami bawa ke Yordania. Kami masih menunggu diagnosa lanjutan dari dokter untuk melihat apakah dia siap dimainkan untuk melawan Vanuatu di Jakarta ” kata Simon McMenemy, Sabtu (1/6/2019).

“Kami terima para pemain dengan kondisi yang baik, kami harapkan bisa kami kembalikan ke klub dengan kondisi yang baik pula” tambahnya.

Sebanyak 25 pemain ikut serta pemusatan latihan ditambah Marc Anthony Klok yang sedang menjalani pemusatan latihan. TC dilakukan hingga 3 Juni yang akan kembali dilanjutkan pada 7 Juni setelah libur Idul Fitri.

Nantinya, dari 25 pemain yang bergabung, hanya 22 yang akan dibawa ke untuk berhadapan melawan Yordania pada tanggal 11 Juni 2019.

Manchester United Terancam Gagal Datangkan Joao Felix

Suara.com – Manchester United terancam gagal mendatangkan gelandang Benfica, Joao Felix ke Old Trafford. Pasalnya, Presiden Benfica, Luis Filipe Viera menolak rencana Setan Merah untuk membayar biaya awal 80 juta pound sterling atau Rp 1,4 triliun, sebelum melunasi nilai klausul Felix yang mencapai 105 juta pound sterling atau setara Rp 1,8 triliun.

Kubu Manchester United memang cukup gencar dikabarkan bakal mendatangkan wonderkid asal Portugal itu pada musim panas mendatang.

Penilaian publik terkait performa The Red Devils yang buruk, menjadi evaluasi bagi Ole Gunnar Solskjaer untuk mencari pemain baru di musim depan.

Dilansir dari Mirror yang dilaporkan media Portugal Correio da Manha, Manchester United sedang merencanakan proposal untuk memenuhi nilai klausul Felix sebesar 105 juta pound sterling atau setara Rp 1,8 triliun. Namun pembayarannya tidak dilunasi sekaligus.

Laporan tersebut mengklaim bahwa Manchester United akan menjual dua pemain bintangnya dan menginvestasikan kembali kepada Felix.

Presiden Benfica, Luis Filipe Viera menolak rencana MU, jika pembayaran tersebut tak dilunasi di awal transaksi sesuai dengan nilai yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, impian Setan Merah menambah daya gedor di lini depan terancam pupus.

Terpisah, Joao Felix telah membukukan 13 gol dan delapan assits pada 19 pertandingan terakhirnya. Prestasi tersebut dinilai cukup impresif pada musim ini.

Tak hanya Manchester United, peraih gelar Liga Primer Inggris 2019, yakni Manchester City juga dikabarkan tertarik menggaet pemain 19 tahun itu ke Etihad.

Sambut Idul Fitri, Skuat Persija Diliburkan Hingga 8 Juni 2019

Suara.com – Tim kepelatihan Persija Jakarta memutuskan memberikan waktu libur kepada pemainnya untuk memperingati hari raya Idul Fitri yang jatuh pada 5 dan 6 Juni 2019. Libur tersebut diberikan agar para pemain bisa menikmati momentum bersama dengan keluarga.

Manajer Persija Jakarta Marsekal Pertama (Marsma) TNI Ardhi Tjahjoko menyebutkan timnya akan diberikan libur hingga 8 Juni 2019. Setelah itu, tim akan kembali berlatih seperti biasa.

Total delapan hari Ismed Sofyan dan kawan-kawan mendapatkan jatah libur. Tidak ada perubahan jadwal libur, meski pekan keempat Liga 1 2019 berpeluang diundur.

Manajer Persija Jakarta, Marsekal Pertama TNI Ardhi Tjahjoko. [Suara.com / Adie PRASETYO]Manajer Persija Jakarta, Marsekal Pertama TNI Ardhi Tjahjoko. [Suara.com / Adie PRASETYO]

“Setelah pertandingan melawan Bali United tim meliburkan pemain sampai 8 Juni 2019 tidak ada perubahan meski jadwal pekan keempat mengalami pengunduran jadwal,” kata Ardhi Tjahjoko, di Jakarta Sabtu (1/6/2019).

Sebagai informasi tambahan, karena ada agenda FIFA A Match yang mempertemukan Indonesia melawan Vanuatu yang jatuh pada 15 Juni 2019 membuat jadwal pekan keempat berpeluang diundur.

Termasuk dalam hal ini laga Persija kontra Borneo FC berubah menjadi menjadi antara tanggal 27-28 Agustus 2019. Namun untuk pastinya masih belum diputuskan PT Liga Indonesia Baru selaku operator.

Meski diberikan libur selama delapan hari, skuat Persija tidak bisa bersantai-santai. Tim kepelatihan telah memberikan menu latihan yang bisa dilakukan di rumah masing-masing.

