Video: Gocekan Maut Lionel Messi Lewati Tiga Pemain Venezuela

Suara.com – Argentina menuai kekalahan menyakitkan ketika berhadapan dengan Venezuela di laga uji coba Internasioal yang dihelat di Wanda Metropolitano pada Sabtu (23/3/2019). Tim besutan Lione Scaloni kalah dengan skor 1-3.

Tiga gol kemenangan Venezula diciptakan oleh Jose Salomon Rondon (6′), Jhon Murillo (44′), dan penalti dari Josef Martinez (76′), Sementara satu gol balasan Argentina berasal dari Lautaro Martinez (59).

Pada laga itu sendiri Lionel Messi sudah kembali membela Timnas Argentina setelah memutuskan istirahat sejak Piala Dunia 2018 berakhir. Akan tetapi, penyerang Barcelona itu gagal mempersembahkan kemenangan untuk tim Tango.

Kendati demikian, Lionel Messi yang bermain selama 90 menit penuh menyuguhkan permainan menarik. Ada satu momen di mana Messi melewati beberapa pemain Venezuela dengan mudahnya.

Aksi Lionel Messi melewati pemain Venezuela saat laga uji coba Internasional pada 22 Maret 2019 (Benjamin Cremel/AFP)Aksi Lionel Messi melewati pemain Venezuela saat laga uji coba Internasional pada 22 Maret 2019 (Benjamin Cremel/AFP)

Hal itu terjadi di babak pertama di menit 29. Lionel Messi menerima umpan di daerah tengah lapangan. Mendapat kawalan dari pemain Venezuela, pemain peraih Ballon d’Or lima kali itu berhasil mengatasinya meski sempat kehilangan keseimbangan.

Aksi Messi tidak berhenti di situ, ia melewati dua pemain sekaligus dengan mudahnya saat menggiring bola masuk lebih dalam ke daerah pertahanan Venezuela. Pemain yang berjuluk La Pulga itu melewati lawan dengan aksi dribbling-nya ke kanan dan ke kiri.

Lionel Messi pun berhasil lolos dari kawalan pemain Venezuela dan melepaskan umpan silang matang ke kotak penalti. Namun sayang, sundulan keras dari Luaro Martinez berhasil diblok oleh kiper Venezuela, Wuilker Farinez.

Berikut video dribbling Lionel Messi yang berhasil lewati tiga pemain Venezuela dengan mudahnya.

Bolatimes/Andiarsa Nata

The Three Lions Menang Telak 5-0, Legenda Inggris Angkat Topi

Suara.com – Legenda sepak bola Inggris, Gary Lineker, memprediksi timnas Inggris bakal menuai hasil positif di kualifikasi Piala Eropa 2020. Hal itu diungkapkan Lineker usai tim berjuluk The Three Lions membantai Republik Ceko di pertandingan pertama Grup A.

Dalam laga yang digelar di Stadion Wembley, Sabtu (23/3/2019), Inggris menang telak dengan skor 5-0. Raheem Sterling menyumbang tiga gol dalam laga itu di menit 24, 62 dan 68. Sedangkan dua gol Inggris lainnya dicetak oleh Harry Kane lewat titik penalti di menit 45 dan gol bunuh diri Tomas Kalas di menit 84.

Kemenangan tersebut mengindikasikan perkembangan positif performa The Three Lions di bawah arahan Gareth Southgate. Meski saat ini tidak sedikit pemain Inggris yang menepi akibat cedera.

Penampilan para pemain muda timnas Inggris yang menjanjikan tentunya tidak lepas dari peran Southgate. Sebut saja, Jadon Sancho yang mampu mengirim assist bagi terciptanya gol pertama yang dibukukan oleh Sterling.

Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate tersenyum puas usai timnya mengalahkan Republik Ceko 5-0 di kualifikasi Piala Eropa 2020 yang berlangsung di Stadion Wembley, Sabtu (23/3/2019) [AFP]Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate tersenyum puas usai timnya mengalahkan Republik Ceko 5-0 di kualifikasi Piala Eropa 2020 yang berlangsung di Stadion Wembley, Sabtu (23/3/2019) [AFP]

“Kami sungguh tidak mengira bahwa penampilan mereka demikian mengesankan, bahkan bukan tidak mungkin terus meningkat di masa depan,” kata Lineker.

“Penampilan para pemain muda sungguh menjanjikan. Saya katakan bahwa Inggris bakal menuai hasil positif di masa depan dengan meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya,” sambungnya seperti dikutip Antara.

Di ajang Piala Dunia 2018, Inggris tampil mengejutkan. Meski gagal menjuarai pesta akbar jagad sepak bola itu, Southgate berhasil mengantar The Three Lions ke babak semifinal.

Busquets Masuk Tim Utama Barcelona, Begini Kesan Pertama Lionel Messi

Suara.com – Lionel Messi saat ini memang sudah menjadi pemain penting dan berpengaruh dalam skuat Barcelona. Bahkan beberapa kabar menyebut bahwa Lionel Messi juga sampai terlibat dalam pengambilan keputusan pihak klub.

Namun sebelum menjadi pemain hebat seperti sekarang, pemain asal Argentina itu merupakan jebolan dari akademi Barcelona, La Masia bersama dengan pemain seperti Xavi Hernandez, Carles Puyol, Andres Iniesta, dan Sergio Busquest.

Khusus untuk Sergio Busquets, pemain berusia 30 tahun itu memang lebih muda di antara pemain di atas dan jika diurutkan, ia menjadi pemain terakhir yang masuk ke tim utama.

Ketika Busquets masuk ke tim utama pada tahun 2008, ada cerita menarik saat pemain asal Spanyol itu bergabung pertama kali dalam sesi latihan Barcelona. Kala itu ia langsung mendapat penilaian dari pemain-pemain senior yang lebih dulu memperkuat tim utama, termasuk Lionel Messi.

Lionel Messi dan Sergio Busquets (Twitter.com/@brfootball)Lionel Messi dan Sergio Busquets. (Twitter.com/@brfootball)

Permainan Sergio Busquets saat itu mampu mencuri perhatian Messi. Pemain peraih Ballon d’Or lima kali itu pun mengaku menyukai permainan dari pemain asal Spanyol tersebut. Hal itu diungkap langsung oleh pelatih Barcelona saat itu, yakni Pep Guardiola.

“Saya ingat apa yang dikatakan Messi kepada saya,” kata Pep Guardiola dikutip dari Sportbible.

“Setelah dua atau tiga hari pelatihan dengannya (Sergio Busquets), dia mendatangi saya dan berkata, ‘Saya suka yang ini.’ Dan aku berkata, ‘Ketika ada masalah, dia akan ada di sana’,” lanjutnya menambahkan.

Bukan hanya Lionel Messi yang terkesan, legenda Barcelona, Xavi Hernandez juga mengaku saat itu ia melihat Busquets sebagai pemain istimewa.

“Pertama kali Pep membawa Sergio Busquets untuk berlatih bersama kami, saya menyadari kami menghadapi pemain istimewa,” ucap Xavi.

“Tapi tidak ada dari kita yang memiliki pandangan ke depan untuk mengantisipasi bahwa Busquets akan berkembang menjadi gelandang terbaik 1i dunia seperti dia saat ini,” sambungnya.

Ya, kini Sergio Busquets memang sudah menjadi pilar penting dalam skuat Barcelona. Perannya di lini tengah menjadi vital dalam permainan Blaugarana. Sosok Busquets pun belum tergantikan hingga saat ini.

Bolatimes/Andiarsa Nata

Kolev Bakal Turunkan Bambang Pamungkas di Perempat Final Piala Presiden

Suara.com – Pelatih Persija Jakarta Ivan Kolev membuka peluang bagi striker veteran Bambang Pamungkas untuk tampil menghadapi Kalteng Putra di babak perempat final Piala Presiden 2019. Kolev menilai Bepe, sapan akrab Bambang, siap untuk bermain di laga tersebut.

Sejak ditunjuk untuk menukangi Persija, Kolev memang jarang menurunkan Bepe. Kondisi Bepe yang baru pulih dari cedera menjadi alasan pelatih asal Bulgaria menepikan pemain berusia 38 tahun itu.

Lini depan Persija lebih sering diisi oleh Silvio Escobar yang hingga kini belum juga membuka keran golnya di tim berjuluk Macan Kemayoran.

“Bepe kalau saya lihat setelah cedera 40 hari kondisinya semakin membaik. Saya sangat puas melihat perkembangan itu,” kata Ivan Kolev di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma, Sabtu (23/3/2019).

Pelatih Persija Ivan Kolev saat memimpin latihan di Lapangan PS AU Halim Perdanakusuma. (dok. Media Persija).Pelatih Persija Ivan Kolev saat memimpin latihan di Lapangan PS AU Halim Perdanakusuma. (dok. Media Persija).

“Untuk setiap pemain yang ada di tim ini pasti memiliki kesempatan untuk bermain di tim utama,” ungkap eks juru taktik PS Tira (sekarang Tira-Persikabo) tersebut.

Selain Bepe dan Escobar, Persija masih memiliki pilihan lain di lini depan. Yaitu striker pinjaman Rishadi Fauzi dan pemain yang baru saja didatangkan yakni Yogi Rahadian.

“Intinya saat ini kita perlu beberapa pemain. Agar banyak variasi dan gantikan pemain-pemain yang harus absen,” pungkasnya.

Hadapi Vietnam di Laga Kedua, Indra Sjafri Fokus Benahi Mental Pemain

Suara.com – Pelatih tim nasional Indonesia U-23 Indra Sjafri fokus membenahi mental para pemainnya jelang pertandingan kedua Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 2020 menghadapi Vietnam. Pertandingan kontra Vietnam akan digelar di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (23/3/2019).

“Mentalitas pemain harus dikembalikan agar siap untuk laga besok,” ujar Indra Sjafri usai memimpin latihan di Kompleks Lapangan VFF, Hanoi, Vietnam, Sabtu (23/3/2019).

Menurut Indra, kesiapan mental penting untuk pertandingan kontra Vietnam agar skuatnya mampu meraih hasil maksimal dari tuan rumah yang membantai Brunei Darussalam dengan enam gol tanpa balas di laga pertama.

Kemenangan dari partai tersebut akan memperbesar peluang skuat berjuluk Garuda Muda lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020.

Latihan timnas Indonesia U-23 di stadion Madya, Senayan. (Suara.com/Adie Prasetyo) Latihan timnas Indonesia U-23 di stadion Madya, Senayan. (Suara.com/Adie Prasetyo)

Selain mental, Indra Sjafri juga memberikan beberapa strategi khusus untuk membendung alur serangan lawan dan mencetak gol ketika ada peluang.

“Latihan hari ini memang khusus untuk antisipasi Vietnam. Setelah itu nanti malam kami akan menganalisis bersama permainan Vietnam dan berdiskusi dengan tim pelatih,” jelas Indra kepada Antara.

Latihan timnas Indonesia U-23 pada Sabtu (23/3/2019) dimulai pada pukul 06.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 08.00 WIB.

Dalam kegiatan itu, Indra Sjafri memisahkan tim menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama terdiri dari skuat inti ketika berhadapan dengan Thailand, Jumat (22/3/2019), dan, kedua, para pemain yang menjadi cadangan di pertandingan tersebut.

Untuk skuat inti diberikan materi pemulihan fisik, sementara lainnya harus menjalani latihan taktik.

Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri (kanan) mengarahkan para pemain dalam latihan menjelang pertandingan Sepak Bola AFF U-22 di lapangan AUPP Sport Club, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (17/2). ANTARA FOTO/Nyoman BudhianaPelatih Timnas U-22 Indra Sjafri (kanan) mengarahkan para pemain dalam latihan menjelang pertandingan Sepak Bola AFF U-22 di lapangan AUPP Sport Club, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (17/2). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Setelah latihan, beberapa pemain timnas Indonesia U-23 memilih bungkam dan enggan memberikan keterangan kepada pewarta.

Indonesia memang dalam posisi terdesak setelah kalah dengan skor 0-4 dari Thailand di laga perdananya di Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 2020, yang digelar Jumat (22/3/2019).

Saat ini, Indonesia berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup K, satu tingkat dari peringkat juru kunci yang diduduki Brunei Darussalam.

Untuk menjaga asa lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020, Indonesia wajib memenangkan dua pertandingan yang tersisa. Yaitu mengalahkan Vietnam pada Minggu (24/3/2019) dan Brunei Darussalam, Selasa (26/3/2019).

Hadapi Norwegia, Spanyol Bertekad Curi Kembali Hati Suporter

Suara.com – Spanyol harus berjuang ekstra di laga perdana kualifikasi Piala Eropa 2020 menghadapi Norwegia, Minggu (24/3/2019). Hal itu diungkapkan pemain belakang timnas Spanyol Jose Gaya yang berjanji untuk memenangkan kembali hati suporter usai penampilan buruk tim berjuluk La Furia Roja di Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (23/3/2019), timnas Spanyol memulai kiprahnya di bawah pelatih Luis Enrique di kompetisi Nations League tetapi gagal ke semifinal setelah kalah dari Inggris dan bermain imbang dengan Kroasia, hasil yang menghancurkan optimisme awal setelah terpuruk di Piala Dunia.

“Sudah jelas bahwa kami harus membuat orang percaya lagi kepada kami,” kata Gaya dalam jumpa pers, Jumat (22/3/2019), jelang pertandingan yang akan digelar di Stadion Mestalla, Valencia.

“Semuanya dimulai besok, ini adalah pertandingan kualifikasi pertama dan kami harus membuat semua orang bersemangat dan itulah yang akan kami coba lakukan, menampilkan performa besar. Itu yang kami semua inginkan, tim dengan ide yang jelas.”

Luis Enrique memanggil dan mendepak banyak pemain pemain sejak mengambil alih posisi pelatih timnas pada Juli 2018 lalu setelah Julen Lopetegui dipecat jelang gelaran Piala Dunia 2018, dan Fernando Hierro gagal membuat Spanyol bersinar di Rusia.

Enrique mengatakan jika ia membutuhkan waktu sebelum untuk membentuk dan memolesnya menjadi seperti yang diinginkan.

Pelatih timnas Spanyol Luis Enrique memberikan arahan kepada pemain dalam latihan jelang laga UEFA Nations League [AFP]Pelatih timnas Spanyol Luis Enrique memberikan arahan kepada pemain dalam latihan jelang laga UEFA Nations League [AFP]

“Saya pikir para pemain ini memiliki kapasitas yang besar untuk tumbuh, saya telah memilih 23 pemain ini karena saya pikir mereka adalah yang terbaik untuk dua pertandingan ini dan saya ingin mereka semua melangkah maju,” katanya.

“Kami harus membuat tim nasional yang baru dan itu hanya akan terjadi dengan waktu, pertandingan, dan hasil yang baik.”

“Jika kami membandingkan diri kami dengan tim-tim yang memenangkan Kejuaraan Eropa (2008 dan 2012) dan Piala Dunia (2010) kami akan kalah.”

“Banyak pemain yang lebih tua atau sudah pensiun. Kami sekarang mencari untuk membangun tim pemenang lainnya. Tetapi memenangkan trofi itu tidak mudah.”

Laga antara Spanyol versus Norwegia akan digelar di Estadio Mestalla, Minggu (24/3/2019) dini hari WIB. Usai meladeni Norwegia, di laga kedua Spanyol akan menghadapi Malta di laga tandang yang akan digelar pada 27 Maret 2019.

Tergabung di Grup F, selain Norwegia dan Malta, Spanyol juga akan menghadapi Kepulauan Faroe, Rumania, dan Swedia.

Sedih, Ezra Walian Tetap Yakin Bisa Kenakan Lambang Garuda di Dada

Suara.com – Penyerang naturalisasi Ezra Walian yakin bisa kembali memperkuat tim nasional Indonesia, meski saat ini dirinya dilarang bermain untuk timnas Indonesia di laga-laga dan turnamen resmi oleh FIFA.

“Saya yakin semua akan baik-baik saja dan saya bisa bermain kembali untuk timnas Indonesia,” ujar Ezra ketika di temui di Kompleks Lapangan VFF, Hanoi, Vietnam, Sabtu (23/3/2019).

