Belum Apa-apa, Maurizio Sarri Sudah Diperingatkan Mantan Presiden Juventus

Suara.com – Mantan Presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, menjadi salah satu tokoh yang kurang senang dengan kehadiran Maurizio Sarri sebagai nakhoda baru skuat Bianconeri pada musim 2019/2020.

Alasan utamanya tidak lepas dari rivalitas Napoli dan Juventus. Seperti diketahui, Sarri adalah putra daerah Naples dan pernah melatih Napoli selama empat musim.

Bahkan, Sarri beberapa kali mengkritik Juventus ketika masih menangani Napoli. Salah satu insiden yang paling panas dan masih hangat adalah acungan jari tengah mantan pelatih Chelsea itu ketika menyambangi markas Juventus di awal-awal 2018.

Aksi jari tengah Maurizio Sarri ke suporter Juventus pada awal 2018. (Dok. Givemesport).Aksi jari tengah Maurizio Sarri ke suporter Juventus pada awal 2018. (Dok. Givemesport).

Giovanni Cobolli Gigli mengaku kecewa saat tahu Maurizio Sarri resmi menjabat sebagai pelatih Juventus. Sebab, ia masih ingat betul kenangan buruk tentang pria 60 tahun tersebut.

“Sebagai fans, saya berharap fakta jahat ini tidak akan terjadi. Sarrismo adalah sesuatu yang kuat di Napoli, tetapi pengkritik Juventus,” kata Cobolli Gigli seperti dikutip dari Calciomercato.

“Saya memiliki ingatan, saya ingat semua yang dia katakan dan lakukan. Tapi sekarang keputusan sudah dibuat, kita harus menilai Sarri atas kinerjanya. Dia adalah pelatih yang tak terbantahkan dengan kualitas permainan,” lanjutnya.

“Saya tidak lupa bahwa sampai sebulan lalu dia bilang senang di Liga Inggris, bahwa dia tidak berniat kembali ke Italia. Oleh karena itu, dalam pikiran saya, saya akan menilainya. Saya harap dia berkomunikasi seperti pelatih Juve, bukan Sarri,” tuturnya menambahkan.

Cobolli Gigli berharap agar Maurizio Sarri memiliki formula yang tepat untuk membawa Juventus berprestasi di Eropa. Ia juga memperingatkan mantan pelatih Napoli itu untuk tidak banyak beralasan jika akhirnya gagal.

“Saya harap dia memiliki gaya yang tepat, bahkan ketika harus mengakui bahwa tim tidak bekerja dengan baik, dan tidak membuat alasan seperti di Naples,” tutup lulusan Universitas Bocconi itu.

Dirumorkan ke Bayern Munchen, Agen Bale: Itu Hanya Omong Kosong

Suara.com – Beberapa minggu terakhir ini, Bayern Munchen dikabarkan menjadi klub yang paling intensif untuk mendatangkan Gareth Bale. Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh agen sang pemain, Jonathan Barnett.

Gareth Bale memang santer diberitakan bakal meninggalkan Santiago Bernabeu pada musim panas kali ini. Pasalnya, pemain asal Wales itu diisukan sudah tak masuk dalam rencana pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane.

Bahkan, media-media Spanyol mengklaim bahwa Gareth Bale sudah selangkah lagi bakal merumput bersama The Bavarian. Raksasa Bundesliga itu pun sudah siap melakukan penawaran dengan status pinjaman selama satu musim serta mau menggaji sang pemain dengan nominal yang hampir sama dengan Real Madrid.

Bayern Munchen kini memang tengah mencari penyerang sayap baru sepeninggal Arjen Robben dan Franck Ribery. Sebelumnya, dua legenda itu memutuskan tak memperpanjang kontraknya setelah hampir 10 musim bersama Die Roten.

Akan tetapi, menurut laporan ESPN, Jonathan Barnett secara terang-terangan menepis rumor tersebut. Ia menegaskan bahwa berita yang sudah beredar di media-media itu sebagai omong kosong belaka.

”Sampai saat ini, rencana Bale masih bertahan di Real Madrid. Kabar yang mengaitkannya dengan Bayern Munchen itu hanya omong kosong,” ujar Jonathan Barnett.

Saat ini, Gareth Bale masih memiliki kontrak dengan Los Blancos hingga Juni 2022. Gaji yang mencapai 300 poundsterling (Rp 5,4 miliar) per pekan disebut menjadi ganjalan bagi klub yang berminat untuk memboyong pemain 29 tahun itu.

Sementara itu, Bayern Munchen bukan satu-satunya klub yang berminat mendatangkan Garth Bale. Raksasa Inggris, Manchester United juga dikabarkan tertarik memboyong mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut.

Anggota ‘The Invincibles’ Arsenal Resmi Jadi Asisten Unai Emery

Suara.com – Arsenal pernah menjadi tim yang luar biasa di Liga Primer Inggris pada musim 2003/2004. Mereka menjadi juara tanpa terkalahkan dengan catatan 26 kemenangan dan 12 kali imbang, yang kemudian dijuluki The Invincibles.

Freddie Ljungberg adalah salah satu anggota The Invincibles kala itu. Setelah pensiun, ia memulai karier sebagai pelatih dengan menukangi Arsenal U-15. Ia sempat ke Wolsfburg untuk menjadi asisten pelatih. Namun, setelah enam bulan atau pada 2018, ia kembali ke Arsenal untuk menangani tim U-23.

Kini, karier pria 42 tahun itu naik lagi dengan menjadi asisten Unai Emery di Arsenal pada musim 2019/2020. Jabatan ini diumumkan secara resmi oleh Meriam London pada Senin (17/6/2019).

“Freddie Ljungberg yang memimpin tim U-23 kami akan menjadi asisten pelatih utama. Kami senang dengan dampak yang dibuat Freddie telah membantu perkembangan para pemain muda kami sehingga bisa masuk ke dalam tim utama, dan dirinya pantas mendapatkan promosi ini,” tulis keterangan resmi klub.

“Di samping tanggung jawab barunya dalam bidang kepelatihan, Freddie juga akan berfokus pada pemain muda yang sedang masuk ke dalam tim utama,” lanjutnya.

Freddie Ljungberg pernah membela Arsenal dari 1998 hingga 2007. Selama sembilan musim berseragam Meriam London, ia tampil sebanyak 325 kali, mencetak 71 gol, dan dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Primer Inggris pada musim 2001/2002.

Beberapa trofi yang berhasil disumbangkan oleh Ljungberg ketika mejadi pemain, beberapa di antaranya adalah dua Liga Primer Inggris pada musim 2001/2002 dan 2003/2004 dan tiga Piala FA (2001/2002, 2002/2003, 2004/2005).

Pelatih Belgia Desak Lukaku Tinggalkan Manchester United

Suara.com – Pelatih timnas Belgia Roberto Martinez mendesak Romelu Lukaku untuk meninggalkan Manchester United menjelang musim baru Premier League. Martinez merasa bahwa strikernya tersebut butuh klub baru untuk kembali mengangkat karirnya.

Lukaku tidak mendapatkan tempat dalam skuat utama MU sejak Ole Gunnar Solskjaer melatih di Old Trafford pada pertengahan musim 2018/2019. Marcus Rashford lebih menjadi pilih utama Solskjaer di lini depan skuatnya.

Sementara Lukaku yang dikabarkan menjadi bidikan Inter Milan, tertarik untuk pindah ke Italia. Striker berusia 26 tahun itu pun sudah mengisyaratkan ingin meninggalkan Old Trafford dan tinggal menunggu keputusan klub MU.

Pemain Manchester United Romelu Lukaku memberi isyarat kepada rekannya saat menghadapi Liverpool di Old Trafford, Minggu (24/2/2019) [AFP]Pemain Manchester United Romelu Lukaku memberi isyarat kepada rekannya saat menghadapi Liverpool di Old Trafford, Minggu (24/2/2019) [AFP]

Lukaku mencetak 15 gol dari 45 kali penampilannya untuk MU di semua kompetisi. Martinez pun menekankan strikernya tersebut untuk bisa kembali mengangkat karirnya.

“Jelas bahwa dia (Lukaku) harus meninggalkan Manchester United,” kata Martinez kepada media Belgia, Het Laatste Nieuws seperti dilansir Scoresway.

“Itu akan menjadi hal yang baik bagi kedua belah pihak. Sekarang penting bahwa Romelu untuk mendapatkan klub yang tepat,” tambah pelatih timnas Belgia ini.

Pencetak gol terbanyak timnas Belgia ini yang dikabarkan bernilai 80 juta poundsterling, telah mencetak tiga gol untuk skuat besutan Martinez di dua kualifikasi Euro 2020 awal bulan ini.

Kecewa, Francesco Totti Pilih Mundur dari AS Roma

Suara.com – Legenda hidup AS Roma, Francesco Totti, secara resmi telah mengundurkan diri dari kursi direktur i Giallorossi. Ia merasa tidak dianggap dalam proyek klub Ibukota Italia tersebut.

Totti adalah sosok yang identik dengan AS Roma. Setelah menghabiskan seluruh kariernya untuk klub tersebut, ia langsung diangkat sebagai direktur klub pada 2017 atau usai pensiun.

Ia merasa tahun pertama bekerja di AS Roma berjalan baik. Namun, rumor berhembus bahwa Totti memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan Presiden i Giallorossi, James Palotta.

Totti mengaku kesulitan bekerja secara maksimal untuk AS Roma lantaran kewenangannya sebagai direktur dibatasi dan kerap tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting.

Oleh karena itu, Totti tanpa ragu memilih meninggalkan klub yang sudah bersamanya sejak 30 tahun itu.

“Mereka tidak pernah mengikutkan saya dalam pembahasan teknik, mereka tidak pernah meminta saya untuk mengekspresikan apa yang saya rasakan,” kata Totti, dikutip dari Calciomercato.

“Di tahun pertama, hubungan masih bagus, namun di tahun kedua saya tahu apa yang ingin saya lakukan namun kami tidak pernah saling membantu. Mereka tahu tujuan saya, mereka membuat saya berada di luar jangkauan [untuk mengambil keputusan],” tuturnya menambahkan.

Tak lupa, Totti pun mengucapkan terima kasih kepada penggemar AS Roma yang selama ini selalu memberikan dukungan kepada dirinya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada orang-orang di Roma, melihat bagaimana mereka memperlakukan saya selama ini. Ada rasa saling hormat baik di dalam maupun luar lapangan. Jadi yang bisa saya katakan pada mereka adalah untuk terus mendukung Roma,” ujar Totti.

“Melihat mereka membuat saya sedih. Rasa cinta mereka tak pernah berakhir. Dari luar, saya bisa mengatakan bahwa sangat sulit melihat Totti jauh dari Roma,” tutup pria 42 tahun itu.

Copa America 2019: Chile Taklukkan Jepang 4-0, Eduardo Vargas Cetak Dua Gol

Suara.com – Timnas Chile melakoni laga pertamanya di Copa America 2019 dengan kemenangan besar setelah menaklukkan Jepang dengan skor 4-0. Pada laga tersebut, Eduardo Vargas menyumbangkan dua gol bagi kemenangan Timnas Chile.

Pada laga yang digelar di Cicero Pompeu de Toledo Stadium, Selasa (18/6/2019) pagi WIB, Erick Pulgar membuka keunggulan Chile 1-0 di babak pertama. Tiga gol lagi tercipta di babak kedua dicetal oleh Vargas dua gol dan satu gol Alexis Sanchez.

Dengan kemenangan tersebut, Chile memimpin klasemen Grup C bersama dengan Uruguay setelah sama sama mengumpulkan tiga poin. Sedangkan Jepang sebagai peserta undangn di turnamen ini berada di posisi buncit tanpa poin sama dengan Ekuador.

Jalannya pertandingan

Pemain Chile Alexis Sanchez (tengah) merayakan golnya ke gawang Jepang dalam laga Grup C Copa America 2019. Nelson Almeida / AFPPemain Chile Alexis Sanchez (tengah) merayakan golnya ke gawang Jepang dalam laga Grup C Copa America 2019. Nelson Almeida / AFP

Jepang lebih dulu mengambil inisiatif serangan di awal pertandingan. Ancaman pertama dilakukan oleh Takefusa Kubo lewat tendangan bebasnya dari sudut sempit namun bola masih melenceng di pojok kiri gawang Chile di menit ke-6

Tiga menit berselang, Jepang melakukan tekanan lewat Shoya Nakajima dari luar kotak penalti namun bola masih dapat diamankan kiper Chile Gabriel Arias. Kiper Chile ini juga menggagalkan peluang Naomichi Ueda di menit ke-12.

Chile pun mencoba lepas dari tekanan. Pada menit ke-14, Arturo Vidal mengancam lewat sepakan kaki kanannya setelah mencoba memanfaatkan umpan Alexis Sánchez namun masih belum tepat sasaran.

Tekanan kembali dilakukan oleh Chile, dua peluang Alexis Sanchez masih belum membuahkan hasil di menit ke-35. Namun pada menit ke-41, Chile akhirnya unggul 1-0 lewat sundulan Erick Pulgar menyambut crossing Charles Aránguiz.

Sementara Jepang mencoba menyamakan kedudukan namun tembakan kaki kanan Ayase Ueda masih melenceng tipis di samping kanan gawang. Sedangkan usaha Chile lewat sundulan Alexis Sánchez masih dapat diamankan kiper Keisuke Osako.

Pemain Chile Eduardo Vargas merayakan gol keduanya ke gawang Jepang dalam laga Grup C Copa America 2019. Miguel SCHINCARIOL / AFPPemain Chile Eduardo Vargas merayakan gol keduanya ke gawang Jepang dalam laga Grup C Copa America 2019. Miguel SCHINCARIOL / AFP

Hingga turun minum Chile masih tetap memimpin dengan skor 1-0. Di babak kedua, Chile lebih dulu menekan lewat ancaman lewat sepakan kaki kanan Pulgar namun bola masih melambung di menit ke-48.

Kembali Pulgar mengancam lewat sundulannya yang masih berada tipis di samping kiri gawang di menit ke-50. Namun empat menit berselang Chile mampu memperbesar keunggulannya menjadi 2-0 lewat tendangan Eduardo Vargas dari luar kotak penalti.

Chile masih melanjutkan tekanannya namun sundulan Guillermo Maripan masih terlalu tinggi. Jepang masih mencoba untuk bangkit namun usaha Kubo dan Ayase Ueda di menit ke-69 masih belum membuahkan hasil.

Tekanan makin gencar dilakukan oleh Chile ke pertahanan Jepang. Pada menit ke-82, Alexis Sánchez menjebol gawang Jepang lewat sundulannya memanfaatkan umpan Charles Aránguiz guna membuat Chile unggul 3-0.

Para pemain Chile merayakan kemenangan atas Jepang di akhir pertandingan Grup C Copa America 2019. Nelson Almeida / AFP Para pemain Chile merayakan kemenangan atas Jepang di akhir pertandingan Grup C Copa America 2019. Nelson Almeida / AFP

Satu menit berselang, Eduardo Vargas mencetak gol keduanya guna membuat Chile unggil 4-0 lewat sepakan kaki kanannya dari luar kotak penalti memanfaatkan umpan Alexis Sánchez.

Sementara Jepang masih mencoba menekan di sisa waktu pertandingan. Namun hingga wasit meniupkan peluit panjang di akhir laga skor tetap 4-0 bagi kemenangan Chile.

Kiper Tim Promosi Ini Sesumbar Pantas Kawal Gawang Manchester United

Suara.com – Kiper tim promosi Sheffield United, Dean Henderson, tengah dalam rasa optimise yang tinggi usai membawa timnya naik ke Liga Primer Inggris musim 2019/2020. Ia pun sesumbar pantas mengawal gawang Manchester United pada musim depan.

Dean Henderson merupakan salah satu kiper binaan akademi Manchester United. Namun, selama ini dirinya belum merasakan debut di tim senior alias hanya berkutat di tim U-23.

Nasibnya berubah sejak bergabung Sheffield United pada 2018. Di klub itu, ia mulai memainkan banyak peran sebagai seorang penjaga gawang profesional. 

Pada musim 2018/2019, Henderson tampil sebanyak 46 pertandingan dengan mencatatkan 21 cleansheet dan cuma kebobolan 41 gol. Performa tersebut membuat kiper 22 tahun itu cukup percaya diri untuk mengawal gawang Setan Merah pada musim depan.

“Ini cukup berat untuk dikatakan. Tapi apakah saya berpikir bahwa saya seharusnya bermain di Manchester United sekarang? Ya, saya berpikir demikian,” kata Henderson kepada Daily Mail.

“Saya pikir saya sudah cukup bagus untuk itu, dan saya bakalan sangat membantu tim, dengan cara yang positif. Jika bukan di sana, saya yakin bisa kembali ke Sheffield United, bermain semusim lalu membuktikan kepada Manchester United apa yang kurang dari mereka,” lanjutnya.

Meski demikian, andai dirinya belum mendapat kesempatan berseragam Manchester United pada musim depan pun tidak masalah.

Bagi mantan pemain Shrewsbury tersebut itu, berkarier di Liga Primer Inggris sudah seperti mimpi yang menjadi nyata. Oleh sebab itu, ia akan tetap bangga jika kembali mengawal gawang Sheffield United di kasta teratas sepak bola Inggris.

“Itu adalah impian sebagai seorang anak kecil yang sedang tumbuh, apa yang selalu anda cita-citakan. Anda selalu menyaksikan Liga Primer di televisi dan tahu bahwa saya akan bermain di sana musim depan, saya sudah tak bisa bersabar lagi,” ujar Henderson.

