Giuseppe Rossi Ternyata Jadi Mentor Rashford dan Lukaku Terkait Finishing

Suara.com – Mantan penyerang Manchester United , Giuseppe Rossi kembali ke klub berjuluk Setan Merah itu. Striker berkebangsaan Italia itu telah berlatih bersama skuat Man United dalam dua pekan terakhir.

Meski demikian, Rossi tidak kembali untuk menjadi pemain Man United. Striker berusia 31 tahun itu hanya diundang secara khusus oleh pelatih interim Man United, Ole Gunnar Solskjaer , untuk berlatih bersama skuatnya. Sebagai informasi, Rossi dan Solskjaer pernah jadi rekan setim di Setan Merah sebagai pemain.

Hal ini untuk meningkatkan kembali kebugaran Rossi usai pengoleksi 29 caps bersama Timnas Italia itu tak memiliki klub sejak akhir musim lalu, usai dilepas klub Liga Italia, Genoa.

Rossi memang kerap diganggu cedera, mulai dari cedera engkel hingga hamstring, yang membuat performanya cukup menukik dalam beberapa musim terakhir.

Meski demikian, Rossi telah menyatakan hasratnya untuk segera kembali ke lapangan hijau dengan tentunya segera mendapatkan klub baru. Solskjaer sendiri akhir pekan lalu menyatakan jika Man United takkan mengontrak Rossi, namun akan terus membantu sang pemain untuk meningkatkan kebugarannya.

Telah mengikuti beberapa sesi latihan bersama skuat Man United asuhan Solskjaer, Rossi menyanjung materi yang dimiliki Setan Merah di lini depan. Ia pun secara khusus memuji kualitas yang dimiliki dua penyerang tengah Man United, Marcus Rashford dan Romelu Lukaku .

“Marcus Rashford bermain luar biasa sejak Ole kembali (menjadi pelatih interim Man United menggantikan Jose Mourinho yang dipecat pada Desember 2018),” buka Rossi seperti dilansir laman resmi Man United.

“Dia mencetak gol yang hebat di laga melawan Tottenham (di mana Man United menang 1-0 di Wembley pada laga lanjutan Liga Inggris akhir pekan lalu). Romelu Lukaku juga telah melakukan banyak hal dengan luar biasa dalam latihan,” ungkap striker bertubuh mungil itu.

“Sangat menyenangkan bagi saya berada di dekat (berlatih bersama) dengan dua penyerang hebat ini. Tak diragukan, Marcus dan Romelu adalah centre-forward top dengan kualitas tinggi. Keduanya akan jadi andalan Man United untuk saat ini dan di tahun-tahun ke depan,” puji eks pemain Villarreal dan Fiorentina tersebut.

Sebagai penyerang lebih senior, Rossi pun tidak ragu untuk berbagi pengalaman dengan Rashford dan Lukaku yang jauh lebih muda darinya. Di sesi latihan, Rossi bahkan mengaku menjadi mentor bagi keduanya di beberapa kesempatan, khususnya terkait finishing

Menurut Rossi, seorang penyerang harus punya naluri khusus saat berada di depan gawang lawan.

“Untuk menjadi seorang penyerang papan atas, Anda harus punya insting dan harus tahu di mana bisa mencetak gol setiap saat, juga soal sudut yang tepat. Saya pikir, itu sangat penting, sudut ketika Anda akan melepas sebuah tendangan. Ole adalah salah satu yang terbaik untuk melakukannya,” celotehnya.

“Tapi, saya lihat ada penyerang hebat di Man United yang membuat saya terkesan selama berlatih di sini. Meski begitu, di beberapa kesempatan saya juga berbagi ilmu dengan Marcus dan Romelu terkait finishing. Saya pikir saya bisa memberi tips buat mereka dalam aspek ini, karena dari aspek kecepatan dan kekuatan, keduanya jelas jauh lebih hebat dari saya,” seloroh Rossi.

Sebagai informasi, Rossi pernah menimba ilmu di akademi Man United – setelah meninggalkan akademi Parma, serta memperkuat tim senior Setan Merah pada 2004-2007, meski ia menghabiskan musim 2006/2007 bersama Newcastle United sebagai pemain pinjaman.

Hanya mencatatkan total lima penampilan bersama Man United di rezim Sir Alex Ferguson, Rossi akhirnya memutuskan cabut ke Villarreal pada musim panas 2007. Penyerang kelahiran New Jersey, Amerika Serikat itu pun menjelama jadi mesin gol di Spanyol.

Pada 2013, Rossi mencoba peruntungannya dengan mudik ke Italia untuk gabung Fiorentina. Sempat bersinar bersama La Viola -julukan Fiorentina- pada awal-awal kariernya di Serie A, Rossi kemudian mulai diganggu sederet cedera kambuhan.

Sempat kembali ke Liga Spanyol sebagai pemain pinjaman bersama Levante dan Celta Vigo, Rossi akhirnya dikontrak Genoa dengan status free transfer pada Desember 2017.