Pemain berusia 21 tahun itu tidak putus harapan pada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang diyakininya akan serius menangani polemik tersebut.

“Saya tahu PSSI bekerja keras untuk menangani persoalan itu,” kata Ezra.

Ezra yang kini bermain untuk klub RKC Waalwijk di Belanda, mengakui sulit menerima vonis dari FIFA.

Apalagi, kebijakan itu dikeluarkan ketika dia sudah mencurahkan fokus untuk timnas U-23 Indonesia yang tengah berlaga di kualifikasi Piala Asia U-23.

“Saat ini semua terasa sulit bagi saya. Saya sedih, tetapi bagaimanapun ini adalah keputusan FIFA,” sambungnya seperti dimuat Antara.

Pemain tim nasional U-23 Indonesia Ezra Walian saat mengikuti sesi latihan di lapangan Vietnam Footbal Federation (WFF), My Dinh, Hanoi, Vietnam, Sabtu (23/3/2019). Tim nasional U-23 Indonesia akan menghadapi tim nasional U-23 Vietnam pada pertandingan Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (24/3/2019). ANTARA FOTO/R. RekotomoPemain tim nasional U-23 Indonesia Ezra Walian saat mengikuti sesi latihan di lapangan Vietnam Footbal Federation (WFF), My Dinh, Hanoi, Vietnam, Sabtu (23/3/2019). Tim nasional U-23 Indonesia akan menghadapi tim nasional U-23 Vietnam pada pertandingan Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (24/3/2019). ANTARA FOTO/R. Rekotomo

Ezra Walian tidak diperkenankan tampil untuk tim nasional Indonesia sejak Kamis (21/3/2019) atau sebelum laga perdana kualifikasi Piala Asia U-23 2020 AFC di Vietnam oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang mendakwanya melanggar aturan yang tercantum dalam Statuta FIFA.

Ezra, yang dinaturalisasi menjadi WNI pada tahun 2017, dinilai tidak memenuhi syarat berlaga di timnas Indonesia karena pernah bermain di timnas U-17 Belanda di kualifikasi Piala Eropa U-17 pada tahun 2013.

Akan tetapi, FIFA tetap membuka peluang bagi PSSI untuk menyodorkan dokumen atau bukti resmi yang bisa menggugurkan keputusan tersebut.

PSSI sendiri sudah menyatakan akan terus memperjuangkan tempat Ezra di timnas Indonesia.

Ezra Walian dan Egy Maulana Vikri usai mengikuti latihan latihan timnas Indonesia U-23 di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Kamis (13/3/2019).(Suara.com/Adie Prasetyo)Ezra Walian dan Egy Maulana Vikri usai mengikuti latihan latihan timnas Indonesia U-23 di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Kamis (13/3/2019).(Suara.com/Adie Prasetyo)

Di tengah keputusan FIFA, Ezra Walian tetap tinggal di Vietnam demi memberikan dukungan kepada rekan-rekannya hingga kualifikasi Piala Asia U-23 2020 usai pada Selasa (26/3/2019).

Dia tampak bersama sang ayah Glenn Arthur di bangku penonton saat timnas U-23 berlaga menghadapi Thailand di laga perdana Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Jumat (22/3/2019), yang berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan Thailand.

Ezra juga turut berlatih bersama rekan-rekannya pada hari ini, Sabtu (23/3/2019) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Vietnam di lanjutan Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 yang akan digelar di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (24/3/2019), mulai pukul 20.00 WIB.

Dibantai Thailand, Peluang Garuda Muda Tampil di Piala Asia Belum Tertutup

Suara.com – Timnas Indonesia U-23 harus menerima kenyataan pahit setelah dibantai Thailand dengan empat gol tanpa balas di laga pembuka skuat Garuda di Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 2020 yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, Jumat (22/3/2019).

Kalah telak, peluang Garuda Muda -julukan timnas Indonesia U-23- lolos ke putaran final Piala Asia U-23 yang akan digelar di Thailand pada Januari 2020 belum tertutup. Mengingat masih ada dua pertandingan yang akan dijalani.

Kalah 4-0, timnas Indonesia U-23 saat ini menempati peringkat tiga klasemen sementara Grup K, di bawah Thailand yang menempati posisi kedua. Di peringkat pertama ada tuan rumah Vietnam yang membantai Brunei Darussalam dengan skor 6-0. Kemenangan yang mengirim Brunei Darussalam ke posisi juru kunci Grup K.

Sudah defisit empat gol dan masih mengantongi dua pertandingan, ada dua skenario yang bisa membuat tim besutan Indra Sjafri tampil di Piala Asia U-23 tahun depan. Yaitu keluar sebagai juara grup atau menjadi runner up terbaik.

Pemain Timnas U-22 Witan Sulaiman (kedua kanan) menggiring bola dalam latihan menjelang pertandingan Sepak Bola AFF U-22 di lapangan AUPP Sport Club, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (17/2). ANTARA FOTO/Nyoman BudhianaPemain Timnas U-22 Witan Sulaiman (kedua kanan) menggiring bola dalam latihan menjelang pertandingan Sepak Bola AFF U-22 di lapangan AUPP Sport Club, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (17/2). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Sebagaimana diketahui, hanya akan ada 16 tim yang lolos ke putaran final. Empat atau lima tim diantaranya  merupakan runner up terbaik.

Klasemen runner up terbaik masih tergantung dari Thailand di fase grup yang merupakan tuan rumah Piala Asia U-23 2020. Sebab, Thailand dipastikan lolos ke putaran final.

Berikut skenario yang bisa membuat Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia U-23:

1. Juara grup

Indonesia bisa menjadi juara grup jika berhasil mengalahkan Thailand dan Brunei Darussalam di dua laga sisa. Selain itu, Thailand harus kalah dari Vietnam dan juga Brunei Darussalam.

2. Runner up terbaik

Indonesia mengalahkan Vietnam dan Brunei Darussalam sementara Thailand juga mengalahkan Vietnam dan Brunei di dua pertandingan tersisa.

Namun, untuk posisi runner up terbaik ini ada beberapa catatan. Skuat besutan Indra Sjafri harus bersaing selisih gol dengan peserta dari grup lain.

Selain itu, dalam perhitungan runner up terbaik, tim yang ada di posisi tiga dan empat tidak akan lagi dihitung. Hal itu dikarenakan mundurnya Pakistan yang ada di Grup F.

Fabiano Beltrame Resmi Berseragam Persib Bandung

Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha

Fabiano Beltrame Resmi Berseragam Persib Bandung

Bek Arema Cronos, Fabiano Beltrame (tengah) merebut bola dengan empat pemain Persija Jakarta, dalam laga ISL di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (4/4) [Antara/Ari Bowo Sucipto].

Kehadiran Fabiano diharapkan bisa memperkokoh lini belakang Persib Bandung.

Jadwal Padat, Kolev Buka Pintu buat Pemain Persija U-20

Suara.com – Pelatih Persija Jakarta Ivan Kolev mengaku tidak tertutup kemungkinan pemain Persija U-20 membela tim senior di ajang Piala AFC 2019. Meski para pemain muda itu harus melakukan adaptasi terlebih dulu.

Sebagai informasi, hingga saat ini ada 11 pemain dari tim U-20 berlatih dengan tim utama. Mereka adalah Rossy, Ammarsyahdi, Al Hamra H, Anan M Lestaluhu, Anang Maruf, Divie Badrutaman, Hadi Ardiansyah, Risky Akbar, Desly Nur, Adhe Owen, dan Mario Nurcahyo.

Dilibatkannya pemain muda tersebut merupakan langkah antisipasi jadwal padat yang dilakukan oleh Kolev. Sebab, sebelum melakoni pertandingan ketiga Piala AFC 2019 melawan Ceres Negros pada 3 April, Macan Kemayoran lebih dulu akan melakoni babak perempat final Piala Presiden 2019 kontra Kalteng Putra pada 28 Maret mendatang.

“Kami masih ada waktu untuk pemulihan, dan mereka bisa latihan, dan main dulu lebih tenang supaya kalau datang game tanggal 2 ada beberapa pemain dari mereka yang bisa main di tim kita,” kata Ivan Kolev.

Sejumlah pemain Persija Jakarta menjalani latihan perdana jelang pertiandingan musim 2019 di Lapangan Aldiron, Jakarta, Senin (7/1/). [ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan]Sejumlah pemain Persija Jakarta menjalani latihan perdana jelang pertiandingan musim 2019 di Lapangan Aldiron, Jakarta, Senin (7/1/). [ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan]

“Saya tidak bisa bicara sekarang karena saya belum tahu kualitas mereka. Saya lihat mereka masih khawatir dan takut. Itu menurut saya biasa. Mereka membutuhkan waktu,” ungkapnya.

Asisten pelatih Persija, Sudirman, berharap pemain tim U-20 yang bergabung ke skuat Persija senior harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.

“Menurut saya itu akan menjadi berkah bagi mereka (pemain Persija U-20). Jadi pesan saya jangan minder. Justru mereka harus menunjukkan kualitas terbaik. Sebab ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk unjuk kebolehan,” ujar Sudirman.

Argentina vs Venezuela: Messi Gagal Bawa Kemenangan

Suara.com – Laga persahabatan antara Argentina vs Venezuela yang berlangsung di Madrid, Spanyol, Jumat malam (22/3/2019) berakhir dengan dibantainya Lionel Messi dkk oleh tim dari negara yang kini sedang terpuruk karena dilanda krisis ekonomi serta politik.

Argentina yang untuk pertama kalinya kembali diperkuat Messi setelah gagal di Piala Dunia 2018 dipaksa menelan kekalahan dengan skor telak 1-3.

Di atas kertas, Argentina memang tampil lebih dominan di laga itu. Menguasai bola lebih sering (66 persen) dan melepaskan tembakan lebih banyak ke gawang Venezuela (11 berbanding 7 tembakan), Argentina justru sangat rapuh di lini belakang.

Laga baru berjalan 6 menit, Salomon Rondon sudah mencetak gol cantik ke gawang Franco Armani. Gol itu menunjukkan kepiawaian Rondon, yang bermain untuk Newcastle United, mengontrol umpan jauh, sebelum melepaskan tembakan keras untuk membawa Venezuel unggul satu gol.

Pada menit 44 Jhon Murillo menambah koleksi gol Venezuel di pertandingan itu. Gol yang mengubah skor menjadi 0-2 diciptakan Murillo lewat sebuah tembakan keras dari luar kotak penalti.

Di babak pertama, Argentina bukan tanpa peluang. Di menit 30 Argentina harusnya bisa mencetak gol jika saja sundulan striker Lautaro Martinez, yang menerima umpan Messi, tak ditepis oleh penjaga gawang Wuilker Farinez.

Tembakan Messi dari luar kotak penalti pada menit 36 juga masih bisa dimentahkan oleh Farinez. Skor 0-2 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Argentina bermain lebih menekan. Hasilnya positif, karena di menit 59 Martinez akhirnya bisa mencetak gol untuk mengubah skor menjadi 1-2.

Tetapi upaya Argentina untuk mencetak gol tamabahan di pertandingan itu terus gagal. Justru Venezuela yang berhasil menambah gol untuk mengubah skor menjadi 1-3.

Adalah Josef Martinez yang mencetak gol ketiga Venezuela di pertandingan itu dari titik penalti. Hadiah penalti diperoleh Venezuela setelah Martinez sendiri dilanggar bek Argentina di dalam kotak penalti.

Skor 1-3 mengakhiri laga Argentina vs Venezuela tersebut.

Inggris Bantai Republik Ceko, Sterling Cetak Trigol

Suara.com – Inggris berhasil membantai tamunya Republik Ceko dengan skor 5-0 dalam laga kualifikasi Grup A Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, Jumat malam (22/3/2019). Raheem Sterling tampil gemilang di laga itu dengan mencetak trigol.

Bermain di hadapan ribuan pendukungnya, Inggris sudah unggul 1-0 di menit 24. Itu adalah gol pertama Sterling di laga tersebut dan dilesakkannya setelah menerima umpan silang sempurna dari striker muda Jadon Malik Sancho.

Inggris menutup babak pertama dengan skor 2-0, setelah Harry Kane mencetak gol lewat titik penalti pada menit 45. Hadiah itu diperoleh Inggris setelah Sterling dilanggar di dalam kotak penalti.

Di babak kedua, Inggris sama sekali tak mengendorkan tekanan. Pertandingan memasuki menit 60an, dua gol lagi diciptakan Sterling untuk Inggris.

Gol kedua pemain Manchester City itu dicetak pada menit 62, lewat sebuah sontekan kaki kiri dari dalam kotak penalti. Sementara gol ketiganya dicetak di menit 68, saat ia melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti.

Adapun gol terakhir Inggris dalam pertandingan itu tercipta dari gol bunuh diri bek Republik Ceko, Tomas Kalas pada menit 84. Kallas mencetak gol ke gawangnya sendiri setelah keliru mengantisipasi bola tembakan Callum Hudson-Odoi yang ditepis penjaga gawang.

Berkat kemenangan itu Inggris kini menguasai puncak klasemen sementara Grup A di babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Di urutan kedua ada Montenegro dan Bulgaria yang bermain imbang 1-1 dalam laga berbeda.

Sementara Republik Cek menghuni peringat paling rendah, di bawah Kosovo yang sama sekali belum melakoni pertandingan. [Live Score]

Mimpi Paul Pogba Bermain untuk Real Madrid

Suara.com – Gelandang andalan Manchester United, Paul Pogba memang seakan tak pernah berhenti membuat cerita ataupun kontroversi.

Yang teranyar, gelandang berusia 26 tahun itu melontarkan pernyataan yang mengisyaratkan jika dirinya tengah flirting dengan klub raksasa Spanyol, Real Madrid.

Bagaimana tidak, Pogba tak segan untuk menyebut Real Madrid sebagai klub idaman setiap pesepakbola profesional.

Menurut Pogba, reputasi besar Real Madrid sebagai klub raksasa dengan sederet kesuksesannya telah menjadikan klub berjuluk Los Blancos itu sebagai destinasi impian setiap pemain.

Meski demikian, gelandang internasional Prancis itu menegaskan jika dirinya saat ini masih bahagia bermain untuk Man United, terlebih The Red Devils saat ini telah disebut Ole Gunnar Solskjaer.

“Jelasa, (Real Madrid) salah satu klub terbesar di dunia. Saya selalu katakan Real Madrid adalah klub idaman bagi setiap pemain sepakbola,” ucap Pogba sebagaimana dilansir Sky Sports.

“Soal masa depan saya tidak ada yang tahu, tapi untuk sekarang ini saya bahagia di Manchester. Saya bermain bagus sekarang, dan di sana kini ada Ole (Gunnar Solskjaer) sebagai pelatih. Semua berjalan baik, tim juga meraih hasil bagus,” celoteh pemain berjuluk La Pioche tersebut.

Pogba sendiri kini tengah bersiap untuk membela Timnas Prancis dalam dua laga kualifikasi Piala Eropa 2020 menghadapi Moldova dini hari nanti, serta Islandia pada pekan depan.

Indra Sjafri Akui Tim Terganggu Polemik Ezra Walian

Suara.com – Pelatih tim nasional Indonesia U-23 Indra Sjafri mengakui skuatnya sempat terganggu dengan polemik yang menimpa salah satu pemainnya, Ezra Walian.

“Memang konsentrasi kami sempat terganggu, khususnya sebelum pendaftaran 23 pemain sampai tadi pagi,” ujar Indra di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (22/3/2019).

Meski demikian, pelatih asal Sumatera Barat itu menampik jika hal itu terbawa sampai pertandingan.

Indra menegaskan kondisi tersebut bukan menjadi penyebab kekalahan skuat berjuluk Garuda Muda di laga Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 kontra Thailand.

“Tidak sama sekali, bukan karena soal Ezra. Banyak pemain tampil di bawah performa sebenarnya, jadi rencana pertandingan tak berjalan dengan baik,” sambung Indra kepada Antara.

