Leicester Kalahkan Man United Dapatkan Tielemens, Brendan Rodgers Girang

Suara.com – Klub Premier League, Leicester City kembali memecahkan rekor transfer pembelian mereka untuk mempermanenkan gelandang sentral, Youri Tielemans dari AS Monaco.

Kepastian perekrutan Tielemans ini diumumkan laman resmi Leicester, Selasa (9/7/2019) WIB. Sebelumnya, Manchester United sejatinya juga cukup santer dikabarkan ingin meminang Tielemans.

Tielemans sendiri sudah memperkuat Leicester di paruh kedua musim lalu dengan status pinjaman dari AS Monaco. Dan kubu The Foxes –julukan Leicester– akhirnya mempermanenkan status sang gelandang di bursa transfer musim panas 2019 ini.

Pihak Leicester memang tak menyebutkan berapa nilai transfer Tielemans, namun sederet media ternama Inggris mengklaim jika The Foxes membayarkan 40 juta pounds (sekira Rp 706 miliar) untuk menebus pemain internasional Belgia itu.

Nilai tersebut melampaui jumlah yang harus dikeluarkan Leicester untuk memboyong Ayoze Perez dari Newcastle United pekan lalu.

Seperti diketahui, Leicester memecahkan rekor pembelian mereka di pasar transfer ketika memboyong Perez dengan harga 30 juta pounds pekan lalu.

Tielemans sendiri dipastikan meneken kontrak empat tahun di Leicester dan menjadi pemain ketiga rekrutan The Foxes pada musim panas ini, menyusul James Justin dan Perez.

Pelatih Leicester, Brendan Rodgers pun tak bisa menyembunyikan kegirangannya usai Tielemans resmi dipermanenkan.

Rodgers sendiri mengakui jika pemain berusia 22 tahun itu juga diminati klub lain di musim panas ini, meski tak menyebut secara detil nama klub tersebut.

“Ini adalah waktu yang sangat menyenangkan bagi klub sepakbola ini (Leicester). Bisa membawa pemain dengan kualitas yang dimiliki Youri ke sini adalah indikasi dari rasa lapar akan kesuksesan kami di sini,” celoteh Rodgers di laman resmi Leicester.

“Kami beruntung memilikinya, karena dia juga diminati klub lain di musim panas ini. Namun, Youri telah mantap dan dia memang hanya ingin bergabung bersama kami, setelah beradaptasi cepat dan tampil bagus pada paruh kedua musim lalu. Saya sangat gembira,” sambungnya.

“Youri sangat cocok dengan skuat musim lalu. Dia telah menunjukkan apa yang dia bisa lakukan untuk membuat dampak di Liga Inggris, dan dia memberi satu pilihan lain dari kelompok pemain yang sangat bertalenta di Leicester City,” tandas eks pelatih Liverpool itu.

Dapat Lampu Hijau Pergi dari PSG, Neymar Fix ke Barcelona?

Suara.com – Bintang Paris Saint-Germain, Neymar mendapat lampu hijau untuk meninggalkan klub di musim ini. Hal itu disampaikan Direktur Olahraga PSG, Leonardo de Araujo baru-baru ini.

Geliat eks pemain Santos untuk meninggalkan Paris, sudah terlihat cukup lama. Ketidaknyamanan bersama raksasa Prancis setelah kalah dari Rennes pada Coupe de France 2019 diduga menjadi alasan Neymar ingin segera hengkang. Bahkan, dia dilaporkan telah berkomunikasi dengan Lionel Messi untuk kembali ke Camp Nou.

Kendati demikian, pemain 27 tahun ini belum memberi pernyataan pasti apakah bakal hengkang di musim ini atau tidak. Namun, Direktur Olahraga PSG, Leonardo de Araujo mengakui bersedia membiarkan dia pergi.

“Neymar diizinkan meninggalkan klub, namun dengan tawaran yang dapat meyakinkan kami. Ada tidaknya klub yang ingin merekrutnya saat ini kami tidak yakin,” kata Leonardo dilansir Le Parisien, Selasa (9/7/2019).

“Saya paham negosiasi ini (melepas Neymar) akan memakan waktu lama. Kami tak melihat Barcelona dalam posisi ingin membeli pemain. PSG hanya mempercayai pemain yang ingin tinggal dan membangun sesuatu yang besar di klub,” ungkap dia.

Bintang Paris Saint-Germain asal Brasil Neymar merayakan golnya dari titik penalti ke gawang Monaco di "Louis II Stadium". YANN COATSALIOU / AFPBintang Paris Saint-Germain asal Brasil Neymar merayakan golnya dari titik penalti ke gawang Monaco di “Louis II Stadium”. YANN COATSALIOU / AFP

Leonardo menambahkan, Neymar masih memilki tiga musim untuk bermain di Parc des Princes.

Di sisi lain, tawaran dari klub-klub besar yang ingin menggaetnya belum pernah dia terima hingga hari ini.

“Satu hal paling pasti bahwa Neymar masih memiliki kontrak tiga tahun. Kami belum mendapat penawaran. Tidak ada rencana dengan atau tanpa Neymar. Kamu juga tak memilki tawaran serius untuk dia,” tukasnya.

Beberapa media Prancis menyebut jika Neymar masih berada di Brasil usai merayakan kemenangan Tim SAmba sebagai juara Copa America 2019.

Rencananya dia bakal menunggu hingga 15 Juli 2019 untuk kembali ke Prancis seraya menunggu tawaran Barcelona untuk merekrut kembali dirinya.

Eden Hazard Update Status Latihan Perdana di Madrid, Fans Chelsea Baper

Suara.com – Ditebus dari Chelsea dengan mahar hingga 100 juta euro atau sekitar Rp1,5 triliun, Eden Hazard menjelma jadi bintang baru di Real Madrid.

Setelah pekan lalu dikenalkan di hadapan 50 ribu orang di Santiago Bernabeu, minggu ini penyerang asal Belgia itu mulai menjalani debutnya berlatih bersama penggawa Real Madrid lainnya.

Momen istimewanya menjalani hari pertama latihan di Real Madrid itu sempat dibagikan lewat akun Twitternya.

Untuk pertama kalinya sejak 13 Juni lalu usai diperkenalkan sebagai penggawa anyar El Real, Hazard melakukan update status di Twitternya.

Disertai foto diri mengenakan jersey latihan Real Madrid lengkap dengan latar logo klub, Hazard berkicau berkicau tentang hari pertamanya dengan suasana baru.

Pemain anyar Real Madrid, Eden Hazard. [@hazardeden / Twitter]Pemain anyar Real Madrid, Eden Hazard. [@hazardeden / Twitter]

“Hari pertama di tempat kerja yang baru,” tulisnya dalam bahasa Inggris dan Prancis.

Kicauannya itu ditanggapi beragam oleh para fansnya.

Tak sedikit dari para penggemarnya di Chelsea yang tampak urung move on.

Ini seperti yang dikicaukan oleh akun @grace_primrose0 yang mengungkapkan kerinduannya.

“kami merindukanmu,” tulisnya.

Sementara akun @CFCFutbol_ mengirimkan sebuah gambar animasi orang menangis untuk menunjukkan betapa sedihnya ia ditinggal Hazard menyebrang ke Real Madrid.

Resmi Gaet Tielemans, Leicester City Pecahkan Rekor Transfer Klub (Lagi)

Suara.com – Klub Premier League, Leicester City kembali memecahkan rekor transfer pembelian mereka untuk mempermanenkan gelandang sentral, Youri Tielemans, dari AS Monaco.

Kepastian perekrutan Tielemans ini diumumkan laman resmi Leicester, Selasa (9/7/2019) WIB.

Sebelumnya, Tielemans sendiri sudah memperkuat Leicester di paruh kedua musim lalu dengan status pinjaman dari AS Monaco. Dan kubu The Foxes –julukan Leicester– akhirnya mempermanenkan status sang gelandang di bursa transfer musim panas ini.

Pihak Leicester memang tak menyebutkan berapa nilai transfer Tielemans, namun sederet media ternama Inggris mengklaim jika The Foxes membayarkan 40 juta pounds (sekira Rp 706 miliar) untuk menebus pemain internasional Belgia itu.

Nilai tersebut melampaui jumlah yang harus dikeluarkan Leicester untuk memboyong Ayoze Perez dari Newcastle United pekan lalu.

Seperti diketahui, Leicester memecahkan rekor pembelian mereka di pasar transfer ketika memboyong Perez dengan harga 30 juta pounds pekan lalu.

Tielemans sendiri dipastikan meneken kontrak empat tahun di Leicester dan menjadi pemain ketiga rekrutan skuat Brendan Rodgers pada musim panas ini, menyusul James Justin dan Perez.

“Sangat menyenangkan bisa bergabung dengan klub sepakbola ini,” kata Tielemans seperti dimuat laman resmi Leicester.

“Saya yakin jika kami memiliki talenta di skuat kami untuk meraih sesuatu yang spesial, dan bagi setiap pemain adalah menyenangkan bisa menjadi bagian di sini,” sambung pemain berusia 22 tahun itu.

“Saya tak sabar untuk memulai lagi dengan klub ini dan melakukan apa yang saya bisa untuk membantu rekan-rekan setim,” tukas eks pemain Anderlecht itu.

Belum Pulih, Andritany Kembali Berlatih Bersama Persija

Suara.com – Penjaga gawang Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, mulai kembali berlatih bersama rekan-rekan satu timnya pada Senin (8/7/2019) sore, dengan didampingi intensif tim dokter yang memantau pemulihan cedera patah tangan.

“Ya latihan,” kata Andritany di Lapangan Sutasoma Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, dikutip dari Antara.

Andritany mengalami cedera patah tangan sejak semifinal leg perdana Piala Indonesia pada 29 Juni 2019 menghadapi Borneo FC.

Dokter Persija Jakarta, Donny Kurniawan, mengungkapkan kondisi pemulihan tangan kiri Andritany membutuhkan waktu panjang hingga benar-benar pulih.

“Andritany masih perlu waktu lama untuk pemulihan tangan,” kata Donny saat mendampingi Andritany berlatih.

Dalam sesi latihan selama dua jam di lapangan milik TNI Angkatan Udara RI itu, telapak tangan kiri Andritany dibalut oleh sarung tangan hitam.

Andritany nampak menjalani sesi latihan secara terpisah dari zona fisik yang dijalani koleganya.

Andritany mengisi waktu berlatih dengan lari santai mengelilingi lapangan ditemani Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan.

Sementara Donny bersama tim medis mengawasi jalannya latihan dari tribun penonton sambil sesekali memberi arahan kepada Andritany.

Feby Eka Antusias Hadapi Persib di SUGBK

Suara.com – Pemain muda Persija Jakarta, Feby Eka Putra, mengaku antusias menatap laga sarat gengsi kontra Persib Bandung yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

“Semua orang tahu ini pertandingan yang besar dengan rivalitas dan gengsi yang tinggi. Tentu saya akan antusias sekali jika dipercaya bermain dalam pertandingan nanti,” kata Feby saat ditemui di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma, Senin (8/7/2019).

“Saya selalu siap memberikan yang terbaik di setiap latihan dan juga tidak lupa berdoa untuk setiap aktivitas yang saya jalankan,” jelasnya.

Pemain berusia 20 tahun itu dipercaya oleh Julio Banuelos sebagai starter di sejumlah pertandingan. Sebut saja pertandingan kontra Persela Lamongan, Sabtu (22/7/2019) dan PSS Sleman, Rabu (3/7/2019).

Namun, eks pemain Bali United ini belum pernah merasakan tampil 90 menit di pertandingan bersama Persija. Oleh karena itu ia akan berusaha lebih keras untuk mendapatkan kepercayaan lebih dari Banuelos.

“Alhamdulillah saya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh coach (Banuelos), mungkin mereka melihat kinerja saya bagus, dan saya memang tidak cepat puas dalam setiap permainan yang saya berikan dalam pertandingan,” ungkapnya.

“Selain itu, saya di sini banyak belajar sama senior sama pemain lain, dan pelatih juga. Semoga saja ke depan saya bisa lebih baik lagi dari saat ini,” pungkas pemain timnas Indonesia U-23 itu.

Perez: Persib dan Persija Seperti El Clasico

Suara.com – Asisten Pelatih Persija Jakarta Eduardo Perez angkat bicara tentang pertandingan Liga 1 2019 kontra Persib Bandung yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Eduardo mengaku paham jika pertandingan kontra Persib adalah pertandingan sarat gengsi mengingat rivalitas kedua tim.

“Persib dan Persija seperti El Classico ya saya tahu, saya juga tahu sebelumya Persib kalah atas Persebaya. Tapi laga nanti jelas jauh berbeda kita tahu big match dan rivalitas tinggi di laga ini,” katanya saat ditemui usai latihan di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma, Senin (8/7/1019).

“Tentu saja Persib datang dengan keinginan menang dan kita juga ingin menang. Saya harap dan yakin nanti akan menjadi laga yang menarik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Eduardo menyadari pertandingan melawan Persib tidak akan mudah. Sebab, tim Pangeran Biru banyak dihuni oleh pemain-pemain yang memiliki kualitas.

Lelaki asal Spanyol itu mengaku jika Persib pasti termotivasi untuk memenangkan pertandingan. Apalagi, sebelum melawan Persija, tim asuhan Robert Rene Alberts itu takluk 0-4 oleh Persebaya Surabaya.

“Kita tahu Persib seperti apa dan kita juga sudah menganalisa permainan mereka. Mereka punya pemain yang bagus dan merupakan tim yang kuat tentu menjadi sangat sulit untuk laga nanti, tapi pada saat ini saya pikir kita juga sangat kuat,” ungkapnya.

“Meskipun Persib kalah di laga sebelumnya tapi saya tahu pasti para pemain di liga ini merupakan pemain profesional. Saya pikir tahun ini Liga 1 memiliki level yang tinggi dengan tim yang bagus-bagus, tentu laga nanti berbeda dengan laga lainnya karena ini El Classico,” pungkasnya.

Sepak Bola Putri Ditolak di Aceh, Anggota Exco PSSI Berharap Ada Mediasi

Suara.com – Sejumlah laki-laki yang tergabung dalam organisasi massa dan juga organisasi intra-kampus, mengecam serta menolak turnamen sepak bola putri bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Kota Lhokseumawe, Aceh, pada akhir Juni 2019.

Kelompok tersebut mengecam turnamen sepak bola putri level U-17 ini dianggap menjatuhkan harkat dan martabat masyarakat Aceh, sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Papat Yunisal menyadari adanya perbedaan persepsi soal masalah ini. Oleh sebab itu, ia berharap adanya mediasi yang dilakukan guna mengatasi masalah ini.

“Ini kan suatu kebanggaan bagi pemain, bagi kota, bagi provinsi, bagi negara. Jadi sebetulnya yang bisa mengangkat kebanggaan kita itu dari olahraga, tapi memang dari segi agama juga penting yah. Tapi, harus bisa membedakan,” kata Papat kepada Suara.com, Senin (8/7/2019).

“Sekarang di luar negeri juga di daerah yang betul-betul negaranya memakai cadar, dulu tidak boleh masuk ke stadion, tidak boleh memakai kendaraan sekarang kan dibolehkan. Justru kita sekarang seharusnya ada yang mediasi. Kalau kita lihat bagaimana auratnya dengan pertandingan cabor (cabang olahraga) renang, volly pantai, angkat berat,” tambahnya.

“Saya rasa sepak bola itu auratnya, nggak sepeti itu. Mungkin ini saya bukan menyalahkan, saya mau pelajari juga yah. Dulu ada juga even nasional, itu yang paling duluan tidak mengikuti dari Aceh. Dan keterangannya demikian,” jelasnya.

Papat berharap adanya seseorang yang bisa menjembatani permasalahan ini. Agar ada jalan bagi atlet asal Aceh untuk menyalurkan bakat yang dimilikinya.

“Kita juga ada pimpinan dari wilayah desa, naik ke kecamatan, wali kota, lalu gubernur. Mungkin ada hal yang tepat, ini even apa, siapa yang harus mengikuti? Bagaimana caranya?.”

“Kan banyak juga sekarang atlet yang pakai jilbab yang auratnya tidak terlihat. Tapi, yang standar itu saya rasa auratnya tidak terlalu, ini kan seperti yang diharamkan.”

“Sekarang ini cabor lain juga saya rasa perlu ada figur yang tepat untuk memberikan masukan. Karena nanti akan ada dua persepsi, seperti kemarin itu atlet Asian Para Games batal karena tidak dibolehkan pakai jilbab, sehingga dia tidak ikut karena tidak mau melepas jilbabnya. Itu dari sisi agama bagus, tapi kan kasihan, dia di-bully, bisa saja dia bagus masa depannya dari sana.”

Papat menjelaskan sepak bola putri bisa menjadi batu loncatan bagi putri-putri Aceh di masa depan. Terlepas dari itu semua, kepentingan seperti agama pun tidak boleh ditinggalkan.

“Seperti saya sekarang, banyak pemain yang bisa meneruskan pendidikan ke sarjana gratis dari main bola, bisa kerja jadi PNS. Semua bisa mendapatkan masa depan yang bagus.”

“Kalau dikumpulkan, atlet-atlet bisa sampai ada yang main di Norwegia, seperti pemain kita (Zahra Musdalifah) ada yang juara di Inggris. Itu semua cari pekerjaan bukan hal mudah, meski sudah ahli.”

“Tapi, dari olahraga ini banyak positifnya. Apalagi dari segi pemain nasional itu kemarin luar biasa dari negara hadiahnya, bonusnya, masa depannya dijamin. Itu contoh yah,” pungkasnya.

Banjir Gelar di 2019, Mungkinkah Alisson Samai Prestasi Lev Yashin?

Suara.com – Nama kiper tim nasional Brasil, Alisson Becker, mencuat sebagai salah satu kandidat penerima anugerah Ballon d’Or 2019 setelah sukses mengantarkan negaranya menjuarai Copa America 2019 di negeri sendiri.

Jika pada Desember nanti namanya benar-benar disebut maka ia akan jadi kiper kedua sepanjang sejarah yang memenangi anugerah tersebut setelah legenda Uni Soviet, Lev Yashin, pada 1963 silam.

Alisson tentu punya bekal prestasi yang ia raih bersama rekan-rekannya maupun gelar yang sudah disematkan ke namanya sendirian.

Bersama Liverpool ia menjuarai Liga Champions 2018-2019 dan dengan Selecao Alisson mengangkat trofi Copa America 2019. Dan ia bukan cuma pemain yang berdiam di bawah mistar gawang ketika rekan-rekannya berusaha mencetak gol kemenangan dalam rangkaian jalan menuju gelar juara.

Di final Liga Champions kontra Tottenham Hotspur misalnya, Alisson membukukan delapan penyelamatan penting demi memastikan gawang Liverpool tak kebobolan. Laga itu pun berakhir dengan kemenangan Liverpool 2-0.

Kiper legendaris Uni Soviet, Lev Yashin. (Shutterstock)Kiper legendaris Uni Soviet, Lev Yashin. (Shutterstock)

Sedangkan dalam rangkaian Copa America 2019, Alisson sukses menjaga kesucian gawang Brasil dalam lima dari enam pertandingan yang dijalani. Satu-satunya gol yang masuk ke gawangnya dicetak pada menit ke-44 laga final oleh penyerang gaek Peru Paolo Guerrero itu pun melalui eksekusi tendangan 12 pas.

