Jelang Supercoppa Italia, Chiellini Tahu Cara Meredam Ketajaman Higuain

Suara.com – Bek andalan Juventus , Giorgio Chiellini , memuji ketajaman striker AC Milan , Gonzalo Higuain . Namun Chiellini sudah tahu cara untuk meredam striker asal Argentina itu saat kedua tim bertemu di ajang Supercoppa Italia .

Juventus akan melawan AC Milan di Supercoppa Italia 2019 di King Abdullah Sport City Stadium, Kamis (17/1/2018) dini hari WIB. Higuain pun akan menjadi perhatian saat menghadapi mantan klubnya di laga tersebut.

Chiellini pun mengaku mengenal betul permainan dari striker AC Milan ini dan tidak ingin menganggap enteng Higuain. Bek Juventus ini mengakui kepiawaian Higuain dalam membobol gawang lawan.

Sebab itu, Chiellini meminta rekan-rekannya untuk mewaspadai Higuain. Apalagi, eks pemain Real Madrid diprediksi memiliki semangat berlebih karena harus melawan mantan tim yang membuang dirinya.

“Gonzalo (Higuain) adalah striker dan pemain hebat, karena dia membantu timnya memainkan sepakbola yang bagus dan juga bisa mematikan di sepertiga akhir pertandingan,” kata Chiellini seperti dikutip dari Football-Italia, Rabu (16/1/2019).

“Saya berharap melihat Gonzalo bersemangat dan kita harus meredam api itu, karena antusiasme mendorongnya. Jika dia mulai menciptakan peluang, dia bisa menjadi dahsyat untuk pertahanan kita.”

Namun demikian, Chiellini mengaku tahu bagaimana caranya untuk meredam ketajaman Higuain, juga (Patrick) Cutrone jika dimainkan. “Jika kami berhasil membuatnya keluar dari permainan dan jauh dari bola, lebih baik bagi kami,” ungkapnya

“Cutrone memiliki lebih banyak energi dan kita harus waspada terhadap persilangan di sekitarnya. Dia bisa menjadi kurang efektif jauh dari kotak, tetapi di dalamnya sangat berbahaya. Kami siap untuk memulai Higuain atau Cutrone, atau keduanya bersama,” tukasnya.

Gonzalo Higuain sebelumnya telah dua musim berseragam Juventus dan telah mengemas 40 gol di Serie A. Namun, dia akhirnya dipinjamkan ke AC Milan menyusul kedatangan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid.

Bersama AC Milan, Higuain telah menghasilkan delapan gol dan tiga assist setelah bermain di 20 pertandingan di semua kompetisi di musim ini.

Persib Kebut Persiapan Hadapi Persiwa Wamena di Piala Indonesia

Suara.com – PSSI sudah merilis jadwal 32 besar Piala Indonesia . Persib Bandung bakal menghadapi Persiwa Wamena sebagai tim tamu di stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, Minggu (27/1/2019), nanti.

Baru sepekan kemudian, Pangeran Biru–julukan Persib–bakal menjamu Persiwa di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (4/2/2019), mendatang.

Pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya mengatakan sudah menerima jadwal resmi Piala Indonesia itu dari manajemen Persib pada 2 hari yang lalu.

“Ya jadwal untuk Piala Indonesia sudah keluar dengan resmi dikirimkan dari PSSI kepada pihak tim termasuk kita, dan kita sudah dapat kabar dari manajemen dua hari yang lalu,” kata Yaya kepada wartawan usai latihan rutin di lapangan Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/1/2019).

Menurutnya, kondisi fisik Ardi Idrus dan kolega terbilang siap menjalani pertandingan itu. Pasca libur panjang, penggawa Persib memang langsung menjalani latihan rutin 4 hari dalam seminggu, dimana setiap harinya, Supardi Nasir dan kawan-kawan harus melahap 2 kali latihan yakni pagi dan sore.

“Tentunya dibilang cukup tidak cukup itu relatif tapi kita tetap siap untuk pertandingan pertama di tanggal 27 nanti. Tentunya setelah coach Radovic datang ini simulasi sudah mengarah ke taktik di setiap latihan,” jelasnya.

Dia mengaku akan terus mempersiapkan anak asuhnya menjelang laga kontra Wamena. Target terdekat Maung Bandung–julukan Persib, yakni bisa menang melawan Wamena dalam leg pertama Piala Indonesia nanti.