Namun, Rossi kembali tak maksimal di paruh kedua musim 2017/2018 alias musim lalu, sebagaimana masalah cedera kembali menghantuinya, yang diperparah dengan gagalnya penyerang kidal itu dalam menjalani tes doping pada Mei 2018. Genoa pun melepasnya, dan hingga detik ini Rossi belum juga memiliki kiub baru.

Kembali ke Manchester United, Giuseppe Rossi Semringah

Suara.com – Mantan penyerang Manchester United , Giuseppe Rossi kembali ke klub berjuluk Setan Merah itu. Striker berkebangsaan Italia itu telah berlatih bersama skuat Man United dalam sepekan terakhir. Rossi pun tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

Meski demikian, Rossi tidak kembali untuk menjadi pemain Man United. Striker berusia 31 tahun itu hanya diundang secara khusus oleh pelatih interim Man United, Ole Gunnar Solskjaer, untuk berlatih bersama skuatnya.

Hal ini untuk meningkatkan kembali kebugaran Rossi usai pengoleksi 29 caps bersama Timnas Italia itu tak memiliki klub sejak akhir musim lalu, usai dilepas klub Liga Italia, Genoa.

Rossi memang kerap diganggu cedera, mulai dari cedera engkel hingga hamstring, yang membuat performanya cukup menukik dalam beberapa musim terakhir.

Meski demikian, Rossi telah menyatakan hasratnya untuk segera kembali ke lapangan hijau dengan tentunya segera mendapatkan klub baru. Solskjaer sendiri akhir pekan lalu menyatakan jika Man United takkan mengontrak Rossi, namun akan terus membantu sang pemain untuk meningkatkan kebugarannya.

Sebagai informasi, Rossi pernah jadi rekan satu tim Solskjaer di Man United sebagai pemain. Rossi pernah menimba ilmu di akademi Man United – setelah meninggalkan akademi Parma, serta memperkuat tim senior Setan Merah pada 2004-2007, meski ia menghabiskan musim 2006/2007 bersama Newcastle United sebagai pemain pinjaman.

Hanya mencatatkan total lima penampilan bersama Man United di rezim Sir Alex Ferguson, Rossi akhirnya memutuskan cabut ke Villarreal pada musim panas 2007. Penyerang kelahiran New Jersey, Amerika Serikat itu pun menjelama jadi mesin gol di Spanyol.

Pada 2013, Rossi mencoba peruntungannya dengan mudik ke Italia untuk gabung Fiorentina. Sempat bersinar bersama La Viola -julukan Fiorentina- pada awal-awal kariernya di Serie A, Rossi kemudian mulai diganggu sederet cedera kambuhan.

Sempat kembali ke Liga Spanyol sebagai pemain pinjaman bersama Levante dan Celta Vigo, Rossi akhirnya dikontrak Genoa dengan status free transfer pada Desember 2017.

Namun, Rossi kembali tak maksimal di paruh kedua musim 2017/2018 alias musim lalu, sebagaimana masalah cedera kembali menghantuinya, yang diperparah dengan gagalnya penyerang kidal itu dalam menjalani tes doping pada Mei 2018. Genoa pun melepasnya, dan hingga detik ini Rossi belum juga memiliki kiub baru.

Rossi sendiri mengaku sangat bahagia sekaligus tersanjung Solskjaer mau mengajaknya untuk ikut latihan bersama skuat Man United. Kembali ke AON Training Complex -pusat latihan Man United, Rossi pun mengakui tidak ada banyak perubahan yang terjadi pada Man United.

Ya, Rossi masih merasa nyaman dan tetap merasa jika Man United adalah rumahnya. Perasaannya kini persis seperti saat dia bergabung dengan Man United pada 2004 silam, saat usianya kala itu baru 17 tahun.

“Senang sekali bisa bermain dengan para pemain dan kembali ke lingkungan yang saya rasakan 14 tahun lalu saat pertama kali datang. Saya hanya berlatih dengan mereka, menjaga kebugaran dan ingin tetap tajam,” buka Rossi di laman resmi Man United.

“Saya sangat senang bisa kembali menjadi bagian Man United, meski tidak sebagai pemain. Saya sangat bahagia sekaligus tersanjung atas kebaikan Ole, dan tentunya klub,” paparnya.

“Fasilitasnya memang sudah berubah. Tapi, saya melihat orang yang sama di sekitar dan itu bagus. Ada Ole (Gunnar Solskjaer), Mike Phelan (asisten pelatih Man United), Michael Carrick (staf pelatih Man United yang juga mantan rekan setim Rossi),” tutur Rossi.

“Perasaan yang sama, saya masih merasa seperti di rumah. Tidak ada yang berubah. Ya, maksud saya gestur tim, suasana kekeluargaan di skuat dari Ole dan semua pemain. Ini sesuatu yang indah,” ungkap pria berusia 31 tahun itu.