Penampilannya di final Champions serta sepanjang Copa America 2019, telah mengantarkannya mememangi trofi Sarung Tangan Emas, pertanda sebagai kiper terbaik kompetisi yang diikuti.

Kedua trofi Sarung Tangan Emas itu melengkapi anugerah serupa yang diterima Alisson di Liga Inggris 2018/2019 berkat catatan 21 pertandingan tanpa kebobolan, mengungguli kompatriotnya kiper kedua Brasil Ederson Moraes yang menjaga gawang Manchester City tak kebobolan dalam 20 pertandingan.

Jika masih kurang mentereng, gol Guerrero adalah kali pertama gawang Alisson di semua kompetisi apapun bersama tim manapun kebobolan setelah 889 menit lamanya. Sebelumnya, terakhir kali Alisson memungut bola dari dalam gawangnya dalam laga Liga Inggris setelah dibobol penyerang Newcastle United Salomon Rondon pada 4 Mei 2019.

Deretan prestasi mentereng itu mungkin saja menempatkan Alisson sebagai salah satu kandidat kuat pemenang Ballon d’Or, meski sayangnya sejarah kurang berpihak kepada kiper yang akan berusia 27 tahun saat peraih anugerah itu diumumkan nanti.

Posisi yang tak dianggap

Ballon d’Or merupakan sebuah penghargaan tahunan dari majalah Football France yang dianugerahkan sejak 1956 dan awalnya hanya untuk pemain Eropa. Mulai 1995 anugerah tak lagi dibatasi kepada pemain Eropa, tetapi semua yang bermain di liga-liga Eropa.

Penghargaan itu kian menjadi tolok ukur dan menanjak gengsinya pada 2007, sebab sejak edisi itu kandidat tak lagi dibatasi cuma dari liga-liga Eropa semata tapi di seluruh dunia. Setelah sempat digabung dengan Pemain Terbaik FIFA pada 2010-2015, Ballon d’Or kembali berjalan sendirian namun gengsinya tak hilang.

Namun sepanjang 62 tahun sejarah Ballon d’Or dianugerahkan hanya Yashin seorang pemain berposisi kiper yang berhasil membawa pulang trofi tersebut pada 1963. Itupun Yashin telah memasuki 10 besar kandidat untuk keempat kalinya setelah 1956, 1960 dan 1961.

Kiper Brasil, Alisson Becker melakukan penyelamatan saat mendapat serangan dari pemain Argentina di partai semifinal Copa America 2019, Rabu (3/7/2019). [LUIS ACOSTA / AFP]Kiper Brasil, Alisson Becker melakukan penyelamatan saat mendapat serangan dari pemain Argentina di partai semifinal Copa America 2019, Rabu (3/7/2019). [LUIS ACOSTA / AFP]

Prestasi mentereng bersama Dynamo Moskow merajai liga domestik serta mengantarkan Uni Soviet menyabet medali emas Olimpiade 1956 serta menjuarai Piala Eropa edisi perdana 1960 seolah tak cukup menjadi modal Yashin jadi penerima anugerah Ballon d’Or sebelum 1963.

Ironisnya, anugerah Ballon d’Or 1963 milik Yashin seolah ditentukan oleh penampilan gemilangnya dalam setengah babak laga perayaan seabad berdirinya Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) di Wembley 23 Oktober 1963. Yashin, yang membela Tim Gabungan Dunia, tampil sangat solid menghalau peluang demi peluang yang dimiliki Inggris.

Bahkan laporan pertandingan wartawan kawakan Norman Giller dari Daily Express mencatat ada satu momen ketika penyerang Inggris Jimmy Greaves melepaskan tembakan ke arah gawang, Yashin menyambutnya dengan gerakan tak terduga berupa sebuah kepalan tinju yang mengirimkan bola kembali melampaui garis tengah lapangan. Keduanya lantas terduduk dan tertawa usai momen itu.

Penampilan gemilang tersebut, ditambah gelar juara Liga Top Soviet (kasta tertinggi sepak bola di sana) yang diraihnya bersama Dynamo Moskow, membuatnya mengangkat trofi Ballon d’Or 1963.

Kiper Liverpool Alisson Becker (tengah) memberikan aplaus usai pertandingan melawan Leicester City di King Power Stadium. Adrian DENNIS / AFPKiper Liverpool Alisson Becker (tengah) memberikan aplaus usai pertandingan melawan Leicester City di King Power Stadium. Adrian DENNIS / AFP

Sayangnya itu jadi kali terakhir adegan seorang kiper menimang trofi Ballon d’Or, tujuh penerusnya dalam tujuh kesempatan selalu gagal jadi penerima suara terbanyak dari jajaran wartawan olahraga terkemuka Eropa (dan seluruh dunia sejak 2007).

Kiper legendaris Italia, Dino Zoff, yang menjuarai Serie A 1972/1973 serta jadi runner-up Liga Champions (kala itu masih Piala Champions) dan Coppa Italia di musim yang sama bersama Juventus hanya menempati urutan kedua Ballon d’Or 1973 terpaut lebih dari separuh suara dari pemenang tahun itu, Johan Cruyff.

Sejak itu secara berurutan jajaran penjaga gawang gagal memenangi Ballon d’Or kendati tercatat sebagai kandidat kuat yakni kiper Soviet Rinat Dasayec dan kiper Belgia Jean-Marie Pfaff gagal di tahun yang sama pada 1983, kiper Denmark Peter Schmeichel (1992), kiper Jerman Oliver Kahn (2001 dan 2002), kiper Italia Gianluigi Buffon (2006) dan kiper Jerman Manuel Neuer (2014).

Kegagalan Neuer menyabet Ballon d’Or 2014 turut menimbulkan tanya, terutama karena ia membawa Jerman juara Piala Dunia 2014 dan mengantarkan Bayern Munich meraih gelar juara Bundesliga, Piala Jerman, Piala Super Eropa serta Piala Dunia Antarklub.

Sedangkan penerima Ballon d’Or 2014, Cristiano Ronaldo, prestasinya yang paling mentereng hanyalah menyokong Real Madrid meraih gelar juara Liga Champions ke-10 kala itu ditambah Piala Raja, namun di La Liga Madrid cuma urutan ketiga dan bahkan tak mampu membawa Portugal lolos dari fase grup Piala Dunia 2014.

Yang lebih ironis lagi, Neuer bahkan cuma berada di urutan ketiga hasil pemungutan suara akhir di bawah Lionel Messi yang nyaris tanpa prestasi sepanjang musim 2013/2014 kecuali sebuah trofi Piala Super Spanyol bersama Barcelona.

‘Perang saudara’ Liverpool

Berkaca dari pengalaman panjang Ballon d’Or serta edisi 2014 setidaknya ada dua pelajaran yang bisa dipetik, yakni trofi Liga Champions lebih penting tapi posisi kiper sangat mungkin tak dianggap.

Berbagai rumah judi menempatkan rekan Alisson di Liverpool, Virgil van Dijk, sebagai kandidat teratas dalam bursa taruhan calon pemenang Ballon d’Or 2019.

Posisi bek juga bukan pemenang umum Ballon d’Or, hanya tiga kali dan dua orang sepanjang masa. Legenda Jerman Franz Beckenbauer pada 1972 dan 1976 serta bek Italia Fabio Cannavaro pada 2006.

Alisson dan Van Dijk memang jadi andalan bagi sang pelatih Jurgen Klopp dalam merevolusi pertahanan Liverpool pada musim 2018/2019.

Dua penggawa Liverpool, Georginio Wijnaldum dan Virgil van Dijk sukses mengantarkan timnya meraih trofi Liga Champions. (PAUL ELLIS / AFP)Dua penggawa Liverpool, Georginio Wijnaldum dan Virgil van Dijk sukses mengantarkan timnya meraih trofi Liga Champions. (PAUL ELLIS / AFP)

Van Dijk sudah menyabet gelar Pemain Terbaik Liga Inggris 2018/2019 atas perannya itu, namun di level timnas ia gagal membawa Belanda menjuarai edisi inagurasi turnamen revolusioner sarat kepentingan uang hak siar gubahan UEFA, Nations League.

Portugal keluar sebagai juara mengalahkan Belanda di partai final, membuat megabintang Cristiano Ronaldo kembali terkerek posisinya kendati itu menjadi satu-satunya prestasi berartinya di musim 2018/2019. Sebab, tanpa Ronaldo sekalipun Juventus sudah juara Serie A, ia tak berperan banyak di klub berjuluk Si Nyonya Tua.

Sementara itu, megabintang lainnya Lionel Messi juga masih dijagokan dalam tiga besar kandidat di bawah Van Dijk di atas Alisson serta Ronaldo, setelah boleh dibilang sendirian membawa Barcelona menjuarai La Liga. Namun di level timnas seperti biasanya Argentina masih melanjutkan paceklik prestasi usai disingkirkan Brasil 2-0 di semifinal Copa America 2019.

Menariknya, di laga itu pula Alisson menolak terperdaya oleh eksekusi tendangan bebas Messi lagi dan menangkap bola yang melesat ke sudut kanan atas gawang dengan tenang dan sikap sempurna.

Saat tulisan ini dibuat, Alisson naik ke peringkat ketiga dalam unggulan kandidat pemenang Ballon d’Or dengan pasaran 14/1 di rumah judi William Hill.

Alisson masih berada di bawah Van Dijk (4/6) dan Messi (6/4) namun melewati Ronaldo (20/1) serta kedua rekannya di Liverpool Sadio Mane (25/1) dan Mohamed Salah (25/1).

Salah kemungkinan akan tersisih, sebab ia baru saja menelan kegagalan yaitu membantu Mesir melaju ke babak perempat final Piala Afrika 2019 yang digelar di negaranya sendiri. Sedangkan Mane mungkin berpeluang untuk menaikkan posisinya jika bisa terus membawa Senegal melangkah sejauh mungkin di turnamen yang sama.

Penjaga gawang timnas Brasil Allison Becker menerima penghargaan usai memenangkan Copa America 2019 bersama tim Samba. Di partai final, Brasil mengalahkan Peru 3-1, Senin (8/7/2019) [AFP]Penjaga gawang timnas Brasil Allison Becker menerima penghargaan usai memenangkan Copa America 2019 bersama tim Samba. Di partai final, Brasil mengalahkan Peru 3-1, Senin (8/7/2019) [AFP]

Pemenang Ballon d’Or 2019 baru akan diumumkan pada Desember, namun Alisson sendiri menganggap peluangnya kecil, sebab menurutnya ia cuma seorang kiper.

“Saya hanya menunaikan tugas. Banyak pemain lain yang lebih pantas untuk gelar itu. Saya cuma kiper,” katanya selepas laga semifinal Copa America 2019 seperti dilansir Antara dari Marca.

Kerja seseorang terkadang memang tak disadari langsung oleh pelakunya, orang-orang yang menyaksikan di luar biasanya lebih obyektif menilai dan Alisson pantas tahu bahwa kerjanya menunaikan tugas itu sangatlah baik.

Atas segala apa yang dilakukannya dalam semusim terakhir, Alisson lebih dari pantas untuk menjadi salah satu kandidat terkuat peraih anugerah Ballon d’Or 2019. Sangat pantas.

Shahar Bakal Tampil Maksimal di Laga Persija Vs Persib

Suara.com – Pertandingan Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bunt Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2019), menjadi laga emosional bagi penjaga gawang Macan Kemayoran, Shahar Ginanjar. Sebagaimana diketahui, Shahar pernah berseragam Persib pada tahun 2012 hingga 2015.

Shahar berpeluang tampil di pertandingan sarat gengsi tersebut. Pasalnya, kiper utama Persija, Andritany Ardhiyasa sedang menjalani masa penyembuhan cedera tangan.

“Soal bertemu Persib bukan laga pertama atau yang kedua ya, karena saya sudah keluar dari Persib pada 2015. Jadi gimana saya bermain lawan siapapun, saya rasa besok saya sebagai mantan pemain Persib tidak mau menyangkut hal itu. Saya tetap kerja profesional di mana saya bekerja saya akan mati-matian,” kata Shahar saat ditemui di lapangan PS AU, Halim Perdanakusuma, Senin (8/7/2019).

“Persiapan seperti biasa yakni kami mempersiapkan laga untuk hari Rabu. Namun saya pastikan pertandingan ini adu gengsi, masalah taktik maupun strategi saya tidak mau ikut campur, saya hanya menjalankan instruksi pelatih,” jelasnya.

“Fisik Alhamdulillah tidak jadi masalah walaupun kelelahan itu semua mindset dipikiran saja. Kalau kita buang itu mindset lelah ditutupi dengan semangat saya rasa tidak masalah,” ungkapnya.

Bagi Persija, pertandingan melawan Persib kali ini terasa istimewa. Sebab, Pasukan Ibu Kota selaku tuan rumah bisa menggelar pertandingan di SUGBK.

Terakhir kali kedua tim berhadapan di SUGBK pada tahun 2014. Di mana Persija ditahan imbang 0-0 oleh Maung Bandung.

CEO Persija: Jakmania yang Tak Punya Tiket Jangan Coba-coba Datang ke SUGBK

Suara.com – Panitia Penyelenggara Pertandingan (Panpel) Persija Jakarta tidak akan menyiapkan layar lebar saat tim berjuluk Macan Kemayoran menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Hal itu diungkapkan CEO Persija Ferry Paulus.

Ferry menyebut pihaknya telah melepas 68.750 lembar tiket. Tiket tersebut dijual online serta didistribusikan kepada perwakilan koordinator wilayah Jakmania– julukan suporter Persija.

Panpel Persija tidak melakukan penjualan tiket di SUGBK. Oleh sebab itu, Ferry meminta kepada Jakmania yang tidak kebagian tiket untuk tidak datang ke SUGBK.

“Khusus untuk layar lebar kami tidak akan menyediakan hal tersebut, meski kami tahu untuk pertandingan ini kami kekurangan tiket. Tapi tetap kami putuskan layar lebar tidak ada dan untuk Jakmania yang tak dapat tiket jangan coba datang ke SUGBK,” kata Ferry Paulus dalam jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (8/7/2019).

“Saya tambahkan untuk di arena ring empat SUGBK saja penunjukkan tiket sudah harus dilakukan, sampai pemeriksaan badan juga dan terus ke ring berikutnya. Ini dilakukan karena rivalitas suporter tadi. Sistem ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Terkait dengan harga tiket pada pertandingan melawan Persib, Ferry menjelaskan tidak ada perubahan. Meski bisa dikatakan pertandingan melawan Maung Bandung –julukan Persib– merupakan laga penuh gengsi.

“Kalau harga tiket untuk pertandingan ini ya sama dengan pertandingan lain. Kami sudah sepakat, harga tiket tetap sama meski jumlah yang dikeluarkan besar,” jelas mantan Anggota Komite Eksekutif PSSI itu.

Sering terjadinya bentrok antara suporter Persija dan Persib membuat duel sarat gengsi di Indonesia ini sulit digelar di Ibu Kota. Terakhir, duel Persija kontra Persib di SUGBK terjadi pada 2014 silam.

Tahun ini, pihak kepolisian memberikan izin bagi Persija untuk menjamu Persib di SUGBK. Namun pengamanan diperketat. Sebanyak 12.400 personel akan diturunkan.

Persija Jamu Persib di SUGBK, Pengamanan Diperketat Dua Kali Lipat

Suara.com – Persija Jakarta akan menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Demi lancarnya laga tersebut, Panitia Penyelenggara Pertandingan (Panpel) Persija menyiapkan pengalaman berlapis.

Pengamanan ganda dibutuhkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat rivalitas pendukung kedua tim, Jakmania (Persija) dan Bobotoh (Persib).

“Kita patut bersyukur, karena Panpel bisa dikasih izin menggelar laga Persija vs Persib di SUGBK. Kami ucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian,” kata Security Officer Persija, Diky Milano saat menggelar jumpa pers, Senin (8/7/2019).

“Kami mengajak kepada seluruh pihak, khususnya Jakmania, agar laga ini bisa berjalan dengan lancar dan aman tanpa adanya kekurangan,” tambahnya.

Menurut Diky, pihak kepolisian akan menurunkan 12.400 personel demi lancarnya duel sarat gengsi tersebut. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pertandingan yang biasa digelar.

“Keamanan sudah maksimal. Setelah koordinasi dengan pihak Polda Metro Jaya. Kekuatan personel mencapai 12.400 atau dua kali lipat dari pertandingan biasanya,” jelasnya.

Tidak hanya untuk penonton, tim Persib pun akan dikawal semaksimal mungkin. Seperti menggunakan rantis saat menuju dan keluar dari SUGBK.

“Untuk pengamanan Persib atas permintaan kepolisian ada rantis. Mereka sudah landing di halim dan sudah di hotel sekarang, besok mereka melakukan offisial training di SUGBK,” ungkapnya.

Pertandingan Persija versus Persib di SUGBK pasti sangat dinantikan oleh Jakmania. Sebab, terakhir kali pertandingan sarat gengsi ini digelar di SUGBK pada 2014 silam.

Saat itu, Macan Kemayoran –julukan Persija– ditahan imbang 0-0 oleh tim berjuluk Maung Bandung.

Persija vs Persib di SUGBK, Bung Ferry: Ini Jakmania Harapkan Sejak Lama

Suara.com – Ketua Umum Jakmania, Ferry Indrasjarief mengaku bersyukur akhirnya tim kesayangannya, Persija Jakarta bisa bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, saat menjamu Persib Bandung, Rabu (10/7/2019).

Memang, pertandingan terakhir Persija versus Persib di SUGBK dilakukan pada tahun 2014 silam. Setelah itu, Macan Kemayoran –julukan Persija– selalu terusir salah satunya karena alasan keamanan.

Rivalitas kental kedua suporter menjadi penyebabnya. Pasalnya, Jakmania dan Bobotoh –suporter Persib Bandung, sering kali bertikai saat adanya duel tersebut.

Kini, Jakmania bisa bernapas lega, setelah pihak keamanan mengizinkan Pasukan Ibu Kota bermain di SUGBK kontra tim berjuluk Maung Bandung.

CEO Persija Jakarta Ferry Paulus (kedua kanan), Ketua Jakmania Ferry Indrasjarief (kanan), Dicky Milano selaku Security Officer Persija (kedua kiri), dan Hanif Ditya perwakilan Panpel Persija (kiri). (Suara.com / Adie Prasetyo) CEO Persija Jakarta Ferry Paulus (kedua kanan), Ketua Jakmania Ferry Indrasjarief (kanan), Dicky Milano selaku Security Officer Persija (kedua kiri), dan Hanif Ditya perwakilan Panpel Persija (kiri). (Suara.com / Adie Prasetyo)

“Pertama mungkin, terima kasih kepada manajemen, Panpel (Panitia Penyelenggara Pertandingan), kepolisian, dan pihak SUGBK, yang kompak mengizinkan diselenggarakannya laga Persija vs Persib di Jakarta dengan penonton. Ini yang Jakmania harapkan sejak lama,” kata Ferry saat jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (8/7/2019).