“Kita akan mempersiapkan tim ini dengan baik dan kita akan tetap serius untuk melakukan persiapan di Piala Indonesia untuk tanggal 27, tapi tidak lantas merubah program yang sudah kita tetapkan karena semuanya sudah direalisasikan untuk persiapan kondisi tim,” tukasnya.

Kontributor : Aminuddin

Gattuso Sebut Ronaldo Mesin Gol yang Sempurna

Suara.com – Pelatih AC Milan , Gennaro Gattuso mewaspadai bintang Juventus , Cristiano Ronaldo menjelang Supercoppa Italiana . Gattuso menyebut Ronaldo terus berkembang sehingga menjadi mesin gol yang sempurna.

AC Milan bersiap menghadapi Juventus di Supercoppa Italiana atau Piala Super Italia yang akan digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (17/1/2019) dini hari WIB.

Gattuso pun melihat Ronaldo akan menjadi ancaman serius bagi skuatnya. Sejak merumput di Italia, bintang asal Portugal ini terus menunjukkan ketajamannya dengan mencetak 15 gol dari 25 laga sejak bergabung dari Real Madrid pada Juli lalu.

Pelatih Milan ini pun menyebut bahwa Ronaldo telah menunjukkan perubahan dalam beberapa tahun terakhir. “Saya pikir Cristiano telah menjadi pemain yang luar biasa selama tujuh atau delapan tahun terakhir,” kata Gattuso.

“Saat saya bertemu dia beberapa tahun lalu, dia banyak aksi tapi sekarang dia berhenti melakukan itu sejak beberapa waktu lalu. Sekarang, dia melakukan segalanya dengan penuh semangat, menyerang dengan kedalaman.”

“Dia ingin mencetak gol dan ingin memberi Anda kesulitan dan memasukkan bola ke gawang. Dia telah berubah dalam tujuh atau delapan tahun terakhir, sekarang dia adalah mesin yang sempurna. Semakin tua dia semakin banyak dia berlari,” ujarnya.

“Dia seperti tak mempunyai masalah dengan usia, dari sini anda mengerti dia pemain top seperti apa selama delapan tahun,” pungkas Gattuso. (Scoresway)

Maman Abdurrahman Merasa Nyaman Dilatih Ivan Kolev

Suara.com – Bek Persija Jakarta , Maman Abdurrahman mengaku merasa nyaman dilatih oleh Ivan Kolev . Selain lancar berbahasa Indonesia, pelatih asal Bulgaria itu disebut sudah paham betul karakter sepak bola Tanah Air.

Kolev sudah menandatangani kontrak bersama Persija pada Selasa (15/1/2018) kemarin. Mantan juru taktik timnas Indonesia itu akan bersama Pasukan Ibu Kota hingga satu musim ke depan.

“Bagus ya, karena selain dia sudah mengenal pemain-pemain Indonesia, karakter pemain Indonesia, dia juga bisa berbahasa Indonesia dan dia juga bukan orang baru di Indonesia,” kata Maman di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma, Rabu (16/1/2019).

“Saya pikir ini memudahkan untuk adaptasi dia. Gaya karakter dia juga sudah ada beberapa pemain yang tahu, seperti saya, Bepe (Bambang Pamungkas), Ismed (Sofyan). Jadi mungkin insya Allah bisa memudahkan untuk adaptasi ke pemain yang baru,” tambahnya.

Mantan pemain Persib Bandung itu mengatakan, Ivan Kolev salah satu pelatih yang dikenal mengedepankan disiplin. Selain itu, karakter permainan sepak bola yang cepat menjadi ciri khas mantan pelatih PS TNI itu.

“Dia karakter pertama individunya disiplin, terus masuk ke dalam lapangan juga disiplin dan karakternya itu ketika berada di lapangan agresif ya,” jelasnya.

“Maksudnya ketika hilang bola agresif supaya cepat kembali merebut bola kemudian melakukan serangan balik,” terangnya.

Lebih lanjut, Maman tidak melihat rekam jejak Ivan Kolev yang kurang bagus di Indonesia. Meski belum memberikan prestasi, eks pelatih timnas Indonesia itu selalu memberikan dampak yang bagus di tim.

“Buat saya bukan suatu masalah karena di timnas juga dia beberapa kali megang timnas saya pikir berhasil. Maksudnya berhasil dalam artian progresnya bagus, yah. Piala Asia di Indonesia dia menang pertandingan lawan Bahrain, saya main di situ,” ungkapnya.