Salah Senang Akhirnya Bisa Bermain 90 Menit di Final Liga Champions

Suara.com – Mohamed Salah bisa melupakan kekecewaannya saat final Liga Champions musim lalu. Salah mengaku sangat senang akhirnya bisa mencetak bermain selama 90 menit dan mencetak gol bagi Liverpool di final Liga Champions.

Pada final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB, Salah mencetak gol pembuka kemenangan Liverpool. Ia sudah membuat Liverpool unggul 1-0 dari titik penalti saat laga baru belum genap dua menit berjalan.

Divock Origi akhirnya memastikan Liverpool menang 2-0 lewat golnya di menit ke-87 dan memastikan Liverpool menjadi juara Liga Champions musim 2018/2019. Salah pun senang bisa bermain penuh di laga final ini.

Hal ini mengobati kekecewaanya di final musim lalu setelah cedera bahu usai terlibat insiden dengan Sergio Ramos saat Liverpool kalah 1- 3 dari Real Madrid.

Pemain Liverpool Mohamed Salah (kanan) merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur dari titik penalti saat final Liga Champions. GABRIEL BOUYS / AFPPemain Liverpool Mohamed Salah (kanan) merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur dari titik penalti saat final Liga Champions. GABRIEL BOUYS / AFP

“Jujur saya tidak tahu harus berkata apa, tetapi semua orang senang sekarang,” kata Salah kepada BT Sport seperti dilansir Scoresway.

“Saya sangat senang memainkan final kedua berturut-turut dan bermain 90 menit, akhirnya!”

“Semua orang melakukan yang terbaik untuk memenangkan pertandingan. Semua tim melakukan hal sulit dipercaya hari ini,” pungkas Mohamed Salah.

Ismed Sofyan: Persija Digembosi Wasit

Suara.com – Kekalahan 0-1 dari Bali United, memperpanjang rekor buruk Persija Jakarta dalam tiga pertandingan di Liga 1 2019. Ya, skuat berjuluk Macan Kemayoran itu belum pernah mendapat kemenangan.

Pasukan Ibu Kota hanya bisa mendapat satu hasil imbang dan dua kekalahan. Sebagai juara bertahan, tentu penampilan Persija ini cukup mengecewakan.

Banyak hal menjadi alasan pihak Persija terkait buruknya penampilan tim kesayangan Jakmania ini. Pemain senior Persija, Ismed Sofyan menyebut wasit menggembosi timnya.

Kapten Persija Jakarta Ismed Sofyan (tengah) saat laga melawan Ceres Negros pada matchday keempat Grup G Piala AFC 2019 di SUGBK, Senayan, Jakarta, Selasa (24/4/2019). [Dok. Media Persija]Kapten Persija Jakarta Ismed Sofyan (tengah) saat laga melawan Ceres Negros pada matchday keempat Grup G Piala AFC 2019 di SUGBK, Senayan, Jakarta, Selasa (24/4/2019). [Dok. Media Persija]

“Dari tiga pertandingan ini saya harap ada evaluasi menyeluruh dari tim. Melawan Bali United kami konsisten di babak pertama dan kedua,” kata pemain senior Persija, Ismed Sofyan.

“Tapi yang saya lihat di tiga pertandingan ini kami seperti digembosi wasit. Banyak keputusan yang merugikan, seperti handsball, tapi wasit pura-pura tidak melihat,” ucapnya.

Saat ini, Persija berada pada posisi 16 klasemen sementara Liga 1 2019 dengan perolehan poin satu. Persija harus segera bangkit jika masih ingin bersaing mempertahankan gelar juara.

Berikutnya, Persija akan menghadapi Borneo FC pada pekan keempat Liga 1 2019. Belum diketahui di mana dan kapan laga tersebut digelar lantara PSSI meminta kepada PT Liga Indonesia Baru selaku operator, agar adanya perubahan jadwal di pekan keempat.

“Week empat yang sebelumnya dilaksanakan pada 14-16 Juni diubah menjadi tanggal 27-28 Agustus. Adapun, jadwal perubahan week empat akan disampaikan oleh LIB selambat-lambatnya pada tanggal 30 Juni,” tulis pernyataan resmi PT Liga Indonesia Baru.

Pemain Timnas Indonesia Hanya Libur Sebentar, McMenemy: Mereka Profesional

Suara.com – Para pemain timnas Indonesia yang saat ini sedang menjalani pemusatan latihan akan menghadapi situasi yang berbeda. Hal itu dikarenakan pemusatan latihan ini dilakukan berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

TC dilakukan di Stadion Wibawa Mukti Cikarang mulai 31 Mei – 3 Juni 2019 sebelum libur lebaran pada 4-5 Juni 2019. Pada 6 Juni 2019, para pemain sudah harus kembali ikut pemusatan latihan.

Sebanyak 25 pemain dipanggil ikut pemusatan latihan ditambah satu pemain asing yang sedang menjalani proses naturalisasi yakni Marc Anthony Klok.