“Buat kami rivalitas Persija dan Persib terbentuk bukan karena prestasi, tapi karena suporter. Kalau dilihat statistik jauh, lah kita sama mereka. Kalau saya bukan bilang rivalitas. Tapi tetap harus menghindari kerusuhan, yang aneh-anah juga di akun sosial media,” ia menambahkan.

Sama seperti pertandingan Persija vs Persib sebelumnya, tidak ada suporter tamu yang diperbolehkan hadir. Hal ini dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Padahal, pria yang akrab disapa Bung Ferry ini sangat rindu keakraban Jakmania dan Bobotoh beberapa tahun silam. Menurutnya, Jakmania pernah menjamu Bobotoh saat masih bermarkas di Lebak Bulus.

“Buat Bobotoh maaf kami tidak bisa menjamu. Soalnya banyak beredar di akun sosial media saat Jakmania menjamu Bobotoh di Lebak Bulus, tapi saya lupa kapan itu,” jelasnya.

“Saya berharap semoga tidak ada kata-kata rasis lagi nanti. Semoga Persija bisa pertahankan rekor tidak terkalahkan di kandang saat jamu Persib,” pungkas

Lelaki Pembawa Senpi di Laga Madura United Vs PSM Ternyata Polisi Aktif

Suara.com – Sepak bola Indonesia saat ini tengah dihebohkan dengan senjata api yang dimiliki dan dibawa oleh ofisial PSM Makassar. Sebagaimana diketahui, seorang ofisial PSM kedapatan membawa senjata api saat mendampingi PSM Makassar berlaga di leg kedua semifinal Piala Indonesia kontra Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Minggu (7/7/2019).

Dilansir dari kabarmakassar, insiden terjadi ketika sejumlah suporter Madura United melakukan pelemparan botol minuman ke bench PSM. Saat itu, ofisial PSM berinisial M langsung bereaksi.

Beredar kabar jika M mengacungkan senjata api. Namun hal itu dibantah oleh pihak PSM yang menyebut jika M mencoba memberi isyarat kepada suporter tuan rumah untuk tenang, dan saat itulah terlihat senjata api di pinggang M.

M disebut Security Officer Madura United, Sapto Wahyono, sebagai pengawal pribadi manajer PSM.

“Ada salah satu oknum yaitu pengawal pribadi manajer dari PSM ditengarai membawa senpi. Sekarang diproses di Polres Pamekasan,” kata Sapto seperti dikutip kabarmakassar, Senin (8/7/2019).

Terkait insiden tersebut, untuk meluruskan persoalan, CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin mengeluarkan pernyataan resmi yang ditayangkan kabarmakassar, salah satu jaringan Suara.com.

Pesepak bola Madura United (MU) Alfat Fathir (kiri) berusaha melewati pesepak bola PSM Makassar Rahmat (tengah) dalam laga Shopee Liga 1 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (4/7/2019). ANTARA FOTO/Saiful BahriPesepak bola Madura United (MU) Alfat Fathir (kiri) berusaha melewati pesepak bola PSM Makassar Rahmat (tengah) dalam laga Shopee Liga 1 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (4/7/2019). ANTARA FOTO/Saiful Bahri

Berikut pernyataan resmi PSM Makassar melalui CEO Munafri Arifuddin:

1. PSM Makassar menyesalkan terjadinya insiden tersebut dan meminta semua pihak untuk bersepakat bahwa insiden tersebut tidak boleh terjadi lagi dimanapun berada.

2. Manajemen PSM Makassar meluruskan kabar yang beredar bahwa ada insiden penodongan atau mengacungkan senjata api. Yang sebenarnya terjadi tidak demikian. Saat beberapa oknum suporter Madura United melempari bench PSM Makassar, saudara M langsung bereaksi, mencegah pelemparan tersebut. Serta memberi isyarat kepada oknum suporter untuk berhenti melakukan pelemparan. Saat itulah terlihat saudara M memiliki senjata api di pinggangnya.

3. Pihak PSM dan Panpel Madura United sepakat membawa insiden ini ke pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Pamekasan. Masalah inipun sudah selesai di pihak kepolisian dan antara manajemen PSM Makassar dengan Madura United sudah tidak ada apa-apa.

4. Saudara M adalah personel aktif kepolisian yang ditugaskan untuk mendampingi tim PSM Makassar saat menjalani pertandingan di luar Makassar.

5. Dalam setiap tugas mendampingi PSM Makassar saat pertandingan tandang, saudara M selalu berkomunikasi dengan Panitia Pelaksana Pertandingan setempat. Memperkenalkan diri sebagai pengamanan internal klub. Sehingga sudah terjalin komunikasi dan kesepahaman dengan Panpel setempat.

6. Berhubung masalah ini sudah selesai di tingkat kepolisian, manajemen PSM dan Madura United, kami berharap agar masalah ini tidak lagi menjadi pertanyaan publik.

Terkait pernyataan diatas, Suara.com mencoba menghubungi Munafri lewat pesan singkat Whatsapp. Pesan tersebut sudah centang biru, namun hingga berita ini diturunkan, Suara.com belum mendapat respon dari sang CEO.

Pada pertandingan leg kedua semifinal Piala Indonesia, Minggu (7/7/2019), Madura United berhasil mengalahkan PSM Makassar 2-1. Namun, Laskar Sape Kerrab gagal melangkah ke final Piala Indonesia.

Meski mengantongi agregat sama 2-2, Madura United yang kalah 1-0 di leg pertama di Makassar harus menerima kenyataan kalah agresivitas gol tandang.

Tinggalkan AS Roma, Stephan El Shaarawy Resmi Gabung Shanghai Shenhua

Suara.com – Striker asal Italia, Stephan El Shaarawy resmi meninggalkan AS Roma musim panas 2019. Ia memutuskan untuk menerima pinangan dari klub Liga China, Shanghai Shenhua.

Shanghai Shenhua telah mengumumkan kepastian transfer tersebut melalui Twitter resmi klub, @shanghaishenhua, Senin (8/7/2019). Ia dijadwalkan hadir hari ini dan bergabung bersama Bai Jiajun dan kolega.

“Shenhua mengumumkan bahwa El Shaarawy akan tiba di Shanghai hari ini dan bergabung dengan tim. Selamat datang di Shenhua @OfficialEl92,” tulis Shanghai Shenhua.

El Shaarawy resmi bergabung Shanghai Shenhua. (Twitter/@shanghaishenhua).El Shaarawy resmi bergabung Shanghai Shenhua. (Twitter/@shanghaishenhua).

Kepindahan El Shaarawy ke Shanghai Shenhua turut diumumkan pula oleh AS Roma. Menurut pernyataan AS Roma, Shenhua mendapatkan pemain berusia 26 tahun itu setelah menebusnya dengan harga 16 juta euro (Rp 253,2 miliar).

“El Shaarawy bergabung dengan klub asal China tersebut dengan nilai transfer sebesar 16 juta euro. Klub ingin berterima kasih kepada Stephan atas kerja kerasnya selama membela Roma, dan mengharapkan yang terbaik di masa depan,” demikian pernyataan AS Roma.

Shanghai Shenhua memang sudah dikabarkan dengan dekat dengan El Shaarawy sejak beberapa minggu terakhir. Bahkan, sempat sudah ada kesepakatan antara Shanghai Shenhua dengan AS Roma.

Namun, kabar kesepakatan itu sempat ditepis oleh El Shaarawy. Mantan bintang muda AC Milan itu mengaku masih terlalu muda untuk ke Asia dan masih ingin merasakan persaingan di lever tertinggi.

Shanghai Shenhua pantang mundur. Setelah ditolak, mereka kembali mendekati El Shaarawy dan menawarkan gaji lebih tinggi. Kabarnya, El Shaarawy akan dikontrak selama tiga musim dengan gaji 15 juta euro (Rp 238,9 miliar) per tahun.

El Shaarawy bergabung dengan AS Roma pada pertengahan musim 2015/2016. Selama tiga setengah musim berseragam Serigala Ibu Kota, ia telah mengemas 40 gol dan 26 assist dari 139 pertandingan.

Syafrianto Rusli Mundur dari Pelatih Semen Padang

Suara.com – Syafrianto Rusli menyatakan dirinya mundur sebagai pelatih kepala Semen Padang FC. Keputusan Syafrianto tersebut diambil setelah timnya dikalahkan tim tamu PS Tira-Persikabo dalam laga tunda pekan keempat Liga 1 2019.

Semen Padang menderita kekalahan setelah ditaklukkan PS Tira-Persikabo 1-3 di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Senin (8/7/2019) sore wib.

“Sesuai janji saya, jika kalah tim akan saya serahkan kepada manajemen,” kata Syafrianto Rusli seperti dilansir Antara.

Ia juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat dan para pendukung setia Semen Padang karena dirinya belum mampu mengangkat prestasi tim.

Pelatih Semen Padang FC, Syafrianto Rusli diperkenalkan saat launching timnya di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (27/4/2019) malam. Tim berjulukan "Kabau Sirah" tersebut memperkenalkan 27 pemain untuk musim Liga 1 2019, meliputi 4 pemain asing, 8 pemain lokal, serta 15 orang pemain lama. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Pelatih Semen Padang FC, Syafrianto Rusli diperkenalkan saat launching timnya di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (27/4/2019) malam. Tim berjulukan “Kabau Sirah” tersebut memperkenalkan 27 pemain untuk musim Liga 1 2019, meliputi 4 pemain asing, 8 pemain lokal, serta 15 orang pemain lama. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/

Dia mengungkapkan bahwa keputusannya mundur ini diambilnya karena hasil buruk yang diraih skuatnya di enam laga awal kompetisi Liga 1 2019.

Dari enam laga tersebut Semen Padang hanya meraih tiga kali hasil imbang dan tiga kali kalah yaitu dari PSM Makassar, Perseru Badak Lampung dan PS Tira Persilabo.

“Ini wujud tanggung jawab saya yang tidak pernah membawa tim ini memenangkan laga,” ungkapnya.

Ia mengatakan setelah enam laga ini dirinya mundur untuk memberi waktu kepada pelatih baru untuk memperbaiki tim. Syafrianto juga tidak ingin tim ini sampai terdegradasi ke Liga 2 karena dirinya sebagai orang dalam PT Semen Padang.

“Kalau saya paksakan bertahan, saya khawatir ini akan berakhir buruk,” pungkasnya.

Hadapi Persebaya, Barito Putera Target Lanjutkan Tren Positif Laga Tandang

Suara.com – Barito Putera siap menghadapi Persebaya Surabaya pada laga tunda Liga 1 2019. Pelatih Barito Putera, Yunan Helmi memasang target melanjutkan tren positif saat bermain tandang menyusul hasil seri di dua laga terakhir melawan PSIS Semarang dan Perseru Badak Lampung FC.

“Kami berturut-turut melakoni laga away, syukurlah dapat membawa pulang poin,” ujar pelatih Barito Putera Yunan Helmi di sela konferensi pers di Surabaya seperti dimuat Antara, Senin (8/7/2019).

Melawan PSIS Semarang pada pekan keenam Liga 1 di Semarang, Samsul Arif dan kawan-kawan menahan imbang 0-0, kemudian di kandang Perseru Badak Lampung FC memaksa tuan rumah hanya meraih satu poin dari hasil 3-3 pada pekan ketujuh di Lampung.

Kini, tim berjuluk Laskar Antasari tersebut harus bermain menghadapi tuan rumah Persebaya di laga tunda pekan keempat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/7/2019).

Pesepakbola Barito Putera, Samsul Arif Munip (kiri) berebut bola dengan pemain Kalteng Putra, Onorionde Kughebe (kanan) pada laga Liga 1 2019 di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (22/6/2019). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]Pesepakbola Barito Putera, Samsul Arif Munip (kiri) berebut bola dengan pemain Kalteng Putra, Onorionde Kughebe (kanan) pada laga Liga 1 2019 di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (22/6/2019). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]

Penundaan pertandingan yang seharusnya digelar pada 15 Juni lalu itu adalah atas saran PT LIB menyusul surat dari PSSI karena adanya agenda Tim Nasional.

Berdasarkan catatan sejarah kedua tim di Liga 1 musim lalu, Barito Putera sukses dua kali mengandaskan “Bajul Ijo”, masing-masing dengan skor 2-1 di Surabaya dan 3-2 di Banjarmasin.

“Dua hasil itu memang memotivasi pemain untuk mengulang kesuksesan di Surabaya dan semoga terwujud,” ucap asisten pelatih yang ditunjuk sebagai pelatih kepala usai Barito Putera ditinggal Jacksen F Tiago pada 22 Juni lalu.

Asisten pelatih Indra Sjafrie di Timnas U-23 tersebut juga sudah meminta pemainnya fokus serta memberikan tontonan menarik untuk pencinta sepak bola Indonesia, khususnya pendukung Barito Putera.

“Tidak ada target utama, yang penting bermain seperti yang dipunyai Barito yaitu bermotivasi tinggi dan yakin untuk menang,” katanya.

Sementara itu, kiper Barito Putera Aditya Harlan mengaku tidak sabar menghadapi laga melawan Persebaya dan siap memberikan permainan terbaiknya.

“Kami para pemain sudah siap menjalankan instruksi pelatih dan akan menikmati pertandingan agar meraih hasil terbaik,” kata kiper pelontos tersebut.

Saat ini Barito Putera berada di posisi 16 klasemen sementara dengan raihan tiga poin hasil tiga kali seri, tiga kali kalah dan belum pernah menang dari enam pertandingan.

Sementara Persebaya duduk di peringkat lima dengan koleksi 11 poin hasil tiga kali menang, dua kali seri dan sekali kalah dalam enam pertandingan.

Tira-Persikabo Permalukan Semen Padang di GOR Haji Agus Salim

Suara.com – Gagal meraih tiga poin di pertandingan sebelumnya usai ditahan imbang Bhayangkara FC, pekan ini Tira-Persikabo kembali ke jalur kemenangan. Bertandang ke markas Semen Padang, tim besutan Rahmad Darmawan menang telak dengan skor 3-1.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion GOR Haji Agus Salim, Senin (8/7/2019), Tira-Persikabo tampil dominan sejak peluit kick off dibunyikan.

Menggedor pertahanan tuan rumah berulang kali, Tira-Persikabo berhasil memecah kebuntuan di menit 17. Tembakan jarak jauh Ciro, menyambut umpan Osas Saha, bersarang di sudut kiri bawah gawang Semen Padang. Tira-Persikabo memimpin 0-1.

Unggul satu gol, tim tamu semakin gencar melancarkan serangan. Alhasil, memasuki menit 34 papan skor kembali berubah. Mendapat sodoran bola dari Ciro, Loris Arnaud yang tidak terkawal di depan gawang sukses menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 0-2.

Di babak kedua, Semen Padang belum mampu berbuat banyak. Dominasi tim tamu belum mampu dipatahkan.

Di menit 64, aksi Wawan Febrianto pun tidak terbendung. Tembakan kerasnya dari jarah jauh kembali menggetarkan gawang Semen Padang.

Semen Padang baru bisa membalas di menit 71. Gol Irsyad Maulana memangkas jarak menjadi 1-3.

Namun kebangkitan para pemain Semen Padang sepertinya sudah terlambat. Karena dengan waktu tersisa, tuan rumah gagal mendapatkan dua gol penyeimbang. Skor 1-3 untuk kemenangan Tira-Persikabo bertahan hingga laga usai.

Dengan kemenangan ini, Tira-Persikabo bertahan di posisi dua klasemen sementara Liga 1 2019 dengan 15 poin. Sementara Semen Padang yang baru mengantongi tiga poin dari enam pertandingan, tertahan di posisi 15.

Imutnya Vivianne Miedema, Striker Timnas Belanda di Piala Dunia Wanita 2019

Suara.com – Belanda kerap melahirkan para pesepak bola hebat di dunia. Nama-nama seperti Robin van Persie, Segio van Dijk, hingga Frenkie de Jong, tentu diketahui oleh para pecinta sepak bola. Kini, kehebatan Belanda turut merembet ke sepak bola wanita karena memiliki seorang Vivianne Miedema.

Vivianne Miedema merupakan striker andalan Timnas wanita Belanda sejak U-15. Di usianya yang baru 22 tahun, ia baru saja berhasil meraih prestasi gemilang bersama klubnya, Arsenal Women.

Vivianne Miedema berhasil menjuarai Women Super League musim 2018/2019, bersama Arsenal. Ia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Perempuan musim itu oleh Asosiasi Pemain Profesional (PFA).

Striker yang mengemas 22 gol untuk Arsenal itu juga menjadi andalan Timnas Belanda di Piala Dunia Wanita 2019. Sayangnya, ia gagal membawa negaranya meraih prestasi tertinggi setelah tumbang 0-2 dari Amerika Serikat pada partai puncak.

Meski gagal membawa Belanda menjadi juara, aksi Vivianne Miedema di Piala Dunia Wanta 2019 turut menyita perhatian kaum hawa. Selain karena sukses mengemas tiga gol, ia juga memiliki wajah yang manis dan terkesan imut.

Bagi pecinta sepak bola yang penasaran, berikut Suara.com merangkum deretan kecantikan Vivianne Miedema ketika berada di dalam ataupun di luar lapangan, Senin (8/7/2019).

1. Lagi latihan bersama Timnas Wanita Belanda. Senyumnya imut banget!

Striker Timnas Wanita Belanda, Vivianne Miedema. (Instagram/@viviannemiedema).Striker Timnas Wanita Belanda, Vivianne Miedema. (Instagram/@viviannemiedema).

2. Sudah manis. Makan es krim jadi makin manis

Striker Timnas Wanita Belanda, Vivianne Miedema. (Instagram/@viviannemiedema).Striker Timnas Wanita Belanda, Vivianne Miedema. (Instagram/@viviannemiedema).

3. Katanya, cewek semakin cantik kalau lagi ngikat rambut. Gimana menurut kamu?

Striker Timnas Wanita Belanda, Vivianne Miedema. (Instagram/@viviannemiedema).Striker Timnas Wanita Belanda, Vivianne Miedema. (Instagram/@viviannemiedema).

4. Kalau orang enggak tahu, pasti Vivianne dikira model. Cantik banget!

Striker Timnas Wanita Belanda, Vivianne Miedema. (Instagram/@viviannemiedema).Striker Timnas Wanita Belanda, Vivianne Miedema. (Instagram/@viviannemiedema).

5. Vivianne bersama Sergio van Dijk saat terpilih sebagai Pemain Terbaik dari Asosiasi Pemain Profesional (PFA). Keren banget ya duo Belanda

Vivianne Miedema dan Sergio van Dijk, (Instagram/@Viviannemiedema).Vivianne Miedema dan Sergio van Dijk, (Instagram/@Viviannemiedema).

Laki-laki Aceh Tolak Kompetisi Sepak Bola Putri: Merendahkan Martabat Kami

Suara.com – Sejumlah laki-laki yang menjadi anggota organisasi massa dan juga organisasi intra-kampus, mengecam serta menolak kompetisi sepak bola putri yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga di Kota Lhokseumawe, Aceh, akhir Juli 2019.

“Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, tidak wajar melaksanakan kegiatan semacam itu, karena menjatuhkan harkat dan martabat rakyat Aceh,” kata Presiden Mahasiswa UIN Ar Raniry Banda Aceh, Rizki Ardial, seperti diberitakan Antara, Senin (8/7/2019).

Pihaknya sangat menyayangkan tahap seleksi pemain sepakbola putri khusus U-17 yang telah digelar pada 30 Juni 2019 di Stadion PT Perta Arun Gas di Lhokseumawe menjelang pelaksanaan kompetisi.

Ia mengklaim, sepakbola putri tidak sesuai dengan kultur masyarakat di Aceh yang memegang teguh pelaksanaan syariat Islam.

Oleh sebab itu, Rizki kembali mengklaim, mahasiswa Ar-Raniry Banda Aceh mendesak pemerintah setempat membatalkan keberlangsungan liga tersebut.

Bahkan, Rizki menyebut kompetisi sepak bola putri itu dikhawatirkan menimbulkan degradasi moral terhadap kaum hawa di provinsi berjuluk “Serambi Mekkah”.

“Saat penerapan syariat Islam secara kaffah sedang kita upayakan di Aceh, maka jangan ada upaya dari pihak lain untuk mengganggu dengan hal-hal yang demikian,” katanya.

Jika perhelatan sepakbola putri tetap digelar di provinsi paling barat Indonesia ini, kata dia, maka kemungkinan akan terjadi konflik kepentingan yang dapat memecah kedamaian dalam masyarakat di Aceh.

Mereka mengancam akan turun langsung ke lapangan sepak bola, jika pihak penyelenggara tidak mengindahkan peringatan yang diberikan kalangan mahasiswa tersebut.

Ormas dan OKP Pengawal Syariat Islam Kota Lhokseumawe pekan ini menyatakan secara tegas menolak sepakbola puteri U-17 yang akan dilaksanakan di Lhokseumawe pada Juli hingga September 2019.

“Kami menolak segala bentuk kegiatan bertentangan syariat Islam, dan kearifan lokal masyarakat Aceh. Karena hal itu (sepakbola putiri) sangat bertentangan dengan harkat, martabat, dan marwah perempuan Aceh yang berlandaskan syariat Islam dan kearifan lokal,” ujar Koordinator Aksi, Teungku Sulaiman Lhokweng.

Ormas Islam di Aceh Tolak Sepak Bola Putri

Suara.com – Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuka peluang untuk membatalkan Piala Menpora Sepak bola U-17 Putri tingkat nasional.

Turnamen tersebut rencananya bakal bergulir di Stadion Perta Arun Gas, Lhokseumawe, Aceh, pada Juli hingga September mendatang.

Sebagaimana diketahui, sejumlah kelompok organisasi masyarakat Islam di Aceh mengecam keras rencana perhelatan sepakbola putri tersebut. Mereka menganggap sepak bola untuk perempuan sungguh bertentangan dengan syariat islam.

Raden Isnanta selaku Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora menjelaskan jika pihaknya siap menerima masukan dari pemerintah setempat.

Kemenpora disebut Isnanta membuka peluang untuk membatalkan perhelatan Piala Menpora jika penolakan resmi datang dari pihak pemerintah daerah Aceh itu sendiri.

“Sekarang terjadi dualisme pemikiran, ada yang bilang tidak apa-apa tapi ada juga yang menolak. Artinya masih perlu proses diskusi,” ujar Raden Isnanta saat dihubungi Suara.com, Senin (8/7/2019).

“Tapi kalau memang kesimpulannya nanti benar-benar di Aceh tak boleh ada sepak bola perempuan ya sudah tak usah diselenggarakan.”

“Tapi, kita akan menghormati kalau itu sebuah keputusan resmi pemerintah setempat. Kalau keputusan ormas itu kan banyak,” jelasnya.

Polemik sepakbola perempuan di Aceh menyeruak setelah seleksi Pemain Sepakbola Putri U-17 tingkat Provinsi Aceh telah berlangsung di Stadion PT PAG Lhokseumawe pada 30 Juni lalu.

Sejumlah organisasi masyarakat Islam di Aceh pun tak terima dengan kegiatan tersebut. Mereka meminta Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) Aceh selaku penyelenggara untuk jangan lagi menggelar kegiatan sepakbola perempuan termasuk Piala Menpora Sepakbola U-17 Putri.

Isnanta mengatakan pihak Kemenpora sangat menghargai perbedaan pandangan tersebut. Pihak BLiSPI disebutnya juga telah meminta maaf terkait kesalahpahaman tersebut.

“Sampai saat ini saya belum dapat laporan hasil diskusi antara operator dengan pihak yang memprotes. Yang saya tahu sudah melakukan maaf dan yang kedua hasil pertandingan (seleksi) kemarin tidak dibatalkan,” kata Isnanta.

“Tapi mereka menyebut jangan diulangi lagi kegiatan ini, dan meminta maaf. Ini turnamen baru pertama berlangsung di aceh, selama ini kan hanya nomor putra yang dipertandingkan.”

“Kalau di provinsi lain tak masalah, karena aturan ini kan umum. Kita tak terbayang dan baru menyadari kalau di aceh ini ada pertentangan, jadi kita baru tahu,” pungkasnya.

Persija Jakarta vs Persib Bandung, PT LIB Larang Bobotoh ke Jakarta

Suara.com – Partai panas Derby Indonesia antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung siap dihelat pada Rabu (10/7/2019). Laga antara dua rival abadi di sepakbola Tanah Air itu akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), dalam matchweek kedelapan Liga 1 2019.

Pihak kepolisian melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono telah menyatakan jika Bobotoh –sebutan para suporter Persib– akan dilarang menyambangi SUGBK untuk menonton langsung laga.

Sementara itu, dari pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 juga mengeluarkan surat peringatan. PT LIB meminta kepada Bobotoh untuk tidak ke Jakarta menyaksikan tim kesayangannya bertanding. 

Larangan ini sendiri disampaikan PT LIB melalui surat resmi kepada manajemen Persib, bernomor 216/LIB/VII/2019 tertanggal 5 Juli lalu. Hal tersebut dilakukan PT LIB bukan tanpa sebab. 

Pasalnya, laga Persija vs Persib memang bukan hanya pertandingan ‘biasa’. Sudah jadi rahasia umum jika tensi tinggi kerap tercipta di luar lapangan, antara Bobotoh dengan Jakmania –sebutan suporter Persija– yang tak jarang menghasilkan bentrokan ataupun aksi anarkis.

“Bersama ini PT LIB menyampaikan bahwa atas berdasarkan hasil koordinasi Persija Jakarta dengan pihak kepolisian, bersama dengan ini LIB menyampaikan imbauan larangan kepada suporter Persib Bandung pada pertandingan Liga 1 2019 antara Persija vs Persib tanggal 10 Juli 2019, pukul 15.30,” demikian surat dari PT LIB yang ditandatangani sang direktur, Dirk Soplanit.

Memang, larangan ini sejatinya sudah ‘eksis’ sejak lama, di mana suporter tim tamu tidak diperkenankan hadir pada duel Derby Indonesia ini. Tentunya, hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 

Seperti musim lalu, seorang Jakmania bernama Haringga Sirla harus meregang nyawa di tangan oknum Bobotoh, setelah dikeroyok secara membabi buta.

Pogba dan Lukaku Masuk Skuat Man United untuk Tur Pramusim, Urung Pindah?

Suara.com – Masa depan Paul Pogba dan Romelu Lukaku bersama Manchester United masih jadi tanda tanya besar. Cukup santer bakal dilego pada bursa transfer musim panas 2019, keduanya justru disertakan dalam skuat Man United untuk tur pramusim.

Baik Pogba maupun Lukaku rupanya dibawa pelatih Man United, Ole Gunnar Solskjaer dalam skuat yang akan melakoni masa pramusim di Australia dan Asia.

Selain Pogba dan Lukaku, pemain yang juga santer dikabarkan bakal dibuang Man United pada bursa transfer musim panas ini, yakni Marcos Rojo juga masih masuk dalam skuat pilihan Ole.

Namun demikian tak ada nama Matteo Darmian, yang setali tiga uang dengan Rojo, juga santer disebut akan dilepas Man United pada jendela transfer musim panas ini.  

Kembali ke Pogba, bintang Timnas Prancis itu padahal sudah menyuarakan secara frontal perihal hasratnya mencari tantangan baru, tentunya dengan cara meninggalkan Man United di musim panas ini.

Real Madrid dan Juventus merupakan dua klub top Eropa yang diyakini amat meminati servis Pogba.

Sementara itu, Lukaku juga telah membuka lebar-lebar kemungkinannya untuk meninggalkan Old Trafford, markas Manchester United, di musim panas ini.

Inter Milan dan Juventus dipercaya siap menampung bomber internasional Belgia itu.

Meski demikian, Pogba dan Lukaku rupanya tetap masuk dalam skuat pramusim Manchester United. 

Ole sendiri langsung menyertakan dua rekrutannya di bursa transfer musim panas ini, yakni winger Daniel James dan fullback Aaron Wan-Bissaka.

Yang menarik, gelandang sentral Fred harus absen lantaran alasan keluarga yang tak dijelaskan secara detil.

Sedangkan Alexis Sanchez yang kembali menemukan permainan terbaiknya saat memperkuat Chile di Copa America 2019 juga dipastikan absen.

Sanchez diberi masa liburan lebih panjang, terlebih penyerang berusia 30 tahun itu juga baru saja mengalami cedera, yakni di laga semifinal Copa America 2019 ketika Chile bentrok dengan Peru pada tengah pekan lalu.

Tur pramusim Man United akan dimulai dengan menghadapi tim lokal Perth Glory di Australia pada Sabtu (13/7/2019), sebelum kemudian menghadapi Leeds United pada Rabu (17/7/2019) di Perth.

Man United kemudian akan bertolak ke Singarpura untuk melawan Inter Milan pada Sabtu (20/7/2019), sebelum terbang ke China untuk menantang Tottenham Hotspur, 25 Juli mendatang.

Skuat Manchester United untuk tur pramusim 2019:

Skuat Manchester United untuk tur pramusim 2019. [Laman resmi Manchester United]Skuat Manchester United untuk tur pramusim 2019. [Laman resmi Manchester United]

Pelatih Timnas Brasil: Lionel Messi Harus Belajar Terima Kekalahan

Suara.com – Pelatih Timnas Brasil, Tite, membalas tudingan Lionel Messi yang menyebut adanya kecurangan di Copa America 2019. Ia tidak menyangka seorang pemain dengan reputasi bagus seperti Messi bisa bersikap tidak sportif.

Messi tengah menjadi pusat sorotan karena marah-marah di gelaran Copa America 2019. Ia menilai wasit tidak fair play dan menuduh CONMEBOL (Federasi Sepak Bola Amerika Latin) berpihak kepada Brasil.

Kecurangan yang diungkapkan oleh Messi berawal dari kekalahan 1-2 Argentina atas Brasil pada semifinal Copa America 2019. Ketika itu, ia menilai ada dua pelanggaran di kotak penalti Brasil, tetapi wasit enggan melihat VAR.

Kemudian, Messi mendapat kartu merah ketika Argentina meraih kemenangan 2-1 atas Chile pada perebutan tempat ketiga. Ia usir oleh wasit karena terlibat pertikaian dengan pemain Chile, Gary Medel. Padahal, Messi tidak melakukan respons yang berlebihan.

CONMEBOL sendiri telah membantah pernyataan Messi dan menilai tuduhannya tidak berdasar. Lalu, bantahan juga hadir dari Tite. Ia merasa kemenangan Brasil atas Argentina itu murni. Tite pun berharap Messi yang telah lima kali menjadi pemain terbaik dunia bisa belajar menerima kekalahan.

Lionel Messi dikartu merah di ajang Copa America 2019. (AFP)Lionel Messi dikartu merah di ajang Copa America 2019. (AFP)

“Pemain yang saya anggap luar biasa, sebagai alien, menunjukkan sikap yang seperti ini. Dia (Messi) perlu menunjukkan lebih banyak rasa hormat dan lapang dada ketika kalah,” ujar Tite, dikutip dari Goal.

“Kami dirugikan (oleh wasit) dalam beberapa pertandingan. Kami bermain adil melawan Argentina di sepanjang waktu. Dia memberi tekanan besar terhadap reputasinya,” tuturnya menambahkan.

Brasil sendiri berhasil keluar sebagai juara Copa America 2019. Skuat Selecao sukses membenamkan Peru pada partai puncak dengan skor 3-1, yang sekaligus mengakhiri puasa trofi Copa America selama 12 tahun terakhir.

Cetak Gol Perdana di Timnas Argentina, Dybala Akui Dapat Jimat dari Messi

Suara.com – Paulo Dybala mengucapkan terima kasih kepada Lionel Messi setelah mencetak gol pertamanya untuk timnas Argentina di pertandingan kompetitif saat Albiceleste meraih posisi ketiga Copa America 2019.

Penyerang Juventus berusia 25 tahun itu menjaringkan gol kedua Argentina melawan Chile pada menit ke-22 , di pertandingan yang berkesudahan dengan kemenangan Albiceleste 2-1. Sedangkan gol pembuka kemenangan Argentina dalam pertandingan itu dicetak oleh penyerang Manchester City Sergio Aguero.

Usai mencetak gol pertama pada pertandingan kompetitif bersama Argentina, Dybala mengaku bahwa sebelumnya dia telah menerima pita keberuntungan merah Messi.

“Messi memberi saya pita merah sebelum pertandingan untuk keberuntungan dan saya akhirnya mencetak gol kompetitif pertama untuk Argentina, jadi pitanya bekerja,” kata Dybala seperti dikutip Daily Mail, Senin (8/7/2019).

Skuad Argentina memastikan diri finish peringkat ketiga Copa America 2019 usai mengalahkan Chile 2-1. (AFP)Skuad Argentina memastikan diri finish peringkat ketiga Copa America 2019 usai mengalahkan Chile 2-1. (AFP)

Ini bukan kali pertama peraih lima kali Ballon d’Or itu menyerahkan jimat keberuntungannya kepada rekan setimnya. Messi melakukan hal yang sama kepada Philippe Coutinho di Barcelona musim lalu.

Copa America 2019 itu sendiri dimenangkan oleh Brasil. Di partai final, Senin (8/7/2019), Brasil mengalahkan Peru 3-1.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio do Maracana, tiga gol kemenangan Brasil masing-masing dicetak oleh Everto (15′), Gabriel Jesus (45′) dan Richarlison (90′). Sementara satu gol balasan Peru dicetak oleh Jose Paolo Guerrero lewat titik penalti di menit 44.

Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri dahaga gelar Brasil di turnamen itu yang sudah berlangsung selama 12 tahun.

Capai Kesepakatan, De Ligt Semakin Dekat Gabung Juventus

Suara.com – Matthijs de Ligt semakin dekat bergabung dengan Juventus setelah menyepakati soal kontraknya. Sang agen pemain Mino Raiola mengungkapkan bahwa saat ini tinggal menunggu kesepakatan Juventus dan Ajax Amsterdam soal harga transfer.

De Ligt sedang menjadi buruan klub-klub top Eropa menyusul performanya bersama Ajax dan juga timnas Belanda. Juve, Paris Saint-Germain, Barcelona dan Manchester United adalah klub yang kencang dikabarkan mengincar pemain berusia 19 tahun ini.

Namun, Juventus tampaknya sudah semakin dekat untuk mendapatkan De Ligt. Kabarnya, De Ligt pekan lalu sudah setuju untuk tawaran kontrak selama lima tahun dari Juventus dengan gaji sekitar sembilan juta permusim.

Sementara seperti dikutip surat kabar Belanda, De Telegraaf pun mengabarkan bahwa De Ligt lewat sang agen pemain, Mino Raiola telah menyetujui kesepakatan kontrak dengan Juventus.

Bek tengah sekaligus kapten Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt. [EMMANUEL DUNAND / AFP]Bek tengah sekaligus kapten Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt. [EMMANUEL DUNAND / AFP]

Kini, De Ligt tinggal menunggu kesepakatan antara Ajax dan Juventus soal nilai transfer. Pihak Juventus sebelumnya telah mengajukan tawaran sebesar 50 juta euro atau sekita Rp 793 miliar, namun telah ditolak.

“Kesepakatan telah tercapai dengan Matthijs dan sekarang terserah Ajax bagaimana menuntaskan hal ini,” kata Raiola kepada De Telegraaf seperti dilansir Scoresway.

Meski demikian, Raiola juga menekankan bahwa De Ligt ingin proses kepindahannya berjalan baik. Kliennya tidak akan memaksa pindah ke Turin dengan menolak kembali berlatih dengan Ajax di pra-musim ini jika tidak tercapai kesepakatan.

Persebaya Vs Barito, Djanur Minta Pemain Lupakan Hasil Buruk Musim Lalu

Suara.com – Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman meminta pemainnya melupakan hasil negatif melawan Barito Putera pada Liga 1 musim kompetisi 2018 di mana di dua kali pertemuan Persebaya menelan kekalahan.

“Saya sudah minta ke pemain, lupakan hasil minor tahun lalu dan tatap pertandingan ke depan,” ujarnya kepada wartawan dalam jumpa pers di Surabaya, Senin (8/7/2019).

Di Liga 1 tahun 2018, pada putaran pertama Persebaya kalah 1-2 di Surabaya, kemudian kembali menelan hasil negatif di Banjarmasin dengan skor 3-2 saat putaran kedua.

Menurut pelatih yang akrab disapa Djanur, meski belum menukangi Persebaya saat dikalahkan Barito Putera, namun tetap menjadi evaluasi bagi timnya untuk tidak mengulangi hasil yang sama.

“Saya belum di sini musim lalu, dan pelatih Barito Putera sekarang juga berbeda. Yang pasti, pemain harus melupakannya dan fokus, terlebih bermain di kandang,” ucapnya seperti dimuat Antara.

Persebaya akan menghadapi tamunya, Barito Putera pada laga tunda pekan ke-4 Liga 1 musim kompetisi 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa, 9 Juli.

Penundaan pertandingan yang seharusnya digelar 15 Juni lalu itu atas saran PT LIB menyusul surat dari PSSI karena adanya agenda Tim Nasional.

Sementara itu, menghadapi laga tersebut, Persebaya sudah bisa diperkuat dua pemain intinya yang absen saat melawan Persib Bandung, yakni Damian Lizio dan Osvaldo Haay.

Kembalinya dua pemain tersebut diharapkan bisa menambah kepercayaan diri tim dan melanjutkan tren positif menang di hadapan publik sendiri.

“Semua menginginkan Persebaya menang, termasuk kami. Kemenangan tiga kali beruntun dan dua di antaranya di GBT menjadi motivasi, ditambah dukungan bonek dan bonita di stadion maupun pencinta Persebaya di manapun berada,” katanya.

Kapten Persebaya, Ruben Sanadi mengaku siap tampil meski jarak dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya hanya berjarak empat hari sehingga diperlukan konsentrasi serta fisik yang kuat.

“Tapi, pemain sudah terbiasa dengan kondisi ini dan siap memberikan yang terbaik,” kata Ruben.

