Saksi Berhalangan Hadir, Sidang Joko Driyono Ditunda

Suara.com – Sidang lanjutan mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono, yang rencananya digelar Kamis (9/5/2019), batal terlaksana. Persidangan tersebut ditunda lantaran saksi dari pihak jaksa penuntut umum berhalangan hadir.

Saksi yang dihadirkan hari ini seharusnya berjumlah empat orang yang berasal dari Satgas Anti Mafia Bola dan pihak Polda Metro Jaya.

“Hari ini kita mendapatkan saksi tidak hadir sehingga tidak dapat dilanjutkan,” ujar Ketua Majelis Hakim, Kartin Khaerudin dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

Kartin memutuskan untuk kembali menggelar sidang pada tanggal 28 Mei 2019.

“Sidang berikutnya, karena berhubung saya sebagai ketua majelis akan menjalankan ibadah, baru kembali tanggal 27, sehingga saya akan menetapkan kembali persidangan pada tanggal 28 Mei, hari Selasa,” kata Kartin.

Sebagaimana diketahui, lelaki yang akrab disapa Jokdri itu didakwa melakukan, mengambil barang, yaitu berupa DVR server CCTV dan satu unit laptop merek HP Notebook 13 warna silver, yang sebagian atau seluruhnya dalam penguasaan penyidik Satgas Antimafia Bola. Dalam dakwaan kedua, Jokdri juga didakwa menghancurkan, merusak, menghilangkan barang bukti kasus pengaturan skor.

Joko Driyono didakwa dengan pasal pencurian dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Jokdri dengan Pasal 363, Pasal 235 dan Pasal 221 KUHP, karena menerobos garis polisi, mengambil dan merusak barang bukti.

Ini Enam Final Satu Negara Jauh Sebelum Liverpool Kontra Tottenham Hotspur

Suara.com – Tottenham Hotspur secara dramatis tembus ke partai final Liga Champions usai menang 3-2 pada laga leg kedua semifinal di Johan Cruyff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.

Sempat tertinggal 0-2 pada babak pertama, Spurs kemudian mencetak tiga gol di babak kedua lewat hat-trick Lucas Moura. Tim asuhan Mauricio Pochettino itu pun lolos berkat keunggulan gol tandang dalam agregat 3-3.

Dengan demikian, All English dipastikan bakal tersaji di final Liga Champions 2018/2019. Sebab, tim asal Inggris lainnya, Liverpool juga berhasil melangkah ke final setelah menyingkirkan Barceloan dengan agregat 4-3.

Namun, pertemuan dua klub dalam satu negara di final Liga Champions bukanlah yang pertama kali dalam sejarah. Sebelum pertemuan antara Liverpool versus Tottenham, ada enam pertandingan final klub yang berasal satu negara.

Liga Champions tahun berapa saja kira-kira? Berikut Bolatimes.com merangkum.

1. Real Madrid vs Valencia di Liga Champions 1999/2000

Final satu negara pertama terjadi pada Liga Champions 1999-2000. Pada laga itu, tercipta All Spanish yang mempertemukan Real Madrid kontra Valencia. Pada laga itu, Los Blancos berhasil menjadi juara setelah meraih kemenangan telak 3-0 lewat gol yang dilesakkan oleh Fernando Morientes, Steve McManaman, dan Raul Gonzalez.

2. AC Milan vs Juventus di Liga Champions 2002/2003

Setelah All Spanish, tiga tahun berselang tercipta All Italian di edisi 2002/2003. Ketika itu, final Liga Champions mempertemukan AC Milan dan Juventus terjadi di yang berlangsung di Stadion Old Trafford.

Pertandingan itu akhirnya berhasil dimenangkan oleh AC Milan via adu penalti dengan skor 3-2.

3. Manchester United vs Chelsea di Liga Champions 2007/2008

Seolah bergiliran, setelah Spanyol dan Italia, All English turut tercipta di final Liga Champions 2007/2008. Final tersebut mempertemuan antara duo raksasa di Negeri Ratu Elizabeth, yakni Manchester United versus Chelsea.

Pada pertandingan itu, Manchester United akhirnya berhasil keluar sebagai juara. Setelah bermain sama kuat 1-1 selama 120 menit, Setan Merah mengalahkan The Blues lewat adu penalti dengan skor 6-5.

4. Bayern Munchen vs Borussia Dortmund di Liga Champions 2012/2013

Lima tahun berselang, Liga Champions edisi 2012/2013 kembali menghadirkan pertandingan final antara dua tim satu negara. Kali ini dua raksasa asal Jerman, yakni Bayern Munchen berhadapan dengan Borussia Dortmund.

Pada pertandingan itu, Bayern Munchen yang sudah unggul pengalaman di Liga Champions berhasil meraih kemenangan dengan skor tipis 2-1.

5. Real Madrid vs Atletico Madrid di Liga Champions 2013/2014

Setelah duel tim Jerman di final Liga Champions 2012/2013, setahun kemudian giliran dua tim asal Spanyol yang bersua, yaitu Real Madrid melawan rival sekota Atletico Madrid di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal.

Pada laga itu, Real Madrid akhirnya tampil sebagai juara Liga Champions 2014 untuk ke-10 kali setelah meraih kemenangan dengan skor telak 4-1.

6. Real Madrid vs Atletico Madrid di Liga Champions 2015/2016

Atletico Madrid tidak patah arang setelah gagal di final Liga Champions 2013/2014. Dua tahun kemudian, ia kembali ke partai final dan lagi-lagi bersua Real Madrid.

Dalam final Liga Champions kedua itu, Real Madrid kembali mengalahkan Atletico Madrid via adu penalti dengan skor 5-3 setelah bermain 1-1 selama 120 menit. (bolatimes.com)

Unggah Foto Ini, Marko Simic Kembali Merumput Bersama Persija Jakarta?

Suara.com – Setelah lama dalam ketidakpastian, bomber andalan Persija Jakarta, yaitu Marko Simic akan tiba di Jakarta pada malam ini, Kamis (9/5/2019).

Hal itu dipastikan setelah Simic mengunggah foto sedang berada di bandara sembari memperlihatkan tiket pesawat dari Sydney menuju Jakarta di akun Instagram miliknya. Tentu, hal tersebut memastikan bahwa urusan hukum pemain berusia 31 tahun di Australia telah selesai.

Media officer Persija Jakarta, Dwi Putra membenarkan hal tersebut. Pemain asal Kroasia tersebut akan tiba di Jakarta pada malam ini.

Namun, Simic belum bisa ikut berlatih dengan rekan-rekannya malam ini yang berlangsung di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma. Sebab, ada beberapa urusan yang harus diselesaikan oleh sang pemain.

“Malam ini dia (Simic) tiba. Kalau untuk latihan belum dahulu,” kata Dwi Putra, seperti dikutip dari Suara.com, Kamis (9/5/2019).

Sebagaimana diketahui, Simic sebelumnya dituduh melakukan tindakan pelecehan seksual, sejak Februari lalu. Tuduhan tersebut membuatnya tertahan di Australia lantaran paspor miliknya disita pihak berwenang.

Simic diharuskan mengikuti persidangan akibat perbuatannya. Namun, Simic dinyatakan tidak bersalah karena tidak ada bukti yang menguatkan, serta saksi yang memberatkan.

Ditambah lagi, korban selaku pelapor tidak hadir saat Marko Simic menjalani sidang. (bolatimes.com)

Lucas Moura yang Lebih Hebat dari Lionel Messi

Suara.com – Attacker Tottenham Hotspur, Lucas Moura sah lebih hebat dari megabintang Barcelona, Lionel Messi. Padahal, pemain berusia 26 tahun itu tak lebih dari sekadar pemain ‘reject‘ dari Paris Saint-Germain, sementara Messi telah memenangi segalanya di sepakbola, termasuk lima trofi individual Ballon d’Or.

Ya, Lucas berhasil melampaui pencapaian Messi dalam satu aspek, usai membawa Tottenham menyingkirkan Ajax Amsterdam di fase semifinal Liga Champions 2018/2019.

Tottenham secara luar biasa berhasil lolos ke final usai menundukkan tuan rumah Ajax 3-2 pada laga leg kedua semifinal di Johan Cruijff ArenA, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.

Tottenham lolos ke final secara dramatis, setelah mereka hanya unggul gol tandang atas Ajax dalam agregat keseluruhan 3-3.

Lebih dramatis lagi lantaran Tottenham sejatinya ketinggalan 0-2 terlebih dahulu dari Ajax pada laga dini hari tadi. Gol-gol Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech pada menit 5 dan 35 membuat Ajax telah unggul agregat 3-0 saat half-time.

Namun, Tottenham berhasil bangkit dan tampil bak kesetanan di paruh kedua. Tiga gol tandang dicetak pasukan Mauricio Pochettino, yang semuanya diborong Lucas Moura pada menit 55, 59 dan 90+6, yang memastikan tiket ke final bagi The Lilywhites –julukan Tottenham.

Pada laga dini hari tadi, Lucas memang menjadi andalan di lini depan Tottenham pasca cederanya Harry Kane. Winger berpaspor Brasil itu dipasang sebagai striker bersanding dengan Son Heung-min, serta Fernando Llorente yang masuk di babak kedua.

Well, Lucas berhasil membuktikan jika dirinya bukan pemain sembarangan, dengan menjadi aktor utama kelolosan Tottenham ke final Liga Champions, untuk pertama kalinya dalam sejarah!

Mengemas hat-trick di semifinal Liga Champions, Lucas mengalahkan Messi yang sebelumnya sama sekali belum pernah melakukan hal tersebut.

Lucas kini sejajar dengan sedikit pesepakbola yang mampu mencetak hat-trick di babak empat besar Liga Champions, yakni Alessandro Del Piero, Robert Lewandowski, Ivica Olic dan Cristiano Ronaldo.

Sekadar informasi, Lucas memiliki kekuatan terbaik pada kaki kanannya. Namun hebatnya, ia mencetak hat-trick ke gawang Ajax semuanya dengan kaki kiri yang merupakan kaki lemahnya.

Ini kembali menjadi bukti, bahwa Lucas Moura lebih hebat dari seorang Lionel Messi. Well, setidaknya untuk satu atau dua aspek.

Wah! Bhayangkara FC Siap Patungan Demi Wujudkan Penggunaan VAR

Suara.com – Manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji mengaku siap patungan jika Liga Indonesia ingin menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Bagi Sumardji, pengguna VAR sangat dibutuhkan untuk sepak bola Indonesia. 

Keinginan Bhayangkara ingin adanya VAR bukan tanpa alasan. Sebab, tim berjuluk The Guardian itu pernah menjadi korban buruknya pengadil lapangan. 

Yaitu pada saat babak perempat final Piala Indonesia 2018 melawan PSM Makassar beberapa waktu lalu. Saat itu, pemain Bhayangkara Andersson Salles melakukan tendangan bebas yang bolanya sudah melewati garis gawang PSM. 

Namun, wasit Nusur Fadilah yang memimpin pertandingan itu mengeluarkan putusan lain. Ia tidak mengesahkan gol yang dibuat oleh Bhayangkara FC. 

Keputusan yang merugikan bagi Bhayangkara FC itu berujung pada kekalahan 0-2. Hasil tersebut membuat klub milik kepolisian itu gagal melangkah ke semifinal Piala Indonesia.

“VAR memang harus ada. Itu untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan di lapangan,” kata Sumardji di Jakarta, Rabu (8/5/2019). 

“Jika nanti peserta Liga 1 akan patungan, itu tentu suatu langkah yang bagus dan saya akan ikut,” ia menambahkan. 

Sementara itu, Direktur PT LIB Dirk Soplanit menyebutkan Indonesia belum bisa menggunakan VAR. Selain biaya, ada syarat-syarat yang harus dilakukan agar penggunaan VAR bisa terealisasikan. 

“Ini bukan persoalan di sana (biaya), kita harus tahu kalau pakai VAR, kualifikasi wasit macam apa yang boleh memimpin jalannya pertandingan, kami tidak sembarangan untuk memakai wasit yang ada,” ujar Dirk Soplanit.

“Lalu kemudian kami harus mempelajari apakah kalau pakai VAR itu harus ada aprove dari FIFA atau AFC,” pungkasnya.

Hasil Drawing Kualifikasi Piala Asia U-16 dan U-19 2020

Suara.com – Pengundian babak kualifikasi Piala Asia U-16 dan U-19 2020 digelar di Markas AFC, Kamis (9/5/2819). Hasil drawing tersebut dirilis oleh AFC lewat akun Instagram resmi mereka.

Untuk kualifikasi Piala Asia U-16 2020, Indonesia tergabung di Grup G. Di Grup G, Indonesia akan menghadapi China, Brunei Darussalam, Filipina, dan Kepulauan Mariana Utara. Pada babak ini, Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah.

Sebanyak 47 negara ambil bagian di babak kualifikasi ini. 47 negara tersebut terbagi dalam 11 Grup yang berbeda.

Untuk kualifikasi Piala Asia U-16 2020 ini terbagi dari dalam dua wilayah yakni Barat dan Timur. Untuk zona Barat terdiri dari Asia Barat, Selatan, dan Tengah. Sementara zona timur terdiri dari Asia Timur dan ASEAN.

Babak kualifikasi Piala Asia U-16 2020 ini akan dimulai pada 14-22 September 2019. Nantinya, juara grup dan empat runner up terbaik lolos ke putaran final.

Hasil pengundian kualifikasi Piala Asia U-16 [Instagram@theafchub]Hasil pengundian kualifikasi Piala Asia U-16 [Instagram@theafchub]

Selain itu, AFC juga melakukan drawing untuk kualifikasi Piala Asia U-19 2020. Pada babak ini, timnas Indonesia U-19 tergabung di Grup K.

Pada grup tersebut, Indonesia berada bersama dengan Korea Utara, Hong Kong, dan Timor Leste. Sama halnya dengan kualifikasi Piala Asia U-16, untuk U-19 ini Indonesia juga diplot sebagai tuan rumah Grup K.

Babak Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 akan digelar 2-10 November. Sebanyak 11 juara grup dan empat runner-up terbaik akan lolos ke putaran final bersama tuan rumah.

Hasil pengundian kualifikasi Piala Asia U-19 [Instagram@theafchub]Hasil pengundian kualifikasi Piala Asia U-19 [Instagram@theafchub]

Akui Kecerobohan Ajax, Erik ten Hag: Sepakbola Bisa Sangat Kejam

Suara.com – Ajax Amsterdam tersingkir secara menyakitkan di semifinal Liga Champions 2018/2019, usai kalah 2-3 dari Tottenham Hotspur pada laga kandang leg kedua di Johan Cruijff ArenA, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.

Ajax memang harus rela masuk kotak, setelah mereka kalah gol tandang dari Tottenham dalam agregat keseluruhan 3-3.

Lebih dramatis lagi lantaran Ajax sejatinya unggul 2-0 terlebih dahulu  pada laga dini hari tadi. Gol-gol Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech pada menit 5 dan 35 membuat Ajax telah unggul agregat 3-0 saat half-time. Pada titik ini, Ajax praktis berada di atas angin.

Namun tanpa dinyana, Tottenham berhasil bangkit dan tampil bak kesetanan di paruh kedua.

Tiga gol tandang dicetak pasukan Mauricio Pochettino, yang kesemuanya diborong Lucas Moura pada menit 55, 59 dan 90+6, yang memastikan tiket ke final bagi The Lilywhites –julukan Tottenham.

Pelatih Ajax, Erik ten Hag pun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai timnya tersingkir. Pelatih yang dijuluki ‘Pep Guardiola dari Belanda’ itu mengakui jika anak-anak asuhnya memang bermain ceroboh ketika sudah unggul dua gol.

Pria berusia 49 tahun itu lantas berandai-andai apabila Ajax mampu mencetak gol ketika skor imbang 2-2, maka seharusnya mereka yang lolos.

“Ini adalah sisi kejam dari sepakbola yang harus kami alami. Kami harus terus melangkah maju. Kami sudah cukup dekat, para pemain sadar akan hal itu, dan butuh waktu untuk bangkit,” ucap Erik ten Hag, mengutip dari laman resmi UEFA, Kamis (9/5/2019).

“Kami pantas untuk lolos. Kebobolan seperti itu sangat ceroboh. Saya berkata kepada para pemain semuanya belum berakhir dan Anda bisa melihat Spurs begitu yakin. Mereka mulai bermain oportunis dan kami kurang bisa melakukan serangan balik. Jika kami bisa mencetak gol lagi, alih-alih mengenai tiang, kami akan mengakhiri pertandingan,” imbuh pria berkepala plontos tersebut.

Mimpi Ajax Amsterdam untuk meraih treble winners dipastikan sirna. Akan tetapi, mereka masih bisa mengakhiri musim dengan status double winners usai menjuarai Piala KNVB 2018-2019. Matthijs de Ligt dan kawan-kawan kini harus fokus untuk menjadi kampiun di Liga Belanda.

Bersimpati pada Ajax, Eriksen: Tottenham Hanya Beruntung

Suara.com – Tottenham Hotspur secara luar biasa berhasil lolos ke final Liga Champions 2018/2019, usai menundukkan tuan rumah Ajax Amsterdam 3-2 pada laga leg kedua semifinal di Johan Cruijff ArenA, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.

Tottenham lolos ke final secara dramatis, setelah mereka hanya unggul gol tandang atas Ajax dalam agregat keseluruhan 3-3.

Lebih dramatis lagi lantaran Tottenham sejatinya ketinggalan 0-2 terlebih dahulu dari Ajax pada laga dini hari tadi. Gol-gol Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech pada menit 5 dan 35 membuat Ajax telah unggul agregat 3-0 saat half-time.

Namun, Tottenham berhasil bangkit dan tampil bak kesetanan di paruh kedua. Tiga gol tandang dicetak pasukan Mauricio Pochettino, yang kesemuanya diborong Lucas Moura pada menit 55, 59 dan 90+6, yang memastikan tiket ke final bagi The Lilywhites –julukan Tottenham.

Terkait keberhasilan Tottenham melaju ke final, gelandang Christian Eriksen pun angkat bicara. Yang menarik, pemain internasional Denmark itu menyebut jika Tottenham hanya beruntung, sekaligus melontarkan rasa simpatnya pada Ajax.  

“Itu adalah pertandingan yang gila. Pada akhirnya, kami hanya beruntung,” tutur Eriksen seperti dimuat ESPN.