Para pemain tersebut disiapkan untuk pertandingan uji coba internasional menghadapi Yordania, Selasa (11/6/2019). Kemudian melawan Republik Vanuatu empat hari berselang.

Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy (tengah) menyampaikan arahan kepada para pesepak bola timnas senior Indonesia dalam sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019).. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarPelatih timnas Indonesia Simon McMenemy (tengah) menyampaikan arahan kepada para pesepak bola timnas senior Indonesia dalam sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019).. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Dengan jadwal serta kondisi seperti itu, Pelatih Simon McMenemy meminta Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan untuk memakluminya. Sebagai pemain profesional, McMenemy yakin para pemain tetap memenuhi panggilan negara ini.

“Berat memang kami melakulan persiapan untuk melawan Yordania di bulan puasa. Saya harus melepas pemain ketika lebaran dan mereka akan kembali untuk pergi ke Yordania,” kata McMenemy di Cikarang, Sabtu (1/6/2019).

“Saya kira mereka pemain profesional meskipun harus pergi lagi setelah lebaran. Sedikit pengorbanan untuk bangsa, supaya sepak bola Indonesia lebih baik,” ungkap pelatih asal Skotlandia tersebut.

Akibat Mabuk, Neymar Dilaporkan Memperkosa Wanita di Paris

Suara.com – Bintang Paris Saint-Germain, Neymar, tak henti-hentinya membuat sensasi. Terbaru, ia dilaporkan telah memperkosa seorang wanita kenalannya di sebuah hotel di Paris.

Melansir dari Mirror, Neymar mengenal wanita tersebut lewat jejaring sosial Instagram. Tindakan senonoh itu diberitakan telah terjadi pada 15 Mei 2019.

Neymar kabarnya sudah mengatur wanita itu untuk pergi ke hotel Sofitel Paris Arc Du Triomphe. Tak lama berselang, pemain 27 tahun itu menyusul datang dengan keadaan mabuk.

Sebelum menyetubuhi wanita tersebut, Neymar sempat berbincang-bincang dan melakukan tindakan kekerasan fisik. Sontak kejadian itu membuat sang wanita trauma.

Namun karena tak tahan, wanita yang tak diketahui identitasnya itu akhirnya melaporkan kejadian dugaan pelecehan seksual ke pihak kepolisian. Kabarnya, si wanita sudah melaporkan saat Neymar bertolak ke Brasil, pekan lalu.

Hingga kini, baik Neymar maupun PSG belum mengonfirmasi kasus ini. Namun, ayah Neymar, Neymar SR, membantah tuduhan pemerkosaan yang melibatkan anaknya tersebut lewat siaran televisi lokal Brasil.

”Jika opini publik tidak diluruskan, dan jika kami tidak bisa membuktikan kebenarannya dengan segera, ini akan menjadi semakin besar. Jika kami harus menunjukkan Whatsapp Neymar dengan gadis ini, kami akan melakukannya, karena sudah jelas ini adalah jebakan,” ungkap ayah Neymar.

Masalah ini tentu menambah panjang daftar kasus yang melibatkan Neymar. Sebelumnya, mantan pemain Barcelona itu sudah dihukum federasi sepak bola Prancis lantaran memukul salah seorang fans kala final Piala Prancis.

Tak hanya itu, Neymar juga harus rela kehilangan ban kapten di Timnas Brasil. Disinyalir, masalah indisipliner inilah yang membuat pelatih Brasil, Tite membebastugaskan dari jabatannya sebagai kapten.

Sebagai informasi, Neymar kini sedang menjalani pemusatan latihan Timnas Brasil sebagai persiapan menyambut gelaran Copa America 2019. Rencananya, turnamen terbesar di Amerika itu akan dimulai pada 14 Juni mendatang.

Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Yordania dan Vanuatu, Ini Target McMenemy

Suara.com – Timnas Indonesia akan menjalani dua partai uji coba internasional pada pertengahan Juni 2019 ini. Yordania akan menjadi lawan pertama tim Indonesia sebelum menghadapi Republik Vanuatu di laga uji coba selanjutnya.

Uji coba melawan Yordania akan berlangsung di Stadion internasional Amman, Yordania pada Selasa (11/6/2019). Sementara melawan Republik Vanuatu akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 15 Juni atau empat hari berselang.

Terkait dua laga uji coba tersebut, Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy tidak mencari hasil kemenangan. Namun, lebih kepada mempersiapkan diri jelang kualifikasi Piala Dunia 2022 serta Piala Asia 2023.

Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy dalam jumpa pers seusai uji coba montra Myanmar (dok. PSSI).Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy dalam jumpa pers seusai uji coba montra Myanmar (dok. PSSI).

“Tujuan kami bukan untuk mengalahkan Yordania dan Vanuatu, tetapi Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang digelar pada September mendatang,” kata McMenemy.