“Saya pikir itu progresnya bagus dan mudah-mudahan di tim ini, apalagi pemainnya tidak terlalu banyak berubah. Mudah-mudahan progresnya akan tetap baik,” pungkas Maman Abdurrahman.

Unai Emery: Kans Arsenal Finis di Empat Besar Terancam

Suara.com – Kekalahan Arsenal atas West Ham United pada lanjutan Liga Primer Inggris pekan lalu berbuntut panjang. Menurut sang manajer, Unai Emery , akibat kekalahan itu kans The Gunners finis di posisi empat besar pun teracam. 

Arsenal menelan kekalahan 0-1 kontra West Ham pada pekan ke-22 Liga Primer Inggris di London Stadium, Sabtu (12/1/2019). Hasil itu memang tidak mengubah posisi Mesut Ozil di peringkat kelima, tetapi poin mereka sudah disamai oleh Manchester United dan hanya kalah selisih gol.

Kondisi itu membuat Unai Emery selaku nakhoda tim mulai cemas. Ia menilai anak sulit bagi anak asuhnya untuk finis di posisi empat besar andai tidak segera bangkit.

“Kini jelas makin sulit. Saya pikir yang terpenting saat ini adalah megembalikan kepercayaan diri kami dan lebih kompetitif. Kami harus lebih konsisten. Ini (kalah dari West Ham) adalah hasil yang buruk,” kata Unai Emery seperti dikutip dari Goal.com, Rabu (16/1/2019).

Lebih lanjut, pelatih asal Spanyol itu mengaku masih berpikir untuk mencari sebuah solusi. Terutama ketika Pierre-Emerick Aubameyang cs melakoni pertandingan tandang.

“Kami sedang mencari solusinya. Kami harus bisa lebih percaya diri, kolektif, dan kompetitif saat bermain tandang untuk mengubah situasi ini. Padahal di awal musim ini performa tandang kami cukup bagus,” tuturnya menutup.

Sebagai informasi, Arsenal memiliki rekor buruk ketika melakoni laga tandang di Liga Primer Inggris musim ini. Kekalahan atas West Ham menjadi hasil memalukan ketiga skuat Meriam London ketika melakoni laga tandang dalam lima away terakhir. Kemenangan terakhir di kandang lawan terjadi pada 25 November 2018, ketika menang tipis 2-1 atas Bournemouth.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Pimpin Latihan Perdana, Kolev Langsung Genjot Fisik Pemain Persija

Suara.com – Pelatih anyar Persija Jakarta , Ivan Kolev memimpin latihan perdana skuat asuhannya di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Dalam latihan perdananya bersama Macan Kemayoran, Kolev langsung menggenjot fisik Marko Simic cs.

“Kita kasih program latihan sesuai tujuan kita. Tadi, ada kecepatan dan fisik. Saya tidak bisa bicara soal pemain karena saya juga baru dengan mereka,” kata Kolev usai latihan.

“Di materi saya selalu ada semuanya teknik, fisik dan taktik. Semua strategi itu kita butuhkan karena main di Liga Champions Asia 2019,” Kolev menambahkan.

Sebagaimana diketahui, Persija akan menghadapi Home United di babak kualifikasi pertama Liga Champions Asia pada 5 Februari mendatang.

Kolev menyadari bermain di level Asia bakal menyulitkan. Karenanya, mantan pelatih timnas Indonesia itu memberikan latihan yang cukup berat.

Itu semua mengingat waktu yang mepet lantaran Persija juga akan menghadapi leg pertama Babak 32 besar Piala Indonesia 2018 , melawan Kepri 757 Jaya di Stadion Patriot, Bekasi, pada 23 Januari 2019.

“Levelnya di sana (Liga Champions Asia) cukup tinggi, artinya latihan kita juga harus naik supaya kita mencapai level itu. Saya tahu kualitas pemain Indonesia, tapi pemain Persija yang jadi juara ( Liga 1 2018) kualitasnya bagus sekali,” tuturnya.

“Artinya kita harus lihat kondisi mereka (pemain) supaya kondisinya sama dengan lawan. Saya yakin kita bisa menang kalau seperti itu,” pungkas Kolev.