“Tentu saja saya ingin kembali bermain. Saya siap untuk kembali saat ini! Tapi, sayangnya sudah empat atau lima bulan ini saya tidak punya tim. Tapi, saya ingin segera bermain lagi. Saya ingin bermain sepakbola lagi, itu pasti,” tandasnya.

Ivan Kolev Tegaskan Piala Indonesia Penting Buat Persija

Suara.com – Persija Jakarta akan menghadapi Kepri 757 Jaya dalam leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Patriot, Bekasi pada 23 Januari 2019. Meski melawan tim yang kastanya jauh berbeda, pelatih anyar Persija, Ivan Kolev enggan menanggap remeh.

Menurut Kolev, laga tersebut, dan juga gelaran Piala Indonesia 2018 sangatlah penting. Pelatih asal Bulgaria itu pun menargetkan timnya bisa menjuarai kompetisi ini, untuk mengawinkan gelar juara Liga 1 2018 yang diraih Persija bersama pelatih Stefano Cugurra. 

Laga kontra Kepri sendiri bakal menjadi pertandingan resmi pertama Persija di tahun 2019 ini. Selain untuk menunjukkan kualitas pemain-pemain di skuat Persija saat ini, laga leg pertama lawan Kepri tersebut sekaligus jadi pemanasan sebelum pertandingan melawan Home United di kualifikasi Liga Champions Asia 2019 yang akan dihelat 5 Februari mendatang. 

“Setiap pertandingan yang kita mainkan itu penting sekali, termasuk laga Piala Indonesia ini meski lawan beda kasta. Karena ini akan jadi kesempatan buat setiap pemain untuk membuktikan kualitasnya,” kata Ivan Kolev di lapangan PS AU Halim Perdanakusuma, Jumat (8/1/2019).

“Kami tentu ingin juara di kompetisi ini, ini kompetisi penting. Kami berstatus juara di Liga 1, kami juga ingin juara di Piala Indonesia ini,” lanjut pelatih berusia 61 tahun itu.

Setelah tiga hari memimpin Persija, Kolev sendiri mengaku masih belum hafal karakter para pemain di skuatnya. Namun, mantan pelatih Timnas Indonesia itu menegaskan anak-anak asuhannya terus menunjukkan perkembangan yang positif setiap harinya. 

“Yang penting sekarang kita perbaiki kondisi kita, karena sebentar lagi kalian tahu kita start untuk Liga Champions (babak kualifikasi). Itu memang tugas yang sangat serius,” ucapnya. 

“Saya masih tidak bisa tahu (soal karakteristik para pemain Persija). Di Persija ada 30 pemain, bagaimana dalam tiga hari bisa tahu semua itu, kan tidak mungkin!” selorohnya.

Seperti diketahui, Kolev resmi melatih Persija menggantikan Stefano Cugurra yang hengkang ke Bali United. Kolev diikat kontrak selama satu musim bersama Macan Kemayoran.

Howe Bantah Chelsea Inginkan Wilson

Suara.com – Manajer AFC Bournemouth Eddie Howe membantah jika ada tawaran untuk pemain andalannya Callum Wilson . Hal itu dilontarkan Howe menyusul rumor kencang yang menyebut Chelsea membidik anak asuhnya itu.

Seperti diketahui, keinginan Chelsea memboyong Wilson diamini oleh Gianfranco Zola , asisten manajer The Blues. Selain Chelsea, dua klub lain juga mengincar pemain timnas Inggris itu. Yaitu West Ham United dan Tottenham Hotspur.

“Tidak ada yang melirik pemain kami,” kata Howe dalam jumpa pers jelang laga kontra West Ham United akhir pekan ini.

“Semuanya hanya spekulasi. Anda, media, tentu paham jika ini memang bulannya (bursa transfer),” tambahnya seperti dilansir Scoresway.

“Tidak ada minat (secara lisan) ataupun proposal. Saya tidak ingin membuat Callum atau pemain lain merasa tertekan dengan hal-hal yang tidak penting.”

Pemain AFC Bournemouth Callum Wilson menghindari kejaran pemain Chelsea Olivier Giroud [AFP]Pemain AFC Bournemouth Callum Wilson menghindari kejaran pemain Chelsea Olivier Giroud [AFP]

Wilson saat ini menjadi pemain Bournemouth yang paling disoroti. Sejauh ini, Wilson sudah mengemas sembilan gol di Liga Inggris.

AFC Bournemouth sendiri saat ini menempati posisi 12 di klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi 27 poin dari 22 pertandingan. Di pekan ke-23, klub berjuluk The Cherries akan menjamu West Ham United di Dean Court Stadium, Sabtu (19/1/2019).

Didepak, Mourinho Indikasikan Ada Player Power di Manchester United

Suara.com – Untuk pertama kalinya, Jose Mourinho bicara cukup panjang-lebar terkait pemecatannya sebagai pelatih kepala Manchester United yang terjadi pada 18 Desember 2018 lalu. Sebelumnya, pelatih berusia 55 tahun itu memang seperti pelit berbicara kepada media.