Sebanyak 25 pemain ditambah legiun asing yang tengah menyelesaikan proses naturalisasi yakni Marc Klok ikut dipanggil jelang laga kontra Yordania dan Vanuatu. Mereka berlatih di Cikarang mulai dari 31 Mei – 3 Juni 2019.

Terlihat ada beberapa nama pemain yang sudah lama tidak memperkuat timnas. Sebut saja Ramdani Lestaluhu dan Achmad Jufriyanto.

“Dedik Setiawan saya panggil lagi karena waktu pemusatan latihan di Australia menit bermain dia hanya sedikit saja. Sekarang ditambah lagi ada Beto (Alberto Goncalves), jadi saya mau melihat mereka bermain berdua,” ujarnya.

Belum Menang di Tiga Laga, Ivan Kolev Salahkan Jadwal Padat Persija

Suara.com – Nasib buruk harus diderita oleh Persija Jakarta. Ya, tim berjuluk Macan Kemayoran itu belum mendapat kemenangan dalam tiga pertandingan mereka di Liga 1 2019.

Dua dari tiga pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan dari PSIS Semarang serta Bali United. Sementara satu laga lagi berakhir imbang saat melawan Barito Putera.

Hasil itu membuat Persija hanya mengumpulkan satu poin dan berada pada posisi 16 klasemen sementara Liga 1 2019. Saat melawan Bali United, Jumat (31/5/2019) bahkan Persija gagal untuk mencetak gol meski mendapatkan peluang.

“Saya susah untuk bicara, saya pikir ini menjadi takdir untuk Bali United. Tidak mungkin kami tawar dengan cara apapun, saya kira pertandingan harusnya imbang. Susah dipercaya,” kata Ivan Kolev.

Pelatih asal Bulgaria itu kembali menyalahkan jadwal padat Persija. Kolev menyebutkan tidak mudah membuat program latihan disaat adanya jadwal padat ini.

“Jadwal kami cukup ketat, dalam empat hari kami main. Bali United punya waktu cukup banyak. Tidak mudah bagi kami, kami harus lakukan persiapan lagi nanti,” jelasnya.

Tentu, hasil buruk ini menimbulkan reaksi terutama dari suporter Persija, Jakmania. Mereka menuntut agar eks juru racik PS Tira itu untuk angkat kaki dari Macan Kemayoran.

Lionel Messi Top Skor Liga Champions 2018/2019

Suara.com – Final Liga Champions telah selesai digelar dan Liverpool menjadi juaranya. Namun gelar bergengsi top skor Liga Champions musim 2018/2019 ini direngkuh oleh bintang Barcelona, Lionel Messi.

Laju Barcelona di Liga Champions ini harus terhenti di babak semifinal. Meski demikian, Barcelona masih dapat merayakan keberhasilan bintang mereka, Lionel Messi yang menjadi top skor Liga Champions musim 2018/2019.

Messi telah mengoleksi 12 gol di Liga Champions musim ini. Ia unggul empat gol dari pesaing terdekatnya, Robert Lewandowski dari Bayern Munich yang harus puas mencetak delapan gol.

Bagi Lionel Messi, ini adalah keenam kalinya mencatatkan namanya sebagai top skor di Liga Champions. Bintang asal Argentina ini menjadi pemain tersubur di Liga Champions musim 2008/2009, 2009/2010, 2010/2011, 2011/2012 dan 2014/2015.

Bintang Barcelona Lionel Messi merayakan golnya ke gawang Atletico Madrid di Camp Nou. LLUIS GENE / AFPBintang Barcelona Lionel Messi merayakan golnya ke gawang Atletico Madrid di Camp Nou. LLUIS GENE / AFP

Sementara bintang Juventus, Cristiano Ronaldo mencetak 6 gol di Liga Champions. Koleksi gol Ronaldo sama tersebut sama seperti Moussa Marega dari Porto dan pemain Ajax, Dusan Tadic, serta striker Manchester City Sergio Aguero.

Sedangkan pemain dari dua finalis Liga Champions, Tottenham Hotspurs dan Liverpool hanya mencetak lima gol. Dua pemain Spurs yang mencetak 5 gol adalah Harry Kane, dan Lucas Moura, sedangkan Liverpool Mohamed Salah yang mencetak lima gol.

Daftar Top skor Liga Champions musim 2018/2019 :

12 Gol, Lionel Messi (Barcelona)

8 Gol, Robert Lewandowski (Bayern Muenchen)

6 Gol, Sergio Aguero (Manchester City), Cristiano Ronaldo (Juventus), Moussa Marega (FC Porto), Dusan Tadic (Ajax Amsterdam)

5 Gol, Andrej Kramaric (TSG 1899 Hoffenheim), Paulo Dybala (Juventus), Neymar (PSG), Edin Dzeko (AS Roma), Harry Kane, Lucas Moura (Tottenham Hotspur), Raheem Sterling (Manchester City), Mohamed Salah (Liverpool)

Kalah di Final, Tottenham Perpanjang Daftar Kegagalan Tim Debutan

Suara.com – Tottenham Hotspur harus mengubur dalam-dalam mimpi merengkuh trofi Liga Champions. Kegagalan tersebut sekaligus memperpanjang catatan buruk tim-tim debutan yang pernah berlaga di final pada ajang ini.