“Saya merasa kasihan pada Ajax, saya bersimpati. Mereka memainkan pertandingan yang sangat bagus melawan kami. Selama dua leg pertandingan, mereka memainkan sepakbola yang lebih baik. Namun pada akhirnya kami beruntung bisa mencetak tiga gol sekaligus pada 45 menit yang luar biasa (pada leg kedua),” celotehnya.

“Kami merasa kami seperti tidak bisa melihat diri kami di cermin jika kami kalah 3-0 atau 4-0 hari ini. Beruntung kami bisa bangkit dan tampil luar biasa untuk melakoni comeback,” tukas pemain berusia 27 tahun yang juga pernah membela panji Ajax tersebut.

Satu Striker Bakal Hengkang, Akankah Persija Datangkan Pengganti?

Suara.com – Persija Jakarta dipastikan bakal kehilangan salah satu striker mereka, yaitu Rishadi Fauzi pada bursa transfer jelang Liga 1 2019 ini. Sang pemain akan segera bergabung dengan Mitra Kukar. 

Seperti diketahui, Rishadi memang hanya dipinjam Persija dari Persebaya untuk mengarungi kompetisi Piala AFC 2019. Gagalnya Persija lolos dari babak fase grup pun membuat masa kerja sang striker bersama Macan Kemayoran –julukan Persija– berakhir. 

Terkait apakah Persija akan mendatangkan striker pengganti atau tidak, manajer tim, Marsma TNI Ardhi Tjahjoko pun angkat bicara.

“Terus terang kalau pemain pengganti itu manajemen sama pelatih yang tentukan. Kalau sudah pasti, baru saya dikabarin,” kata Ardhi Tjahjoko. 

Meski Rishadi hengkang, Persija sendiri sejatinya masih punya stok striker yang cukup. Masih ada nama-nama macam Heri Susanto, Bambang Pamungkas, dan Silvio Escobar. 

Belum lagi ditambah Marko Simic yang sedang dalam perjalanan dari Australia menuju Jakarta, setelah permasalahan hukumnya di Negeri Kangguru rampung.

Namun untuk Escobar, meski berstatus pemain baru, nasibnya cukp terancam setelah terpinggirkan karena performanya tidak memuaskan pelatih kepala Persija, Ivan Kolev. 

Sementara itu, CEO Persija, Ferry Paulus sempat menyatakan jika timnya tidak akan lagi mendatangkan pemain. Sulitnya mencari pemain berkualitas di waktu yang mepet ini jadi alasannya. 

“Pemain barunya siapa? Kan semua tahu sudah tidak ada lagi pemain yang berkualitas karena waktunya sudah mepet. Jadi saya bisa pastikan kalau Persija tidak akan menambah pemain baru,” ujar Ferry Paulus. 

Kekeh Berpuasa, Dua Pemain Ajax Terciduk Buka di Pertengahan Laga

Suara.com – Pemandangan menarik tersaji pada pertandingan Ajax Amsterdam vs Tottenham Hotspur pada leg kedua semifinal Liga Champions di Johan Cruijff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB. Ya, dua pemain tuan rumah terciduk makan di pertengahan babak pertama.

Namun bukan sembarang makan, kedua pemain tersebut lebih tepatnya buka puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Dua pemain Muslim itu adalah Noussair Mazraoui dan Hakim Ziyech.

Seperti diketahui, laga krusial tersebut digelar bertepatan dengan bulan Ramadan. Jadi kedua pemain asal Maroko itu tetap berpuasa selama laga berjalan, meski sempat mendapat tentangan dari pihak klub.

Melansir dari The Sun, Noussair Mazraoui dan Hakim Ziyech memulai laga dalam kondisi berpuasa. Keduanya pun baru membatalkan puasanya pada menit ke-22, yang mana saat itu waktu sudah menunjukkan saatnya berbuka.

Berdasarkan pantauan, Noussair Mazraoui nampak berlari ke pinggir lapangan untuk mengambil minum dan mengonsumsi makanan ringan. Pun juga dilakukan oleh Hakim Ziyech.

Noussair Mazraoui nampak berbuka puasa di tengah pertandingan berlangsung. (Dok. BT Sports)Noussair Mazraoui nampak berbuka puasa di tengah pertandingan berlangsung. (Dok. BT Sports)

Selama pertandingan, kedua pemain tersebut tak menunjukkan penurunan performa meski berpuasa. Justru, Hakim Ziyech sukses mencetak gol di menit ke-35.

Sementara itu, pertandingan Ajax Amsterdam vs Tottenham Hotspur berlangsung cukup dramatis. Sempat unggul dua gol di babak kedua, Ajax justru gagal lolos ke partai final Liga Champions usai kalah 2-3 di akhir laga.

Kendati secara agregat imbang 3-3, Spurs berhak melaju ke partai puncak lantaran menang agresivitas gol tandang. Pasukan Mauricio Pochettino bakal menantang Liverpool di final Liga Champions yang akan digelar Stadion Wanda Metropolitano, 1 Juni mendatang. (Bolatimes)

Dapatkan Eks Borneo FC, Bhayangkara FC Klaim Slot Pemain Asing Lengkap

Suara.com – Bhayangkara FC dikabarkan masih berburu pemain asing. Hingga saat ini baru dua legiun asing yang berada di Bhayangkara FC yaitu Andersson Salles (Brasil) dan Lee Yu Jun (Korea Selatan).

Namun, manajer AKBP Sumardji mengklaim sudah melengkapi slot pemain asing untuk mengarungi Liga 1 2019. Meski belum tiba, Sumardji mengaku sudah sepakat dengan dua pemain yang akan memperkuat skuatnya.

Salah satu pemain yang bakal hadir yaitu Flavio Beck Junior. Ia didatangkan oleh The Guardian –julukan Bhayangkara FC– dari klub Malaysia, Kelantan FA.

Flavio bukan wajah baru di sepak bola Indonesia. Pada periode 2016-2017, pemain berusia 32 tahun tersebut pernah berseragam Borneo FC.

Manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]Manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]

“Kami sudah memutuskan mendatangkan Flavio Beck Junior. Nantinya, ia di posisikan sebagai gelandang serang Bhayangkara,” kata Sumardji.

Selain Flavio Beck Junior, Sumardji menyebut sudah sepakat dengan satu pemain asing lainnya. Meski tidak begitu hafal dengan sang pemain, Sumardji hanya bisa menyebut berasal dari Argentina.

“Saya lupa lengkapnya. Cari saja nanti yah di klub-klub papan atas di Liga Argentina,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sumardji mengklaim sudah mendaftarkan keduanya untuk ikut Liga 1 2019. Dengan begitu, 3+1 pemain asing di Bhayangkara menurutnya sudah terpenuhi.

“Sudah kami daftarkan keduanya. Kami sudah daftarkan empat pemain asing ke PT Liga Indonesia Baru,” pungkasnya.

Liga 1 2019 akan berlangsung pada 15 Mei mendatang. Bhayangkara FC lebih dahulu akan melakoni laga away kontra Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Kamis (16/5/2019).

Tak Mau Berisiko, Arsenal Siap Main Bertahan Lawan Valencia

Suara.com – Pelatih Arsenal, Unai Emery, tidak ingin ambil risiko saat bertandang ke markas Valencia pada leg kedua semifinal Liga Europa di Stadion Mestalla, Spanyol, Jumat (10/5/2019) dini hari WIB. Bahkan, ia berencana bermain bertahan untuk mempertahankan keunggulan.

The Gunners berada di atas angin menjelang pertandingan kontra Los Ches. Sebab, berhasil mengamankan kemenangan 3-1 pada leg pertama di Stadion Emirates beberapa waktu lalu.

Hasil itu membuat Mesut Ozil cs hanya perlu mempertahankan kedudukan atau minimal hanya kalah 0-1 ketika berkunjung ke markas Valencia. Oleh karena itu, jika tidak memungkinkan untuk mencetak gol lagi, Unai Emery akan memilih berjuang untuk tidak kemasukan.

“Bagi kami, ini sama dengan leg pertama. Kami berada di posisi 50 banding 50 dan hasil leg pertama tidak mengubah ide saya. Besok akan sangat sulit. Mereka adalah tim yang terorganisir, kuat dalam bertahan, tetapi mereka perlu mencetak gol. Mereka memiliki para penyerang dengan kualitas besar,” kata Emery di laman resmi UEFA, Kamis (9/5/2019).

“Mereka memiliki pemain dengan kemungkinan besar untuk mencetak gol di sini besok. Ide kami adalah bertahan dengan kuat dan mengambil kesempatan untuk menyerang mereka,” lanjutnya.

“Di atas segalanya, itu tergantung bagaimana kami berada di lapangan besok. Waktu 90 menit bisa terasa lama dan kami harus solid dan memainkan pertandingan yang lengkap,” tutup pelatih yang juga pernah menangani Valencia itu.

Apa yang direncanakan Unai Emery terbilang tepat. Pasalnya, kegagalan Ajax Amsterdam dan Barcelona pertandingan leg kedua semifinal di Liga Champions bisa memberikan pelajaran bahwa pemenang pada leg pertama belum tentu aman untuk lolos ke fase selanjutnya.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Marko Simic Tiba di Jakarta Malam Ini

Suara.com – Jakmania –sebutan suporter Persija Jakarta– bisa bergembira. Pasalnya, bomber kebanggaan mereka, yaitu Marko Simic akan tiba di Jakarta pada malam ini, Kamis (9/5/2019).

Hal itu dipastikan setelah Simic mengunggah tiket pesawat dari Sydney menuju Jakarta di akun Instagram miliknya. Tentu, hal tersebut memastikan bahwa urusan hukum pemain berusia 31 tahun di Australia telah selesai.

Media officer Persija Jakarta, Dwi Putra membenarkan hal tersebut. Pemain asal Kroasia tersebut akan tiba di Jakarta pada malam ini.

Namun, Simic belum bisa ikut berlatih dengan rekan-rekannya malam ini yang berlangsung di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma. Sebab, ada beberapa urusan yang harus diselesaikan oleh sang pemain.

Selebrasi Marko Simic usai membobol gawang Kepri 757 Jaya (dok. Media Persija).Selebrasi Marko Simic usai membobol gawang Kepri 757 Jaya (dok. Media Persija).

“Malam ini dia (Simic) tiba. Kalau untuk latihan belum dahulu,” kata Dwi kepada suara.com, Kamis (9/5/2019).

Sebagaimana diketahui, Simic sebelumnya dituduh melakukan tindakan pelecehan seksual, sejak Februari lalu. Tuduhan tersebut membuatnya tertahan di Australia lantaran paspor miliknya disita pihak berwenang.

Simic diharuskan mengikuti persidangan akibat perbuatannya. Namun, Simic dinyatakan tidak bersalah karena tidak ada bukti yang menguatkan, serta saksi yang memberatkan.

Ditambah lagi, korban selaku pelapor tidak hadir saat Marko Simic menjalani sidang.

Jadwal Siaran Langsung Liga Europa Malam Ini: Valencia vs Arsenal

Suara.com – Dua klub Inggris, Arsenal dan Chelsea akan melakoni laga krusial di leg kedua semifinal Liga Europa. Berikut jadwal siaran langsung duel Valencia vs Arsenal, Jumat (10/5/2019) dini hari WIB.

Sebelumnya dua klub Inggris, Liverpool dan Tottenham Hotspur telah memastikan tempat di final Liga Champions. Kini, dua klub Inggris lainnya, Arsenal dan Chelsea akan mencoba memastikan tempat di final Liga Europa.

Arsenal di dalam posisi yang lebih menguntungkan untuk lolos setela menang 3-1 di leg pertama. Kini, Arsenal akan gantian melawat ke Valencia di Stadion Mestalla, Jumat (10/5/2019) dinihari WIB.

Untuk lolos ke partai puncak Liga Europa, skuat besutan Unai Emery ini hanya butuh hasil seri. Sementara itu, Valencia mesti menang dengan keunggulan paling tidak dua gol.

Sementara Chelsea akan menjamu wakil Jerman Eintracht Frankfurt di Stamford Bridge. Di leg pertama, kedua tim bermain imbang 1-1 di mana Pedro Rodriguez menyelamatkan Chelsea dari kekalahan usai dibobol Luka Jovic.

Kedua tim butuh kemenangan di Baku, Azerbaijan guna memastikan lolos ke final. Apabila laga berakhir seri tanpa gol, Chelsea berhak lolos. Namun Frankfurt yang akan lolos karena unggul produktivitas gol tandang jika skor imbang 2-2 atau lebih.

Berikut jadwal siaran langsung leg kedua semifinal Liga Europa, Jumat (10/5/2019):

02:00 WIB – Valencia vs Arsenal – Live RCTI

02:00 WIB – Chelsea vs Eintracht Frankfurt

Indra Sjafri Sebut Witan Sulaiman Sudah Didekati Klub

Suara.com – Witan Sulaiman menjadi satu-satunya pemain timnas Indonesia U-23 yang hingga kini belum memiliki klub. Namun, itu sudah tidak akan lama lagi Witan akan bergabung dengan klub.

Witan saat ini sedang bernegosiasi dengan klub yang akan dibelanya nanti. Namun, klub mana yang sedang mendekati Witan, hal itu masih menjadi pertanyaan.

Pelatih timnas Indonesia U-23 Indra Sjafri pun masih menutup diri menyebutkan klub yang sedang bernegosiasi dengan Witan. Ia hanya ingin sang pemain atau agen yang mengumumkan langsung klub yang akan dibela Witan.

“Witan kalau tidak salah memang sedang dalam penjajakan dengan salah satu klub. Soal tim apa, nanti biar agen Witan yang rilis,” kata Indra Sjafri.

Gelandang andalan Timnas Indonesia U-22, Witan Sulaiman (kiri). ANTARA FOTO / Ari Bowo Sucipto]Gelandang andalan Timnas Indonesia U-22, Witan Sulaiman (kiri). ANTARA FOTO / Ari Bowo Sucipto]

Di usianya yang masih 18 tahun, masa depan Witan masih sangatlah panjang. Namun, ia tidak boleh salah langkah dalam menentukan klub karena menyangkut kariernya di masa depan.

Tentu, banyak klub yang menginginkan jasa Witan. Tak terkecuali pelatih timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini yang ingin menjajal kemampuan sang pemain.

Witan akan dijajal oleh Fakhri agar bisa masuk ke dalam skuat asuhannya untuk kejuaraan Piala AFF U-18 2019 dan Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. Indra Sjafri tidak masalah jika Witan ingin dipakai.

“Itu bisa diatur antara sesama pelatih. Kami ini harusnya, kan saling bersinergi,” ujar Indra Sjafri.

Cetak Hat-trick ke Gawang Ajax, Eriksen: Lucas Moura Pantas Dibuatkan Patung!

Suara.com – Tottenham Hotspur secara luar biasa berhasil lolos ke final Liga Champions 2018/2019, usai menundukkan tuan rumah Ajax Amsterdam 3-2 pada laga leg kedua semifinal di Johan Cruijff ArenA, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.

Tottenham lolos ke final secara dramatis, setelah mereka hanya unggul gol tandang atas Ajax dalam agregat keseluruhan 3-3.

Lebih dramatis lagi lantaran Tottenham sejatinya ketinggalan 0-2 terlebih dahulu dari Ajax pada laga dini hari tadi. Gol-gol Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech pada menit 5 dan 35 membuat Ajax telah unggul agregat 3-0 saat half-time.

Namun, Tottenham berhasil bangkit dan tampil bak kesetanan di paruh kedua. Tiga gol tandang dicetak pasukan Mauricio Pochettino, yang kesemuanya diborong Lucas Moura pada menit 55, 59 dan 90+6, yang memastikan tiket ke final bagi The Lilywhites –julukan Tottenham.

Muncul sebagai inspirator sekaligus pahlawan kemenangan Tottenham, Lucas Moura pun mendapat pujian setinggi langit dari rekan setimnya, yakni gelandang Christian Eriksen.

Eriksen berseloroh jika attacker asal Brasil berusia 26 tahun itu layak dibuatkan patung atas jasa-jasanya pada Spurs.

“Lucas Moura bermain luar biasa dengan mencetak tiga gol. Dua kata untuk mendeskripsikan kemenangan ini; Lucas Moura!” sanjung Eriksen dalam wawancara dengan BT Sport.

“Musim ini adalah roller coaster. Yang pasti, Lucas Moura menjadi pahlawan kali ini, saya harap dia dibuatkan patung di Inggris setelah ini. Dia pantas mendapatkannya,” seloroh pemain internasional Denmark itu.

“Saya terpesona, tidak ada kata-kata untuk itu. Kami tidak pantas mendapatkannya lebih dari mereka (Ajax), tetapi pada akhirnya kami mendapatkannya,” tukas sang gelandang sentral.

Muncul KLB Tandingan, Exco PSSI Beri Peringatan

Suara.com – Keputusan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada 13 Juli 2019 serta pemilihan ketua umum PSSI pada Juli 2020 ternyata tidak membuat semua anggota PSSI puas. 

Bahkan, ada voters (pemilik suara) PSSI yang tergabung dalam Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) ingin menggelar KLB tandingan yang waktunya lebih cepat. KPSN mengklaim telah didukung oleh 56 pemilik suara sah PSSI menginginkan agar KLB digelar lebih cepat. 

Salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Gusti Randa tidak memperdulikan klaim 56 pemilik suara yang tergabung dalam KPSN. Baginya, KPSN di luar anggota PSSI yang sudah menyalahi statuta. 

“Betul atau tidak soal klaim itu, jaman sekarang orang suka lakukan klaim. Kami sering komunikasi dengan voters karena merasa dicatut, terkait hal itu PSSI tak mau menggubris karena tak boleh ikut ranah di luar football family. Lagi pula kenapa harus 56, klaim saja itu 700 anggota PSSI sekaligus,” kata Gusti Randa. 

Gusti menyebutkan tahapan menuju pengurusan baru PSSI sudah sesuai dengan rekomendasi FIFA melalui suratnya. Oleh sebab itu, ada aturan agar anggota PSSI tunduk dengan apa yang sudah diputuskan. 

“Kalau bicara hasil rapat Exco tanggal 3 Mei lalu itu, Exco sudah membuat surat kepada para anggota, Kami mengingatkan bahwa selaku member atau anggota ada statuta PSSI pasal 15 mengingatkan seluruh member untuk tunduk kepada keputusan FIFA dan bawahannya yaitu AFC serta PSSI,” tambahnya. 