Pemain asal Papua itu juga meminta rekan-rekannya melupakan hasil lawan Persib dan menyudahi euforia untuk menghindari kepercayaan diri yang berlebih serta kelengahan saat berhadapan dengan Barito.

“Semua pemain harus tetap rendah hati dan jangan besar kepala. Kerja keras pasti akan dapat hasil,” kata pemain timnas senior tersebut.

Hingga saat ini, Bajul Ijo, julukan Persebaya berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 11 poin hasil tiga kali menang, dua kali seri dan sekali kalah dalam enam pertandingan.

Sedangkan, Barito Putera berada di posisi 16 dengan raihan tiga poin hasil tiga kali seri, tiga kali kalah dan belum pernah menang dari enam pertandingan.

Gagal di Piala Afrika 2019, Mohamed Salah Curhat di Media Sosial

Suara.com – Bintang Timnas Mesir, Mohamed Salah, sangat sedih dengan tersingkirnya negara dari Piala Afrika 2019. Ia pun langsung menceritakan suasana hatinya melalui media sosial pribadinya.

Mohamed Salah dan kolega dipastikan tersingkir lebih cepat dari Piala Afrika 2019, setelah takluk 0-1 dari Afrika Selatan di Stadion International Kairo, Minggu (7/7/2019) dini hari WIB. Mesir tumbang di detik-detik akhir pertandingan usai Afrika Selatan mencetak gol melalui Thembinkosi Lorch.

Kegagalan Mesir di Piala Afrika 2019 pun cukup disayangkan. Sebab, selain berstatus sebagai tuan rumah, mereka juga memiliki para pemain jempolan yang berkarier di Eropa, seperti Mohamed Salah (Liverpool), Ahmed El Mohamady (Aston Villa), hingga Mohamed El Nenny (Arsenal).

Performa Mesir pada fase grup juga cukup cemerlang. The Pharaohs mampu menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan. Namun, nasib Mesir belum beruntung ketika bersua Afrika Selatan di babak 16 besar.

Salah mengaku sedih dengan kegagalan Mesir di Piala Afrika 2019. Ia mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya untuk suporter yang telah memberikan dukungan dan  bertekad bangkit untuk meraih kesuksesan ke depannya.

“Sangat sedih karena kami tersingkir lebih awal dari Piala Afrika. Sudah menjadi ambisi kami untuk melanjutkan perjalanan bersama dan kami telah memenangkan Piala ini karena fans loyal kami,” tulis Salah di Twitter pribadinya, Senin (8/7/2019).

“Saya ingin berterima kasih kepada mereka [fans] atas dukungan yang selalu mereka berikan dan kami akan belajar dari kesalahan yang kami buat. Semoga Mesir beruntung di masa yang akan datang,” tuturnya menutup.

Curhatan Mohamed Salah usai tersingkir dari Piala Afrika 2019. (Twitter/@mosalah).Curhatan Mohamed Salah usai tersingkir dari Piala Afrika 2019. (Twitter/@mosalah).

Terlepas dari kekalahan Mesir, sudah ada enam negara yang memastikan diri lolos ke babak perempat final Piala Afrika 2019. Keenam negara itu adalah Senegal, Benin, Nigeria, Afrika Selatan, Algeria, dan Madagascar.

Sementara dua slot lainnya masih diperebutkan oleh Ghana, Tunisia, Mali, dan Pantai Gading. Keempat negara itu baru akan saling bertarung pada Senin (8/7/2019) malam WIB.

Ndombele Klaim Mauricio Pochettino Pelatih Terbaik Dunia saat Ini

Suara.com – Gelandang jangkar anyar Tottenham Hotspur, Tanguy Ndombele tak ragu menyebut jika pelatih di klub barunya, yakni Mauricio Pochettino, merupakan pelatih terbaik di dunia saat ini.

Ndombele juga mengklaim jika Pochettino merupakan alasan mengapa dirinya memilih Tottenham sebagai destinasi di bursa transfer musim panas 2019 ini, alih-alih menerima pinangan klub-klub Eropa lainnya yang diyakini juga meminati servis pemain internasional Prancis itu.

Seperti diketahui, kepastian perekrutan Ndombele dari Olympique Lyon (OL) dikonfirmasi Tottenham via laman resmi mereka, Rabu (3/7/2019) lalu.

Pemain berusia 22 tahun itu mengikat kontrak jangka panjang enam tahun bersama klub berjuluk The Lilywhites.

Meski Spurs tidak menjelaskan secara detil soal dana yang mereka keluarkan untuk memboyong Ndombele, namun media-media ternama Inggris mengklaim jika klub London Utara itu harus menggelontorkan 65 juta pounds (sekira Rp 1,16 triliun) untuk mengamankan transfer ini.

Dengan ini, Tottenham pun resmi memecahkan rekor pembelian mereka di jendela transfer sepanjang sejarah.

Sebelumnya, rekor pembelian termahal klub dipegang Davinson Sanchez saat didatangkan dari Ajax Amsterdam seharga 42 juta pounds pada bursa transfer musim panas 2017.

“Apa yang membuat saya akhirnya bergabung ke Tottenham? Bukan karena bayaran besar, namun karena Tottenham adalah klub sepakbola yang hebat dan terus berkembang,” buka Ndombele seperti dimuat Manchester Evening News.

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino. [Adrian DENNIS / AFP]Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino. [Adrian DENNIS / AFP]

“Tottenham berhasil menempati posisi empat besar Liga Primer Inggris musim lalu dan musim ini akan tampil di Liga Champions. Namun, alasan utama saya gabung ke sini karena Tottenham memiliki pelatih yang hebat,” sambungnya.

“Tottenham memiliki salah satu pelatih terbaik di dunia, bahkan menurut saya Pochettino adalah pelatih terbaik di dunia saat ini. Saya ingin terus berkembang sebagai pemain di bawah bimbingannya,” celoteh Ndombele.

“Ketika dia menginginkan Anda, dia akan membuatmu tertarik untuk bekerja sama dengannya. Hanya Pochettino lah yang mampu meyakinkan saya untuk membuat keputusan ini,” pungkas sang gelandang.

Ndombele sendiri merupakan seorang gelandang sentral. Meski demikian, ia juga dikenal sebagai gelandang box-to-box yang memiliki tenaga kuda.

Musim lalu, Ndombele total tampil di 49 pertandingan bersama OL di semua kompetisi, dengan torehan tiga gol dan delapan assist.

Persija Jakarta Resmi Jamu Persib di SUGBK

Suara.com – Jakmania akhirnya bisa bernapas lega. Hal itu setelah manajemen Persija Jakarta memastikan bahwa laga sarat gengsi melawan Persib Bandung akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/1019).

Itu dipastikan setelah manajemen Persija berkoordinasi dengan pihak keamanan dalam hal ini Polda Metro Jaya. Pihak keamanan akhirnya mau menerbitkan izin pertandingan yang akan digelar di SUGBK pada pukul 15.30 WIB.

“Pagi tadi kita sudah lakukan koordinasi dengan kepolisian. Syukur Alhamdulillah, izin sudah diterbitkan dan kita bisa lakukan pertandingan Persija vs Persib di SUGBK sesuai jadwal,” kata CEO Persija Ferry Paulus dalam jumpa persnya.

Ferry menyebutkan, pihaknya dibebankan beberapa persyaratan agar bisa menggelar pertandingan di SUGBK. Salah satunya yaitu melarang kelompok suporter Persib, Bobotoh, hadir ke Jakarta.

CEO Persija Ferry Paulus (Suara.com/Adie Prasetyo)CEO Persija Ferry Paulus (Suara.com/Adie Prasetyo)

“Banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Tentunya, semua stekholder dari Persija harus penuhi syarat itu. Penekanannya ada di penonton Persib untuk tidak hadir, seperti yang sudah disampaikan oleh PT LIB (Liga Indonesia Baru),” ia menambahkan.

“Dari komunikasi itu, pihak Persib sudah sanggupi. Kita harus menjaga apa yang diinginkan kepolisian. Dari mulai persiapan di Jakarta ini sampai kepulangan tim ke Bandung,” jelasnya.

Terakhir, manajemen Persija meminta agar Jakmania tidak memaksakan hadir ke SUGBK jika tak memiliki tiket. Sebab, penjagaan yang dilakukan kali ini berbeda dari laga-laga sebelumnya.

“Semoga kami bisa menggelar pertandingan dengan lancar sebagai tuan rumah. Tentu, tim juga dapat hasil bagus nanti,” pungkasnya.

Bawa Senjata Api, Ofisial PSM Makassar Digelandang ke Polres Pamekasan

Suara.com – Seorang ofisial PSM Makassar harus berurusan dengan polisi. Oknum yang diketahui merupakan pengawal pribadi manajer PSM,  yang hingga saat ini namanya masih dirahasiakan, digelandang ke Polres Pamekasan karena kedapatan membawa senjata api saat menghadapi Madura United di leg kedua semifinal Piala Indonesia, Minggu (7/7/2019).

Menurut Sapto Wahyono, Security Officer Madura United, mengatakan jika oknum yang mengenakan tanda pengenal ofisial PSM tersebut memperlihatkan senjata api yang dibawanya ke suporter Madura United ketika terjadi aksi pelemparan botol air minum ke arena pertandingan.

Aksi tersebut diketahui oleh petugas yang berada di sekitar lokasi. Usai pertandingan, oknum itu pun diamankan.

Menurut Sapto, pihak klub menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada polisi dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang berlaku.

“Ada salah satu oknum yaitu pengawal pribadi manajer dari PSM ditengarai membawa senpi. Sekarang diproses di Polres Pamekasan,” kata Sapto seperti dikutip kabarmakassar.com.

“Intinya adalah kami percaya penuh kepada teman-teman Polres Pamekasan,” sambungnya.

Pada pertandingan leg kedua semifinal Piala Indonesia, Minggu (7/7/2019), Madura United berhasil mengalahkan PSM Makassar 2-1. Namun, Laskar Sape Kerrab gagal melangkah ke final Piala Indonesia.

Meski mengantongi agregat sama 2-2, Madura United yang kalah 1-0 di leg pertama di Makassar harus menerima kenyataan kalah agresivitas gol tandang.

Kini Mengoleksi 40 Trofi, Dani Alves Pemain Tersukses Sepanjang Sejarah

Suara.com – Fullback gaek Dani Alves kini sah menjadi pemain sepakbola tersukses sepanjang sejarah. Bagaimana tidak, Alves kini telah mengoleksi 40 trofi dalam karier profesionalnya yang panjang.

Alves menggenapi koleksi trofinya menjadi 40 usai membawa Brasil menjuarai ajang Copa America 2019. Brasil mengalahkan Peru 3-1 pada laga final yang dihelat di Estadio Maracana, Rio de Janeiro, Senin (8/7/2019) dini hari WIB.

Jika ditotal secara keseluruhan, Alves pun kini telah meraih 40 gelar juara selama memperkuat Bahia, Sevilla, Barcelona, Juventus, Paris Saint-Germain (PSG) serta tentunya Timnas Brasil.

Dengan ini, bek kanan berusia 36 tahun itu pun sah menjadi pemain tersukses sepanjang sejarah! Ya, bukan Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, ataupun nama-nama legendaris macam Pele atau Diego Maradona.

Jika di-breakdown, kesuksesan paling besar didapat Alves saat berseragam Barcelona, dengan total raihan 23 gelar.

Alves juga merengkuh  banyak kesuksesan saat memperkuat klub pertamanya di Eropa, yakni Sevilla. Di klub Andalusia tersebut, Alves meraih lima gelar dengan dua diantaranya berasal dari ajang Piala UEFA (sekarang Liga Europa].

Hijrah dari Barcelona, Alves merapat ke Juventus pada 2016 dan bermain selama satu musim di Italia. Meski periodenya di Turin terbilang singkat, Alves berhasil membawa Juvents mengawinkan gelar domestik, yakni juara Liga Italia Serie A dan Coppa Italia.

Kesuksesan berikutnya diraih Alves saat membela panji PSG. Bersama raksasa Prancis tersebut, Alves berhasil menyabet enam gelar domestik.

Padahal seperti di Juventus, kebersamaan Alves dengan PSG praktis tak panjang, yakni hanya dua musim saja.

Sementara bersama Timnas Brasil, gelar Copa America 2019 adalah gelar Copa America kedua bagi Alves. Ditambah Piala Konfederasi, Alves total mempersembahkan empat gelar untuk Selecao –julukan Timnas Brasil.

Alves sendiri kini tengah tanpa klub usai tak memperpanjang kontraknya bersama PSG pada bursa transfer musim panas ini.

Belum ada tanda-tanda untuk pensiun, Alves kini sedang bersiap untuk melanjutkan kisahnya dalam mencari trofi-trofi berikutnya.

Rumor teranyar menyebutkan jika Alves sedang dibidik Inter Milan untuk direkrut secara free transfer pada musim panas 2019 ini.

Bek Brasil Ini Jadi Rekrutan Kelima Atletico Madrid

Suara.com – Atletico Madrid terus membenahi skuatnya menghadapi musim 2019/2020. Klub raksasa Liga Spanyol ini telah menambah armada skuatnya setelah resmi memboyong Renan Lodi dari Athletico Paranaense.

Kesepakatan dengan bek Brasil itu telah tercapai pada bulan lalu. Kini Atletico Madrid mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan kepindahan Renan Lodi dari klub Athletico Paranaense.

Kabarnya, Atletico mengeluarkan dana sebesar 25 juta euro untuk memboyong Renan Lodi. Sang pemain pun telah mengikat kontrak selama enam tahun di Wanda Metropolitano.

Pemain berusia 21 tahun itu pun mengaku senang dapat bergabung dengan Atletico Madrid. “Saya senang berada di sini dan tiba di klub yang besar ini,” kata Renan Lodi lewat situs resmi klub Atletico.

Pemain klub Brasil Athletico Paranaense Renan Lodi (kiri) melepaskan tendangan ke gawang saat menghadapi klub Argentina Boca Juniors di Piala Libertadores 2019. Heuler Andrey / AFPPemain klub Brasil Athletico Paranaense Renan Lodi (kiri) melepaskan tendangan ke gawang saat menghadapi klub Argentina Boca Juniors di Piala Libertadores 2019. Heuler Andrey / AFP

“Saya merasa sangat senang untuk dapat bekerja dengan (Diego) Simeone, dia adalah salah satu pelatih terbaik,” ujarnya seperti dilansir Scoresway.

Renan Lodi telah membantu klub Athletico Paranaense meraih gelar juara Copa Sudamericana 2018. Ia telah bermain 49 pertandingan resmi untuk Athletico, mencetak empat gol plus delapan assists.

Rodi menjadi pemain kelima yang bergabung di Atletico pada bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya Atletico telah merekrut Joao Felix, Marcos Llorente, Felipe dan Hector Herrera.

Kedatangan Renan Lodi juga membuat Atletico sudah memiliki pengganti Filipe Luis dan Lucas Hernandez di posisi bek kiri. Filipe sudah tidak memperpanjang kembali kontraknya, sedangkan Hernandez bergabung dengan Bayern Munich.

Marah-marah Dikartu Merah, Gabriel Jesus Pukul Bench Wasit dan Dorong VAR

Suara.com – Striker Timnas Brasil, Gabriel Jesus, sempat emosi besar saat diusir wasit pada laga final Copa America 2019 di Stadion Maracana, Senin (8/7/2019). Ia pun sampai memukul monitor Video Assistant Referee (VAR) usai dikartu merah.

Bomber 22 tahun itu meninggalkan lapangan lebih cepat ketika Brasil melawan Peru. Ia diusir oleh wasit pada menit ke-70, setelah dinilai melakukan tindakan berbahaya ketika berduel dengan pemain Peru. Keputusan itu membuat Jesus seolah tak percaya.

Jesus sempat memprotes kartu merah yang didapat, tetapi wasit yang memimpin pertandingan tetap bergeming dan teguh pada pendiriannya. Kemarahan striker Manchester City itu diluapkan ketika berjalan meninggalkan lapangan.

Jesus sempat melayangkan pukulan ke bench wasit keempat yang berada di pinggir lapangan. Masih belum puas, ia kemudian berupaya menghancurkan monitor VAR dengan mendorongnya dengan keras. Setelah itu, Jesus duduk dan menangis.

Pada pertandingan itu, sejatinya Jesus tampil mengesankan karena mampu mencetak satu gol pada injury time babak pertama. Kemudian, ia juga membuat satu assist untuk gol pertama Brasil yang dicetak oleh Everton.

Jesus segera sadar dengan apa yang dilakukan dirinya itu salah. Setelah kondisinya lebih tenang, striker 22 tahun itu mengucapkan permintaan maafnya.

“Saya ingin meminta maaf. Seharusnya saya tidak begitu dan saya juga harus bisa tumbuh lebih dewasa,” kata Jesus dikutip Mirror.

Sementara itu, kemenangan 3-1 atas Peru membuat Brasil keluar sebagai juara Copa America 2019. Hasil itu juga mengakhiri puasa gelar tersebut sejak 2007.

Harumkan Nama Indonesia, Petinju asal NTT Jadi Juara Dunia Versi IBO

Suara.com – Petinju asal Nusa Tenggara Timur, Tibo Monabesa, berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi juara dunia kelas terbang versi Internasional Boxing Organization (IBO) di GOR Florabomora, Oepoi, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (7/7/2019) malam.

Tibo Monabesa berhasil meraih kemenangan atas lawannya asal Australia, Omari Kimweri, setelah bertarung selama 12 ronde penuh. Ia mendapatkan nilai tinggi dari tiga hakim yang menilai jalannya pertarungan, yakni Hakim Jerrold Tomeldan memberi nilai 114-114, hakim Kriangsak 116-111, sedangkan hakim Cherdchai Srirat 118-110.

Keberhasilan Tibo Monabesa menjadi juara dunia versi IBO disaksikan secara langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, di GOR Florabomora. Ia ditemani oleh gubernur NTT, Viktor Laiskodat.

Imam Nahrawi bersyukur Tibo Monabesa bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia memberikan selamat serta berharap salah satu putra terbaik Tanah Air itu tidak cepat puas untuk meraih kemenangan-kemenangan di kejuaraan ke depan.

“Alhamdulillaaahhh, lahir juara dunia tinju dari KupangTibo Monabesa. Dalam laga di perbatasan negara, The Border Battle 2019, yang berlangsung 12 ronde dan dukungan penuh masyarakat yang semalam memadati GOR Flobamora, Oepoi, Kupang, NTT, Tibo Monabesa berhasil menjadi juara dunia kelas terbang versi Internasional Boxing Organization (IBO) setelah kalahkan petinju Australia Omari Kimweri,” tulis Imam Nahrawi di Instagram pribadinya.

“Saya bersama Gubernur NTT, Pak Viktor Laiskodat menjadi saksi laga yang berlangsung seru sejak ronde pertama dan dipimpin wasit Australia, Gary Ingraham. Selamatttttt Tibo, terimakasih sudah membuat bangga Indonesia dengan prestasi ini. Semoga terus konsisten berlatih dan meraih juara di laga laga berikutnya,” lanjutnya menutup.