Ezra Walian, pemain naturalisasi dari Belanda, tidak diperkenankan tampil membela timnas Indonesia sebelum laga perdana kualifikasi Piala Asia U-23 2020 AFC di Vietnam. FIFA menganggap Ezra melanggar aturan terkait perpindahan status kewarganegaraan.

Penyerang Timnas Indonesia U-23, Egy Maulana Vikri (kiri) berupaya melewati pemain Timnas Thailand U-23, Saringkan Promsupa pada pertandingan perdana Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (22/3/2019) sore. [ANTARA FOTO/R. Rekotomo]Penyerang Timnas Indonesia U-23, Egy Maulana Vikri (kiri) berupaya melewati pemain Timnas Thailand U-23, Saringkan Promsupa pada pertandingan perdana Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (22/3/2019) sore. [ANTARA FOTO/R. Rekotomo]

Pangkalnya, Ezra yang dinaturalisasi pada tahun 2017 itu pernah bermain di timnas U-17 Belanda di kualifikasi Piala Eropa U-17 pada tahun 2013.

Ezra sendiri memutuskan untuk tetap tinggal di Vietnam demi memberikan dukungan kepada rekan-rekannya sampai kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 usai pada Selasa (26/3/2019).

Timnas Indonesia U-23 menelan kekalahan telak dengan skor 0-4 dari Thailand dalam laga Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 2020 yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat.

Keempat gol Thailand dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Shinnaphat Leeaoh (21′), Supachai Chaided (penalti 50′, 71′) dan Supachok Sarachat (74′).

Hasil itu menempatkan Indonesia di posisi juru kunci Grup K untuk sementara. Sedangkan Thailand memimpin dengan tiga poin.

Di pertandingan berikutnya, Indonesia akan menghadapi tuan rumah Vietnam. Pertandingan tersebut akan digelar Minggu (24/3/2019), pukul 20.00 WIB.

Menpora Minta PSSI Belajar dari Kasus Ezra Walian

Suara.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi angkat bicara terkait kasus yang menimpa striker naturalisasi Ezra Walian. Menurutnya, kasus ini harus dijadikan pelajaran di masa mendatang ketika ingin melakukan proses naturalisasi seorang pemain.

Ezra tak bisa didaftarkan sebagai pemain timnas Indonesia U-23 di kualifikasi Piala Asia U-23 yang digelar di Vietnam. Pemain RKC Waalwijk tidak bisa memperkuat timnas Indonesia karena terganjal statuta FIFA.

“Saya baru tahu juga, sehingga kami juga belum bisa memberikan respon lebih lanjut. Tapi setidaknya ini pelajaran penting agar berikutnya harus dipersiapkan apa saja prasyarat yang harus dipenuhi pemain untuk bisa memperkuat timnas, lebih-lebih yang masih dianggap punya dwi kewarganegaraan,” kata Imam di Gedung Kemenpora, Senayan, Jumat (22/3/2019).

Selain itu, Imam juga meminta PSSI untuk lebih aktif menyelesaikan masalah ini. Komunikasi dengan pihak pemerintah dirasa perlu agar masalah ini bisa diselesaikan.

“PSSI harus proaktif, sisi mana yang bisa dibantu pemerintah karena pada prinsipnya pemerintah akan membantu federasi agar setiap cabor meraih prestasinya,” ungkapnya.

Kendala yang dialami PSSI soal Ezra tertuang dalam Statuta FIFA Pasal 5 dengan pengecualian terhadap kondisi yang dijelaskan pada pasal 8.

Yaitu setiap pemain yang pernah bermain di pertandingan (baik penuh maupun tidak) pada pertandingan kompetisi resmi di setiap kategori dan jenis sepak bola atas nama salah satu asoasiasi tidak diperbolehkan untuk bermain di pertandingan internasional asosiasi lainnya.

Sementara pada pasal 8 disebutkan, apabila pemain tersebut memiliki lebih dari satu kewarganegaraan, atau apabila memperoleh kewarganegaraan baru atau apabila pemain dapat bermain untuk bermain di berbagai tim dikarenakan kewarganegaraannya, ia boleh, ketika telah berusia lebih dari 21 tahun, dan hanya boleh sekali, meminta untuk mengubah asosiasi di mana ia akan dapat bermain pertandingan internasional untuk negara selain dari kewarganegaraannya apabila ia memenuhi kondisi berikut:

-Ia tidak pernah sebelumnya bermain (baik penuh maupun tidak) di kompetisi resmi pada kategori ‘A’ match untuk asosiasinya saat itu, dan pada saat ia bermain secara penuh maupun tidak di pertandingan internasional pada kompetisi resmi dari asosiasinya saat itu.

-Ia telah memiliki kewarganegaraan dari tim yang ia hendak bela.

Pada SEA Games 2017 lalu, Ezra bisa bermain untuk Indonesia karena SEA Games bukan yurisdiksi AFC dan FIFA yang punya regulasi sendiri.

Di kualifikasi Piala Asia U-23, timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit di pertandingan pertama Grup K yang berlangsung Jumat (22/3/2019). Tim besutan Indra Sjafri dibantai Thailand dengan empat gol tanpa balas dalam laga yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam.

Timnas Indonesia U-23 Dicukur Thailand 0-4, Ini Respons Indra Sjafri

Suara.com – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri mengakui jika pasukannya tidak bisa keluar dari tekanan Thailand sehingga harus mengakui kekalahan dengan skor telak, dalam laga perdana Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020, Jumat (22/3/2019) malam WIB.

Pada laga yang dihelat di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam tersebut, Timnas Indonesia U-23 dicukur habis dengan skor mencolok 0-4.

“Kami tidak bisa keluar dari tekanan, karena itu kami jadi tidak bisa mengembangkan permainan sejak babak pertama,” kilah Indra Sjafri di Stadion Nasional My Dinh, sebagaimana dilansir ANTARA.

Menurut pelatih asal Sumatera Barat itu, Timnas Indonesia U-23 sejatinya sudah berencana untuk menerapkan permainan menyerang dari tengah lapangan (attacking from midfield).

Akan tetapi, strategi itu buyar ketika bertanding. Para pemain Timnas Indonesia U-23 tampil di bawah standar yang membuat skuat berjuluk Garuda Muda tak bisa keluar dari tekanan.

Mereka bahkan nyaris tak mampu menciptakan peluang berbahaya ke pertahanan Thailand sepanjang pertandingan.

“Itulah yang membuat kami terkesan tampil bertahan,” jelas Indra Sjafri.

Kekalahan telak ini pun membuat Timnas Indonesia U-23 untuk sementara menjadi juru kunci alias duduk di peringkat buncit Grup K. Thailand sendiri memimpin klasemen sementara dengan tiga poin.

Berikutnya, Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi tuan rumah babak kualifikasi ini, yakni Vietnam pada Minggu (24/3/2019) malam. Laga rencananya akan dihelat pada pukul 20.00 WIB.

Sementara di laga terakhir Grup K, Timnas Indonesia U-23 akan menantang Brunei Darussalam pada Selasa (26/3/2019).

Tiru Selebrasi ‘Nakal’ Simeone, Cristiano Ronaldo Didenda Rp 321 Juta

Rully Fauzi

Tiru Selebrasi 'Nakal' Simeone, Cristiano Ronaldo Didenda Rp 321 Juta

Inilah selebrasi megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo usai merayakan gol ke gawang Atletico Madrid dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018/2019 yang berujung hukuman dari UEFA. [AFP]

Selebrasi Cristiano Ronaldo pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018/2019 kontra Atletico Madrid berujung hukuman dari UEFA.

Tak Bisa Bermain, Ezra Pilih Menjadi Pemain ke-12 Timnas Indonesia U-23

Suara.com – Gagal bermain untuk timnas Indonesia U-23 di kualifikasi Piala Asia U-23 2020 tidak membuat pemain naturalisasi, Ezra Walian patah semangat. Penggawa RKC Waalwijk itu tetap setia menemani skuat Garuda Muda sebagai pemain ke-12 (suporter) yang sedang belaga di Vietnam.

Sebagaimana diketahui, Ezra gagal memperkuat timnas Indonesia U-23 di kualifikasi Piala Asia U-23. Sesuai regulasi FIFA, Ezra tidak bisa membela Garuda Muda karena pernah berseragam timnas Belanda U-17 di ajang Piala Eropa pada 2013 silam.

Ezra mengaku sedih tidak bisa tampil untuk Indonesia. Akan tetapi, sebagai bentuk kecintaannya kepada Indonesia, mantan pemain Jong Ajax itu tetap memberikan dukungan kepada rekan-rekannya.

“Saya sebenarnya sangat sedih. Tapi, saya memutuskan untuk tetap tinggal bersama tim di Vietnam hingga kualifikasi selesai. Saya akan menjadi pemain ke-12 di tribun dan menyemangati kalian,” kata Ezra di akun instagram miliknya @ezrawalian.

“Semangat timnas, kalahkan mereka semua. Saya yakin kita bisa dan akan lolos. Garuda di dadaku,” ungkap pemain berusia 22 tahun ini.

Ezra Walian usai mengikuti latihan dengan timnas Indonesia U-23 di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Kamis (13/3/2019).(Suara.com/Adie Prasetyo)Ezra Walian usai mengikuti latihan dengan timnas Indonesia U-23 di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Kamis (13/3/2019).(Suara.com/Adie Prasetyo)

Untuk kasus Ezra ini, tertuang dalam Statuta FIFA Pasal 5 dengan pengecualian terhadap kondisi yang dijelaskan pada pasal 8.

Yaitu setiap pemain yang pernah bermain di pertandingan (baik penuh maupun tidak) pada pertandingan kompetisi resmi di setiap kategori dan jenis sepak bola atas nama salah satu asoasiasi tidak diperbolehkan untuk bermain di pertandingan international asosiasi lainnya.

Sementara pada pasal 8 disebutkan, apabila pemain tersebut memiliki lebih dari satu kewarganegaraan, atau apabila memperoleh kewarganegaraan baru atau apabila pemain dapat bermain untuk bermain di berbagai tim dikarenakan kewarganegaraannya, ia boleh, ketika telah berusia lebih dari 21 tahun, dan hanya boleh sekali, meminta untuk mengubah asosiasi di mana ia akan dapat bermain pertandingan internasional untuk negara selain dari kewarganegaraannya apabila ia memenuhi kondisi berikut:

-Ia tidak pernah sebelumnya bermain (baik penuh maupun tidak) di kompetisi resmi pada kategori ‘A’ match untuk asosiasinya saat itu, dan pada saat ia bermain secara penuh maupun tidak di pertandingan internasional pada kompetisi resmi dari asosiasinya saat itu.

-Ia telah memiliki kewarganegaraan dari tim yang ia hendak bela.

Pada SEA Games 2017 lalu, Ezra bisa bermain untuk Indonesia karena SEA Games tidak berada langsung di bawah yurisdiksi AFC dan FIFA yang punya regulasi sendiri.

Di pertandingan pertama Grup K yang berlangsung Jumat (22/3/2019) timnas Indonesia U-23 harus menerima kenyataan pahit. Tim besutan Indra Sjafri dibantai Thailand dengan empat gol tanpa balas di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam.

Berkat Zinedine Zidane, Eden Hazard Mulai Bermain Sepak Bola

Suara.com – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane kembali mendapat pujian dari penyerang Chelsea, Eden Hazard. Hal ini seakan menambah sinyal kuat Hazard untuk dilatih oleh pelatih asal Prancis tersebut.

Sebelumnya, Eden Hazard pernah mengungkapkan kekagumannya kepada Zinedine Zidane. Pemain asal Belgia itu mengaku mengagumi Zidane dan bermimpi untuk dilatihnya.

“Semua orang tahu rasa hormat yang saya miliki untuk Zidane sebagai pemain, tetapi juga sebagai pelatih. Dia adalah idola saya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, pasti, bermain di bawah Zidane akan menjadi mimpi,” kata Eden Hazard.

Pernyataan yang pernah dilontarkan Hazard itu pun dikaitkan menyusul kabar ketertarikan Real Madrid kepada pemain berusia 28 tahun tersebut.

Tim raksasa Spanyol itu santer diberitakan ingin mendatangkan Hazard ke Santiago Bernabeu. Keinginan tersebut semakin besar sejak Zinedine Zidane kembali ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid beberapa waktu yang lalu.

Eden Hazard saat melawan Fulham di Liga Primer pada 3 Maret 2019 (Glyn Kirk/AFP)Eden Hazard saat melawan Fulham di Liga Primer pada 3 Maret 2019. (Glyn Kirk/AFP)

Namun keinginan Real Madrid tersebut hingga saat ini belum juga menemukan kemajuan. Kabar terakhir justru penawaran Los Blancos ditolak oleh Chelsea karena tidak sesuai dengan keinginan The Blues.

Kini, Eden Hazard kembali memanaskan rumor kepindahannya ke Real Madrid dengan melontarkan pujian kepada Zinedine Zidane. Baru-baru ini mantan pemain Lile itu mengaku Zidane lah yang membuatnya bermain sepak bola.

“Sebagai pemain tidak ada perbandingan, saya sangat menghormati Zidane, dia idola saya,” kata Eden Hazard dikutip dari Marca.

“Saya berterima kasih kepadanya karena Berkat dia saya mulai bermain,” sambungnya.

Walaupun Eden Hazard adalah kewarganegaraan Belgia dan membela tim nasionalnya, akan tetapi jauh sebelum itu Hazard sendiri pernah mengakui bahwa dirinya adalah pendukung Timnas Prancis sejak kecil.

Bahkan, dulunya Hazard bersama saudara-saudaranya sangat terkesan dengan penampilan Prancis di Piala Dunia 1998, yang mana waktu itu Zinedine Zidane bermain dan berhasil merengkuh trofi juara di ajang paling bergengsi di dunia tersebut.

Bolatimes/Andiarsa Nata

Timnas Indonesia U-23 Dihancurkan Thailand 0-4

Suara.com – Timnas Indonesia U-23 harus menelan pil pahit pada laga pertama mereka di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Menghadapi Thailand U-23 pada matchday 1 Grup K di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (22/3/2019) petang WIB, Indonesia asuhan pelatih Indra Sjafri dicukur habis dengan skor telak 0-4.

Jalannya Pertandingan

Di awal-awal babak pertama, kedua tim tampil hati-hati. Timnas Indonesia U-23 sendiri sempat mengancam pada menit kelima melalui Osvaldo Haay. Namun sayang, bola yang dikuasai bintang Persebaya itu gagal dimaksimalkan dan mampu dihalau oleh pemain belakang Thailand.

Menit kesembilan, giliran Thailand balik mengancam melalui Supachai. Pergerakan Supachai berhasil mengelabui empat pemain, namun beruntung fullback Timnas Indonesia U-23, Asnawi Mangkualam berhasil menyapu bola.

Thailand sendiri berhasil membuka skor pada menit 21. Thailand unggul 1-0 lewat gol Shinnaphat Leeaoh yang berhasil menyambut umpan lambung dari tendangan bebas Worachit.

Setelah itu, Timnas Indonesia U-23 lebih banyak bermain bertahan sambil menunggu celah untuk melakukan serangan balik. Sebab, Thailand tampil cukup impresif dengan mendominasi penguasaan bola mencapai 68 persen.

Timnas Indonesia U-23 praktis masih kesulitan untuk membongkar pertahanan Thailand. Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani dan Gian Zola semuanya masih kesulitan untuk mengirim umpan-umpan matang kepada Marinus Wanewar yang diplot sebagai ujung tombak.

Skor pun tak berubah, Thailand unggul 1-0 saat half-time.

Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia U-23 seperti kolaps. Garuda Muda diberondong tiga gol di paruh kedua ini.

Menit 50, Thailand berhasil menambah keunggulan mereka jadi 2-0 melalui gol tendangan penalti Supachai.

Timnas Indonesia U-23 kembali menunjukkan organisasi mereka dalam bertahan. Thailand berhasil memperbesar keunggulan menjadi 3-0 pada menit 71. Umpan silang dari sisi kanan diselesaikan dengan mudah oleh Supachai, yang sukses mencetak gol keduanya di partai ini.

Hanya berselang tiga menit, Thailand semakin menjauh. Mereka kembali mencetak gol untuk keempat kalinya melalui Supachok, tepatnya pada menit 74. Placing penggawa Thailand itu tidak mampu dihalau kiper Timnas Indonesia U-23, Awan Setho.