“Bagi anggota yang tak mengindahkan pasal 15 pasti akan mendapat sanksi, itu tentang kewajiban anggota. PSSI sendiri dilarang berhubungan dengan yang tidak berhubungan dengan FIFA,” ia menambahkan. 

Gusti menambahkan dalam menuju pengurusan baru ada tahapan yang harus dilakukan. Ia pun mengerti semua orang ingin agar PSSI bisa lebih baik ke depannya. 

“Dalam rangka memperbaiki PSSI ada salurannya. Tidak merasa puas maka ada KLB. Maka PSSI tahu itu, lalu PSSI bikin road map menuju KLB,” pungkasnya. 

Seperti disebutkan di awal, pemilihan ketua umum PSSI baru dilakukan pada Kongres Biasa atau yang sering disebut Kongres Tahunan pada Januari 2020.

Sementara KLB pada 13 Juli 2019 ada tiga agenda yang dibahas tanpa pemilihan ketua umum. Diantaranya, revisi statuta PSSI, revisi kode Pemilihan PSSI, dan memilih anggota Komite Pemilihan serta Komite Banding Pemilihan. 

Tottenham Hotspur Menapaktilas Jejak Manchester United 1999

Suara.com – Tottenham Hotspur secara luar biasa lolos ke final Liga Champions 2018/2019, usai menundukkan tuan rumah Ajax Amsterdam 3-2 pada laga leg kedua semifinal di Johan Cruijff ArenA, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.

Tottenham lolos ke final secara dramatis, setelah mereka hanya unggul gol tandang atas Ajax dalam agregat keseluruhan 3-3.

Lebih dramatis lagi lantaran Tottenham sejatinya ketinggalan 0-2 terlebih dahulu dari Ajax pada laga dini hari tadi. Gol-gol Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech pada menit 5 dan 35 membuat Ajax telah unggul agregat 3-0 saat half-time.

Namun, Tottenham berhasil bangkit dan tampil bak kesetanan di paruh kedua. Tiga gol tandang dicetak pasukan Mauricio Pochettino, yang kesemuanya diborong Lucas Moura pada menit 55, 59 dan 90+6, yang memastikan tiket ke final bagi The Lilywhites –julukan Tottenham.

Dengan pencapaian ini, Tottenham pun sukses menapaktilas jejak Manchester United besutan Sir Alex Ferguson pada 1999 silam.

Seperti diketahui, tim Man United pada musim 1998/1999 amat terkenal setelah berhasil merengkuh treble, termasuk juara Liga Champions.

Seperti dilansir OptaJaya, Tottenham asuhan Pochettino merupakan tim kedua sepanjang sejarah kompetisi, yang bisa membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-2 terlebih dahulu pada laga semifinal Liga Champions sejak Man United melakukannya pada Juventus pada 1999.

Kala itu, Juventus menjamu Man United pada leg kedua semifinal dalam agregat 1-1. Juve sempat unggul cepat 2-0, namun David Beckham dan kawan-kawan mampu menyamakan kedudukan jelang half-time, sebelum mencetak satu gol tambahan pada babak kedua yang membuat mereka menang dengan skor 3-2 di Turin dan lolos ke final.

Kembali ke Tottenham, tim asal London Utara itu akan menantang Liverpool, yang sukses menyingkirkan Barcelona di semifinal, pada partai final Liga Champions musim ini.

All-English final ini rencananya akan dihelat pada 2 Juni mendatang, dengan Estadio Wanda Metropolitano di Spanyol menjadi venue laga.

Daftar Top Skor Liga Champions : Lionel Messi Sudah Tak Terkejar

Suara.com – Babak semifinal Liga Champions telah selesai digelar. Bintang Barcelona Lionel Messi masih tetap bertahan di puncak top skor Liga Champions meski skuatnya dipastikan gagal ke final Liga Champions.

Messi gagal mencetak gol saat Barcelona bertandang ke Anfield, Rabu (8/5/2019) kemarin. Bahkan Barcelona harus tersingkir setelah Liverpool melakukan comeback dramatis menang 4-0 dan lolos ke final setelah unggul agregat 4-3.

Artinya Lionel Messi sudah tidak memiliki kans menambah golnya. Bintang Barcelona ini telah mencetak 12 gol namun koleksi gol Messi tampaknya sudah tidak dapat lagi terkejar oleh para pemain lainnya.

Striker Bayern Munich, Robert Lewandowski merupakan pesaing terdekat Messi setelah terpaut empat gol. Namun Lewandowski telah mentok di delapan gol setelah timnya tersingkir.

Sergio Aguero (Manchester City), Cristiano Ronaldo (Juventus), Moussa Marega (FC Porto), Dusan Tadic (Ajax Amsterdam) yang telah mencetak enam gol, juga dipastikan sudah tidak bisa nenambah gol setelah timnya tersingkir.

Sementara trio depan Liverpool, Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah, masing-masing baru membukukan empat gol. Sedangkan striker Tottenham Hotspur Harry Kane baru mencetak lima gol.

Dengan tersisa laga final, Messi hampir dipastikan akan menjadi top skor Liga Champions musim 2018/2019 ini. Sebelumnya, Messi telah lima kali merasakan menjadi top skor di Liga Champions.

Daftar top skor Liga Champions :

12 Gol : Lionel Messi (Barcelona)
8 Gol: Robert Lewandowski (Bayern)
6 Gol: Cristiano Ronaldo (Juventus), Dusan Tadic (Ajax), Sergio Aguero (Man. City), Moussa Marega (Porto),
5 Gol: Edin Dzeko (Roma), Raheem Sterling (Man City), Neymar (PSG), Harry Kane (Tottenham), Paulo Dybala (Inter Milan), Andrej Kramari (Hoffenheim).

Gusti Randa Ungkap Alasan Statuta PSSI Harus Direvisi

Suara.com – Komite Eksekutif (Exco) PSSI telah memutuskan Kongres Luar Biasa (KLB) digelar pada 13 Juli 2019. Namun, tidak ada agenda pemilihan ketua umum di KLB Juli mendatang.

Lantas apa saja yang jadi pembahasan di KLB nanti? revisi statuta PSSI akan menjadi bahan pembicaraan selain revisi kode pemilihan PSSI, dan pemilihan anggota Komite Pemilihan serta Komite Banding Pemilihan.

Sementara untuk pemilihan ketua umum akan jatuh Januari 2020 pada saat digelarnya Kongres Biasa atau biasa disebut Kongres Tahunan. Tidak hanya ketua umum, seluruh Exco akan dirombak saat itu pula.

Anggota Exco PSSI, Gusti Randa menyebutkan pelaksanaan KLB sudah sesuai dengan amanah yang diberikan oleh FIFA. Gusti juga menambahkan pentingnya revisi statuta PSSI untuk organisasi ke depannya.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Gusti Randa. [Suara.com / Arief APRIADI]Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Gusti Randa. [Suara.com / Arief APRIADI]

“Agenda KLB soal pembentukan komite pemilihan dan statuta, statuta harus direvisi karena pertimbangan zaman yang harus up to date. Seperti saat berhalangannya ketua umum maka ketua umum itu harus diganti anggota tertua,” kata Gusti Randa.

Agenda yang telah disusun menuju kepengurusan baru menurut Gusti bukanlah keinginan dari PSSI. Melainkan saran atau masukan dari FIFA.

FIFA ingin persiapan matang dilakukan, seperti membentuk Komite Pemilihan hingga Komite Banding Pemilihan.

“KLB itu bukan maunya PSSI, tetapi itu setelah PSSI dapat surat dari FIFA. Salah satunya agenda pada KLB nanti harus ada komite pemilihan di bulan Juni nanti,” ia menambahkan.

“Dalam surat PSSI juga mengatakan, setelah terbentuk itu ada roadmap. Pada Kongres Tahunan PSSI, FIFA mengamanatkan menjadi kongres tahunan biasa, tetapi agenda pemilihan yang jatuhnya 2020 nanti,” pungkasnya.

Jadi Pahlawan Tottenham, Lucas Moura Tak Jemawa

Suara.com – Penyerang Tottenham Hotspur, Lucas Moura, menjadi pahlawan kemenangan timnya atas Ajax Amsterdam dengan skor 3-2 di leg kedua semifinal Liga Champions 2018/2019 di Johan Cruijff Arena, Kamis (9/5/2019). Ia sukses mencetak seluruh gol Spurs dan membawa timnya melaju ke partai final.

Apa yang dilakukan Lucas Maura pun terbilang heroik karena diciptakan pada momen-momen genting dan waktu yang krusial. Sempat tertinggal dua gol, ia melesatkan tiga gol untuk Spurs yang masing-masing terjadi pada menit ke-55, 59′, dan 90+6′.

Kemenangan itu pun membuat skor agregat kedua tim menjadi 3-3. Namun, karena Spurs lebih unggul dalam agresivitas gol tandang, mereka akhirnya yang berhak mendapatkan satu tiket ke partai final.

Lucas Moura pun teramat bahagia bisa membawa timnya melaju ke final Liga Champions. Alih-alih jemawa, ia merasa keberhasilan ini tak lepas dari perjuangan seluruh pemain Tottenham Hotspur yang memiliki tekad kuat untuk memenangkan pertandingan.

“Mustahil untuk menjelaskan apa yang saya rasakan. Saya sangat, sangat bahagia dan bangga dengan rekan satu tim saya. Kami selalu percaya pada saat ini, bahwa itu mungkin. Kami memberikan segalanya dan layak untuk merasakan momen ini. Kami adalah keluarga. Mustahil untuk dijelaskan – mustahil,” kata Moura di laman resmi UEFA, Kamis (9/5/2019).

“Saya selalu percaya pada rekan setim saya. Kami memiliki banyak kualitas, bahkan tanpa pemain kunci. Inilah tim kami, inilah keluarga kami. Kami perlu bertarung di setiap pertandingan seperti ini. Saya hanya harus mengucapkan terima kasih kepada rekan setim saya atas apa yang saya peroleh di sini di Tottenham, ini tidak bisa dipercaya,” tuturnya menutup.

Keberhasilan melaju ke partai final Liga Champions ini pun menjadi sejarah baru bagi Tottenham Hotspur. Ini merupakan kali pertama bagi mereka mencicipi laga puncak Liga Champions selama 136 tahun berdiri.

Di partai puncak nanti, Tottenham akan menghadapi lawan yang sudah tidak asing lagi, yakni menghadapi tim sesama kontestan Liga Primer Inggris, Liverpool. Sebelumnya, Liverpool berhasil menyingkirkan Barcelona di babak semifinal dengan agregat 4-3.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Bukan Hanya Taktik, Ini Faktor Utama Kebangkitan Tottenham Hotspur

Suara.com – Tottenham Hotspur secara mengejutkan sukses mengukir comeback dramatis saat melawan Ajax Amsterdam. Sempat tertinggal dua gol di babak pertama, Spurs kemudian berbalik menang 3-2, sehingga lolos ke partai final Liga Champions 2018/2019.

Kendati menang, Spurs mengawali laga leg kedua semifinal Liga Champions dengan buruk. Bertanding di Johan Cruyff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB, Christian Eriksen cs harus kebobolan di menit kelima lewat tandukan Matthijs de Ligt.

Alih-alih membalas ketertinggalan, Spurs justru kecolongan satu gol lagi lewat aksi Hakim Ziyech yang sukses melesakkan tendangan keras pada menit ke-35. Agregat pun berubah menjadi 3-0 untuk keunggulan pasukan de Godenzonen.

Lantaran berhutang defisit tiga gol, Tottenham bukannya makin terpuruk. Anak asuh Mauricio Pochettino itu justru bangkit di babak kedua dengan mencetak tiga gol lewat aksi Lucas Moura pada menit ke-55, 59′, dan 90+6′.

Menyadari kemenangan tersebut sangatlah krusial, gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen, menyebut bahwa penentunya bukanlah taktik semata. Menurutnya, mentalitas dan tekad yang menjadi pembeda.

”Hari ini, pertandingannya bukan soal taktik, ini soal perjuangan dan tekad. Penampilan dari hati dan Lucas Moura, dialah penentu kemenangannya,” ungkap Christian Eriksen, seperti dikutip dari BBC.

”Dia layak dengan ini, sebuah musim yang bak rollercoaster, untuknya membawa kami ke final. Kami pun terbuai, tak ada kata-kata yang cukup untuk ini,” tuturnya menambahkan.

Sebagai informasi, Tottenham Hotspur akan menantang tim sesama kontestan Liga Primer Inggris, Liverpool. Sebelumnya, Liverpool berhasil menyingkirkan Barcelona di babak semifinal dengan agregat 4-3. (Bolatimes)

Hadapi Persipura, Pelatih PSS Sleman Tak Siapkan Strategi Khusus

Suara.com – PSS Sleman akan menjamu Persipura Jayapura dalam pertandingan uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (9/5/2019) malam WIB. Pertandingan tersebut diprediksi menjadi yang terakhir sebelum kick-off Liga 1 2019.

Menjelang pertandingan tersebut, pelatih PSS Sleman, Seto Nurdoyantoro, mengaku tidak ada persiapan khusus yang dilakukan. Ia mengaku laga kontra tim Mutiara Hitam tak ubahnya seperti laga uji coba yang lainnya.

“Tidak ada yang khusus. Tetap kita persiapkan seperti uji tanding yang lainnya. Cuma harapannya lebih fokus, tapi santai,” kata Seto Nurdiyantoro usai memimpin latihan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (8/5/2019).

Pelatih berlisensi AFC Pro itu juga menegaskan bukan hasil yang menjadi target utama. Ia lebih ingin Bagus Nirwanto dan kolega bisa belajar dari situasi menghadapi tim kuat seperti Persipura.

“Target tentunya bukan masalah hasil. Hasil tidak saya bicarakan, tapi pasti ada mental untuk memenangkan pertandingan harus ada,” ujar pelatih 44 tahun itu.

“Yang saya mau bagaimana mereka bermain, menghadapi tim Persipura yang notabene dari tahun ke tahun selalu finis 5 besar, itu harus kita banyak belajar. Bagaimana menghadapi situasi seperti,” tuturnya menambahkan.

Persipura Jayapura akan menjadi lawan selevel ketiga dan terakhir PSS Sleman sebelum terjun di Liga 1 2019. Sebelumnya, skuat Super Elang Jawa bermain sama kuat dengan Badak Lampung FC dan menang tipis 1-0 atas PSIS Semarang.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Harry Kane Berharap Bisa Perkuat Tottenham di Final Liga Champions

Suara.com – Striker Tottenham Hotspur Harry Kane memuji performa rekan setimnya yang luar biasa saat mengalahkan Ajax Amsterdam. Harry Kane berharap dirinya sudah dapat fit untuk memperkuat Tottenham menghadapi Liverpool di final Liga Champions.

Tottenham melakukan comeback dramatis mengalahkan Ajax 3-2 di leg kedua semifinal Liga Champions di Johan Cruijff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB Pada laga itu Lucas Moura menjadi bintang kemenangan Spurs dengan mencetak hat-trick.

Namun, Harry Kane hanya dapat menyaksikan perjuangannya dari pinggir lapangan. Striker internasional Inggris ini masih belum bisa tampil mbantu Tottenham setelah dibekap cedera engkel.

Meski demikian, Harry Kane berharap dirinya sudah dapat pulih untuk memperkuat Tottenham menghadapi Liverpool di final Liga Champions yang akan digelar di Wanda Metropolitano, Madrid pada 1 Juni 2019.

Pemain depan Tottenham asal Brazil Lucas merayakan kemenangan dengan rekan satu timnya di akhir pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Ajax Amsterdam melawan Tottenham Hotspur di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Belanda, Kamis (9/5) dini hari WIB. [Adrian DENNIS / AFP]Pemain depan Tottenham asal Brazil Lucas merayakan kemenangan dengan rekan satu timnya di akhir pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Ajax Amsterdam melawan Tottenham Hotspur di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Belanda, Kamis (9/5) dini hari WIB. [Adrian DENNIS / AFP]

“Mudah-mudahan, rehabilitasi berjalan baik,” kata Harry Kane kepada BT Sport. “Saya memulai berlatih berlari lurus pekan lalu. Itu sebabnya saya baik baik saja hari ini. Masih ada waktu seminggu.”

Harry Kane pun memuji performa dan semangat skuatnya saat mengalahkan Ajax, terutama setelah Spurs bangkit lewat hat-trick Lucas Moura setelah sempat tertinggal dua gol.

“Luar biasa,” puji Kane. “Di babak pertama mengecewakan, kami membiarkan mereka bermain dan mereka mencetak dua gol. Di babak pertama kami hanya mengatakan bahwa 45 menit selanjutnya kami harus mberikan segalanya,” seperti dilansir Scoresway.

“Saat Lucas mencetak dua gol pikir kami akan mencetak gol tetapi ketika Jan [Vertonghen] membentur mistar gawang Anda berpikir itu saja, kemudian Lucas mencetak gol dengan penyelesaian yang baik di akhir. Saya tak bisa bicara,” pungkas Harry Kane.

Bawa Tottenham ke Final Liga Champions, Lucas Sampai Kehilangan Kata-kata

Suara.com – Lucas Moura sulit untuk menjelaskan perasaanya setelah membawa Tottenham Hotspur untuk pertama kalinya ke final Liga Champions. Lucas menjadi bintang kemenangan Tottenham setelah mencetak hat-trick saat mengalahkan Ajax Amsterdam.

Pada laga di Johan Cruijff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB. Ajax sempat memimpin lebih dulu 2-0 di babak pertama. Gol tuan rumah masing – masing dicetak oleh Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech.

Tottenham mampu bangkit di babak kedua. Lucas Moura menjadi bintang kemenangan bagi Spurs dalam laga ini setelah mencetak hat-trick, dimana gol ketiganya dilesakkan saat laga memasuki injury time.

Dengan kemenangan agregat kedua tim ini menjadi 3-3, namun Spurs lolos ke final karena agresivitas gol tandang. usai pertandingan, Lucas merasa bahagia bisa membantu Tottenham ke final.