“Apakah itu di Manchester United, Sheffield United, di manapun, saya sudah cukup bagus untuk menjadi kiper di Premier League. Saya pantas mendapatkan kesempatan itu,” tegas kiper kelahiran Whitehaven itu.

Peluang Dean Henderson untuk bergabung Manchester United pada musim depan bukan tidak mungkin. Jika sulit menggeser nama David de Gea, setidaknya dirinya bisa berjuang menggeser dua kiper Setan Merah lainnya yang sudah berusia di atas 30 tahun, yakni Sergio Romero dan Lee Grant.

PSS Sleman Resmi Tunjuk Manajer Anyar, Ini Sosoknya

Suara.com – Teka-teki siapa manajer baru PSS Sleman terungkap sudah. Setelah sempat kosong lantaran Retno Sukmawati mundur, manajemen Super Elang Jawa kini telah resmi menunjuk Sudibyo.

CEO PSS Sleman, Viola Kurniawati, memiliki alasan tersendiri mengapa menunjuk sosok Soedibyo. Selain karena merupakan putra Sleman, beliau juga mengerti sepak bola lantaran pernah berkecimpung di manajemen Super Elang Jawa,

Tercatat, seorang pengusaha konstruksi itu pernah menjabat Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSS, pada musim 2012.2013. Bahkan, ia merupakan salah satu perintis PT Putra Sleman Sembada, bersama mendiang Supardjiono.

“Beliau orang yang mengerti tentang sepak bola, PSS ini ibarat rumah, maka penghuni rumahnya ya juga harus kompak satu misi. Sepak bola sekarang semua punya peran, yang tidak hanya karena kesosokannya,” kata Viola Kurniawati, Senin (17/6/2019).

Terpilihnya Soedibyo mengalahkan banyak kandidat yang sebelumnya dipertimbangkan. Setidaknya, ada empat nama yang disingkirkan pria 62 tahun itu untuk manjabat sebagai manajer PSS Sleman.

Viola Kurniawati pun berhadap segala elemen, termasuk suporter bisa mendukung kehadiran Sudibyo sebagai manajer baru untuk membawa PSS Sleman berprestasi lebih baik lagi.

“Lebih dari lima pesaing yang akhirnya terpilih manajer baru. Saya kan orang baru di PSS, sehingga perlu selektif. Tidak perlu mengulas masa lalu,” ujar Viola Kurniawati.

“Saya yakin suporter juga tetap mendukung dengan manajer baru. Dibutuhkan komunikasi yang bagus memang dalam membangun sebuah tim,” imbuh wanita yang pernah manjabat sebagai media officer Persija Jakarta tersebut.

Sudibyo telah mulai bekerja sebagai manajer PSS Sleman mulai hari ini, Senin (17/6/2019). Beliau juga sudah dikenalkan di hadapan para pemain dan pelatih Super Elang Jawa.

PSSI: Rencana Penggunaan VAR di Liga 1 Sudah Masuk Tahap Lanjut

Suara.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan, rencana penggunaan video bantu wasit (VAR) di Liga 1 Indonesia sudah memasuki tahap lanjut.

Dikutip dari laman resmi PSSI di Jakarta, Senin (17/6/2019), Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria menyebut bahwa pihaknya sudah menghubungi penyedia teknologi VAR tersebut.

“PSSI sudah membuka pembicaraan dengan provider atau penyedia teknologi VAR,” kata Ratu Tisha.

Dia melanjutkan, PSSI siap menjalani semua protokol dan regulasi FIFA terkait VAR. PSSI pun sudah mengajukan penggunaan VAR kepada FIFA dan prosesnya akan dimulai dengan penyusunan jadwal untuk pelatihan bagi wasit.

Dalam penggunaan VAR, setidak-tidaknya ada tiga operator yang terdiri dari dua wasit dan satu operator berlisensi. Selain itu ada empat orang wasit serta asisten di lapangan yang telah melewati pelatihan khusus.

Operator liga PT Liga Indonesia Baru (LIB) diminta oleh PSSI untuk membuat kajian dari sisi anggaran dan insfrastruktur terkait VAR. PSSI sendiri menyiapkan kajian yang terkait regulasi berdasarkan peraturan FIFA.

Adapun penggunaan VAR untuk Liga 1 diputuskan dalam rapat Komite Eksekutif PSSI pada akhir bulan Mei 2019. [Antara]

Persija Jakarta dan Persib Siap Susul Bali United Go Public

Suara.com – Bali United (PT Bali Bintang Sejahtera Tbk) merupakan klub sepakbola pertama dari Tanah Air yang go public alias melantai di bursa saham. Kini, Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menyatakan jika akan ada tiga klub lagi yang siap menyusul Bali United untuk IPO.

Tiga klub sepakbola yang akan menyusul tercatat di bursa efek tersebut adalah Persija Jakarta, Persib, serta Arema FC.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan pihaknya sedang melakukan pendekatan terhadap ketiga klub tersebut.

Diungkapkan Nyoman, dari ketiga klub tersebut, yang paling pertama akan menyusul Bali United adalah Arema FC.

“Persib, Persija nanti setelah proses IPO ini selesai, mereka mendapatkan pembelajaran dari situ. Kalau Arema sudah ketemu,” ungkap Nyoman di Gedung BEI, Senin (17/6/2019).

Nyoman menambahkan, pihaknya memang menargetkan ketiga klub tersebut tercatat dalam bursa efek pada tahun 2019 ini. Pihak BEI pun akan membantu ketiga klub tersebut.

“Kita minta semua bisa tahun ini, target kita lumayan cukup tinggi. Setelah itu masuk ke Persib sama Persija. Kita sudah approach mereka, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ketemu,” jelas Nyoman.

Nyoman membeberkan, dengan tercatatnya klub sepakbola Indonesia di bursa efek, maka akan bisa meningkatkan pendanaan untuk fasilitas atau performa klub tersebut.

Ia mencontohkan, investor akan masuk dari suporter atau fans klub sehingga menjadi sosial kontrol karena bisa menjadi pemegang saham.

“Investor merupakan fans dari mereka (klub tersebut). Rasa memiliki mereka tinggi sehingga dengan perusahaan tercatat, jadi fansnya bisa ikut investasi,” tukas Nyoman.

Manchester United Bersikukuh Pertahankan Paul Pogba

Suara.com – Update terbaru terkait masa depan Paul Pogba, sang gelandang telah melontarkan pernyataan jelas bahwasanya ia siap cabut dari Manchester United di bursa transfer musim panas 2019.

Seperti diketahui, Juventus kabarnya siap memulangkan Pogba ke Turin di musim panas ini. Tak kalah gencar, Real Madrid juga dilaporkan siap jor-joran untuk bersaing dengan Juventus demi mendapatkan servis bintang Timnas Prancis tersebut. 

Pogba sendiri kembali jadi headline tatkala ia menyatakan jika musim panas ini adalah waktu yang tepat untuk mencari tantangan baru.

Ya, Pogba praktis mengonfirmasi jika dirinya siap meninggalkan Man United dalam waktu dekat. Pernyataan ini dilontarkan gelandang berusia 26 tahun tersebut saat berkunjung ke Jepang dalam sebuah promo Adidas.

Meski demikian, seperti dilansir Evening Standard, harapan Pogba untuk cabut dari Man United takkan mudah terlaksana.

Pasalnya, CEO Man United, Ed Woodward, bersikukuh untuk tak melepas aset berharga mereka itu di jendela transfer musim panas ini dengan harga berapa pun.

Disebutkan jika Pogba merupakan bagian utama dari rencana manajer Man United, Ole Gunnar Solskjaer untuk musim 2019/20.

Solskjaer disebut optimis jika Pogba akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya di musim depan, setelah melakoni paruh kedua musim 2018/19 yang cukup impresif di bawah arahan pelatih berpaspor Norwegia itu.

Sebagai informasi, Pogba masih punya sisa kontrak dua tahun di Man United dengan opsi perpanjangan setahun.

PSG Buka Kans Lego Neymar Jr Musim Panas Ini

Suara.com – Kabar bombastis datang dari kamp Paris Saint-Germain (PSG) di periode bursa transfer musim panas 2019. Klub raksasa Prancis itu kabarnya terbuka dengan peluang melego alias menjual sang megabintang, Neymar Jr di musim panas ini. 

Ya, PSG disebut siap menjual Neymar jika memang ada tawaran cocok yang masuk dari klub peminat pada jendela transfer kali ini.

Dilansir dari Daily Mail, Senin (17/6/2019), PSG benar-benar akan melepas Neymar jika klub peminat menyodorkan mahar di atas 198 juta euro (sekira Rp 3,19 Triliun).

Sebagai informasi, harga tersebut adalah harga yang harus dikeluarkan PSG saat mendatangkan Neymar dari Barcelona pada musim panas 2017 lalu.

Harga fenomenal tersebut berhasil memecahkan rekor transfer dunia dan masih bertahan hingga detik ini. 

Diklaim Daily Mail, manajemen PSG, terlebih sang owner Nasser Al-Khelaifi, mulai menyerah dalam mempertahankan Neymar lantaran penyerang berusia 27 tahun itu telah mulai kehilangan semangat untuk merumput di Prancis.

PSG disebut jengah lantaran gaya Neymar kian hari kian ‘sok selebriti’ dan hal tersebut telah membawa pengaruh negatif ke dalam ruang ganti klub berjuluk Les Rogue et Bleu. 

Lebih parahnya lagi, penyerang internasional Brasil itu juga kerap indisipliner serta terlibat kasus di luar lapangan.

Tak ketinggalan, Neymar juga belakangan kerap cedera. Ia absen di beberapa laga krusial PSG di musim 2018/19.

Yang teranyar, Neymar mengalami cedera ligamen engkel yang harus membuatnya absen membela Timnas Brasil di Copa America 2019.

Barcelona kabarnya berminat untuk memulangkan Neymar ke Camp Nou di bursa transfer musim panas ini. Yang menarik, rival abadi Barca, Real Madrid kabarnya juga menginginkan servis eks superstar Santos itu.

Selain dua raksasa Spanyol tersebut, Manchester United juga dikabarkan tertarik meminang Neymar untuk bermain di Premier League pada musim 2019/20.

Hadapi Wakil Vietnam di Semifinal Piala AFC, PSM Siapkan Tiga Striker

Suara.com – PSM Makassar memboyong tiga penyerang untuk membongkar pertahanan tuan rumah Becamex Binh Duong pada laga leg pertama semifinal Zona ASEAN Piala AFC 2019.

Laga ini sendiri akan dihelat di Stadion Go Dau, Vietnam, pada Rabu (19/6/2019) sore WIB.

Pelatih kepala PSM, Darije Kalezic mengungkapkan ketiga penyerang yang akan dibawa dalam skuat yang terbang ke Vietnam adalah Eero Markkanen, Guy Junior dan Ferdinand Sinaga, yang belum lama ini sembuh dari cedera yang dideritanya.

“Jadi untuk laga nanti, kami membawa tiga penyerang, termasuk Ferdinand. Para pemain semuanya dalam kondisi fit,” ungkap Darije Kalezic di Makassar, sebagaimana disadur dari Antara, Senin (17/6/2019).

Selain tiga nama tersebut, Tim Juku Eja –julukan PSM– juga memboyong 15 pemain lain, yaitu Rivky Mokodompit, Hilmansyah, Munhar, Asnawi Mangkualam, Abdul Rahman, Aaron Evans, Beni Wahyudi, Marc Klok, Rizki Pellu, Rasyid Bakri, Wiljan Pluim, M Rahmat, Zulham Zamrun, Taufik Hidayat dan M Arfan.

Khusus Ferdinand Sinaga, meskipun telah dinyatakan fit, tim pelatih PSM memastikan jika sang striker tidak akan bermain 90 menit penuh.

Kemungkinan besar Ferdinand hanya akan diturunkan sebagai pemain pengganti, dan diharapkan bisa muncul sebagai super-sub.

“Ferdinand Sinaga tentunya tidak fit untuk bermain 90 menit. Saya punya kepercayaan bahwa dia bisa bermain kalau benar-benar dibutuhkan,” terang Kalezic.

Jamu PS Tira-Persikabo, Persib Bisa Diperkuat Artur dan Febri

Suara.com – Persib akan kembali bertanding di Liga 1 2019 pasca rehat kompetisi lantaran Idul Fitri. Klub berjuluk Maung Bandung akan menjamu PS Tira-Persikabo di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/6/2019) petang WIB. 

Persib sendiri bisa dibilang beruntung. Jelang laga kontra PS Tira-Persikabo ini, Persib kembali bisa diperkuat empat pilar mereka yang sebelumnya memperkuat tim nasional (timnas).

Febri Hariyadi dan Achmad Jufrianto baru saja membela panji Timnas Senior Indonesia . Sementara Gian Zola yang memperkuat Timnas Indonesia U-23 baru saja balik dari Singapura. 

Satu lagi adalah Artur Gevorkyan, penyerang veteran yang baru saja kembali ke Persib usai memperkuat Timnas Turkmenistan.

“Selalu bagus ketika melihat ada pemain yang kembali dari tugas mereka di timnas, bukan hanya Jupe (Jufrianto) dan Febri, tapi Artur juga sudah kembali dari Dubai dan Zola dari Singapura di timnas U-23,” papar pelatih kepala Persib, Robert Rene Alberts di Graha Persib, Bandung, Senin (17/6/2019).

Menurut Robert, kondisi keempat pemainnya itu tidak mengalami kelelahan dan dipastikan bisa dimainkan dalam laga kontra PS Tira-Persikabo nanti.

Biasanya, menurut pelatih berpaspor Belanda tersebut, pemain yang baru saja menempuh perjalanan panjang akan kelelahan.

Meski demikian, Robert menegaskan jika keempat penggawa Persib tidak terlalu mengalami kelelahan.

“Mereka kembali kemarin. Normalnya ketika pemain kembali dari timnas, mereka dalam kondisi yang kelalahan. Jadi kami meng-observasi mereka tadi pagi dan menanyakan apa yang mereka rasakan, itu selalu penting. Ternyata kondisi mereka oke,” jelasnya.

“Ketika melihat mereka begitu cepat beradaptasi dalam latihan tentunya mereka besok akan ada dalam skuat. Sepertinya salah satu dari mereka akan menjadi starter dan satu lainnya akan berada di bench, saya akan lebih dahulu berdiskusi dengan tim pelatih sebelum menentukan keputusan,” tukas pelatih berusia 64 tahun itu.

Kontributor : Aminuddin

Coach RD: Away ke Persib Jadi Ajang Asah Mental PS Tira-Persikabo

Suara.com – Pelatih kepala PS Tira-Persikabo, Rahmad Darmawan mengaku mental anak asuhnya akan benar-benar diuji saat bentrok dengan tuan rumah Persib, dalam laga tunda pekan kedua Liga 1 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (18/6/2019) petang WIB.

Menurut Rahmad, antusiasme pecinta sepakbola di Bandung memang sangat luar biasa. Bobotoh –julukan suporter Persib– selalu memenuhi tempat duduk stadion saat Persib main kandang.

Laga besok, kata Coach RD –sapaan akrab Rahmad, pun akan menjadi ajang pembuktian bagi pasukannya dalam urusan mental bertanding di markas lawan.

“Saya rasa pasti ini sesuatu yang harus menjadi perhatian dari kita, bermain tandang di kompetisi liga. Pasti biasanya pemain terlambat dalam fokus dari menit awal,” buka Coach RD di Bandung, Senin (17/6/2019).

“Biasanya seperti itu, tapi mudah-mudahan ceritanya beda nanti. Pengalaman yang sudah dilalui anak-anak akan sangat berperan, tapi kita sudah diuji juga saat tampil di Piala Presiden (2019),” celoteh pelatih yang sebelumnya telah menangani sejumlah tim elite di kompetisi top-flight Tanah Air tersebut.

Rahmad mengatakan, pertandingan kontra Persib memang selalu ditunggu-tunggu oleh pencinta sepakbola di Tanah Air. Pasalnya, kata dia, Persib merupakan salah satu tim dengan jumlah suporter terbanyak di Indonesia.

“Tentu pertandingan yang cukup dinanti-nantikan oleh semua pecinta sepakbola, khususnya di Bandung dan Bogor. Pada kesempatan ini, kami hadir di Bandung dengan membawa 20 pemain,” ungkap Coach RD.

Sang juru taktik pun sesumbar jika anak-anak asuhnya dalam performa terbaik dan siap menundukkan Persib di kandangnya sendiri.

“Sejauh ini pemain yang kami bawa dalam keadaan baik dan siap untuk pertandingan besok melawan tim kuat Persib,” tutur pelatih berusia 52 tahun itu.

PS Tira-Persikabo saat ini menempati peringkat sembilan di klasemen sementara Liga 1 2019 dengan torehan empat poin dari dua pertandingan.

Sementara itu, Persib berada setingkat di atas PS Tira-Persikabo, di mana Hariono dan kolega berada di peringkat kedelapan, juga dengan torehan empat poin dari dua laga. Persib hanya unggul selisih gol saja dari PS Tira-Persikabo.

Kontributor : Aminuddin

Falcao Sarankan Cavani Pindah ke Atletico Madrid

Suara.com – Mantan striker Atletico Madrid, Radamel Falcao memuji Edinson Cavani sebagai striker top. Falcao pun menyarankan striker Paris Saint Germain itu untuk pindah dan bergabung dengan Atletico Madrid.