Skor pun jadi 4-0 untuk keunggulan Thailand, yang berakhir hingga laga rampung.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia U-23: Awan Setho Raharjo, Asnawi Mangkualam, Rachmat Irianto, Andy Setyo (kapten), Firza Andika, Muhammad Luthfi, Gian Zola, Osvaldo Haay/Witan Sulaiman, Saddil Ramdani/Sani Rizki Fauzi, Egy Maulana Vikri, Marinus Wanewar.

Timnas Thailand U-23: Nont Muangngam, Sakuchai Saengthopho, Shinnaphat Leeaoh (kapten), Worachit Kanitsrimbumphen, Supachai Chaided, Supachok Sarachat, Wisarut Imura, Kannarin Thawornsak, Saringkan Promsupa, Jakkit Wachiprom, Kritsada Kaman.

Rooney: Solskjaer Kandidat Tunggal Manajer Manchester United

Suara.com – Mantan pemain Manchester United Wayne Rooney yakin jika Ole Gunnar Solskjaer akan menjadi manajer tetap Setan Merah. Menurut Rooney, dengan performa yang ditunjukkan United dalam beberapa bulan terakhir, maka pihak klub tidak lagi perlu mencari kandidat. Karena Solskjaer pantas menjadi kandidat tunggal.

Solskjaer ditunjuk untuk mengambil alih sementara posisi manajer Setan Merah, menggantikan Jose Mourinho yang dipecat pada Desember 2018. Di bawah asuhannya, performa Setan Merah meningkat tajam.

Meski baru-baru ini United menelan dua kekalahan beruntun dari Arsenal di Liga Inggris dan Wolves di ajang Piala FA, Solskjaer berhasil membawa timnya melaju ke babak perempat final Liga Champions. Setan Merah pun saat ini kembali beranjak ke papan atas klasemen sementara Liga Inggris.

Mengantongi 58 poin dari 30 pertandingan, United saat ini menempati posisi lima klasemen. Dengan delapan pertandingan tersisa, MU masih berpeluang besar untuk finis di posisi empat besar dan meraih tiket untuk tampil di Liga Champions musim depan.

Manajer Caretaker Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kedua kiri) memimpin langsung latihan skuatnya sebelum menghadapi Paris Saint Germain di Liga Champions. FRANCK FIFE / AFPManajer Caretaker Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kedua kiri) memimpin langsung latihan skuatnya sebelum menghadapi Paris Saint Germain di Liga Champions. FRANCK FIFE / AFP

“Solskjaer melakukannya dengan sangat sederhana. Dia membuat suporter kembali memiliki keyakinan kepada United,” kata Rooney.

“Dia membuat suasana (di Old Trafford) kembali harmonis. Staf di Carrington kembali menikmati pekerjaan mereka di sana. Ketika anda melihat staf senang bekerja bersama para pemain, artinya lingkungan tersebut sangat menyenangkan.”

“Apa yang dia lakukan fantastis. Saya yakin dia kandidat tunggal pelatih Manchester United saat ini,” pungkasnya.

Barcelona Siapkan Rp 805 Miliar, Eintracht Bantah Ada Tawaran untuk Jovic

Suara.com – Pejabat klub Eintracht Frankfurt, Wolfgang Steubing, mengaku belum menerima proposal penawaran untuk Luka Jovic. Hal itu diungkapkan Steubing menyusul kabar yang menyebut Barcelona ingin memboyong pemain 21 tahun itu.

Diberitakan sebelumnya, Barcelona siap menggelontorkan dana sebesar 50 juta Euro atau sekitar Rp 805 miliar untuk memboyong penyerang tim nasional Serbia itu.

Selain Barcelona, tim papan atas Liga Inggris Manchester City kabarnya juga berminat untuk mendatangkan pemain yang mengemas 15 gol dari 18 pertandingan di Bundesliga tersebut.

“Penawaran ataupun angka yang ramai digunjing di sosial media belum sampai kepada kami,” kata Steubing seperti dimuat Scoresway.

Pemain Eintracht Frankfurt Luka Jovic rayakan golnya ke gawang Inter Milan di babak 16 besar Liga Europa [AFP]Pemain Eintracht Frankfurt Luka Jovic rayakan golnya ke gawang Inter Milan di babak 16 besar Liga Europa [AFP]

“Tidak ada tawaran (dari klub manapun). Tapi mungkin saja itu terjadi.”

Luka Jovic merupakan pemain pinjaman dari Benfica. Namun dalam kesepakatannya dengan klub Portugal itu, Eintracht memiliki opsi untuk mempermanenkan status Jovic dengan nilai transfer 7 juta Euro atau sekitar Rp 112 miliar.

Kabarnya, Barcelona akan memberikan kontrak jangka panjang kepada Jovic jika pemain 21 tahun itu bersedia merapat ke Barcelona. Jovic akan diplot sebagai pengganti Luis Suarez yang kini sudah menginjak usia 32 tahun.

Timnas Indonesia U-23 Tertinggal 0-1 dari Thailand di Babak Pertama

Suara.com – Timnas Indonesia U-23 melakoni laga pertama mereka di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Menghadapi Thailand U-23 pada laga matchday 1 Grup K di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (22/3/2019) sore WIB, Indonesia asuhan pelatih Indra Sjafri masih tertinggal 0-1 sampai half-time.

Di awal-awal babak pertama, kedua tim tampil hati-hati. Timnas Indonesia U-23 sendiri sempat mengancam pada menit kelima melalui Osvaldo Haay. Namun sayang, bola yang dikuasai bintang Persebaya itu gagal dimaksimalkan dan mampu dihalau oleh pemain belakang Thailand.

Menit kesembilan, giliran Thailand balik mengancam melalui Supachai. Pergerakan Supachai berhasil mengelabui empat pemain, namun beruntung fullback Timnas Indonesia U-23, Asnawi Mangkualam berhasil menyapu bola.

Thailand sendiri berhasil membuka skor pada menit 21. Thailand unggul 1-0 lewat gol Shinnaphat Leeaoh yang berhasil menyambut umpan lambung dari tendangan bebas Worachit.

Setelah itu, Timnas Indonesia U-23 lebih banyak bermain bertahan sambil menunggu celah untuk melakukan serangan balik. Sebab, Thailand tampil cukup impresif dengan mendominasi penguasaan bola mencapai 68 persen.

Timnas Indonesia U-23 praktis masih kesulitan untuk membongkar pertahanan Thailand. Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani dan Gian Zola semuanya masih kesulitan untuk mengirim umpan-umpan matang kepada Marinus Wanewar yang diplot sebagai ujung tombak.

Skor pun tak berubah, Thailand unggul 1-0 saat half-time.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia U-23: Awan Setho Raharjo-pg, Asnawi Mangkualam, Rachmat Irianto, Andy Setyo (kapten), Firza Andika, Muhammad Luthfi, Gian Zola, Osvaldo Haay, Saddil Ramdani, Egy Maulana Vikri, Marinus Wanewar.

Timnas Thailand U-23: Nont Muangngam-pg, Sakuchai Saengthopho, Shinnaphat Leeaoh (kapten), Worachit Kanitsrimbumphen, Supachai Chaided, Supachok Sarachat, Wisarut Imura, Kannarin Thawornsak, Saringkan Promsupa, Jakkit Wachiprom, Kritsada Kaman.

Ryuji Utomo Siap Diduetkan dengan Siapapun oleh Ivan Kolev

Suara.com – Pelatih Persija Jakarta Ivan Kolev terus menjajal komposisi yang tepat untuk skuat besutannya. Ryuji Utomo pun tidak masalah dipasangkan dengan siapa saja oleh Kolev di lini belakang Persija.

Kolev beberapa kali menjajal pemain sesuai dengan posisinya masing-masing. Terutama sektor bek tengah Persija yang dihuni oleh pemain-pemain berkualitas seperti Maman Abdurrahman, Steven Paulle, dan Ryuji Utomo.

Ryuji pun mengaku mendukung penuh apapun yang menjadi keputusan Pelatih Ivan Kolev. Bahkan, dia tidak akan banyak menuntut jika dipercaya oleh pelatih asal Bulgaria tersebut.

“Sekali lagi tidak ada masalah, saya siap diduetkan dengan siapa saja. Karena baik Paulle dan Maman sama- sama pemain hebat dan mempunyai kualitas dan skill tinggi,” kata Ryuji.

Ryuji Utomo saat berlatih bersama Persija di Lapangan Aldiron, Jakarta (dok. Media Persija).Ryuji Utomo saat berlatih bersama Persija di Lapangan Aldiron, Jakarta (dok. Media Persija).

Tidak hanya itu, selama berduet baik dengan Maman maupun Paulle, Ryuji juga tidak menemui kendala apapun. Terutama masalah komunikasi, sejauh ini diakuinya berjalan sangat baik.

“Komunikasi saya dengan dua rekan di belakang, Maman dan Paulle tidak ada masalah. Sekali lagi saya nyaman dengan keduanya,” tutupnya.

Ryuji dan Steven Paulle merupakan pendatang baru pada musim ini. Sementara Maman, merupakan salah satu pemain senior yang ada di Persija.

Pelatih Persib Dukung Penggunaan VAR di Liga 1

Suara.com – Pelatih kepala Persib Bandung, Miljan Radovic mendukung rencana penggunaan Video Assistant Referre (VAR) di kompetisi Liga 1 2019. VAR dinilai menjadi solusi bagi perkembangan kompetisi sepak bola di Indonesia.

Pelatih berpaspor Montenegro itu mengatakan pemakaian VAR akan sangat membantu menghilangkan kecurangan atau kurang telitinya wasit saat memimpin sebuah laga. VAR dianggap menjadi solusi bagi perkembangan kompetisi sepak bola di Indonesia.

“Ya saya pikir untuk disini di Indonesia saya berharap bisa pakai VAR,” ucap Radovic usai latihan rutin di lapangan Sarana Olahraga (Saraga) ITB, Jalan Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/3/2019).

Menurutnya, sangat banyak kesalahan yang dilakukan wasit Indonesia saat memimpin sebuah laga. Radovic mencontohkan saat Persib melawan Tira-Persikabo, seharusnya anak asuhnya mendapat penalti beberapa kali, tapi karena wasit kurang jeli alhasil pelanggaran yang seharusnya berujung penalti malah diabaikan wasit.

Pelatih kepala Persib, Miljan Radovic. [Suara.com/Aminuddin]Pelatih kepala Persib, Miljan Radovic. [Suara.com/Aminuddin]

“Kamu lihat kemarin nonton berapa game selalu ofside, atau goal line atau kadang-kadanh pemain pukul tapi kalau VAR itu 100 persen akan berbeda. Kamu lihat di World Cup itu berbeda,” jelasnya.

“Saya nonton disini gol dari offside, atau penalti tidak penalti. Kemarin kita main lawan Tira kita punya penalti 3 tapi tidak jadi,” tambahnya.

Radovic menekankan manfaat dari diadakannya VAR. Intinya, kata dia, penggunaan VAR akan sangat bagus untuk kemajuan sepak bola di Tanah Air, khususnya bagi perkembangan kompetisi Liga 1.

“Saya pikir bagus itu VAR. Kualitas (pertandingan) jadi bagus, karena besok kalau ada VAR, saya pikir bisa clear semua. VAR bantu wasit, pemain, coach,” tukasnya.

Sebelumnya sejumlah klub meminta Liga 1 2019 memakai teknologi VAR. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) agar VAR digunakan dalam kompetisi liga.

Kontributor : Aminuddin

Menikah, Hansamu Yama Makin Termotivasi Bela Timnas Indonesia

Suara.com – Tak lagi lajang, Hansamu Yama mengaku makin termotivasi memperkuat timnas Indonesia melawan Myanmar di laga uji coba yang berlangsung pada 25 Maret 2019. Meski telat bergabung ke pemusatan latihan, bek Persebaya Surabaya yang merupakan langganan timnas optimistis bisa cepat beradaptasi dengan gaya bermain yang diterapkan pelatih Simon McMenemy.

Hansamu telat bergabung dengan rekan-rekannya di timnas karena sibuk mengurus pernikahannya. Hansamu pun sebelumnya sudah mendapat izin dari McMenemy, untuk tidak mengikuti pemusatan latihan di Australia.

“Pastinya saya semakin termotivasi setelah menikah berada di sini (timnas Indonesia),” kata Hansamu Yama.

Meski terlambat bergabung, Hansamu menjelaskan tidak ada masalah terkait adaptasi yang dijalani. Ia mampu melahap semua materi yang diberikan oleh McMenemy.

Tim nasional (timnas) senior Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (21/3). [Suara.com/Arief Hermawan P]Tim nasional (timnas) senior Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (21/3). [Suara.com/Arief Hermawan P]

“Adaptasi almahdulillah lancar, semua pemain juga enak dan saling membantu tidak ada masalah sama sekali,” jelasnya.

“Soal pelatih juga saya rasa tidak ada masalah yah. Baik coach Luis Milla maupun sekarang coach Simon, saya tetap menunjukkan sikap sebagai pemain profesional saja,” tutupnya.

Komentar Greg Nwokolo Soal Filosofi McMenemy di Timnas Indonesia

Suara.com – Filosofi yang diterapkan oleh pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy disambut positif salah satu penggawa Garuda, Greg Nwokolo. Menurutnya, strategi yang diajarkan oleh Menemy sangat mudah dipahami.

Sebagai informasi, McMenemy akan menerapkan formasi 4-4-2 diamond dan 3-4-3 sebagai alternatif di timnas Indonesia. Formasi tersebut dianggap Greg sebagai filosofi sepak bola modern yang mudah dipahami.

“Filosofi Coach Simon sangat bagus karena dia pakai cara modern football. Artinya dia mau possesion, dia setiap apapun yang dia mau, dia selalu detail sama pemain,” kata Greg.

“Dia mau kasih tahu pemain pun, dia tahu cara yang paling baik untuk kasih tahu pemain. Jadi mudah untuk pemain paham. Dan kalau dia juara di Bhayangkara FC, saya bisa melihat di sini, karena dari program latihan, dia sangat kualitas,” ungkapnya.

Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy (tengah) menyampaikan arahan kepada para pesepak bola timnas senior Indonesia dalam sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019).. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarPelatih timnas Indonesia Simon McMenemy (tengah) menyampaikan arahan kepada para pesepak bola timnas senior Indonesia dalam sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019).. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Selain itu, McMenemy santai dalam melatih para pemain timnas Indonesia. Oleh karenanya, Greg dan juga rekan-rekan lainnya terlihat senang menjalani instruksi yang diberikan oleh pelatih.

“Semua santai dan happy, dan karena pelatihnya juga santai membuat semua pemain jadi nyaman. Kami respek satu sama lain,” ia menambahkan.

Terdekat, timnas Indonesia akan melakoni uji coba internasional melawan Myanmar. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Myanmar pada 25 Maret 2019.

Messi Siap Jadi Starter Setelah Sembilan Bulan Absen Perkuat Argentina

Suara.com – Lionel Messi kembali memperkuat tim Argentina setelah absen sembilan bulan absen. Pelatih Argentina Lionel Scaloni telah mengkonfirmasikan Messi akan menjadi starter menghadapi Venezuela.

Messi absen membela negaranya setelah Argentina tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2018 setelah dikalahkan Prancis pada Juni lalu. Sejak itu, Messi menyatakan istirahat dari pertandingan internasional.

Ia masih belum kembali enam pertandingan sejak Scaloni memimpin timnas Argentina. Namun kapten tim Argentina ini akhirnya sudah kembali memperkuat tim Argentina menghadapi Venezuela di Madrid, Sabtu (23/3/2019).

Laga ini merupakan persiapan Argentina untuk tampil di Copa Amerika yang gelar kurang lebih tiga bulan lagi. Scaloni pun senang dan memastikan Messi akan menjadi starter dalam laga nanti.

Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni (kanan) memimpin Lionel Messi dan skuatnya saat melakukan latihan di Madrid sebelum menghadapi Venezuela di laga persahabatan. Benjamin CREMEL / AFP Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni (kanan) memimpin Lionel Messi dan skuatnya saat melakukan latihan di Madrid sebelum menghadapi Venezuela di laga persahabatan. Benjamin CREMEL / AFP

“Senang sekali Messi sudah kembali,” kata Scaloni saat jumpa pers seperti dilansir Scoresway. “Meskipun saya muda, saya memiliki kesempatan untuk melatihnya.”

“Saya harus mencoba membuat tim menemaninya dan membuat yang terbaik dari itu. Mari kita berharap bahwa dengan kembalinya Messi tim lebih mampu diberdayakan,” harapnya

Meskipun senang Messi kembali, Scaloni kecewa karena Angel Di Maria absen karena masalah otot. “Ketika seorang pemain cedera, itu tidak pernah baik, baik untuk pelatih dan untuk grup,” tambah Scaloni.

“Saya ingin melihat Angel Di Maria. Mudah-mudahan, ketika kita harus memberikan daftar pemain untuk Copa America, semua pemain tersedia,” harap Lionel Scaloni.

Tak Bawa Semua Pemain Persib TC di Batam, Ini Kata Radovic

Suara.com – Pelatih kepala Persib Bandung, Miljan Radovic tak mengikutsertakan beberapa penggawanya dalam pemusatan latihan di Batam, pada 25 Maret 2019, mendatang. Radovic hanya memberangkatkan 24 penggawanya dari total 31 pemain Persib.

Radovic tidak memberikan alasan pasti terkait rencananya tidak memboyong seluruh anak asuhnya dalam pemusatan latihan itu. Namun, kata dia, yang pasti tak dibawanya beberapa pemain Persib dalam training camp itu tentu ada alasan tersendiri.

“Tidak bisa jawab sekarang. Saya punya alasan untuk itu. Saya mau sekarang-sekarang untuk sabar, 2 bulan saya tunggu pemain baru datang kesini,” kata Radovic usai latihan rutin di lapangan Sarana Olahraga (Saraga) ITB, Jalan Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/3/2019).

Pelatih asal Montenegro itu mengatakan dalam pemusatan latihan nanti, Pangeran Biru–julukan Persib, akan melakoni laga uji coba. Pemain yang diboyong kesana tentu akan sangat sulit untuk diberikan menit bermain lantaran pertandingan uji coba hanya dilakukan sekali saja.

Pemain Persib usai melakoni latihan perdana di lapangan Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Senin (14/1/2019). [Suara.com/Aminuddin]Pemain Persib usai melakoni latihan perdana di lapangan Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Senin (14/1/2019). [Suara.com/Aminuddin]

“Disana ada pertandingan, dua tim main disana dan saya akan bicara bagaimana nanti disana (memilih pemain untuk uji coba),” tukasnya.

Menurutnya, kondisi pemain Persib saat ini tampak mengalami perkembangan yang cukup pesat. Terutama dari segi fisik pemain. Wajar, Radovic memang masih fokus untuk terus membenahi fisik anak asuhnya agar lebih siap di ajang kompetisi Liga 1 nanti.

“Mereka kondisi bagus kamu lihat kemarin di pertandingan mereka full kondisi. Saya selalu bicara di kompetisi kita fisik top, Itu pasti saya tahu itu. Mereka profesional semua pemain bagus,” tutupnya.

Kontributor : Aminuddin

Simon McMenemy Ungkap Formasi Ideal untuk Timnas Indonesia

Suara.com – Pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy mengungkapkan formasi ideal untuk skuat besutannya. Menurutnya, formasi yang diajarkannya ini sudah sesuai dengan karakter dan tipikal pemain-pemain Indonesia.

Hal itu sudah diterapkan oleh McMenemy saat menggelar pemusatan latihan di Australia dan Bali. Tidak hanya itu, formasi tersebut juga sudah dijajal dalam tiga pertandingan uji coba.

Hasilnya pun cukup memuaskan. Dua kemenangan dan satu hasil imbang didapatkan oleh Evan Dimas dan kawan-kawan.

“Dari pengalaman, saya banyak meraih keberhasilan dengan 4-4-2 diamond, tapi yang utama adalah ketika saya melihat tipe dari pemain Indonesia. Mereka tidak memiliki striker yang besar dan tinggi, mereka tidak punya pemain belakang yang besar dan tinggi, tapi di sini banyak pemain sayap dan gelandang yang sangat-sangat bagus, dan punya kemampuan sangat bagus untuk menguasai bola, bermain operan, maka ketika kami memiliki bola di pemain tengah, kami bisa terus bermain,” kata Simon McMenemy.

Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy (tengah) menyampaikan arahan kepada para pesepak bola timnas senior Indonesia dalam sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019).. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarPelatih timnas Indonesia Simon McMenemy (tengah) menyampaikan arahan kepada para pesepak bola timnas senior Indonesia dalam sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019).. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Eks juru taktik Bhayangkara FC itu menilai timnas Indonesia sangat tidak cocok bermain bola jauh ataupun umpan atas. Oleh karenanya, 4-4-2 diamon dianggapnya sangatlah pas buat Stefano Lilipaly Cs.

Sebagai alternatif, pelatih asal Skotlandia itu juga menyiapkan 3-4-3 yang bisa berubah menjadi 5-4-1 dalam keadaan tertentu.

“Saya pikir kita tidak terlalu bagus jika bermain bola panjang, atau langsung, maka saya coba mencari formasi dan instruksi yang pas dengan talenta yang dimiliki Indonesia. Saya coba menciptakan identitas, cara bermain yang baru untuk Indonesia, yang bisa dibanggakan dan bisa disaksikan semua orang,” tambahnya.

“Jadi saya hanya coba memainkan formasi yang fleksibel dan pas, saya rasa dari 3-4-3 akan sangat mudah menjadi 5-4-1, jadi akan mudah ketika kami bermain bertahan atau bermain menyerang,” tutup Simon McMenemy.

Pakai Nomor 10 Timnas Brasil, Begini Respon Pemain AC Milan Ini

Suara.com – Timnas Brasil tidak diperkuat Neymar saat melakoni dua laga persahabatan menghadapi Panama dan Republik Ceko. Lucas Paqueta telah siap mengemban tanggung jawab memakai jersey No.10 Brasil menyusul absennya Neymar.

Brasil akan melanjutkan persiapannya untuk tampil di Copa America 2019 ketika menghadapi Panama pada hari Sabtu (23/3/2019). Setelah itu, skuat besutan Tite akan menghadapi Republik Ceko tiga hari kemudian.

Absennya Neymar memberi kesempatan pada gelandang AC Milan, Paqueta untuk memakai nomor keramat Brasil tersebut. Padahal, Paqueta belum pernah dimainkan sebagai statrer, dan sejauh ini baru dua kali bermain sebagai pemain pengganti.

Namun pemain berusia 21 tahun itu yang bergabung dengan Milan dari Flamengo pada Januari, sudah siap memakai jersey yang sebelumnya dipakai oleh beberapa pemain paling legendaris Brasil.

“Mengenakan nomor 10 jersey Brasil akan menjadi sensasi tersendiri yang akan saya miliki untuk pertama kalinya,” kata Paqueta pada konferensi pers seperti dilansir Scoresway.

“Saya tahu tanggung jawab saya. Saya berharap dapat membantu tim. Ronaldinho, Pele, Zico. Begitu banyak pemain telah memakai jersey ini. Hari ini saya memiliki kesempatan dan saya berharap dapat melakukan yang terbaik untuk memenuhi harapan itu.”

“Nomor 10 itu berat. Tapi jersey Brasil juga itu berbobot. Ada lima bintang. Tidak masalah nomornya,” ujar Paqueta yang tampil mengesankan bagi Milan sejak pindah ke Serie A, membuat sembilan penampilan liga dan menyumbang gol dan assist.

Dan Paqueta yakin suksesnya di Italia adalah faktor utama dirinya dapat mengambil tanggung jawab menjadi playmaker Brasil. “Ini adalah waktu yang sangat baik bagi saya. Tentu saja saya masih harus beradaptasi, meningkatkan,” pungkasnya.

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-23 Vs Thailand Hari Ini

Suara.com – Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Thailand saat memulai laga kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Berikut jadwal siaran langsung Timnas Indonesia U-23 vs Thailand yang akan digelar pada Jumat (22/1/2019) sore ini.

Timnas Indonesia U-23 langsung akan menghadapi tim kuat Thailand di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam. Pertandingan ini cukup penting karena bisa menentukan peluang Indonesia untuk lolos ke putaran final.

Pelatih timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri telah siap menurunkan skuat terbaiknya di laga ini. Seperti Egy Maulana Vikri dan Saddil Ramdani kemungkinan besar bakal dipasang untuk mendobrak pertahanan Thailand.

Namun, Timnas Indonesia U-23 tidak bisa memainkan Ezra Walian di kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Pemain naturalisasi ini dilarang memperkuat Timnas Indonesia oleh FIFA karena pernah membela timnas Belanda U-17.

Timnas Indonesia U-23 saat menghadapi Bali United pada laga uji coba sebelum kualifikasi Piala Asia U-23 2020. (Dok. PSSI)Timnas Indonesia U-23 saat menghadapi Bali United pada laga uji coba sebelum kualifikasi Piala Asia U-23 2020. (Dok. PSSI)

Meski demikian, Andy Setyo dan kawan-kawan telah melakukan persiapan matang untuk bisa dapatkan poin penuh dari pertandingan ini. Pelatih Indra Sjafri pun memastikan bahwa skuatnya telah siap tanding melawan Thailand.

“Semua persiapan sudah kita lakukan dengan baik. Kami sudah siap menghadapi semua laga Kualifikasi Piala Asia U-23 grup K. Pemain dalam kondisi bagus dan siap bertanding,” kata Indra Sjafri.

“Tentu kami ingin meraih kemenangan. Karena kami target lolos ke putaran final Piala Asia U-23 Januari mendatang di Thailand,” ujar pelatih timnas Indonesia U-23 ini.

Duel Timnas Indonesia U-23 vs Thailand di laga kualifikasi Piala Asia U-23 2020 akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi RCTI.

Berikut Jadwal Siaran Langsung :

Timnas Indonesia U-23 vs Thailand, Jumat (22/3/20190, Live RCTI, pukul 16.00 WIB

PSSI Hormati Putusan FIFA Soal Ezra Walian

Suara.com – PSSI akan menghormati keputusan FIFA terkait status Ezra Walian. Pemain RKC Waalwijk itu tidak akan didaftarkan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 yang berlangsung di Vietnam pada 22-26 Maret 2019.

Dalam rilis yang diterima suara.com, PSSI menjelaskan permasalahan yang menimpa Ezra Walian saat akan didaftarkan ikut kualifikasi Piala Asia U-23. AFC yang mengetahui bahwa Ezra adalah pemain naturalisasi meminta dokumen pendukung pindah kewarganegaraan seperti sumpah dan decree president.

PSSI sudah mengirimkan dokumen tersebut tepat waktu. Namun, AFC juga meminta kepada PSSI untuk bersurat kepada federasi sepak bola Belanda (KNVB), tempat kelahiran Ezra agar menanyakan apakah Ezra pernah memperkuat timnas Belanda.

KNVB membalas surat tersebut yang didalamnya disebutkan bahwa pemain berusia 22 tahun tersebut pernah memperkuat timnas Belanda di ajang Euro U-17 pada tahun 2014. Dari situ diketahui bahwa Ezra pernah bermain memperkuat negara lain di ajang resmi sebelum dinaturalisasi pada 2017.

Pesepak bola Timnas U-23 Indonesia Ezra Walian (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Bali United Leonard Tupamahu (kiri) saat pertandingan uji coba di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (17/3/2019). Timnas U-23 Indonesia berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Fikri YusufPesepak bola Timnas U-23 Indonesia Ezra Walian (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Bali United Leonard Tupamahu (kiri) saat pertandingan uji coba di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (17/3/2019). Timnas U-23 Indonesia berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Terkait hal ini, AFC meminta kepada PSSI meminta bersetujuan dari FIFA. Setelah adanya balasan, FIFA menyatakan Ezra tidak bisa berpindah asosiasi karena sudah bermain di ajang resmi sebelum dinaturalisasi.

Untuk kasus Ezra ini tertuang dalam Statuta FIFA Pasal 5 Dengan pengecualian terhadap kondisi yang dijelaskan pada pasal 8. Yang berbunyi setiap pemain yang pernah bermain di pertandingan (baik penuh maupun tidak) pada pertandingan kompetisi resmi di setiap kategori dan jenis sepak bola atas nama salah satu asoasiasi tidak diperbolehkan untuk bermain di pertandingan international di asosiasi lainnya.

Sementara pada pasal 8 disebutkan, apabila pemain tersebut memiliki lebih dari satu kewarganegaraan, atau apabila memperoleh kewarganegaraan baru atau apabila pemain dapat bermain untuk bermain di berbagai tim dikarenakan kewarganegaraannya, ia boleh, ketika telah berusia lebih dari 21 tahun, dan hanya boleh sekali, meminta untuk mengubah asosiasi di mana ia akan dapat bermain pertandingan internasional untuk negara selain dari kewarganegaraannya apabila ia memenuhi kondisi berikut: Ia tidak pernah sebelumnya bermain (baik penuh maupun tidak) di kompetisi resmi pada kategori ‘A’ match untuk asosiasinya saat itu, dan pada saat ia bermain secara penuh maupun tidak di pertandingan internasional pada kompetisi resmi dari asosiasinya saat itu, ia telah memiliki kewarganegaraan dari tim yang ia hendak bela.

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria ditemui wartawan di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019). [Suara.com/Adie Prasetyo]Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria ditemui wartawan di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019). [Suara.com/Adie Prasetyo]

Pada SEA Games 2017 lalu, Ezra Walian bisa bermain untuk timnas Indonesia, itu karena SEA Games tidak berada langsung di bawah yuridiksi AFC dan FIFA sehingga punya regulasi sendiri.

Terkait hal ini Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menghormati keputusan FIFA dan tidak akan mendaftarkan Ezra Walian di kualifikasi Piala Asia U-23. Namun, PSSI akan melakukan banding.

“PSSI menghormati keputusan FIFA. Namun, kita masih punya peluang untuk challenge terkait status Ezra,” kata Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria dalam rilis yang diterima suara.com, Jumat (22/3/2019).

Ezra Walian Tidak Bisa Main di Kualifikasi Piala Asia U-23

Suara.com – Timnas Indonesia U-23 dipastikan tidak bisa memainkan Ezra Walian di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. FIFA telah mengirimkan surat kepada PSSI yang menegaskan striker naturalisasi ini tidak bisa memperkuat timnas Indonesia U-23.

Sebelumnya status Ezra yang akan tampil di kualifikasi Piala Asia U-23 dipertanyakan saat dilakukan Match Coordination Meeting (MCM). Ezra Walian tidak bisa didaftarkan timnas Indonesia U-23 karena pernah membela timnas Belanda U-17.

Terkait hal tersebut AFC berkonsultasi ke FIFA. Hasilnya FIFA telah mengirim surat kepada Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, yang menyatakan pelarangan Ezra untuk tampil bersama Timnas Indonesia melihat Statuta FIFA pasal 8 ayat 1.

“Berdasarkan Regulations Governing the Application of the FIFA Statutes, pemain yang memiliki kewarganegaraan baru hanya boleh satu kali meminta pindah kepada asosiasi yang memberikannya hak bermain, antara lain, bahwa pada penampilan penuh atau sebagai pemain pengganti pertamanya di laga internasional resmi untuk asosiasinya, maka dia telah memiliki kewarganegaraan dari tim yang diwakilinya itu,” demikian bunyi surat dari FIFA.

Pesepak bola Timnas U-23 Indonesia Ezra Walian (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Bali United Leonard Tupamahu (kiri) saat pertandingan uji coba di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (17/3/2019). Timnas U-23 Indonesia berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Fikri YusufPesepak bola Timnas U-23 Indonesia Ezra Walian (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Bali United Leonard Tupamahu (kiri) saat pertandingan uji coba di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (17/3/2019). Timnas U-23 Indonesia berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

“Konsekuensinya, dan berdasarkan data dari dokumen yang dikirimkan, Ezra Walian tidak berhak untuk meminta berpindah asosiasi meski ada fakta dia pindah kewarganegaraan Indonesia setelah bermain dalam laga internasional di kompetisi resmi pertamanya sebagai satu perwakilan dari timnas Belanda,” lanjut bunyi surat tersebut.