Pemain Tottenham Hotspur Lucas Moura merayakan golnya ke gawang Ajax Amsterdam di leg kedua semifinal Liga Champions. JOHN THYS / AFPPemain Tottenham Hotspur Lucas Moura merayakan golnya ke gawang Ajax Amsterdam di leg kedua semifinal Liga Champions. JOHN THYS / AFP

“Ini sangat sulit dijelaskan apa yang saya rasakan saat ini,” kata Lucas Moura kepada BT Sport. “Saya sangat, sangat bahagia, sangat, sangat bangga dengan rekan setim saya.

“Kami selalu yakin pada saat ini” Kami selalu berpikir itu mungkin dan kami memberikan segalanya di lapangan,” lanjut pemain internasional Brasil ini, seperti dilansir Scoresway.

“Kami adalah keluarga, tidak mungkin untuk menjelaskan, saya sangat senang, itu adalah hadiah yang luar biasa dari Tuhan dan saya ingin membagikannya dengan rekan satu tim saya, keluarga saya dan semua teman saya.”

“Ini bukan hanya saya, ini rekan satu tim dan kerja tim saya, Ini terlalu sulit untuk bermain di sini melawan Ajax, Mereka bermain sangat baik.”

“Tapi kami memiliki banyak kualitas, bahkan tanpa pemain kunci, kami melakukannya dengan sangat baik, saya sangat bangga, itu tim kami, itu keluarga kami dan kami harus berjuang di semua pertandingan seperti ini.”

Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino memeluk Lucas Moura yang menjadi bintang kemenangan skuatnya usai mengalahkan tuam rumah Ajax Amsterdam di leg kedua semifinal Liga Champions. Adrian DENNIS / AFPManajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino memeluk Lucas Moura yang menjadi bintang kemenangan skuatnya usai mengalahkan tuam rumah Ajax Amsterdam di leg kedua semifinal Liga Champions. Adrian DENNIS / AFP

“Sepak bola luar biasa, itu memberi kita momen seperti ini, kita tidak bisa membayangkan, kita perlu menikmatinya, ini adalah momen besar, momen terbaik dalam karir saya.”

“Saya hanya dapat mengucapkan terima kasih kepada rekan satu tim saya karena saya tinggal di sini di Tottenham adalah hal yang sulit dapat dipercaya, saya sangat bahagia,” pungkas Lucas Moura.

Kini Tottenham bersiap menghadapi tim Inggris lainnya, Liverpool pada final Liga Champions pada 1 Juni 2019. Ini menjadi final pertama bagi Spurs di Liga Champions dan menjadi All English Final kedua setelah Manchester United vs Chelsea pada 2008.

Meneteskan Air Mata, Pochettino Sanjung Pemain Tottenham Sebagai Pahlawan

Suara.com – Tottenham Hotspur melakukan comeback dramatis mengalahkan Ajax Amsterdam dan melaju ke final Liga Champions. Manajer Tottenham Mauricio Pochettino tidak dapat menahan air matanya bahagia melihat perjuangan para pahlawan skuatnya mengalahkan Ajax.

Tottenham sempat tertinggal 0-1 lebih dulu di kandang saat leg pertama pekan lalu. Namun The Lilywhites mampu membalikkan kedudukan dan tuan rumah Ajax Amsterdam 3-2 pada leg kedua, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.

Pada laga di Johan Cruijff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB. Ajax sempat memimpin lebih dulu 2-0 di babak pertama. Gol tuan rumah masing – masing dicetak oleh Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech.

Tottenham mampu bangkit di babak kedua. Lucas Moura menjadi bintang kemenangan bagi Spurs dalam laga ini setelah mencetak hat-trick, dimana gol ketiganya dilesakkan saat laga memasuki injury time.

Para pemain Tottenham merayakan kemenangan mereka di akhir pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions antara Ajax Amsterdam melawan Tottenham Hotspur di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Belanda, Kamis (9/5) dini hari WIB. [Adrian DENNIS / AFP]Para pemain Tottenham merayakan kemenangan mereka di akhir pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions antara Ajax Amsterdam melawan Tottenham Hotspur di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Belanda, Kamis (9/5) dini hari WIB. [Adrian DENNIS / AFP]

Hasil itu membuat agregat kedua tim sama 3-3 namun Tottenham berhak lolos ke final setelah unggul agresivitas gol tandang.  Usai laga, Mauricio Pochettino tidak kuasa meneteskan air mata kebahagian melihat usaha para pemainnya.

“Masih sulit bicara. Emosinya luar biasa, terima kasih untuk sepakbola. Pemain saya adalah pahlawan – pada tahun lalu saya memberi tahu semua orang bahwa grup ini adalah pahlawan,” kata Pochettino kepada BT Sport.

“Babak kedua mereka luar biasa. Terima kasih sepakbola – jenis emosi tanpa sepakbola ini tidak mungkin. Terima kasih untuk semua orang yang percaya pada kami. Menggambarkan hal ini dengan kata-kata itu sulit,” ujarnya.

“Kami berbicara sebelum pertandingan bahwa ketika Anda bekerja dan ketika Anda merasa itu bukan tekanan, itu adalah semangat tim. Kami menunjukkan bahwa kami menyukai olahraga dan sepakbola. Hari ini luar biasa.”

“Sulit untuk bersaing di level ini. Saya bersyukur menjadi pelatih,” lanut manajer asal Argentina ini.

Pemain Tottenham Hotspur Lucas Moura merayakan golnya ke gawang Ajax Amsterdam di leg kedua semifinal Liga Champions. Adrian DENNIS / AFPPemain Tottenham Hotspur Lucas Moura merayakan golnya ke gawang Ajax Amsterdam di leg kedua semifinal Liga Champions. Adrian DENNIS / AFP

Namun, secara khusus Pochettino memberikan pujian khusus pada Lucas Moura yang menjadi bintang kemenangan di laga ini . “Mereka semua adalah pahlawan tetapi [Lucas Moura] adalah seorang pahlawan super, dia pantas mendapatkannya.”

Kini Tottenham akan menghadapi tim Inggris lainnya, Liverpool pada final Liga Champions pada 1 Juni 2019. Ini menjadi final pertama bagi Spurs di Liga Champions dan menjadi All English Final kedua setelah Manchester United vs Chelsea pada 2008.

5 Fakta Menarik Usai Tottenham Depak Ajax dan Lolos ke Final Liga Champions

Suara.com – Tottenham Hotspur melaju ke final Liga Champions setelah menyingkirkan Ajax Amsterdam. Berikut lima fakta menarik usai Tottenham Hotspur menang dramatis atas Ajax 3-2 di leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.

Pada laga di Johan Cruijff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB. Ajax sempat memimpin lebih dulu 2-0 di babak pertama. Gol tuan rumah masing – masing dicetak oleh Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech.

Namun Tottenham mampu bangkit di babak kedua. Lucas Moura menjadi bintang kemenangan bagi Spurs dalam laga ini setelah mencetak hat-trick, dimana gol ketiganya dilesakkan saat laga memasuki injury time.

Dengan hasil tersebut Spurs menang 3-2 atas Ajax Amsterdam. Agregat kedua tim menjadi 3-3 namun Tottenham berhak lolos ke final karena agresivitas gol tandang.

Penyerang Tottenham Lucas, merayakan golnya setelah mencetak gol selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Ajax Amsterdam melawan Tottenham Hotspur di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Belanda, Kamis (9/5) dini hari WIB. [Adrian DENNIS / AFP]Penyerang Tottenham Lucas, merayakan golnya setelah mencetak gol selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Ajax Amsterdam melawan Tottenham Hotspur di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Belanda, Kamis (9/5) dini hari WIB. [Adrian DENNIS / AFP]

Sementara di final Liga Champions, Tottenham Hotspur sudah ditunggu oleh tim Inggris lainnya, Liverpool yang lebih dulu lolos setelah menyingkirkan Barcelona lewat comeback dramatis di Anfield.

Berikut 5 fakta menarik usai laga Ajax Amsterdam vs Tottenham Hotspur di leg kedua semifinal Liga Champions yang dihimpun dari Opta.

1. Tottenham Hotspur untuk pertama kalinya mencapai final Piala Eropa / Liga Champions.

2. Spurs enjadi tim kedua dalam sejarah Liga Champions yang mencapai final setelah kalah di leg pertama semifinal di kandang. Sebelumnya justru dibuat Ajax saat melawan Panathinaikos pada musim 1995-96.

3. Partai final Juni nanti akan menjadi final kompetisi Eropa ketiga yang menampilkan dua tim Inggris, setelah final Piala UEFA 1972 antara Spurs dan Wolves dan final Liga Champions 2008 antara Manchester United dan Chelsea.

4. Matthijs de Ligt, 19 tahun, menjadi pemain muda keempat yang mencetak gol di Liga Champions semi final, bergabung dengan Nordin Wooter (Ajax, 1996), Obafemi Martins (Inter, 2003) dan Kylian Mbappe (Monako, 2017).

5. Lucas Moura menjadi pemain kelima yang mencetak hat-trick di semi final Liga Champions dan yang pertama sejak Cristiano Ronaldo untuk Real Madrid saat melawan Atletico pada Mei 2017.

Hasil Liga Champions: Liverpool vs Tottenham Hotspur di Final

Suara.com – Tuntas sudah laga semifinal Liga Champions digelar. Hasilnya dua tim Inggris, Tottenham Hotspur dan Liverpool akan berlaga di partai puncak final Liga Champions musim 2018/2019.

Tottenham Hotspur memastikan lolos ke final setelah menang dramatis 3-2 atas Ajax Amsterdam di leg kedua, Kamis (8/5/2019) dini hari WIB. Dengan hasil itu agregat kedua tim menjadi 3-3 namun Spurs berhak lolos karena agresivitas gol tandang.

Lucas Moura menjadi bintang kemenangan Tottenham Hotspur di laga ini. Tuan rumah Ajax sempat memimpin lebih dulu 2-0 di babak pertama lewat gol Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech.

Sementara Spurs mampu bangkit di babak kedua. Lucas Moura pun sukses mencetak hat-trick di babak kedua dan gol terakhirnya dicetak oleh pemain Tottenham Hotspur ini di saat memasuki injury time.

Pemain Tottenham Hotspur Lucas Moura merayakan golnya ke gawang Ajax Amsterdam di leg kedua semifinal Liga Champions. Adrian DENNIS / AFPPemain Tottenham Hotspur Lucas Moura merayakan golnya ke gawang Ajax Amsterdam di leg kedua semifinal Liga Champions. Adrian DENNIS / AFP

Dengan hasil ini, Tottenham melaju ke final Liga Champions. Sementara Liverpool telah lebih dulu memastikan lolos ke final  Liga Champions setelah melakukan comeback dramatis mengalahkan Barcelona 4-0 setelah sempat tertinggal 0-3 di leg pertama.

Kemenangan 4-0 tersebut membuat Liverpool menang agregat 4-3. Pada laga di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB, Divock Origi dan Georginio Wijnaldum masing masing mencetak dua gol bagi kemenangan Liverpool.

Sementara laga final Liga Champions akan digelar di Wanda Metropolitano 1 Juni mendatang. Kedua tim Inggris ini akan memastikan siapa yang berhak menjadi juara di Liga Champions musim ini.

Hasil Liga Champions leg kedua semifinal :

Pertandingan Kamis (9/5/2019) dini hari WIB :

Ajax Amsterdam 2 : (Matthijs de Ligt 5′, Hakim Ziyech 35′)
Tottenham Hotspur 3: ( Lucas Moura 55′, 59′ dan 96′)

Pertandingan Rabu (8/5/2019) dini hari WIB :

Liverpool 4 : (Divock Origi 7,79, Georginio Wijnaldum 54′,56′)
Barcelona 0

Taklukkan Ajax, Tottenham Hotspur Melaju ke Final Liga Champions

Suara.com – Tottenham Hotspur secara dramatis melaju ke final Liga Champions setelah di leg kedua semifinal menang 3-2 atas Ajax Amsterdam. Lucas Moura menjadi bintang kemenangan Spurs setelah mencetak hat-trick dalam laga ini.

Pada pertandingan yang digelar di Johan Cruijff Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB. Ajax memimpin lebih dulu lewat gol Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech. Namun Tottenham mampu membalasnya lewat hat-trick Lucas Moura di babak kedua.

Dengan hasil tersebut agregat menjadi  sama 3-3 namun Spurs berhak lolos ke final Liga karena agresivitas gol tandang. Itu artinya, Tottenham akan menghadapi tim Inggris lainnya, Liverpool di final Liga Champions setelah mengalahkan Barcelona.

Jalannya Pertandingan

Ajax langsung menekan di awal pertandingan. Sebuah peluang dimiliki Dusan Tadic lewat sepakan kaki kirinya memanfaatkan umpan Hakim Ziyech namun bola masih dapat ditepis kiper Hugo Lloris di menit ke-4 yang menghasilkan sepak pojok.

Tuan rumah pun mampu memaksimalkan sepak pojok menjadi gol. Matthijs de Ligt sukses menjebol gawang Tottenham lewat sundulannya setelah menyambut sepak pojok yang dilepaskan oleh Lasse Schöne.

Gelandang Ajax Hakim Ziyech (kanan) merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur di leg kedua semifinal Liga Champions. EMMANUEL DUNAND / AFPGelandang Ajax Hakim Ziyech (kanan) merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur di leg kedua semifinal Liga Champions. EMMANUEL DUNAND / AFP

Sementara Tottenham mencoba membalas ketertinggalannya. Namun usaha Christian Eriksen lewat sepakan kaki kanannya di tengah kotak penati masih melenceng tipis di samping kanan gawang Ajax di menit keenam.

Kembali Spurs melanjutkannnya tekanannya. Namun tembakan kaki kanan Son Heung-Min dan juga peluang Christian Eriksen di menit ke-24 masih dapat diamankan kiper Andre Onana

Sementara Ajax kembali melakukan tekanan dan sebuah peluang dimiliki oleh Dusan Tadic lewat sepakan kaki kirinya dari sudut sempit namun bola masih melenceng tipis di samping gawang di menit ke-30.

Lima menit berselang Ajax sudah berhasil unggul 2-0 atas Tottenham. Gol Ajax dicetak oleh Hakim Ziyech lewat sepakan kaki kirinya dari sisi kiri kotak penalti setelah menyelesaikan umpan tarik Dusan Tadic.

Sementara Spurs masihi kesulitan untuk melakukan ancaman ke gawang Ajax. Hingga turun minum Ajax masih tetap menjaga keunggulannya 2-0 atas Spurs atau agregat 3-0.

Di babak kedua, Spurs mulai menambah tekanannya mengejar ketertinggalanya. Ancaman dilakukan oleh Dele Alli lewat sepakan kaki kanannya dari dalam kotak penalti namun masih dapat ditepis oleh kiper Andre Onana di menit ke-53.

Sementara sundulan Fernando Llorente menyambut sepak pojok masih melenceng dari target. Namun di menit ke-55, Tottenham berhasil menjebol gawang Ajax lewat sepakan kaki kiri Lucas Moura setelah melakukan kerja sama dengan Dele Alli.

Pemain Tottenham Hotspur Lucas Moura merayakan golnya ke gawang Ajax Amsterdam di leg kedua semifinal Liga Champions. Adrian DENNIS / AFPPemain Tottenham Hotspur Lucas Moura merayakan golnya ke gawang Ajax Amsterdam di leg kedua semifinal Liga Champions. Adrian DENNIS / AFP

Skor pun menjadi 1-2. Gol tersebut membuat para pemain Spurs semakin bersemangat menekan. Hasilnya Moura kembali berhasil menjebol gawang Ajax lewat sepakan kaki kirinya setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Sementara Ajax masih mencoba lepas dari tekanan dan balik menekan. Namun usaha Daley Blind lewat sepakannnya dari luar kotak penalti masih melambung di menit ke-62. Sedangkan sepakan kiri Hakim Ziyech masih berada tipis di samping kanan gawang.

Ancaman dimiliki oleh Ajax di menit ke-78 lewat Ziyech namun sepakannya kaki kirinya kali ini masih membentur tiang kanan gawang Spurs. Namun Spurs masih belum menyerah dan masih melanjutkan tekanannya.

Pertandingan tampaknya akan berakhir imbang hingga memasuki akhir laga. Namun di saat injury time, Lucas Moura berhasil menjebol gawang Ajax lewat sepakan kaki kanannya dan memastikan Spurs lolos ke final Liga Champions

Para pemain Tottenham Hotspur merayakan kemenangan atas Ajax Amsterdam 3-2 di leg kedua semifinal Liga Champions dan memastikan lolos ke final. Adrian DENNIS / AFPPara pemain Tottenham Hotspur merayakan kemenangan atas Ajax Amsterdam 3-2 di leg kedua semifinal Liga Champions dan memastikan lolos ke final. Adrian DENNIS / AFP

Susunan pemain :

Ajax Amsterdam : Andre Onana; Noussair Mazraoui, Matthijs de Ligt, Daley Blind, Nicolas Tagliafico; Lasse Schone (Joel Veltman 60′), Frenkie de Jong; Hakim Ziyech, Donny van de Beek (Lisandro Magallan 90′, Dusan Tadic; Kasper Dolberg (Daley Sinkgraven 67′).

Tottenham Hotspur: Hugo Lloris; Kieran Trippier (Erik Lamela 81′), Toby Alderweireld, Danny Rose; Moussa Sissoko, Victory Wanyama (Fernando Llorente 46′), Christian Eriksen; Dele Alli; Son Heung-min, Lucas Moura.

Persipura Rekrut Mantan Bomber Madura United

Suara.com – Mantan striker Madura United Mamadou Samassa merapat ke Persipura Jayapura guna mengisi satu slot pemain asing pada lini depan tim yang telah empat kali juara Liga Indonesia itu.

“Manajemen sepakat untuk kontrak Mamadou untuk memperkuat lini depan tim Persipura Jayapura,” kata juru bicara Persipura Eveerth Zakarias Joumilena di Jayapura, Rabu (8/5/2019).

Menurut dia, pada musim lalu saat bersama Madura United, pemain yang pernah membela Timnas Perancis U21 itu bermain gemilang karena selama 13 tampil di lapangan hijau sudah mencetak 6 gol yang satu diantaranya dilesakkan ke gawang Persipura.

“Kita putuskan untuk merekrut Mamadou Samassa karena tahun lalu dia bermain di Indonesia sehingga tidak harus mengurus International Transfer Certificate (ITC), kita hanya perlu mengurus visa dan Kitas saja,” kata Eveerth.