Atletico Madrid telah dipastikan akan kehilangan Antoine Griezmann. Meski belum diumumkan ke klub mana yang akan dituju namun pemain internasional Prancis ini telah mengumumkan akan meninggalkan Wanda Metropolitano.

Sementara Barcelona ada klub yang berpeluang besar untuk memboyong Griezmann. Kini, Atletico pun sedang memburu para pemain depan untuk mengisi posisi Griezmann.

Penyerang andalan sekaligus kapten Timnas Kolombia, Radamel Falcao (MARCO BERTORELLO / AFP)Penyerang andalan sekaligus kapten Timnas Kolombia, Radamel Falcao (MARCO BERTORELLO / AFP)

Falcao yang telah mencetak 70 gol dari 91 penampilannya untuk skuat besutan Diego Simeone ini antara tahun 2011 dan 2013, melihat bahwa Cavani adalah pemain yang ideal untuk menggantikan Griezmann di Atletico Madrid.

“Bagi saya, Edinson adalah striker top,” kata Falcao kepada Marca seperti dilansir Football Espana.

“Dengan Paris Saint Germain, dia telah mencetak banyak gol, setiap tahun, dan ke mana pun dia pergi, dia akan terus melakukannya,” puji striker veteran Kolombia ini.

Cavani adalah top skor dalam sejarah klub PSG dengan menjaringkan 134 gol dari 186 pertandingannya. Dengan kontraknya yang tinggal tersisa satu tahun, Cavani berpeluang untuk mencari tantangan baru.

Dipermak 0-4, Pelatih Ekuador: Uruguay memang Lebih Baik dalam Semua Aspek

Suara.com – Timnas Ekuador mengawali kampanye mereka di Copa America 2019 Brasil dengan hasil buruk. Bertemu Uruguay pada laga matchday 1 Grup C di Estadio Mineirao, Brasil, Senin (17/6/2019) pagi WIB, La Tricolor –julukan Ekuador– dipermak 0-4.

Keempat gol Uruguay di laga ini dibukukan Nicolas Lodeiro, Edinson Cavani dan Luis Suarez dan gol bunuh diri Arturo Mina.

Ekuador sendiri harus bermain dengan 10 orang sejak menit 24 pada partai ini, setelah fullback kanan Jose Quinteros diganjar kartu merah pada menit 24.

Praktis merana setelah bermain 10 vs 11, Ekuador pada akhirnya hanya mencatatkan sebiji shot on goal di sepanjang pertandingan, itu pun terjadi pada menit pertama laga.

Timnya kalah telak, pelatih Ekuador, Hernan Dario Gomez pun mengakui keunggulan kualitas yang dimiliki Uruguay.

“Kami kalah kualitas, itu harus diakui. Bermain dengan 10 orang di banyak periode laga semakin memperburuk situasi,” ucap Gomez seperti dimuat TSN

“Mereka (Uruguay) lebih baik dari kami dalam semua aspek. Uruguay adalah tim yang hebat, sangat berpengalaman,” sambung pelatih berusia 63 tahun itu.

Untuk matchday 2 Grup C, Ekuador akan menghadapi Cile di Salvador pada Sabtu (22/6/2019) pagi WIB , sementara Uruguay bakal menantang tim undangan, yakni Jepang di Porto Alegre pada Jumat (21/6/2019) pagi WIB.

Jelang Derby Kalimantan, Empat Pemain Barito Masih di Timnas Indonesia

Suara.com – Skuat Barito Putera masih belum lengkap menjelang melakoni laga derby dengan Kalteng Putra pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (22/6/2019). Pasalnya, empat pemain mereka masih membela timnas Indonesia.

Pelatih Barito Putera Jacksen Ferreira Tiago mengungkapkan bahwa belum ada kepastian dengan empat pemainnya, yaitu Evan Dimas, Rizky Pora, Yakob Sayuri dan Dandi Maulana untuk segera mengikuti latihan dengan tim.

“Jadi latihan rutin tim kita belum lengkap ini, pemain yang di timnas belum kembali,” ungkap pelatih Jacksen F Tiago di Banjarmasin seperti dilansir Antara.

Pemain Timnas Indonesia Evan Dimas Darmono melakukan duel dengan pemain Myanmar (dok. PSSI).Pemain Timnas Indonesia Evan Dimas Darmono melakukan duel dengan pemain Myanmar (dok. PSSI).

Jacksen mengaku belum berkoordinasi dengan timnas akan bolehnya para pemainnya tersebut diberi kesempatan pulang ke tim. “Harapan kita saat pertandingan nanti mereka bisa turun,” ungkap Jacksen.

Namun kalau sampai tidak dapat juga turun, Jacksen memastikan akan ada pilihan lain untuk mengisi posisi mereka. “Kita memiliki 30 pemain yang terdaftar di liga, semua siap dimainkan dengan kualitas yang hampir sama,” tuturnya.

Dia menyatakan, laga Barito Putera dengan Kalteng Putra ini wajib dimenangi Barito Putera sebagai tuan rumah. “Kalau target kita wajib menang, soalnya sudah capek kita dengan hasil buruk akhir ini,” bebernya.

Selain sudah berlatih dengan maksimal dalam menghadapi laga Derby Kalimantan ini, doa masyarakat Kalsel sangat diharapkannya untuk memompa semangat timnya bisa menang.

Sebagaimana diketahui, pada tiga laga yang sudah dilaksanakan Barito pada liga musim ini, hanya satu poin dikumpulkan, yakni, satu kali seri dengan Persija Jakarta dan dua kali kalah, yakni dengan Madura United dan Bayangkara FC.

Coutinho Siap Comeback ke Inggris, Chelsea Jadi Destinasi

Suara.com – Saga gelandang serang Barcelona, Philippe Coutinho di bursa transfer musim panas 2019 ini memang menarik untuk diikuti. Teranyar, eks bintang Liverpool itu dikabarkan membuka peluang comeback ke Liga Inggris untuk bergabung dengan Chelsea.

Seperti diketahui, performa Coutinho bersama Barcelona semenjak gabung dari Liverpool pada bursa transfer Januari 2018 silam, memang cenderung standar.

Bahkan, gelandang serang berusia 27 tahun tersebut praktis bukan benar-benar merupakan opsi utama di starting eleven Barcelona, di bawah kepelatihan Ernesto Valverde selama 1,5 tahun.

Di musim 2018/19, Coutinho sendiri cuma mengemas 11 gol meski total melakoni 54 pertandingan di semua ajang bersama Barcelona.

Hal ini pun menyebabkan Coutinho diyakini tak kerasan di Barcelona, sebagaimana kubu Blaugrana –julukan Barca– juga telah siap merelakan pemain yang mereka rekrut dengan harga selangit 105 juta pounds (sekira Rp 1,90 triliun) itu untuk pergi di musim panas ini.

Seperti dilansir Express, jurnalis kenamaan Inggris, Duncan Castles meyakini jika Coutinho lebih condong untuk bergabung dengan Chelsea, ketimbang merapat ke Manchester United yang juga sempat dikaitkan dengan pemain internasional Brasil tersebut.

Hal itu dikarenakan agen Coutinho memiliki kedekatan dengan Chelsea.

“Manchester United tertarik kepada Coutinho, namun mereka lebih tertarik lagi kepada Ivan Rakitic. Jika ada pemain Barcelona yang bisa direkrut, maka Rakitic ada di daftar teratas Manchester United, bukan Coutinho,” klaim Castles.

“Coutinho memiliki agen (super agent Kia Joorabchian) yang memiliki hubungan dekat dengan Chelsea. Informasi yang saya terima, Coutinho sendiri lebih condong memilih untuk gabung ke Chelsea daripada Manchester United ataupun Paris Saint-Germain,” jelasnya.

“Namun, semuanya akan bergantung kepada hasil banding yang diajukan Chelsea terhadap hukuman larangan transfer dari FIFA,” tandas Castles.

Dapat Jaminan dari Abramovich, Lampard Setuju Tukangi Chelsea?

Suara.com – Frank Lampard akhirnya benar-benar mempertimbangkan penawaran untuk menukangi Chelsea pada musim depan. Sebab, sang pemilik klub, Roman Abramovich, memberikan jaminan khusus pada pelatih Derby County itu.

Desas-desus Lampard menjadi nakhoda Chelsea sudah berhebus sejak menyeruaknya kabar Maurizio Sarri bakal berlabuh ke Juventus. Dan benar, beberapa jam yang lalu, Si Nyonya Tua telah meresmikan eks pelatih Napoli itu untuk berlabuh ke Turin.

Kendati demikian, keputusan Chelsea untuk mendatangkan Lampard menuai pro dan kontra. Mengingat, karier mantan gelandang Chelsea itu di kursi kepelatihan masih sangatlah minim.

Tercatat, Lampard baru semusim menjadi pelatih profesional. Itu pun dijalaninya bersama klub kasta kedua Inggris, Derby County.

Menurut laporan media kenamaan Inggris, The Sunday Times, Lampard sejatinya juga memendam keraguan yang sama andai menerima tawaran Chelsea. Terlebih, saat ini ia tengah membangun reputasinya sebagai pelatih.

Mendengar kekhawatiran tersebut, Abramovich lantas memberikan kepastian pada Lampard. Sebuah kabar menyebut jika milyader asal Rusia itu bakal langsung mengontrak Lampard hingga musim 2020/2021 dan akan menggelontorkan dana segar setelah hukuman larangan pembelian pemain usai.

Andai Frank Lampard benar menyetujui tawaran Roman Abramovich, ia bakal memecahkan rekor tersendiri. Pelatih 40 tahun itu akan menjadi pria asal Inggris pertama yang menjadi pelatih Chelsea sejak terkahir kali dilatih oleh Gleen Hoddle pada 1993-1996.

Centre-back West Ham Masuk Radar Transfer Manchester United

Suara.com – Manchester United sudah dikaitkan dengan sejumlah nama centre-back alias bek tengah di bursa transfer musim panas 2019. Yang teranyar, kubu The Red Devils dilaporkan berminat pada bek tangguh West Ham United, Issa Diop.

Mendatangkan bek tengah memang dipercaya jadi prioritas utama manajemen Man United di bursa transfer musim panas ini.

Sejauh ini, nama-nama macam Kalidou Koulibaly (Napoli), Toby Alderweireld (Tottenham Hotspur), Matthijs de Ligt (Ajax Amsterdam), Kostas Manolas (AS Roma), Harry Maguire (Leicester City), Ruben Dias (Benfica), hingga Milan Skriniar (Inter Milan) sudah disebutkan masuk dalam radar transfer Man United.

Namun demikian, hingga detik ini, belum ada satu pun target yang terjaring. Man United sejauh ini baru mendatangkan satu pemain di bursa transfer musim panas 2019. Ia adalah Daniel James, winger muda yang direkrut dari klub Divisi Champioship, Swansea City.

Kabar teranyar yang diturunkan media ternama Inggris, Sky Sports, Man United pun kini mengalihkan bidikan mereka kepada Diop, yang memang tampil cukup apik mengawal lini belakang West Ham United di Liga Inggris 2018/19.

Diop sendiri sejatinya baru semusim membela panji West Ham, semenjak didatangkan dari klub Liga Prancis Toulouse pada musim panas 2018, dengan harga transfer mencapai 25 juta euro (sekira Rp 402 miliar).

Dengan usianya yang masih muda, yakni 22 tahun, bek bertinggi 194 cm itu memang dinilai sebagai salah satu talenta muda terbaik yang ada di Premier League saat ini.

Seperti diklaim Sky Sports, Man United siap menawarkan paket transfer menggiurkan pada West Ham untuk bisa mengamankan servis Diop.

Disebut jika Man United siap menggelontorkan dana tak kurang dari 45 juta pounds (Rp 812 miliar).

Bahkan, The Red Devils siap memberikan secara cuma-cuma satu bek mereka kepada West Ham untuk memuluskan transfer, yang diyakini adalah salah satu dari Marcos Rojo ataupun Matteo Darmian.

Hantam Ekuador, Cavani : Uruguay Siap Bertarung Raih Copa America

Suara.com – Edinson Cavani menyatakan bahwa Uruguay telah siap bersaing untuk meraih sukses di Copa America 2019. Hal itu ditegaskan oleh Cavani setelah Uruguay meraih kemenangan meyakinkan atas Ekuador.

Canani dan Luis Suarez mencetak gol saat membawa Uruguay menang 4-0 atas sepuluh pemain Ekuador di laga penyisihan Grup C Copa America 2019. Dua gol Uruguay lainnya dicetak oleh Nicolas Lodeiro dan gol bunuh diri Arturo Mina.

Tentu saja, kemenangan besar tersebut membuat Uruguay lebih percaya diri bermain di Copa America. Uruguay telah 15 kali mengangkat trofi Copa America 15 kali namun terakhir adalah di tahun 2011.

“Kami telah siap untuk bertarung di Copa America,” ungkap Cavani usai laga Uruguay vs Ekuador di Mineirao Stadium, Brasil, Senin (17/6/2019) WIB seperti dilansir Scoresway.

Para pemain Uruguay merayakan gol bunuh diri pemain Ekuador Arturo Mina saat laga Copa America 2019. Luis ACOSTA / AFPPara pemain Uruguay merayakan gol bunuh diri pemain Ekuador Arturo Mina saat laga Copa America 2019. Luis ACOSTA / AFP

“Kami memiliki peluang di babak pertama, kami dapat melakukannya dan itu memberi kami ketenangan untuk melanjutkan pertandingan. Itu adalah langkah penting,” ujarnya.

Bagi Cavani sendiri, gol yang diciptakannya pada menit ke-33 adalah gol pertamanya di Copa setelah 11 pertandingan. Namun striker Uruguay ini tahu bahwa lawan yang akan dihadapinya selanjutnya cukup berat.

Uruguay akan menghadapi tim undangan Copa America 2019, Jepang di Porto Alegre pada hari Kamis (20/6/2019) waktu setempat. Cavani pun meminta skuatnya untuk tetap fokus.

“Kami tahu mereka akan menjadi lawan yang sangat sulit. Yang penting adalah kami memasuki pertandingan dengan konsentrasi maksimal dan kami mencapai itu,” pungkas Cavani.

Paraguay Ditahan Imbang Qatar, Berizzo: Hasil Mengecewakan

Suara.com – Paraguay gagal meraih poin penuh di laga perdananya di Copa America 2019 setelah ditahan imbang oleh Qatar 2-2. Pelatih Paraguay Eduardo Berizzo mengaku kecewa dengan hasil imbang tersebut.

Qatar yang menyandang sebagai juara Piala Asia menjadi tim undangan di turnamen Copa America tahun ini bersama dengan Jepang, memberikan kejutan dalam laga penyisihan Grup B di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, Senin (17/6/2019) dini hari WIB.

Paraguay sempat memimpin lebih dulu 2-0 lewat penalti Oscar Cardozo dan gol Derlis Gonzalez. Namun Qatar mampu bangkit dan akhirnya memaksa kedudukan menjadi imbang 2-2 berkat gol Almouz Ali dan Boualem Khoukh.

Pemain Paraguay Derlis Gonzalez menutup wajhnya setelah timnya ditahan imbang Qatar di Copa America 2019. Carl DE SOUZA / AFPPemain Paraguay Derlis Gonzalez menutup wajhnya setelah timnya ditahan imbang Qatar di Copa America 2019. Carl DE SOUZA / AFP

Raihan satu poin membuat kedua tim sama-sama berada di urutan kedua klasemen sementara Grup B di bawah Kolombia (3) dan di atas Argentina (0). Usai laga, pelatih Eduardo Berizzo merasa kecewa dengan hasil imbang melawan Qatar.

“Hasil ini mengecewakan kita semua, kita semua ingin menang, dari penggemar hingga pelatih,” ungkap Eduardo Berizzo seperti dilansir Scoresway. “Kita perlu memikirkan pesaing kita, kenyataan kita, banyak hal yang menjelaskan banyak tentang situasi ini.”

“Ini siklus baru bagi tim, tidak mungkin saya tidak tahu Copa America akan datang ke tanggal ini, jadi saya tidak bisa membuat alasan apa pun jika kami tidak bisa bermain baik, saat kami bermain dengan baik, saya akan beri tahu Anda bahwa kami melakukannya.

“Hari ini kami kesulitan mendapatkan bola, terutama di tengah lapangan, dan terutama setelah unggul 2-0. Jika kami ingin ini selesai, kami harus mendapatkan hasil lain,” ujarnya.

Timnas Qatar di Copa America 2019. (Antara/Reuters/Pilar)Timnas Qatar di Copa America 2019. (Antara/Reuters/Pilar)

Pelatih Berizzo sempat menjawab pertanyaan soal Qatar dan Jepang yang menjadi tim undangan di Copa America 2019. “Saya pikir masuk akal untuk bermain Copa America dengan tim-tim dari seluruh Amerika,” ujarnya.

“Anda bertanya kepada saya tentang negara yang diundang, bukan? Tentang Qatar dan Jepang? Saya pikir kita harus membayangkan seluruh Copa America, dengan Amerika Tengah dan Amerika Utara memainkan semua turnamen yang sama.”

“Saya tidak pernah melihat Eropa mengundang tim Amerika Selatan mana pun untuk bersaing,” kata Berizzo.

“Jangan salah paham, mungkin kedengarannya sedikit kecut hari ini, setelah bermain melawan saingan kami [Qatar]. Tapi saya yakin Copa America harus dimainkan oleh semua tim Amerika dalam satu turnamen – CONCACAF dan CONMEBOL bersama,” pungkasnya.