Namun, Mourinho akhirnya buka suara soal pemecatannya ini saat menjadi bintang tamu ataupun pandit di stasiun TV olahraga yang berbasis di Qatar, beIN Sports, Jumat (18/1/2019).

Well, meski tidak terlalu mendetil, eksplisit ataupun frontal, karena Mourinho memang secara spesifik ditugaskan sebagai pandit untuk laga Piala Asia 2019 oleh beIN Sports, namun komentar-komentar yang terlontar dari mulut pelatih asal Portugal itu memang selalu menarik untuk disimak, terlebih soal pemecatannya di  Man United  yang tentu ditunggu-tunggu publik. 

Mourinho mengindikasikan adanya player power alias pengaruh yang besar dari para pemain, sehingga ia akhirnya harus angkat kaki dari Man United.

Terkait hal ini, Mourinho sependapat dengan manajer legendaris Man United, Sir Alex Ferguson, bahwasanya tidak boleh ada pemain yang merasa lebih besar dari klub. Tapi, kondisinya ternyata tak lagi seperti itu, khususnya di akhir-akhir masa kerja Mourinho sebagai pelatih kepala The Red Devils.

“Sir Alex Ferguson pernah bilang, saat seorang pemain lebih penting dari klub, (maka) selamat tinggal! Tapi, kondisinya tidak lagi begitu,” tutur Mourinho saat ditanya beIN Sport terkait suasana di kubu Man United, yang memang tampil buruk sejak awal musim 2018/2019 dibawah kepelatihan juru taktik asal Portugal tersebut.

Well, pernyataan ini pun diyakini sebagai sebuah serangan Mourinho kepada Paul Pogba. Selama beberapa bulan sebelum dirinya dipecat, Mourinho memang berulang kali terlibat perselisihan dengan gelandang sentral Man United asal Prancis itu.

Mourinho mencabut status wakil kapten Man United dari Pogba. The Special One juga berulang kali mencadangkan sang gelandang, dan sempat dikabarkan clash pada sebuah sesi latihan Man United.

“Manajer itu ya bertugas untuk melatih para pemain, bukan untuk menjaga kedisiplinan para pemain dengan syarat apapun. Anda butuh struktur untuk melindungi manajer dan memastikan segalanya berjalan lancar. Jadi, pemain tidak akan berada dalam situasi di mana mereka merasa lebih berkuasa dibanding sebelumnya,” ketus Mourinho.

“Hal-hal baik yang saya lakukan ke pemain bukan sebuah berita lagi. Berita di sepakbola modern saat ini adalah saat Anda mendapat masalah,” tandasnya.

Solskjaer Berharap Mourinho Segera Kembali Melatih

Suara.com – Ole Gunnar Solskjaer telah sebulan menggantikan Jose Mourinho di Manchester United . Manajer interim MU ini pun ingin melihat Mourinho untuk dapat segera kembali melatih secepatnya.

Mourinho saat ini masih mengganggur usai dipecat Manchester United pada 18 Desember 2018 lalu. Pelatih berusia 55 tahun itu kehilangan jabatannya di Old Trafford menyusul hasil buruk skuadnya di awal musim ini.

Juru taktik asal Portugal ini pun sempat menjadi bintang tamu di stasiun TV olahraga yang berbasis di Qatar, beIN Sports, Jumat (18/1/2019). Mourinho pun mengatakan dia masih muda untuk pensiun dan akan tetap melatih di sepak bola level atas.

Solskjaer yang menggantikan posisi Mourinho pun menanggapi santai komentar mantan pelatih Real Madrid ini. Ia berharap Mourinho dapat segera mendapatkan klub untuk melatih melihat banyaknya pengalaman yang dimilikinya.

“Ya kenapa tidak?,” kata Solskjaer. “Dia manajer yang fantastis, dengan hasil yang dimilikinya, saya pikir dia tidak akan perlu berkerja keras untuk mendapatkan pekerjaan.”

Mourinho juga sempat menyinggung bahwa kekuatan pemain telah merusak karirnya di MU. Namun untuk pernyataan Mourinho tersebut Solskjaer menolak untuk menanggapinya.

“Saya tidak bisa mengomentari semua yang dikatakannya,” tegas Solskjaer. “Saya menikmati bekerja dengan anak-anak ini dan hanya itu yang bisa kukatakan.”

Kedatangan Ole Gunnar Solskjaer di Old Trafford memang telah memberikan performa positif bagi Setan Merah. MU telah mencatatkan enam kemenangan di semua kompetisi sejak Solksjaer menggantikan Mourinho. (Sportmole)

Senangnya David Beckham Memegang Medali Piala Dunia Milik Mbappe

Suara.com – Mantan kapten tim nasional Inggris David Beckham mengaku bahagia bisa bertemu dengan salah seorang pemain muda terbaik dunia saat ini, Kylian Mbappe . Hal itu diungkap Beckham lewat akun Instagram pribadinya @davidbeckham.