“Mamadou berjanji siap bekerja keras bersama pemain dan tim Persipura Jayapura,” ujarnya.

Selain Mamadou, Eveerth menambahkan ada satu pemain muda lokal yang dikontrak tim untuk memperkuat Persipura musim ini. Pemain muda itu bernama Theofilo Numberi.

“Ada satu lagi posisi untuk pemain lokal saat ini, yang sedang kita usahakan untuk segera bisa didaftarkan, yakni pemain muda atas nama Theofilo Numberi,” tutupnya seperti dimuat Antara.

Pemilihan Ketum PSSI Lamban, Persipura Nilai Ada Kejanggalan

Suara.com – PSSI melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) telah menetapkan Kongres Luar Biasa (KLB) digelar pada 13 Juli 2019. Namun, dalam KLB tersebut tidak ada agenda pemilihan ketua umum PSSI.

Dalam KLB nanti hanya ada tiga agenda yang dibahas yaitu revisi statuta PSSI, revisi kode pemilihan PSSI, dan pemilihan anggota Komite Pemilihan serta Komite Banding Pemilihan.

Sementara untuk pemilihan ketua umum, akan dibahas pada Kongres Biasa atau yang sering disebut Kongres Tahunan pada Januari 2020. Pada Kongres Biasa nanti, 15 Exco PSSI akan dirombak dengan rincihan satu ketua umum, dua wakil ketua umum, dan 12 anggota.

PSSI berdalih jika pemilihan ketua umum yang berlangsung pada Januari mendatang, telah sesuai dengan amanah atau rekomendasi yang disampaikan oleh FIFA.

Menanggapi hal tersebut, asisten manajer Persipura Jayapura, Ridwan ‘Bento’ Madubun menilai adanya kejanggalan. Ridwan berharap pemilihan kepengurusan baru PSSI bisa digelar secepatnya, tanpa harus menunggu berakhirnya periode kepengurusan saat ini.

“Di benak kita ada yang sedang berusaha melanggengkan kekuasaan kan jadi gitu. Kalau benar gitu kita sayangkan. Semoga dugaan kita gak benar. Kalau benar kita sayangkan. Jangan karena kekuasaan kita korbankan yang lain,” kata Ridwan saat ditemui di acara manajer meeting Liga 1 yang digelar di Hotel Sultan, Senayan, Selasa (7/5/2019).

Mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (mengenakan rompi) digiring petugas sebelum meninggalkan Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (12/4). [Suara.com/Arief Hermawan P]Mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (mengenakan rompi) digiring petugas sebelum meninggalkan Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (12/4). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Saat ini, sejumlah petinggi PSSI sudah ditahan oleh Satgas Antimafia Bola. Sebut saja Joko Driyono, Johar Lin Eng, Hidayat, dan Dwi Irianto.

Penangkapan petinggi-petinggi PSSI tersebut membuat kepercayaan masyarakat kepada PSSI saat ini hilang. Belum lagi, posisi yang ditinggalkan pengurus yang sudah ditangkap harus segera diisi.

“Bisa cepat kenapa harus lama? Tapi, Exco sudah memutuskan. Ini kan kita bicara upaya pembuktian kepada publik bahwa kita ingin bersih. Ingin sepak bola kita bersih dan baik,” ujar Ridwan.

“Hal paling utama adalah apa yang sudah dilakukan satgas harus ditindak lanjuti. Caranya gimana? Apa yang menurut Satgas tidak beres di dalam, mari kita bersihkan,” ia menambahkan.

“Seperti satgas, kan sudah umumkan bahwa Exco ada sekian yang terlibat, dari jumlah yang mereka sebutkan kan menyayat sekali. Kita sedih lah banyak sekali,” pungkasnya.

Tak Berkutik di Anfield, Messi Dibela Balotelli

Suara.com – Kenyataan pahit lagi-lagi harus diterima Barcelona. Setelah di musim lalu tersingkir di babak perempat final berkat comeback fantastis AS Roma, musim ini Barcelona yang selangkah lagi mencapai partai puncak kembali mengalami kegagalan.

Sebagaimana diketahui, datang ke Anfield dengan keunggulan agregat 3-0, Barcelona kembali ke Spanyol dengan kepala tertunduk. Dalam laga semifinal leg kedua yang berlangsung Rabu (8/5/2019), Los Cules dibantai Liverpool 4-0.

Keajaiban yang terjadi di markas Liverpool itupun mengkandaskan mimpi pelatih Ernesto Valverde untuk menyamai prestasi dua pendahulunya, Josep Guardiola dan Luis Enrique, untuk meraih treble winner atau tiga gelar dalam satu musim.

Dalam laga itu, pemain terbaik di dunia Lionel Messi pun tak berkutik. Pemain berjuluk La Pulga hanya bisa tertunduk lesu di akhir pertandingan setelah setiap langkahnya berhasil dihentikan para pemain bertahan Liverpool yang dimotori Virgil van Dijk.

Aksi Lionel Messi ketika mencetak gol ke gawang Liverpool melalui sepakan bebas. (Jose Jordan/AFP)Aksi Lionel Messi ketika mencetak gol ke gawang Liverpool melalui sepakan bebas. (Jose Jordan/AFP)

Hujan kritik pun menerpa Barcelona, tidak terkecuali Messi yang pekan lalu dipuji habis-habisan setelah mencetak gol indah ke gawang Liverpool di leg pertama.

Messi menjadi buah bibir, striker Marseille Mario Balotelli pun memberikan pembelaan. Menurut mantan pemain Manchester City itu, kalah menang dalam sebuah pertandingan adalah hal yang biasa dan kekalahan tersebut tidak mengurangi kekaguman orang akan kehebatan pemain berjuluk La Pulga itu.

“Messi tetap alien, meski Barcelona menelan hasil buruk di pertandingan yang sangat sulit,” tulis Balotelli di akun Instagramnya.

Selain membela Messi, Balotelli juga memberikan pujian bagi bomber Juventus Cristiano Ronaldo. Sebagaimana diketahui, kiprah Ronaldo di Liga Champions musim ini terhenti lebih cepat setelah Juventus disingkirkan Ajax di babak perempat final.

Ekspresi kekecewaan megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo pada laga leg kedua perempatfinal Liga Champions 2018/2019 kontra Ajax Amsterdam di Allianz Stadium, Turin, Rabu (17/4/2019) dini hari WIB. [Filippo MONTEFORTE / AFP]Ekspresi kekecewaan megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo pada laga leg kedua perempatfinal Liga Champions 2018/2019 kontra Ajax Amsterdam di Allianz Stadium, Turin, Rabu (17/4/2019) dini hari WIB. [Filippo MONTEFORTE / AFP]

“Ronaldo tetap pemain terbaik di planet ini, meski dia tidak tampil di semifinal. Jadi semua ucapan orang itu omong kosong.”

“Anda tidak bisa menilai kehebatan keduanya (Messi dan Ronaldo) hanya karena tim mereka kalah atau tampil buruk.”

Tersingkirnya Barcelona di semifinal, sekaligus memastikan tidak adanya sosok Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo di final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak tahun 2013.

Tercatat, sejak tahun 2013 kedua pemain yang sama-sama sudah mengoleksi lima trofi Ballon d’Or itu selalu terlibat di final Liga Champions lima musim terakhir. Messi satu kali dan Ronaldo empat kali.

Ronaldo lebih mendominasi setelah tiga kali memenangi trofi Liga Champions dari empat total yang diraihnya bersama Real Madrid. Sementara Messi terakhir memenangi kompetisi ini bersama Barcelona adalah pada 2015.

Final Liga Champions terakhir tanpa kehadiran Messi atau Ronaldo adalah saat Bayern Munich mengalahkan Borussia Dortmund 2-1 pada final 2012/2013 di Wembley. Ketika itu Dortmund dilatih oleh manajer Liverpool saat ini, Jurgen Klopp.

Liverpool ke Final, Van Dijk Timba Ilmu dari Final Musim Lalu

Suara.com – Kegagalan Liverpool memenangkan trofi Liga Champions di final musim lalu menjadi pengalaman berharga bagi tim besutan Jurgen Klopp untuk melakoni partai puncak Liga Champions musim ini. Hal itu diungkapkan pemain bertahan Liverpool, Virgil van Dijk.

Sebagaimana diketahui, musim lalu Liverpool ditumbangkan Real Madrid 3-1 di partai final yang berlangsung di Kiev, Ukraina. Dalam laga tersebut, peluang Liverpool merebut gelar kandas setelah Mohamed Salah mengalami cedera dan blunder yang dilakukan oleh penjaga gawang The Reds saat itu, Loris Karius.

Musim ini, Liverpool kembali ke final usai membuat keajaiban di Anfield, Rabu (8/5/2019). Menghadapi Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions, Liverpool yang tumbang 3-0 di leg pertama, berhasil membalikkan keadaan dengan memetik kemenangan empat gol tanpa balas.

“Pengalaman (final) musim lalu jelas akan bermanfaat bagi kami,” ujar van Dijk usai kemenangan Liverpool di Anfield.

“Kami akan mengerahkan kemampuan terbaik kami untuk memenangkannya. Kami sadar, di final, apapun bisa terjadi. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi.”

Bek Liverpool Virgil van Dijk bersama manajer Jurgen Klopp dan Mohamed Salah merayakan kemenangan atas Barcelona di Anfield. Paul ELLIS / AFPBek Liverpool Virgil van Dijk bersama manajer Jurgen Klopp dan Mohamed Salah merayakan kemenangan atas Barcelona di Anfield. Paul ELLIS / AFP

Di final, Liverpool akan berhadapan dengan pemenang laga antara Ajax dan Tottenham Hotspur. Saat ini, Ajax memimpin agregat 1-0 menyusul kemenangan mereka di leg pertama yang digelar di Tottenham Hotspur Stadium pekan lalu.

Bagi van Dijk, baik Ajax maupun Tottenham, tidak bisa dipandang sebelah mata. Ajax secara mengejutkan mampu menyingkirkan juara bertahan Real Madrid di babak 16 besar dan menjungkalkan Juventus di babak perempat final.

Sementara Tottenham Hotspur berhasil menyingkirkan Manchester City di babak perempat final. Seperti diketahui, City merupakan juara bertahan Liga Inggris yang saat ini tengah bersaing ketat dengan Liverpool di papan atas klasemen.

“Jika Anda melihat kedua tim itu (Ajax dan Tottenham Hotspur), mereka adalah tim hebat. Akan sangat menyenangkan menghadapi (salah satu dari) mereka,” ujar pemain 27 tahun asal Belanda itu.

Gelar Pemusatan Latihan Timnas U-16, Bima Sakti Seleksi 45 Pemain

Suara.com – Tim nasional U-16 Indonesia akan menyeleksi 45 pemain lewat pemusatan latihan (TC) yang digelar pada 13 Mei 2019 di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

“Ini merupakan tahap pertama yang menyeleksi 45 pemain. Bulan puasa saya rasa tidak menjadi halangan bagi kami untuk melaksanakan TC. Saya sudah membuat jadwal latihan yang tepat untuk mereka,” ujar pelatih timnas U-16 Indonesia Bima Sakti, dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Namun, Bima mengaku belum bisa memberitahukan nama-nama para pemain yang mengikuti pemusatan latihan.

Yang pasti, kebanyakan para pemain tersebut berasal dari kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 PSSI.

“Nama-nama pemain akan diberitahukan lebih lanjut. Saat ini kami sedang mengumpulkan dan mempersiapkan nama-namanya terlebih dahulu. Untuk pemain, rata-rata berasal dari Elite Pro Academy U-16. Saya mendapatkan informasi dan masukan dari pelatih-pelatih lain,” tutur Bima.

Sementara terkait kesempatannya menjadi pelatih timnas U-16, Bima Sakti mengucapkan terima kasih kepada PSSI.

Pelatih timnas Indonesia pada tahun 2018 dan asisten pelatih Luis Milla di timnas U-23 tahun 2017-2018 bertekad untuk membentuk tim yang solid.

“Saya akan memaksimalkan kepercayaan yang diberikan PSSI,” kata Bima.

Timnas U-16 disiapkan untuk bermain dalam Piala AFF U-16 2019 yang berlangsung mulai 27 Juli 2019. Di turnamen itu, Indonesia berada di Grup A, bersama Myanmar, Vietnam, Timor-Leste, Singapura dan Filipina. Di laga perdana, Indonesia akan menghadapi Vietnam pada tanggal 27 Juli 2019.

Kemudian, tim berjuluk Garuda Asia itu berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 pada September 2019.

Houllier: Keberingasan Pemain Liverpool Membuat Barcelona Takut

Suara.com – Keajaiban terjadi di Anfield, Rabu (8/5/2019). Liverpool yang sebelumnya diperkirakan bakal tersingkir, mampu membalikkan keadaan dan menyingkirkan tim terbaik di dunia saat ini, Barcelona.

Menjamu Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions, Liverpool yang kalah telak 3-0 di leg pertama, berhasil membalikkan keadaan lewat kemenangan empat gol tanpa balas di leg kedua.

Divock Origi membuka kemenangan Liverpool di menit ke-7. Dua gol dari Georginio Wijnaldum di menit 54 dan 56 membuat agregat menjadi imbang. Di menit 79, Origi kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus mengunci kemenangan Liverpool atas Barcelona di semifinal Liga Champions dengan keunggulan agregat 4-3.

Menanggapi keajaiban yang terjadi di Anfield, mantan manajer Liverpool Gerard Houllier mengaku jika bekas klubnya itu pantas lolos ke babak final. Karena strategi yang diterapkan Jurgen Klopp berhasil mematikan aliran bola Barcelona, sekaligus membuat jawara La Liga itu takut.

Striker Barcelona Lionel Messi mencoba melewati pemain Liverpool selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]Striker Barcelona Lionel Messi mencoba melewati pemain Liverpool selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]

“Saya tidak tahu kenapa, hanya saja saya merasa mereka (Liverpool) bisa melaju ke final. Bahkan setelah mereka dikalahkan Barcelona,” kata Houllier seperti dikutip talkSPORT.

“Mereka tidak beruntung di Camp Nou. Ada sesuatu yang istimewa tentang tim Liverpool saat ini, dan saya selalu merasa mereka akan menang,” sambung lelaki yang pernah mengantar Liverpool menjuarai UEFA Cup (sekarang bernama Liga Europa) di musim 2000/01.

“Klub ini sangat istimewa, begitu pula dengan pendukung mereka. Pendukung Liverpool tidak brutal dan tidak agresif. Mereka bisa menciptakan atmosfer yang membuat pemain semangat untuk menyerang.”

“Ketika gol pertama tercipta, saya yakin Liverpool akan membalikkan keadaan. Tanpa kenal lelah, dengan sangat berani mereka terus menekan dan itu membuat lawan (Barcelona) takut. Gol terakhir benar-benar membuat pemain Barcelona terpaku.”

Gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum (kiri) mencetak gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP] Gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum (kiri) mencetak gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]

Final Liga Champions musim ini merupakan final kedua Liverpool di dua musim berturut-turut. Musim lalu Liverpool berhasil melaju ke final, meski pada akhirnya gagal meraih gelar setelah ditumbangkan Real Madrid.

Di final musim ini, Liverpool akan menghadapi pemenang laga antara Ajax versus Tottenham Hotspur. Ajax saat ini unggul agregat 1-0 menyusul kemenangan di leg pertama yang digelar di Tottenham Hotspur Stadium pekan lalu.

Liga 1 2019 Segera Bergulir, Berapa Dana Subsidi yang Diberikan PT LIB?

Suara.com – Tirai Liga 1 2019 segera disibak. Kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Tanah Air itu akan kick-off pada 15 Mei mendatang. Namun, masih ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan terkait gelaran kompetisi ini.

Selain belum juga diketahui siapa sponsor yang menaungi Liga 1 2019, di mana musim lalu hadir Gojek dan Traveloka, jumlah dana subsidi juga belum diketahui.

Namun, menurut manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji, dana subsidi untuk klub pada kompetisi tahun ini turun dari musim sebelumnya.

Sebelumnya, setiap klub Liga 1 mendapatkan dana subsidi sebesar Rp 7,5 miliar. Dengan rincian Rp 5 miliar untuk pembiayaan klub, sementara sisanya, yakni Rp 2,5 miliar untuk pembinaan usia muda.

Sumardji menjelaskan, setiap klub Liga 1 saat ini hanya mendapatkan dana subsidi sebesar Rp 5 miliar. Hal itu dikarenakan keuangan PSSI yang sedang tidak dalam kondisi baik. 

“Ya, benar turun jadi Rp 5 miliar karena memang kondisi PSSI sedang turun. Ya kami maklumi lah,” ungkap Sumardji. 

Sementara itu, Dirk Soplanit selaku Direktur PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang merupakan operator kompetisi Liga 1 2019, masih menutup diri perihal dana subsidi untuk klub ini. 

Dirk mengaku pihaknya akan hati-hati dengan masalah dana distribusi. Ia tidak ingin mengulang kejadian musim lalu di mana masih banyak tunggakan kepada klub peserta. 

Utang PT LIB kepada klub-klub peserta Liga 1 musim lalu kira-kira sekira Rp 35 miliar. Rencanya, pada musim ini akan dibayar Rp 20 miliar lebih dahulu.

“Kami masih mematangkan perencanaan soal dana subsidi. Untuk musim ini mesti hati-hati, ya karena saat ini PT LIB dalam masa transisi. Dan mengapa kami sampaikan demikian? Kami tak mau memberikan janji-janji terlebih dahulu,” papar Dirk.

Blind: Hadapi Tottenham, Kami Harus Agresif

Suara.com – Satu tiket final Liga Champions musim ini akan diperebutkan di Johan Cruyff Arena, Kamis (9/5/2019). Ajax akan menjamu Tottenham Hotspur di leg kedua semifinal Liga Champions.

Menjamu wakil Inggris, Ajax yang memetik kemenangan 1-0 di leg pertama berada di atas angin. Karena tim besutan Erik ten Hag hanya membutuhkan hasil imbang untuk bisa lolos ke partai puncak.

Sementara bagi Tottenham, kemenangan dengan selisih dua gol wajib diraih jika mereka ingin mengukir sejarah dengan tampil pertama kalinya di final Liga Champions.