Imam Nahrawi memberikan ucapan selamat kepada Tibo Monabesa karena berhasil menjadi juara dunia kelas terbang versi Internasional Boxing Organization (IBO). (Instagram/@nahrawi_imam).Imam Nahrawi memberikan ucapan selamat kepada Tibo Monabesa karena berhasil menjadi juara dunia kelas terbang versi Internasional Boxing Organization (IBO). (Instagram/@nahrawi_imam).

Sebagai informasi, menurut data Boxrec.com, Tibo Monabesa merupakan petinju asal NTT yang lahir di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, 10 Juni 1990 silam. Ia pernah dijuluki Il Duce, lantaran keberhasilannya menjadi juara kelas Light Flyweight Indonesia Boxing Association, ketika usianya 23 tahun.

Gagal di Piala Afrika 2019: Pelatih Mesir Dipecat, Presiden Federasi Mundur

Suara.com – Kegagalan Timnas Mesir di Piala Afrika 2019, berimbas panjang. Hasil buruk itu membuat Javier Aguirre selaku pelatih dipecat, kemudian disusul mundurnya presiden Federasi Sepak Bola Mesir (EFA).

Mohamed Salah dan kolega dipastikan tersingkir lebih cepat dari Piala Afrika 2019, setelah takluk 0-1 dari Afrika Selatan di Stadion International Kairo, Minggu (7/7/2019) dini hari WIB.

Gol semata wayang Afrika Selatan yang dicetak oleh Thembinkosi Lorch pada menit ke-85 menjadi mimpi buruk bagi Mesir. Alhasil, Mesir yang berstatus sebagai tuan rumah turnamen harus merasakan kenyataan pahit di negara sendiri.

Kegagalan itu pun membuat Aguirre yang baru ditunjuk pada Agustus 2018 setelah Piala Dunia, langsung dipecat oleh EFA. Ia belum genap bekerja setahun usai ditunjuk untuk menggantikan Hector Cuper.

“Tentu saja saya bertanggung jawab atas kegagalan ini. Kami mencoba mencetak gol, tapi kami bertemu tim kuat dengan organisasi pertahanan yang kuat juga. Kami menciptakan beberapa peluang, tapi mereka adalah lawan yang bagus,” kata pelatih 60 tahun tersebut dilansir dari BBC.

Tidak berhenti di situ, beberapa jam setelah Aguirre mundur, Hany Abo Rida selaku Presiden EFA, memutuskan untuk meninggalkan kursi jabatannya. Ia juga mengimbau pada direksi untuk mengikuti jejaknya sebagai bentuk tanggung jawab moral.

“Hani Abu Reidah mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi kepresidenan Federasi Sepak Bola Mesir,” bunyi pernyataan EFA, dikutip dari Soccer Laduma.

“Dia juga meminta anggota Dewan Direksi juga mengundurkan diri, menyusul kepergian tim nasional pertama dari babak 16 Piala Afrika yang saat ini diselenggarakan di Mesir,” tuturnya menambahkan.

Kegagalan Mesir di Piala Afrika 2019, memang cukup disayangkan. Sebab, selain berstatus sebagai tuan rumah, mereka juga memiliki para pemain jempolan yang berkarier di Eropa, seperti Mohamed Salah (Liverpool), Ahmed El Mohamady (Aston Villa), hingga Mohamed El Nenny (Arsenal).

Performa Mesir pada fase grup juga cukup cemerlang. Mohamed Salah dan kolega menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan. Namun, nasib The Pharaohs belum beruntung ketika harus menelan kekalahan atas Afrika Selatan di detik-detik akhir pertandingan.

Tuduh CONMEBOL, Lionel Messi Terancam Sanksi 2 Tahun

Suara.com – Usai marah-marah, kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, kini bakal dihadapkan dengan hukuman. Bintang Barcelona itu terancam hukuman sanksi dua tahun dari Federasi Sepak Bola Amerika Latin (CONMEBOL).

Messi marah besar setelah Argentina tersingkir dari Brasil di babak semifinal Copa America 2019. Ia merasa dicurangi oleh wasit karena tidak bersedia melihat VAR, setelah ada dua pelanggaran di kotak penalti Brasil.

Kemarahan lima peraih Ballon d’Or itu belum mereda selepas Argentina memastikan peringkat tiga Copa America 2019. Usai menerima kartu merah di laga itu, ia menolak mengambil medali dan menuduh adanya korupsi serta setting-an agar Brasil keluar sebagai juara.

CONMEBOL sudah memberikan tanggapan terkaiot tudingan Lionel Messi. Ia merasa penyataan yang dikeluarkan oleh pemain 32 tahun itu tidak benar dan tidak berdasar. Bahkan, Messi kini terancam sanksi berat dari CONMEBOL.

Tanggapan CONMEBOL menganai protes Lionel Messi. (Twitter/@CONMEBOL).Tanggapan CONMEBOL menganai protes Lionel Messi. (Twitter/@CONMEBOL).

Menurut media Spanyol, AS, ada peraturan yang menyebut bahwa menyerang CONMEBOL secara verbal atau hinaan itu, baik secara otoritas ataupun ofisial, itu dilarang. Hukuman untuk orang yang melakukan hinaan adalah larangan bermain selama dua tahun.

Jika hukuman ini dijatuhkan, Messi tidak akan bisa membela Argentina di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Ia juga berpeluang absen di Copa America 2020 yang akan diselenggarakan di Argentina dan Kolombia.

Hukuman itu pun akan menjadi kerugian besar bagi Messi. Sebab, ia sudah semakin berumur, sementara impiannya untuk membawa negaranya berprestasi di dunia internasional belum kunjung terwujud.

Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019 Pekan Kedelapan

Suara.com – Gelaran Liga 1 2019 memasuki pekan kedelapan pada Rabu (10/7/2019). Namun sebelum masuk matchweek kedelapan, ada dua laga tunda sisa pekan keempat yang akan dipertandingkan.

Dua laga tersebut adalah Semen Padang vs Tira-Persikabo yang akan dihelat hari ini, Senin (8/7/2019) pukul 15.30 WIB serta Persebaya kontra Barito Putera yang akan digelar besok. 

Untuk pekan kedelapan sendiri, ada sederet partai seru, termasuk super big match antara dua rival abadi di sepakbola Indonesia, Persija Jakarta vs Persib Bandung.

Persija akan menjadi tuan rumah pada pertandingan sarat gengsi bertajuk Derby Indonesia ini. Tentunya, duel kedua tim bakal sangat menarik karena selalu menghadirkan drama tak hanya di dalam lapangan, namun juga di luar lapangan. 

Selain pertandingan Persija kontra Persib, ada duel antara Tira-Persikabo vs Madura United di pekan kedelapan yang sayang untuk dilewatkan. Sebab, dua tim ini sedang konsisten berada di papan atas klasemen Liga 1 2019. 

PSM Makassar vs Bhayangkara FC juga sayang jika tidak disaksikan. Ini menjadi kesempatan bagi The Guardian –julukan Bhayangkara FC– agar terus bertahan di papan atas klasemen, meski akan sulit karena harus melakoni laga away.

Jadwal siaran Langsung Liga 1 2019:

Pekan keempat (laga tunda):

Senin (8/7/2019)

Semen Padang vs Tira-Persikabo, Stadion Haji Agus Salim, 15.30 WIB, Live: O’Channel

Selasa (9/7/2019)

Persebaya vs Barito Putera, Stadion Gelora Bung Tomo, 18.30 WIB, Live: Indosiar

Pekan kedelapan:

Rabu (10/7/2019)

Persipura Jayapura vs Perseru Badak Lampung FC, Stadion Mandala, 13.30 WIB, streaming vidio.com
Persija Jakarta vs Persib Bandung, Stadion belum ditentukan, 15.30 WIB, live: Indosiar
Borneo FC vs PSIS Semarang, Stadion Segiri, 18.30 WIB, live: O’Channel

Kamis (11/7/2019)

Persela Lamongan vs Kalteng Putra, Stadion Surajaya, 18.30 WIB, live: O’Channel

Jumat (12/7/2019)

Semen Padang vs Arema FC, Stadion Haji Agus Salim, 15.30 WIB, live: Indosiar
Tira-Persikabo vs Madura United, Stadion Pakansari, 18.30 WIB, live: Indosiar

Sabtu (13/7/2019)

PSM Makassar vs Bhayangkara FC, Stadion Andi Mattalatta, 15.30 WIB, live: Indosiar
PSS Sleman vs Persebaya Surabaya, Stadion Maguwoharjo, 18.30 WIB, live: Indosiar

Minggu (14/7/2019)

Barito Putera vs Bali United, Stadion 17 Mei, 18.30 WIB, live: Indosiar

Kalahkan Peru, Berikut 5 Fakta Menarik Usai Brasil Juara Copa America 2019

Suara.com – Brasil sukses menjuarai Copa America 2019 setelah menang atas Peru di final. Berikut fakta – fakta menarik usai kemenangan Brasil 3-1 atas Peru saat final di Estadio do Maracana, Senin (8/7/2019) pagi WIB.

Pada laga final tersebut, gol-gol Brasil dicetak oleh Everton dan Gabriel Jesus di babak pertama. Penalti Richarlison di penghujung babak kedua menutup kemenangan Brasil .

Sementara Peru hanya bisa menciptakan satu gol lewat kaki Paolo Guerrero di menit akhir babak pertama. Namun, Brasil harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-70 usai Gabriel Jesus diusir wasit.

Bagi Seleccao –julukan Timnas Brasil– sukses tersebut sekaligus mengakhiri puasa gelar mereka di ajang ini, yang telah berlangsung 12 tahun semenjak terakhir mereka jadi juara pada 2007 silam.

Timnas Brasil juara Copa America 2019. [Juan MABROMATA / AFP]Timnas Brasil juara Copa America 2019. [Juan MABROMATA / AFP]

Berikut fakta – fakta menarik lainnya yang dihimpun dari Opta dari kemenangan Brasil atas Peru 3-1 di final dan menjuarai Copa America 2019 :

1. Brasil telah memenangkan Copa America dari lima kesempatan mereka menjadi tuan rumah turnamen (1919, 1922, 1949, 1989 dan 2019).

2. Tite adalah pelatih pertama yang memenangkan Copa America (2019), Copa Libertadores (dengan Corinthians pada 2012) dan Copa Sudamericana (dengan Internacional pada 2008)

3. Gabriel Jesus adalah pemain pertama yang mencetak gol dan juga diusir karena kartu merah dari final Copa America

4. Gol Peru mengakhiri penampilan apik Alisson tanpa kebobolan di menit 889 di semua kompetisi. Sebelumnya gawangnya saat memperkuat Liverpool. Salomon Rondon pencetak gol untuk Newcastle United pada 4 Mei.

5. Gol pembuka kemenangan Brasil oleh Everton adalah gol pertama yang dicetak saat final Copa America di waktu normal sejak 2011 (Diego Forlan, untuk Uruguay v Paraguay).

4 Rekor Paolo Guerrero Usai Jebol Gawang Brasil di Final Copa America 2019

Suara.com – Peru boleh saja kalah dan harus rela gelar Copa America 2019 jatuh ke tangan Brasil. Tapi meski begitu, laga final itu terasa begitu spesial bagi penyerang La Blanquirroja, Jose Paolo Guerrero.

Untuk kedua kalinya, Peru bertemu Brasil di Copa America 2019. Setelah terbantai 0-5 di fase penyisihan, Peru nyatanya harus kembali mengakui keperkasaan Brasil setelah di partai final keok 1-3.

Walau gagal merebut gelar Copa America, namun partai final itu menyimpan kesan mendalam bagi penyerang Peru, Jose Paolo Guerrero.

Top Skor Copa America 2019

Bersama pemain Brasil, Everton, Guerrero ditetapkan sebagai top skor Copa America 2019. Keduanya sama-sama mencetak tiga gol di ajang tersebut.

Penyerang Peru, Paolo Guerrero raih gelar top skor di Copa America 2019, Senin (8/7/2019). [JUAN MABROMATA / AFP]Penyerang Peru, Paolo Guerrero raih gelar top skor di Copa America 2019, Senin (8/7/2019). [JUAN MABROMATA / AFP]

Ini bukan kali pertama Guerrero berbagi gelar top skor di Copa America. Sebelumnya pada edisi 2015, eks pemain Bayern Munchen tersebut juga pernah berbagi gelar top skor dengan pemain Chile, Eduardo Vargas. Saat itu Guerrero dan Vargas sama-sama mengemas empat gol.

Guerrero peraih gelar top skor tiga kali beruntun pertama di Copa America

Guerrero sukses membukukan diri sebagai pemain yang paling tajam di gelaran Copa America.

Ini dibuktikan dengan keberhasilannya mempertahankan gelar top skor tiga kali beruntun. Sebelum ini, ia didapuk sebagai top skor pada gelaran Copa America edisi 2011 dengan torehan lima gol dan di tahun 2015 dengan torehan empat gol.

Jika dirunut dari sejarah Copa America, Guerrero merupakan pemain pertama yang mampu meraih top skor tiga edisi beruntun.

Penyerang Peru, Paolo Guerrero selebrasi usai sukses mengecoh kiper Brasil Alisson Becker saat melakukan eksekusi penalti di final Copa America 2019, Senin (8/7/2019). [JUAN MABROMATA / AFP]Penyerang Peru, Paolo Guerrero selebrasi usai sukses mengecoh kiper Brasil Alisson Becker saat melakukan eksekusi penalti di final Copa America 2019, Senin (8/7/2019). [JUAN MABROMATA / AFP]

Sebelumnya, Pedro Petrone juga pernah jadi pemain tersubur yang menjadi top skor selama tiga edisi tapi tidak secara beruntun yakni pada 1923, 1924 serta 1927.

Sejajar dengan Lionel Messi dan Zico

Satu golnya ke gawang Brasil membuat Guerrero mencatatkan gol ke gawang semua tim yang berada di bawah naungan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol).

Sebelum ini, ia melewatkan enam kesempatan untuk mencetak gol saat menghadapi Brasil.

Torehan itu membuat Guerrero sekarang setara dengan Zico, Arnoldo Iguaran, Agustin Delgado, Lionel Messi, Luis Suarez dan Edinson Cavani.

Putus rekor cleansheet Alisson Becker

Guerrero bisa dibilang merupakan satu-satunya pemain yang mampu menjebol gawang Brasil di ajang Copa America 2019.

Sebelumnya, kiper Alisson Becker sukses menjaga gawangnya tetap suci sepanjang gelarang Copa America 2019, bahkan rekor cleansheeet tersebut sudah dipegangnya bersama Liverpool sejak semifinal leg kedua Liga Champions lalu.

Penyerang Peru, Paolo Guerrero sukses mengecoh kiper Brasil Alisson Becker saat melakukan eksekusi penalti di final Copa America 2019, Senin (8/7/2019). [JUAN MABROMATA / AFP]Penyerang Peru, Paolo Guerrero sukses mengecoh kiper Brasil Alisson Becker saat melakukan eksekusi penalti di final Copa America 2019, Senin (8/7/2019). [JUAN MABROMATA / AFP]

Tercatat, Alisson urung kebobolan dalam 494 menit alias cleansheet dalam 9 laga beruntun bersama Brasil dan Liverpool.

Guerrero sendiri mampu menjebol gawang Alisson lewat eksekusi penalti di menit ke-44. Saat itu, pemain belakang Brasil, Thiago Silva melakukan pelanggaran di kotak terlarang dan wasit kemudian menunjuk titik putih.

Guerrero yang ditunjuk sebagai eksekutor pun sukses menunaikan tugasnya. Gol itu menjadi gol ketiganya di ajang Copa America 2019.

PSSI akan Gelar Drawing untuk Tuan Rumah Final Piala Indonesia

Suara.com – Piala Indonesia telah memasuki babak akhir. Dua tim terbaik Tanah Air pun akan saling beradu di partai puncak untuk menjadi kampiun di ajang cup-competition itu. 

Dua tim yang telah memastikan diri lolos ke final adalah Persija Jakarta dan PSM Makassar. Partai final PSM Makassar vs Persija Jakarta sendiri akan dihelat dua leg dengan sistem kandang – tandang, yaitu pada 21 dan 28 Juli 2019 mendatang.

Meski demikian, belum diketahui tim mana yang bakal menjadi tuan rumah terlebih dahulu pada leg pertama nanti. Oleh karenanya, PSSI selaku operator kompetisi Piala Indonesia akan melakukan drawing yang rencananya akan dilakukan pada Selasa (9/7/2019).

“Iya, akan diadakan drawing lagi untuk penentuan tuan rumah siapa yang terlebih dahulu. Rencana drawing itu Selasa (9/7/2019) besok di Jakarta,” ungkap Media Officer PSSI, Bandung Saputra dalam keterangan resminya. 

Sebagaimana diketahui, Persija lolos ke final setelah mengalahkan Borneo FC di babak semifinal dengan agregat skor 3-2. Itu setelah di leg pertama Persija menang dengan skor 2-1, lalu di leg dua bermain imbang 1-1.

Sementara PSM, lolos setelah menyingkirkan Madura United karena unggul agresivitas gol tandang dengan agregat 2-2. PSM unggul 1-0 di leg pertama dan di leg dua, takluk dari Madura United dengan skor 1-2.

Pemenang dari Piala Indonesia ini nantinya akan mengisi satu slot mewakili Indonesia di kejuaraan kasta kedua Piala AFC 2020.

Dani Alves Pemain Terbaik Copa America 2019, Everton Soares Top Skor

Suara.com – Timnas Brasil memastikan diri sebagai juara Copa America 2019, usai mengalahkan Peru di laga final yang dihelat di Estadio Maracana, Rio de Janeiro, Senin (8/7/2019) dini hari WIB. Brasil menang dengan skor 3-1 atas Peru.

Gol-gol Seleccao –julukan Timnas Brasil– asuhan pelatih Tite dilesakkan Everton Soares pada menit 15, Gabriel Jesus (45+3′), dan penalti Richarlison (90′).

Sementara itu, Peru cuma bisa membalas sekali lewat penalti Paolo Guerrero (44′).

Well, ini menjadi trofi kesembilan Brasil di Copa America setelah sebelumnya jadi juara pada tahun 1919, 1922, 1949, 1989, 1997, 1999, 2004, dan terakhir 2007.

Untuk gelar individual di Copa America 2019, praktis seluruhnya diborong pemain-pemain Brasil. Sebuah hal yang wajar memang.

Fullback gaek Dani Alves di luar dugaan mendapatkan gelar Pemain Terbaik turnamen, dan berhak mendapatkan trofi Golden Ball.

Well, Alves memang tampil konsisten sepanjang turnamen Copa America 2019, meskipun usia pemain yang kini tidak memiliki klub pasca dilepas Paris Saint-Germain itu kini sudah menginjak 36 tahun.

Alves yang dipercaya menjadi kapten Brasil di Copa America 2019, merupakan pilihan utama pelatih Tite di sektor fullback kanan Seleccao.

Selain punya peran besar saat menyerang, Alves terbilang disiplin menjaga pertahanan. Kontribusi Alves pula yang membuat timnas Brasil hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen Copa America 2019.