Bertanding di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB, Spurs harus takluk dengan skor 0-2 atas Liverpool. Gol pembuka ke gawang Hugo Lloris dilesakkan oleh Mohamed Salah lewat titik putih pada menit ke-2.

Tertinggal satu gol, Harry Kane cs mengambil inisiatif menyerang. Namun, beberapa peluang tak kunjung berbuah gol hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Tottenham Hotspur lebih menguasai pertandingan dengan menciptakan sederet peluang emas. Sayang, justru Liverpool yang berhasil mengoyak gawang Spurs untuk kedua kalinya lewat sepakan keras Divock Origi jelang laga bubaran.

Melihat dari statistik dalam 20 terakhir, klub-klub debutan dalam final Liga Champions selalu berakhir dengan tragis. Catatan GracenoteLive menunjukkan bahwa kekalahan Tottenham Hotspur menambah panjang rentetan daftar tim debutan yang gagal meraih trofi.

Tercatat sudah enam kali beruntun setelah Valencia di 2000 (kontra Bayern Munchen adu penalti 4-5 usai 1-1); Bayer Leverkusen di 2002 (kontra Real Madrid 1-2), AS Monaco di 2004 (kontra Porto 0-3), Arsenal di 2005 (kontra Barcelona 1-2), dan Chelsea di 2008 (kontra Manchester United adu penalti 5-6 usai 1-1). Sedangkan klub debutan terakhir yang berhasil menyabet trofi pertamanya adalah Borussia Dortmund pada 1997.

Dengan kegagalan tersebut, Tottenham Hotspur lagi-lagi harus puasa gelar selama 11 tahun. Terakhir kali mengangkat trofi terjadi saat merebut gelar Piala Liga Inggris musim 2007/2008.

Pernah Jadi Ajudan SBY, Manajer Persija Kenang Sosok Ani Yudhoyono

Suara.com – Manajer Persija Jakarta Marsekal Pertama (Marsma) TNI Ardhi Tjahjoko mengenang sosok Ani Yudhoyono di akun Instagram miliknya @ardhitj90. Ardhi turut berduka atas wafatnya istri dari mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab disapa SBY.

Ani Yudhoyono meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker darah yang dideritanya. Ia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit National University Hospital, Singapura, Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu setempat.

Tentu, kabar duka ini membuat masyakat Indonesia merasa kehilangan. Tak terkecuali manajer Persija Ardhi Tjahjoko.

Ardhi ternyata cukup mengenal sosok Ani Yudhoyono. Diketahui, Ardhi pernah menjadi ajudan Susilo Bambang Yudhoyono saat masih menjabat sebagai Presiden RI.

Di unggahan pada akun Instagram miliknya, terlihat Ardhi membagikan beberapa foto dirinya saat sedang mendampingi SBY dan juga almarhuma, Ani Yudhoyono.

“Selamat jalan ibu negara, selamat jalan pahlawan,” tulis Ardhi di akun Instagram miliknya.

Rencananya prosesi pemakaman akan dilakukan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6/2019) pukul 15.00 WIB.

Ani Yudhoyono meninggalkan suaminya Susilo Bambang Yudhoyono dan dua puteranya, Edhi Baskoro Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono beserta menantunya, Annisa Pohan dan Siti Ruby Aliya Rajasa, sekaligus 4 cucunya.

Tottenham Kalah di Final Liga Champions, Pochettino: Selamat buat Liverpool

Suara.com – Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino tetap bangga dengan skuatnya meski mereka kalah dari Liverpool di final Liga Champions. Pochettino pun meminta para suporter Tottenham harus optimistis melihat mengenai masa depan.

Tottenham Hotspur gagal meraih trofi Liga Champions pertamanya setelah kalah 0-2 dari Liverpool di final Liga Champions yang digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

Mohamed Salah mencetak gol dari titik penalti untuk membuat Liverpool memimpin saat laga belum henap dua menit. Pochettino pun mengakui bahwa gol Salah tersebut telah merusak rencana permainan skuatnya.

Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino (kanan) saat laga final Liga Champions di Wanda Metropolitano Stadium, Madrid. Ben STANSALL / AFPManajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino (kanan) saat laga final Liga Champions di Wanda Metropolitano Stadium, Madrid. Ben STANSALL / AFP

Gol Divock Origi membuat Liverpool unggul 2-0 di saat Tottenham Hotspur sedang asik menyerang. Pochettino pun hanya dapat mengucapkan selamat kepada Liverpool dan tetap bangga dengan perjuangan skuatnya hingga tampil di final.