Sebagaimana diketahui, David Beckham merupakan salah satu gelandang legendaris Inggris yang mengasah bakat dan membesarkan namanya di Manchester United. Setelah United, Beckham berpetualang ke Liga Spanyol dengan bergabung bersama Real Madrid. Kemudian membela LA Galaxy dan PSG .

“Sungguh menjadi kehormatan bertemu dengan pemenang Piala Dunia. Seorang pemain yang tak hanya hebat, tapi juga memiliki kepribadian luar biasa,” tulis Beckham di bawah postingan foto bersama Mbappe.

“Saya selalu bahagia berada di Paris, salah satu tempat favorit saya. Pagi ini bahkan menjadi lebih indah… saya bisa memegang medali Piala Dunia milik Kylian.”

“Anak-anak saya mungkin sedikit cemburu!! Maaf anak-anak!!”

Screenshot instagram @davidbeckhamScreenshot instagram @davidbeckham

Mbappe merupakan pemain muda paling berbakat yang dimiliki timnas Prancis saat ini. Di usia 20, Mbappe sukses mengantar Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia. Di level klub, Mbappe sukses mempersembahkan trofi Ligue 1 bagi AS Monaco dan PSG.

Pertemuannya dengan Beckham pun terasa istimewa bagi Mbappe. Bukan hanya karena Beckham adalah seorang legenda, tapi juga karena Beckham merupakan seniornya di PSG.

“Sarapan bersama sang legenda. Suatu kehormatan bisa berjumpa dengan anda, anda adalah inspirasi bagi kami semua,” tulis Mbappe di akun Twitter nya.

Screenshot Twitter Kylian Mbappe @KMbappeScreenshot Twitter Kylian Mbappe @KMbappe

Gabung Persija, Tony Sucipto Tak Ambil Pusing Dianggap Pengkhianat

Suara.com – Pro dan kontra mewarnai bergabungnya Tony Sucipto ke Persija Jakarta pada bursa transfer jelang Liga 1 musim kompetisi 2019 ini. Bagaimana tidak, sang fullback kawakan sebelumnya memperkuat Persib yang merupakan rival abadi Persija di sepakbola Tanah Air. 

Sebagai informasi, Tony sendiri sempat memperkuat Persija selama semusim sebelum gabung Persib pada 2011 silam. Kini kembali ke Persija usai cukup lama memperkuat Persib, Tony pun tak ayal dianggap sebagai pengkhianat oleh sebagaian suporter.

Well, tak hanya Persib, namun kalangan suporter Persija juga mencap Tony sebagai ‘ular’. Meski demikian, fullback berusia 32 tahun tersebut rupanya tak ambil pusing dengan situasi yang dihadapinya ini. Ia hanya ingin fokus bermain baik untuk Persija di musim 2019.

“Ya bersyukur, Alhamdulillah bisa kembali lagi ke Persija. Ya, kalau tanggapan seperti itu kan ada pro-kontra ya pasti,” tutur Tony Sucipto di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma, Jumat (18/1/2019).

“Pastinya kita ambil yang positifnya saja. Yang baik kita ambil, yang jelek ya kita tinggalkan. Tapi yang pasti kebanyakan komentarnya juga positif kok. Saya sendiri hanya ingin fokus 100 persen membantu Persija di musim ini,” kilahnya 

“Kalau adaptasi di Persija, nggak ada masalah dengan teman-teman. Lagian juga seperti senior-senior (para pemain senior) di sini juga welcome sama saya,” jelas Tony. 

“Terus kalau untuk karena delapan tahun membela Persib, ya pastinya mungkin dibilang anehlah. Tapi kan sekarang profesional saja gitu. Delapan tahun saya di Persib, sekarang di Persija, pastinya fokus di Persija!” tegasnya.

Tony sendiri memang dilepas Persib selepas Liga 1 2018. Kontrak mantan pemain Timnas Indonesia itu tak diperpanjang klub berjuluk Maung Bandung.

Gabung Persija, Tony Sucipto Sudah Siap Mental Bermain di Hadapan Bobotoh

Suara.com – Delapan tahun membela Persib Bandung , Tony Sucipto merapat ke Persija Jakarta . Klub yang merupakan rival terbesar Maung Bandung di kompetisi teratas Liga Indonesia.

Tidak sedikit dari Bobotoh- julukan suporter Persib- yang menyayangkan keputusan pemain berusia 32 tahun itu. Namun, Tony mengaku akan bersikap profesional.

Tony akan membantu klub yang dibelanya saat ini untuk memenangi setiap pertandingan. Termasuk melawan Persib Bandung di hadapan puluhan ribu Bobotoh.

“Gak masalah sih karena kan sekarang saya sudah pakai baju Persija. Bagi saya, ya kalau tekanan itu biasa,” kata Tony di lapangan PS AU Halim Perdanakusuma, Jumat (18/1/2019).