Pemain senior Ajax, Daley Blind, mengatakan tidak akan mudah bagi timnya untuk meredam perlawanan Tottenham di Amsterdam. Dengan demikian, satu cara wajib ditunjukkan oleh para penggawa de Godenzonen– julukan Ajax– yaitu bermain agresif.

Bek Tottenham Hotspur Danny Rose menghadang saat gelandang Ajax, Hakim Ziyech mencoba merebut bola selama pertandingan sepak bola leg pertama semifinal Liga Champions antara Tottenham Hotspur melawan Ajax di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Rabu (1/5) dini hari WIB. [EMMANUEL DUNAND / AFP]Bek Tottenham Hotspur Danny Rose menghadang saat gelandang Ajax, Hakim Ziyech mencoba merebut bola selama pertandingan sepak bola leg pertama semifinal Liga Champions antara Tottenham Hotspur melawan Ajax di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Rabu (1/5) dini hari WIB. [EMMANUEL DUNAND / AFP]

“Kondisi pemain sangat bagus, kami siap. Tapi saya pikir hasil pertandingan Tottenham (di Liga Inggris) tidak akan memengaruhi gaya permainan mereka besok,” kata Blind dalam jumpa pers jelang pertandingan, Selasa (7/5/2019).

“Pertandingan besok akan sangat berat, dan kami harus berani bermain agresif. Karena pertandingan belum usai,” sambung mantan pemain Manchester United itu seperti dikutip uefa.com.

“Di setiap pertandingan, sejauh ini, kami membuktikan jika permainan kami sangat berkembang dengan beragam cara sebagai satu tim. Cara kemampuan kami bertarung berebut bola dan cara kami mengendalikan permainan.”

Pelatih Ajax Erik ten Hag hadiri jumpa pers jelang leg kedua semifinal Liga Champions di John Cruyff Arena, Selasa (7/5/2019) [AFP]Pelatih Ajax Erik ten Hag hadiri jumpa pers jelang leg kedua semifinal Liga Champions di John Cruyff Arena, Selasa (7/5/2019) [AFP]

Sebelumnya, pelatih Ajax Erik ten Hag juga memastikan jika timnya tidak akan bermain bertahan lantaran sudah unggul agregat. Pelatih berusia 49 tahun itu menjanjikan permainan menyerang dengan intensitas tinggi seperti di leg pertama.

“Ya, kami mengincar kemenangan,” kata ten Hag.

“Kami harus memenangkan pertandingan (kontra Tottenham), kami akan menunjukkan kekuatan kami,” sambungnya.

“Gol tandang yang kami raih pekan lalu sangat penting. Kami akan bermain di arena yang memiliki atmosfer (dukungan fans) luar biasa, dan kami harap itu bisa membantu kami.”

Barca Tersingkir Usai Dibantai Liverpool, Suarez: Kami Hanya Manusia Biasa

Suara.com – Penyerang andalan Barcelona, Luis Suarez tak bisa menyembunyikan kepedihannya terkait kekalahan memalukan 0-4 yang dipetik timnya dari Liverpool pada laga leg kedua semifinal Liga Champions 2018/2019 di Anfield, Rabu (8/5/2019).

Dengan kekalahan telak ini, Barca pun harus rela menelan pil pahit tersingkir di babak empat besar. Klub berjuluk Blaugrana tersebut masuk kotak usai kalah agregat keseluruhan 3-4.

Kemenangan 3-0 yang diraih Barcelona atas Liverpool pada leg pertama tengah pekan lalu pun sama sekali tak berarti lagi.

Terkait comeback yang dilakoni Liverpool, yang ironisnya merupakan mantan klub sang penyerang, Suarez pun angkat bicara. Penyerang berusia 32 tahun berjuluk El Pistolero itu mengaku amat sedih dan terpukul.

“Kami sangat sedih, terluka, kami juga hanyalah manusia biasa. Bisa merasa sedih, frustrasi. Apa pun itu, kami harus mengkritik diri kami, pasang badan dari segala yang akan menerpa saat ini,” celoteh Suarez.

Suarez amat menyayangkan Barca bisa sampai kecolongan dua gol pertama. Penyerang internasional Uruguay itu menyayangkan proses terjadinya gol yang dibukukan Origi pada menit ketujuh serta Georginio Wijnaldum pada menit 54.

“Kami harus meminta maaf atas sikap ini, kami seperti bukan tim. Kepada keluarga kami, anak-anak kami, fans kami, kami memohon maaf dari mereka. Tidak semestinya kami kebobolan dua gol pertama mereka, dengan begitu mudahnya. Dan saat kebobolan empat kali, kami terlihat seperti youngster,” keluh Suarez.

Pola Makan Para Pemain Persija Diatur oleh Dokter Selama Puasa

Suara.com – Skuat Persija Jakarta tetap menjalani aktivitas seperti biasa di bulan puasa ini. Latihan rutin tetap dilakukan agar kebugaran para pemain tetap terjaga. 

Terlebih, Liga 1 2019 akan segera kick-off pada 15 Mei mendatang. Persija sendiri akan melakoni laga perdana mereka di Liga 1 2019 dengan menghadapi tuan rumah Barito Putera pada 20 Mei mendatang.

Sebelum melawan Barito Putera, Persija dihadapkan dengan laga pamungkas Grup G Piala AFC 2019 melawan wakil Myanmar pada 15 Mei mendatang.

Meski sudah tidak menentukan, sebagaimana Persija sudah dipastikan gagal melaju dari fase grup, tentunya laga ini juga butuh persiapan. 

Namun demikian, ada perbedaan dari sesi latihan yang dilakoni Persija di bulan Ramadan ini. Selain berlatih pada malam hari, para pemain juga harus menjaga pola makan agar tidak mempengaruhi performa di lapangan.

Dokter Tim Persija, Donny Kurniawan mengaku akan dengan sangat detil mengatur jadwal makan Ismed Sofyan dan kawan-kawan selama bulan Ramadan ini. Ya, dari sahur hingga berbuka puasa, semua sudah diatur oleh Donny. 

“Pengaturan makan untuk anak-anak Persija tidak berbeda, jadi yang dikejar adalah beberapa banyak kalori yang dikonsumsi dalam satu hari. Kenapa itu ditekankan? Karena berpuasa mereka tetap latihan meskipun di malam hari,” tutur Donny, Rabu (8/5/2019).

“Edukasi paling penting saat sahur yakni sang atlet cukup mendapatkan mineral, vitamin serta karbohidrat ditambah proteinnya. Itu kita minta mereka sedikit lebih ekstra,” ungkapnya. 

Selain itu, Donny juga meminta agar para pemain yang berpuasa untuk berbuka di mes Persija. Sebab, Donny sudah menyiapkan makanan khusus sebelum para pemain melakukan latihan pada malam hari. 

“Saya minta anak-anak buka puasa di mes. Kenapa? nantinya akan disajikan makanan-makanan pengantar latihan serta makan malam setelah latihan. Itu yang saya lakukan untuk edukasi sang atletnya sendiri, apalagi tidak ada perbedaan, hanya latihan malam saja,” pungkasnya.

Mourinho: Klopp, Kunci Sukses Liverpool Singkirkan Barcelona

Suara.com – Kemenangan menakjubkan Liverpool atas Barcelona pada semifinal kedua Liga Champions, Rabu (8/5/2019), hanya dimungkinkan berkat kepercayaan diri yang telah ditanamkan pelatih Jurgen Klopp kepada diri seluruh pemainnya, demikian menurut Jose Mourinho.

Liverpool membalikkan keadaan dengan mengalahkan Barcelona 4-0 di Anfield setelah pada pertandingan leg pertama takluk 3-0 di kandang lawan, sehingga lolos ke final untuk kedua kalinya secara beruntun dengan agregat 4-3.

“Bagi saya, hanya ada satu nama, Jurgen,” kata Mourinho, yang pernah membawa Porto dan Inter Milan meraih gelar Liga Champions, seperti dikutip beIN Sports.

“Ini tentang dia. Ini adalah cerminan kepribadiannya – tidak menyerah – semangat juangnya, setiap pemain memberikan segalanya.”

“Dia tidak meratap karena dia kehilangan pemain (cedera), dia tidak menangis karena mereka harus memainkan 50 atau 60 pertandingan semusim … Hari ini adalah tentang mentalitas seorang Jurgen.”

“Ini bukan tentang taktik, bukan tentang filsafat. Ini tentang hati dan jiwa dan empati fantastis yang telah dia bangun bersama kelompok pemain.”

Pemain Liverpool merayakan gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]Pemain Liverpool merayakan gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]

Sebelumnya, Liverpool terancam mengakhiri kompetisi tahun ini tanpa gelar juara karena saingan terberat Manchester City kembali memimpin perburuan gelar Liga Premier dengan satu pertandingan tersisa, sementara untuk Liga Champions, Barcelona menjadi favorit kuat maju ke final setelah menang 3-0 di Nou Camp.

Tetapi kemenangan mendebarkan atas juara Spanyol itu memberi klub Merseyside kesempatan untuk memenangi Liga Champions untuk keenam kalinya ketika mereka menghadapi Tottenham Hotspur atau Ajax Amsterdam di final pada 1 Juni mendatang.

Klub asuhan Klopp menjadi klub ketiga dalam sejarah kompetisi klub Eropa yang mampu bangkit dari ketinggalan tiga gol setelah leg pertama semifinal dan lolos ke final, menyamai Panathinaikos pada 1970-71 dan Barcelona pada 1985-86.

“Saya tidak menyangka (hasil ini),” kata Mourinho yang juga pernah melatih Chelsea, Real Madrid dan Manchester United.

“Mereka terancam mengakhiri musim yang fantastis tanpa merayakan gelar juara apa pun dan sekarang mereka selangkah lagi untuk menjadi juara Eropa,” kata pelatih yang dikenal dengan julukan The Special One itu. (Antara)

Jelang Hadapi Laga Krusial, Kapten Tottenham Puji Kualitas Pemain Ajax

Suara.com – Kapten Tottenham Hotspur, Hugo Lloris, harus mengakui bahwa Ajax Amsterdam mampu menunjukkan performa gemilang di Liga Champions 2018/2019. Namun, ia menegaskan bahwa Spurs belum menyerah.

Tottenham Hotspur akan kembali menghadapi Ajax pada leg kedua babak semifinal Liga Champions di Amsterdam Arena, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB. Pada pertemuan pertama, Spurs dipaksa menelan kekalahan 0-1 lewat gol semata wayang Donny van de Beek.

Kondisi itu membuat Tottenham wajib meraih kemenangan dengan margin kemenangan minimal dua gol untuk bisa menyusul Liverpool ke partai final. Namun, ambisi tersebut tentu tidak mudah mengingat Ajax telah kini menjelma sebagai tim yang tangguh.

Hugo Lloris pun menyampaikan pujian atas pencapaikan apik Ajax di Liga Champions 2018/2019. Ia mengapresiasi keberhasilan Frenkie de Jong cs dalam menyingkirkan raksasa Eropa seperti Bayern Munchen, Real Madrid, dan Juventus.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa Tottenham datang ke Belanda dengan ambisi yang tinggi. Spurs bertekad meraih kemenangan untuk melaju ke partai final Liga Champions.

“Mereka (Ajax) sudah menunjukkan kepada Real Madrid, Bayern, dan Juve bahwa mereka memiliki kualitas hebat. Mereka berpotensi menjadi pemain fantastis di masa depan. Anda bisa melihat kualitasnya. Ini adalah generasi yang memiliki potensi besar, jadi tidak mengherankan melihat Ajax di level ini,” ujar Lloris di laman resmi UEFA, Rabu (8/5/2019).

“Mereka membuat kami berada dalam kompetisi yang sulit. Ini sangat kompetitif dan sangat tidak dapat diprediksi. Kami kalah di leg pertama, jadi kami akan bermain penuh energi dan keinginan untuk melaju ke partai final,” tuturnya menambahkan.

Pada pertandingan nanti, Ajax memang perlu lebih hati-hati. Sebab, Tottenham akan kembali diperkuat oleh Son Heung-min yang pada pertemuan pertama absen karena akumulasi kartu. Striker asal Korea Selatan itu adalah top skor kedua Tottenham di Liga Champions musim ini dengan gelontoran empat gol.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Skuat Persija Jakarta Latihan Setelah Salat Tarawih pada Ramadan Ini

Suara.com – Persija Jakarta akan mulai kembali berlatih pada Kamis (9/5/2019), setelah berlibur selama tiga hari usai menjalani leg kedua babak 8 besar Piala Indonesia 2018 melawan Bali United, Minggu (5/3/2019). Berbeda dari sebelumnya, latihan digelar pada malam hari

Latihan malam sengaja dilakukan untuk menghormati para pemain yang menjalani ibadah puasa. Latihan akan dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB seusai menjalani ibadah salat tarawih.

“Mudah-mudahan setelah libur ini para pemain bisa kembali fresh setelah menjalani jadwal yang cukup padat,” kata manajer Persija Marsma TNI Ardhi Tjahjoko. 

“Seperti dua tahun sebelumnya, latihan akan berlangsung pukul 20.00 WIB. Setelah tarawih mungkin,” ia menambahkan. 

Terdekat Persija akan menjalami matchday terakhir Grup G Piala AFC 2019 melawan Shan United. Namun, hasil apapun tidak akan mempengaruhi nasib Persija lantaran sudah dipastikan tidak akan lolos dari fase grup.

Sebab, Persija tertahan di posisi tiga Grup G Piala AFC 2019 dengan perolehan empat poin. Pasukan Ibu Kota tidak lagi bisa mengejar Becamex Binh Duong yang ada di posisi dua, serta Ceres Negros di puncak klasemen.

Sementara untuk Liga 1 2019, Macan Kemayoran –julukan Persija– akan melakoni pertandingan pertamanya dengan laga away, yaitu melawan Barito Putera pada 20 Mei mendatang.

Ini Alasan PSS vs Arema FC Jadi Laga Pembuka Liga 1 2019

Suara.com – Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Dirk Soplanit memberikan alasan terkait laga pembuka Liga 1 2019 antara PSS Sleman vs Arema FC pada 15 Mei mendatang. Menurutnya, ada beberapa pertimbangan yang membuat kedua tim tersebut jadi laga pembuka.

Jika melihat sebelumnya, pertandingan pembuka Liga 1 selalu diawali dengan jawara di musim sebelumnya. Namun, kali ini berbeda lantaran Persija Jakarta sebagai juara musim lalu tidak bisa lantaran adanya pertandingan lain di Piala AFC 2019.

Oleh sebab itu, LIB memilih jadwal lain dengan beberapa pertimbangan. Yaitu PSS Sleman sebagai kampiun Liga 2 2018 serta Arema FC juara Piala Presiden 2019.

“Sebenarnya dan seharusnya Persija yang membuka karena dia juara musim lalu tapi gak bisa karena ada Piala AFC. Biasanya yang bertanding pembuka itu adalah unsur juara, kali ini Persija gak bisa, kita kembali ke juara Piala Presiden yaitu Arema,” kata Dikr Soplanit dalam rilis yang diterima suara.com.

Direktur PT Liga Indonesia Baru Dirk Soplanit (kiri) dan Ketua BOPI Richard Sambera (kanan). [Suara.com/Adie Prasetyo]Direktur PT Liga Indonesia Baru Dirk Soplanit (kiri) dan Ketua BOPI Richard Sambera (kanan). [Suara.com/Adie Prasetyo]

“Lalu kenapa PSS Sleman? karena dia juara Liga 2. itu latarbelakangnya. Itu alasan kami memilih pertandingan tersebut,” tambahnya.

Liga 1 2019 memang akan kick off pada 15 Mei mendatang. Namun, hingga saat ini operator kompetisi di Indonesia tersebut masih merahasiakan sponsor.

Sponsor akan diumumkan saat Liga 1 2019 melakukan launching yang rencananya akan berlangsung pada 11 Mei mendatang. Selain sponsor, di acara itu juga akan diumumkan tittle kompetisi.

Sementara terkait hak siar, Dirk memastikan akan dipegang oleh Emtek Grup. Sementara untuk siaran langsung akan diumumkan dalam waktu dekat ini.

“Ada empat dan lima sponsor gitu, ada tittle sponsor juga. Sampai malam ini masih tahap deal terus, bukan hal-hal prinsip lagi,” tambahnya.

“Saya mau sampaikan pas launching tadi lebih pas. Sementara Broadcast masih Emtek,” pungkasnya

Mimpi Jadi Nyata, Bocah Korban Gempa Palu Akhirnya Bertemu Riyad Mahrez

Suara.com – Mimpi Muhamad Rizky akhirnya menjadi kenyataan. Sempat mengalami pilu usai menjadi korban bencana gempa Palu, bocah berusia 12 tahun itu akhirnya bertemu dengan pemain sepakbola favoritnya, yakni winger Manchester City Riyad Mahrez.

Tak hanya itu, Rizky juga terbang ke Inggris dan menyaksikan secara langsung pertandingan klub favoritnya tersebut.

Rizky menonton langsung laga Man City kontra Leicester City di Etihad Stadium pada Selasa (7/5/2019) dini hari waktu Indonesia. Laga pekan ke-37 Liga Inggris 2018/2019 tersebut dimenangkan Man City dengan skor 1-0.

Cerita Rizky bisa jauh-jauh datang ke Inggris bermula ketika sang bocah sedang menonton laga Man City di sebuah kafe internet, ketika gempa bumi dahsyat dan tsunami menghantam Palu, Sulawesi Selatan pada 28 September 2018 lalu.

Rizky langsung menyelamatkan diri, meskipun pada akhirnya lengannya patah. Kisah Rizky ini pun tak ayal langsung mendapat perhatian dari publik Inggris, terlebih ia adalah seorang fan Man City.

Kisah yang menggambarkan kekuatan, ketabahan dan sikap positif seorang Rizky ini pun sontak menggerakkan hati Riyad Mahrez, yang menyatakan dukungannya untuk sang bocah melalui pesan video & mengirim jersey Man City dengan membubuhkan tandatangannya.

Pada 2 Mei 2019 lalu, Rizky dan ayahnya memang mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Inggris dan menyaksikan Man City bertanding.

Selain menonton langsung laga Man City vs Leicester, Rizky juga bertemu para penggawa Man City lainnya di Negeri Ratu Elizabeth, serta menikmati jalan-jalan di kota Manchester bahkan juga Liverpool.