Ivan Kolev resmi menandatangani kontrak bersama Persija pada, Selasa (15/1/2019) kemarin. Pelatih asal Bulgaria itu dikontrak selama setahun.

Banyak Ditinggal Pemain, Kolev Sebut Penggawa Persija Tetap Berkualitas

Suara.com – Persija Jakarta banyak ditinggal pemain-pemainnya yang membantu Pasukan Ibu Kota meraih gelar juara pada Liga 1 2018 lalu. Namun, pelatih anyar Persija Ivan Kolev menganggap skuat Macan Kemayoran tetap berkualitas.

Sebut saja Jaimerson Xavier , Rohit Chand , hingga Gunawan Dwi Cahyo meninggalkan Persija. Padahal, mereka semua merupakan skuat inti pada musim lalu.

“Sekarang saya lihat kualitasnya bagus. Tapi, ini masih terlalu awal,” kata Ivan Kolev usai pimpin latihan di lapangan PS AU Halim Perdanakusuma, Rabu (16/1/2019).

Lebih lanjut, Kolev berbicara terkait pemain asing yang akan didatangkan selanjutnya. Sebagaimana diketahui, Macan Kemayoran masih menyisakan satu slot pemain asing untuk musim depan.

Pasukan Ibu Kota baru mendatangkan dua pemain asing yakni Bruno Matos dan Jakhongir Abdumuminov. Hanya Marko Simic saja legiun asing yang tersisa dari musim lalu.

Bagi Kolev yang terpenting pemain asing tersebut bisa beradaptasi dengan cepat di Indonesia. Asalkan bisa membantu Persija, mantan pelatih PS TNI itu cukup puas.

“Yang penting dia harus pemain yang bisa sukses di Indonesia. Tidak ada pengaruhnya datang dari mana, yang penting bisa bantu Persija,” pungkasnya.

Telah 20 Tahun Bermain, Petr Cech Umumkan Gantung Sepatu

Suara.com – Kabar mengejutkan datang dari kiper Arsenal , Petr Cech melalui akun media sosialnya. Kiper berpaspor Republik Ceko itu mengumumkan bahwa dirinya akan gantu sepatu di akhir musim ini.

Keputusan Petr Cech itu diumumkan melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa (15/1/2019). Cech mengaku akhir musim 2018/19 ini adalah waktu yang tepat baginya untuk pensiun sebagai pesepak bola profesional.

”Ini adalah musim ke-20 saya sebagai pesepak bola profesional dan 20 tahun sejak saya menandatangani kontrak pertama, jadi rasanya ini waktu yang tepat untuk mengumumkan saya akan pensiun di akhir musim,” tulis Petr Cech di Twitter.

”Telah bermain 15 tahun di Premier League dan memenangi setiap trofi yang memungkinkan, saya merasa sudah mendapat semuanya,” sambung tulisannya.

Petr Cech memegang trofi Liga Champions saat Chelsea berhasil menang di partai final melawan Bayern Munchen pada tahun 2012 (19/5/2012) [Patrik Stollarz/AFP]Petr Cech memegang trofi Liga Champions saat Chelsea berhasil menang di partai final melawan Bayern Munchen pada tahun 2012 (19/5/2012) [Patrik Stollarz/AFP]

Petr Cech pun berharap di sisa musimnya bersama Arsenal ini ia bisa memenangkan satu trofi lagi bersama The Gunners. Setelah itu barulah Cech akan melanjutkan kariernya diluar lapangan.

”Saya akan melanjutkan kerja keras di Arsenal dan berharap akan memenangkan satu trofi lagi musim ini, kemudian saya akan melanjutkan karier di luar lapangan,” tutup pernyataan Cech.

Petr Cech akan pensiun di usia 36 tahun. Selama kariernya sebagai pesepak bola profesional, Cech pernah membela FK Chmel Blsany, Sparta Praha, Stade Rennais, Chelsea, dan Arsenal.

Cech pertama kali tiba di Inggris dan bermain di Liga Primer saat Chelsea memboyongnya dari Stade Rennais pada tahun 2004. Bersama The Blues, Cech menghabiskan waktu selama 11 tahun hingga tahun 2015. Ia membantu Chelsea meraih 4 trofi Liga Primer, 3 trofi Piala Liga Inggris, dan ikut berperan dalam keberhasilan The Blues dalam meraih trofi Liga Champions 2012 .