Tony Sucipto (tengah), Ditektur Utama Persija Gede Widiade (kanan), dan Ketua Jakmania Ferry Indrasjarief (kanan). (dok. Media Persija).Tony Sucipto (tengah), Ditektur Utama Persija Gede Widiade (kanan), dan Ketua Jakmania Ferry Indrasjarief (kanan). (dok. Media Persija).

“Tapi kan harus profesional. Sekarang saya membela Persija, pastinya memaksimalkan semua yang saya punya untuk Persija,” tegasnya.

Terkait kepindahannya ke Persija, Tony mengaku mendapat cibiran dari Bobotoh. Akan tetapi, pemain yang juga pernah memperkuat Sriwijaya FC itu menanggapinya dengan positif.

“Ada positif ada negatif. Ya positifnya kita ambil negatifnya ya gak usah kita dengerinlah. Tapi Alhamdulillah banyak yang positifnya,” pungkasnya.

Dipecat, Mourinho Sindir Buruknya Struktur di Manchester United

Suara.com – Untuk pertama kalinya, Jose Mourinho bicara cukup panjang-lebar terkait pemecatannya sebagai pelatih kepala Manchester United yang terjadi pada 18 Desember 2018 lalu. Sebelumnya, pelatih berusia 55 tahun itu memang seperti pelatih berbicara ke media.

Namun, Mourinho akhirnya buka suara soal pemecatannya ini saat menjadi bintang tamu ataupun pandit di stasiun TV olahraga yang berbasis di Qatar, beIN Sports, Jumat (18/1/2019).

Well, meski tidak terlalu mendetil, eksplisit ataupun frontal, karena Mourinho memang secara spesifik ditugaskan sebagai pandit untuk laga Piala Asia 2019 oleh beIN Sports, namun komentar-komentar yang terlontar dari mulut pelatih asal Portugal itu memang selalu menarik untuk disimak, terlebih soal pemecatannya di Man United yang tentu ditunggu-tunggu publik. 

Well, Mourinho berbicara soal periode yang dia lewati di Man United. Berakhir pada pemecatan setelah mulai menangani Man United pada musim panas 2016, eks pelatih Chelsea, Inter Milan dan Real Madrid itu pun menyindir manajemen The Red Devils – julukan Man United.

Mourinho menyoroti struktur manajemen di Man United, yang menurutnya tidak mencerminkan sebuah klub raksasa Inggris bahkan Eropa. Menurut The Special One -julukan Mourinho, struktur manajemen yang rapi diperlukan untuk menghadapi masalah di dunia sepakbola modern.

Mourinho juga mengindikasikan kalau dia tak mendapat dukungan yang cukup saat jadi manajer Man United. Itu terkait dengan rumor perselisihannya dengan CEO klub, Ed Woodward dan juga bintang Setan Merah, Paul Pogba.

“Kita tidak sedang berada di periode di mana seorang pelatih punya cukup kekuatan untuk menghadapinya (masalah-masalah yang datang). Ya, kita ada di era sepakbola modern dengan segala masalah dan intrik yang menghantuinya,” buka Mourinho kepada beIN Sports.

“Pelatih-pelatih sekarang butuh struktur, pelatih butuh klub yang dikelola dengan cara-cara tertentu. Klub harus memiliki pemilik atau presiden, seorang CEO atau direktur eksekutif, seorang direktur sepakbola, dan kemudian manajer. Ini adalah struktur yang akan bisa berhadapan dengan semua masalah sepakbola modern yang dihadapi,” terang sang juru taktik.

“Sebuah klub harus diorganisir dengan baik untuk menghadapi semua masalah ini, di mana manajer hanyalah manajer. Tugas manajer atau pelatih kepala adalah melatih, bukannya orang yang harus mendisiplinkan atau mendidik pemain. Manajer adalah orang terpenting di klub, dan dia harus didukung dan tak boleh di-intervensi,” tukas Mourinho menyindir Man United.

Tinggalkan Persib, Tony Sucipto Punya Ambisi Besar Bersama Persija

Suara.com – Persija Jakarta resmi memperkenalkan Tony Sucipto sebagai rekrutan baru. Pemain yang musim lalu memperkuat Persib Bandung itu diikat kontrak selama satu tahun.

Ini merupakan kesempatan kedua Tony Sucipto mengenakan seragam Pasukan Ibu Kota. Sebelum bergabung dengan Persib Bandung, ia pernah berseragam Persija pada musim 2010/2011.

Sudah lama bersama Persib, dia pun harus meninggalkan skuat berjuluk Maung Bandung tersebut. Kontraknya tidak diperpanjang oleh tim kesayangan Bobotoh tersebut.

Tony mengaku sangat senang bisa kembali memperkuat Persija. Ia bertekad bisa mempertahankan gelar juara yang didapatkannya pada musim lalu.

“Rasanya sangat senang bisa bergabung dengan salah satu tim besar dan memiliki ambisi besar di Indonesia. Apalagi musim lalu mereka baru menjadi juara Liga 1 2018,” kata Tony Sucipto.

“Target saya di Persija bisa membawa Persija menjadi juara musim ini. Sekaligus mengulangi kesuksesan mereka di tahun sebelumnya,” tambahnya.