Moazzam Malik selaku Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN and Timor Leste mengatakan bahwa Rizky memiliki kisah yang menginspirasi orang di seluruh dunia, termasuk di Inggris.

“Kisah Rizky sangat menginspirasi orang-orang di seluruh dunia termasuk di Inggris. Ketika bencana alam terjadi, kami sebagai teman ingin membantu,” tutur Moazzam dalam rilis yang diterima Suara.com, Rabu (8/5/2019).

Moazzam menambahkan, Inggris dan Indonesia memang memiliki persahabatan yang erat dan pihaknya berada di garis depan dalam upaya membantu korban bencana gempa bumi di Palu.

Sekira lima juta pounds (sekira Rp 94 miliar) disumbangkan oleh pemerintah Inggris, dan 27 juta pounds (Rp 507 miliar) disumbangkan oleh masyarakat Inggris.

“Olahraga dapat berperan dalam proses penyembuhan. Olahraga dapat menyatukan, menginspirasi, dan menghibur kita semua – dan Liga Primer (Inggris) menjadi milik seluruh dunia sebagai liga sepakbola nasional (liga domestik) terbesar, paling kompetitif dan mendunia,” ujar Malik.

“Bahkan sebagai seorang penggemar Liverpool, saya senang dan sangat tersentuh oleh kemurahan hati Manchester City dan Riyad Mahrez, mengundang Rizky ke Inggris untuk nonton langsung tim favoritnya bermain dan menang,” tukasnya.

Persija akan Launching Tim dan Jersey Baru, Ini Tanggalnya

Suara.com – Seperti tim-tim lainnya, Persija Jakarta juga akan melakukan launching tim serta jersey yang akan dikenakan untuk Liga 1 2019. Rencananya, launching akan dilakukan pada pekan depan.

Hal itu seperti diutarakan oleh CEO Persija Ferry Paulus. Ferry mengatakan bahwa launching tersebut akan dilakukan sebelum dimulainya Liga 1 2019.

Jika melihat hal tersebut, itu launching Macan Kemayoran –julukan Persija– akan digelar sebelum 15 Mei 2019. Hal itu dikarenakan Liga 1 2019 akan kick off pada 15 Mei mendatang, yang juga bursa transfer musim ini telah ditutup.

Tidak hanya memperkenalkan pemain-pemain yang akan mengarungi musim 2019, pada saat launching tersebut juga akan diperkenalkan jersey terbaru Persija.

CEO Persija Jakarta Ferry Paulus. (Suara.com/Adie Prasetyo) CEO Persija Jakarta Ferry Paulus. (Suara.com/Adie Prasetyo)

“Untuk launching tim, setelah tanggal 10 (Mei). Pastinya kami launching secara resmi. Awalnya memang tanggal 8, tapi mundur jadi tanggal 10 ini, karena permintaan sponsor. Itu juga nanti sekalian jersey baru kami launching,” kata Ferry.

Namun, saat ditanya di mana serta konsep apa yang digunakan dalam acara launching itu, Ferry masih merahasiakannya. Namun, dalam waktu dekat ia akan memberitahukannya.

“Belum tahu ya. Kalau itu nanti saja kita infokan lagi seperti apa jelasnya,” pungkas Ferry Paulus.

Skuat Bhayangkara FC Latihan Malam Selama Bulan Ramadan

Suara.com – Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji menjelaskan jika skuat timnya hanya akan menggelar latihan pada malam hari selama bulan Ramadan ini. Latihan dilakukan setelah ibadah salat Tarawih sekira pukul 20.00 WIB. 

Meski tengah memasuki bulan puasa, skuat Bhayangkara FC sendiri memang terus mempersiapkan diri jelang tampil di pekan pembuka Liga 1 2019, yang akan mulai kick-off pada 15 Mei mendatang 

Untuk venue latihan, Sumardji menjelaskan kalau lokasi bisa berubah-ubah. Pasalnya, Stadion PTIK yang biasa digunakan untuk berlatih oleh skuat asuhan Angel Alfredo Vera akan direnovasi.

“Untuk program latihan, kami akan lakukan setiap hari pada malam hari selama bulan puasa ini. Bisa berubah-ubah lokasi latihannya,” tutur Sumardji.

Sumardji sendiri mengingatkan kepada para pemain Bhayangkara FC yang beragama muslim untuk tetap sungguh-sungguh dalam berlatih. Bagi Sumardji, tidak ada alasan mengurangi porsi latihan meski saat ini tengah bulan puasa.

“Saya sudah meminta kepada pemain untuk tetap berlatih sungguh-sungguh. Karena untuk menjaga kebugaran pemain itu sendiri,” ujarnya.

“Terutama yang beragama muslim. Mereka tetap harus fokus meski saat ini sedang bulan puasa,” imbuh Sumardji.

Bhayangkara FC akan melakoni laga perdana mereka Liga 1 2019 dengan menghadapi tuan rumah Borneo FC pada 16 Mei mendatang. Pertandingan tersebut akan dihelat di Stadion Segiri, Samarinda.

Tunggu Lawan di Final, Van Dijk: Liverpool Siap Kalahkan Siapa Saja

Suara.com – Bek Liverpool Virgil van Dijk tidak memikirkan siapa pun yang akan menjadi lawan skuatnya di final Liga Champions. Namun Van Dijk memiliki keyakinan bahwa mereka dapat mengalahkan siapa saja.

Van Dijk merupakan salah satu pemain penting bagi skuat besutan Jurgen Klopp ke final Liga Champions dua musim berturut-turut. Liverpool memastikan lolos ke final setelah mengalahkan Barcelona 4-0 di leg kedua semifinal Liga Champions.

Pada laga di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB, Divock Origi dan Georginio Wijnaldum masing masing mencetak brace bagi kemenangan Liverpool 4-0. Hasil itu membuat Liverpool menang agregat 4-3 atas Barcelona.

Kini, Liverpool tinggal menunggu pemenang antara Ajax vs Tottenham Hotspur di laga semifinal lainnya. Namun demikian, Van Dijk menegaskan bahwa mereka tidak khawatir siapa pun lawan yang akan dihadapinya di final.

“Kami merasa seperti [kami bisa mengalahkan siapa saja] setiap kali ketika kami masuk ke lapangan,” kata Van Dijk seperti dilansir Scoresway. “Kami tidak akan masuk ke lapangan untuk berpikir bahwa kami tidak akan mengalahkan mereka.”

“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit bagi mereka berdua [Ajax vs Spurs pada hari Rabu] dan kami hanya akan melihat siapa yang akan datang ke Madrid dan kami bersiap menghadapinya,” ujarnya.

Ajax sementara memimpin 1-0 atas Spurs sebelum keduanya bermain di leg kedua di Johan Cruijff ArenA, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.

Bhayangkara FC Segera Kedatangan Duo Argentina

Suara.com – Manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji menyebutkan timnya akan kedatangan dua pemain asing asal Argentina dalam waktu dekat ini. Keduanya, akan menjadi pemain Bhayangkara FC untuk musim 2019.

Sumardji mengatakan dua pemain asing ini merupakan pilihan langsung dari Pelatih Angel Alfredo Vera. Kedua pemain tersebut adalah Romiro dan Martin. 

Meski begitu, Sumardji belum mengetahui siapa nama lengkap keduanya. Selain itu juga diakuinya kualitas dua pemain tersebut masih belum diketahui karena hanya melakukan analisa melalui video. 

Yang jelas, kedua pemain tersebut berposisi sebagai striker dan gelandang. Rencananya, kedua akan hadir pada minggu-minggu ini. 

“Kami sudah dapat dua pemain, Romiro sama Martin dari Argentina semua dari Liga 1 sana. Mereka belum datang, tapi kami sudah dapat surat keluar dari klub. Mestinya dia datang,” kata Sumardji.

“Romiro itu striker, Martin yang gelandang. Ya, belum tahu (kualitas) namanya kami mendasari klub asal dari video. Tapi ini dia (Vera) yang pilih, Vera mintanya dari klub yang betul-betul teruji, makanya kami paling terakhir itu daftar kelengkapan,” tambah Sumardji.

Memang, bisa dibilang The Guardian –julukan Bhayangkara FC– menjadi tim yang paling lamban mendatangkan pemain asing. Hingga Liga 1 2019 akan bergulir, mereka masih kekurangan dua pemain asing. 

Liga 1 2019 akan bergulir pada 15 Mei mendatang. Bhayangkara FC akan melakoni laga perdananya melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Kamis (16/5/2819).

Ini Reaksi CEO Persija Komentari Soal Ribut Kolev dengan Escobar

Suara.com – Striker Persija Jakarta, Silvio Escobar belakang ini sering kali mengumbar kekesalannya di akun Instagram miliknya. Kekesalan tersebut sepertinya ditujukan kepada pelatih Ivan Kolev.

Seperti unggahan Escobar yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu saat Persija menelan kekalahan lima kali secara beruntun. Ia menyebutkan Kolev tidak lagi bisa mencari kambing hitam terkait hasil buruk Persija.

Pasalnya, selama lima pertandingan pula mantan pemain Perseru Serui itu absen memperkuat Macan Kemayoran –julukan Persija–. Hal itu dikarenakan sang pemain membuat Kolev kecewa lantaran belum juga mencetak gol sejak didatangkan.

Oleh sebab itu, Kolev tidak lagi pernah memainkan Escobar dalam beberapa pertandingan terakhir. Tentu, hal itu membuat Escobar kesal lantaran disalahkan terkait buruknya penampilan Persija.

Pelatih Persija Ivan Kolev memberikan instruksi kepada para pemain saat menggelar latihan di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma. (Suara.com/ Adie Prasetyo) Pelatih Persija Ivan Kolev memberikan instruksi kepada para pemain saat menggelar latihan di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma. (Suara.com/ Adie Prasetyo)

Ferry mengatakan tidak ada permasalahan yang serius antara Ivan Kolev dan Escobar. Dalam waktu dekat, Ferry memastikan keduanya akan kembali akrab.

“Biasa saja, ribut-ribut kecil itu biasa kan. Ibarat punya istri saja, tidak selalu harmonis kan. Pasti terkadang ada ributnya, jadi saya rasa ini biasa saja dan pasti bisa terselesaikan dengan baik,” kata Ferry.

Sejatinya, Escobar didatangkan untuk menggantikan posisi Marko Simic yang sedang terbelit masalah hukum di Australia. Namun, sejauh ini penampilan Escobar masih sangat jauh dari harapan.

Barcelona Dipermalukan Liverpool, Valverde Pasrah jika Dipecat

Suara.com – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde mengakui jika masa depannya bersama klub berjuluk Blaugrana itu kini abu-abu. Padahal, eks pelatih Athletic Bilbao itu sejatinya masih punya kontrak bersama Barcelona hingga musim panas 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan Valverde usai Barcelona secara memalukan dipermak tuan rumah Liverpool 0-4, dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions 2018/2019 di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. 

Barcelona memang harus menelan pil super pahit. Blaugrana harus rela tersingkir di fase empat besar ini meski pada leg pertama lalu sejatinya sukses menggerus Liverpool dengan skor 3-0 di Anfield.

Barcelona tersingkir dengan agregat total 3-4 usai menampilkan performa yang sangat buruk di Anfield dini hari tadi.

Ini adalah kedua kalinya dalam dua musim terakhir di pentas Liga Champions, Barcelona asuhan Valverde “mengacaukan segalanya” setelah mengantongi keunggulan agregat yang sejatinya sangat ideal.

Seperti diketahui, di fase perempatfinal musim lalu, Barcelona mampu menang 4-1 atas AS Roma pada leg pertama di Camp Nou. Namun saat melakoni leg kedua di Roma, armada Valverde justru kalah 0-3 dan harus tersingkir lantaran kalah gol tandang.

“Bagaimana ini (kekalahan telak atas Liverpool dan tersingkirnya Barca) akan berpengaruh pada masa depan saya? Saya sejujurnya tidak tahu. Pemecatan? Itu semua keputusan manajemen, itu di luar kuasa saya,” ucap Valverde seperti dimuat ESPN.

“Sebenarnya, saya tidak punya waktu untuk memikirkan banyak hal. Meski demikian, kekalahan kami ini, pelatih jelas harus mengambil tanggung jawab,” sambung entrenador berusia 55 tahun itu.

Tak ketinggalan, Valverde sendiri bersikap gentle dan mengakui jika timnya memang pantas kalah dari Liverpool.

“Lawan tampil jauh lebih baik, khususnya pada leg kedua ini. Sebuah gol fantastis (gol keempat Liverpool yang dicetak Divock Origi) membuat kami terlempar dari kompetisi ini,” tukas Valverde.

Menjamu Tottenham Hotspur, Pelatih Ajax Janjikan Permainan Menyerang

Suara.com – Manajer Ajax Amsterdam, Erik ten hag, menegaskan tidak akan bertahan saat meladeni perlawanan Tottenham Hotspur. Ia tetap menyajikan permainan menyerang kendati memiliki kunggulan pada pertemuan pertama.

Ajax akan menjamu Tottenham pada leg kedua babak semifinal Liga Champions 2018/2019 di Amsterdam Arena, Kamis (9/5/2019) malam WIB. Menjelang laga itu, Frenkie de Jong dan kolega lebih diunggulkan untuk melaju ke final karena telah unggul 1-0 pada pertemuan pertama.

Tidak hanya itu, pada pertemuan kedua, Ajax juga akan bermain di hadapan puluhan ribu suporternya sendiri. Kondisi itu semakin menguntungkan tim berjuluk de Godenzonen untuk menyusul Liverpool.

Di atas kertas, Ajax hanya perlu bermain imbang untuk bisa lolos ke babak final Liga Champions musim ini. Mereka perlu sedikit bermain bertahan untuk mengamankan keunggulan 1-0 di pertemuan pertama.

Namun, Erik ten Hag mengaku tidak akan menggunakan strategi bertahan pada pertandingan nanti. Ajax siap untuk kembali meraih kemenangan atas Tottenham agar bisa menantang Liverpool di final Liga Champions 2018/2019.

“Ketika Anda bermain melawan tim dari Liga Inggris intensitasnya lebih tinggi. Kami harus mendorong batas kami lagi. Itulah tantangan kami untuk besok. Kami harus memenangkan pertandingan besok dan kami akan bermain dengan kekuatan kami. Kami harus menang. Ini adalah pertandingan baru yang harus kami mainkan,” kata Erik Ten Hag di laman resmi UEFA, Rabu (8/5/2019).

“Gol tandang itu penting. Kami akan bermain di arena dengan atmosfer luar biasa dan kami berharap itu akan membantu kami. Mungkin terdapat masalah kecil dengan David Neres. Dia akan bisa berlatih dan kami pikir dia akan bisa bermain, namun itu tanda tanya kecil,” tuturnya menutup.

Ajax sudah lama sekali tidak melangkahkan kaki di final Liga Champions. Terakhir kali mereka melakukannya adalah pada edisi 1995/1996 atau 24 tahun silam. Ketika itu, Ajax menghadapi Juventus, tetapi gagal juara setelah gagal di adu penalti.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini, Ajax vs Tottenham Hotspur

Suara.com – Ajax Amsterdam akan menjamu Tottenham Hotspur untuk memperebutkan tempat di final Liga Champions. Berikut jadwal siaran langsung Ajax vs Tottenham Hotspur di leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB

Ajax sedang berada di atas angin setelah memimpin 1-0 di leg pertama di markas Tottenham. Bermain tandang dan sejatinya kurang difavoritkan, Ajax justru menang dengan skor 1-0 berkat gol Danny van de Beek.

Kini, Ajax Amsterdam akan menjamu wakil Inggris Tottenham Hotspur di Johan Cruijff ArenA. Meski demikian, kans Ajax dan Tottenham untuk lolos ke final bisa dibilang masih sama besar.

Meski tetap memburu kemenangan namun hasil imbang di laga ini sudah cukup membawa Ajax ke final. Namun Tottenham tentu saja tetap akan bekerja keras mengejar kemenangan di laga ini.

Sementara Liverpool telah menunggu pemenangan antara Ajax vs Tottenham Hotspur di final. Skuat besutan Jurgen Klopp ini lolos dramatis ke final setelah di leg kedua mengalahkan Barcelona 4-0 di Anfield sehingga menang agregat 4-3.

Jadwal Liga Champions dan siaran langsung :

Kamis, (9/5/2019), 02.00 WIB – Ajax vs Tottenham Hotspur (Live RCTI)

Sempat Pesimis, Liverpool-nya Jurgen Klopp Akhirnya Sukses Sikat Barca

Suara.com – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, sempat tidak menyangka bahwa timnya bisa meraih kemenangan besar atas Barcelona. Namun, mentalitas yang kuat dianggap menjadi kunci keberhasilan Sadio Mane dan kolega.

Liverpool menelan kekalahan 0-3 dari Barcelona pada leg pertama Liga Champions 2018/2019 di Stadion Camp Nou, Kamis (2/5/2019). Hasil itu tentu saja membuat mental kubu Liverpool terbebani untuk melakoni laga leg kedua.

Hal itu pun turut diakui oleh Jurgen Klopp menjelang pertandingan leg kedua melawan Barcelona di Stadion Anfiled, Rabu (8/5/2019). Ia sempat pesimis bisa mencetak lebih dari tiga gol ke gawang Barcelona.

Namun, yang terjadi di luar dugaan. Sadio Mane dan kolega justru berhasil lolos ke partai final setelah membantai Barcelona dengan skor telak 4-0. Jurgen Klopp pun memuji mentalitas yang dimiliki oleh anak asuhnya.

“Saya mengatakan kepada para pemain sebelum pertandingan bahwa ini tidak mungkin. Tetapi, karena hal itu, semuanya menjadi mungkin. Para pemain ini menunjukkan mentalitas yang luar biasa hebat. Sulit dipercaya. Kami bermain melawan tim yang mungkin menjadi terbaik di dunia saat ini,” kata Klopp, dikutip dari Goal, Rabu (8/5/2019).

“Saya melihat James Milner menangis di lapangan setelah pertandingan. Itu menunjukkan sangat berartinya hasil ini bagi kami semua. Ini fase sepak bola terbaik Liverpool,” tuturnya menambahkan.