“Kami bisa merasa bangga dengan upaya senmua ini, bagaimana kami berjuang untuk sampai di final ini,” kata Pochettino kepada BT Sport seperti dilansir Scoresway.

“Kami sangat sial – kami kebobolan gol dari penalti tetapi sampai akhir kami masih hidup, berjuang, saya pikir kami bermain sangat baik. Itu situasi sulit yang mengubah sepenuhnya rencana kami.”

“Tak mudah memainkan tim yang memainkan transisi dengan sangat baik, mengambil risiko. Saya merasa sangat bangga. Suporter kami telah melihat tim mereka di final Liga Champions untuk pertama kalinya. Ini saatnya untuk optimis tentang masa depan,” ujarnya.

“Kami harus belajar dari pengalaman ini. Liverpool melakukan itu tahun lalu dan berada di posisi yang berbeda hari ini. Saya sangat senang mengelola kelompok pemain ini tetapi saya ucapkan selamat kepada Liverpool untuk musim yang fantastis,” pungkas Pochettino.

Akhirnya Jurgen Klopp Tak Jadi Minggat ke Swiss

Suara.com – Liverpool baru saja meraih gelar Liga Champions musim 2018/2019. Jordan Henderson dan kolega sukses mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 di Stadion Wanda Metropolitan, Madrid, Spanyol, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

Gol kemenangan Liverpool dibuka oleh Mohamed Salah pada menit ke-2 lewat titik putih. Sementara gol kedua dilesakkan oleh Divock Origi pada menit ke-87.

Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan Liverpool sebagai tim asal Inggris yang  meraih trofi Liga Champions terbanyak sepanjang sejarah. Tercatat, The Reds telah mengumpulkan gelar juara sebanyak enam kali, sejak terakhir kali terjadi pada tahun 2005.

Namun, kesuksesan Liverpool diwarnai sederet fakta menarik tentang sang manajer, Jurgen Klopp. Pasalnya, pelatih asal Jerman itu tak jadi minggat ke Swiss usai memastikan gelar juara di tahun keempatnya bersama Liverpool.

Seperti diketahui, saat ditunjuk sebagai juru taktik Liverpool, Jurgen Klopp sempat mengucapkan kalimat candaan yang terkesan berani. Ia menyebut bahwa akan minggat ke Swiss jika urung mempersembahkan satu trofi untuk timnya.

Para pemain Liverpool mengangkat Jurgen Klopp ke udara setelah sukses mengalahkan Tottenham Hotspur di final Liga Champions. Paul ELLIS / AFPJurgen Klopp sukses menepati janjinya untuk mempersembahkan minimal satu trofi dalam empat tahun menukangi Liverpool. (Paul ELLIS / AFP)

”Tolong berikan saya waktu, setidaknya empat tahun. Saya pikir, setidaknya kami akan meraih satu trofi dalam periode tersebut. Jika tidak, saya akan melanjutkan karier di Swiss,” ungkap Jurgen Klopp kala itu, seperti dikutip dari Sportbible

Untungnya, tepat sebelum empat tahun menukangi Liverpool yang jatuh pada 8 Oktober 2019, Jurgen Klopp sudah mempersembahkan satu trofi, yakni gelar Liga Champions 2018/2019. Artinya, niat untuk melanjutkan karier ke Swiss tak jadi terlaksana.

Sebelumnya, dalam tiga tahun terakhir, prestasi terbaik Liverpool di bawah arahan Jurgen Klopp hanya sebagai runner up. Tercatat, pria 51 tahun itu hanya berhasil mengantarkan Si Merah lolos ke final Liga Europa 2015-2016, Piala Liga Inggris 2015-2016, serta Liga Champions 2017-2018. 

Bawa Liverpool Juara Liga Champions, Jurgen Klopp Sangat Lega

Suara.com – Jurgen Klopp akhirnya bisa bernafas lega setelah berhasil membawa skuatnya menjuarai Liga Champions dan mengakhiri catatan buruknya di final. Klopp pun memuji pemilik klub Liverpool karena tidak pernah menekan timnya.

Liverpool meraih trofi pertamanya sejak Klopp melatih di Anfield pada 2015. Sukses tersebut diraih Liverpool setelah mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 saat final yang digelar di di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

Sebelumnya, Klopp gagal meraih trofi Liga Champions dari dua kesempatan pertamanya. Sebelum Klopp harus puas menjadi runner up setelah dari Real Madrid. Ia juga pernah tampil di final bersama Borussia Dortmund tapi dikalahkan Bayern Munich pada 2013.

Para pemain Liverpool mengangkat trofi Si Kuping Besar dan merayakan kemenangan setelah pertandingan final Liga Champions antara Liverpool melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (2/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]Para pemain Liverpool mengangkat trofi Si Kuping Besar dan merayakan kemenangan setelah pertandingan final Liga Champions antara Liverpool melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (2/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]

Bukan hanya itu, Klopp akhirnya bisa mengakhiri kutukan setelah selalu kalah di enam laga final berturut-turut sejak masih bersama Dortmund. Manajer asal Jerman ini pun sangat senang akhirnya bisa merasakan mengangkat trofi juara.