Sebagai informasi, Ezra dua kali memperkuat Belanda U-17 yaitu pada Uero U-17 2014. Namun, pemain RKC Waalwijk itu juga sudah memperkuat timnas Indonesia sejak dinaturalisasi pada 2017 lalu.

Ezra memperkuat timnas Indonesia saat melawan Myanmar pada 21 Maret 2017 dan SEA Games 2017 bersama timnas Indonesia U-22 yang berlangsung di Malaysia.

Cedera, Marcus Rashford Batal Perkuat Timnas Inggris

Suara.com – Marcus Rashford dipastikan tidak bisa memperkuat timnas Inggris di dua laga babak kualifikasi Piala Eropa 2020 karena cedera. Rashford pun dikembalikan ke klubnya, Manchester United guna mendapatkan perawatan pada cederanya.

Timnas Inggris akan memulai laga kualifikasi Piala Eropa 2020 menghadapi Republik Ceko pada Sabtu (23/3/2019) dini hari WIB. Tiga hari berselang, The Three Lions akan menghadapi tuan rumah Montenegro.

Namun, manajer Gareth Southgate dipastikan akan melakoni dua pertandingan tersebut tanpa diperkuat Rashford. Pasalnya, striker muda Manchester United ini mengalami cedera pada engkelnya.

“Dia sudah bersama tim medis sepanjang minggu. Kami sudah mencoba meningkatkan latihannya tetapi jelas bagi kami dia tidak akan siap untuk pertandingan kami, jadi dia absen dari dua pertandingan dan kembali ke klubnya,” kata Southgate.

Tentu saja, absennya Rashford merupakan pukulan bagi tim Inggris. Pemain berusia 21 tahun itu telah membuktikan dirinya sebagai striker pilihan utama MU sejak kedatangan Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer sementara.

Dia telah mencetak 12 gol di semua kompetisi musim ini, termasuk penalti terakhir untuk membantu Manchester United melewati Paris Saint-Germain dan lolos ke perempat final Liga Champions.

Southgate tidak menutup kemungkinan memanggil pemain pengganti untuk laga melawan Montenegro jika salah satu penyerang lainnya kurang bagus melawan Republik Ceko.

“Kami akan melihat di mana kami setelah pertandingan pada hari Jumat. Saat ini bukan niat kami, tetapi jika kami kehilangan siapa pun setelah pertandingan maka kami akan melakukannya,” ujar Southgate.

“Jika kami melakukannya, itu mungkin seseorang dari tim U-21, karena kami akan tahu mereka sudah berlatih sepanjang minggu, bukan di Dubai atau Ibiza atau di tempat lain,” pungkasnya. (Scoresway)

Prediksi Timnas Indonesia U-23 vs Thailand di Kualifikasi Piala Asia U-23

Suara.com – Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Thailand pada laga perdana kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (22/3/2019). Berikut prediksi Timnas Indonesia U-23 vs Thailand yang akan digelar pada sore ini.

Pelatih timnas Indonesia U-23 Indra Sjafri dipastikan bakal menurunkan skuat terbaiknya di laga ini. Seperti Egy Maulana Vikri dan Saddil Ramdani kemungkinan besar bakal dipasang untuk mendobrak pertahanan Thailand.

Selain itu, persiapan matang juga sudah dilakukan oleh Andy Setyo dan kawan-kawan agar bisa dapatkan poin penuh dari pertandingan ini.

Skuat Garuda Muda –julukan timnas Indonesia U-23– punya modal untuk mengalahkan Thailand setelah di Piala AFF U-22 menang dengan skor 2-1. Meski begitu, itu bukan jaminan karena Thailand tampil dengan skuat yang berbeda di ajang ini.

Pemain Timnas Indonesia U-23 melakukan pemanasan saat pemusatan latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (4/3/2019). Timnas Indonesia akan mengikuti kualifikasi Piala AFC U-23 Tahun 2020 pada 22-26 Maret 2019 di Vietnam. ANTARA FOTO/Sigid KurniawanPemain Timnas Indonesia U-23 melakukan pemanasan saat pemusatan latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (4/3/2019). Timnas Indonesia akan mengikuti kualifikasi Piala AFC U-23 Tahun 2020 pada 22-26 Maret 2019 di Vietnam. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

“Semua persiapan sudah kita lakukan dengan baik. Kami sudah siap menghadapi semua laga Kualifikasi Piala Asia U-23 grup K. Pemain dalam kondisi bagus dan siap bertanding,” kata Indra Sjafri.

“Tentu kami ingin meraih kemenangan. Karena kami target lolos ke putaran final Piala Asia U-23 Januari mendatang di Thailand,” ungkapnya.

Timnas Indonesia U-23 kemungkinan besar masih mengandalkan Marinus Wanewar di lini depan. Pemain Persipura Jayapura itu akan dibantu oleh Egy Maulana dan Saddil Ramdani dari lini sayap.

Pesepak bola Timnas U-23 Indonesia Saddil Ramdani (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Bali United Leonard Tupamahu (kiri) saat pertandingan uji coba di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (17/3/2019). Timnas U-23 Indonesia berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Fikri YusufPesepak bola Timnas U-23 Indonesia Saddil Ramdani (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Bali United Leonard Tupamahu (kiri) saat pertandingan uji coba di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (17/3/2019). Timnas U-23 Indonesia berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Sementara itu Awan Setho besar kemungkinan mengawal gawang Indonesia di laga ini. Ia dibantu oleh Rachmat Irianto dan Andy Setyo di lini belakang.

Untuk pertandingan ini Thailand tampil tanpa beban. Pasalnya, Thailand sudah dipastikan lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020 karena bertindak sebagai tuan rumah.

“Kami tidak punya tekanan sama sekali. Tekanan lebih ada di Indonesia, Vietnam, dan Brunei Darussalam. Kami di sini (Kualifikasi Piala Asia U-23) untuk menguji pemain dan lawan kami,” ujar Pelatih Thailand Alexandre Gama.

Prakiraan susunan pemain Timnas Indonesia U-23 vs Thailand:

Timnas Indonesia U-23 (4-3-3): Awan Setho; Asnawi Mangkualam, Andy Setyo, Rachmat Irianto, Firza Andika; Muhammad Luthfi Kamal, Gian Zola, Egy Maulana Vikri; Saddil Ramdani, Marinus Wanewar, Osvaldo Haay

Pelatih: Indra Sjafri (Indonesia)

Thailand U-23 (4-3-3): Korraphat Nareechan; Chatchai Saengdao, Marco Ballini, Shinnaphat Leeaoh, Saringkan Promsupa; Supachok Sarachat, Worachit Kanitsribampen, Anon Amornlerdsak; Supachai Jaided, Suphanat Muenta, Korrawit Tassa

Pelatih: Alexandre Gama (Brasil)

Kualifikasi Piala Eropa 2020: Belgia Tekuk Rusia, Belanda Menang Telak

Suara.com – Belgia meraih hasil positif di awal babak Kualifikasi Piala Eropa 2020 setelah meraih kemenangan 3-1 atas Rusia. Sementara Belanda meraih kemenangan besar 4-0 atas Belarusia.

Pada laga di Heysel Stadium pada Jumat (22/3/2019) dini hari WIB, Eden Hazard menjadi bintang kemenangan tuan rumah. Ia mencetak dua gol yang memastikan kemenangan tuan rumah setelah sempat ditahan 1-1 hingga menjelang babak pertama berakhir

Gol pertama Hazard tercipta melalui eksekusi penalti setelah ia dilanggar Yuri Zhirkov di kotak terlarang pada menit ke-44. Gol kedua bintang Chelsea itu tercipta pada menit ke-88 lewat sepakan kaki kiri dari dalam kotak penalti.

Sebelumnya Belgia unggul terlebih dulu 1-0 melalui gol yang dicetak Youri Tielemans pada menit ke-14, yang dua menit kemudian disamakan oleh Rusia melalui Denis Cheryshev

Bintang Belgia Eden Hazard (tengah) merayakan golnya ke gawang Rusia dengan rekan setimnya Dries Mertens di laga kualifikasi Piala Eropa 2020 di Brussels. JOHN THYS / AFPBintang Belgia Eden Hazard (tengah) merayakan golnya ke gawang Rusia dengan rekan setimnya Dries Mertens di laga kualifikasi Piala Eropa 2020 di Brussels. JOHN THYS / AFP

Kemenangan tersebut membuat Belgia menduduki posisi tiga grup I dengan koleksi tiga poin. Mereka kalah selisih gol dari
Siprus yang menang 5-0 atas San Marino dan Khazakstan yang berhasil mengalahkan Skotlandia 3-0

Sementara itu di Grup C, Belanda menang telak 4-0 atas Belarusia di Stadion De Kuip, Feyenoord. Empat gol kemenangan tim berjulukan De Oranje itu dicetak Memphis Depay (1′, 55′), Georginio Wijnaldum (21′), dan Virgil van Dijk (86′).

Dengan hasil ini, Belanda memimpin klasemen Grup C. Mereka unggul selisih gol dari Irlandia Utara yang pada saat bersamaan menang 2-0 atas Estonia.

Berikut hasil kualifikasi Piala Eropa 2020 pada matchday pertama seperti dilansir Antara:

Grup C

Irlandia Utara 2 (Nial McGinn 56′, Steven Davis 75′-penalti)
Estonia 0

Belanda 4 (Memphis Depay 1′, 55′-penalti, Georginio Wijnaldum 21′, Virgil van Dijk 86′).
Belarusia 0

Grup E

Kroasia 2 (Borna Barisic 44′, Andrej Kramaric 79′)
Azerbaijan 1 (Ramil Sheydaev 19′)

Slovakia 2 (Ondrej Duda 42′, Albert Rusnak 85′)
Hungaria 0

Grup G

Austria 0
Polandia 1 (Krzysztof Piatek 69′)

Makedonia Utara 3 (Ezgjan Alioski 11′, Eljif Elmas 29′, 90′)
Latvia 1 ( Vjaceslavs Isajevs’)

Israel 1 (Eran Zahavi 55′)
Slovenia 1 (Andraz Sporar 48′)

GRUP I

Kazakstan 3 ((Yuri Pertsukh 6′, Yan Vorogovsky 10′, Baktiyor Zaunutdinov 51′)
Skotlandia 0

Siprus 5 ((Pieros Sotiriou 19′-pen, 23′-pen, Ioannis Kousoulos 26′, Georgios Efrem 31′, Konstantinos Laifis 56′)
San Marino 0

Belgia 3 (Youri Tielemans 14′, Eden Hazard 45′-pen, 88′)
Rusia 1 (Denis Cheryshev 16′)

Pogba Dukung Penuh Manchester United Segera Permanenkan Status Solskjaer

Suara.com – Gelandang andalan Manchester United, Paul Pogba mendesak manajemen klubnya untuk segera mempermanenkan status Ole Gunnar Solskjaer, dari pelatih interim menjadi pelatih permanen. Hal ini diungkapkan Pogba dalam wawancara dengan Sky Sports.

Meski akhirnya tersingkir di perempatfinal Piala FA 2018/2019, Solskjaer sukses mengantarkan Man United ke perempatfinal Liga Champions, serta berpeluang besar untuk finis di posisi tiga besar Liga Inggris musim ini.

Padahal, Man United menuai hasil-hasil buruk sejak awal musim ini, yang berujung pada pemecatan Jose Mourinho pada 18 Desember 2018 lalu dan tentunya penunjukkan Solskjaer sebagai caretaker.

Well, setelah sebelumnya sempat melempem di bawah asuhan Mourinho musim ini, bahkan dikabarkan sempat clash, Pogba sendiri akhirnya kembali menemukan form terbaiknya di bawah besutan Solskjaer.

Gelandang berusia 26 tahun berjuluk La Pioche itu sudah mencetak sembilan gol dari 17 pertandingan di semua ajang di bawah kepelatihan Solskjaer.

Pogba pun menyatakan jika kedatangan pelatih berpaspor Norwegia tersebut di Old Trafford telah memulihkan kepercayaan diri para pemain. Menurutnya, para pemain Man United kembali menemukan “kebebasan” dalam bermain.

“Tentu saja kami ingin dia (Solskjaer) bertahan. Hasilnya bagus sekali! Saya pribadi punya hubungan sangat baik dengan dia, dia pun punya hubungan yang sangat baik dengan para pemain,” ungkap Pogba.

“Pada saat seorang pemain bahagia, dia ingin tetap bahagia. Solskjaer sendiri layak mendapatkannya. Dia tahu betul klub ini, dia tahu segalanya soal klub ini. Dia sungguh pelatih yang membahagiakan, yang telah mengembalikan kepercayaan diri para pemain,” celotehnya.

“Yang ini telah memberi kami kebebasan untuk bermain dan menikmati kembali sepakbola, ketimbang pelatih sebelumnya. Kami kini lebih baik dan hasilnya cemerlang. Kami kembali ke empat besar,” tutur bintang Timnas Prancis itu.

Mourinho Telah Tolak 4 Tawaran Melatih Sejak Dipecat Manchester United

Suara.com – Mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho mengaku sudah menolak empat tawaran melatih sejak dipecat The Red Devils pada 18 Desember 2018 lalu. Meski demikian, pelatih berjuluk The Special One itu berharap kembali melatih sebuah tim pada musim 2019/2020 mendatang.

Setelah menjuarai Piala Liga, Community Shield dan Liga Europa dalam dua setengah musim di Old Trafford, Mourinho akhirnya dipecat akibat start amburadul Man United di musim 2018/2019 ini.

Posisi Mourinho digantikan oleh Ole Gunnar Solskjaer yang sampai saat ini masih berstatus caretaker alias pelatih interim Man United.

“Sudah dua setengah bulan sejak saat itu (dipecat Man United), saya tidak melatih suatu tim. Namun saya sudah siap untuk tantangan berikutnya. Saya siap kembali musim panas ini, dan menangani sebuah tim musim depan,” ucap Mourinho kepada beIN SPORTS France.

“Saya tahu persis apa yang tidak saya inginkan, itulah mengapa saya menolak tiga sampai empat tawaran sejauh ini. Saya tahu apa yang saya inginkan, bukan nama besar klub, tetapi jenis tugas dan beban kerja. Saya ingin melatih sebuah tim pada Juni (2019) nanti,” tegasnya lagi.

Mourinho sendiri belakangan santer dikaitkan dengan Benfica, Real Madrid dan Inter Milan yang semuanya pernah dilatihnya.

Ya, pelatih berpaspor Portugal itu sempat dikait-kaitkan dengan Real Madrid setelah kinerja buruk Santiago Solari di Santiago Bernabeu. Namun, klub berjuluk Los Blancos itu akhirnya lebih memilih untuk mengontrak kembali Zinedine Zidane, yang uniknya malah disebut Mourinho sebagai keputusan “sempurna.”

Mourinho sendiri menegaskan jika dia bukan pemilih, melainkan tengah mencari proyek kemenangan serta pekerjaan yang benar-benar tepat untuknya.

“Tak peduli ke mana saya pergi, saya ingin pergi ke tempat di mana saya tetap bisa juara. Saya ingin menang dan menang!” celoteh Mourinho.

“Apa artinya memiliki filosofi pertandingan tanpa mentalitas juara? Untuk gelar terbaik saya selama karier melatih, saya pikir itu adalah gelar yang saya raih bersama tim berikutnya yang saya latih nanti” sesumbar jutu taktik berusia 56 tahun itu.

Dortmund Siap Saingi Bayern untuk Dapatkan Callum Hudson-Odoi

Suara.com – Borussia Dortmund disebut-sebut siap menantang rival abadi mereka di Liga Jerman, Bayern Munich untuk mendapatkan tanda tangan winger muda penuh potensi Chelsea, Callum Hudson-Odoi. Dortmund dan Bayern diyakini siap bersaing ketat pada bursa transfer musim panas 2019 nanti.