Sementara itu, trofi Golden Boot alias gelar Top Skor turnamen menjadi milik Everton Soares. Namun, attacker Brasil itu harus berbagi gelar ini dengan striker veteran Peru, Paolo Guerrero. Keduanya sama-sama mencetak tiga gol sepanjang turnamen.

Attacker Timnas Brasil, Everton Soares berpose bersama trofi Golden Boot, setelah menjadi top skor Copa America 2019. [MAURO PIMENTEL / AFP]Attacker Timnas Brasil, Everton Soares berpose bersama trofi Golden Boot, setelah menjadi top skor Copa America 2019. [MAURO PIMENTEL / AFP]

Bagi Everton, ini tentu jadi pencapaian hebat untuk pemain berusia 23 tahun itu. Pasalnya, Copa America 2019 merupakan debut Everton di ajang internasional bersama Brasil.

Sementara bagi Guerrero, ini adalah trofi Golden Boot keduanya setelah pada Copa America 2015 lalu juga keluar sebagai top skor turnamen.

Guerrero kini jadi pemain Amerika Selatan aktif dengan gol terbanyak di pentas Copa America, yakni 12 gol.

Dan terakhir, gelar Kiper Terbaik turnamen diraih kiper andalan Brasil, Alisson Becker. Kiper Liverpool itu hanya kebobolan satu gol saat mengawal gawang Brasil, dari total enam pertandingan yang dilakoni di Copa America 2019.

Kampiun Copa America 2019, Brasil Akhiri Puasa Gelar Sejak 2007

Suara.com – Timnas Brasil memastikan diri sebagai juara Copa America 2019, usai mengalahkan Peru di laga final. Seleccao –julukan Timnas Brasil– pun mengakhiri puasa gelar mereka di ajang ini, yang telah berlangsung 12 tahun semenjak terakhir mereka jadi juara pada 2007 silam.

Di partai final yang dihelat di Estadio Maracana, Rio de Janeiro, Senin (8/7/2019) dini hari WIB, Brasil menang dengan skor 3-1 atas Peru.

Gol-gol Seleccao asuhan pelatih Tite dilesakkan Everton Soares pada menit 15, Gabriel Jesus (45+3′), dan penalti Richarlison (90′). Sementara itu, Peru cuma bisa membalas sekali lewat penalti Paolo Guerrero (44′).

Well, ini menjadi trofi kesembilan Brasil di Copa America setelah sebelumnya jadi juara pada tahun 1919, 1922, 1949, 1989, 1997, 1999, 2004, dan terakhir 2007.

Setelah penantian panjang selama 12 tahun, Brasil akhirnya kembali menjadi raja di kancah sepakbola Amerika Latin. 

Meski demikian, raihan sembilan gelar Brasil itu rupanya masih kalah jauh ketimbang Argentina dan Uruguay.

Uruguay sampai detik ini masih menjadi negara tersukses di Copa America dengan raihan 15 gelar juara, sementara Argentina sudah mengoleksi 14 gelar titel di ajang ini.

Seperti dilansir WhoScored, sebelumnya Brasil memang punya rekor cukup buruk setiap kali tampil di final Copa America.

Alisson Becker Buat Rekor Hattrick Gelar Kiper Terbaik Tahun Ini

Suara.com – Brasil sukses merengkuh gelar Copa America 2019 setelah 12 tahun lamanya. Keberhasilan itu tentu tak bisa dilepaskan dari peran sentral yang ditunjukkan oleh kiper Alisson Becker.

Kiper Liverpool tersebut diketahui nyaris tak pernah kebobolan sepanjang fase penyisihan hingga babak semifinal Copa America 2019 melawan Argentina.

Alisson tercatat baru sekali kebobolan yakni saat melawan Peru di partai final. Di laga tersebut, gawangnya berhasil dijebol oleh Paolo Guerrero di menit ke-41 lewat eksekusi penalti setelah Thiago Silva terciduk melakukan handsball di area kotak terlarang.

Berkat penampilannya yang mengkilap di sepanjang gelaran Copa America 2019, Alisson pun berhak atas trofi Golden Gloves. Ini merupakan penghargaan ketiga tahun ini setelah sebelumnya mendapatkan gelar kiper terbaik di ajang Liga Primer Inggris dan Liga Champions.

Rekor kiper Brasil Alisson Becker di tahun ini. [@squawka / Twitter]Rekor kiper Brasil Alisson Becker di tahun ini. [@squawka / Twitter]

Di kompetisi Liga Primer Inggris, Alisson mencatatkan torehan luar biasa dengan tanpa kebobolan sebanyak 21 laga. Sementara di Liga Champions, eks kiper AS Roma itu berhasil menorehkan jumlah penyelamatan terbanyak di final yakni delapan kali.

Prediksi Final Copa America 2019: Brasil vs Peru

Suara.com – Gelaran Copa America 2019 sudah mencapai tahap akhir. Timnas Brasil sebagai tim tuan rumah turnamen akan menjajal kekuatan Peru di partai puncak dini hari nanti.

Laga final Brasil vs Peru ini akan dihelat di Estadio Maracana, Rio de Janeiro, Senin (8/7/2019) dini hari WIB. Laga akan kick-off pada pukul 03.00 WIB.

Well, Brasil jelas patut difavoritkan untuk keluar sebagai kampiun. Selain merupakan tuan rumah turnamen, catatan road to final Philippe Coutinho dan kolega juga terbilang impresif.

10 gol berhasil dibukukan Seleccao –julukan Timnas Brasil– sejauh ini di Copa America 2019 dari babak fase grup hingga semifinal, dan belum kemasukan satu gol pun!

Brasil dan Peru sendiri sudah pernah bertemu di babak fase grup lalu. Brasil menang besar 5-0 atas Peru di Grup A, sebagaimana Seleccao akhirnya lolos ke fase gugur dengan status juara grup, sementara Los Incas –julukan Timnas Peru– hanya lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik di fase grup. 

Meski demikian, Brasil jelas tak boleh memandang sebelah mata Peru di laga final dini hari nanti.

Performa Peru memang jauh meningkat di fase gugur. Paolo Guerrero dan kolega berhasil mengeliminasi salah satu favorit juara Copa America tahun ini, Uruguay di perempatfinal serta juara bertahan turnamen, Chile di semifinal.

Peru juga tercatat pernah mengalahkan Brasil pada babak fase grup Copa America Centenario 2016 lalu. Saat itu, Peru menudukkan Brasil dengan skor 1-0.

Peru sendiri keluar sebagai juara Grup A saat itu, sementara Brasil secara memalukan harus angkat koper lebih dini setelah hanya bisa finis di peringkat ketiga klasemen akhir grup.

Namun begitu, jika bicara rekor keseluruhan, Brasil memang pantas jemawa. Bagaimana tidak, dari 44 pertemuan di semua kompetisi, Peru hanya berhasil menang empat kali, dengan catatan 31 kekalahan!

Untuk team news, Brasil dipastikan tanpa Willian yang tengah dihantui cedera paha.

Filipe Luis juga diperkirakan tidak akan tampil melawan Peru lantaran belum cukup fit. Namun, posisinya masih bisa digantikan oleh wing-back Juventus, Alex Sandro.

Setali tiga uang dengan Richarlison dan Fernandinho juga diragukan kebugarannya.

Namun, ada juga good news untuk Brasil asuhan pelatih Tite. Pasalnya, kondisi centre-back Marquinhos berangsur membaik dan diyakini bisa tampil sejak menit awal lawan Peru, setelah sempat diganggu diare dan muntah-muntah sebelum laga semifinal kontra Argentina pada tengah pekan ini.

Dari kubu Peru, penyerang veteran sekaligus top skor sepanjang masa Los Incas, tentu masih akan jadi tumpuan utama pelatih Ricardo Gareca.

Sayang, Peru hampir pasti tak bisa diperkuat Jefferson Farfan, satu dari sedikit pemain berstatus bintang di skuat Los Incas. Mantan ace PSV Eindhoven dan Schalke 04 itu masih berkutat dengan cedera lutut.

Prakiraan Susunan Pemain

Brasi XI: Alisson; Alves, Marquinhos, Silva, Alex Sandro; Arthur, Casemiro; Jesus, Coutinho, Everton; Firmino.

Peru Xi: Gallese; Advincula, Zambrano, Abram, Trauco; Yotun, Tapia; Carrillo, Cueva, Flores; Guerrero.

Jahil, Mario Balotelli Perintahkan Seorang Pria Terjun ke Laut Pakai Vespa

Suara.com – Striker berkebangsaan Italia, Mario Balotelli, memang terkenal bengal dan jahil. Terbaru, ia menggemparkan pecinta sepak bola karena menyuruh seorang pemilik bar menjatuhkan motornya ke laut.

Insiden ini terjadi di Mergellina, dermaga yang berada di Kota Napoli. Balotelli betaruh akan memberikan uang sebesar 2.000 euro (Rp 32 juta) ke pemilik bar jika bersedia meluncurkan dirinya bersama vespa ke laut.

Tidak disangka, tawaran Balotelli pun disanggapi oleh pemilik bar. Dengan disaksikan banyak orang, pria tersebut langsung mengendarai vespanya yang berwana biru itu dan menjatuhkannya ke laut.

Setelah kejadian itu, Balotelli pun secara sportif langsung menepati janjinya, yakni memberikan uang sebesar 2.000 euro (Rp 32 juta) ke pria tersebut.

Korban kejahilan Balotelli turut mengungkapkan alasannya mengapa bersedia menjatuhkan dirinya bersama vespa ke laut. Ia mengaku bahwa harga vespa itu hanya sekitar 600 euro dan terbilang kecil jika dibandingkan dengan uang yang dijanjikan mantan striker Inter Milan itu.

“Vespa saya itu hanya bernilai 600 euro saja. Jadi tidak mungkin saya menolak tawaran menggiurkan tersebut,” pengakuannya seperti dikutip dari Football Italia, Sabtu (6/7/2019).

Balotelli turut mengunggah video itu di Instagram pribadinya. Hingga Minggu (7/7/2019) sore, video tersebut sudah ditonton netizen sebanyak 1,6 juta dengan lebih dari 13.000 komentar.

Usai Prank Pesepak Bola, Wasit Cantik Ini Dilecehkan Orang Tak Dikenal

Suara.com – Insiden kurang menyenangkan tengah dialami wasit cantik asal Brasil, Fernanda Colombo. Ia mendapat pesan tak senonoh tidak lama setelah dirinya viral.

Fernanda Colombo belum lama ini mencuri perhatian netizen di dunia maya karena melakukan prank atau gurauan ketika memimpin sebuah pertandingan amal.

Dalam sebuah video yang beredar, wasit 30 tahun itu tampak usil terhadap salah satu pemain. Ia tampak menunjukkan gestur memberikan kartu, tetapi yang keluar justru tisu untuk mengusap keringatnya.

Aksi usil itu pun membuat Fernanda Colombo dan sang pemain yang akan diberikan kartu itu justru tertawa.

Namun, tidak lama setelah video itu viral, Fernanda Colombo mendapat pesan mesum melalui email. Hal itu dirinya sampaikan melalui unggahan Instagram pribadinya.

“Malang! Menerima email ini membuat saya merasa seperti sampah. Saya hanya ingin bekerja dengan apa yang saya sukai, yaitu sepak bola dan jurnalisme. Sayangnya ini masih dunia nyata,” tulis Fernanda Colombo.

“Email ini membuat saya merasa seperti sampah karena mengandung proposal seksual tidak etis. Saya ingin memberi tahu dunia bahwa saya hanya ingin melakukan apa yang saya sukai yang artinya bekerja dengan sepak bola dan jurnalisme. Tolong, hargai itu!” lanjutnya.

“Email ini berisi proposal tidak bermoral yang membuat saya merasa seperti sampah. Semoga semua orang menghargai jalan yang saya pilih untuk hidup saya,” tutupnya.

Wasit cantik asal Brasil, Fernanda Colombo. (Instagram/@fernandacolomboreal).Wasit cantik asal Brasil, Fernanda Colombo. (Instagram/@fernandacolomboreal).

Menurut The Sun, inti email itu adalah sebuah tawaran pekerjaan seksual untuk Fernanda Colombo, di mana tugasnya bertemu seseorang atau klien.

Setiap pertemuan, Fernanda Colombo akan diberi sejumlah uang sebesar 7.000 poundsterling (Rp123,5 juta). Di email itu juga tertulis ciri-ciri klien yang harus dirinya temui.

Pesan itu pun membuat penggemarnya di media sosial tidak terima. Fernanda Colombo disarankan untuk melaporkan pengirim pesan ke pihak yang berwajib.

Dituduh Curang oleh Lionel Messi, Ini Reaksi CONMEBOL

Suara.com – Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) akhirnya memberikan tanggapan terkait tudingan-tudingan miring terkait Copa America 2019. CONMEBOL menilai tudingan itu sebagai sikap yang tidak mencerminkan fair play.

CONMEBOL dituduh oleh kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, tidak suportif dalam menyelenggarakan Copa America 2019. Bahkan, CONMEBOL diklaim sudah mengatur segalanya agar Brasil selaku tuan rumah bisa keluar sebagai juara.

Messi juga tidak mengambil jatah perunggunya setelah Argentina berhasil merebut posisi ketiga lewat kemenangan 2-1 atas Chile, Minggu (7/7/2019). Ia mengaku sikap itu ditunjukkan sebagai bentuk protes.

CONMEBOL pun melalui rilis resminya menyebut apa yang dilantorkan Messi sama sekali tidak benar dan tidak berdasar. Tuduhan semacam itu dianggap CONMEBOL sebagai sikap yang kurang menghormati nilai-nilai dalam sepak bola.

“Di dalam sepak bola terkadang Anda menang dan terkadang Anda kalah dan menerima hasil dari sebuah pertandingan dengan setia dan respek adalah sebuah pilar fundamental dari fair play. Sama juga dengan keputusan-keputusan wasit, yang mana mereka adalah manusia biasa dan tidak akan pernah sempurna,” tulis CONMEBOL, dikutip dari FOX Sport.

“Tidak bisa diterima karena insiden-insiden terkait kompetisi, di mana ada 12 negara yang bersaing, semuanya dalam kondisi yang sama, ada tuduhan-tuduhan tidak berdasar yang salah dalam menggambarkan kebenaran dan menghakimi integritas Copa America,” lanjutnya.

“Tuduhan-tuduhan seperti itu berarti kurang menghormati kompetisi ini, seluruh pesepak bola terkait, dan ratusan tenaga profesional di CONMEBOL, insitusi yang sejak 2016 tidak lelah bekerja untuk terus transparan, profesional, dan mengembangkan sepak bola Amerika Selatan,” tegasnya menutup.

Tanggapan CONMEBOL menganai protes Lionel Messi. (Twitter/@CONMEBOL).Tanggapan CONMEBOL menganai protes Lionel Messi. (Twitter/@CONMEBOL).

Pertandingan final Copa America 2019 akan mempertemukan tuan rumah Brasil kontra Peru di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, Minggu (07/07/19). Ini adalah kesempatan bagi Brasil untuk menjadi juara setelah 12 tahun silam.

Tolak Ambil Medali, Lionel Messi: Copa America 2019 Disetting untuk Brasil

Suara.com – Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, menolak ikut dalam penyerahan medali peringkat ketiga Copa America 2019, setelah Argentina meraih kemenangan 2-1 atas Chile, Minggu (7/7/2019).

Selain kecewa karena mendapat kartu merah dalam laga tersebut, Messi melakukan aksi itu sebagai bentuk protes terhadap CONMEBOL (Federasi Sepak Bola Amerika Selatan). Ia merasa CONMEBOL tidak adil dan sudah mengatur Copa America 2019 agar dimenangkan oleh Brasil.

“Kami tidak harus menjadi bagian dari korupsi yang dilakukan pada kami sepanjang piala ini (Copa America 2019),” kata Messi, dikutip dari AS.

“Copa America 2019 ini untuk Brasil, saya harap wasit dan VAR tidak memengaruhi dan membiarkan Peru bersaing, tetapi saya melihatnya sulit,” tuturnya menambahkan.

Kemarahan Messi bermula dari kegagalan Argentina melaju ke final Copa America 2019, setelah tumbang 0-2 dari Brasil pada pertandingan semifinal, Rabu (3/7/2019). Pada laga itu, ia memprotes wasit karena dua kali menolak melihat VAR ketika ada pelanggaran di kotak penalti.

CONMEBOL sendiri sebelum pertandingan dimulai sudah mengonfirmasi adanya masalah pada VAR karena kedatangan Presiden Brasil, Jair Bolsanaro. Frekuensi kemunikasi staf keamanan kepresidenan bentrok dengan frekuensi wasit dengan VAR.

Permasalahan itu sebenarnya sudah diantipasi dengan bantuan Badan Telekomunikasi Nasional (ANATEL). Namun, Roddy Zambrano selaku wasit yang memimpin pertandingan tetap menolak melihat VAR ketika ada pelanggaran terhadap pemain Argentina.

Pertandingan final Copa America 2019 akan mempertemukan tuan rumah Brasil kontra Peru di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, Minggu (07/07/19). Ini adalah kesempatan bagi Brasil untuk menjadi juara setelah 12 tahun silam.

Sempat Terkena Diare, Marquinhos Siap Tempur untuk Final Copa America 2019

Suara.com – Kabar bagus untuk Timnas Brasil jelang melakoni laga final Copa America 2019, yang dihelat di negeri sendiri, kontra Peru pada Senin (8/7/2019) dini hari WIB.

Brasil vs Peru akan dihelat dini hari nanti pukul 03.00 WIB di Estadio Maracana, Rio de Janeiro.

Kabar baiknya adalah Marquinhos berada dalam kondisi siap tempur dan bisa memperkuat Brasil melawan Peru. Ya, kondisi centre-back andalan Seleccao –julukan Timnas Brasil– itu telah fit setelah sempat terkena diare baru-baru ini.

Seperti diketahui, bek berusia 25 tahun itu sempat terserang virus saat bermain di laga semifinal kontra Argentina pada tengah pekan ini.

Marquinhos bahkan ditarik keluar di awal babak kedua untuk digantikan oleh Joao Miranda setelah mengeluh pusing dan merasa ingin muntah.

Meski demikian, penggawa Paris Saint-Germain itu mengaku kondisinya sudah jauh lebih baik saat ini dan siap untuk tampil sejak menit awal pada laga final nanti.

“Kesehatan itu penting, terutama untuk pemain yang menggunakan tubuhnya untuk bekerja. Saya terjangkit virus, saya menghabiskan hari pertandingan (melawan Argentina) di hotel. Saya diare dan juga muntah-muntah,” buka Marquinhos seperti dimuat GOAL Intl.

“Dengan perasaan seperti memaksakan diri untuk tampil lawan Argentina, kondisi saya justru memburuk. Saya pun akhirnya harus keluar. Saya terserang demam. Saya pergi ke klinik di stadion, saya berobat, dan yang terpenting sekarang saya sudah jauh lebih baik,” bebernya.

Di Copa America 2019, Brasil sendiri sempat mencukur habis Peru dengan skor 5-0 di laga matchday pamungkas Grup A.