“Jujur saya merasa sangat lega, lega bagi keluarga saya sebenarnya karena mereka cukup dekat dengan saya, seperti yang dapat Anda bayangkan,” kata Jurgen Klopp pada konferensi pers seperti dilansir Scoresway.

“Dan enam kali terakhir (di final), kami selalu terbang berlibur dengan medali perak, yang rasanya tidak terlalu keren. Dan ini sangat berbeda tahun ini, jadi itu untuk mereka juga. Dan itu hebat.” ujarnya.

“Ini untuk para pendukung kami, tetapi untuk pemilik klub juga, karena mereka tidak pernah memberikan tekanan pada kami, mereka menghargai perkembangan, mereka melihat langkah-langkah yang kami buat. Ini juga untuk mereka, itu bagus.”

Liverpool membuka kemenangan lewat gol Mohamed Salah dari titik penalti di awal pertandingan. Menjelang akhir pertandingan, gol Divock Origi memastikan kemenangan Liverpool 2-0 di final Liga Champions ini.

“[Ini] untuk para pemain – kami semua menangis di lapangan karena itu sangat emosional, itu sangat besar, itu sangat berarti bagi kami. Saya telah kehilangan banyak final daripada yang saya menangkan, dan kami selalu memainkan sepakbola yang lebih baik.”

“Malam ini, itu adalah tantangan besar bagi kedua tim untuk berurusan dengan tiga minggu, karena Anda tidak pernah memiliki periode di mana Anda memiliki tiga minggu tanpa pertandingan,” pungkas Jurgen Klopp.

Liverpool Juara Liga Champions, Henderson: Tanpa Klopp, Ini Tak Mungkin

Suara.com – Liverpool sukses menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di final Liga Champions. Kapten Liverpool Jordan Henderson menegaskan bahwa semua pujian pantas ditunjukkan kepada manajer Jurgen Klopp atas sukses skuatnya ini.

Liverpool memastikan sebagai juara Liga Champions musim 2018/2019 ini setelah mengatasi Tottenham Hotspur 2-0 saat final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

Gol The Reds — julukan Liverpool– di laga final tersebut dibuka oleh Mohamed salah dari titik penalti di awal laga. Sementara Divock Origi memastikan Liverpool menang 2-0 menjelang akhir pertandingan.

Ini adalah menjadi gelar trofi Liga Champions keenam yang diraih oleh Liverpool. Henderson pun memuji Jurgen Klopp atas yang sukses mewujudkan skuatnya meraih trofi Liga Champions setelah penantian selama 14 tahun.

“Tanpa manajer (Jurgen Klopp), ini tidak mungkin,” kata Henderson pemain kepada BT Sport. “Anda mengalami masa-masa sulit di musim, tapi apa yang dia lakukan sejak dia datang ke klub sepakbola ini sungguh sulit dipercaya.”

Para pemain Liverpool mengangkat trofi Si Kuping Besar dan merayakan kemenangan setelah pertandingan final Liga Champions antara Liverpool melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (2/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]Para pemain Liverpool mengangkat trofi Si Kuping Besar dan merayakan kemenangan setelah pertandingan final Liga Champions antara Liverpool melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (2/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]

“Bukan hanya para pemain yang dia bawa untuk membuat skuat lebih kuat; para pemain yang sudah ada di sini dia menjadi lebih baik. Ada kebersamaan dalam kelompok. Dia menciptakan ruang ganti khusus. Semua pujian, semuanya, untuk manajer,” ujarnya.

Bagi Henderson, ini adalah perjalanan indah dalam karirnya. “Saya sangat bangga menjadi bagian dalam klub ini. Saya sudah lama di sini. Sebagai kapten, ini adalah lebih istimewa bagi saya.”

“Itu sangat berarti bagi saya, sepakbola, sejak saya masih kecil. Saya baru saja berusaha memberikan yang terbaik setiap kali saya bermain sepakbola, untuk membantu tim saya, apa pun yang terjadi,” pungkas Henderson. (Scoresway)

4 Fakta Kinsey Si Penyusup Seksi di Final Liga Champions, Barusan ke Bali

Suara.com – Para fans Tottenham Hotspur dibuat terhenyak saat Mohamed Salah berhasil mengoyak jala Hugo Lloris saat pertandingan final Liga Champions, Minggu (2/6/2019) dini hari tadi baru berjalan dua menit. Tak berselang lama, seisi Stadion Wanda Metropolitani kembali dikejutkan kali ini lantaran munculnya sosok penyusup seksi yang diketahui bernama Kinsey Wolanski.