Bayern santer dikabarkan telah melepas tawaran senilai 35 juta pounds (sekira Rp 653,2 miliar) untuk mendatangkan Hudson-Odoi pada bursa transfer Januari 2019 lalu.

Tawaran tersebut ditolak mentah-mentah kubu Chelsea, namun Bayern diyakini siap mengajukan tawaran lainnya pada musim panas nanti.

Namun seperti dilansir Telegraph, Bayern harus siap bersaing dengan Dortmund. Die Borussen –julukan Dortmund– diyakini siap melakukan manuver pada musim panas nanti, dan bisa memanfaatkan rekan setim Hudson-Odoi di Timnas Inggris, Jadon Sancho untuk membujuk winger berusia 18 tahun tersebut agar bersedia merapat ke Signal Iduna Park –markas Dortmund.

Sancho telah tampil 26 pertandingan Bundesliga untuk Dortmund di musim ini, sedangkan di sisi lain Hudson-Odoi mendapatkan kesempatan bermain yang amat minim, terutama jadi starter,  dari pelatih Chelsea, Maurizio Sarri.

Hudson-Odoi memang masih terikat kontrak bersama Chelsea hingga musim panas 2020 mendatang, namun dengan menit bermain yang amat minim, bukan tidak mungkin ia akan lebih memilih untuk berkarier di luar Inggris dengan hengkang pada musim panas nanti.  

Meski jarang mendapatkan kesempatan bermain di tim utama Chelsea, Hudson-Odoi sendiri tetap disertakan dalam skuat Timnas Senior Inggris asuhan Gareth Southgate untuk laga-laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 akhir pekan ini dan pekan depan.

Usia Tak Lagi Muda, Greg Nwokolo: Main Pakai Otak

Suara.com – Greg Nwokolo menjadi salah satu pemain senior yang dipanggil Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy untuk uji coba melawan Myanmar yang akan digelar pada 25 Maret 2019. Di usianya yang sudah 33 tahun, Greg mengaku masih mampu bermain di level tim nasional.

Pemain Madura United mengaku usia bukan penentu utama performa seorang pemain sepak bola. Menurutnya, skill dan kemampuan pemain di atas lapangan yang menjadi acuan.

“Ini masih kuat. Bermain sepak bola itu pakai otak bukan lari. Ya kalau cuma lari di lapangan, cuma buat jadi pemain marathon saja bukan pemain sepak bola. Bermain sepak bola itu pakai otak dan kaki, bukan hanya lari,” kata Greg usai latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (21/3/2019).

“Di Eropa tidak ada yang begitu. Di Eropa 40 tahun masih pemain timnas. Masa di Indonesia orang 33 tahun masih kuat bermain di sayap dibilang begitu. Of course, masih,” ungkapnya.

Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia berlatih menjelang laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Nasional Rajamangla, Thailand, Jumat (16/11).[ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia berlatih menjelang laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Nasional Rajamangala, Thailand, Jumat (16/11).[ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Berstatus senior, Greg mencoba untuk berbaur dengan rekan-rekannya di timnas. Baginya, usia bukan halangan karena semua yang masuk dalam daftar McMenemy merupakan pemain profesional.

“Saya selalu mengingatkan anak muda untuk kerja keras. Bermain sepak bola selalu untuk happy dan selalu berusaha untuk lebih baik di setiap pertandingan dan setiap latihan,” jelasnya

“Tapi saya anggap tidak ada pemain muda di sini (timnas Indonesia). Semua pemain di sini profesional. Jadi tidak ada pemain senior, muda, yang ada di sini pemain profesional yang mewakili Indonesia,” pungkasnya.

Hadapi Myanmar, McMenemy Bertekad Ubah Catatan Buruk Timnas Indonesia

Suara.com – Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy memiliki misi khusus saat melakoni laga uji coba internasional melawan Myanmar pada 25 Maret mendatang. Simon ingin mengubah catatan buruk timnas Indonesia yang sulit mendapat kemenangan saat melakoni laga away atau laga tandang.

“Salah satu kendala Indonesia adalah pertandingan away. Sulit bagi tim di Indonesia untuk menang di pertandingan away, begitu juga tim nasional. Harapannya kita bisa mengubah tradisi yang kurang baik ini,” kata Simon ditemui usai memimpin latihan di Stadion Madya, Senayan, Kamis (21/3/2019).

Menggelar pemusatan latihan di Australia menjadi salah satu alasan Simon untuk mengasah kemampuan anak asuhannya. Pelatih asal Skotlandia itu ingin melihat kemampuan Evan Dimas dan kawan-kawan bermain jauh dari Indonesia.

Hasilnya pun cukup memuaskan. Dari dua laga uji coba yang dijalani, timnas Indonesia berhasil memetik kemenangan.

Para pemain Timnas Indonesia menjalani latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019). [Antara/Aprillio Akbar]Para pemain Timnas Indonesia menjalani latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019). [Antara/Aprillio Akbar]

Kembali dari Australia, timnas Indonesia melakoni satu uji coba terakhir kontra Bali United. Namun di laga tersebut, timnas Indonesia ditahan imbang Bali United 1-1.

“Semua yang kita lakukan dari awal sampai ke Australia itu persiapan untuk ke Myanmar. Sampai sejauh ini saya sangat puas karena dengan TC (pemusatan latihan) yang panjang ini saya jadi tahu apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan pemain khususnya kemarin habis lawan Bali United, kita ada di keadaan yang sangat baik untuk menghadapi Myanmar,” pungkasnya.

Sebanyak 22 pemain ikut serta untuk uji coba melawan Myanmar. Termasuk di dalamnya Yanto Basna yang saat ini memperkuat klub Thailand, Sukhothai. Yanto akan terbang langsung ke Myanmar untuk bergabung dengan rekan-rekannya.

Latihan Singkat, Evan Dimas Optimistis Timnas Indonesia Kalahkan Myanmar

Suara.com – Gelandang timnas Indonesia Evan Dimas optimistis bisa mengalahkan Myanmar di laga uji coba internasional yang akan digelar 25 Maret 2019, meski persiapan yang dilakukan timnas terbilang singkat.

Sebagaimana diketahui, menghadapi Myanmar, skuat Garuda –julukan timnas Indonesia– menjalani pemusatan latihan sejak 9 Maret. Pemusatan latihan digelar di Australia dan Bali.

“Saya lihat persiapan meskipun tidak terlalu lama, optimistis teman-teman untuk menghadapi Myanmar. Saya yakin bisa memperoleh hasil yang maksimal,” kata Evan Dimas usai latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy membawa 22 pemain untuk uji coba melawan Myanmar.

Evan yang merupakan langganan tim nasional mengungkapkan gaya melatih Simon McMenemy. Menurutnya, Simon berbeda dengan pelatih-pelatih sebelumnya yang pernah menukangi timnas.

Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy (tengah) menyampaikan arahan kepada para pesepak bola timnas senior Indonesia dalam sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019).. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarPelatih timnas Indonesia Simon McMenemy (tengah) menyampaikan arahan kepada para pesepak bola timnas senior Indonesia dalam sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019).. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

“Coach Simon orangnya lebih santai, di luar lapangan dia bisa menjadi teman yang baik. Jadi intinya dia lebih santai saja,” ujar Evan.

“Tim pelatih yang lebih tahu tentang ini (komposisi pemain). Saya sebagai pemain cuma bisa mengikuti saja yang dibawa.”

Simon McMenemy Ungkap Menu Latihan Terakhir Timnas Indonesia

Suara.com – Timnas Indonesia menggelar latihan terakhir jelang keberangkatan ke Myanmar untuk melakoni laga uji coba internasional yang akan digelar di Stadion Mandalay, Senin (25/3/2019). Latihan tersebut digelar di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy mengatakan latihan terakhir ini menekankan recovery pemain. Sebab, Greg Nwokolo dan kawan-kawan baru saja melakoni uji coba melawan Bali United, yang berakhir dengan skor imbang 1-1.

“Latihan hari ini kita recovery karena kemarin melakoni laga berat lawan Bali (United) dan hampir semua pemain diturunkan jadi hari ini kita mau latihan sesinya yang lebih ringan. Kita lihat tadi ada sedikit ketawa-ketawa karena kita mau anak-anak itu bisa menyatu,” kata Simon McMenemy usai latihan.

“Saya tidak peduli dengan hasil pertandingan kemarin lawan Bali. Satu-satunya hasil yang saya peduli nanti di Myanmar. Saya senang pertandingan lawan Bali United karena kita banyak belajar,” tambahnya.

Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy (tengah) menyampaikan arahan kepada para pesepak bola timnas senior Indonesia dalam sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019).. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarPelatih timnas Indonesia Simon McMenemy (tengah) menyampaikan arahan kepada para pesepak bola timnas senior Indonesia dalam sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2019).. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Sebelum melakoni laga uji coba kontra Bali United. Skuat Garuda lebih dulu menjalani pemusatan latihan di Australia.

Dari pemusatan latihan di Negeri Kangguru, Simon merasa mendapat banyak manfaat oleh pemain.

“TC di Australia sangat bagus. Saya respek dengan pekerjaan teman-teman (media), tapi saya rasa sesekali kita boleh bawa anak-anak jauh dari Indonesia untuk latihan tanpa mereka harus memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, kapan harus di wawancara dan sebagainya. Di sana kita latihan teknik dan taktik sangat bagus jadi saya sangat puas dengan TC di Australia,” pungkasnya.

Untuk uji coba melawan Myanmar, McMenemy membawa 22 pemain. Hanya Yanto Basna saja yang belum bergabung hingga saat ini.

Skuat Garuda rencananya akan bertolak ke Myanmar pada hari Jumat (22/3/2019). Yanto Basna yang saat ini masih bersama klubnya di Thailand, Sukhothai, akan langsung menyusul rekan-rekannya.

Ezra Walian Main atau Tidak, Bukan Masalah buat Indra Sjafri

Suara.com – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri tidak mempermasalahkan ada atau tidaknya surat FIFA terkait keikutsertaan penyerang naturalisasi Ezra Walian di kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 yang berlangsung di Vietnam pada 22-26 Maret 2019.

“Ada atau tidak ada surat FIFA tidak akan mengurangi konsentrasi dan kekuatan timnas U-23 Indonesia di kualifikasi ini,” ujar Indra di Hanoi, Vietnam, Kamis (21/3/2019).

Meski demikian, pelatih asal Sumatera Barat itu menyatakan masih menunggu surat tersebut untuk memastikan apakah Ezra bisa diturunkan atau tidak di Vietnam. Yang pasti Indra menegaskan bahwa skuatnya tidak bergantung pada satu-dua pemain.

“Kami masih menunggu surat FIFA. Kalau tidak ada sampai malam ini, kami harus berlaga tanpa Ezra. Itu bukan kerugian karena semua pemain yang saya bawa ke Vietnam berkualitas serupa,” sambungnya seperti dimuat Antara.

Pesepak bola Timnas U-23 Indonesia Ezra Walian (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Bali United Leonard Tupamahu (kiri) saat pertandingan uji coba di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (17/3/2019). Timnas U-23 Indonesia berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Fikri YusufPesepak bola Timnas U-23 Indonesia Ezra Walian (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Bali United Leonard Tupamahu (kiri) saat pertandingan uji coba di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (17/3/2019). Timnas U-23 Indonesia berhasil mengalahkan Bali United dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Nama Ezra Walian untuk sementara belum bisa didaftarkan ke panitia kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Berdasarkan keterangan PSSI, pendaftaran Ezra belum diterima oleh AFC karena dia pernah bermain bersama timnas U-17 Belanda di kualifikasi Piala Eropa U-17. PSSI mengaku telah diberitahukan oleh AFC terkait hal ini dua hari lalu.

Keikutsertaan Ezra pada kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada 22-26 Maret 2019 pun harus menunggu persetujuan FIFA.

AFC disebut memberikan waktu sampai enam jam sebelum kick off pertandingan pertama Indonesia di kualifikasi Piala Asia U-23 2020 kepada timnas U-23 Indonesia untuk mendaftarkan 23 pemain ke kualifikasi Piala Asia U-23.

Laga perdana timnas Indonesia U-23 rencananya berlangsung Jumat (22/3/2019) mulai pukul 17.00 WIB.

Kualifikasi Piala Eropa 2020: Pogba Tegaskan Prancis Siap Hadapi Moldova

Suara.com – Perjalanan Timnas Prancis untuk menghadapi Moldova di Chisinau pada matchday 1 Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2020, mungkin jauh dari gemerlapnya Piala Dunia 2018, di mana mereka sukses keluar sebagai juara dunia.

Namun menurut gelandang andalan Timnas Prancis, Paul Pogba, motivasi para penggawa Les Bleus tetaplah sama, yakni untuk menang.

Prancis memang akan bertandang ke markas Moldova, Zimbru Stadium pada Sabtu (23/3/2019) dini hari WIB. Pogba pun menyatakan jika para pemain Prancis berada dalam kondisi siap tempur, setelah melalui ‘honeymoon‘ pasca menjuarai Piala Dunia 2018.

Prancis sendiri sejatinya telah memainkan enam pertandingan, dengan empat di kompetisi Nations League, sejak mengalahkan Kroasia 4-2 pada final Piala Dunia pertengahan tahun lalu.

Namun catatan skuat asuhan Didier Deschamps bisa dibilang tak terlalu impresif, dengan tiga kemenangan, dua hasil imbang dan sekali kalah.

“Itu benar, bahwa tidak mudah meraih target baru segera setelah memenangkan Piala Dunia,” buka Pogba seperti dilansir ESPN.

“Tapi kita harus melakukan karena itu pekerjaan kita, kita harus tetap profesional. Sekarang kita akan langsung ke kompetisi, ini laga kualifikasi. Kami tentunya ingin menang, kami ingin menjadi juara di grup (H) dan lolos ke putaran final Piala Eropa (2020).” celoteh bintang Manchester United itu.

“Kami berada dalam kondisi siap 100 persen. Kami siap meraih kemenangan meski laga ini tentu akan sulit karena kami harus tandang ke Moldova,” tukasnya.

Di Grup H, Timnas Prancis tergabung dengan Moldova, Albania, Turki, Andorra dan Islandia. Islandia sendiri akan dijamu Prancis di Stade de France pada Selasa (26/3/2019) dinihari WIB, dalam laga matchday 2.

Pemain Real Madrid Ini Tak Menyangka Zidane Balik ke Santiago Bernabeu

Suara.com – Pemain muda Real Madrid Martin Odegaard mengaku terkejut ketika mendengar Zinedine Zidane kembali menukangi Los Blancos. Seperti diberitakan sebelumnya, Zidane kembali ditunjuk sebagai entrenador El Real menggantikan Santiago Solari.

“Saya tidak mengira Zidane kembali dalam waktu dekat. Tapi dia memang sosok pelatih yang dibutuhkan Real Madrid,” kata Odegaard.

“Dia akan membangun dan menciptakan skuat yang hebat. Itu sangat positif (bagi Real Madrid).”

Bagi Odegaard, Zidane bukan sosok asing. Odegaard yang kini berusia 20 tahun merupakan anak didik Zidane saat melatih Madrid Castilla (tim muda Real Madrid).

Zidane pula yang mempromosikan Odegaard ke tim utama di tahun 2015. Meski akhirnya gelandang serang asal Norwegia itu kalah bersaing dengan Luka Modric, Toni Kroos dan lainnya.

Zinedine Zidane bersama istrinya, Veronique dan presiden Florentino Perez saat konferesi pers peresmiannya sebagai pelatih baru Real Madrid pada Senin (11/3/2019) waktu setempat. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)Zinedine Zidane bersama istrinya, Veronique dan presiden Florentino Perez saat konferesi pers peresmiannya sebagai pelatih baru Real Madrid pada Senin (11/3/2019) waktu setempat. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)

Kini Odegaard sudah dua musim menjalani ‘pengasingan’ sebagai pemain pinjaman ke Heerenveen (2017) dan Vitesse (2018). Namun dirinya tidak kehilangan keyakinan untuk bisa kembali memperkuat Real Madrid.