Setelah itu, Petr Cech kemudian melanjutkan kariernya di Arsenal pada tahun 2015. Cech tercatat telah bermain sebanyak 129 pertandingan bersama The Gunners dan mempersembakan 1 trofi Piala FA di tahun 2017.

Bolatimes/Andiarsa Nata

Menpora: Satgas Anti Mafia Bola Tantangan Bagi PSSI

Suara.com – Menteri Pemuda dan Olahraga ( Menpora ), Imam Nahrawi mengatakan, kehadiran Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola yang dibentuk Polri menjadi tantangan bagi PSSI untuk bersikap akomodatif.

“Kami tidak akan berhenti untuk mendorong Satgas Anti Mafia Bola agar melakukan upaya pencegahan serta rasa efek jera. Saya berharap langkah-langkah cepat dari satgas itu memotivasi PSSI untuk mendorong Komisi Disiplin bertindak lebih cepat,” kata Menpora ketika mengunjungi Lapangan Sepak Bola Lodaya Sakti di Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019).

Dikutip dari Antara, Rabu (16/1/2019), Menpora mengatakan pihaknya telah meminta PSSI utuk memanfaatkan posisi Komisi Disiplin dengan baik dan melakukan tindakan yang benar, serta tegas bahkan sebelum Polri melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus pengaturan skor pertandingan sepakbola di Indonesia.

Satgas Anti Mafia Bola pada, Senin (13/1/2019) lalu, telah menetapkan 10 tersangka terkait kasus pengaturan skor sejak pertengahan Desember 2018.

Namun, penyidik Polri hanya menahan enam tersangka yaitu Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota komisi wasit PSSI Priyanto, bersama anaknya Anik, anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, wasit Liga 3 Nurul Safarid, dan staf direktur perwasitan PSSI ML.

Empat tersangka lain yaitu P, CH, MR, dan DS belum ditangkap dan ditahan oleh penyidik Polri.

Tersangka pengaturan skor itu terancam dijerat Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP, juga UU RI No.11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap, dan Pasal 3, 4, 5, UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kontrak Atep Tak Diperpanjang, Kapten Persib Bersimpati

Suara.com – Fullback kanan sekaligus kapten Persib , Supardi Nasir memahami perasaan Atep yang resmi didepak dari skuat Maung Bandung setelah kontraknya tak diperpanjang pada bursa transfer jelang Liga 1 musim kompetisi 2019.

Supardi pun melontarkan rasa simpatinya pada sang mantan rekan setim. “Pasti butuh waktu (untuk bisa menerimanya), saya juga pernah merasakan itu. Ketika saya dua tahun di sini kemudian pindah (ke Sriwijaya FC pada 2016 sebelum kembali ke Persib pada 2017), itu terasa berat,” celoteh Supardi seperti dilansir ANTARA.

Menurutnya, wajar jika Atep merasa berat meninggalkan Persib yang sudah 10 tahun diperkuat winger berusia 33 tahun itu. Apalagi, sosok Atep sudah identik dan bahkan bisa dibilang sudah jadi ikon Persib.

Supardi pun mendoakan Atep segera bangkit dan memilih klub baru. Sehingga, karier pemain yang identik dengan nomor punggung 7 bisa tetap berlanjut meski usianya sudah tak muda lagi.

“Saya selalu berdoa untuk kesuksesan dia berkarier di mana pun. Saya yakin dia bisa beradaptasi dengan cepat di tim mana pun, di tim barunya nanti,” tutur Supardi.

“Inilah dunia sepakbola. Sekarang Atep (yang keluar), tahun besok bukan enggak mungkin saya yang enggak ada di tim,” tandas pemain berusia 35 tahun itu.

Harus Meninggalkan Persib, Atep Meneteskan Air Mata

Suara.com – Pemain sayap Atep mengaku terkejut harus meninggalkan Persib setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh manajemen klub pada bursa transfer jelang Liga 1 musim kompetisi 2019.

“Iya, mengejutkan. Saya memang sudah memprediksi akan ke arah sana (tidak akan diperpanjang), tapi ini mengejutkan karena di detik-detik terakhir keputusannya seperti itu. Tentu saya sedih harus meninggalkan Persib,” ujar winger berusia 33 tahun yang juga pernah menjabat kapten Persib itu, seperti dilansir ANTARA.