Geram, Presiden PSG Wanti-wanti Pemainnya Agar Jangan Sok ‘Ngartis’

Suara.com – Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, akhirnya benar-benar geram dengan tingkah laku para pemainnya. Ia pun mengultimatum agar tak ada lagi yang berlagak bak superstar jika ingin tetap bertahan di PSG.

PSG musim lalu memang terbilang tak sukses-sukses amat. Pasalnya, klub bertabur bintang itu hanya mampu meraih dua trofi domestik, yakni Ligue 1 dan Piala Super Prancis.

Sementara di kancah Eropa, PSG gagal total setelah tersingkir di babak 16 besar Liga Champions usai dikalahkan Manchester United. Padahal, kubu Les Parisiens memiliki hasrat besar menjuarai kompetisi paling elite di Benua Biru tersebut.

”Para pemain harus memikul tanggung jawab lebih dari sebelumnya. Ini akan berbeda, mereka akan lebih berusaha, lebih bekerja keras, mereka di sini tidak untuk bersenang-senang,” ujar Nasser Al-Khelaifi dalam wawancara bersama France Football.

”Dan jika mereka tidak setuju atas sikap ini, pintu telah terbuka. Ciao! Saya tidak mau lagi ada yang punya sikap superstar,” tandasnya.

Kegeraman Nasser Al-Khelaifi memang beralasan. Pasalnya, banyak pemain PSG yang tersandung masalah akhir-akhir ini, sehingga merusak konsentrasi mereka sebagai pesepak bola profesional.

Beberapa pekan lalu, Neymar tersandung kasus dugaan pemerkosaan kepada seorang perempuan yang dikenalnya lewat media sosial. Bahkan sebelumnya, pemain asal Brasil itu juga terlibat pemukulan terhadap seorang suporter setelah PSG kalah di final Piala Prancis.

Tak cuma Neymar, bintang muda mereka, Kylian Mbappe juga tengah menjadi sorotan lantaran mengaku sudah jengah berada di Parc des Princes. Pemain 20 tahun itu pun membuka pintu bermain di klub lain.

Kemudian ada gelandang Adrien Rabiot. Sudah sejak awal musim lalu ia sudah tak lagi menjadi bagian skuat inti PSG lantaran ngotot pergi dan menolak perpanjangan kontrak. 

Soal Masa Depannya di Real Madrid, Ini Kata James Rodriguez

Suara.com – James Rodriguez masih gelap soal kelanjutan karirnya di Real Madrid. Gelandang internasional Kolombia mengaku masih belum tahun soal masa depannya di Real Madrid setelah tidak lagi bermain dengan Bayern Munich.

James sebelumnya dilepas Real Madrid ke Bayern Munich dengan status pinjaman. Setelah dua tahun merumput di Bundesliga, Die Rotten– julukan Bayern Munich, akhirnya memulangkan James ke Real Madrid.

Meski kaya pengalaman, James mungkin saja akan dilepas. Pasalnya, pelatih Real Madrid Zinedine Zidane tidak menginginkan pemain yang bersinar di Piala Dunia 2014 itu berada di Santiago Bernabeu.

James Rodriguez memperkuat Bayern Munich kala menjamu Stutgart di Allianz Arena pada 12/5/2018 [AFP]James Rodriguez memperkuat Bayern Munich kala menjamu Stutgart di Allianz Arena pada 12/5/2018 [AFP]

Karena sudah menjadi rahasia publik jika Zidane yang membuang James di tahun 2017 lalu.Sementara Juventus dan Napoli dikabarkan sedang bersaing untuk mendapatkan tanda tangan James.

Dua klub raksasa Premier League, Liverpool dan Manchester United juga dikabarkan berminat padanya. Namun, pemain berusia 27 tahun yang saat ini sedang memperkuat Kolombia di Copa America 2019, mengaku belum tahu soal masa depannya bersama Real Madrid.

“Saya benar benar belum tahu soal itu,” ungkap James Rodriguez kepada Marca seperti dilansir Scoresway

James tampaknya masih berkonsetrasi bersama timnas Kolombia di ajang Copa America 2019. Ia bermain selama 90 menit saat Kolombia mengalahkan Argentina 2-0 di laga perdana kedua tim di grup B Copa America kemarin.

Uruguay Menang Telak, Berikut Hasil Copa America 2019

Suara.com – Uruguay membuka laga perdananya di fase grup Copa America 2019 dengan kemenangan besar atas Ekuador. Berikut hasil Copa America 2019 pada  Senin (17/6/2019) pagi WIB.

Uruguay tampil meyakinkan mengawali turnamen Copa America 2019 ini setelah menaklukkan Ekuador 4-0 di Mineirao Stadium, Belo Horizonte, Senin (17/6/2019) pagi WIB. Namun Ekuador harus bermain dengan sepuluh orang setelah José Quintero di menit ke-24.

Gol kemenangan Uruguay masing masing dicetak Nicolas Lodeiro, Edinson Cavani dan Luis Suarez, serta gol bunuh diri Arturo Mina. Kemenangan ini membuat Uruguay sementara memimpin grup C Copa America 2019 dengan tiga poin.

Timnas Qatar di Copa America 2019. (Antara/Reuters/Pilar)Timnas Qatar di Copa America 2019. (Antara/Reuters/Pilar)

Sedangkan pada pertandingan lainnya di Grup B, Qatar melakoni debut positif dengan menahan imbang Paraguay 2-2 dalam laga penyisihan Grup B di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, Senin (17/6/2019) dini hari WIB.

Qatar sempat tertinggal lebih dulu akibat penalti Oscar Cardozo dan gol Derlis Gonzalez. Namun mereka berjuang keras untuk bangkit dan membuahkan hasil gol Almouz Ali dan Boualem Khoukhi.

Ini menjadi awal yang baik bagi penampilan Qatar sebagai satu dari dua tim undangan Copa America 2019. Raihan satu poin membuat kedua tim sama-sama berada di urutan kedua klasemen sementara Grup B di bawah Kolombia (3 poin) dan di atas Argentina (0).

Hasil Copa America 2019, Senin (17/6/2019) pagi WIB :

Paraguay 2 (Oscar Cardozo 4′-penalti, Derlis Gonzales 56′)
Qatar 2 (Almoez Ali 68′, Khoukhi 77′)

Uruguay 4 (Nicolas Lodeiro 6′, Edinson Cavani 33′, Luis Suarez 44′, Arturo Mina 78′-gol bunuh diri)
Ekuador 0

Copa America 2019: Uruguay Hantam Ekuador 4-0, Luis Suarez Sumbang Satu Gol

Suara.com – Uruguay mengawali Copa America 2019 dengan kemenangan setelah menghantam sepuluh pemain Ekuador 4-0 di Grup C. Pada laga tersebut Luis Suarez mencetak satu gol dan satu assist bagi kemenangan Uruguay.

Pada laga di Mineirao Stadium, Brasil, Senin (17/6/2019) pagi WIB, Uruguay sudah unggul 3-0 di babak pertama lewat gol Nicolas Lodeiro, Edinson Cavani dan Luis Suarez. Satu gol lagi di babak kedua adalah gol bunuh diri Arturo Mina.

Dengan hasil tersebut, Uruguay untuk sementara memimpin grup C Copa America 2019 dengan tiga poin. Sedangkan laga lainnya grup C baru akan dimainkan pada Selasa (18/6/2019) pagi WIB besok saat Jepang menghadapi Chile

Jalannya Pertandingan

Ekuador lebih dulu menekan di awal lewat tembakan Enner Valencia yang masih dapat diamankan kiper Fernando Muslera. Namun Uruguay yang unggul lebih dulu 1-0 lewat gol Nicolás Lodeiro hasil sepakan kaki kaki kirinya memanfaatkan umpan Luis Suarez di menit ke-6.

Striker Uruguay Edinson Cavani melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Ekuador. Douglas MAGNO / AFPStriker Uruguay Edinson Cavani melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Ekuador. Douglas MAGNO / AFP

Pada menit ke-24, Ekuador harus bermain dengan sepuluh pemain setelah wasit memberikan kartu merah kepada José Quintero. Wasit sempat melihat lebih dulu melihat Video Assistant Referee (VAR)  atas pelanggaran Quintero sebelum mengeluarkan kartu merah.

Sementara Uruguay mencoba memanfaatkan situasi ini. Rodrigo Bentancur mengancam lewat sepakan kaki kanannya dari luar kotak penalti namun masih menyamping di menit ke-25. Dua menit berselang ancaman Edinson Cavani masih dapat diamankan kiper Alexander Domínguez.

Serangan terus mengalir dari pemain Uruguay. Akhirnya pada menit ke-33, Cavani berhasil menjebol gawang Ekuador lewat tendangan saltonya setelah menyambut umpan Diego Godin dan membuat Uruguay unggul 2-0

Menjelang akhir babak pertama, Luis Suarez memperbesar keunggulan Uruguay menjadi 3-0. Striker klub Argentina ini dengan mudah menyepak bola ke gawang Uruguay setelah meneruskan umpan Martin Caceres .

Skor 3-0 bagi keunggulan Uruguay bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Uruguay masih melanjutkan tekanannya dan peluang Matias Vecino lewat sundulannya masih melenceng tipis di samping gawang di menit ke-48.

Para pemain Uruguay merayakan gol bunuh diri pemain Ekuador Arturo Mina saat laga Copa America 2019. Luis ACOSTA / AFPPara pemain Uruguay merayakan gol bunuh diri pemain Ekuador Arturo Mina saat laga Copa America 2019. Luis ACOSTA / AFP

Pada menit ke-78, Uruguay sudah unggul 4-0 namun kali ini karena gol bunuh diri Arturo Mina. Serangan masih dilakukan oleh Uruguay, Luis Suarez dua kali mengancam gawang Ekuadord namun masih belum membuahkan hasil.

Tekanan masih terus dilakukan oleh Uruguay namun tetap tidak ada tambahan gol tercipta. Hingga wasit meniupkan peluit panjang, Uruguay masih tetap unggul 4-0 atas Ekuador.

Ini Alasan Penting Maurizio Sarri Bergabung dengan Juventus

Suara.com – Maurizio Sarri telah meninggalkan Chelsea dan resmi bergabung dengan Juventus. Sarri memutuskan kembali ke Italia dengan bergabung bersama Juventus karena alasan keluarga.

Sarri hanya semusim dari tiga tahun kontaknya melatih Chelsea setelah pindah dari Napoli. Namun pelatih berusia 60 tahun itu akhirnya menerima tawaran Juventus setelah setuju diikat kontrak selama tiga tahun guna menggantikan posisi Massimiliano Allegri.

Sarri meninggalkan Chelsea setelah sukses membawa klub Inggris tersebut meraih trofi Liga Europa dan finis di posisi tiga besar klasemen Liga Inggris. Chelsea akhirnya rela melepas Sarri karena sang pelatih memiliki alasan kuat untuk kembali ke Italia.

“Dalam pembicaraan kami saat final Liga Eropa, Maurizio memperjelas seberapa kuat dia ingin kembali ke negara asalnya, menjelaskan bahwa alasannya ingin kembali bekerja di Italia sangat penting,” ungkap  direktur Chelsea Marina Granovskaia seperti dilansir Bbc.

Manajer Chelsea Maurizio Sarri memberikan instruksi kepada pemainnya dari pinggir lapangan saat bertandang ke Old Trafford, markas Manchester United, 28 April 2019 [AFP]Manajer Chelsea Maurizio Sarri memberikan instruksi kepada pemainnya dari pinggir lapangan saat bertandang ke Old Trafford, markas Manchester United, 28 April 2019 [AFP]

“Dia juga percaya bahwa penting untuk bisa lebih dekat dengan keluarganya, dan untuk kesejahteraan orang tuanya, dia merasa dia perlu tinggal lebih dekat dengan mereka pada saat ini.”

Sarri menjadi manajer kesembilan yang meninggalkan Chelsea di bawah Roman Abramovich, yang membeli klub pada tahun 2003. Sedangkan bagi Sarri, Juventus adalah klub pernah di tanganinya selama 29 tahun karirnya

Sementara mantan pemain Chelsea Frank Lampard yang kini menjabat sebagai manajer Derby County disebut sebut akan mengisi posisi Sarri. Namun Chelsea hingga saat ini dikabarkan belum melakukan kontrak dengan pihak klub Derby.

Copa America 2019, Qatar Imbangi Paraguay 2-2

Suara.com – Babak penyisihan Copa America 2019 menuai banyak kejutan. Tim nasional Qatar melakoni debut positif dengan menahan imbang Paraguay 2-2 dalam laga penyisihan Grup B di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brazil, Senin dini hari WIB.

Qatar sempat tertinggal lebih dulu akibat penalti Oscar Cardozo dan gol Derlis Gonzalez, namun perjuangan keras mereka membuahkan hasil gol Almouz Ali dan Boualem Khoukhi, demikian catatan laman resmi turnamen.

Kendati tak meraih tiga poin penuh, penampilan Qatar sebagai satu dari dua tim undangan Copa America 2019 bersama Jepang jauh lebih baik dibandingkan Argentina yang sempat diunggulkan merajai Grup B namun malah kalah 0-2 dari Kolombia pada Minggu (16/6) pagi WIB.

Raihan satu poin membuat kedua tim sama-sama berada di urutan kedua klasemen sementara Grup B di bawah Kolombia (3) dan di atas Argentina (0).

Tim besutan Felix Sanchez tiba di Brazil dengan kepercayaan tinggi usai meraih trofi Piala Asia Februari lalu, namun laga baru berjalan dua menit dan petaka terjadi di dalam kotak penalti mereka.

Umpan silang Miguel Almiron yang disambut sundulan Bruno Valdez malah membuat bola mengenai tangan bek Pedro Miguel dan wasit Diego Mirko Haro tanpa ragu segera menunjuk titik putih.

Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Cardozo yang menghadapi bola dengan tenang dan menaklukkan kiper Saad Al Sheeb demi membuka keunggulan Paraguay.

Ketertinggalan itu membuat Juara Asia itu berusaha untuk segera mencetak gol balasan namun mereka selalu kesulitan bergerak ketika berhasil membawa bola di sepertiga akhir lapangan dan babak pertama berlalu dan usai dalam skor 1-0 untuk keunggulan Paraguay.

Memasuki babak kedua Paraguay tampil lebih percaya diri dan Cardozo berhasil menyontek bola ke dalam gawang pada menit ke-51 menyambut umpan tarik Gonzalez, yang baru masuk usai turun minum menggantikan Hernan Perez.

Namun gol itu dianulir karena Gonzalez terlanjur berada dalam posisi offside ketika menerima bola umpan jauh.

Lima menit sesudahnya, Paraguay akhirnya betul-betul memperoleh gol kedua mereka. Gonzalez membayar lunas kesalahannya dengan mencetak gol tersebut lewat tembakan melengkung dari luar kotak penalti.

Kendati tertinggal dua gol, Qatar tak langsung putus asa dan terus berusaha menerobos pertahanan Paraguay.

Pada menit ke-68 Qatar berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 saat Ali menerima umpan dari Tarek Salman di tepian kotak penalti lawan dan melepaskan tendangan yang sempat mengenai kaki bek Paraguay sebelum melambung dan mengecoh kiper Roberto Fernandez sebelum bersarang ke dalam gawang.

Gol itu melecut para pemain Qatar dan pada menit ke-77, mereka sukses menyamakan kedudukan 2-2 lewat gol Khoukhi.

Memanfaatkan kelonggaran pertahanan Paraguay, Akram Afif menyodorkan umpan terobosan yang berhasil dikendalikan Khoukhi dan ia melepaskan tendangan yang sempat dihalau Fernandez namun bola tetap memantul ke dalam gawang. Rodrigo Rojas mengejar bola dan berusaha menyapunya sebelum melewati garis, namun sundulannya malah membuat bola makin masuk ke dalam gawang.

Bukan saja gagal menyelamatkan bola, Rojas juga terjatuh dalam posisi tak sempurna dalam upayanya tersebut sehingga harus ditarik keluar digantikan Richard Sanchez sembari terlihat meringis kesakitan memegangi lengan kirinya.

Qatar berusaha untuk menuntaskan kebangkitan mereka dan mencari lagi celah di pertahanan Paraguay, namun hingga laga usai tak ada gol tambahan dan skor akhir tetap imbang 2-2.

Qatar selanjutnya akan menghadapi Kolombia di Stadion Morumbi, Sao Paulo, pada Kamis (20/6) pagi WIB, sebelum kemudian Paraguay bertemu Argentina di hari yang sama.

Susunan pemain:

Paraguay (4-3-3): Roberto Fernandez; Bruno Valdez, Fabian Balbuena, Junior Alonso, Santiago Arzamendia; Celso Ortiz, Rodrigo Rojas (Richard Sanchez), Miguel Almiron; Hernan Perez (Derlis Gonzalez), Oscar Cardozo, Cecilio Dominguez (Juan Iturbe)

Pelatih: Eduardo Berizzo

Qatar (5-3-2): Saad Al Sheeb; Pedro Miguel, Abdelaziz Hatim (Karim Boudiaf), Boualem Khoukhi, Tarek Salman, Abdelkarim Hassan; Bassam Al Rawi, Assim Madibo, Hassan Al Haydos; Almoez Ali, Akram Afif

Pelatih: Felix Sanchez. (Antara)

Sah! Juventus Angkat Maurizio Sarri Gantikan Allegri

Suara.com – Juventus resmi mengangkat Maurizio Sarri sebagai pelatih anyar. Juventus mengumumkan pengangkatan mantan manajer Chelsea itu pada, Minggu (16/6/2019) malam WIB.