Dengan demikian, Liverpool berhasil melaju ke partai final dua musim secara beruntun. Pada laga puncak nanti, The Reds masih menunggu lawan antara Tottenham Hotspur atau si kuda hitam Ajax Amsterdam.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Persija Tak Akan Datangkan Pemain Baru Lagi

Suara.com – CEO Persija Jakarta, Ferry Paulus memastikan timnya tidak akan mendatangkan pemain baru lagi untuk musim Liga 1 2019. Padahal, Persija saat ini masih mengalami kekurangan pemain dalam skuat.

Memang, belakangan Persija kurang aktif melakukan perekrutan pemain. Terakhir pemain yang datang ke Macan Kemayoran –julukan Persija– adalah Yogi Rahadian yang didatangkan secara gratis dari Sriwijaya FC.

Posisi bek tengah menjadi salah satu titik lemah Persija lantaran tidak adanya sosok pelapis. Saat ini, hanya ada tiga pemain yang mengisi posisi tersebut yaitu Maman Abdurrahman, Steven Paulle, dan Ryuji Utomo.

Meski ada beberapa penggawa Persija yang bisa menempati posisi bek tengah seperti Rohit Chand dan Yogi Rahadian, itu

Pelatih Persija Ivan Kolev memberikan instruksi kepada para pemain saat menggelar latihan di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma. (Suara.com/ Adie Prasetyo) Pelatih Persija Ivan Kolev memberikan instruksi kepada para pemain saat menggelar latihan di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma. (Suara.com/ Adie Prasetyo)

dinilai tidaklah maksimal. Jika ada salah satu pemain yang absen, Pasukan Ibu Kota pasti akan kesulitan.

Selain bek, lini depan juga jadi masalah lantaran hilangnya Marko Simic yang juga belum kembali. Pelapis yang ada seperti Rishadi Fauzi, Bambang Pamungkas, hingga Escobar belum bisa mengimbangi permainan Simic.

Ferry mengatakan bahwa mereka berhenti mendatangkan pemain baru lantaran, stok pemain bagus sudah habis jelang Liga 1 2019 dimulai pada 15 Mei mendatang. Pemain-pemain yang memiliki kualitas sudah dikontrak oleh klub lainnya.

“Pemain barunya siapa? Kan semua tahu sudah tidak ada lagi pemain yang berkualitas karena waktunya sudah mepet. Jadi saya bisa pastikan kalau Persija tidak akan menambah pemain baru,” kata Ferry Paulus.

Persija baru akan merekrut pemain baru saat Liga 1 2019 sudah memasuki paruh musim. Saat itu banyak pemain kualitas yang kontraknya habis.

Jurgen Klopp Puji Pemain Ini Jenius Usai Liverpool Hantam Barcelona

Suara.com – Manajer Liverpool Jurgen Klopp masih sulit percaya skuatnya mampu melakukan comeback mengalahkan Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions. Klopp pun memuji Trent Alexander-Arnold yang melakukan kontribusi jenius bagi kemenangan skuatnya.

Liverpool sebelumnya menghadapi tugas berat setelah tertinggal 0-3 di Camp Nou pada leg pertama. Namun The Reds secara dramatis mampu membalikkan keadaan tersebut saat menjamu Barcelona di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB.

Divock Origi sudah mampu membuat Liverpool unggul di menit ketujuh. Pemain pengganti Georginio Wijnaldum mencetak dua gol langsung dalam selang waktu dua menit dan membuat kedudukan agregat sama 3-3.

Pada menit ke-79, Alexander-Arnold berpura pura berjalan tapi langsung melakukan sepak pojok cepat. Tendangan mendatar tersebut  diselesaikan dengan baik oleh Origi guna memastikan kemenangan Liverpool 4-0. Sementara para pemain Barcelona belum siap untuk melakukan pengawalan.

Gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum (kiri) merayakan golnya bersama Trent Alexander-Arnold ke gawang Barcelona di Anfield. Oli SCARFF / AFPGelandang Liverpool Georginio Wijnaldum (kiri) merayakan golnya bersama Trent Alexander-Arnold ke gawang Barcelona di Anfield. Oli SCARFF / AFP

Tak heran, Klopp pun memberikan pujian atas kontribusi Alexander-Arnold yang jenius sehingga terciptanya gol krusial bagi skuatnya. “Kami pikir kinerja kami lebih baik dari 3-0 di Barca, dan Barca lebih baik dari 4-0 di sini,” kata manajer Liverpool ini.

“Kita semua tahu Anda perlu keberuntungan dalam situasi ini atau momen jenius seperti Trent Alexander-Arnold. Saya melihat bola di dalam gawang dan tidak tahu siapa yang mengambil sudut, itu terlalu cepat bagi saya. Ya Tuhan – itu jenius,” puji Klopp.

Meski demikian, Jurgen Klopp merasa kekuatan mental pemainnya yang bisa membawa mereka mampu mengatasi Lionel Messi dan kawan – kawan di pertandingan yang krusial ini.

“Saya berkata kepada anak-anak sebelum pertandingan, ‘Saya tidak berpikir itu mungkin tetapi karena Anda, jadi kami memiliki kesempatan. Kami benar-benar memiliki mentalitas raksasa,” katanya.

“Jika kamu pergi ke sana dan bertanya siapa yang akan memasang taruhan pada kami, saya pikir kamu tidak akan menemukan banyak orang. Pergi ke sana dan melakukan pertunjukan seperti ini, itu tidak bisa dipercaya,” pungkas Klopp.

Resmi Diundur, Berikut Jadwal Terbaru Launching Tim dan Uji Coba PSS Sleman

Suara.com – PT Putra Sleman Sembada (PSS) secara resmi mengumumkan perubahan jadwal launching tim sekaligus uji coba tim Elang Jawa melawan Persipura Jayapura. Agenda yang sedianya digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (8/5/2019), dipastikan mundur menjadi Kamis (9/5/2019).

Perubahan agenda yang telah dirancang secara matang tersebut tidak lepas dari padatnya agenda dari pihak kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Perlu diketahui, Rabu (8/5/2019), seluruh anggota kepolisian akan dikerahkan untuk mengamankan rekapitulasi akhir di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

General manajer PT PSS, Teguh Wahono (dua dari kiri) dan Vice GM Tara Derifatoni (tengah). (Dok. Istimewa).General manajer PT PSS, Teguh Wahono (dua dari kiri) dan Vice GM Tara Derifatoni (tengah). (Dok. Istimewa)

Atas mundurnya launching tim dan agenda uji coba melawan Persipura, vice general manajer (GM) PT PSS, Tara Derifatoni, menyampaikan permintaan maaf. 

“Ini merupakan situasi yang tak bisa dihindari, karena pihak kepolisian memang mengemban tugas yang penting,” kata Tara dalam rilis kepada media, Selasa (7/5/2019).

Kedua tim sendiri sudah melakukan uji coba lapangan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa (7/5/2019). PSS Sleman lebih dulu menggelar latihan pada sore hari, baru kemudian disusul Persipura Jayapura di malam harinya.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

5 Fakta Menarik Usai Comeback Liverpool Depak Barcelona di Liga Champions

Suara.com – Liverpool sukses melaju ke final Liga Champions setelah menghantam Barcelona 4-0 di leg kedua semifinal. Berikut 5 fakta menarik usai comeback dramatis Liverpool atas Barcelona di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB.

Liverpool harus mengejar ketertinggalannya 0-3 saat di Camp Nou pekan lalu. Namun skuat besutan Jurgen Klopp ini mampu menunjukkan performa terbaiknya di Anfield saat leg kedua semifinal Liga Champions.

Divock Orogi membuka kemenangan Liverpool di awal babak pertama. Pemain pengganti Georginio Wijnaldum mencetak dua gol hanya berselang dua menit dan Origi mencetak gol keduanya di menit ke-79 dan memastikan Liverpool menang 4-0.

Hasil tersebut membuat Liverpool menang agregat 4-3 atas Barcelona. Di final, Liverpool akan menunggu pemenang antara Ajax Amsterdam dan Tottenham Hotspur yang akan melakoni laga leg keduanya pada Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.

Pemain Liverpool merayakan gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]Pemain Liverpool merayakan gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]

Berikut 5 fakta menarik usai duel Liverpool vs Barcelona di Anfield yang dihimpun dari Opta.

1. Liverpool telah mencapai final Piala Eropa / Liga Champions untuk kesembilan kali. Hanya Real Madrid (16 kali), AC Milan (11 kali) dan Bayern Munich (10) yang telah mencapai lebih banyak ke final.

2 . Liverpool adalah tim Inggris pertama yang mencapai final Liga Champions berturut-turut sejak Manchester United (2008 dan 2009).

3. Ini adalah keempat kalinya sebuah tim membalikkan defisit pada babak pertama dengan tertinggal tiga atau lebih gol dalam pertandingan sistem gugur Liga Champions. Barcelona juga merasakan hal yang sama saat melawan Roma pada 2017-18).

4. Barcelona kini telah tiga kali tersingkir dari empat pertandingan semifinal Liga Champions terakhir mereka.

5. Ini adalah kekalah terbesar Barcelona saat mereka melawan tim Inggris di semua kompetisi Eropa.

Preview Ajax vs Tottenham: Kans ke Final Masih 50-50

Suara.com – Satu laga sisa leg kedua semifinal Liga Champions 2018/2019 siap dihelat Kamis (9/5/2019) dini hari WIB. Juara Belanda, Ajax Amsterdam akan menjamu wakil Inggris Tottenham Hotspur di Johan Cruijff ArenA.

Pemenang partai ini akan menantang Liverpool di laga final Liga Champions musim ini. Liverpool menang 4-0 atas Barcelona pada leg kedua semifinal, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB, dan lolos ke partai puncak usai melakoni comeback sensasional untuk menang dengan agregat 4-3.

Pada leg pertama di Tottenham Hotspur Stadium tengah pekan lalu, Ajax di luar dugaan berhasil meraih kemenangan. Bermain tandang dan sejatinya kurang difavoritkan, Ajax justru menang dengan skor 1-0 berkat gol Danny van de Beek.

Dengan hasil tersebut, bisa dibilang Ajax kini berada di atas angin untuk bisa menembus final Liga Champions, yang akan jadi pertama kalinya buat de Godenzonen –julukan Ajax– sejak 1996 silam.

Meski demikian, kans Ajax dan Tottenham untuk lolos ke final bisa dibilang masih 50-50, alias masih sama besar.

Bek Tottenham Hotspur Danny Rose menghadang saat gelandang Ajax, Hakim Ziyech mencoba merebut bola selama pertandingan sepak bola leg pertama semifinal Liga Champions antara Tottenham Hotspur melawan Ajax di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Rabu (1/5) dini hari WIB. [EMMANUEL DUNAND / AFP]Suasana laga Tottenham Hotspur vs Ajax Amsterdam di Tottenham Hotspur Stadium, ketika kedua tim bertemu dalam leg pertama semifinal Liga Champions 2018/2019 tengah pekan lalu. [EMMANUEL DUNAND / AFP]

Ajax memang memiliki sekumpulan pemain muda dengan energi yang luar biasa, namun tak bisa dipungkiri jika Tottenham punya skuat yang bermaterikan pemain-pemain top. 

Dalam beberapa musim terakhir, terlebih di musim ini, ajang Liga Champions juga sudah membuktikan bahwasanya melakoni comeback setelah kalah pada leg pertama bukanlah sesuatu yang mustahil.

Terlebih, Ajax saat ini baru unggul dengan margin satu gol atas Tottenam. Yup, anything can still happen!  

Team News

Meski mendapat kartu merah pada laga matchweek ke-37 Liga Inggris 2018/2019 akhir pekan lalu, Son Heung-min tentu bisa tampil memperkuat Tottenham pada laga dini hari nanti.

Dengan masih absennya sang bomber andalan, Harry Kane karena cedera ligamen engkel, Son tentu akan jadi andalan utama di lini depan Tottenham.

Christian Eriksen, Dele Alli ataupun Lucas Moura bisa menyokong attacker internasional Korea Selatan itu dalam patron 3-4-2-1 yang kemungkinan besar akan dipakai pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino pada laga dini hari nanti.

Kabar baik untuk Tottenham, Jan Vertonghen telah mendapat lampu hijau untuk tampil. Sebelumnya Vertonghen diragukan bisa main setelah mengalami benturan kepala yang cukup keras dengan sang rekan setim, Toby Alderweireld pada leg pertama pekan lalu.

Kane, Harry Winks dan Serge Aurier masih akan absen memperkuat Tottenham, semuanya karena cedera. Erik Lamela juga sangat diragukan untuk tampil karena belum fit benar, namun Moussa Sissoko kini sudah 100 persen bugar dan bisa tampil penuh.

Dari kubu tim tuan rumah Ajax, Carel Eiting masih akan jadi satu-satunya pemain yang bakal absen menghadapi Tottenham.

Pelatih Erik ten Hag praktis bisa tenang dalam memilih tim terbaiknya lantaran seluruh penggawa Ajax berada dalam kondisi siap tempur.

Well, pelatih berjuluk ‘Guardiola dari Belanda’ itu sejatinya telah memiliki starting eleven favoritnya di musim ini, dengan kiper Andre Onana, bek Matthijs de Ligt, gelandang Frenkie de Jong serta penyerang Dusan Tadic sebagai pusat permainan Ajax.

Head-to-Head

Sebelum di fase semifinal Liga Champions musim ini, Ajax dan Tottenham tercatat baru sekali bertemu di laga pentas Eropa dengan sistem dua leg.

Pertemuan terjadi di putaran pertama Piala Winners musim 1981/1982 silam, dengan Tottenham berhasil maju ke babak berikutnya berkat kemenangan agregat 6-1.

Gol-gol dari Glenn Hoddle, Mark Falco dan Ricky Villa membawa Tottenham unggul 3-1 pada leg pertama di Amsterdam. Pada leg kedua di London, Tottenham juga menang telak 3-0.

Prakiraan Susunan Pemain

Ajax Amsterdam XI (4-3-3): Onana; Veltman, De Ligt, Blind, Tagliafico; Schone, De Jong, Van de Beek; Ziyech, Tadic, Neres.

Pelatih: Erik ten Hag (Belanda)

Tottenham Hotspur XI (3-4-2-1): Lloris; Alderweireld, Sanchez, Vertonghen; Trippier, Sissoko, Wanyama, Rose; Eriksen, Alli; Son.

Pelatih: Mauricio Pochettino (Argentina)

Barcelona Disingkirkan Liverpool, Ini Komentar Valverde

Suara.com – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde tidak punya alasan setelah skuatnya disingkirkan secara dramatis oleh Liverpool di semifinal Liga Champions. Valverde pun meminta maaf kepada fans Barcelona atas kegagalan skuatnya ke final Liga Champions.

Barcelona sempat berada di atas angin setelah unggul 3-0 saat leg pertama di Camp Nou pekan lalu. Namun Liverpool mampu membalikkan keadaan di leg kedua setelah menang 4-0 di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB.

Meski tanpa Mohamed Salah dan Roberto Firmino, namun Liverpool mampu tampil agresif. Divock Origi dan Georginio Wijnaldum masing masing mencetak brace pada laga tersebut guna membawa Liverpool lolos ke final dengan kemenangan agregat 4-3.

Usai laga, Valverde pun tidak memiliki alasan atas kegagalan skuatnya tersebut dan mengakui bahwa Liverpool bermain lebih baik.

Gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum (kiri) mencetak gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP] Gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum (kiri) mencetak gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]

“Mereka mulai sangat agresif, sangat tinggi – sesuai apa yang kami duga. Mereka membuat gol pertama tetapi kami berhasil mengatasinya,” kata Valverde saat jumpa pers seperti dilansir Scoresway.

“Di babak pertama, kami memiliki opsi untuk mencetak gol. Gol kedua cukup melukai kami dan gol ketiga mengikutinya,” lanjut pelatih Barcelona.

“Yah, sangat agresif dan kami tidak dapat mengubah peluang, skornya sangat besar, tetapi jika Anda kalah 4-0 maka tidak ada alasan, mereka lebih baik dan Anda harus menerimanya,” kata Valverde.

Atas kekalahan itu, Valverde meminta maaf. “Kami benar-benar minta maaf. Semua yang kami lakukan adalah untuk memuaskan para fans dan membawa sukacita bagi mereka sehingga mereka bisa bangga dengan para pemain,” ujarnya.

“Dalam sepakbola, yang terjadi adalah setiap orang berharap untuk selalu menang dan ada kalanya kita kalah. Kami tidak pernah kalah hingga hari ini dan kami tersingkir,” pungkasnya.

Pertama Kali Sejak 2013, Tak Ada Messi atau Ronaldo di Final Liga Champions

Suara.com – Untuk pertama kalinya sejak 2013 tidak ada Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo di final Liga Champions. Hal itu dipastikan setelah Barcelona secara mengejutkan disingkirkan oleh Liverpool di semifinal Liga Champions.

Lionel Messi gagal membawa Barcelona ke final Liga Champions setelah di leg kedua semifinal Liga Champions kalah 0-4. Hasil tersebut membuat Barcelona kalah agregat 3-4 dari Liverpool.

Hasil mengejutkan tersebut membuat dominasi dua pemain bintang di kompetisi top Eropa ini berakhir. Sejak 2013, Messi (satu kali) atau Ronaldo (empat kali) selalu terlibat di lima laga final berturut-turut.

Namun Ronaldo lebih mendominasi setelah tiga kali memenangi trofi Liga Champions dari empat total yang diraihnya bersama Real Madrid. Sementara Messi terakhir memenangi kompetisi ini bersama Barcelona adalah pada 2015.

Striker Barcelona Lionel Messi mencoba melewati pemain Liverpool selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]Striker Barcelona Lionel Messi mencoba melewati pemain Liverpool selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]

Messi dan Ronaldo juga mendominasi perolehan perhargaan individu bergengsi Ballon d’Or selama periode 10 tahun. Luka Modric akhirnya mengakhiri dominasi dua pemain tersebut setelah meraih penghargaan tersebut pada 2018.

Final Liga Champions terakhir tanpa ada Messi atau Ronaldo adalah saat Bayern Munich mengalahkan Borussia Dortmund 2-1 pada final 2012/2013 di Wembley. Ketika itu Dortmund dilatih oleh manajer Liverpool saat ini, Jurgen Klopp.

Sementara Liverpool kini akan menunggu pemenang antara Ajax Amsterdam dan Tottenham Hotspur di final yang akan digelar di Madrid pada 1 Juni nanti.(Scoresway)