Kabar kontraknya tidak diperpanjang, diakui Atep, diterimanya melalui sambungan telepon pada Sabtu (12/1/2019). Sang pemain pun mengaku menangis usai menerima kabar tersebut dari perwakilan manajemen Persib.

Tapi, Atep berusaha tegar dengan keputusan manajemen dan pelatih baru Persib, Miljan Radovic. Meski berat, mau tidak mau ia harus angkat kaki dari skuat Maung Bandung yang sudah dibelanya sejak 2008 silam.

“Yang pertama saya ajak bicara setelah mendapat keputusan itu adalah istri. Saya tanya kepada istri ‘kamu sudah siap dengan keputusan ini?’. Ya, mungkin istri juga berat, apalagi saya sudah berada di sini (Persib) cukup lama,” katanya.

Meski berat meninggalkan Persib, Atep mengaku sudah memiliki kepuasan tersendiri. Sebab, ia turut menjadi bagian penting Persib saat mengakhiri dahaga 19 tahun puasa gelar di kompetisi top-flight Tanah Air, saat menjuarai ISL 2014 lalu.

“Mimpi saya kembali ke Persib dan membawa trofi berhasil di 2014. Momen itu akan diingat abadi oleh saya,” tutur pemain jebolan akademi Persib, yang pernah juga membela panji Persija Jakarta pada 2004-2008 tersebut.

“Terima kasih banyak kepada Bobotoh yang sudah menerima saya selama 10 musim di Persib dan sudah mengapresiasi saya selama berada di Persib,” lanjutnya.

“Saya tidak akan besar seperti ini, walaupun selama perjalanan ada pro dan kontra terhadap saya. Tetapi saya akan tetap sayang sama kalian dan sekarang saya menjadi Bobotoh, sama dengan kalian,” tandas pengoleksi sembilan caps bersama timnas senior Indonesia tersebut.

Juventus Jumpa AC Milan di Piala Super Italia, Allegri Hindari Adu Penalti

Suara.com – Laga Supercoppa Italiana alias Piala Super Italia yang mempertemukan juara Liga Italia musim lalu, Juventus kontra runner-up Coppa Italia 2017/2018, siap digelar di Arab Saudi. Juventus akan bentrok dengan AC Milan di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (17/1/2019) dini hari WIB.

Jelang partai ini, pelatih Juventus, Massimiliano Allegri pun memiliki satu harapan. Sang allenatore berharap timnya tidak perlu menjalani babak extra-time dan adu penalti saat melawan AC Milan nanti.

Meski demikian, Allegri menegaskan jika Juventus sudah siap untuk meladeni perlawanan AC Milan, klub yang pernah dibesutnya pada 2010-2014 lalu. 

“Kami sudah siap bermain di pertandingan ini,” sesumbar Allegri kepada Rai Sport.

Meski demikian, Allegri sendiri rupanya masih trauma dengan kekalahan Juventus dari AC Milan dua tahun yang lalu, juga di ajang yang sama, sehingga ia meminta anak asuhnya untuk menyelesaikan laga secepat mungkin.

Seperti diketahui, Juventus dan AC Milan pernah bertemu di Piala Super Italia 2016 silam. Saat itu, Juventus harus menyerah melalui babak adu penalti, setelah di 90 menit waktu normal laga, plus babak extra-time, bermain sama kuat 1-1 dengan AC Milan.

“Pertandingan hari Rabu (Kamis dini hari WIB) nanti adalah pertandingan langsung gugur. Kami sudah pernah kalah dari mereka (AC Milan) melalui babak adu penalti di ajang yang sama, itu sangat menyakitkan. Jadi semoga nanti kami tidak perlu bermain hingga perpanajngan waktu atau penalti,” celoteh pelatih berusia 51 tahun itu.

Juventus dan Allegri sendiri tentu sangat bernafsu untuk keluar sebagai pemenang dan menggondol trofi Piala Super Italia usai laga kontra AC Milan nanti.

Pasalnya, dalam dua kesempatan terakhir Juventus selalu gagal memenangkan trofi ini. Setelah kalah dari AC Milan, Bianconeri menyerah di tangan Lazio pada Supercoppa Italiana 2017.

Wah! Real Betis Jadi Ujian Indra Sjafri untuk Dapatkan Lisensi AFC Pro

Suara.com – Klub La Liga alias kompetisi top-flight Liga Spanyol , Real Betis dipastikan bakal jadi objek penelitian pelatih Timnas Indonesia U-22 , Indra Sjafri untuk memperoleh Lisensi AFC Pro . Indra diminta mengulas Real Betis dalam sebuah laporan yang nantinya dikirimkan kepada instruktur. 