Pelatih berusia 60 tahun itu diikat kontrak selama tiga musim setelah membawa Chelsea menjuarai Liga Europa 2018/19.

“Sekarang, Maurizio Sarri telah kembali ke Italia, dimana ia menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pelatih. Dan mulai hari ini, ia akan mengambil alih kendali di Juventus dengan kontrak hingga 30 Juni 2022,” demikian pernyataan Juventus dalam laman resmi klub.

Sarri sejatinya masih terikat kontrak dua musim dengan Chelsea.

Dikutip dari Daily Mail, Sarri mendapat gaji 5 juta poundsterling (sekitar Rp 90 miliar) per tahunnya di Chelsea.

Sementara di Juventus, mantan pelatih Napoli ini mendapat gaji lebih dari 18 juta poundsterling atau 6,2 juta poundsterling per tahunnya.

Maurizio Sarri menggantikan posisi Massimiliano Allegri yang memutuskan mundur pada akhir musim 2018/19.

Juventus menjadi klub ke-20 yang pernah ditangani Maurizio Sarri dalam 29 tahun karier kepelatihannya.

Tak Jadi ke Man United, Gareth Bale Buka Peluang Gabung Klub Jerman

Suara.com – Masa depan Gareth Bale semakin menunjukkan titik terang. Penyerang sayap Real Madrid itu dikabarkan semakin dekat untuk bergabung dengan raksasa Jerman, Bayern Munchen.

Dalam beberapa bulan terakhir, nama Gareth Bale sempat santer bakal bergabung Manchester United. Namun, rumor tersebut bakal segera terjawab lantaran Die Roten ingin mengamankan jasa pemain asal Wales itu.

Sebagaimana diketahui, Gareth Bale diprediksi tak lagi masuk dalam skema permainan Zinedine Zidane musim depan. Penyebabnya tak lain adalah inkonsistensi permainan dalam beberapa musim terakhir.

Selain itu, Zidane sendiri ingin merombak sebagian skuat Real Madrid setelah gagal total pada musim lalu. Lebih lagi manajemen El Real sudah mendatangkan lima pemain baru berlabel bintang untuk mengarungi kompetisi musim depan.

Melansir dari The Sun, situasi itulah yang coba dimanfaatkan oleh Bayern Munchen untuk mendapatkan tanda tangan Gareth Bale. Pasalnya, sang pelatih, Niko Kovac menaruh kepercayaan tinggi pada pemain 29 tahun itu untuk mengisi pos yang ditinggal Frank Ribery yang memutuskan hengkang.

Niko Kovac yakin bahwa Gareth Bale masih berada di top performa meski saat ini tengah mengalami masa sulit di Real Madrid. Jadi, sangat cocok untuk menambah daya dobrak lini serang Bayern Munchen.

Kendati demikian, manajemen Bayern Munchen tak buru-buru mengikat sang pemain dengan kontrak permanen. Melainkan bakal direkrut dengan status pinjaman selama satu musim.

Andai performanya memenuhi espektasi, bukan tidak mungkin Bayern Munchen akan langsung mempermanenkan Gareth Bale. Apalagi Die Roten juga telah setuju dengan kisaran gaji sang pemain yang mencapai 350 ribu pounds per pekan.

Dipecundangi Kolombia, Pelatih Argentina Kambing Hitamkan Lapangan

Suara.com – Timnas Argentina mengawali Copa America 2019 dengan kekalahan. Pelatih tim Tango, Lionel Scaloni, pun mengkambing hitamkan lapangan sebagai biang kerok kekalahan timnya dari Kolombia.

Bertanding di Itaipava Arena Fonte Nova, Salvador, Minggu (16/6/2019) pagi WIB, Lionel Messi dan kolega harus menyerah 0-2 atas Kolombia. Gawang Argentina yang dikawal oleh Franco Armani sukses dibobol oleh Roger Martinez dan Duvan Zapata.

Dalam duel yang berlangsung sengit tersebut, Argentina sebetulnya banyak menciptakan peluang. Namun karena dewi fortuna kurang memihak, La Abiceleste akhirnya gagal menciptakan satu gol pun.

Berdasarkan catatan, Argentina berhasil menguasai 53 persen penguasaan bola dan membuat 13 kali percobaan. Namun, dari ke-13 percobaan tersebut, hanya enam yang tepat sasaran, itu pun tak ada yang berbuah gol.

”Saya rasa kondisi lapangan sangat menyedihkan, mengingat ini baru pertandingan pertama,” ungkap Lionel Scaloni, sebagaimana dilansir dari Sportskeeda.

”Saya tidak tahu lagi bagaimana nanti pada pertandingan kedua dan ketiga. Seharusnya ada perbaikan dengan melihat pemain-pemain yang tampil,” imbuhnya.

Kendati demikian, Scaloni mengakui penampilan Kolombia memang sangat bagus. Skuat Los Cafeteros mampu membendung setiap serangan yang dimotori oleh Lionel Messi.

”Saya rasa Kolombia merupakan sebuah tim yang bagus. Mereka sangat fokus dengan apapun yang terjadi,” tandasnya.

Kalah dari Kolombia, Lionel Messi Kecewa Berat

Suara.com – Timnas Argentina mengawali kiprahnya di Copa America 2019 dengan hasil yang sangat buruk. Alhasil, kapten mereka, Lionel Messi, merasa kecewa berat yang apa yang didapat oleh timnya.

Dalam laga pertama penyisihan Grup B di Itaipava Arena Fonte Nova, Minggu (16/6/2019) pagi WIB, skuat asuhan Lionel Scaloni itu harus mengakui keunggulan Kolombia. Argentina kalah dengan skor 2-0.

Dua gol Kolombia dicetak oleh Roger Martinez dan Duvan Zapata. Dan semua gol tersebut terjadi di babak kedua, masing-masing pada menit ke-71 dan 86.

Lionel Messi pun mengakui bahwa kekalahan ini begitu menyakitkan. Terlebih ia memasang target juara bersama Argentina di gelaran kali ini.

”Kami pergi dari sini dengan rasa sebal. Di babak kedua, kami sebenarnya punya peluang,” ungkap Messi, seperti dilansir dari Onefootball.

”Butuh waktu untuk menerima kekalahan ini, tapi kita lihat saja seperti apa beberapa hari ke depan. Kami harus menatap ke depan dan move on,” tuturnya menambahkan.

Menghadapi Kolombia, Argentina bukannya tanpa perlawanan. Sejumlah peluang emas berhasil diciptakan, namun karena kesigapan lini belakang Kolombia, gol untuk tim Tango pun urung tercipta.

Dengan begitu, Argentina harus menatap laga selanjutnya dengan kepala tegak. Sesuai jadwal, Lionel Messi akan menghadapi Paraguay pada Kamis, (20/6/2019) mendatang.

”Jelas kami juga tidak mau memulai dengan cara seperti ini, tapi sekarang kami harus menegakkan kepala dan jalan terus,” tandas penyerang Barcelona itu.

Tundukkan Korea Selatan, Ukraina Jadi Jawara Baru Piala Dunia U-20

Suara.com – Ukraina keluar jadi jawara baru di Piala Dunia U-20 2019. Dalam partai final, mereka berhasil mengalahkan wakil Asia, Korea Selatan, dengan skor cukup telak 3-1.

Dalam pertandingan di Lodz Stadium, Polandia, Sabtu (15/6/2019) malam WIB, Ukraina sejatinya tertinggal lebih dulu di menit awal pertandingan. Skuat Negeri Ginseng unggul cepat saat laga baru berlangsung lima menit.

Lee Kang-in membawa Korea Selatan memimpin 1-0 setelah sukses mengeksekusi bola dari titik putih. Hadiah tersebut didapat setelah Hwang Tae-hyeon dijatuhkan dalam kotak terlarang oleh bek Ukraina.

Namun keunggulan Korea Selatan tak berlangsung lama. Pada menit ke-34, Ukraina sukses menyamakan kedudukan lewat sepakan keras Vladyslav Supriaha setelah mampu memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti.

Pada babak kedua, Ukraina giliran yang mengambil kendali permainan. Alhasil, tim dari Eropa Timur itu berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat brace yang dicetak oleh Vladyslav Supriaha pada menit ke-53.

Tertinggal 2-1, Korea Selatan sebenarnya memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun karena kesigapan lini belakang Ukraina, The Taeguk Warriors gagal mencetak gol penyeimbang.

Jelang laga bubaran, Ukrainan yang justru sukses mencetak gol ketiga. Ialah Heorhii Tsitaishvili, yang menjadi aktor kemenangan setelah mencetak gol pamungkas di menit ke-89.

Berkat hasil ini, Ukraina mencetak sejarah baru karena untuk pertama kalinya menjadi juara di Piala Dunia U-20. Tercatat, mereka menjadi negara kesebelas setelah Uni Soviet (sekarang Rusia), Argentina, Jerman, Brasil, Serbia, Portugal, Spanyol, Ghana, Prancis, dan Inggris.

Sementara itu, peringkat ketiga diduduki oleh Ekuador. Tim asal Amerika Selatan itu mengalahkan Italia lewat gol tunggal pada menit ke-104.

Copa America 2019: Messi Tak Berdaya, Argentina Kalah 0-2 atas Kolombia

Suara.com – Timnas Argentina mengawali kpirahnya di ajang Copa America 2019 dengan hasil buruk. Bertanding melawan Kolombia, Lionel Messi dan kolega menyerah dengan skor 2-0.

Bertanding di Itaipava Arena Fonte Nova, Minggu (16/6/2019) pagi WIB, gawang Argentina sudah dibombardir skuat Kolombia sejak menit awal. Beruntung sepakan sepakan Radamel Falcao pada menit ke-16 masih sanggup diselamatkan oleh bek Argentina.

Hingga berjalan ke menit 25, Argentina masih kesulitan mengembangkan permainan. Lionel Messi yang menjadi motor serangan masih buntu tak juga mampu menciptakan gol.

Memasuki menit ke-38, Argentina nyaris kebobolan lewat aksi Radamel Falcao. Namun sayang sundulannya yang memanfaatkan umpan James Rodriguez masih jauh dari mulut gawang Argentina yang dikawal oleh Franco Armani. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata.

Memasuki babak kedua, Argentina yang berinisiatif melakukan serangan. Pada menit ke-59, aksi Leandro Paredes hampir membobol gawang Kolombia andai sepakan volinya gagal dibendung oleh David Ospina.

Tak hanya itu, Lionel Messi juga sempat menebar ancaman. Pada menit ke-62, penyerang Barcelona itu hampir memecah kebuntuan andai sepakan kerasnya tak berhasil ditangkap kiper Kolombia.

Namun karena keasyikan menyerang, petaka menghampiri Argentina. Pada menit ke-71, Kolombia berhasil membobol gawang Franco Armani lewat sepakan keras dari Roger Martinez.

Kebobolan satu gol membuat Argentina semakin tertekan. Alhasil, gol kedua bagi Kolombia tercipta pada menit ke-86 berkat aksi Duzan Zapata yang sukses memanfaatkan umpan Jefferson Lerma.

Sebenarnya Argentina berpeluang menciptakan gol untuk memperkecil ketertinggalan. Namun aksi sigap David Ospina mampu mementahkan peluang yang Sergio Aguero cs.

Berkat hasil ini, Argentina berada di posisi paling bawah Grup B Copa America 2019. Sedangkan Kolombia bertengger di puncak klasemen sementara dengan torehan tiga poin.

Berikut sususan pemain Argentina vs Kolombia.

Argentina: Franco Armani; Renzo Saravia, German Pezzella, Nicolas Otamendi, Nicolas Tagliafico; Guido Rodriguez (Guido Pizarro 67′), Leandro Paredes; Giovani Lo Celso, Lionel Messi, Angel Di Maria (Rodrigo De Paul 46′); Sergio Aguero (Matias Suare 79′)

Kolombia: David Ospina; John Medina, Yerry Mina, Davinson Sanchez, William Tesillo; Juan Cuadrado (Lerma 64′), Wilmar Barrios, Mateus Uribe; James Rodriguez, Luis Muriel (Roger Martinez 14′), Radamel Falcao (Duvan Zapata 81′)

Pelatih Vanuatu: Beto Goncalves Aktor Kemenangan Impresif Timnas Indonesia

Suara.com – Pelatih Timnas Vanuatu, Paul Munster berkomentar terkait kunci kemenangan impresif Timnas Indonesia atas timnya. Menurut Munster, penyerang Beto Goncalves yang bermain gemilang merupakan aktor kemenangan skuat Garuda. 

Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/6/2019) malam, Vanuatu menelan kekalahan telak 0-6.

Pada pertandingan tersebut, Beto mencetak empat gol. Sementara dua gol Timnas Indonesia lainnya dibuat oleh Evan Dimas Darmono. 

“Kualitas dari para pemain Indonesia sangat bagus, khususnya Beto. Saya dulu adalah seorang striker, dan saya bisa melihat ia adalah pemain berkualitas. Ia penyebab utama kekalahan kami kali ini,” tutur Munster dalam jumpa pers usai pertandingan. 

Lebih jauh, pelatih asal Irlandia Utara itu menyebut jika kemenangan besar Timnas Indonesia sedikit banyak juga dipengaruhi penampilan timnya. Menurutnya, Vanuatu tampil tidak dalam performa terbaik. 

Dikatakan Munster, para pemain sering melakukan kesalahan elementer. Selain itu, faktor kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh juga jadi alasan kekalahan telak Vanuatu. 

“Kemenangan Indonesia ini juga terpengaruh dari kualitas Vanuatu sendiri. Stamina kami menurun di babak kedua, kami kewalahan menghadapi Indonesia yang staminanya bagus. Para pemain kami juga banyak yang tidak terbiasa main di Asia,” pungkasnya.

Brasil Dicemooh Suporter meski Menang Telak, Tite: Wajar Saja, Kami Main Buruk!

Suara.com – Sebagai tuan rumah turnamen, Timnas Brasil sejatinya membuka gelaran Copa America 2019 dengan kemenangan impresif atas Bolivia. Meski demikian, hal tersebut rupanya belum cukup buat para suporter Seleccao –julukan Timnas Brasil. 

Seperti diketahui, Brasil menang telak 3-0 atas Bolivia pada laga matchday 1 Grup A Copa America 2019 di Stadion de Morumbi, Sao Paulo, Sabtu (15/6/2019) pagi WIB.

Meski menang dengan skor cukup mencolok, performa Brasil memang jauh dari kata meyakinkan, terlebih pada babak pertama. Ya, Jogo Bonito khas Tim Samba sama sekali tak terlihat sebagaimana paruh pertama berakhir 0-0.

Well, sorakan negatif alias cemoohan dari fans pun sempat terdengar dari berbagai penjuru stadion, sebagai bukti bahwa mereka tak puas dengan penampilan Philippe Coutinho dan kolega.

Beruntung, Brasil bisa mencetak tiga gol sekaligus pada babak kedua. Coutinho membuka keunggulan setelah sukses mengonversi penalti pada menit 50.

Tiga menit kemudian, Coutinho lagi-lagi mencetak gol, kali ini dari open play. Everton Soares melengkapi kemenangan Brasil dengan tembakan brilian pada menit 85.

Pelatih Brasil, Tite mengakui bahwa pasukannya kali ini memang tidak bermain maksimal. Menurut sang juru taktik, wajar saja jika suporter kecewa lantaran Brasil diperkuat sederet pemain berstatus bintang meski minus Neymar Jr pada Copa America tahun ini. 

“Ketidakpuasan suporter itu, kami merasakannya. Memang betul. Para pemain muda merasakannya, pelatih juga merasakannya,” buka Tite seperti dilansir Goal Intl.

“Wajar saja jika mereka kecewa. Wajar saja jika ekspektasi mereka begitu tinggi pada skuat yang dihuni pemain-pemain berkualitas ini,” sambungnya.

“Berada di klub-klub besar, ketika Anda kadang-kadang tidak tampil bagus maka jangan harap fans akan mengerti. Mereka akan mencemooh. Ketika Anda mengoper bola ke belakang, dari fullback ke bek tengah ke kiper, hal pertama yang Anda dengar adalah siulan ejekan,” papar Tite.

“Kami perlu memahaminya. Kalau kami maju menyerang dan menciptakan banyak peluang, maka mereka akan bertepuk tangan kok. Kami memang bermain tidak maksimal. Kami harus bermain jauh lebih baik di laga-laga ke depan,” pungkas pelatih berusia 58 tahun itu.

Terharunya Simon McMenemy Bawa Indonesia Menang Besar di SUGBK

Suara.com – Timnas Indonesia menang telak 6-0 atas Timnas Vanuatu pada laga uji coba internasional yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (15/6/2019) malam.

Laga ini pun cukup spesial bagi pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy. Pasalnya, ini merupakan laga kandang pertama bagi juru taktik asal Skotlandia itu semenjak menukangi skuat Garuda. 

Tak ayal, McMenemy pun tidak bisa menutupi kegembiraanya, terlebih Timnas Senior Indonesia sukses menang telak.

Sebagai informasi, sebagai pelatih di sepakbola internasional, di mana sebelumnya McMenemy membesut Timnas Filipina pada 2010 silam, McMenemy belum sekalipun merasakan atmosfer bermain di kandang.

Pasalnya, saat itu Timnas Filipina tidak memiliki stadion yang layak untuk menggelar laga kandang internasional. 