Meski demikian, Marquinhos enggan meremehkan Peru di laga final dini hari nanti. Ia yakin situasinya akan sama sekali berbeda di partai puncak.

“Saya pikir hal-hal di sepakbola itu berlalu dengan cepat. Kami menghadapi Peru di satu situasi, namun di final nanti adalah hari lain, akan benar-benar berbeda. Kami harus paham bahwa kami punya tugas berat, final itu akan sangat berbeda,” celotehnya.

“Ini akan jadi laga yang sangat sulit, yang terakhir. Anda harus tahu bagaimana cara untuk mengeluarkan kemampuan terbaik,” pungkas Marquinhos.

Singkirkan Madura United, PSM Tantang Persija di Final Piala Indonesia

Suara.com – PSM Makassar memastikan tiket ke final ajang Piala Indonesia usai menyingkirkan Madura United di babak semifinal, Minggu (7/7/2019) petang WIB. PSM pun akan menantang Persija Jakarta di partai puncak nanti.

Untuk ketiga kalinya dalam delapan hari terakhir, PSM bentrok dengan Madura United.

Pada akhir pekan lalu, PSM menang 1-0 atas Madura United di Makassar pada laga leg pertama semifinal Indonesia.

Empat hari berselang, kedua tim kembali bentrok, kali ini di lanjutan Liga 1 2019. Madura United yang bertindak sebagai tuan rumah, menang meyakinkan 2-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur.

Dan tiga hari setelahnya, tepatnya hari ini, Minggu (7/7/2019), Madura United kembali menjamu PSM di Pamekasan, dalam laga leg kedua semifinal Piala Indonesia.

Madura United sejatinya mampu menang 2-1, namun tim yang musim ini dijuluki Los Galacticos itu harus merelakan tiket final jatuh ke tangan PSM usai kalah agresivitas gol tandang dalam agregat keseluruhan 2-2.

Jalannya Pertandingan

Laga berjalan alot di awal-awal, peluang praktis pun jarang tercipta. Baru pada menit 31, penyerang andalan Madura United, Beto Goncalves dilanggar Beny Wahyudi di kotak terlarang PSM.

Aleksandar Rakic yang maju sebagai eksekutor berhasil menunaikan tugasnya dengan baik, untuk mengonversi penalti tersebut menjadi gol.

Skor 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, kedua tim sama-sama tampil menyerang. PSM sempat dibuat ketar-ketir setelah Madura United kembali mencetak gol.

Menit 58, kerjasama apik Rakic dan Greg Nwokolo mampu diakhiri nama terakhir dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti. Kiper PSM, Hilman Syah praktis tak bisa berbuat banyak.

PSM kemudian mencoba segala cara untuk mendapatkan gol tandang yang amat-sangat mereka butuhkan. Serangan bergelombang dilancarkan dan pada akhirnya, kerja keras Pasukan Ramang –julukan PSM– terbayarkan. 

PSM mampu mencuri gol pada menit 83! Aaron Evans yang berdiri di kotak penalti mampu memaksimalkan kemelut di depan gawang Madura United untuk menjadi gol.

Skor kini 2-1 masih untuk keunggulan Madura United. Kedudukan ini sendiri bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Alhasil, PSM unggul agresivitas gol tandang dalam agregat 2-2 dan berhak melaju ke final ajang Piala Indonesia.

Di partai final, PSM akan menantang dengan Persija dalam dua leg  yang akan dimainkan dengan sistem kandang dan tandang. Laga leg pertama akan digelar pada 21 Juli, sementara leg kedua pada 28 Juli.

Susunan Pemain

Madura United XI: Ridho Djazulie; Rendika Rama, Jaimerson Xavier, Fandry Imbiri, Marckho Sandi; Greg Nwokolo, Zulfiandi, Slamet Nurcahyono, Alfath Faathier; Alberto Goncalves, Aleksandar Rakic.

PSM Makassar XI: Hilman Syah; Beny Wahyudi, Aaron Evans, Abdul Rahman, Asnawi Mangkualam; Rasyid Bakri, Marc Klok, Rizky Pellu; Rahmat, Guy Junior, Zulham Zamrun.

3 Fakta Rodri Hernandez, Pemain Termahal Man City yang Tak Punya Instagram

Suara.com – Dua hari lalu, Rodri Hernandez baru saja resmi diperkenalkan sebagai pemain anyar Manchester City. Siapa kira gelandang Atletico Madrid yang jadi pemain termahal klub tersebut menyimpan sejumlah kisah yang nyaris jarang tak diketahui banyak orang.

Rodri sukses memecahkan rekor pemain termahal Manchester City yang sebelumnya dipegang Riyad Mahrez. Diboyong dengan bandrol sekitar Rp111,2 miliar, Rodri disiapkan sebagai suksesor Fernandinho.

Keberanian Manchester City untuk memboyong Rodri dengan harga mahal tentu bukan tanpa alasan. Dikutip dari ESPN, gelandang bertahan itu memiliki kelebihan yang tak dimiliki banyak pemain di posisinya.

Ia dianggap memiliki kecerdasan luar biasa hingga mampu menjalankan banyak fungsi sekaligus.

Selain itu berikut fakta yang jarang terungkap tentang sosok Rodri yang menakjubkan.

Tak bertatto dan tak punya Instagram

Seperti dilansir dari The Sun, Rodri merupakan sosok yang tak menyukai seni rajah alias tatto.

Lihat saja di tangan, kaki atau bagian tubuh lainnya tak ada satupun gambar tatto.

Eks pemain Atletico Madrid, Rodri Hernandez. [GABRIEL BOUYS / AFP]Eks pemain Atletico Madrid, Rodri Hernandez. [GABRIEL BOUYS / AFP]

Dan, siapa sangka, ketika banyak para pemain aktif di sosial media, Rodri justru mengasingkan diri dari jangkauan para netizen. Ia diketahui tak memiliki akun Instagram.

Berpendidikan tinggi

Tak banyak yang tahu bahwa selama berseragam Atletico Madrid, Rodri juga tengah menempuh pendidikan sebagai mahasiswa di Universidad de Castellon belajar Bisnis dan Ekonomi.

Untuk mendukung kelancaran pendidikannya, Rodri menyewa tempat tinggal di asrama kampus selayaknya mahasiswa setempat pada umumnya.

Nah, tak heran meski punya jadwal yang ketat di kompetisi La Liga bersama Atletico Madrid, Rodri nyatanya tak pernah melewatkan waktu kuliahnya. Bahkan ia berhasil lulus sebagai sarjana.

“Orang-orang terkejut ketika mereka melihat Rodri, yang bermain di papan atas tetapi masih tinggal di kediaman universitas,” kata temannya Valentin Henarejo kepada Marca.

“Dia berbagi ruang dengan semua orang, dia suka bersama teman-temannya dan duduk di sofa dengan semua orang.

“Tapi, tentu saja, pada awalnya aneh melihat dia bermain tenis meja atau mencuci,” lanjutnya.

Sosok sederhana

Walau memiliki gaji tinggi, Rodri bukanlah tipe pemain yang suka menghamburkan uangnya untuk membeli Lamborghini atau Ferrari.

Dilansir dari The Sun, mobil pertamanya adalah banger tua yang dibeli dari seorang wanita tua.

“Mobilnya, sampai baru-baru ini, adalah Opel Corsa bekas yang dia beli dari seorang wanita ketika dia mendapat SIM,” kata teman dekat Rodri, Henarejo.

Pemain baru Manchester City Rodri saat diperkenalkan di Etihad stadium, Manchester. Lindsey Parnaby / AFPPemain baru Manchester City Rodri saat diperkenalkan di Etihad stadium, Manchester. Lindsey Parnaby / AFP

“Mereka menyarankan dia untuk membeli yang lebih baik untuk keselamatannya dan perjalanan dari Madrid ke Castellon, tetapi entah mengapa dia tetap bertahan dengan mobilnya,” lanjutnya.

“Sebenarnya, suatu kali dia mengatakan kepada saya bahwa yang penting mobil itu adalah berguna bisa mengantarkan saya ke tujuan dan pulang hanya itu,” ujarnya menirukan perkataan Rodri.

Ruben Loftus-Cheek Resmi Teken Kontrak Baru di Chelsea hingga 2024

Suara.com – Sempat dikabarkan akan cabut pada bursa transfer musim panas ini, gelandang serang Chelsea, Ruben Loftus-Cheek dipastikan masuk dalam rencana jangka panjang pelatih baru The Blues, Frank Lampard.

Loftus-Cheek menegaskan komitmennya bersama Chelsea dengan meneken kontrak baru di klub hingga musim panas 2024 mendatang.

Kabar ini pun sekaligus menepis rumor jika gelandang berusia 23 tahun itu akan meninggalkan Chelsea di musim panas ini, demi mendapatkan menit bermain yang lebih ideal bersama klub lain.

Meski di laman resmi Chelsea tak disebutkan secara detil, namun media-media ternama Inggris mengklaim jika Loftus- Cheek mendapatkan kenaikan gaji yang siginifikan, bahkan hingga dua kali lipat!

Seperti dilansir GOAL Intl, pengoleksi 10 caps bersama Timnas Senior Inggris itu kini bakal menerima gaji sebesar 120.000 poumds per pekan!

“Saya sangat bahagia karena bisa berada di sini selama lima tahun lagi,” tutur Loftus-Cheek di laman resmi Chelsea.

“Ini adalah tempat di mana saya tumbuh dewasa dan mudah-mudahan saya akan bermain di sini lebih lama lagi,” celoteh pemain jebolan akademi Chelsea yang pernah dipinjamkan ke Crystal Palace itu.

Tolak Nomor 8, Frenkie de Jong Ingin Pakai Nomor Ini di Barcelona

Suara.com – Gelandang anyar Barcelona, Frenkie de Jong, menolak mengenakan nomor delapan peninggalan Andres Iniesta di Camp Nou. Ia lebih memilih menggunakan nomor punggung yang telah dipakai sejak di Ajax Amsterdam, yakni 21, untuk mengarungi musim 2019/2020.

Pilihan De Jong bukan tanpa alasan. Ia merasa lebih mudah dikenali dengan mengenakan nomor punggung 21. Angka tersebut juga memiliki arti ‘keramat’ tersendiri bagi De Jong karena kakek buyutnya, Hans de Jong, meninggal ketika ia berusia 21 tahun.

Sehingga, dengan menggunakan nomor punggung 21, De Jong merasa seperti menghormati kepergian sang kakek buyutnya. Ia pun turut sedih karena kakek buyutnya tidak bisa melihat kesuksesan dirinya saat ini.

Pemain baru Barcelona Frenkie de Jong berpose jelang perkenalan resminya ke publik Camp Nou, Jumat (5/7/2019) [AFP]Pemain baru Barcelona Frenkie de Jong berpose jelang perkenalan resminya ke publik Camp Nou, Jumat (5/7/2019) [AFP]

“Saya merasa nyaman dengan nomor itu. Saya bisa dengan mudah bermain dengan yang lain, Anda tahu, bukan itu, tapi itu bagus karena membuat orang lebih mudah untuk dikenali,” kata De Jong, dikutip dari Barca Blaugranes.

“Saya membawa seluruh keluarga saya ke presentasi di Barcelona, kecuali kakek buyut saya, Hans de Jong. Dia meninggal dan itu tepat pada hari ulang tahun ke-21 saya. Tanpa disadari itu juga semacam penghormatan. Dia adalah penggemar berat sepak bola. Saya menyesal dia tidak bisa melihat ini dan saya semakin senang bahwa anggota keluarga saya yang lain hadir,” imbuhnya.

Namun, keinginan De Jong tampaknya sedikit membutuhkan sebuah usaha. Sebab, nomor punggung 21 di Barcelona merupakan milik dari pemain jebolan La Masia, Carles Alena.

Carles Alana sebelumnya mengenakan nomor punggung 26. Semenjak promosi ke tim senior pada Desember 2018, ia memutuskan untuk hijrah ke nomor punggung 21.

Presiden Barcelona Segera Pulangkan Victor Valdes

Suara.com – Presiden Barcelona, Josep Bartomeu, memiliki rencana untuk memboyong kembali mantan kiper mereka, Victor Valdes. Namun, Valdes tidak akan kembali sebagai pemain, tetapi untuk menjadi staf pelatih atau pelatih di La Masia.

Valdes telah mengumumkan pensiun sebagai pemain sepak bola pada 2017. Keputusan itu diambil setelah usianya memasuki 35 tahun, kemudian kontraknya bersama klub Inggris, Middlesbrough, telah berakhir.

Setelah pensiun, Valdes mengambil kursus sebagai pelatih bersama Xavi Hernandez di Las Rozas. Saat ini, ia bekerja sebagai pelatih ED Moratalaz, klub amatir Spanyol yang berbasis di Madrid.

“Saya sudah berbicara dengan Valdes beberapa hari yang lalu via handphone dan dia berkata kepada saya, apakah benar ini waktunya untuk pulang?,” ujar Bartomeu, dikutip dari Goal.

“Saya merespons dengan mengatakan, saya memberinya waktu beberapa hari untuk berpikir, hingga kami bisa memasukkan namanya dalam struktur baru. Kami akan memberinya tawaran resmi dalam beberapa hari mendatang. Saya senang jika dia kembali,” tuturnya menambahkan.

Valdes merupakan produk akademi Barcelona, La Masia. Ia telah bermain di tim utama sejak 2002, sebelum akhirnya memutuskan untuk hengkang pada 2014.

Selama 12 tahun membela Barca, Valdes telah mencatatkan 535 penampilan bagi Barcelona di semua ajang dan berhasil memenangkan 21 trofi, termasuk tiga Liga Champions.

Kiper berkepala plontos itu juga sempat bermain bersama Manchester United dan Standard Liege (klub Belgia), dan Middlesbrough sebelum memutuskan pensiun pada 2017.

AC Milan Resmi Datangkan Theo Hernandez dari Real Madrid

Suara.com – Setelah melalui proses yang agak lama, AC Milan akhirnya resmi merampungkan transfer fullback Real Madrid, Theo Hernandez. Theo mengikat kontrak berdurasi lima tahun bersama AC Milan, Minggu (7/7/2019). 

AC Milan memang tak mengungkapkan berapa uang yang harus mereka keluarkan untuk mendapatkan servis Theo.

Namum, media-media ternama Italia menyebut jika banderol bek kiri berpaspor Prancis itu adalah 20 juta euro.

Di Real Madrid, talenta Theo memang seperti tersia-siakan. Dibeli dengan harga cukup mahal, yakni 24 juta euro, dari Atletico Madrid B pada musim panas 2017, pemain berusia 21 tahun itu cuma bermain 13 kali untuk El Real –jukukan Real Madrid. 

Di musim lalu, barulah kondisi Theo kembali oke setelah dipinjamkan ke Sociedad. Adik dari fullback Bayern Munich, Lucas Hernandez itu total memperkuat La Real –julukan Sociedad– sebanyak 24 kali di semua kompetisi.

Paolo Maldini diketahui menjadi sosok yang berada di balik transfer ini. Beberapa waktu lalu, legenda hidup AC Milan itu baru dipromosikan sebagai direktur teknis klub berjuluk Rossoneri.

Jadwal Brasil vs Peru di Final Copa America 2019

Suara.com – Gelaran Copa America 2019 sudah mencapai tahap akhir. Timnas Brasil sebagai tim tuan rumah turnamen akan menjajal kekuatan Peru di partai puncak.

Laga final Brasil vs Peru ini akan dihelat di Estadio Maracana, Rio de Janeiro, Senin (8/7/2019) dini hari WIB. Laga akan kick-off pada pukul 03.00 WIB.

Well, Brasil jelas patut difavoritkan untuk keluar sebagai kampiun. Selain merupakan tuan rumah turnamen, catatan road to final Philippe Coutinho dan kolega juga terbilang impresif.

10 gol berhasil dibukukan Seleccao –julukan Timnas Brasil– sejauh ini di Copa America 2019 dari babak fase grup hingga semifinal, dan belum kemasukan satu gol pun!

Brasil dan Peru sendiri sudah pernah bertemu di babak fase grup lalu. Brasil menang besar 5-0 atas Peru di Grup A, sebagaimana Seleccao akhirnya lolos ke fase gugur dengan status juara grup, sementara La Incas –julukan Timnas Peru– hanya lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik di fase grup. 

Meski demikian, Brasil jelas tak boleh memandang sebelah mata Peru di laga final dini hari nanti.

Performa Peru memang jauh meningkat di fase gugur. Paolo Guerrero dan kolega berhasil mengeliminasi salah satu favorit juara Copa America tahun ini, Uruguay di perempatfinal serta juara bertahan turnamen, Chile di semifinal.

Peru juga tercatat pernah mengalahkan Brasil pada babak fase grup Copa America Centenario 2016 lalu. Saat itu, Peru menudukkan Brasil dengan skor 1-0.

Peru sendiri keluar sebagai juara Grup A saat itu, sementara Brasil secara memalukan harus angkat koper lebih dini setelah hanya bisa finis di peringkat ketiga klasemen akhir grup.

Jadwal Final Copa America 2019

Senin (8/7/2019)

03.00 WIB – Brasil vs Peru – Estadio Maracana, Rio de Janeiro [Live KVision]

Asyik Foto, Pacar Frenkie de Jong Dibikin Kesal Presiden Barcelona

Suara.com – Mikky Kiemeney mengalami kejadian yang kurang menyenangkan ketika melakoni sesi pemotretan bersama kekasihnya, Frenkie de Jong. Ia mendapat gangguan dari Presiden Barcelona, Josep Bartomeu.

Mikky Kiemeney turut hadir dalam acara perkenalan De Jong sebagai pemain anyar Barcelona pada pada Sabtu (6/7/2019) dini hari WIB. Ia juga ikut foto bersama ketika kekasihnya diperkenalkan di hadapan media.

Namun, ketika hendak berfoto, perlakukan tidak terduga datang dari Josep Bartomeu. Ia tiba-tiba mendatangani Mikky yang tengah bergaya dan mengambil tas dari bahu wanita berambut pirang tersebut.

Sontak dalam sekejab, senyum Mikky langsung berubah menjadi masam. Mikky terlihat menunjukkan ekspresi tak senang sesaat, walau kemudian kembali tersenyum lagi.

Meski demikian, Mikky tampaknya tidak terlalu mempermasalahkan insiden tersebut. Setelah foto bersama De Jong, ia lebih menceritakan kekagumannya terhadap kekasihnya usai resmi menjadi pemain Barcelona.

Ia merasa bangga dengan prestasi De Jong sebagai pemain anyar Barcelona. Sebab, mimpi kekasihnya itu kini telah menjadi kenyataan.

“Terdiam & sedikit emosional. 20.000 orang hanya untuk melihat bagaimana Anda memasuki stadion, semua meneriakkan nama Anda,” tulis Mikky di Instagram pribadinya.

“Pada saat itu, saya harus berpikir tentang setahun yang lalu, kami sedang berlibur dan Anda cedera, tujuan saya adalah menjadi gelandang Ajax dan pemain Timnas Belanda.” Oke lihat Anda, satu tahun kemudian. Kamu berhasil. Kita berhasil,” tutupnya.