Sebagai informasi, ulasan tersebut untuk memenuhi modul ketujuh syarat mendapatkan Lisensi AFC Pro. Well, tidak hanya Indra, 19 pelatih asal Indonesia lainnya, yang juga tengah berjuang memperoleh Lisensi AFC Pro, dipastikan juga bakal menjalani hal yang sama. Namun, tentu klub Eropa yang jadi objek penelitian berbeda dengan Indra.

“Modul ketujuh (untuk memperoleh Lisensi AFC Pro), kami akan presentasikan thesis dengan tugas mengamati klub di Eropa selama enam bulan,” buka Indra Sjafri di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

“Mengamati klub Eropa selama enam bulan merupakan tugas terakhir. Saya kebetulan dapat Real Betis dan sudah mempersiapkan dengan baik, mudah-mudahan diterima instruktur,” harap pelatih berusia 55 tahun itu. 

Dalam laporan tersebut, nantinya Indra Sjafri akan meneliti perjalanan Real Betis selama setengah musim, terutama dari proses transfer klub, juga periodesasi persiapan. Pelatih asal Sumatera Barat itu akan melakukan pengamatan dari jauh. 

“Saya mengikuti Real Betis melalui media sosial, situs web, jadi dari jarak jauh saja,” ungkapnya. 

Saat ini, sebanyak 20 pelatih asal Indonesia sudah mulai memasuki modul kelima untuk mendapatkan Lisensi AFC Pro. Kursus modul kelima akan berlangsung di klub La Liga lainnya, yakni Deportivo Alaves. Untuk hal ini, ke-20 pelatih tersebut akan melakukan hal serupa, dan dijadwalkan untuk berada di Spanyol pada 19-29 Januari mendatang.

Tidak hanya dari Indonesia, pelatih asal Jepang Fujiwara dan dua dari Malaysia, Adam Bin Abdullah serta Elavaran juga tengah berjuang mendapatkan Lisensi AFC Pro dan akan ikut serta menimba ilmu di Deportivo Alaves.

Sebagai informasi tambahan, untuk modul keenam akan dilangsungkan di Indonesia.

Tampil di 32 Besar Piala Indonesia, Sriwijaya FC Minta Pengunduran Jadwal

Suara.com – PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen Sriwijaya FC meminta penundaan jadwal pertandingan timnya di babak 32 besar Piala Indonesia 2018 karena saat ini klub sedang berbenah secara internal.

Seperti diketahui,  Piala Indonesia 2018 memang memasuki babak 32 besar pada tahun 2019 ini. PSSI pun telah resmi merilis jadwal total 16 pertandingan di fase ini dengan format kandang-tandang dalam dua leg.

Sriwijaya FC sendiri diundi bertemu klub gurem, PS Keluarga USU Medan. Rencananya Sriwijaya akan menjadi tuan rumah terlebih dahulu pada leg pertama di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, 22 Januari mendatang.

Sementara Keluarga USU Medan akan gantian menjadi tuan rumah pada leg kedua yang akan dihelat di Stadion USU Medan, 30 Januari 2019.

Sekretaris Perusahaan PT SOM, Faisal Mursyid menjelaskan jika alasan pengajuan penundaan atau pergeseran jadwal tersebut lantaran terjadinya peralihan pemegang saham mayoritas PT SOM pada 14 Januari 2019. 

Selain itu, lanjutnya, saat ini jajaran PT SOM tengah menjalani persiapan dan pelaksanaan proses konsolidasi serta perubahan komposisi manajemen pada Rapat Umum Pemegang Saham – Luar Biasa (RUPS-LB) yang akan dilaksanakan PT SOM. 

“Usulan sudah kita layangkan kepada PSSI melalui Sekretaris Jendral (Sekjen) di Jakarta. Mudah-mudahan disetujui,” kata Faisal di Palembang, Selasa (15/1/2019). 

“Dengan kondisi yang terjadi di jajaran internal manajemen Sriwijaya, tentu PSSI dapat mengambil kebijakan yang terbaik. Kita usulkan menunda selama dua bulan dari jadwal yang ada, agar tim dapat bermain dengan maksimal,” pungkasnya.

Kontributor : Andhiko Tungga Alam