“Saya sebelumnya pernah jadi pelatih timnas, tapi ini adalah pertandingan home pertama saya sebagai pelatih timnas. Bahkan 11 kali (pertandingan) melatih Filipina, tak pernah main home,” beber McMenemy usai laga kontra Vanuatu. 

“Kalau kalian tanya gimana sih rasanya? Saya ingat sekali bagaimana menakutkannya (atmosfer) SUGBK saat melatih Filipina. Betapa menakutkannya fans Indonesia ketika sudah berkumpul, loncat-loncat, stadion bergemuruh,” celoteh pelatih berusia 41 tahun itu. 

“Saya ingin jujur, hari ini sebenarnya saya nervous, meski nggak full. Saya sudah nggak sempat mikirin lawan, saya hanya  memikirkan melawan rasa nervous saya. Tapi ini spesial, terlebih Indonesia menang telak. Saya terharu,” ungkapnya. 

McMenemy pun punya harapan ke depannya selalu didukung puluhan ribu suporter di SUGBK setiap kali Timnas Indonesia bermain.

“Saya harap kita bisa mengembalikan masa 2010 silam, saat itu Piala AFF. Kami meminta dukungan dari rekan-rekan fans dan dari wartawan,” ucapnya.

“Saya pakai kemeja hari ini (di dugout), saya ingin membuktikan bahwa saya hormat kepada lawan kami,” pungkas eks pelatih Bhayangkara FC yang memang tampil necis di laga Indonesia vs Vanuatu tersebut.

Timnas Indonesia Menang Telak atas Vanuatu, McMenemy: Tetap Banyak Evaluasi

Suara.com – Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy mengatakan banyak hal yang mesti diperbaiki oleh tim besutannya meski menang telak 6-0 atas Timnas Vanuatu pada laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (15/6/2019) malam WIB.

McMenemy mengatakan, para pemain Timnas Senior Indonesia masih tampil kurang fokus, terutama di sektor belakang. Bagi McMenemy, permainan sepakbola yang bagus adalah build-up dari lini belakang. 

Sayangnya, menurut pelatih asal Skotlandia itu, kuartet lini pertahanan Indonesia yang dikomandoi Hansamu Yama Pranata masih sering melakukan salah passing.

Oleh sebab itu, McMenemy mengaku akan fokus melakukan perbaikan di aspek ini. 

“Saya sebagai pelatih, saya percaya bahwa permainan itu dimulai dari belakang. Kenapa? Karena Indonesia ada yang bisa melakukan itu. Kami juga punya Evan Dimas (sebagai deep-lying playmaker) dan yang lainnya,” ucap McMenemy dalam jumpa pers setelah pertandingan. 

“Kami harus meningkatkan kecepatan passing, lalu kecepatan pengambilan keputusan juga mesti diperbaiki lagi. Kami menang telak, tapi masih banyak yang harus dievaluasi. Namun, secara keseluruhan, kami tampil cukup bagus,” celoteh eks pelatih Timnas Filipina itu.

McMenemy juga menyatakan, kemenangan ini merupakan buah pembelajaran setelah kalah 1-4 dari tuan rumah Yordania pada laga uji coba internasional, Selasa (11/6/2019) lalu.

“Ya, kekalahan melawan Yordania membuat kami banyak dapat pelajaran. Dari sini (pertandingan), bukan kemenangan 6-0 yang kami dapatkan, tapi kita biasa kuasai pertandingan,” pungkas juru taktik yang juga pernah sukses menukangi Bhayangkara FC itu. 

Empat gol Timnas Indonesia ke gawang Vanuatu diborong Alberto ‘Beto’ Goncalves. Sementara dua gol lainnya dibukukan Evan Dimas.

Beto Goncalves: Quat-trick Ini untuk Empat Anak Saya

Suara.com – Alberto ‘Beto’ Goncalves menyumbang empat gol saat Timnas Indonesia mengalahkan Timnas Vanuatu dengan skor 6-0 pada laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan (SUGBK), Jakarta, Sabtu (15/6/2019) malam.

Selain Alberto Goncalves, Evan Dimas Darmono juga tampil impresif dengan mencetak brace

Beto sendiri mengungkap kunci suksesnya tampil trengginas di laga uji coba kontra Vanuatu ini. Menurut bomber veteran Madura United itu, salah satu faktornya adalah dukungan dari suporter Timnas Indonesia.

Menurut Beto, dukungan penonton memang sangat mempengaruhi penampilan. Striker berusia 38 tahun itu pun berharap bisa terus mendapatkan dukungan penuh dari suporter setiap kali skuat Garuda bertanding. 

“Atmosfernya berbeda di sini (SUGBK), suporter mendukung kita, meneriakkan nama kita sejak di bus. Meskipun rekan-rekan capek baru pulang dari Yordania, dan hanya satu hari istirahat, tapi karena dukungan dari suporter luar biasa, ini jadi motivasi kita,” celotehnya. 

“Kita nggak lihat lawan, kita cuma liat atmosfer yang mendorong kita agar semangat. Makanya seperti yang coach (Simon McMenemy) bilang, (suporter) harus datang langsung ke stadion dan dukung kita agar bisa main lepas,” ucap Beto. 

Eks penggawa Sriwijaya FC tersebut pun mempersembahkan quat-trick yang ia cetak ke gawang Vanuatu untuk keempat orang anaknya.

“Empat gol ini untuk masing-masing anak saya. Ini agar tidak ada yang cemburu,” seloroh Beto. 

Terkait kemenangan impresif Timnas Indonesia dengan skor telak 6-0, Beto sendiri tidak terlalu menganggapnya sebagai sebuah keberhasilan. Yang penting baginya pelajaran yang dipetik dari pertandingan tersebut.

“Yang paling penting, bukan hasil, tapi lihat performance kita hari ini. Di pertandingan melawan Yordania kami kaget, karena ada perbedaan cuaca dan perjalanan yang jauh, udara juga berbeda,” papar Beto. 

“Hari ini kita buktikan kalau kita punya kualitas. Kita punya kesempatan untuk menang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Timnas Senior Indonesia memang menelan kekalahan 1-4 dari tuan rumah Yordania pada laga uji coba internasional yang dihelat awal pekan ini.

Vanuatu Petik Pelajaran Berharga Setelah Dibantai Timnas Indonesia

Suara.com – Timnas Indonesia berhasil menang telak 6-0 atas Timnas Vanuatu pada laga uji coba internasional yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (15/6/2019) malam WIB.

Sebagai lawan yang kalah dengan skor telak, pelajaran berharga dipetik oleh Vanuatu dari laga uji coba ini. Hal ini diakui pelatih kepala Timnas Vanuatu, Paul Munster.

Well, ini memang pertama kalinya negara kepulauan di Samudera Pasifik di zona Oseania itu melakoni laga kompetitif di Asia. Sebelumnya, Vanuatu hanya bertanding melawan negara-negara yang berada di kawasan Oseania. 

Paul Munster mengatakan, sejatinya timnya sudah menyiapkan strategi khusus melawan Indonesia. Namun, ada beberapa kesalahan elementer yang dibuat oleh para pemainnya sehingga membuat game plan Vanuatu jadi berantakan. 

“Jadi, sebenarnya kami sudah menyusun rencana untuk hadapi Indonesia, walaupun belum pernah bertemu dan buta kekuatan Indonesia,” buka Munster dalam jumpa pers pasca laga.

“Menurut saya, hari ini kami banyak melakukan kesalahan individu dari pemain. Para pemain terlalu banyak main di belakang dan tidak menjalankan game plan,” kilah pelatih berpaspor Irlandia Utara tersebut.

Munster lantas menjelaskan, skuat yang dibawanya untuk laga uji coba kontra Indonesia ini memang rata-rata berusia muda. Oleh sebab itu, ia yakin timnya mendapat pelajaran berharga dari Indonesia meski kalah dengan skor mencolok. 

“Saya yakin kami bisa memetik pelajaran dari sini, faktanya kebanyakan dari pemain saya pemain muda, di mana ini adalah penampilan perdana mereka di Asia. Saya kecewa, tapi kami belajar dari sini. Kami akan lebih fokus saat kembali ke Vanuatu, mempersiapkan diri untuk kejuaraan Pacific Games,” tukasnya. 

Pada pertandingan tersebut, striker gaek Alberto ‘Beto’ Goncalves tampil apik dengan mengemas empat gol. Sementara dua gol Timnas Indonesia lainnya diciptakan oleh Evan Dimas Darmono. 

Laga uji coba resmi FIFA ini sendiri dijadikan Timnas Senior Indonesia sebagai persiapan menuju kualifikasi Piala Dunia 2022 sekaligus kualifikasi Piala Asia 2023.

Messi Akan Lakukan Segalanya demi Gelar Juara Copa America 2019

Suara.com – Megabintang sekaligus kapten Timnas Argentina, Lionel Messi rupanya masih bernafsu besar untuk membawa negaranya memenangi trofi major alias gelar bergengsi.

Hal tersebut diungkapkan oleh rekan setim Messi di Timnas Argentina, yakni bek Nicolas Tagliafico. Skuat La Albiceleste –julukan Timnas Argentina– sendiri saat ini tengah bersiap menatap laga matchday 1 Grup B Copa America 2019 kontra Kolombia, Minggu (16/6/2019) dini hari WIB.

Seperti diketahui, bagi Messi sendiri, sepakbola internasional memang bak mimpi buruk. Telah merengkuh berbagai kesuksesan bersama Barcelona di level klub, penyerang berjuluk La Pulga berusia 31 tahun itu selalu gagal mempersembahkan trofi untuk Argentina, baik saat berlaga di Piala Dunia ataupun di Copa America.

Meski demikian, kegagalan demi kegagalan tersebut tak membuat Messi putus asa. Diungkapkan Tagliafico, sang megabintang masih amat bernafsu untuk membawa Argentina berjaya dan siap memberikan segalanya di ajang Copa America 2019 ini.

“Saya cukup beruntung berada di tim yang sama dengan Messi sebelumnya, keinginan serta tekadnya lah yang paling membuat saya terkesan,” ucap Tagliafico seperti dimuat Goal International.

“Orang bilang jika dia bukan pemain yang sama saat membela timnas, namun faktanya dia tetaplah pemain terhebat di Argentina. Kami semua bertumpu padanya,” lanjut bek Ajax Amsterdam tersebut.

“Tak ada yang berubah di Copa America tahun ini. Hasrat dan tekadnya tetap besar untuk membawa Argentina juara. Dia ingin terus berusaha. Dia siap memberikan segalanya, luar biasa! Dia sama dengan Messi di Piala Dunia, dia tenang, santai dan punya keinginan yang sama seperti sebelumnya,” celoteh Tagliafico.

Di Copa America 2019, Argentina sendiri berada di Grup B bersama dengan Kolombia, Paraguay, dan Qatar.

Beto Goncalves Quat-trick, Timnas Indonesia Lumat Vanuatu 6-0

Suara.com – Timnas Indonesia meraih kemenangan telak 6-0 atas Timnas Vanuatu dalam laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (15/6/2019) malam WIB.

Penyerang veteran hasil naturalisasi, Alberto ‘Beto’ Goncalves menjadi aktor kemenangan impresif Timnas Senior Indonesia asuhan pelatih Simon McMenemy kali ini.

Beto Goncalves mencetak quat-trick alias memborong empat gol ke gawang Vanuatu. Sementara dua gol skuat Garuda lainnya dibukukan gelandang Evan Dimas yang mengemas brace.

Striker Timnas Indonesia, Alberto Goncalves (kanan) merayakan golnya ke gawang Vanuatu dalam laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (15/6/2019) malam WIB. [Suara.com / Muhaimin UNTUNG]Striker Timnas Indonesia, Alberto Goncalves (kanan) merayakan golnya ke gawang Vanuatu dalam laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (15/6/2019) malam WIB. [Suara.com / Muhaimin UNTUNG]

Meski laga Indonesia vs Vanuatu di SUGBK ini relatif sepi penonton, namun para pemain Timnas Indonesia tetap tampil penuh semangat.

Para penggawa Garuda tampil all-out setelah pada tengah pekan ini menelan kekalahan memalukan 1-4 dari tuan rumah Yordania dalam laga uji coba internasional di King Abdullah International Stadium.

Di SUGBK, Timnas Indonesia sudah unggul cepat 1-0 atas lawannya. Laga baru berjalan dua menit, crossing Andik Vermansyah berhasil disambar Beto untuk menjadi gol.

Indonesia menggandakan skor pada menit 20. Evan Dimas melepaskan tembakan first-time usai mendapatkan umpan dari Beto. Bola bersararang di sisi kanan gawang Vanuatu.

Indonesia terus menyerang di sisa waktu babak pertama. Namun, Irfan Bachdim dan kawan-kawan gagal menambah keunggulan 2-0 mereka sampai half-time.

Memasuki babak kedua, Indonesia tak menurunkan intensitas serangan meski telah unggul dengan margin dua gol.

Skuat Garuda memperlebar skor menjadi 3-0 saat paruh kedua baru berjalan tiga menit. Beto sukses menanduk bola ke dalam gawang Vanuatu.

Indonesia kembali bikin gol pada menit 60. Beto melesakkan gol ketiganya di partai ini usai melewati hadangan dua pemain sebelum menaklukkan kiper Vanuatu.

Menit 65, Indonesia kian menjadi-jadi. Beto mengemas quat-trick usai menyambut crossing Andik. Tuan rumah unggul 5-0!

Evan Dimas menutup pesta gol Indonesia di SUGBK. Bintang Barito Putera itu bikin gol keduanya pada menit 73 usai menerima umpan dari Dedik Setiawan.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia XI: Andritany Ardhiyasa; Rudolof Yanto Basna, Hansamu Yama Pranata, Ricky Fajrin, Yustinus Pae; Evan Dimas Darmono, Zulfiandi, Riko Simanjuntak, Andik Vermansah; Alberto Goncalves, Irfan Bachdim.

Pelatih: Simon McMenemy (Skotlandia)

Starting eleven Timnas Indonesia dalam laga uji coba internasional kontra Timnas Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (15/6/2019) malam WIB. [Suara.com / Muhaimin UNTUNG]Starting eleven Timnas Indonesia dalam laga uji coba internasional kontra Timnas Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (15/6/2019) malam WIB. [Suara.com / Muhaimin UNTUNG]

Timnas Vanuatu XI: Dick Taiwia; Selwyn Vatu, Joseph Solo Lui Iaruel, Jason Thomas, Michael Kalmalap Coulon; Daniel Natou, John Alick, Bong Kalo, Elkington Molivakarua; Kensi Tangis, Tony Kaltak.

Pelatih: Vital Borkelmans (Belgia)

Preview Copa America 2019: Argentina vs Kolombia

Suara.com – Timnas Argentina akan melakoni laga perdana mereka di Copa America 2019 dengan menghadapi Timnas Kolombia. Lionel Messi akan memimpin La Albiceleste –julukan Timnas Argentina– menjajal kekuatan James Rodriguez dan kolega.

Laga matchday 1 Grup B Copa America 2019 ini akan dihelat di Itaipava Arena Fonte Nova, Bahia, Brasil, Senin (16/6/2019) dini hari WIB pukul 05.00 WIB.

Well, partai dini hari nanti ini diprediksi bakal berlangsung sengit. Baik Argentina maupun Kolombia memang layak dikedepankan sebagai calon juara Copa America tahun ini, bersama Brasil serta Uruguay.

Laga nanti secara khusus bakal jadi ajang pembuktian bagi Messi. Seperti diketahui, megabintang Barcelona itu hingga detik ini belum juga berhasil membawa La Albiceleste meraih trofi major yag bergengsi.

Argentina memang masih sangat pantas untuk mengandalkan Messi. Di musim 2018/19 yang telah rampung belum lama ini.

Penyerang berusia 31 tahun itu tampil menggila dengan total mengemas 51 gol plus 22 assist dari 50 pertandingan bersama Barcelona di semua ajang, meski pada akhirnya hanya bisa mengantar klub juara Liga Spanyol namun gagal di Copa del Rey dan Liga Champions.

Di sisi lain, James Rodriguez jelas masih jadi ace bagi Kolombia. Meski menjalani dua musim terakhir yang standar di level klub bersama Bayern Munich, dan nasibnya kini juga tak jelas di Real Madrid, namun gelandang serang berusia 27 tahun itu tetaplah seorang ikon bagi Los Cafeteros –julukan Timnas Kolombia, terlebih ia berstatus wakil kapten tim saat ini.

Jika bicara rekor pertemuan, Argentina bisa dibilang berada di atas angin. Kekalahan pamungkas Argentina dari Kolombia terjadi pada 20 November 2007 silam di Bogota. Dalam delapan pertandingan terakhir kedua tim, La Albiceleste mampu menang lima kali.

Bicara team news, pelatih Argentina, Lionel Scaloni sudah mengkonfirmasi tim yang akan ia turunkan untuk menghadapi Kolombia.

Messi dan Sergio Ageuro akan dipasangkan di lini depan, dengan Angel di Maria, Leandro Paredes, Rodrigo De Paul, dan Giovanni Lo Celso akan menyokong dari second line.

Di sektor belakang, Nicolas Otamendi, German Pezzella, dan Nicolas Tagliafico hampir pasti akan bermain sejak menit awal dengan Renzo Saravia kemungkinan akan melengkapi kuartet ini. Sementara posisi kiper akan diisi Franco Armani.