Selain Tony, Macan Kemayoran juga memperkenalkan bek asal Brasil Vinicius Lopes Laurindo atau yang akrab disapa Neguete sebagai rekrutan anyar. Neguete diplot sebagai pengganti Jaimerson Xavier yang hengkang ke Madura United.

Finis Kedua Bersama Man United, Pencapaian Terbaik dalam Karier Mourinho

Suara.com – Tak ada yang meragukan status Jose Mourinho sebagai manajer top, meski dirinya telah dipecat Manchester United pada 18 Desember 2018 lalu. Gelar demi gelar telah diraihnya bersama klub-klub top Eropa yang pernah ditanganinya.

Meski demikian, Mourinho rupanya memilih finis kedua bersama Man United pada Liga Inggris musim lalu, sebagai pencapaian terbaik dalam karier manajerialnya yang panjang nan sukses, alih-alih juara Liga Champions bersama Inter Milan dan Porto atau juara Liga Spanyol bersama Real Madrid serta juara Liga Inggris bersama Chelsea misalnya.

Pernyataan ini disampaikan Mourinho saat menjadi pandit untuk stasiun televisi olahraga yang berbasis di Qatar, beIN Sports, Jumat (18/1/2019).

Well, pelatih berusia 55 tahun itu memang kini memiliki banyak waktu senggang lantaran menganggur usai dipecat Man United, yang tampil buruk sejak awal musim 2018/2019 ini.

“Jika saya memberi tahu Anda bahwa saya menganggap salah satu pencapaian terbaik dalam karier saya, bahkan mungkin yang terbaik, adalah berada di urutan kedua dengan Man United di Premier League, Anda mungkin mengatakan; ‘orang ini gila’,” buka Mourinho kepada beIN Sports.

“Dia (Mourinho sendiri) memenangkan 25 gelar (sepanjang karier manajerialnya), dan dia mengatakan finis kedua adalah satu prestasi terbaiknya di sepakbola, Anda mungkin menganggap saya aneh. Tapi itulah faktanya, saya merasa pencapaian bersama Man United itu adalah sesuatu yang spesial,” celotehnya.

“Apa yang dikatakan para pengamat berbeda dengan yang terjadi di kamar ganti. Musim lalu, saya butuh energi lebih untuk menangani segala hal, baik itu sisi teknis maupun tekanan dari luar lapangan. Kalau saja orang tahu apa yang terjadi di dalam kamar ganti, dan tidak hanya tahu dari luarnya saja, mungkin orang akan memberikan kredit lebih atas pencapaian Man United di Liga Inggris musim lalu, yang mana adalah finis kedua,” tukas pelatih berpaspor Portugal itu.

Fokus di Timnas U-22, Gian Zola Enggan Pikirkan Tawaran Pindah Klub

Suara.com – Gelandang Persib Bandung , Gian Zola , mengaku ingin fokus demi mendapatkan tempat utama di tim nasional U-22 besutan Indra Sjafri sebelum mempertimbangkan tawaran pindah klub di musim depan.

“Sejauh ini masih Persib, tapi memang ada tawaran juga,” kata Zola saat ditemui usai mengikuti sesi pemusatan latihan (TC) Timnas U-22 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

“Tapi yang penting sekarang nunggu keputusan Coach Indra dulu, soal klub nanti,” ujarnya menambahkan.

Pesepak bola berusia 20 tahun itu mengaku bertekad untuk mendapatkan tempat di skuat timnas U-22 yang bakal berlaga di Piala AFF U-22 di Kamboja, Februari mendatang.

Ia juga cukup optimistis dengan peluangnya karena dari segi selisih usia, saingannya tidak terpaut jauh, tak seperti ketika ia terdepak dari timnas untuk Asian Games 2018 lalu.

“Kalau dulu rasanya banyak senior, sekarang kan usianya paling beda setahun, tidak terlalu jauh,” sambungnya seperti dimuat Antara.

Sementara Zola berjuang untuk memperebutkan tempat di skuat timnas U-22, pemuda kelahiran Bandung itu tengah menjadi incaran sejumlah klub untuk musim mendatang.

Salah satunya adalah Persela Lamongan yang musim lalu menggunakan jasa Zola berstatus pemain pinjaman dari Persib.

Selain dari tim-tim Liga 1 Indonesia, Zola juga dikabarkan menjadi incaran klub-klub Thailand, meski saat ini statusnya masih memiliki kontrak berdurasi satu tahun di tim Maung Bandung.

Mourinho Sebut Inter Milan sebagai Tim Terbaik yang Pernah Dilatihnya

Suara.com – Sederet klub top Eropa pernah dilatihnya, mulai dari Chelsea, Real Madrid , hingga Manchester United , namun Jose Mourinho memilih Inter Milan ketika ditanya soal klub terbaik yang pernah dibesutnya, dalam karier manajerial panjang nan sukses juru taktik berusia 55 tahun tersebut.