“Saya cukup akrab dengan Zidane, tapi soal masa depan, saya belum tahu karena mereka (manajemen dan pelatih) yang akan memutuskan. Soal masa depan saya, masih banyak kemungkinan. Kita lihat saja di akhir musim nanti,” jelas Odegaard seperti dimuat Scoresway.

“Mungkin positif karena dia (Zidane) mengenal saya. Dia tahu apa yang bisa saya berikan untuk tim.”

Zidane, yang memenangkan tiga trofi Liga Champions di tiga musim berturut-turut bagi Real Madrid (2015/16, 2016/17, 2017/18), memutuskan untuk angkat kaki pada akhir Mei 2018. Tiga hari setelah keberhasilan Madrid mempertahankan gelar juara Liga Champions.

11 Maret 2019, Zidane memutuskan untuk menerima kembali pinangan Real Madrid dengan meneken kontrak berdurasi tiga musim. Artinya, Zidane memiliki kesempatan untuk membangun kembali Los Galacticos hingga pertengahan tahun 2022.

Imbangi Huddersfield, Performa Garuda Select Dikomentari Legenda Arsenal

Suara.com – Partai uji coba yang dilakoni skuat Garuda Select begitu spesial. Tak hanya menghadapi tim yang sarat sejarah di sepak bola Inggris, laga Supriyadi dkk juga dipantau dan dikomentari oleh legenda Arsenal, Alan Smith.

Skuat Garuda Select kembali memetik hasil lumayan positif saat melakoni laga uji cobanya menghadapi tim-tim akademi Liga Primer Inggris. Baru saja, anak asuhan Dennise Wise dan Des Walker tersebut mampu meladeni permainan mantan juara Liga Inggris, Huddersfield.

Dalam laga tersebut kedua tim bermain imbang 2-2. Gol skuat Garuda Select dicetak oleh Yadi dan Brylian.

Yang menarik selain berhasil comeback usai tertinggal lebih dulu di babak pertama, laga skuat Garuda Select juga kedatangan tamu istimewa, dia adalah legenda Arsenal, Alan Smith.

Pemain yang pernah mempersembahkan lima trofi untuk Arsenal ini menjadi komentator bagi laga Garuda Select versus Huddersfield U-18. Fakta tersebut diketahui dari unggahan instagram @mysupersoccer kemarin.

Seperti diketahui, Alan Smith memang sekarang khusyu sebagai komentator. Selain jadi komentator paling berpengaruh di ajang Euro, pemain yang sudah 13 kali membela Timnas Inggris itu juga mengisi komentator di game FIFA 19 lho. Keren kan ya.

Bolatimes/Galih Priatmojo

Mario Balotelli Dikesampingkan, Pelatih Timnas Italia: Ia Belum Siap

Suara.com – Guna menghadapi Kualifikasi Euro 2020, Timnas Italia baru saja mengumumkan 29 nama pemain. Namun menariknya, tidak ada nama striker Olympique Marseille, Mario Balotelli.

Balotelli tengah naik daun bersama Olympique Marseille di Ligue 1 2018/2019. Striker 28 tahun itu pun telah mengemas lima gol dalam tujuh pertandingan terakhir di liga.

Namun, penampilan itu nyatanya tak mampu menarik perhatian pelatih Gli Azurri, Roberto Mancini, yang sedang bersiap untuk melakoni Kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Finlandia pada Minggu (24/3/2019) dan Liechstenstein pada Kamis (27/3/2019).

Menurut Mancini, mantan anak asuhnya ketika melatih di Manchester City itu masih belum siap untuk kembali berseragam Timnas Italia. Sebagai gantinya, Gli Azurri memanggil nama-nama seperti Ciro Immobile (Lazio), striker gaek Fabio Quagliarella (Sampdoria), dan striker belia Moise Kean (Juventus).

“Mario belum dalam kondisi terbaik untuk bermain di tim nasional. Secara fisik, dia telah membaik dibandingkan dengan September 2018 lalu, tetapi masih bisa lebih baik lagi,” kata Mancini seperti dikutip dari Sport 24, Selasa (19/3/2019).

“Saya berharap banyak kepadanya, dia hampir berusia 29 tahun, dia berada di puncak karier, dan untuk tim nasional dia harus memberikan yang maksimal,” tandasnya.

Berikut daftar pemain Timnas Italia untuk menghadapi Kualifikasi Euro 2020.

Kiper: Alessio Cragno (Cagliari), Gianluigi Donnarumma (AC Milan), Mattia Perin (Juventus), Salvatore Sirigu (Torino)

Bek: Cristiano Biraghi (Fiorentina), Leonardo Bonucci (Juventus), Giorgio Chiellini (Juventus), Alessandro Florenzi (Roma), Armando Izzo (Torino), Gianluca Mancini (Atalanta), Cristiano Piccini (Valencia), Alessio Romagnoli (AC Milan), Leonardo Spinazzola (Juventus)

Gelandang: Nicolo Barella (Cagliari), Bryan Cristante (Roma), Jorginho (Chelsea), Stefano Sensi (Sassuolo), Marco Verratti (Paris Saint-Germain), Nicolo Zaniolo (Roma)

Penyerang: Federico Bernardeschi (Juventus), Federico Chiesa (Fiorentina), Stephan El Shaarawy (Roma), Vincenzo Grifo (Freiburg), Ciro Immobile (Lazio), Moise Kean (Juventus), Kevin Lasagna (Udinese), Leonardo Pavoletti (Cagliari), Matteo Politano (Inter), Fabio Quagliarella (Sampdoria).

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Osvaldo Haay Yakin Timnas Indonesia U-23 Bisa Kalahkan Thailand

Suara.com – Timnas Indonesia U-23 optimistis bisa mengalahkan Thailand pada laga perdana kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam pada Jumat (22/3/2019). Kemenangan melawan Thailand jadi modal penting agar peluang lolos ke putaran final terbuka.

Keyakinan itu seperti disampaikan penggawa timnas Indonesia U-23 Osvaldo Haay. Pemain klub Persebaya Surabaya tersebut menyebutkan, ia dan rekan-rekannya sudah siap untuk pertandingan besok.

Meski begitu, Osvado menilai Thailand adalah lawan yang cukup kuat. Menurutnya, Thailand yang dihadapi besok berbeda ketika di Piala AFF U-22 lalu.

“Kami sudah siap melawan Thailand. Dalam latihan kami selalu fokus dan sama tim pelatih kami sudah mematangkan taktik permainan,” kata Osvado dalam keterangan resmi yang diterima suara.com.

Pemain Timnas U-22 Osvaldo Ardiles Haay (tengah) beraksi bersama rekannya setelah membobol gawang Thailand dalam pertandingan Final Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019). ANTARA FOTO/Nyoman BudhianaPemain Timnas U-22 Osvaldo Ardiles Haay (tengah) beraksi bersama rekannya setelah membobol gawang Thailand dalam pertandingan Final Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

“Thailand tim yang kuat, namun kami optimis mampu mengalahkan mereka. Semoga besok bisa meraih kemenangan,” ungkapnya.

Pada babak kualifikasi ini, Timnas Indonesia U-23 tergabung di Grup K. Selain melawan Thailand, Garuda Muda –julukan timnas Indonesia U-23– akan melawan tuan rumah Vietnam dan Brunei Darussalam.

Pelatih timnas Indonesia U-23 Indra Sjafri membawa 24 pemain ke Vietnam. Namun, nantinya hanya akan ada 23 pemain yang didaftarkan sesuai dengan regulasi AFC.

Masuk Pot Kedua, Indonesia Diunggulkan di Sepak Bola SEA Games 2019

Suara.com – Undian pembagian pot untuk cabang sepak bola SEA Games ke-30 2019 telah dilakukan pada Selasa (19/3/2019). Alhasil, Indonesia berada di pot kedua bersama Malaysia.

Di pot pertama terdapat tuan rumah Filipina dan Thailand. Sementara pot ketiga diisi oleh Myanmar dan Singapura, dan pot keempat ditempati Vietnam, Kamboja, Laosm Brunei, dan Timor Leste.

Pembagian pot ini merujuk pada pencapaian SEA Games 2017 di Malaysia, yang mana Thailand merupakan peraih medali emas, Malaysia mendapat perak, dan Indonesia harus puas dengan perunggu.

Filipina masuk ke dalam pot pertama karena merupakan tuan rumah SEA Games 2019. Sedangkan Vietnam yang pada SEA Games terakhir gagal lolos dari fase grup berada di pot non-unggulan.

Sebagai informasi, SEA Games ke-30 2019 di Filipina akan diselenggarakan pada 30 November hingga 11 Desember. Terdapat 523 nomor dari 56 cabang olahraga.

Pertandingan sepak bola sendiri bakal dihelat di Stadion Rizal Memorial, di Manila. Sementara untuk cabor sepak bola putri dilangsungkan di Stadion Binan, Laguna.

Sementara itu, Filipina selaku tuan rumah SEA Games 2019 memberlakukan aturan baru di cabang sepak bola putra. Filipina menetapkan bahwa setiap kontestan yang terdiri dari pemain berusia di bawah 22 tahun hanya dapat membawa dua pemain senior.

Dengan aturan ini, jatah pemain senior yang diperbolehkan jauh lebih kecil dari SEA Games 2017 di Malaysia. Kala itu, jatah pemain senior yang boleh ikut mencapai tiga orang.

Berikut pembagian pot untuk cabang sepak bola pria SEA Games 2019.

Hasil pembagian pot cabor sepak bola pria SEA Games 2019 di Filipina. (Instagram/aseanfutbol)Hasil pembagian pot cabor sepak bola pria SEA Games 2019 di Filipina. (Instagram/aseanfutbol)

Jelang Lawan Thailand, Indra Sjafri Pastikan Timnas U-23 Sudah Siap Tanding

Suara.com – Timnas Indonesia U-23 akan melakoni laga pertama Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 Grup K melawan Thailand pada Jumat (22/3/2019) di Vietnam. Jelang pertandingan tersebut, Pelatih Indra Sjafri menekankan anak asuhannya siap untuk pertandingan besok.

Indra mengatakan persiapan matang sudah dilakukan oleh Andy Setyo dan kawan-kawan. Target kemenangan diusung oleh Garuda Muda -julukan timnas Indonesia U-23- agar bisa lolos ke putaran final Piala Asia U-23 yang digelar di Thailand pada Januari 2020.

“Semua persiapan sudah kita lakukan dengan baik. Kami sudah siap menghadapi semua laga Kualifikasi Piala Asia U-23 grup K. Pemain dalam kondisi bagus dan siap bertanding,” kata Indra Sjafri dalam keterangan resmi yang diterima suara.com.

Thailand tampil tanpa beban di laga ini. Pasalnya, mereka sudah dipastikan lolos ke putaran final karena tuan rumah Piala Asia U-23 2020.

Pemain Timnas Indonesia U-23 melakukan pemanasan saat pemusatan latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (4/3/2019). Timnas Indonesia akan mengikuti kualifikasi Piala AFC U-23 Tahun 2020 pada 22-26 Maret 2019 di Vietnam. ANTARA FOTO/Sigid KurniawanPemain Timnas Indonesia U-23 melakukan pemanasan saat pemusatan latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (4/3/2019). Timnas Indonesia akan mengikuti kualifikasi Piala AFC U-23 Tahun 2020 pada 22-26 Maret 2019 di Vietnam. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Akan tetapi, Thailand terlihat serius di laga ini dengan menurunkan skuat terbaik yang berbeda dari Piala AFF U-22 lalu. Namun, Indra mengatakan target kemenangan diincar agar peluang lolos ke babak berikutnya terbuka.

“Besok kami akan melawan Thailand, tentu kami ingin meraih kemenangan. Karena kami target lolos ke putaran final Piala Asia U-23 Januari mendatang di Thailand,” pungkasnya.

Pada ajang kualifikasi Piala Asia U-23 ini, timnas Indonesia U-23 tergabung di Grup K. Selain akan melawan Thailand, Garuda Muda juga akan berhadapan dengan Vietnam dan Brunei Darussalam.

Inginkan Luka Jovic, Barcelona Siap Rogoh Kocek Rp 805 Miliar

Suara.com – Barcelona dikabarkan siap menggelontorkan dana sebesar 50 juta euro atau sekitar Rp 805 miliar untuk mendapatkan Luka Jovic. Rumor menyebut, Barcelona akan mengawali negosiasinya dengan pemilik Jovic saat ini, Eintracht Frankfurt.

Dikutip dari Guardian, penyerang tim nasional Serbia itu tampil gemilang musim ini dengan mencetak 15 gol dalam 24 pertandingan Bundesliga. Ditambah tujuh gol di Liga Europa saat mengantar Eintracht ke perempat final.

Pemain berusia 21 tahun itu awalnya dipinjam Eintracht dari Benfica. Namun seiring waktu, klub asal Jerman itu memutuskan untuk mengontrak Jovic secara permanen di akhir musim 2018/19. Benfica pun sudah mencapai kesepakatan dengan Eintracht.

Kabarnya, untuk membatalkan kesepakatan dengan Benfica itu, Eintracht menginginkan 65 hingga 70 juta euro atau sekitar Rp 1 triliun hingga Rp 1,1 triliun) bila Barcelona benar-benar ingin memilikinya di musim panas mendatang.

Pemain Eintracht Frankfurt Luka Jovic rayakan golnya ke gawang Inter Milan di babak 16 besar Liga Europa [AFP]Pemain Eintracht Frankfurt Luka Jovic rayakan golnya ke gawang Inter Milan di babak 16 besar Liga Europa [AFP]

Barcelona memang sudah cukup lama tertarik mendatangkan pemain berusia 21 tahun itu. Dua petinggi Barcelona, Ramon Planes dan Eric Abidal, pun menyaksikan langsung aksi Jovic saat menghadapi Internazionale pekan lalu.

Dalam laga itu, Jovic mencetak satu-satunya gol yang meloloskan Eintracht ke babak delapan besar Liga Europa. Di babak perempat final Liga Europa, Eintracht akan menghadapi Benfica.

Sebelumnya, Barcelona sudah mengamankan gelandang Ajax Frenkie De Jong dengan transfer sebesar 75 juta euro (sekitar Rp 1,2 triliun) dan bek Toulouse Jean Clair Todibo secara gratis.

Ambisi Ezra Walian, Ingin Antar Indonesia Lolos ke Piala Asia U-23 2020

Suara.com – Penyerang naturalisasi Timnas Indonesia U-23, Ezra Walian, mengaku siap menghadapi ketatnya Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Ia bertekad bekerja keras untuk meloloskan Timnas Indonesia U-23 ke ajang Piala Asia U-23 2020.

Timnas Indonesia U-23 berada di Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Di grup itu, pasukan Merah-Putih bakal menghadapi tuan rumah Vietnam, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Pada laga perdana, anak asuh Indra Sjafri akan melawan Thailand di Stadion My Dinh National, Hanoi, Vietnam, Jumat (22/3/2019) sore WIB. Tiga poin menjadi hukum wajib bagi Garuda Muda demi memuluskan langkah.

Ezra pun optimis Timnas Indonesia U-23 bisa meraih kemenangan atas Thailand. Tidak hanya itu, seluruh pemain juga siap mengerahkan kemampuan terbaik ketika menghadapi Vietnam dan Brunei.

Aksi Ezra Walian saat berlatih bersama Timnas Indonesia U-23. (Dok. PSSI).Aksi Ezra Walian saat berlatih bersama Timnas Indonesia U-23. (Dok. PSSI)

“Kami sudah siap melawan Thailand dan semua tim yang ada di Grup K ini. Tentunya, kami bertekad berjuang keras dan maksimal demi lolos ke putaran final di Thailand tahun 2020 mendatang,” kata Ezra di laman resmi PSSI, Kamis (21/3/2019).

Hanya saja, Ezra Walian belum dipastikan apakah bisa tampil pada pertandingan melawan Thaiand besok. Striker 21 tahun itu masih memiliki kendala terkait administrasi pemain.

Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 akan berlangsung di Stadion My Dinh, Hanoi, dari 22 hingga 26 Maret 2019. Para juara setiap grup akan otomatis lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020 di Thailand pada Januari mendatang.

Suara.com/Irwan Febri Rialdi