Dari kubu lawan, Kolombia masih akan mengandalkan ketajaman bomber AS Monaco, Radamel Falcao, yang juga berperan sebagai kapten tim.

Selain ketajaman Falcao, pelatih anyar Kolombia asal Portugal, Carlos Queiroz tentu mengharapkan tuah Duvan Zapata, striker berusia 28 tahun yang menjalani kampanye 2018/19 yang ciamik bersama Atalanta di Liga Italia Serie A.

Untuk penyuplai, winger Juventus, Juan Cuadrado diharapkan bisa tampil oke di Copa America 2019 untuk membawa Kolombia meraih kejayaan.

Sementara untuk pertahanan, duet centre-back dari Premier League, Davinson Sanchez (Tottenham Hotspur) dan Yerry Mina (Everton) diharapkan bisa menjadi tembok kokoh bagi Los Cafeteros.

Prakiraan Susunan Pemain

Argentina XI (4-4-2): Armani; Saravia, Pezzella, Otamendi, Tagliafico; Paredes, RodrIguez, Lo Celso, Di Maria; Messi, Aguero.

Pelatih: Lionel Scaloni (Argentina)

Kolombia XI (4-3-3): Ospina; Arias, Sanchez, Mina, Tesillo; Cuadrado, Barrios, Uribe; James Rodriguez, Falcao, Duvan Zapata.

Pelatih: Carlos Queiroz (Portugal)

Jika Resmi Latih Chelsea, Frank Lampard akan Ajak Didier Drogba

Suara.com – Frank Lampard dikabarkan sudah hampir pasti bakal menggantikan Maurizio Sarri sebagai manajer Chelsea pada musim 2019/2020. Ia pun bakal mengajak Didier Drogba dalam tugas tersebut.

Maurizio Sarri semakin mendekat ke pintu keluar Stamford Bridge. Sky Sports Italia mengklaim bahwa Chelsea sudah setuju udengan tawaran Juventus untuk melepas mantan arsitek Napoli itu.

Namun, Chelsea masih enggan mengumumkan kabar tersebut sampai mendapatkan pelatih pengganti. Lampard pun menjadi nama yang paling santer akan menggantikan Sarri di kursi pelatih kepala The Blues.

Lampard sendiri dikabarkan sudah mulai membentuk staf pelatih yang tepat untuk menangani Chelsea pada musim depan. Menurut The Sun, salah satu nama yang akan diboyong adalah Didier Drogba.

Montreal, Quebec, CAN; Montreal Impact forward Didier Drogba (11) signs autographs at the half at Stade Saputo. Mandatory Credit: Eric Bolte-USA TODAY SportsMontreal, Quebec, CAN; Montreal Impact forward Didier Drogba (11) signs autographs at the half at Stade Saputo. Mandatory Credit: Eric Bolte-USA TODAY Sports

Drogba yang merupakan rekan Lampard ketika berseragam Chelsea akan ditawari pekerjaan sebagai pelatih striker, seperti yang pernah dilakukan Thierry Henry di Timnas Belgia.

Selain Drogba, Lampard diprediksi juga akan membawa Shay Given ke Chelsea. Mantan kiper Manchester City itu telah menemani Lampard ketika melatih Derby County.

Sementara nasib Gianfranco Zola masih abu-abu jika Lampard datang menangani Chelsea. Pria yang menjadi asisten Chelsea di musim 2018/2019 itu disinyalir akan pergi setelah Sarri ke Juventus.

Dibidik Chelsea Gantikan Sarri, Lampard Siap Jadikan Drogba Tangan Kanan

Suara.com – Frank Lampard kian santer dikabarkan bakal jadi pelatih baru Chelsea menggantikan Maurizio Sarri. Kabar teranyar, Lampard pun disebut ingin mengajak Didier Drogba sebagai tangan kanannya alias sebagai salah satu staf pelatih Chelsea.

Seperti diketahui, Lampard dan Drogba sendiri merupakan legenda hidup Chelsea. Keduanya hampir satu dekade menjadi rekan setim sebagai pemain dan membawa The Blues –julukan Chelsea– meraih gelar demi gelar bergengsi, baik di kancah domestik maupun Eropa.

Lampard saat ini berstatus sebagai pelatih Derby County dan cukup sukses menukangi tim Divisi Championship itu di musim 2018/19, dengan hampir promosi ke Premier League alias Liga Inggris.

Kinerja Lampard tersebut diyakini menarik perhatian Chelsea. Terlebih, kubu The Blues dipercaya memang ingin mendepak Maurizio Sarri dari jabatannya sebagai pelatih kepala klub saat ini, meski belum lama ini berhasil mempersembahkan trofi Liga Europa.

Bak gayung bersambut, Juventus disebut-sebut siap menampung Sarri sebagaimana Max Allegri telah mundur dari kursi kepelatihan klub raksasa Italia di akhir musim 2018/19. 

Disebutkan jika Sarri sudah setuju merapat ke Juventus, namun memang saat ini kubu Chelsea memang masih bernegosiasi dengan pihak Juventus soal kompensasi untuk melepas pelatih berusia 60 tahun itu. 

Well, saga soal bursa pelatih baru Chelsea ini diyakini bisa tuntas pekan depan. Sebagaimana diklaim The Sun, Lampard sendiri memang juga sudah tak sabar untuk meninggalkan Derby dan segera membesut Chelsea, klub yang telah membesarkan namanya sebagai pemain.

Dilansir The Sun, Lampard bakal memplot asistennya di Derby, yakni Jody Morris, yang notabene juga merupakan eks pemain Chelsea, kembali sebagai asistennya di Chelsea.

Nah, jika Morris bakal berperan sebagai asisten manajer Chelsea, maka Drogba akan mengisi posisi staf pelatih. Diklaim bahwa Lampard sudah berdiskusi dengan Drogba untuk menawarinya jabatan khusus sebagai pelatih striker.

Drogba sendiri saat ini telah pensiun sebagai pemain. Ia gantung sepatu pada akhir November 2018 lalu dengan klub Amerika Serikat, Phoenix Rising FC sebagai klub pamungkasnya.

Kalahkan Taiwan, Timnas Futsal Indonesia ke Perempat Final Piala Asia U-20

Suara.com – Timnas futsal Indonesia sukses memetik hasil sempurna di laga perdana penyisihan Grup D Piala Asia U-20, Sabtu (15/6/2019).

Berlaga di Stadion Indoor Pur Sharifi Tabriz, Iran, skuat Garuda menang meyakinkan atas Timnas Taiwan.

Indonesia sudah unggul cepat di awal babak pertama melalui Afif Rizky. Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama.

Pertahanan yang rapuh membuat Timnas Taiwan mampu membalas tiga menit berselang lewat Fu Wei Da.

Timnas Indonesia pun bangkit. Di menit ke-7, Abdussalam berhasil mencatatkan namanya di papan skor.

Filippo Inzaghi memperbesar keunggulan dua menit berselang lewat eksekusi penalti dan mengubah skor jadi 3-1.

Taiwan memperpendek jarak lewat Huang Yu Wei di menit ke-13 melalui tendangan bazoka yang tak mampu dihalau kiper Ahmad Habibie.

Jelang turun minum, Timnas Indonesia kembali menjebol gawang Taiwan melalui Muhammad Sanjaya.

Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia langsung ngegas dan berhasil menambah pundi gol lewat Muhammad Sanjaya di menit ke-28.

Sayang, semenit berselang petaka bagi Timnas Indonesia setelah kiper Ahmad Habibie dikartu merah wasit lantaran melakukan handsball.

Chen Ching Hang yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti Taiwan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Skor pun berubah jadi 5-3.

Anak asuhan Kensuke Takahashi kembali memperbesar keunggulan lewat Muhammad Sanjaya. Kedudukan berubah jadi 6-3.

Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil meyakinkan tersebut membuat Timnas Indonesia dipastikan lolos ke perempat final Piala Asia Futsal U-20.

Di laga kedua yang akan dihelat Minggu (16/6/2019) besok, skuat Garuda akan menghadapi Iraq memperebutkan juara Grup D.

Bintang Ajax Tertarik Gabung Arsenal

Suara.com – Bintang Ajax Amsterdam, Hakim Ziyech rupanya berhasrat melanjutkan kariernya di Premier League alias Liga Inggris. Secara spesifik, sang winger memiliki keinginan untuk bergabung dengan Arsenal di bursa transfer musim panas 2019.

Sumber yang dekat dengan Ziyech mengungkapkan situasi terkini pemain internasional Maroko berusia 26 tahun tersebut.

Ziyech sendiri disebut-sebut memang masuk radar transfer Arsenal di bursa transfer musim panas ini. Selain itu, Bayern Munich juga disebut menginginkan servis pemain yang musim lalu sukses membawa Ajax yang merupakan raksasa Belanda, meraih double di kancah domestik dan lolos ke semifinal Liga Champions.

Sinyal kepergian Ziyech semakin menguat ketika Direktur Olahraga Ajax, Marc Overmars, sempat menyatakan akan membebaskan jika sang pemain memang ingin cabut di musim panas ini.

“Saya tahu, sang pemain (Ziyech) sangat berhasrat dengan klub seperti Arsenal. Ia menyukai Premier League, dan secara khusus Arsenal yang seperti kita  tahu, selalu memainkan sepakbola indah,” beber sebuah sumber yang dekat dengan Ajax kepada Sky Sports Transfer Window Podcast.

“Manchester City di bawah asuhan Pep Guardola memang juga memainkan sepakbola indah sebagaimana Ajax, demikian juga Barcelona di Spanyol. Tapi tidak semua klub seperti ini akan mengantre untuk mendatangkan Ziyech,” celotehnya.

“Saya kira jika Arsenal tidak memiliki Mesut Ozil, mereka akan menjadi klub yang sempurna bagi dia. Saya bisa katakan jika klub-klub Bundesliga juga meminatinya, 2-3 klub,” ungkap sumber tersebut.

Mauro Icardi Dikabarkan akan Perkuat Inter Versi David Beckham

Suara.com – Masa depan Mauro Icardi di Inter Milan tampaknya sudah berakhir. Kabar terbaru, striker asal Argentina itu telah menerima tawaran untuk membela Inter Miami FC.

Menurut surat kabar Argentina Telam dilansir Football Italia, Sabtu (15/6/2019), David Beckham selaku pemilik Inter Miami yang membujuk Icardi untuk berlaga di Major League Soccer (MLS) 2020.

Pemain Inter Milan Mauro Icardi mengikuti sesi latihan [AFP]Pemain Inter Milan Mauro Icardi mengikuti sesi latihan [AFP]

Mauro Icardi sendiri memang sudah dipastikan tidak masuk dalam rencana pelatih baru Inter Milan, Antonio Conte, untuk mengarungi musim 2019/2020.

Sebelumnya, striker 26 tahun itu dengan Inter Milan juga tengah memanas. Ia menolak bermain setelah perawatan cedera yang dianggap oleh staf medis tidak serius. Kemudian, ban kapten Icardi juga telah dicopot.

Di tengah situasi seperti itu, Beckham pun berhasil merayu Icardi untuk membela Inter Miami. Alhasil, mantan top skor Serie A Italia itu akan segera angkat koper dari Giuseppe Meazza.

Inter Miami adalah klub yang didirikan oleh David Bechkam sejak Januari 2018 lalu. Klub ini direncanakan bakal meakoni debut di MLS pada 2020.

Mauro Icardi telah membela Inter Milan sejak 2013. Selama enam musim berseragam Biru-Hitam, ia telah menyumbangkan 124 gol dan 28 assist dari 219 pertandingan.

Pernah Jebol Klub Indonesia, Takefusa Kubo Senang Gabung Real Madrid

Suara.com – Real Madrid resmi mendapatkan jasa Takefusa Kubo, gelandang asal dari FC Tokyo yang dijuluki sebagai ‘Lionel Messi dari Jepang’ pada Jumat (14/6/2019) waktu setempat.

Menurut Football-Espana, pemain yang pernah mencetak dua gol ke gawang Bhayangkara FC pada 27 Januari 2018 lalu itu diboyong dengan harga 2 juta euro dengan kontrak berdurasi enam tahun.

Kubo pun turut mengomentari transfernya ke Real Madrid. Ia mengaku senang bisa bisa bergabung klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu.

“Saya sangat senang bisa menandatangani kontrak untuk Real Madrid. Saya tenang, ini hari yang biasa, tapi saya sangat senang,” singkat pemain 18 tahun itu kepada Marca.

Kepindahan Kubo ke Real Madrid pun terbilang menarik. Sebab, ia pernah menimba ilmu di La Masia ketika direkrut dari Kawasaki Frontale pada 2010.

Namun, lima tahun kemudian, skuat Blaugrana terpaksa melepasnya ke FC Tokyo lantaran dikenai sanksi perekrutan pemain di bawah umur secara ilegal.

Kubo menjadi pembelian keenam Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2019. Sebelumnya, Los Blancos telah mendatangkan Rodrygo, Eder Militao, Luka Jovic, Ferland Mendy, dan Eden Hazard.

Cerita Luis Suarez Mogok Antar Anak ke Sekolah karena Kalah dari Liverpool

Suara.com – Kekalahan Barcelona atas Liverpool pada semifinal Liga Champions lalu ternyata memberikan efek sakit hati bagi skuat Blaugrana. Striker Luis Suarez misalnya.

Barcelona tersingkir dari Liga Champions 2018/2019. Sempat unggul 3-0 pada leg pertama di Camp Nou, skuat Blaugrana tidak disangka digulung 0-4 ketika melawan Liverpool di Anfield.

Kekalahan itu pun membuat hati Suarez hancur lebur. Bahkan, setelah kekalahan itu, ia mengaku sempat mogok mengantarkan anaknya ke sekolah karena tidak mood untuk melakukan apapun.

Reaksi striker Barcelona Luis Suarez saat menghadapi Villarreal yang berakhir imbang 4-4 La Ceramica stadium. JOSE JORDAN / AFPReaksi striker Barcelona Luis Suarez saat menghadapi Villarreal yang berakhir imbang 4-4 La Ceramica stadium. JOSE JORDAN / AFP

“Hari setelahnya, kembali ke Barcelona, itu adalah momen terburuk dalam hidup dan karier saya, sama dengan kegagalan di Piala Dunia 2014. Saya ingin menghilang saja dari dunia ini,” kata Suarez kepada Fox Sport.

“Saya tidak mau mengantar anak saya ke sekolah, semua bisa melihat bahwa saya dalam kondisi yang sangat buruk. Saya punya hari-hari di mana tidak ingin melakukan apapun, itu adalah saat-saat yang sulit,” tuturnya menambahkan.

Saat ini, Suarez tengah fokus membela Timnas Uruguay di Copa America 2019. Mantan striker Liverpool itu tentu tidak ingin mengulang sakitnya kegagalan bersama tim nasional.

Pelatih Timnas Argentina Bakal Pensiun jika Juarai Copa America 2019

Suara.com – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, bercanda bahwa akan pensiun sebagai pelatih jika La Albiceleste memenangkan Copa America 2019 di Brasil. Hal itu karena negaranya sudah lama tidak juara.

Argentina menjadi runner-up Copa America dalam dua edisi terakhir, yakni pada edisi 2015 dan 2016. Mereka gagal juara setelah dua kali kalah dari Chile melalui drama titik putih.

Argentina juga gagal hanya mampu melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Kekalahan itu membuat pelatoh Jorge Sampaoli mundur dan Lionel Messi pensiun dari Timnas Argentina.

La Albiceleste terakhir megangkat trofi juara di ajang Copa America 1993. Oleh sebab itu, Argentina kini bakal berjuang sekuat tenaga agar bisa memenangkan kejuaraan kali ini.

“Jika kita memenangkan Copa America, saya akan pensiun,” seloroh Scaloni seperti dikutip dari Sportskeeda.

“Tim ini mencapai dua final Copa America. Sangat penting untuk memikirkannya dan tahu bahwa sangat sulit untuk mencapai sana dan tidak ada yang dimenangkan. Ini akan sangat sulit dan rumit,” imbuhnya.

“Kami di sini untuk memainkan semua pertandingan dan untuk menunjukkan bahwa para pemain ini dapat bermain dengan jersey ini,” tutur pelatih 41 tahun itu menambahkan.

Argentina berada di Grup B bersama Kolombia, Paraguay, dan Qatar. Pada laga perdana, Lionel Messi cs akan menghadapi Kolombia di Itaipava Arena Fonte Nova, Salvador, Sabtu (15/06/19).

Kasihan, Ini Alasan Massimiliano Allegri Pilih Cuti Selama Setahun

Suara.com – Sebuah pengakuan mengejutkan diungkap oleh mantan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri. Ia mengaku memilih cuti selama setahun karena tidak ada tawaran untuk melakukan pekerjaan di musim 2019/2020.

Allegri mengakhiri kerja sama bersama Juventus pada akhir musim 2018/2019. Selama lima musim menukangi skuat Si Nyonya Tua, ia telah memenangkan lima trofi Scudetto dan empat Coppa Italia.

Prestasi itu digadang membuat Allegri tidak akan kesulitan untuk menemukan pekerjaan baru. Di sisi lain, selama ini juga telah muncul rumor ketertarikan dari klub besar Eropa, seperti Paris Saint-Germain (PSG) dan Chelsea.

Namun, menurut pengakuan Allegri, tidak ada satupun penawaran pekerjaan yang menghampiri dirinya. Oleh sebab itu, tak ada alasan lagi selain memutuskan untuk cuti setahun.

“Yah keputusan saya bahkan lebih mudah diambil daripada yang saya harapkan, mengingat saya belum mendapat tawaran dari tim mana pun. Jadi aku harus berhenti,” kata Allegri, dikutip dari Sportskeeda.

“Kita di sini hari ini dalam cuaca yang hangat ini, mari kita berlari dan kita siap untuk liburan,” tuturnya menambahkan.

Allegri memang pelatih yang tidak memiliki nama besar saat belum menangani Juventus. Bahkan, ia sempat mendapat penolakan oleh suporter ketika manajemen klub Kota Turin menunjuk mantan pelatih AC Milan itu sebagai pelatih pada Juli 2014 silam.

Ronaldo Ingin Juventus Boyong Pemain ‘Buangan’ Real Madrid

Suara.com – Cristiano Ronaldo ingin Juventus mendatangkan pemain ‘buangan’ Real Madrid, James Rodriguez, pada bursa transfer musim panas 2019.

James dua musim terakhir dipinjamkan oleh Real Madrid ke Bayern Munchen. Pemain internasional Kolombia itu akan pulang ke Santiago Bernabeu karena masih terikat kontrak sampai 2021.

Namun, jasa James belum tentu dibutuhkan oleh Real Madrid. Sebab, yang melempar gelandang 27 tahun itu pertama kalinya ke Bayern Munchen adalah Zinedine Zidane pada 2017.

Meski demikian, James tampaknya tidak akan panik karena telah mendapat ajakan bergabung Juventus oleh Cristiano Ronaldo. Hal itu diungkap oleh legenda Bayern Munchen, Lothar Matthaus.

“Kami [saya dan Rodriguez] berbincang dua pekan lalu, saat perayaan juara Bundesliga Bayern. Saya memikirkan dia di Juventus,” kata Matthaus kepada AS.

“Dia sangat dekat dengan Cristiano Ronaldo dan dia [James] bilang ke saya bahwa dia sudah melakukan kontak dengannya. Dia [Ronaldo] bilang kepadanya menginginkannya di Juventus,” lanjutnya.

“Saya paham kenapa sebab James bisa melayani Ronaldo jadi dia bisa mencetak gol dan keduanya akan bersinar,” tuturnya menutup.

Peluang Juventus untuk memboyong James terbilang terbuka lebar, jika melihat situasi saat ini. Namun, kendala klub Kota Turin adalah masalah harga yang tinggi, yakni sekitar 80 juta euro atau Rp1,28 triliun.

Persija Keok dari Tim Junior, Begini Tanggapan Julio Banuelos

Suara.com – Persija Jakarta menelan kekalahan dari juniornya Persija U-20 saat menggelar laga uji coba di kawasan Sawangan, Depok, Jumat (14/6/2019). Persija kalah tipis dengan skor 0-1.

Persija sengaja menggelar uji coba tersebut sebagai persiapan jelang kembali bergulirnya Liga 1 2019. Macan Kemayoran –julukan Persija– akan melakoni pekan kelima Melawan Persela Lamongan pada 22 Juni mendatang.

Selain itu, pertandingan tersebut sengaja dilakukan agar pelatih anyar Persija, Julio Banuelos, mengukur kemampuan anak asuhannya. Oleh sebab itu, juru racik asal Spanyol tersebut tidak memperdulikan hasil pertandingan.

“Skor tidak terlalu penting untuk saya. Terpenting bagaimana melihat para pemain bermain setelah selama ini berlatih bersama saya. Sejauh ini sangat bagus performa semua pemain,” kata Banuelos, Sabtu (15/6/2019).

Menurut Julio, semua pemain Persija Jakarta yang diturunkan bisa mengikuti keinginannya di atas lapangan. Oleh sebab itu, ia cukup puas pekembangan yang ditunjukkan Ismed Sofyan dan kawan-kawan.

Dari uji coba ini bisa dilihat apa yang menjadi kekurangan tim. Sehingga pembenahan bisa segera dilakukan.

“Semua bermain sangat bagus. Tapi sekali lagi yang terpenting hari ini adalah bisa mendapatkan permainan yang bagus, bisa menampilkan apa yang saya mau setelah selama ini latihan, latihan, dan latihan minggu depan mungkin semua pemain timnas akan istirahat,” terang Julio.

Sementara itu, pelatih berpaspor Spanyol itu memberikan pujian kepada tim junior Persija U-20 yang mampu tampil gemilang di laga uji coba. Menurutnya, Macan Muda memiliki progres yang bagus.

“Sangat bagus Persija U-20 juga, sama seperti tim utama. Mereka bisa mengimbangi, kerja sama mereka sangat bagus. Semua bagus dari pelatih sampai direktur akademi,” tutur mantan asisten timnas Indonesia U-23 era Luis Milla ini.

Tuai Kekalahan, Yanto Basna Ngaku Nyaman dengan Formasi Baru Timnas

Suara.com – Formasi 3-4-3 yang diterapkan oleh pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy menuai kontroversi. Hal ini merupakan buntut kekalahan skuat Garuda usai kalah telak saat beruji coba dengan Yordania dengan skor 1-4 dengan formasi tersebut.

Ya, formasi 3-4-3 memang terbilang cukup asing di sepak bola Indonesia. Pelatih-pelatih yang ada di Indonesia lebih sering menggunakan taktik 4-3-3 atau 4-4-2.

McMenemy merasa pakem 3-4-3 yang dibuatnya sangatlah cocok untuk timnas Indonesia. Selain itu, juru taktik asal Skotlandia itu ingin agar para pemain timnas Indonesia belajar dengan taktik barunya ini.

Namun, sebagian kalangan menilai pembelajaran taktik 3-4-3 tidak tepat diterapkan saat menjalani uji coba internasional. Hasilnya, Indonesia menelan kekalahan sehingga mempengaruhi ranking Indonesia di FIFA.

Bek timnas Indonesia Rudolof Yanto Basna membela formasi sang juru taktik. Ia mengaku tidak ada masalah dengan taktik 3-4-3. Menurutnya, para pemain cukup nyaman dengan formasi tersebut.

“Memang itu baru buat kami, karena timnas baru kali ini pake formasi 3-4-3. Tapi teman-teman bermain nyaman dengan formasi ini,” kata Basna di Jakarta, Jumat (14/6/2019) malam.

Pemain yang merumput di Thailand bersama klub Sukhothai itu mengatakan kekalahan di Yordania menjadi pembelajaran berarti untuk tim Merah Putih. Iapun cukup percaya diri dengan formasi 3-4-3 ke depannya.

“Saya pikir tinggal kami benahi kekurangan, pasti ke depan jauh lebih baik,” katanya.

Terdekat, timnas Indonesia akan menghadapi Republik Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Bukan tidak mungkin McMenemy kembali menggunakan taktik tersebut di laga itu.

Sementara laga melawan Vanuatu menjadi partai penutup Indonesia pada Juni 2019 ini. Laga uji coba ini jadi persiapan tim menuju Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Kualifikasi Piala Asia 2023.

Kalahkan Bolivia, Brasil Sukses Runtuhkan Nasib Sial Pakai Jersey Putih

Suara.com – Brasil sukses mengawali perjalanannya di Copa America 2019 dengan kemenangan meyakinkan atas Bolivia 3-0, Sabtu (15/6/2019) pagi. Kemenangan itu sekaligus meruntuhkan nasib sial yang menghampiri skuat Samba kala mengenakan jersey berwarna putih.

Berlaga di Stadion Morumbi, Sao Paulo tanpa kehadiran Neymar, Brasil sempat tampil kurang meyakinkan di awal laga. Bahkan, mereka dibuat kerepotan untuk menjebol pertahanan Bolivia yang solid.

Namun, Phillipe Coutinho mampu membuka asa untuk skuat Selecao. Eksekusi penalti penyerang Barcelona di menit ke-50 membuat kepercayaan diri para penggawa Brasil kembali.

Benar saja. Setelah gol penalti tersebut, pertahanan Bolivia runtuh. Coutinho pun mencetak brace dan ditutup sebiji gol dari Soares yang masuk di babak kedua menggantikan D. Neres.

Ekspresi gelandang serang Brasil Philipe Coutinho usai membobol gawang Bolivia di laga perdana Copa America 2019, Sabtu (15/6/2019) pagi WIB. (AFP)Ekspresi gelandang serang Brasil Philipe Coutinho usai membobol gawang Bolivia di laga perdana Copa America 2019, Sabtu (15/6/2019) pagi WIB. (AFP)

Selain hasil meyakinkan 3-0 yang diraih, hal lain yang juga jadi sorotan dari Timnas Brasil yakni jersey putih yang dikenakannya untuk kali pertama sejak 70 tahun silam.

Seperti dilansir dari ESPN, Brasil diketahui menghindari warna putih pada jerseynya untuk melakoni laga kompetitif sejak 1957.

Alasannya, warna putih membuat Brasil berulangkali mengalami nasib sial. Lihat saja saat menghadapi Uruguay pada final Piala Dunia 1950 silam, Brasil yang berstatus sebagai tuan rumah gagal merebut trofi paling bergengsi tersebut.

Hal serupa juga terjadi di final Kejuaraan Amerika Selatan 1953 yang merupakan cikal bakal Copa America. Di mana kala itu Brasil keok dari Paraguay.

Gara-gara kegagalan nan identik itu, pengurus federasi sepak bola Brasil sampai membuat sayembara desain baru untuk jersey Timnas Brasil. Dari situlah kemudian muncul desain warna kuning pada jersey Brasil.

Entah kebetulan atau tidak, semenjak mengenakan jersey warna kuning itu, Brasil tampil trengginas. Mereka mampu jadi kampium Piala Dunia sebanyak lima kali. Torehan yang sampai hari ini urung mampu disaingi negara lain.

Ronaldo (kanan) dan Rivaldo melakukan selebrasi saat Brasil menjuarai Piala Dunia 2002 (DANIEL GARCIA / AFP)Ronaldo (kanan) dan Rivaldo melakukan selebrasi saat Brasil menjuarai Piala Dunia 2002 (DANIEL GARCIA / AFP)

Namun, seiring berjalannya waktu, federasi sepak bola Brasil kembali mengeluarkan kebijakan untuk mengenakan jersey warna putihnya. Latar belakangnya didasari penghormatan pada tim Brasil era 1919 yang untuk kali pertama jadi juara pada ajang yang saat ini dikenal sebagai Copa America.

Dan sepertinya nasib sial yang jadi embel-embel di balik jersey warna putih itu dengan sendirinya mulai pudar. Nyatanya, Brasil mampu memetik kemenangan meyakinkan di laga pembuka Copa America 2019.

Brasil pun saat ini dijagokan bakal kembali menjadi kampium Copa America. Catatan menunjukkan selama tiga kali menjadi tuan rumah, yakni pada 1919, 1922 dan 1949, Selecao selalu jadi jawara.

Timnas Berpeluang Turun ke Pot 5 Kualifikasi Piala Dunia 2022, McMenemy Cuek

Suara.com – Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy berkomentar terkait kemungkinan timnya turun ke Pot lima pada drawing kualifikasi Piala Dunia 2022. Hal ini dikarenakan, Timnas Indonesia menelan kekalahan 1-4 dari Yordania pada laga uji coba yang berlangsung, Selasa (11/6/2019).

Kekalahan tersebut berimbas pada ranking FIFA. Bukan tidak mungkin, peringkat Indonesia bakal turun setelah menelan kekalahan tersebut.

Di tempat lain, pesaing Indonesia dari Asia Tenggara yakni, Timnas Malaysia menang telak dengan agregat 12-2 saat berhadapan dengan Timor Leste pada putaran pertama kualifikasi Piala Dunia 2022.

Kemenangan dengan skor besar tersebut akan membuat ranking Malaysia naik dan mengungguli Indonesia.

Hasil tersebut bisa berimbas pada drawing Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Malaysia bisa menggantikan tempat Indonesia yang sebelumnya ada di Pot empat.

Sementara Timnas Indonesia akan turun ke Pot lima menggantikan Malaysia. Tentu, jika hal ini terjadi akan sangat merugikan.

Pasalnya, Indonesia akan menghadapi lawan-lawan kuat di babak kualifikasi. Meski begitu, McMenemy mengaku tidak ambil pusing turunnya peringkat Indonesia.

“Malaysia menang dan naik FIFA ranking? Saya nggak peduli, karena sebelumnya kita ada di pot empat lalu ke pot lima,” kata Simon McMenemy, Jumat (14/6/2019).

“Karena sudah ada tim dari pot empat yang sudah kami kalahkan yakni timnas Myanmar,” McMenemy menambahkan.

Ditemui terpisah, Direktur Media dan Hubungan Promosi Digital PSSI Gatot Widakdo berdalih Pot empat timnas Indonesia tidak akan berubah. Ia yakin penentuan pot didasari dari peringkat FIFA per bulan Mei 2019.

“Pembagian pot Piala Dunia sudah ditentukan lewat update peringkat FIFA per Mei lalu di mana Indonesia berada di peringkat ke-32 Asia atau batas akhir yang ada di pot empat,” ujar Gatot Widakdo.

Copa America 2019: Coutinho Gemilang, Brasil Gunduli Bolivia 3-0

Suara.com – Brasil sukses mengawali perjalanan mereka di ajang Copa America 2019 dengan menundukkan Bolivia 3-0 tanpa balas. Menjamu Bolivia di Cicero Pompeu de Toledo Stadium, Sabtu (15/6/2019) pagi WIB, Brasil cukup kesulitan membobol gawang sang tamu di babak pertama.

Dalam laga tersebut, Brasil harus bermain tanpa sang megabintang Neymar karena dirundung cedera. Brasil pun harus melangkah di ajang Copa America 2019 dengan kekhawatiran.

Mengawali laga perdananya, pelatih Brasil Tite memasang Roberto Firmino sebagai ujung tombak di depan. Striker Liverpool itu disokong oleh trio Richarlison, Coutinho dan D. Neres.

Jalannya Pertandingan

Mengawali laga perdana di Copa America 2019, sejatinya Bolivia tampil cukup apik. Terbukti, sejumlah serangan Brasil yang dimotori trio Coutinho, Richarlison dan Firmino tak ada yang berujung gol. Babak pertama pun berakhir imbang 0-0.

12 kali tembakan anak-anak Brasil ke arah gawang Bolivia di babak pertama tak ada satupun yang berujung gol. Tembakan keras Coutinho, begitu juga sepakan dari Richarlison maupun Firmino berhasil ditahan anak-anak Bolivia.

Meski terus dikurung hampir separuh lapangan, Bolivia bukan tanpa perlawanan. Setidaknya dua kali, barisan depan Bolivia berhasil mengancam gawang Brasil yang dijaga Alisson Becker. Hingga peluit tanda babak pertama berakhir skor imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, pola permainan tak berubah. Brasil langsung tancap gas, hingga akhirnya gol Brasil tercipta di saat 5 menit babak kedua dimulai.

Tepatnya di menit ke-50, Brasil mendapatkan hadiah penalti usai salah seorang pemain Bolivia tertangkap kamera handsball saat menahan sepakan keras Richarlison dari sisi kiri pertahanan Bolivia.

Coutinho yang menjadi algojo sukses menyarangkan bola di sisi kanan gawang Bolivia yang dijaga kiper C. Lampe.

Laga baru berjalan tiga menit usai gol penalti tercipta, Countinho kembali mencatatkan namanya di papan skor, tepatnya di menit ke-53.

Para pemain Brasil merayakan gol Philipe Coutinho di laga perdana Copa America 2019 antara Brasil vs Bolivia, Sabtu (15/6/2019) pagi WIB. (AFP)Para pemain Brasil merayakan gol Philipe Coutinho di laga perdana Copa America 2019 antara Brasil vs Bolivia, Sabtu (15/6/2019) pagi WIB. (AFP)

Gol bermula dari terobosan bola di sisi kiri Bolivia, Firmino yang sendirian langsung menyisir sisi pertahanan Bolivia. Bola langsung dilepas ke arah depan gawang Bolivia. Coutinho yang berlari sendiri langsung menyambut umpan manis tersebut dengan tandukan telak ke gawang Bolivia dan Gol! 2-0 untuk Brasil.

Setelahnya permainan tampak tak berubah. Brasil berulangkali mengancam gawang Bolivia. Kedua kesebelasan pun mengganti sejumlah pemainnya untuk menambah daya juang.

Hingga kemudian di menit ke-85, gol ketiga Brasil kembali tercipta. Kali ini bermula dari sepakan keras pemain pengganti Everton Soares.

Tak lama usai masuk menggantikan D. Neres, Soares yang menerima umpan di sisi jauh sebelah kanan pertahanan Bolivia langsung menggiring bola mendekati area pertahanan lawan. Dengan sedikit gocekan dan mengatur posisi, sang pemain langsung melepaskan tendangan keras ke arah gawang Bolivia. Kiper Bolivia, C. Lampe hanya terbengong melihat bola meluncur deras ke sisi kiri pojok gawangnya.

Hingga peluit akhir tanda pertandingan usai, skor 3-0 untuk Brasil tak berubah. Brasil pun mantap berada di puncak klasemen sementara grup A Copa America 2019 dengan poin 3.

Susunan pemain:

Brasil: Alisson, D Alves, Marquinhos, T Silva, Felipe Luis, Fernandinho, Casemiro, Richarlison, P Coutinho, D Neres, Roberto Firmino
Pelatih: Tite

Bolivia: C Lampe, M Bejarano, A Jusino, L Haquin, D Bejarano, A Chumacero, F Saucedo, L Justiniano, E Saavredo, R Castro, M Moreno
Pelatih: E Villegas