Hal ini disampaikan Mourinho ketika menjadi bintang tamu ataupun pandit di stasiun TV olahraga yang berbasis di Qatar, beIN Sports, Jumat (18/1/2019).

Mourinho sendiri kini memang memiliki banyak waktu senggang lantaran tengah menganggur, usai dipecat Manchester United pada 18 Desember 2018 lalu.

Well, romansa treble bersama Inter ternyata sangat berkesan bagi Mourinho. Pelatih asal Portugal itu pun menyebut La Beneamata -julukan Inter- sebagai klub terbaik yang pernah ditanganinya, alih-alih Real Madrid, Chelsea ataupun Man United .

Ya, Mourinho mengungkapkan bahwa Inter periode 2008 hingga 2010 silam merupakan tim terbaik yang pernah dia latih dalam kariernya.

“Tim terbaik? Kalian tahu saya harus mengatakan Inter karena mereka memenangi segalanya,” buka The Special One -julukan Mourinho.

“Saya harus objektif dan menaruh rasa hormat sepenuhnya terhadap mereka, dan mengatakan mereka adalah tim yang memenangi semuanya dari hari pertama hingga terakhir,” celoteh Mourinho.

Sebagai informasi, seusai dipecat Chelsea pada 2007, setahun kemudian Mourinho ditunjuk Inter sebagai pelatih kepala menggantikan Roberto Mancini. Pelatih yang mengawali karier kepelatihannya bersama Benfica itu menangani Inter selama dua musim, yakni pada musim 2008/2009 dan 2009/2010. 

Meski hanya dua musim, akan tetapi Mourinho sukses mempersembahkan berbagai gelar buat Inter, mulai dari dua gelar Liga Italia Serie A, serta masing-masing satu trofi Coppa Italia, Piala Super Italia dan Liga Champions.

Pencapaian bersejarah Mourinho bersama Inter terjadi pada musim 2009/2010. Kala itu ia sukses mengantar La Beneamata meraih treble winners. Hal inilah yang membuat Mourinho memilih Inter sebagai tim terbaik yang pernah dia tangani.

“Mereka (Inter) menjuarai semua kompetisi yang ada. Musim 2009/2010 mereka memenangi treble, mengalahkan tim terbaik dunia Barcelona 3-1 (di semifinal Liga Champions), serta mengalahkan Bayern Munich 2-0 di final,” ujar Mourinho.

“Mereka menjuarai liga di Italia dengan raihan poin fantastis, mereka menjuarai Piala Italia, dan memenangi tiga final dalam 10 hari. Jadi saya harus katakan bahwa mereka adalah tim terbaik,” tandasnya.

Vizcarra Pakai Nomor Punggung 7 di Persib Bandung

Suara.com – Esteban Gabriel Vizcarra resmi diperkenalkan bersama skuad Persib Bandung yang akan mentas di musim Liga 1 2019 mendatang. Vizcarra akan memakai nomor punggung 7 Persib yang sebelumnya digunakan oleh Atep .

Pemain naturalisasi kelahiran Argentina itu diperkenalkan Persib kepada publik sebagai pemain anyarnya di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/1/2019), siang.

“Saya tanya kalau bisa pake nomor 7, Saya juga respect ya Atep legend disini dia lama pakai nomor ini, di Argentina pakai nomor 7 lama, saya kasih nomor terbaik untuk nomor ini,” jelas Vizcarra.

Gelandang berusia 32 tahun itu mengaku senang bisa berseragam skuat berjulukan Pangeran Biru untuk musim kompetisi Liga 1 2019. Vizcarra berharap bisa membawa Persib menjuarai Liga 1 musim ini.

“Senang sekali bisa gabung dengan Persib, dari dulu ada rumor ya tapi alhamdulillah ini bisa gabung resmi, alhamdulillah bisa datang kesini untuk kasih maksimal mudah-mudahan Persib bisa juara ya,” bebernya.

Screenshot instagram.com/persib_officialScreenshot instagram.com/persib_official

Vizcarra memang sempat diisukan akan bergabung dengan Persib. Namun, dia mengaku manajemen Persib baru mengontak dirinya sekarang dan akhirnya Vizcarra pun resmi memperkuat Persib.

Dia memang sudah kenyang melanglang buana di sepak bola Indonesia. Dia mengawali karirnya saat memperkuat Madura United pada 2009 lalu. Kemudian, Vizcarra hengkang menuju Semen Padang pada musim berikutnya. Dia bertahan selama 5 musim bersama skuat berjulukan Kabau Sirah.

Karir Vizcarra di lapangan hijau berlanjut, saat resmi meneken kontrak bersama Arema FC pada 2015 lalu. Kemudian, pada 2017, Vizcarra secara terbuka diperkenalkan oleh manajemen Sriwijaya FC sebagai salah satu pemain baru Sriwijaya. Baru pada musim ini, Persib menyatakan resmi merekrut Vizcarra dari Sriwijaya.

Kontributor : Aminuddin