Liverpool unggul cepat lewat eksekusi penalti Mohamed Salah di menit kedua setelah bola umpan Sadio Mane mengenai tangan Moussa Sissoko di area kotak terlarang.

Tak berselang lama, tepatnya di menit ke-18, tiba-tiba wasit Damir Skomina yang memimpin menghentikan pertandingan. Musababnya ada seorang penyusup seksi yang masuk ke area lapangan.

Dara seksi yang diketahui bernama Kinsey Walanski itu berlari ke tengah lapangan hanya mengenakan bikini hitam bertuliskan Vitaly Uncensored.

Dengan sigap para petugas kemudian segera mengamankan Kinsey dan membawanya ke tepi lapangan. Hanya berselang sekitar tiga menit laga pun kembali dilanjutkan.

Lantas siapa Kinsey Walanski itu? Nah berikut fakta seputar sosok penyusup seksi ini.

Kekasih pemilik situs seks

Dilansir dari rt.com, perempuan berambut pirang itu merupakan seorang model Amerika Serikat yang merupakan kekasih pria bernama Vitaly Zdorovetskiy. Vitaly sendiri merupakan pemilik situs seks bernama Vitaly Uncensored yang tulisannya terpampang di bikini Kinsey.

Mengikuti aksi nekat sang kekasih

Siapa sangka aksi nekat model cantik yang pernah membintangi film berjudul Slasher Party ini ternyata mengikuti jejak sang kekasih yang juga pernah melakukan aksi konyol serupa pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

Saat itu Vitaly berlari ke tengah lapangan saat laga antara Jerman kontra Italia.

Pernah liburan ke Bali

Sosok Kinsey yang saat ini jadi perbincangan ternyata pernah ke Indonesia lho. Ini terlihat dari unggahan foto di akun Instagramnya yang beberapa waktu lalu tiba-tiba dihapus dari laman Instagramnya.

Ini screenshoot foto Instagram Kinsey si penyusup seksi di final Liga Champions yang pernah liburan ke Bali beberapa waktu lalu. [@kinsey_sue / Instagram]Ini screenshoot foto Instagram Kinsey si penyusup seksi di final Liga Champions yang pernah liburan ke Bali beberapa waktu lalu. [@kinsey_sue / Instagram]

Dari keterangan unggahan foto tersebut, Kinsey diketahui plesiran ke Seminyak, Bali. Tercatat dari unggahannya Kinsey baru sekitar bulan lalu datang ke Bali.

Jadi cover majalah terkenal

Sebagai model, Kinsey pernah terlibat di pemotretan dengan sejumlah majalah besar di antaranya Maxim, Sports Illustrated dan FHM. Peringkat delapan pemilihan Miss Jetset 2017 ini juga pernah jadi cover majalah The BLVD.

5 Fakta Menarik Usai Liverpool Juara Liga Champions

Suara.com – Liverpool sukses mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di final Liga Champions. Berikut fakta – fakta menarik usai Liverpool memastikan sebagai juara Liga Champions musim 2018/2019.

Pada laga final di Liga di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB, Mohamed Salah membuka gol kemenangan Liverpool di awal laga. Divock Origi akhirnya memastikan Liverpool menang 2-0 lewat golnya menjelang akhir laga.

Kemenangan 2-0 atas Tottenham Hotspur tersebut membuat Liverpool memastikan sebagai juara Liga Champions musim ini. Sementara gol Salah dari titik penalti tercatat sebagai gol tercepat kedua di final dalam sejarah Liga Champions.

Pemain Liverpool Mohamed Salah (kanan) merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur dari titik penalti saat final Liga Champions. GABRIEL BOUYS / AFPPemain Liverpool Mohamed Salah (kanan) merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur dari titik penalti saat final Liga Champions. GABRIEL BOUYS / AFP

Berikut adalah fakta – fakta menarik usai Liverpool memastikan sebagai juara Liga Champions setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di final, seperti yang dihimpun dari Opta.

1. Liverpool telah memenangkan trofi Liga Champions / Piala Eropa keenam mereka. Dua kali lipat dari yang telah dimenangkan oleh tim Inggris lainnya, Manchester United tiga kali.

2. Jurgen Klopp adalah manajer Liverpool keempat yang memenangkan Liga Champions / Piala Eropa, setelah Bob Paisley, Joe Fagan dan Rafael Benitez.

3. Klopp adalah pelatih Jerman kelima yang memenangkan Liga Champions / Piala Eropa, setelah Dettmar Cramer, Jupp Heynckes, Ottmar Hitzfeld, dan Udo Lattek, tetapi ia adalah pelatih Jerman kedua yang memenangkan trofi dengan tim non-Jerman (juga Heynckes, bersama Real Madrid).

4. Mauricio Pochettino telah kalah kedua final utamanya sebagai manajer Tottenham Hotspur, juga kalah di final Piala Liga Inggris vs Chelsea pada 2015.

5. Ini juga adalah final Liga Champions pertama tanpa kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit.