Preview Final Liga Champions 2019, Tottenham Hotspur Vs Liverpool

Suara.com – Laga Hidup Mati akan dilakoni dua tim Inggris di Estadio Wanda Metropolitano. Minggu (2/6/2019), Tottenham Hotspur akan berhadapan dengan Liverpool di partai final Liga Champions musim 2018/19.

Berdasarkan catatan pertemuan kedua tim, Liverpool lebih unggul. Dari lima pertemuan terakhir kedua tim di Liga Inggris, Liverpool unggul dengan empat kemenangan dan satu kali tumbang.

Kemenangan tersebut termasuk dua pertemuan di Liga Inggris musim 2018/19, di mana Liverpool mengantongi poin penuh dengan kemenangan 2-1 di Wembley dan Anfield.

Namun catatan tersebut tidak menjadi jaminan, karena tak ada yang mustahil dalam sepak bola. Seperti yang terjadi di babak semifinal, di mana kedua tim melakoni aksi comeback luar biasa.

Pemain Liverpool merayakan gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]Pemain Liverpool merayakan gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]

Liverpool yang menelan kekalahan telak 3-0 di leg pertama, mampu mengejutkan dunia setelah mengalahkan Barcelona 4-0 di leg kedua yang berlangsung di Anfield.

Begitu pula dengan Tottenham Hotspur. Tim besutan Mauricio Pochettino dikalahkan Ajax 0-1 di leg pertama yang digelar di Tottenham Hotspur Stadium. Akan tetapi di leg kedua yang digelar di markas Ajax, Tottenham memastikan tiket final usai memetik kemenangan 3-2.

Selain comeback spektakuler di semifinal, kedua tim juga memiliki motivasi tinggi yang memastikan duel di Wanda Metropolitano Minggu dini hari berlangsung sengit. Sebagaimana diketahui, bagi Tottenham, final Liga Champions ini merupakan yang pertama. Kemenangan akan mengukir sejarah tidak terlupakan bagi klub asal London tersebut.

Para pemain Tottenham merayakan kemenangan mereka di akhir pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions antara Ajax Amsterdam melawan Tottenham Hotspur di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Belanda, Kamis (9/5) dini hari WIB. [Adrian DENNIS / AFP]Para pemain Tottenham merayakan kemenangan mereka di akhir pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions antara Ajax Amsterdam melawan Tottenham Hotspur di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Belanda, Kamis (9/5) dini hari WIB. [Adrian DENNIS / AFP]

Sedangkan bagi Liverpool, trofi Liga Champions musim ini menjadi satu-satunya ‘obat penenang’ bagi skuat asuhan Jurgen Klopp yang musim ini nyaris menjuarai Liga Premier Inggris. Plus, di musim lalu mimpi Liverpool untuk memenangi trofi Liga Champions keenamnya dikandaskan Real Madrid.

Mengingat pentingnya pertandingan ini, kedua manajer pastinya akan memutar otak dalam menetapkan strategi di final nanti. Di kubu Tottenham, Harry Kane yang absen sejak awal April diragukan tampil. Meski bomber tim nasional Inggris itu ikut ke Madrid, namun kondisi kebugarannya masih menjadi perhatian Pochettino.

Sejumlah pemain juga diragukan bisa bermain di partai bersejarah ini. Diantaranya Jan Vertonghen, Harry Winks, Davinson Sanchez, Victor Wanyama.

Striker Tottenham Hotspur Harry Kane sudah ikut mengambil bagian di sesi latihan bersama timnya menjelang menghadapi Liverpool di final Liga Champions. Daniel LEAL-OLIVAS / AFPStriker Tottenham Hotspur Harry Kane sudah ikut mengambil bagian di sesi latihan bersama timnya menjelang menghadapi Liverpool di final Liga Champions. Daniel LEAL-OLIVAS / AFP

Dengan formasi 4-3-1-2, tugas berat menanti barisan belakang Tottenham untuk menghalau trisula maut Liverpool. Begitu pula dengan barisan depan yang dituntut untuk meruntuhkan kokohnya pertahanan Liverpool yang dimotori Virgil van Dijk.

Di kubu Liverpool, Naby Keita dipastikan menepi akibat cedera. Sedangkan peran Roberto Firmino, yang kabarnya belum fit 100 persen, diragukan.

Absennya Keita dan peran Firmino yang diragukan, tidak berarti barisan belakang Tottenham bisa bernapas lega. Karena Liverpool masih memiliki pemain pengganti yang sama tajam, yang bisa mengisi posisi Keita dan Firmino.

Ditambah kepiawaian sang juru taktik asal Jerman yang mampu membuat keajaiban di leg kedua babak semifinal yang digelar di Anfield saat menyingkirkan Barcelona tanpa kehadiran Mohamed Salah dan Firmino.

Trisula maut Liverpool, Roberto Firmino (kiri), Mohamed Salah dan Sadio Mane. [Oli SCARFF / AFP]Trisula maut Liverpool, Roberto Firmino (kiri), Mohamed Salah dan Sadio Mane. [Oli SCARFF / AFP]

Perkiraan Susunan Pemain partai final Liga Champions 2018/19 antara Tottenham Hotspur versus Liverpool.

Tottenham Hotspur (4-3-1-2): Lloris; Trippier, Vertonghen, Alderweireld, Rose; Eriksen, Wanyama, Sissoko; Alli; Son, Kane.
Pelatih: Mauricio Pochettino.

Liverpool (4-3-3): Alisson; Alexander-Arnold, Van Dijk, Matip, Robertson; Wijnaldum, Fabinho, Henderson; Salah, Firmino, Mane.
Pelatih: Jurgen Klopp.

Statistik

Lima pertemuan terakhir kedua tim di Liga Inggris

31-03-2019 Liverpool 2-1 Tottenham
15-09-2018 Tottenham 1-2 Liverpool
04-02-2018 Liverpool 2-2 Tottenham
22-10-2017 Tottenham 4-1 Liverpool
12-02-2017 Liverpool 2-0 Tottenham

Lima pertandingan terakhir Tottenham Hotspur

27-04-2019 Tottenham 0-1 West Ham (EPL)
01-05-2019 Tottenham 0-1 Ajax (UCL)
04-05-2019 Bournemouth 1-0 Tottenham (EPL)
09-05-2019 Ajax 2-3 Tottenham (UCL)
12-05-2019 Tottenham 2-2 Everton (EPL)

Lima pertandingan terakhir Liverpool

27-04-2019 Liverpool 5-0 Huddersfield (EPL)
02-05-2019 Barcelona 3-0 Liverpool (UCL)
05-05-2019 Newcastle 2-3 Liverpool (EPL)
08-05-2019 Liverpool 4-0 Barcelona (UCL)
12-05-2019 Liverpool 2-0 Wolverhampton (EPL)

Minim Gol, Luciano Akui Persipura Banyak Peluang

Suara.com – Pelatih Persipura Jayapura Luciano Gomes Leandro mengakui jika skuat asuhannya banyak menciptakan peluang tetapi minim gol, sehingga laga kontra PSS Sleman hanya berakhir imbang 1-1, jauh dari harapan dan target tiga poin dalam laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Jumat (31/5/2019).

“Semua bisa lihat laga tadi, tim Persipura usaha terus cetak gol dan ada banyak peluang, tapi bola tidak masuk. Kita punya banyak peluang untuk memenangkan laga tadi, tapi tidak bisa,” katanya dalam sesi jumpa pers di Stadion Mandala.

Menurut dia, selain usaha dari para pemain untuk menciptakan peluang gol, tim tamu PSS Sleman juga bermain bertahan dan sesekali menyerang dengan baik, bahkan merepotkan pertahanan tim berjuluk Mutiara Hitam.

“Tim lawan juga main cukup bagus dan mereka ke sini untuk dapatkan satu poin. Saya selalu bicara dengan pemain, kita harus lebih kerja keras, kalau tidak dapat menang hari ini kita harus lebih kerja keras lagi, mudah-mudahan ke depan kita bisa lebih bagus daripada hari ini dan menang,” katanya.

Mengenai peran penyerang asing Mamadou Samassa yang dinilai belum maksmial, Luciano mengakui pemain itu masih belum fit dan diberikan instruksi untuk bisa menarik bek lawan agar pemain lainnya bisa lebih berkreasi dan ciptakan peluang. Hal itu terbukti, hanya belum bisa dikonversi jadi gol.

“Kita memanfaatkan kepiawaian Samassa untuk merepotkan dua bek lawan dan itu berhasil. Memang saat dia hadir bersama tim kondisi fisiknya belum bugar, tetapi tadi bermain 90 menit itu sudah luar biasa dan pemain lain bisa ciptakan peluang hanya belum gol,” katanya.

Ketika ditanya mengapa Ian Loius Kabes dan Imanuel Wanggai baru diturunkan pada babak kedua, pelatih asal Brazil itu menjelaskan para pemain di Persipura punya kemampuan yang hampir merata sehingga siapapun yang diturunkan merupakan bagian dari taktik dan strategi tim.

“Dua pemain itu bagus, seperti Conteh dan Kevin hanya saja ketika mereka berdua dinilai menurun saya masukkan Ian dan Wanggai untuk lebih menopang tim, ini hanya pilihan,” kata Luciano seperti dikutip Antara.

Dalam laga yang dipimpin oleh wasit Hamim Tohari asal Jawa Timur, tim Persipura Jayapura ditahan imbang 1-1 oleh PSS Sleman.

Gol tim kebanggaan warga Kota Jayapura dan Papua itu dicetak oleh Titus Bonay pada menit 16 lewat titik putih.

Titus yang merupakan eksekutor penalti, memang disiapkan oleh pelatih Luciano Gomes Leandro dan berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga timnya bisa unggul lebih dulu hingga turun minum babak pertama.

Sementara gol balasan sekaligus penyeimbang oleh Laskar Sembada julukan PSS Sleman dicetak oleh pemain asing Yevhen Bokhashvili pada menit ke-73.

Dengan hasil ini dipastikan tim Persipura Jayapura masih berkutat di papan bawah dengan dua poin, dari sekali kalah dan dua kali imbang, sedangkan PSS Sleman tetap bertahan di papan tengah dengan poin lima dari sekali menang, dua kali imbang.

Wijnaldum: Tak Mudah Hadapi Tottenham Hotspur

Suara.com – Gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum memprediksi laga sengit akan tersaji di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019), ketika timnya berhadapan dengan Tottenham Hotspur di final Liga Champions musim 2018/19.

Menghadapi Tottenham, Wijnaldum mengaku tidak berani memandang sebelah mata tim besutan Mauricio Pochettino tersebut. Meski dari catatan pertemuan kedua tim, Liverpool unggul.

Dari lima pertemuan terakhir kedua tim di Liga Premier Inggris, Liverpool membukukan empat kemenangan. Sedangkan Tottenham satu kemenangan.

Dua dari empat kemenangan tersebut diraih Liverpool di Liga Inggris musim 2018/19. Di mana The Reds memetik kemenangan 2-1 di Wembley dan Anfield.

Pemain Liverpool, Roberto Firmino dan Mohamed Salah, saat merayakan gol kedua timnya ke gawang Tottenham Hotspur, dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Wembley, London, Sabtu (15/9/2018). [Adrian DENNIS / AFP]Pemain Liverpool, Roberto Firmino dan Mohamed Salah, saat merayakan gol kedua timnya ke gawang Tottenham Hotspur, dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Wembley, London, Sabtu (15/9/2018). [Adrian DENNIS / AFP]

“Anda bisa menyaksikan ketangguhan dari Tottenham. Jika Anda menyaksikan dua pertandingan terakhir kami (Liverpool vs Tottenham di Liga Inggris), mereka benar-benar tangguh. Apalagi di pertemuan kedua,” kata Wijnaldum.

“Di akhir cerita, kami memang memetik kemenangan. Akan tetapi hasil pertandingan tersebut nyaris saja berubah,” sambungnya seperti dikutip uefa.com.

“Liverpool dan Tottenham sudah sering kali berhadapan. Dan di setiap pertemuan tersebut pertandingan berlangsung sengit dan berat. Jadi untuk pertandingan final (Liga Champions), kami harus sangat siap.”

Senada dengan Wijnaldum, kapten Liverpool Jordan Henderson juga mengakui jika Tottenham adalah lawan yang tidak bisa dianggap remeh. Apalagi mengingat kejeniusan Pochettino dalam meracik taktik dan strategi.

Para pemain Liverpool merayakan gol setelah gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum mencetak gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB.[Paul ELLIS / AFP]Para pemain Liverpool merayakan gol setelah gelandang Liverpool Georginio Wijnaldum mencetak gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB.[Paul ELLIS / AFP]

“Saya pikir Tottenham sangat berbahaya. Mereka adalah tim yang bagus. Jika tidak, tentunya mereka tidak akan tampil di babak final Liga Champions,” kata Henderson.

“Mereka adalah tim yang kompak dengan manajer yang sangat hebat. Tottenham sangat berbahaya.”

Kedua tim dipastikan memiliki motivasi tinggi yang memastikan duel di Wanda Metropolitano Minggu dini hari nanti berlangsung sengit. Sebagaimana diketahui, bagi Tottenham, final Liga Champions ini merupakan yang pertama. Kemenangan akan mengukir sejarah tidak terlupakan bagi klub asal London tersebut.

Sedangkan bagi Liverpool, trofi Liga Champions musim ini menjadi satu-satunya ‘obat penenang’ bagi skuat asuhan Jurgen Klopp yang musim lalu mimpi untuk memenangi trofi Liga Champions keenamnya dikandaskan Real Madrid.

Ryuji Utomo Blunder, Persija Berlutut di Markas Bali United

Suara.com – Kemenangan kembali diraih Bali United di pekan ketiga Liga 2019. Menjamu Persija Jakarta di Stadion Dipta Gianyar, Jumat (31/5/2019), Bali United menang tipis 1-0.

Pertandingan berlangsung sengit sejak bola digulirkan. Permainan terbuka ditampilkan kedua tim yang tidak ragu untuk bertukar serangan.

Peluang pertama didapat Bali United di menit ke-8. Lolos dari kawalan, Stefano Lilipaly melepaskan tendangan keras yang mengarah tepat ke gawang. Beruntung bagi Persija, bola berhasil dimentahkan Shahar Ginanjar.

Dua menit berselang, Persija berbalik mengancam lewat tendangan bebas Bruno Matos. Bola sempat terlepas dari tangan penjaga gawang Wawan Hendrawan, sebelum akhirnya berhasil diamankan sebelum sempat disambar Steven Paulle.

Di pertengahan babak pertama, tuan rumah nyaris mengubah papan skor seandainya sontekan Paulo Sergio, yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Persija, tidak dihalau sebelum melewati garis gawang.

Di babak kedua, pertarungan kedua tim semakin sengit. Di menit 48 dan 54 Ilija Spasojevic mendapat peluang, namun gagal dikonversi menjadi gol. Begitu pula dengan peluang Persija yang pada akhirnya masih kandas di kaki pemain bertahan Bali United.

Memasuki menit 82, papan skor akhirnya berubah. Blunder Ryuji Utomo saat mengantisipasi umpan Brwa Nouri tidak disia-siakan oleh Paulo untuk menundukkan pengganti Shahar, Andritany Ardhiyasa. Skor 1-0 untuk kemenangan Bali United bertahan hingga laga usai.

Dengan kemenangan ini, Bali United yang mengantongi sembilan poin dari tiga laga menempati posisi dua klasemen sementara Liga 1 2019. Sementara Persija yang baru mengantongi satu poin dari tiga pertandingan, terpuruk di posisi 16.

Ingin Gunakan VAR, PSSI Minta Bantuan FIFA

Suara.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berencana meminta bantuan FIFA untuk menerapkan VAR di Liga 1 2019. Soal rencana PSSI untuk menerapkan VAR akan disampaikan kepada FIFA dalam Kongres ke-69 FIFA yang akan digelar pada 5 Juni 2019 di Paris, Prancis.

“Saya akan memberitahukan secara resmi ke FIFA di Kongres FIFA bahwa Indonesia tertarik untuk menerapkan VAR, sekaligus memohon asistensi FIFA sampai tahun 2020,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria di Jakarta, Jumat (31/5/2019).

PSSI sendiri terus mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk mewujudkan VAR dan telah menugaskan operator liga PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk membuat kajian resmi tentang infrastruktur dan anggaran untuk VAR, sedangkan Sekjen PSSI akan menganalisis aturan atau regulasi.

“Ada dasar-dasar regulasi FIFA yang harus dipatuhi sebelum menerapkan VAR seperti jumlah minimal lisensi wasit yang mengoperasikan VAR dan lain-lain,” kata Ratu Tisha seperti dimuat Antara.

Untuk tugas-tugas LIB dan PSSI tersebut, PSSI menargetkan perkembangan dalam tiga bulan ke depan.

PSSI mengumumkan kepastian penggunaan VAR pada di kompetisi sepak bola Indonesia pada 27 Mei 2019. Keputusan tersebut merupakan hasil rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Beberapa insan sepak bola Indonesia seperti pelatih klub Bhayangkara FC Angel Alfredo Vera dan pelatih Barito Putera Jacksen Tiago mendukung rencana tersebut.

PSS Sleman Curi Poin di Kandang Persipura

Suara.com – Tim tamu PSS Sleman berhasil mencuri poin di kandang Persipura Jayapura dalam laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Jumat (31/5/2019) malam.

Skuad asuhan Seto Nurdiantoro berhasil menahan imbang 1-1 tim tuan rumah yang berjuluk Mutiara Hitam dalam laga yang disaksikan kurang lebih 10 ribu penonton.

PSS Sleman yang baru saja promosi pada musim ini sejatinya tertinggal 0-1 pada babak pertama lewat gol dari Titus Bonay pada menit 16 yang memanfaatkan hukuman pinalti karena penyerang Persipura Jayapura Mamadou Samassa dilanggar didalam kotak penalti.

Titus yang merupakan eksekutor pinalti, yang memang disiapkan oleh pelatih Luciano Gomes Leandro berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga timnya bisa unggul lebih dulu hingga turun minum babak pertama.

Sementara gol balasan sekaligus penyeimbang oleh Laskar Sembada julukan PSS Sleman dicetak oleh pemain asingnya Yevhen Bokhashvili pada menit 73.

Skor 1-1 ini bertahan hingga penambahan waktu dua menit yang diberikan oleh wasit Hamim Tohari asal Jawa Timur.

Hasil tersebut sesuai dengan harapan dan target Seto Nurdiantoro, karena sehari sebelumnya dia mengatakan akan mencoba membuat repot tim Persipura.

Ternyata, pernyataan itu dibuktikan dengan meraih hasil imbang sehingga PSS Sleman bisa pulang dengan membawa poin satu dari kandang Persipura Jayapura.

Sementara hasil imbang ini, merupakan kabar negatif bagi tuan rumah tim berjersey merah hitam karena target yang digaungkan oleh Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano untuk meraih poin penuh ditiap laga kandang tidak berhasil.

Dengan hasil ini dipastikan tim Persipura Jayapura masih berkutat di papan bawah dengan dua poin, dari sekali kalah dan dua kali imbang. Sedangkan PSS Sleman tetap bertahan di papan tengah dengan poin lima dari sekali menang, dua kali imbang. (Antara)

Sempat Dirumorkan ke Klub Cina, Sergio Ramos Ingin Pensiun di Real Madrid

Suara.com – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, akhirnya buka suara terkait rumor kepergiannya dari Santiago Bernabeu. Ia telah memutuskan untuk bertahan dan mengakhiri karier bersama Los Blancos.

Sepak bola Spanyol sempat diguncangkan dengan rumor kepergian Sergio Ramos dari Real Madrid. Pemain Timnas Spanyol itu disebut tergoda dengan tawaran menggiurkan dari salah satu klub Liga Super Cina.

Bahkan, sempat ada kabar bahwa Sergio Ramos sudah meminta restu kepada Presiden Real Madrid, Florentino Perez, untuk dilepas secara cuma-cuma ke klub asal Cina yang tidak diungkap namanya tersebut. Terlebih, muncul spekulasi jika Ramos dan Perez sedang tidak akur.

Namun, Ramos telah memberikan klarifiksi terhadap kabar yang telah menyeruak selama ini. Ia memutuskan untuk bertahan dan mengungkapkan harapan agar bisa menutup karier bersama Real Madrid.

“Saya ingin menegaskan masa depanku dengan sangat jelas: tidak pernah ada cekcok di antara [aku dan Florentino Perez], dan aku ingin memenuhi kontrakku di sini,” kata Ramos, dikutip Marca.

“Saya sangat ingin memperpanjang kontrakku seumur hidup karena Florentino dan aku memiliki hubungan seperti ayah dan anak. Konflik menghasilkan cinta; dia selalu menunjukkan kasih sayang kepadaku,” lanjutnya.

“Saya tidak ingin pergi. Impianku adalah pensiun di sini dan saya selalu bilang kepada dia bahwa saya ingin bertahan. saya bahkan bersedia bermain di sini tanpa dibayar karena begitulah perasaanku dan hal terbaiknya adalah bertemu langsung untuk menyelesaikan [masalah],” tutup pemain asal Spanyol itu.

Segio Ramos telah bermain untuk Real Madrid sejak 2005. Selama hampir 14 tahun membela Los Blancos, ia telah menyumbangkan berbagai trofi, seperti empat Liga Champions, empat La Liga, dan dua Copa del Rey.

Sambut Lebaran, Pemain Persib Bandung Diliburkan

Suara.com – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 2019, manajemen meliburkan pemain Persib Bandung selama sepekan. Namun selama libur lebaran, pemain diharuskan menjaga kebugaran tubuh hingga kembali berlatih pada Rabu, 8 Juni mendatang.

“Kita akan mulai lagi tanggal 8 (Mei 2019),” kata pelatih kepala Persib Robert Rene Alberts usai menjalani latihan terakhir sebelum libur di lapangan Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 31 Mei 2019.

Rene Mihelic dan kolega diharuskan melahap serangkaian materi latihan yang sudah disiapkan oleh tim pelatih Persib selama liburan. Robert mengatakan sudah membekali anak asuhnya dengan materi latihan dalam format video.

Pelatih asal Belanda itu menginginkan para pemain menjaga kondisi fisik selama berada di rumah. Salah satunya dengan menjaga pola makan.

“Itu wajib untuk semua pemain ada dalam video kita akan lihat ketika semua pemain kembali karena itu terkait kebugaran fisik,” tukasnya.

Dalam latihan terakhir, sebanyak enam pemain Persib absen. Gian Zola harus memperkuat Tim Nasional U-22, sementara Febri Hariyadi dan Achmad Jufrianto pun absen karena dipanggil timnas senior.

Ghozali Siregar dan Bojan Malisic ikut absen karena urusan pribadi. Ditambah, Artur Gevorkyan yang harus memperkuat timnas Turkmenistan.

Usai libur lebaran, Persib rencananya akan bertandang ke markas Arema FC di stadion Kanjuruhan, Malang, pada Jumat, 14 Juni 2019. Persiapan mepet lantaran kepotong libur mengharuskan Robert harus ekstra kerja keras guna menyiapkan anak asuhnya saat menghadapi Arema nanti. (Aminuddin)

Kontributor : Aminuddin

Persipura Dukung Penerapan VAR, Asalkan…

Suara.com – Tim Persipura Jayapura mendukung penggunaan video bantuan wasit (VAR) di kompetisi sepak bola Indonesia sebagaimana digaungkan belakangan ini, asalkan hak-hak klub dibayarkan.

“Kami dukung, asalkan utang atau hak-hak kami sebagai klub ikut dibayar, itu akan lebih baik lagi,” kata Asisten Manajer Persipura Jayapura Bento Ridwan Madubun di Kota Jayapura, Papua, Jumat (31/5/2019).

Soal penerapan VAR, ungkap dia, tim Persipura Jayapura telah sampaikan pada musim lalu. Hanya saja banyak perbedaan persepsi ataupun pertentangan, diantaranya soal harga yang mahal dan lain sebagainya.

“Pertanyaan begini, mengapa baru sekarang? Kami sejak musim lalu sudah gaungkan hal ini. Terus kenapa ramai dibicarakan, padahal tahun lalu banyak yang berikan tanggapan bahkan ada yang menolak,” ungkapnya.

Menurut dia, VAR merupakan teknologi canggih yang bisa membantu wasit dalam mengambil keputusan yang krusial, tetapi apakah itu sudah bisa dilakukan di Indonesia, karena penerapan sistem tersebut tidak mudah.

“Pasti ada operatornya atau asisten yang akan operasikan yang tentunya butuh latihan dan lisensi, kalau pun menyewa dari luar sudah pasti biayanya besar, lalu bagaimana infrastruktur pendukungnya,” katanya.

Kalau biayanya besar yang akan dikeluarkan operator liga, lanjut dia, lalu bagaimana dengan hak-hak klub yang belum terselesaikan apalagi dikaitkan dengan harga tiket yang melambung tinggi.

“Kami akan sangat apresiasi jika hak klub dibayarkan dan juga VAR dilaksanakan, tapi kami belum yakin musim ini diterapkan pasti musim depan atau paling cepat di pertengahan musim ini,” katanya seperti dimuat Antara.

Herderson: Tottenham Sangat Berbahaya

Suara.com – Duel hidup mati akan tersaji di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019). Liverpool akan menghadapi Tottenham Hotspur di partai final Liga Champions.

Menghadapi Tottenham, Liverpool lebih diunggulkan. Mengingat di dua pertemuan di Liga Inggris musim 2018/19, Liverpool mengantongi kemenangan 2-1.

Meski diunggulkan, Liverpool tetap tidak ingin memandang The Lilywhites sebelah mata. Hal itu diungkapkan sang kapten, Jordan Henderson.

Menurut Henderson, timnya sangat mewaspadai Tottenham. Apalagi tim tersebut memiliki manajer yang jenius seperti Mauricio Pochettino.

Pemain Liverpool Sadio Mane (kiri) berebut bola dengan bek Tottenham Hotspur Eric Dier dalam lanjutna Liga Inggris di Anfield. Paul ELLIS / AFP Pemain Liverpool Sadio Mane (kiri) berebut bola dengan bek Tottenham Hotspur Eric Dier dalam lanjutna Liga Inggris di Anfield. Paul ELLIS / AFP

“Saya pikir Tottenham sangat berbahaya. Mereka adalah tim yang bagus. Jika tidak, tentunya mereka tidak akan tampil di babak final Liga Champions,” kata Henderson seperti dikutip uefa.com.

“Mereka adalah tim yang kompak dengan manajer yang sangat hebat. Tottenham sangat berbahaya.”

Sebagaimana diketahui, baik Liverpool maupun Tottenham sama-sama bertekad mengukir sejarah. Liverpool yang terakhir kali merebut trofi Liga Champions di tahun 2005, bertekad memboyong kembali Trofi Si Kuping Besar keenam mereka setelah tahun lalu mimpi tersebut dikubur Real Madrid.

Sedangkan bagi Tottenham, sejarah baru akan terukir jika mereka berhasil memenangkan trofi Liga Champions musim ini.

Dilaporkan Hubungi Messi, Neymar Ingin Kembali ke Barcelona?

Suara.com – Bintang Paris Saint-Germain, Neymar dikabarkan ingin kembali ke Barcelona setelah menghubungi kapten Blaugrana Lionel Messi dan striker Luis Suarez. Hal itu diduga lantaran kekecewaannya berada di klub raksasa Prancis akhir-akhir ini.

Neymar telah melakukan indisipliner dan dihukum larangan tiga pertandingan setelah terciduk memukul seorang fans Rennes pada final Coupe de France beberapa pekan lalu.

Ban kapten yang sebelumnya melekat pada Neymar telah dipindahtangankan ke Dani Alves. Selain itu, dia juga diduga terlibat dalam cekcok antar rekan setimnya di ruang ganti.

Publik menilai, banyaknya masalah yang di hadapi pemain 27 tahun itu memicu dirinya untuk hengkang dari Parc des Princes.

Dilansir dari sportskeeda dari laporan Catalan sport, Real Madrid memang tertarik memboyong Neymar pada musim panas nanti. Namun, dia ingin kembali ke Camp Nou setelah tak bahagia di Prancis.

Pemain PSG Neymar bersiap menghadapi Nice di Parc des Princes, 4 Mei 2019 [AFP]Pemain PSG Neymar bersiap menghadapi Nice di Parc des Princes, 4 Mei 2019 [AFP]

Di lain sisi, Suarez dan Messi tertarik andai pemain asal Brasil itu kembali ke klub.

Kendati demikian, hal tersebut dianggap sulit. Sebab, Presiden Barcelona, Josep Bartomeu belum tentu mau membeli Neymar dari PSG.

Neymar dihargai sangat mahal oleh Barcelona kala PSG berniat memboyong dia pada 2016 lalu. Sehingga untuk membawa kembali ke Barcelona, manajemen Blaugrana juga harus menyiapkan biaya yang besar.

Ngeri, Mantan Pemain Timnas Inggris Ini Hampir Mati saat Berebut Bola

Suara.com – Kejadian mengerikan menimpa mantan pemain Timnas Inggris, Wayne Rooney.

Pasalnya ia langsung terkapar usai dihantam kiper New England Revolution, Matt Turner saat berebut bola pada laga lanjutan Major League Soccer (MLS), Sabtu (25/5/2019) lalu.

DC United bertemu dengan New England Revolution di Foxborough, Massachusetts. Kala itu, Rooney dan kawan-kawan menahan imbang 1-1 atas New England Revolution.

Pertandingan Liga Sepak Bola Amerika itu sempat terhenti sesaat. Sebab, Rooney yang lolos dari jebakan offside dan menerobos ke gawang New England Revolution terkapar dan mengalami shock setelah bertabrakan keras dengan penjaga gawang lawan.

Di lain sisi, Rooney juga mengirim Matt Turner keluar lapangan setelah mendapat hadiah kartu merah dari wasit.

Meski sempat terkapar dan mengalami shock, mantan penyerang Manchester United itu dapat melanjutkan pertandingan.

Rooney setidaknya sudah mengoleksi delapan gol dan tiga asisst selama 14 pertandingan.

Pada klasesmen sementara, DC United masih menduduki puncak teratas dengan koleksi 26 poin.

Berbeda hal dengan New England Revolution, tim asuhan Bruce Arena itu berada di posisi 12 dengan raihan 13 poin.

Tidak Ada Pengurangan Porsi Latihan Timnas Indonesia U-23 di Bulan Ramadan

Suara.com – Timnas Indonesia U-23 tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Piala Merlion dan SEA Games 2019 dengan menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta pada 29 Mei hingga 3 Juni 2019.

Meski pemusatan latihan kali ini bertepatan dengan Bulan Ramadan, Witan Sulaeman dan kolega dipastikan tetap melahap menu latihan seperti hari biasa. Hanya saja, latihan hanya dilaksanakan sekali dalam sehari, yakni sore hari WIB.

Timnas Indonesia U-23 melakoni TC perdana di Lapangan UNY, Rabu (29/5/2019). (Suara.com/Irwan Febri Rialdi).Timnas Indonesia U-23 melakoni TC perdana di Lapangan UNY, Rabu (29/5/2019). (Suara.com/Irwan Febri Rialdi).

“Tidak ada pengurangan porsi latihan, saya tetap berikan latihan seperti biasa kepada semua pemain, memang hanya saja latihan hanya dilakukan pada sore hari. Jam 3.30 sampai lima kurang,” kata Indra Sjafri.

Pemusatan latihan Timnas U-23 di Yogyakarta dalam waktu dekat dipersiapkan untuk Piala Merlion pada 7 sampai 9 Juni 2018. Namun, lantaran pemain yang bisa didaftarkan hanya 22 pemain, nantinya akan ada beberapa pemain yang dicoret.

“Sesuai regulasi, Piala Merlion hanya boleh mendaftarkan 22 pemain, otomatis ada empat pemain yang akan kami coret,” terang mantan pelatih Bali United itu.

Pada hari terakhir pemusatan latihan, Timnas Indonesia U-23 akan menjajal kontestan Liga 2 2019, PSIM Yogyakarta. Laga itu rencananya akan dihelat di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (2/6/2019) malam.

Jadwal Siaran Langsung Final Liga Champions: Tottenham Hotspur vs Liverpool

Suara.com – All-English Final siap tersaji di final Liga Champions 2018/19. Tim asal London Utara, Tottenham Hotspur akan bentrok dengan jagoan Merseyside, Liverpool.

Partai puncak ini akan dihelat di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid pada Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Kick-off pada pukul 02.00 WIB, laga ini sedianya akan disiarkan secara live oleh RCTI.

Baik Tottenham dan Liverpool tentu sudah saling mengetahui kekuatan satu sama lain. Di Liga Inggris musim ini, Liverpool praktis lebih superior dibanding Tottenham.

Pada klasemen akhir Premier League 2018/19, Liverpool finis di peringkat kedua klasemen akhir dengan raihan poin yang fenomenal, yakni 97 poin dari 38 laga.

The Reds –julukan Liverpool– hanya terpaut satu poin dari Manchester City yang keluar sebagai kampiun.

Sementara itu, Tottenham hanya bisa finis di peringkat keempat dengan total raihan 71 poin, terpaut 26 poin dari Liverpool.

Saat head-to-head, Liverpool juga membuktikan keunggulan mereka dari Tottenham. Saat bertandang ke Wembley pada awal musim Liga Inggris 2018/19, tepatnya pada September 2018 lalu, Liverpool menekuk tuan rumah Tottenham dengan skor 2-1.

Pada pertemuan kedua di Anfield saat Liverpool menjadi tuan rumah, yakni pada 31 Maret 2019, The Reds juga menang dengan skor 2-1.

Soal sisi historis di pentas Liga/Piala Champions, Liverpool juga jauh lebih unggul dibanding Tottenham.

Liverpool telah mengoleksi lima gelar juara kompetisi antarklub paling elite Eropa, sementara Tottenham belum sekalipun merasakan manisnya jadi kampiun.

Jadwal final Liga Champions 2018/19:

Minggu (2/6/2019)

02.00 WIB – Tottenham Hotspur vs Liverpool – Estadio Wanda Metropolitano [LIVE RCTI]

Demi Timnas Indonesia U-23, Nadeo Argawinata Rela Tidak Mudik

Suara.com – Kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata, menjadi satu dari 26 nama yang mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23 yang digelar di Yogyakarta sejak Rabu (29/5/2019). Demi memberikan yang terbaik, ia rela tidak pulang ke kampung halaman saat Idul Fitri 2019.

Para pemain Timnas Indonesia U-23 memiliki jadwal pemusatan latihan di Yogyakarta pada 29 Mei hingga 3 Juni 2019. Setalah itu, mereka akan mengikuti Merlion Cup 2019 yang digelar di Singapura pada 7-9 Juni.

Sebelum terbang ke Singapura, Timnas Indonesia U-23 diliburkan selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Juni 2019 untuk merayakan momen Idulfitri bersama keluarga. Namun, Nadeo Argawinata rela tidak mudik jika situasi dan kondisi tidak memungkinkan.

“Saya siap memberikan sesuatu yang maksimal untuk Indonesia. Meski nantinya tidak bakal lebaran di kampung halaman, saya sudah siap menjalaninya. Ini menjadi pengalaman tersendiri bagi saya. Membela negara sama seperti beribadah. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik,” ujar Nadeo Argawinata seperti dilansir situs resmi Borneo FC.

Nadeo Argawinata sempat mendapat panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23 dalam persiapan kualifikasi Piala AFC U-23 2020 pada Maret lalu. Namun, kiper berusia 22 tahun itu akhirnya dicoret.

Kini, kiper asal Kediri itu kembali mendapat kesempatan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-23. Ia pun merasa begitu gembira.

“Senang rasanya bisa kembali bergabung bersama Timnas Indonesia dan turut serta dalam sebuah turnamen yang digelar di Singapura. Impian semua pemain adalah bergabung bersama Timnas Indonesia,” tegas Nadeo.

Sadio Mane Sesumbar Liverpool Bisa Juarai Liga Champions 2018/2019

Suara.com – Semangat tinggi tengah diusung bintang Liverpool, Sadio Mane, menjelang Liga Champions 2018/2019. Ia bahkan sesumbar bisa menjuarai trofi paling bergengsi di daratan Eropa tersebut.

Liverpool akan menghadapi Tottenham Hotspur pada laga final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dinihari WIB. Ini adalah final kedua The Reds, setelah musim lalu gagal menjadi juara.

Sebenarnya, Liverpool tidak disangka bisa lolos ke final Liga Champions musim ini. Sebab, mereka sempat kalah telak 0-3 pada leg pertama semifinal kontra Barcelona, tetapi Liverpool akhirnya mampu membalas 4-0 pada leg kedua.

Keberhasilan ini pun membuat Sadio Mane percaya diri menghadapi pertandingan puncak melawan Tottenham. Ia merasa musim ini timnya ditakdirkan untuk juara.

“Kupikir, iya (ditakdirkan juara). Ini adalah sebuah tanda yang bagus pastinya,” kata Sadio Mane kepada TalkSport.

“Setelah leg pertama pertandingan melawan Barcelona, tidak ada yang menyangka kami akan lolos dan kami berhasil. Jadi kami memiliki sebuah kesempatan dan kami akan memperjuangkannya,” imbuhnya.

“Kami kecewa pada musim lalu karena kami ingin menang, tapi di waktu yang bersamaan kami mengambil sisi-sisi positifnya dan kami [ke final] pada tahun ini lagi. Jadi kupikir kami akan menggunakan pengalaman kami untuk menang tahun ini. Kami menantikan tantangan yang besar ini,” tutup bintang asal Senegal itu.

Liverpool memiliki peluang juara Liga Champions 2018/2019. Selain unggul secara pengalaman, The Reds juga sudah dua kali mengalahkan Tottenham dalam laga kandang atau tandang di Liga Primer Inggris musim ini.

Tepis Rumor Kepindahan, Sergio Ramos: Saya di Real Madrid Sampai Pensiun

Suara.com – Centre-back kawakan sekaligus kapten Real Madrid, Sergio Ramos menepis kabar yang santer beredar dalam beberapa hari terakhir ini, yang menyebut jika dirinya tergoda hjirah ke Liga Super China pada bursa transfer musim panas ini, lantaran diiming-imingi bayaran selangit.

Ramos menegaskan bahwa ia akan tetap bertahan di Real Madrid pada musim panas ini. Pemain berusia 33 tahun itu pun berharap bisa pensiun di Los Blancos –julukan Real Madrid, serta menegaskan jika dirinya adalah seorang Madridista (fan Real Madrid) sejati!

Sebelumnya masa depan Ramos memang santer dispekulasikan, sebagaimana dia disebut-sebut sudah meminta langsung kepada Presiden Real Madrid, Florentino Perez, untuk melepasnya dengan status free transfer pada musim panas ini demi memuluskan kepindahan ke China.

Perez sendiri juga telah mengonfirmasi bahwa Ramos dan sang agen telah menemuinya, dan menyampaikan soal tawaran yang datang dari klub Liga Super China.

Meski demikian, Ramos sendiri kini menegaskan jika dirinya tak berniat cabut dari Real Madrid dalam waktu dekat. Pemilik 163 caps bersama Timnas Spanyol itu sendiri sejatinya masih terikat kontrak di Real Madrid hingga musim panas 2021 mendatang.

“Ada terlalu banyak spekulasi tentang masa depan saya dan saya ingin menegaskan kembali komitmen saya kepada klub,” tutur Ramos seperti dilansir Sky Sports.

“Hubungan saya dengan presiden (Perez) mirip dengan ayah dan anak,” lanjut sang bek menepis rumor perselisihannya dengan Perez.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa saya ingin menuntaskan kontrak saya di Real Madrid. Saya berharap bisa pensiun di Real Madrid karena saya adalah seorang Madridista,” tegasnya lagi.

 “Memang ada tawaran dari China dan jika saya tidak merasa diinginkan, maka itu adalah sebuah alternatif. Tetapi saat ini kesepakatan saya dengan Real Madrid masih berlaku dan rencana saya adalah untuk menuntaskan kontrak saya,” ujar Ramos.

“Terlalu banyak spekulasi dan saya ingin menjernihkan masalah ini,” imbuhnya.

“Jika saya benar-benar meninggalkan Madrid, maka itu akan terjadi saat level saya tidak lagi cukup bagus. Dan saya akan pergi ke tim yang tidak bersaing dengan Real Madrid,” pungkas pemain jebolan akademi Sevilla tersebut.

VIDEO: Ekspresi Haru Maurizio Sarri saat Mendapat Medali Pertamanya

Suara.com – Keberhasilan Chelsea dalam menjuarai Liga Europa 2018/2019, menjadi kisah unik tersendiri bagi sang manajer tim, Maurizio Sarri. Ia tampak sangat bahagia setelah meraih medali pertamanya.

Kejadian itu terekam kamera saat Sarri berada di atas panggung. Ia terlihat memegangi serta melihat medali emas dengan cukup seksama. Tak lama kemudian, ia kembali menatap ke arah depan dan tersenyum.

Maurizio Sarri harus menunggu selama 29 tahun dalam kariernya sebagai pelatih untuk memenangkan trofi juara. Sebelumnya, dari 19 tim yang pernah dilatih, tidak satupun yang pernah menjadi kampiun.

Prestasi terbaik Sarri adalah membawa Empoli finis runner-up di Serie B 2013/2014, runner-up Serie A Italia 2016/2017 bersama Napoli dan menyelesaikan di posisi dua Piala Liga Inggris 2018/2019 bersama Chelsea.

Namun, setelah melewati penantian panjang, akhirnya Sarri meraih trofi pertamanya sebagai pelatih. Oleh karena itu, pelatih 60 tahun itu terlihat semringah.

Kepastian juara Chelsea sendiri didapat setelah meraih kemenangan Arsenal di final Liga Eropa 2018/2019 di Stadion Olimpiade Baku, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB. Pada laga itu, tim asuhan Sarri menang telak 4-1.

5 Gaya Seksi Tunangan Kiper Cardiff City yang Gemar Pamer Perut

Suara.com – Cardiff City dipastikan degradasi musim mendatang ke kasta kedua Liga Inggris. Namun kondisi itu tampaknya tak mengurangi pesona sang kiper Neil Etheridge. Ini terbukti ia membuat dara cantik bernama Alexandra Solera bertekuk lutut di hadapnya.

Neil yang juga merupakan kiper Timnas Filipina diketahui sudah sejak lama dekat dengan Solera. Diketahui keduanya sudah menjalin cinta sejak Mei 2016.

Tahun lalu, Neil pun memberanikan diri untuk melamar sang kekasih tepat satu tahun di hari jadinya sejak sempat mengalami pasang surut cinta setahun sebelumnya.

Solera sendiri selain cantik juga memiliki tubuh nan seksi. Ia pun kerap memamerkan perutnya yang langsung lagi seksi.

Ngga percaya, yuk simak deretan foto seksi Solera yang baru saja dilamar oleh Neil Etheridge.

Rossi dan Marquez Jagokan Liverpool di Final Liga Champions

Suara.com – Euforia final Liga Champions tak hanya menjangkiti para pecinta sepakbola. Para pebalap MotoGP pun turut meramaikan suasana jelang laga puncak yang mempertemukan dua klub Inggris, Livepool dan Tottenham Hotspur itu.

Dalam konferensi pers jelang MotoGP Italia, Valentino Rossi (Monsters Energy Yamaha), Andrea Dovizioso (Ducati Mission Winnow), Danilo Petrucci (Ducati Mission Winnow), serta Marc Marquez (Repsol Honda), memprediksi tim yang bakal merebut trofi Si Kuping Besar.

Valentino Rossi, yang diketahui merupakan fans berat Inter Milan, menjagokan Liverpool sebagai juara. The Reds –julukan Liverpool– disebut sang pebalap Italia bisa menang dengan skor 2-1.

“Saya pikir Tottenham adalah tim yang kuat. Tapi Liverpool sedikit lebih baik dari mereka,” kata Valentino Rossi membeberkan alasannya dilansir dari Tuttomotiriweb, Jumat (31/5/2019).

Pemain Liverpool merayakan gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]Pemain Liverpool merayakan gol ketiga mereka selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool melawan Barcelona di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (8/5) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]

Senada dengan Valentino Rossi, Marc Marquez dan Andrea Dovizioso juga turut menjagokan klub asuhan Jurgen Klopp untuk memenangkan gelar juara Liga Champions musim ini.

Marquez menyebut Liverpool punya modal besar setelah berhasil mengalahkan Barcelona di babak semifinal dengan cara yang amat dramatis. Kalah 3-0 di leg pertama yang berlangsung di Camp Nou, Liverpool bangkit di Anfield dan membalikkan keadaan lewat kemenangan empat gol tanpa balas.

“Barcelona kalah dari mereka, jadi Liverpool akan menang dengan skor yang cukup telak,” beber Marquez.

Sementara Dovizioso menyebut ingin melihat pertandingan final yang luar bisa bagus. Tapi yang pasti, ia pun menjagokan Liverpool untuk keluar sebagai juara.

“Saya rasa ini akan jadi pertandingan yang menarik, setidaknya saya pikir akan seperti itu. Tapi saya pikir Liverpool sedikit lebih favorit untuk meraih gelar,” beber Dovizioso.

Hal sebaliknya justru dikatakan oleh pebalap Ducati, Danilo Petrucci. Ia berharap Tottenham bisa menjadi juara dengan mengalahkan Liverpool 1-0.

“Saya pilih hasil ini karena semua orang mengatakan Liverpool lah yang akan menjadi juara,” jelas Petrucci.

Laga final Liga Champions 2018-2019 akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

PSIM Yogyakarta Tunjuk Mantan CEO Bogor FC sebagai Manajer Anyar

Suara.com – PSIM Yogyakarta memperkenalkan sosok manajer baru dalam pertemuan dengan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, di Balaikota Yogyakarta Jumat (31/5/2019) siang. Dia adalah mantan CEO Bogor FC, Effendi Syahputra.

Dalam acara tersebut, Effendi Syahputra memperkenalkan seluruh skuat PSIM Yogyakarta untuk mengarungi Liga 2 2019. Mulai dari pelatih, asisten pelatih, para pemain, hingga ofisial tim.

Effendi Syahputra juga mengungkapkan harapannya, agar sebelum memulai kompetisi, PSIM bisa melaksanakan tradisi untuk sowan ke Makam Raja Mataram di Imogiri.

Tidak hanya itu, ia juga berharap walikota Yogyakarta bisa memfasilitasi PSIM untuk bersua Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan HB X.

“Setelah pertemuan ini, kami berencana akan ziarah ke Makam Raja Mataram di Imogiri, dan mungkin harapannya bisa bertemu Ngarsa Dalem Sri Sultan. Harapannya Pak Wali bisa menjembatani niat ini dan kami bisa mohon doa restu juga pada Sultan,” kata Effendi Syahputra.

Sementara itu, Haryadi Suyuti menyambut baik niatan PSIM untuk mengunjungi Makam Raja Mataram di Imogiri. Ia berharap semangat dari raja-raja mataram bisa menurun ke Hendika Arga Permana cs untuk mengarungi Liga 2 2019.

“Akan saya atur setelah uji coba, ziarah ini bukan minta doa yang sudah tidak ada. Justru berdoa supaya diberi kekuatan dari raja-raja Jogja yang telah mendahului kita. Agar semangat dari para raja itu kembali kepada kita,” terang Haryadi Suyuti.

PSIM sendiri belum memberikan pengumuman secara resmi terkait Effendi Syahputra sebagai manajer tim di Liga 2 2019. Namun, mantan petinggi Bogor FC itu turut memberikan suara di pertemuan dengan walikota Yogyakarta tersebut.

Jika Bukan Karena Ini, Lucas Moura Tak Bakal Jadi Pemain Bola Terkenal

Suara.com – Gelandang Tottenham Hotspur, Lucas Moura tidak akan pernah menjadi pemain ternama seperti saat ini jika tak bukan karena sepatu bola di masa kecilnya. Ayah Moura, Jorge Rodrigues mengingatkan bahwa sepatu tersebut adalah trofi berharga anaknya selama bermain di lapangn hijau.

Siapa sangka sebelum mencapai kesuksesannya, perjalanan Lucas di lapangan hijau ternyata penuh lika-liku.

Lahir di lingkungan yang buruk membuat pemain asal Brasil itu bertekad bulat meninggalkan rumah untuk mengejar impiannya menjadi pemain sepak bola terkenal.

Sang ayah, Jorge Rodrigues pun membeberkan kisah menarik dari eks pemain Paris Saint-Germain itu saat memulai karier di dunia sepak bola.

Dilansir dari The Sun, Jumat (31/5/2019), dari kisah sang ayah, Lucas dahulu memiliki kaki kecil. Jorge pun cukup kesulitan mencari sepatu yang pas untuk anak laki-lakinya itu.

Suatu saat, kawan Lucas datang dan memberikan sepasang sepatu sepak bola agar ia melanjutkan impiannya menjadi pemain bola.

“Lucas memiliki kaki yang kecil, sehingga kami kesulitan menemukan ukuran yang cocok untuk dia. Lalu, seorang teman Lucas memberinya sepatu yang sesuai dengan ukuran kakinya. Ini adalah sepatu pertama yang digunakan putra saya untuk bermain bola,” kenang Jorge.

Sepatu yang digunakan Lucas Moura saat pertama kali bermain bola semasa anak-anak (The Sun)Sepatu yang digunakan Lucas Moura saat pertama kali bermain bola semasa anak-anak (The Sun)

Sepatu merek Umbro berwarna hitam itu memiliki rajutan tali yang terlihat compang camping. Bagian ujung sepatu bahkan sudah robek dan terlihat kusam. Namun, sepatu itulah yang menjadi saksi bisu perjalanan Lucas menapaki mimpinya sebagai pemain sepak bola handal.

“Kami menyimpannya di rumah Sao Pulo, Brasil. Trofi-trofi lain kami pajang di satu tempat yang rapi termasuk sepatu ‘peninggalan’ itu. Ketika Saya melihat piala-piala ini saya merasa bangga dengan putra saya. Ini menunjukkan kerja keras yang kami perjuangkan mendapat hasil yang setimpal,” kata Jorge yang merupakan pensiunan pegawai negeri.

Deretan trofi dan sepatu Lucas Moura selama bermain bola (The Sun)Deretan trofi dan sepatu Lucas Moura selama bermain bola (The Sun)Sepatu Lucas Moura yang pertama kali digunakan semasa anak-anak. Saat ini sepatu yang dianggap trofi itu dipajang di rumahnya, Sao Paulo, Brasil (The Sun)Sepatu Lucas Moura yang pertama kali digunakan semasa anak-anak. Saat ini sepatu yang dianggap trofi itu dipajang di rumahnya, Sao Paulo, Brasil (The Sun)

Lucas Moura kini telah berlabuh ke Madrid bersama skuat Tottenham Hotspur lainnya bersiap menghadapi Liverpool pada final Liga Champions di Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019).

Jorge yang berencana bersama keluarga akan mendukung Lucas langsung ke Madrid berharap Tottenham Hotspur dapat memetik kemenangan di final Liga Champions nanti. 

“Sekarang untuk memenangkan Liga Champions akan menjadi sesuatu yang ajaib, momen yang indah bagi kita semua. Keluarga kami akan berada di Madrid untuk memberikan dukungan kepada Lucas,” tukasnya.

Jelang Bergulirnya Liga 2 2019, PSIM Minta Restu Walikota Yogyakarta

Suara.com – Manajemen dan skuat PSIM Yogyakarta mengadakan pertemuan dengan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, di Balaikota Yogyakarta, Jumat (31/5/2019) siang WIB. Dalam kesempatan itu, pasukan Laskar Mataram menyampaikan kesiapannya untuk mengarungi Liga 2 2019.

Pertemuan dengan Haryadi Suyuti dipimpin langsung oleh CEO PSIM, Bambang Susanto. Ia mengharapkan doa serta restu dari walikota Yogyakarta agar diberi kelancaran untuk mewujudkan ambisi lolos ke Liga 1 musim depan.

“Hari ini kami sowan ke bapak walikota, mohon doa restu. Kami juga ingin menyampaikan bahwa kami sudah siap menghadapi Liga 2 2019. Liga 2 sudah semakin dekat, kami juga akan uji coba dengan Timnas Indonesia U-23. Terima kasih selama ini, bapak sudah mendukung kami,” kata Bambang Susanto.

Sementara itu, Haryadi Suyuti merasa senang melihat PSIM Yogyakarta yang sekarang, karena memiliki skuat yang mumpuni. Khususnya dengan kehadiran dua sosok senior yang pernah membela Timnas Indonesia, Cristian Gonzales dan Raphael Maitimo.

Ia pun menyampaikan harapan agar tim kebangaan masyarakat Yogyakarta itu bisa meraih prestasi maksimal di Liga 2 2019 dan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Saya sangat terharu karena ini tim Liga 2 tapi rasa Liga 1. Cukup satu tahun saja lah di Liga 2, tahun depan naik ke Liga 1. Saya meyakini tim ini calon juara Liga 1 ke depan, dari Jogja yang merupakan tempat lahirnya PSSI,” terang Haryadi Suyuti.

PSIM Yogyakarta akan menghadapi Persiba Balikpapan pada laga perdana Liga 2 2019. Laga tersebut rencananya akan dihelat di Stadion Batakan, Balikpapan, pada Senin (24/5/2019).

Persipura Hadapi PSS Sleman di Kandang, Luciano Leandro: Wajib Poin Penuh!

Suara.com – Pelatih Persipura, Luciano Leandro menyatakan, meski tanpa Boaz Salosa, para pemainnya siap untuk meraih poin penuh saat menjamu PSS Sleman dalam laga pekan ketiga Liga 1 2019 di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Jumat (31/5/2019) malam.

“Kita sudah lakukan persiapan dan anak-anak punya motivasi yang tinggi untuk laga nanti, dengan harapan bisa meraih poin maksimal. Tiga poin memang wajib diraih,” tegas Leandro seperti dimuat Antara.

Menurut pelatih berpaspor Brasil itu, berbagai latihan telah dilakukan oleh anak-anak Persipura dalam beberapa hari terakhir.

Targetnya sendiri adalah agar semua peluang yang didapatkan dalam laga nanti bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, sehingga bisa menciptakan peluang dan gol kemenangan.

“Saya sudah minta kepada pemain agar totalitas dalam bermain. Kita harus usaha, kita optimis dapat hasil bagus,” celoteh Leandro.

Soal Boaz Solossa dan Marinus Manewar yang dilarang bermain karena menjalani hukuman, Leandro mengakui bahwa keduanya memang merupakan pemain kunci dalam tim.

Meski demikian, absennya Boaz dan Marinus sudah diantisipasi.

“Pemain yang tidak bisa diturunkan memang pemain kunci, tapi kita harus percaya untuk pemain pengganti karena banyak pemain yang berkualitas untuk bantu kita nanti,” ucap Leandro.

“(Mamadou) Samassa, dia sudah cukup lebih bagus dari kemarin. Kita optimis nanti kalau dia diturunkan, dia bisa tampil bagus,” imbuh pelatih berusia 53 tahun itu.

Mengenai uji coba dengan PSS Sleman beberapa waktu lalu dengan hasil yang sangat memuaskan bagi tim Persipura, Luciano menilai hal itu berbeda sekali sehingga tidak tepat jika dijadikan perbandingan.

“Uji coba itu tidak seperti liga, beda sekali. Yang penting kita fokus dan benar-benar fokus sampai wasit akhiri laga, kita berdoa untuk meraih kemenangan,” tuntas mantan playmaker andalan Persija Jakarta tersebut.

Inter Milan Resmi Tunjuk Antonio Conte sebagai Pelatih Baru

Suara.com – Inter Milan resmi menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih baru klub, menggantikan Luciano Spalletti yang didepak kemarin. Kepastian Conte sebagai manajer anyar ini dikonfirmasi Inter via laman resmi mereka, Jumat (31/5/2019).

Belum dijelaskan secara detil berapa lama durasi kontrak Conte bersama Inter. Namun seperti dilansir Football Italia, pelatih berusia 49 tahun itu dikontrak hingga 2022 dengan bayaran 12 juta euro (sekira Rp 193 miliar) per tahun.

“Saya yakin Antonio merupakan salah satu pelatih terbaik di dunia. Saya yakin dia akan membantu kami meraih tujuan dan menyelesaikan misi kami, yang akan selalu sama, yaitu menjadikan klub ini salah satu yang terbaik di dunia,” tutur Presiden Inter, Steven Zhang di laman resmi klub.

Konfirmasi penunjukan Antonio Conte sebagai pelatih baru Inter Milan. Conte (kiri) berpose bersama Presiden Inter, Stevan Zhang. [Laman resmi Inter Milan]Konfirmasi penunjukan Antonio Conte sebagai pelatih baru Inter Milan. Conte (kiri) berpose bersama Presiden Inter, Stevan Zhang. [Laman resmi Inter Milan]

Conte sendiri pun sudah tak sabar untuk menjalani pekerjaan barunya itu. Juru taktik yang dikenal sangat ekspresif itu siap menjawab kepercayaan yang diberikan manajemen La Beneamata –julukan Inter.

“Babak baru dalam hidup saya sudah dimulai, saya benar-benar bersemangat. Melalui pekerjaan saya, saya akan mencoba untuk membayar kembali semua kepercayaan yang diberikan presiden dan direktur (Inter) kepada saya,” ucap Conte.

“Saya memilih Inter karena klub ini ambisius, dengan proyek ke depan yang sehat, juga karena sejarah Inter. Saya kagum dengan transparansi klub dan ingin untuk membawa Inter kembali ke tempatnya. Inter adalah klub besar,” imbuh mantan pelatih Juventus dan Timnas Italia itu.

Conte sendiri sebelumnya pernah membawa Juventus meraih Scudetto alias juara Liga Italia Serie A tiga kali beruntun dan dua kali juara Piala Super Italia.

Cabut untuk menukangi Timnas Italia, Conte kemudian hijrah ke Inggris pada musim panas 2016 untuk melatih Chelsea dan membawa The Blues meraih satu gelar Liga Inggris dan Piala FA.

Pada akhir musim 2017/2018, Conte dipecat Chelsea dan sempat menganggur sebelum kini digaet Inter.

Persebaya Terseok-seok, Manajemen Klub Ultimatum Tim Pelatih

Suara.com – Manajemen Persebaya memastikan segera mengevaluasi kinerja tim pelatih, menyusul hasil imbang 1-1 saat menjamu PSIS Semarang dalam laga pekan ketiga Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/5/2019) malam.

Seperti diketahui, Persebaya belum juga meraih kemenangan dari tiga laga yang telah mereka lakoni di Liga 1 2019. Tim asuhan Djadjang Nurdjaman menorehkan satu kekalahan dan dua hasil seri.

“Manajemen akan mengambil langkah evaluasi tegas terhadap tim pelatih,” ujar manajer Persebaya, Chandra Wahyudi memberi ultimatum, sebagaimana dilansir Antara.

Menurut Chandra, skor imbang kali kedua di kandang merupakan hasil yang sangat mengecewakan. Seperti diketahui, Persebaya juga hanya bisa bermain seri 1-1 saat menjamu Kalteng Putra pada pekan kedua lalu.

Chandra pun menyayangkan Persebaya kehilangan kesempatan mengambil poin penuh pada dua pertandingan kandang, lantaran kesalahan-kesalahan mendasar sendiri, setelah sejatinya sempat unggul 1-0.

Kejadian gol balasan Kalteng Putra dan PSIS memang praktis cukup identik, yaitu terlambat menggantikan pemain yang cedera sehingga Persebaya bermain 10 orang lalu, dimanfaatkan lawan hingga mencetak gol.

“Kesalahan yang sangat mendasar tentu membuat manajemen sangat kecewa, karena sebenarnya tim ini bisa berbuat dan menghasilkan sesuatu bagi suporter,” sesal Chandra.

Sebenarnya, seperti diungkapkan Chandra, manajemen Persebaya sudah memberikan lampu kuning terhadap tim pelatih, yakni Djadjang dan kawan-kawan, setelah hasil imbang lawan Kalteng Putra di pekan kedua lalu.

“Kalau kemarin lampu kuning, ini seharusnya sudah lebih dari lampu kuning. Kami akan segera putuskan sebelum lawan Barito Putra (di pekan keempat) atau bahkan sebelum Lebaran,” tukasnya.

Sementara pada laga pekan pembuka Liga 1 2019 sendiri, Persebaya menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Bali United pada 16 Mei lalu.

Egy Foto Bareng Dua Wanita Cantik, Netizen Heboh Bukan Kepalang

Suara.com – Penyerang muda Indonesia, Egy Maulana Vikri tampaknya sudah punya banyak fans di Polandia. Netizen pun sempat dibuat heboh karena beberapa waktu lalu, pemain asal Medan itu berfoto dengan dua wanita cantik di sana.

Lechia Gdansk itu baru saja menyelesaikan pertandingan terakhir melawan Jagiellonia Bialystok pada Liga Polandia 2018/2019, Minggu (19/5/2019) lalu.

Walau timnya gagal mengantongi tiket kualifikasi Liga Champions musim depan, Egy terlihat tetap bahagia menjalani karier sepak bolanya di Polandia, apalagi ia kini punya banyak fans.

Ini seperti yang terlihat dari unggahan akun Instagram @plesbol.for.timnas. Dalam foto yang diunggah, Egy yang mengenakan baju putih tampak berpose bersama dua wanita cantik asal Polandia.

Foto yang disukai 9.500 followers itu tak luput dari komentar nyeleneh netizen.

“Menang banyak botak,” tulis akun @khosiem_25.

“Tangan kirinya kenyud-kenyud,” ungkap akun @akang_armand.

Bahkan, ada salah seorang netizen yang meminta Egy segera menikah agar tak jadi fitnah.

Masyaallah akhi Egy, segeralah menikah,” ucap akun @fatih.ayseric.

Kabar terakhir Lechia Gdansk telah merekrut pemain Everton pada bursa transfer musim depan. Dari laporan media Polandia, Pawel Zuk adalah nama pemain yang akan menempati posisi sayap sama seperti Egy.

Kedepan, pemain 23 tahun itu akan bersaing memperebutkan posisinya bermain untuk tim utama Lechia Gdansk.

Salah dan Mane Jalani Puasa Ramadan, Ini Tanggapan Jurgen Klopp

Suara.com – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengaku tak mempermasalahkan jika dua pemainnya, Mohamed Salah dan Sadio Mane menjalani ibadah puasa Ramadan selama pemusatan latihan menghadapi final Liga Champions.

Jurgen Klopp dan tim diketahui saat ini sudah berada di Madrid untuk persiapan akhir jelang menghadapi laga final Liga Champions menghadapi Tottenham Hotspur yang akan dihelat di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dini hari.

Dilansir dari tellerreport, Mohamed Salah dan Sadio Mane diketahui tetap berpuasa saat Liverpool melakoni sesi latihan di Madrid.

Jurgen Klopp mengatakan sangat menghormati kepercayaan yang dianut dua pemainnya. Sehingga dia tak terlalu mempermasalahkan itu.

Gestur manajer Liverpool, Jurgen Klopp pada laga leg pertama semifinal Liga Champions 2018/2019 kontra Barcelona di Camp Nou, Kamis (2/5/2019) dini hari WIB. [LLUIS GENE / AFP]Gestur manajer Liverpool, Jurgen Klopp pada laga leg pertama semifinal Liga Champions 2018/2019 kontra Barcelona di Camp Nou, Kamis (2/5/2019) dini hari WIB. [LLUIS GENE / AFP]

“Tidak ada masalah dengan puasa para pemain saya. Hal itu harus dihormati sebagai keyakinan agama mereka. Saya menilai mereka tetap luar biasa dan sanggup memberikan permainan terbaiknya baik saat sedang berpuasa atau tidak,” ungkap Klopp.

Menurutnya, ada hal yang lebih penting ketimbang berpikir terus menerus tentang sepak bola.

Ia mencontohkan, sebelumnya pernah melihat Salah dan Mane terlambat berlatih karena melaksanakan ibadah mereka terlebih dahulu. Dan, itu bukan satu masalah yang berarti.

“Dalam kehidupan ini, banyak hal yang lebih penting daripada sepak bola. Ada waktu mereka datang terlambat ke ruang ganti karena mereka sedang salat,” tukasnya.

Virgil Van Dijk: Saya Suka Banget Dikritik

Suara.com – Bek Liverpool, Virgil Van Dijk lebih suka dikritik bila melakukan kesalahan saat pertandingan berlangsung. Sebab hal itu bisa menjadi evaluasi serta motivasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

Penerima gelar Pemain Terbaik PFA of The Year 2019 itu menilai teriakan dan kritik dari Pelatih Jurgen Klopp dan rekan tim membawa Liverpool mampu bermain lebih greget hingga akhirnya bisa ke final Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun.

“Saya memiliki hubungan yang baik dengan bos karena dia mengatakan yang sebenarnya. Kadang-kadang jika saya membuat kesalahan yang tak dilihat orang lain, dia akan memberitahu saya,” kata Van Dijk dikutip dari The Sun, Jumat (31/5/2019).

“Saat melawan Bayern Munich misalnya. Andy Robertson mengalami kesulitan dan saya tidak ada di sana. Tak ada perlindungan yang saya lakukan kepadanya. Sehingga manajer meneriaki saya,” ungkap dia.

Bek Liverpool Virgil van Dijk mencoba merebut bola dari bintang Barcelona Lionel Messi di Camp Nou saat laga Liga Champions. JOSE JORDAN / AFPBek Liverpool Virgil van Dijk mencoba merebut bola dari bintang Barcelona Lionel Messi di Camp Nou saat laga Liga Champions. JOSE JORDAN / AFP

Komunikasi serta teguran antar pemain menjadi penting kala laga berlangsung. Van Dijk mengungkapkan, hal itu agar konsentrasi tetap terjaga.

“Itu membuat kami tetap terjaga. Saya juga menyukainya ketika James Milner meneriaki saya, bahkan jika dia marah, atau Henderson berteriak. Itulah yang membuat kita tetap melangkah secara konsisten,” tukasnya.

Liverpool bakal bertemu Tottenham Hotspur pada partai puncak final Liga Champions 2019, Minggu (2/6/2019).

Kedua tim disebut siap menurunkan skuat terbaiknya di partai krusial tersebut. Nama seperti Roberto Firmino, Mohamed Salah, Harry Kane diprediksi bakal memperkuat timnya masin-masing pada pertandingan tersebut.

Persebaya Gagal Berikan Kado di HUT Surabaya, Djanur Minta Maaf

Suara.com – Persebaya gagal memberikan kado spesial berupa kemenangan HUT ke-726 Kota Surabaya, usai hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan tamunya, PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/5/2019) malam.

Atas hasil mengecewakan ini, pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman pun menghaturkan permintaan maafnya. Terlebih Persebaya selalu gagal meraih kemenangan pada tiga pekan awal Liga 1 2019, dengan torehan satu kekalahan dan dua hasil seri.

“Maaf, kami gagal lagi di pertandingan kandang kedua karena kembali bermain imbang,” tutur pelatih yang akrab disapa Djanur itu seperti dilansir Antara.

Persebaya sejatinya unggul lebih dahulu pada laga tadi malam via Osvaldo Haay di menit 28. Sayang, gol balasan tim tamu yang dilesakkan Septian David Maulana pada menit 74 merusak asa Persebaya meraih tiga poin.

Hasil seri ini, disebut Djanur sama dengan kekalahan. Terlebih Persebaya bermain dihadapan puluhan ribu Bonek Mania, yang tak pernah berhenti memberikan dukungan dan semangat kepada para pemain.

“Ini adalah kerugian dan banyak yang masih harus dibenahi. Evaluasi tak hanya kepada satu atau dua pemain, tapi secara keseluruhan,” ucap Djanur.

Kendati gagal memberikan kemenangan, eks pelatih Persib dan PSMS Medan itu mengucapkan selamat HUT kepada Kota Surabaya, yang diperingati setiap 31 Mei.

“Tiga poin seharusnya menjadi kado spesial. Kami ucapkan selamat kepada Kota Surabaya, tapi maaf tak bisa memberi hasil terbaik,” sesal Djanur.

Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Jumat 31 Mei

Suara.com – Dua laga sisa gelaran pekan ketiga Liga 1 2019 siap dihelat Jumat (31/5/2019) malam WIB. Setelah dua laga nanti malam, kompetisi akan memasuki rehat lebaran sebelum pekan keempat kembali bergulir pada 14 Juni mendatang.

Persipura akan menjamu PSS Sleman di Stadion Mandala, Jayapura pada pukul 18.00 WIB. Sementara laga kedua nanti malam menghadirkan Persija Jakarta, yang harus kembali melakoni partai away seperti di dua pekan awal.

Macan Kemayoran –julukan Persija– akan melawat ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, yang merupakan markas dari salah satu tim favorit juara musim ini, Bali United.

Bali United sejauh ini tampil impresif setelah menyapu bersih dua laga awal dengan raihan kemenangan. Namun misi Serdadu Tridatu –julukan Bali United– untuk menjaga rekor 100 persen mereka tentu takkan mudah.

Pasalnya, Persija yang berstatus sebagai juara bertahan kompetisi pasti bakal tampil all-out untuk meraih kemenangan perdananya di Liga 1 2019, setelah hanya bisa sekali imbang dan sekali kalah di dua pekan awal.

Super big match antara Bali United vs Persija Jakarta ini akan rencananya akan kick-off pada pukul 20.30 WIB.

Jadwal siaran langsung Liga 1 2019 pekan ketiga, Jumat (31/5/2019):

18.00 WIB – Persipura vs PSS Sleman – Stadion Mandala [LIVE INDOSIAR]

20.30 WIB – Bali United vs Persija Jakarta – Stadion Kapten I Wayan Dipta [LIVE INDOSIAR]

Detail Kontraknya Bocor, Ini Gaji Menggiurkan Conte di Inter Milan

Suara.com – Inter Milan mantap menunjuk Antonio Conte sebagai manajer menggantikan Luciano Spalletti yang bersiap untuk dipecat. Putusan soal pemecatan Spaletti muncul tak berselang lama usai Nerazzurri memastikan diri tampil di Liga Champions musim depan.

Pengumuman terkait penunjukkan Conte sebetulnya bakal digelar Kamis (30/5/2019) kemarin. Tetapi rencana itu diundur sebab, manajemen Inter menghormati kondisi Spalletti yang tengah berkabung karena saudaranya baru saja meninggal.

Meski urung ada keputusan resmi terkait penunjukan Antonio Conte sebagai suksesor Spalletti, namun detail kontrak eks juru taktik Chelsea itu sudah lebih dulu tersebar.

Seperti dikutip dari Sky Sports, dalam detail kontrak yang bocor itu diketahui Conte bakal menukangi Inter dengan durasi tiga musim. Setiap tahunnya ia akan menerima 10 juta euro atau sekitar Rp160,1 miliar. Selain itu, Conte juga masih mendapat bonus sebesar 2 juta euro atau Rp32 miliar tiap musimnya.

Tak cukup di situ, Conte juga bakal dapat tambahan gelontoran uang jika mampu mengangkat prestasi Inter di dua musim awal. Gajinya disebut bakal mengalami kenaikan menjadi 12 juta euro atau setara dengan Rp192 miliar.

Inter sendiri berani memberikan kontrak menggiurkan itu lantaran mempertimbangkan pengalaman Conte yang pernah meraih trofi bersama Juventus dan Chelsea di musim pertama kepelatihannya.

Manajemen pun berharap Conte bisa melakukan hal serupa di Inter yang sudah terlampau panjang nirprestasi sejak jadi kampium Serie A musim 2009/2010 silam.

Seto Berharap Bisa Curi Poin di Kandang Persipura Jayapura

Suara.com – Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro mengakui kekalahan 0-2 saat uji coba kontra Persipura Jayapura menjadi pembelajaran berharga bagi anak asuhnya. Dirinya pun berharap kali ini bisa tampil lebih oke dan dapat merepotkan meskipun laga berlangsung di kandang Persipura Jayapura.

“Kami Pernah uji coba dengan Persipura, dan kami kalah di Sleman. Saya melihat tim tuan rumah dari tahun ke tahun stabil di papan atas. Ini pembelajaran bagi kami bagaimana bisa mengatasi Persipura,” kata Seto dikutip dari laman resmi klub, Jumat (31/5/2019).

Striker PSS Sleman, Kushedya Hari Yudo melakukan latihan bersama rekan setimnya, (Instagram/@pssleman)Striker PSS Sleman, Kushedya Hari Yudo melakukan latihan bersama rekan setimnya, (Instagram/@pssleman)

Seto menilai, Skuat Mutiara Hitam bakal bermain habis-habisan untuk raih tripoin perdananya, apalagi mereka bermain di kandang sendiri. Ia pun menegaskan PSS Sleman sudah siap dengan segala kemungkinan, yang penting tetap berusaha serta bisa curi poin.

“Harapannya, kami dapat merepotkan Persipura saat bertanding di markas mereka. Terkait hasil saya pikir kita hanya berusaha. Kita mencoba curi poin, apapun hasilnya, biar Tuhan yang memutuskan,” ungkap pelatih 44 tahun itu.

“Kami melihat klub ini salah satu kandidat juara bila mampu menjaga konsistensi bermain. Apalagi sejak ditangani Luciano Leandro banyak perubahan di tiap lininya,” tukas Seto.

Dari klasemen sementara Liga 1 2019, PSS Sleman saat ini menempati urutan ke-9 dengan raihan empat poin.

Sedangkan Persipura Jayapura berada di posisi ke-15 dengan koleksi 1 poin.

Hasil Liga 1 2019 Tadi Malam dan Klasemen Pekan Ketiga

Suara.com – Satu laga lanjutan pekan ketiga Liga 1 2019 dihelat Kamis (30/5/2019) malam WIB. Persebaya ditahan imbang oleh tamunya, PSIS Semarang dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur.

Dua gol pada laga ini masing-masing dicetak oleh Osvaldo Haay pada menit 28, dan gol balasan tim tamu dilesakkan Septian David Maulana pada menit 74.

Persebaya unggul 1-0 setelah Osvaldo yang berada di dalam kotak penalti, tak menyia-nyiakan umpan tarik Ruben Sanadi. Melalui sundulan kepala, Osvaldo mampu merobek jala gawang PSIS kawalan kiper Jandi Eka Putra.

Namun, petaka bagi tuan rumah datang setelah Septian David menyamakan kedudukan melalui sontekan kakinya, memanfaatkan kiper Persebaya, Abdul Rohim yang terlanjur maju meninggalkan sarangnya.

Hasil seri ini sendiri membuat PSIS turun ke peringkat ke-10 klasemen sementara Liga 1 2019 dengan poin empat dari tiga laga. PSIS kalah selisih gol dari enam tim di atasnya yang mengoleksi poin sama.

Sementara itu, Persebaya masih tertahan di posisi ke-13 dengan baru meraih dua poin dari tiga pertandingan.

Klasemen Sementara Liga 1 2019:

1. MADURA UNITED FC 3 3 0 0 9-1 9
2. PSM MAKASSAR 3 2 1 0 5-0 7
3. BALI UNITED FC 2 2 0 0 3-1 6
4. PS. TIRA PERSIKABO 2 1 1 0 3-0 4
5. PERSIB BANDUNG 2 1 1 0 3-0 4
6. PSS SLEMAN 2 1 1 0 4-2 4
7. BHAYANGKARA FC 3 1 1 1 5-4 4
8. PSIS SEMARANG 3 1 1 1 4-4 4
9. KALTENG PUTRA 3 1 1 1 3-3 4
10. BORNEO FC 3 1 1 1 3-4 4
11. AREMA FC 3 2 0 2 4-7 3
12. PERSERU BDK LAMPUNG 3 1 0 2 2-7 3
13. PERSEBAYA 3 0 2 1 3-4 2
14. SEMEN PADANG FC 3 0 2 1 1-2 2
15. PERSIJA JAKARTA 2 0 1 1 2-3 1
16. PS BARITO PUTERA 3 0 1 2 3-6 1
17. PERSIPURA JAYAPURA 2 0 1 1 2-5 1
18. PERSELA LAMONGAN 3 0 1 2 5-10 1

Bursa Pelatih Anyar AC Milan, Arsene Wenger Favorit Gantikan Gattuso

Suara.com – Sosok manajer gaek, Arsene Wenger dikabarkan jadi yang terdepan dalam bursa pelatih baru AC Milan, untuk menggantikan Gennaro Gattuso yang baru-baru ini mundur. Demikian klaim sejumlah media di Italia.

Juru taktik berpaspor Prancis itu sebetulnya pernah didekati manajemen Rossoneri. Namun, selanjutnya tidak ada kejelasan. Kini, Milan diyakini kembali mendekati The Professor.

Pelatih yang menangani Arsenal lebih dari dua dekade itu punya hubungan spesial dengan Ivan Gazidis, yang dahulu bekerja bersamanya di Emirates Stadium.

Seperti diketahui, Gazidis kini menjabat sebagai manajer umum di San Siro. Kehadiran Gazidis membuka lebar peluang Wenger merapat ke Milan.

Gazidis bekerja selama satu dasawarsa di London Utara sebelum dipinang raksasa Serie A Italia tersebut.

Sementara, Wenger meninggalkan Arsenal pada musim lalu dengan unai Emery ditunjuk untuk menjadi suksesor.

Gattuso memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala setelah gagal membawa Milan mengakhiri musim di posisi empat besar untuk tampil di Liga Champions musim depan.

Tak Pedulikan Kekuatan Bali United, Kolev Fokus Benahi Kelemahan Persija

Suara.com – Pelatih Persija Jakarta, Ivan Kolev mengaku tidak peduli soal kekuatan Bali United yang sedang dalam performa terbaiknya, jelang laga kedua tim di pekan ketiga Liga 1 2019. Pelatih asal Bulgaria itu hanya ingin fokus membenahi kelemahan timnya.

Persija akan sowan ke markas Bali United, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (31/5/2019). Laga akan kick-off pada pukul 20.30 WIB. 

“Kalau tim Bali United, saya tidak bisa berkomentar persiapan dan kondisi. Kami tahu Bali United ini merupakan tim yang kuat,” buka Kolev dalam jumpa pers jelang pertandingan.

“Tapi, pikiran saya hanya dengan persiapan tim kami untuk bisa meraih hasil maksimal. Itu jadi fokus saya, membenahi kelemahan tim,” imbuh pelatih berpaspor Bulgaria yang pernah menukangi Timnas Indonesia tersebut.

Persiapan pun sudah dilakukan oleh Ismed Sofyan dan kawan-kawan meski singkat. Salah satu yang diberikan adalah motivasi agar tampil baik di setiap pertandingan.

“Saya akan selalu memberikan motivasi kalau pemain, saya berikan kesempatan untuk bermain. Setelah itu mereka tidak saya beri motivasi tapi saya beri mereka tugas di lapangan. Itu motivasi paling tinggi yang saya berikan,” celoteh Kolev.

Sementara itu, gelandang tengah Persija, mengaku akan berjuang keras untuk pertandingan besok. Meski tidak mudah, ia akan berusaha mencuri poin penuh dari markas Bali United. 

“Kami tim profesional, mau gak mau kami harus menghadapi hal ini. Kondisi pemain cukup bagus, siap untuk pertandingan besok. Dan untuk target sendiri, semua pemain pasti ingin meraih kemenangan, karena ini pertandingan yang sangat penting untuk kami,” tutur Sandi Sute. 

“Memang tidak gampang untuk menang di kandang Bali (United) karena pemain Bali sangat bagus kualitasnya. Tapi kami tidak akan putus asa, karena fokus kami untuk meraih kemenangan,” pungkasnya.

Jamu Persija, Bali United Ingin Jaga Rekor 100 Persen Kemenangan

Suara.com – Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco bertekad membawa timnya kembali meraih hasil positif saat menjamu Persija Jakarta pada laga pekan ketiga Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (31/5/2019) malam. Tentu, raihan tersebut adalah kemenangan. 

Bali United memborong sukses mengamankan kemenangan di dua pekan awal Liga 1 2019. Teco pun berniat menjaga rekor 100 persen kemenangan Serdadu Tridatu –julukan Bali United.

Bali United sendiri belum lama ini pernah berhadapan dengan Persija sebanyak dua kali, yakni di ajang Piala Indonesia 2018 yang berformat dua leg

Pada leg pertama yang dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Stefano Lilipaly dan kawan-kawan menang dengan skor 2-1. Sementara saat bermain di Stadion Wibawa Mukti pada leg kedua, Persija menang dengan skor 1-0 atas sang tamu.

Dengan agregat 2-2, Bali United harus menelan pil pahit tersingkir dari kompetisi usai kalah gol tandang. Oleh sebab itu, di ajang Liga 1 2019, Teco menyatakan Bali United berniat melakukan revans. 

“Kita punya persiapan di mana semua yang di dalam tim punya konsentrasi di latihan dan punya semangat. Kita masih punya satu persiapan hari ini sebelum lawan Persija, kita sudah kerja keras agar perbaiki yang kurang,” buka Teco dalam jumpa pers jelang pertandingan. 

“Kita sudah dua kali main dengan Persija tahun ini. Kita sudah menang di Bali, lalu kita kalah waktu away ke sana. Dua tim ini main bagus, mudah-mudahan kita bisa main bagus lagi di rumah, di Bali. Kita minta dukungan yang banyak dari suporter agar bisa kasih semangat penuh. Tentu ini buat pemain punya semangat serta motivasi,” sambungnya.

“Kami tentu ingin membalas tersingkirnya kami di Piala Indonesia. Kami juga ingin menjaga rekor selalu menang di liga,” tukas pelatih berdarah Brasil itu.

“Mungkin secara umum untuk laga besok, kami akan berikan yang terbaik. Kesempatan jadi tuan rumah ini akan kami manfaatkan,” timpal penggawa Bali United, I Made Andhika Wijaya. 

“Kami ingin memenangi tiga pertandingan secara beruntun di awal liga ini. Maka dari itu, kami akan bekerja keras,” tandas bek berusia 22 tahun itu.

Persija Belum Menang dan Dikritik Jakmania, Ivan Kolev Buka Suara

Suara.com – Penampilan Persija Jakarta di dua pekan awal Liga 1 2019 jauh dari kata memuaskan, meski berstatus tim juara bertahan kompetisi. Persija belum mendapatkan kemenangan di Liga 1 musim ini. 

Tim Macan Kemayoran –julukan Persija– hanya bisa meraih satu hasil imbang dan sekali kalah, mengoleksi satu poin dari dua pertandingan.

Banyak hal yang menyebabkan melempemnya penampilan Persija pada musim ini. Salah satunya, Pasukan Ibu Kota –julukan Persija lainnya– selalu gagal mempertahankan keunggulan dalam sebuah pertandingan. 

Sontak Persija pun banjir kritikan, terutama dari Jakmania. Pelatih Ivan Kolev pun buka suara menanggapi hal ini.

“Saya bisa buat apa? Suporter mau terus kami menang dan penampilan kami dalam pertandingan bagus. Saya paham tentang hal itu, dan saya kerja di Persija untuk itu,” ucap Ivan Kolev dalam jumpa pers jelang laga pekan ketiga kontra tuan rumah Bali United, yang akan dihelat Jumat (30/5/2019) malam. 

“Tapi ini sepak bola, apalagi Persija sudah main 25 game dari Januari (2019) sampai sekarang (Persija juga tampil di Piala AFC, Piala Indonesia dan Piala Presiden). Tidak ada tim seperti kami,” kilahnya.

“Tim lain mungkin enam, tujuh atau delapan, tapi Persija 25 game. Bagaimana? Saya yakin suporter bisa menilai periode yang sedang kami lakukan ini,” ketusnya.

Laga Persija kontra Bali United besok malam akan dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada pukul 20.30 WIB.

Sederet Fakta Menarik Usai Chelsea Hajar Arsenal di Final Liga Europa

Suara.com – Chelsea keluar sebagai juara Liga Europa 2018/19 usai mengalahkan Arsenal 4-1 dalam All-London Final yang dihelat di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB.

Gol-gol Olivier Giroud dan Pedro Rodriguez, yang dilengkapi brace Eden Hazard, menyudahi perlawanan Arsenal yang hanya bisa membalas lewat gol cantik Alex Iwobi. Semua gol dalam partai ini lahir di babak kedua.

Berikut ini beberapa fakta menarik usai Chelsea memastikan diri jadi kampiun:

1. Chelsea memenangkan gelar kompetisi Eropa keenam mereka (1 Liga Champions, 2 Liga Europa, 2 Piala Winners, 1 Piala Super UEFA). Hanya Liverpool tim Inggris yang lebih banyak mengoleksi gelar Eropa ketimbang Chelsea, yakni 11 (5 Piala/Liga Champions, 3 Piala UEFA, 3 Piala Super Eropa/UEFA).

2. Chelsea menjadi tim pertama yang memenangkan trofi major Eropa tanpa sekalipun kalah sepanjang satu musim kompetisi, dengan catatan 12 kali menang dan tiga kali seri di Liga Europa 2018/19, sejak Manchester United ketika menjuarai Liga Champions pada musim 2007/08.

3. Arsenal selalu mengalami kekalahan pada empat final pamungkas mereka di final kompetisi Eropa, yakni di Piala WInners 1995, Piala UEFA 2000, Liga Champions 2006 dan Liga Europa 2019.

4. Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri memenangkan 39 pertandingan di semua kompetisi untuk Chelsea musim ini. Satu-satunya pelatih yang mengumpulkan kemenangan lebih banyak di musim pertamanya sebagai juru taktik Chelsea adalah Jose Mourinho pada musim 2004/05 silam, dengan 42 kemenangan di semua ajang.

5. Eden Hazard mengemas 21 gol untuk Chelsea di semua kompetisi pada musim 2018/19. Ia menjalani musim terbaiknya di Chelsea, yang mungkin juga merupakan musim terakhirnya sebagaimana winger berusia 28 tahun itu sudah santer dikaitkan dengan Real Madrid di bursa transfer musim panas 2019.

6. Chelsea menjadi tim pertama yang memainkan final kompetisi Eropa tanpa pemain lokal dalam starting XI mereka, sejak Inter Milan saat menantang Bayern Munich di final Liga Champions 2009/10.

Teco Maklumi Situasi Persija yang Tak Bisa Gelar Laga Kandang

Suara.com – Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco memaklumi situasi mantan timnya, Persija Jakarta yang belum bisa menggelar pertandingan kandang di Liga 1 2019. Pasalnya, ia pernah merasakan hal yang sama saat masih menukangi Persija.

Seperti diketahui, pertandingan pekan ketiga Liga 1 2019 antara Bali United vs Persija yang akan dihelat Jumat (31/5/2019) malam harusnya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dengan Persija bertindak sebagai tuan rumah.

Namun fixture ini harus di-switch, dengan Bali United menjadi tuan rumah lebih dahulu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, lantaran situasi Jakarta yang dinilai belum kondusif pasca pengumuman hasil Pilpres 2019. 

“Kamu pasti tahu sebagai wartawan, situasi di Jakarta tidak kondusif. Saya juga tahu, tim Persija mungkin setiap tahun ada masalah seperti ini,” tutur Teco kepada awak media, dalam jumpa pers jelang pertandingan pekan ketiga Liga 1 2019. 

Pelatih berdarah Brasil tersebut pun sedikit menceritakan soal bagaimana sulitnya Macan Kemayoran –julukan Persija– ketika tidak dapat izin menggelar laga kandang. Kerugian banyak didapat oleh Ismed Sofyan dan kawan-kawan. 

“Mereka (Persija) tidak dapat izin dari polisi main di sana (Jakarta), tahun kemarin saya pelatih di sana, saya tahu situasinya. Ada beberapa pertandingan yang tak diizinkan oleh polisi, kita minta tukar seperti sekarang. Tapi, waktu itu tim lawan tidak mau, mereka Persib dan Persebaya. Waktu itu tak bisa tukar tempat, Persija terpaksa main di (Stadion) PTIK, di tempat netral tanpa suporter,” celoteh Teco. 

“Ini sangat rugi karena sepakbola adalah bisnis. Sepakbola harus ada suporter. Stadion penuh, manajemen dapat uang. Waktu itu dua klub tidak mau, tahun ini kita di sini (Bali United) tahu masalah di sana,” sambungnya. 

Teco sendiri yakin Persija kini tidak akan mengalami kerugian setelah Bali United mau bertukar status kandang. Sebab, Persija masih bisa melakoni laga kandang di paruh kedua musim Liga 1 2019. 

“Saya sudah tahu putusan PT Liga Indonesia Baru (LIB), ini bagus buat dua tim. Bagus buat kami, bagus juga buat Persija karena tidak rugi, di putaran kedua nanti bisa main home di Jakarta. Lebih fair buat dua tim, jadi tak masalah,” pungkasnya.

Teco sendiri pada musim lalu sukses membawa Persija kampiun Liga 1. Namun karena satu dan lain hal, Teco memilih pindah haluan untuk membesut Bali United di Liga 1 2019.

Catat! Ini Empat Wakil Inggris di Liga Champions Musim Depan

Suara.com – Berakhirnya partai final Liga Europa membuat siapa saja wakil Inggris yang akan berlaga di Liga Champions musim depan terang benderang.

Seperti diketahui, Liga Primer Inggris masih menyisakan satu slot tiket untuk menuju fase grup Liga Champions musim depan. Tiket tersebut diperebutkan lewat jalur Liga Europa.

Kamis (30/5/2019) dini hari tadi, Chelsea berhasil keluar sebagai juara Liga Europa usai menumbangkan Arsenal dengan skor 4-1. Kekalahan itu menutup kesempatan Arsenal menuju ke Liga Champions musim depan.

Dengan hasil itu, membuat wakil Inggris yang bakal berlaga di Liga Champions tak mengalami perubahan sesuai hasil akhir di klasemen Liga Primer Inggris yakni Manchester City, Liverpool, Chelsea dan Tottenham Hotspur.

Pemain Manchester City rayakan kemenangan di final Piala FA kontra Watford yang berlangsung di Wembley, Sabtu (19/5/2019) [AFP]Pemain Manchester City rayakan kemenangan di final Piala FA kontra Watford yang berlangsung di Wembley, Sabtu (19/5/2019) [AFP]

Tiga wakil Inggris dipastikan berada dalam pot satu atau pot unggulan di Liga Champions musim depan. Chelsea dan Manchester City sudah memastikan statusnya masuk pot 1 dan satu lagi menunggu hasil final Liga Champions musim ini antara Liverpool kontra Tottenham Hotspur.

Sementara Arsenal yang kalah di final Liga Europa akan menemani Manchester United dan Wolverhampton Wanderers bersaing di Liga Europa musim depan.

Untuk Wolverhampton, bakal berlaga di Liga Europa musim depan lewat jalur kualifikasi setelah Watford dipastikan tersingkir usai kalah atas Manchester City 0-6 di final Piala FA.

Persija Kembali Lakoni Laga Away, Ivan Kolev Muak

Suara.com – Persija Jakarta akan menantang tuan rumah Bali United pada laga pekan ketiga Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (31/5/2019) malam WIB.

Seperti diketahui, ini merupakan laga away ketiga bagi Persija pada tiga pekan awal Liga 1 2019. Well, kondisi ini pun membuat pelatih Persija, Ivan Kolev kecewa.

Tidak hanya kecewa, namun juru taktik berpaspor Bulgaria itu juga marah lantaran timnya tidak seperti klub lain. Pasalnya, hal ini berdampak pada persiapan tim Persija.

“Sebenarnya tidak ada persiapan yang khusus lawan Bali United, karena praktis tidak ada waktu,” buka Kolev dalam jumpa pers jelang laga kontra Bali United, Kamis (30/5/2019).

“Saya itu sangat kecewa dan tentu saja sedikit marah, karena program kami tidak berjalan dengan baik dan tidak ada waktu untuk persiapan. Tiga laga berturut-turut harus away,” ketus pelatih berusia 61 tahun itu.

“Contohnya, game pertama kompetisi melawan Barito (Putera). Tidak ada waktu untuk kami karena hanya empat hari persiapan, dua hari latihan dan dua perjalanan. Lawan PSIS Semarang (di pekan kedua) sama, mereka ada 10 hari untuk persiapan dan kami tetap empat hari serta tetap dengan perjalanan,” jelasnya

“Melawan Bali United pun demikian, mereka ada 10 hari dan kami tetap empat hari. Bahkan seharusnya kami main kandang (lawan Bali United) jadi main tandang, bagaimana bisa?” celoteh Kolev.

Kolev pun merasa Persija dianaktirikan, padahal tim berjuluk Macan Kemayoran sejatinya merupakan juara bertahan kompetisi.

“Jika melihat hal ini, bagaimana jika tim lain mendapatkan posisi yang sama dengan kami. Kenapa selalu Persija yang dirugikan? Kami, staf pelatih tidak bisa kerja dengan tim. Kami perlu melakukan recovery,” keluhnya. 

Sebagaimana diketahui, laga away ketiga secara beruntun yang dilakoni oleh Persija ini bukan tanpa alasan. Situasi yang tidak kondusif di Jakarta, pasca pengumuman hasil Pilpes 2019 membuat Persija kesulitan mendapat izin menggelar laga kandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). 

Oleh sebab itu, Persija pun harus melakoni laga away lebih dahulu, padahal sejatinya mereka berstatus tuan rumah saat bentrok dengan Bali United di pekan ketiga ini.

Kagumi Cristiano Ronaldo, Penyanyi Italia Ini Sembah dan Kecup Tangannya

Suara.com – Cristiano Ronaldo mencuri perhatian saat mengikuti laga amal yang dihelat di Stadion Allianz, Senin lalu. Totalitasnya di lapangan tak hanya membuat kagum para penonton yang hadir tetapi juga bagi penyanyi Italia, Paolo Belli.

Bersanding bersama sejumlah legenda Juventus seperti Andrea Pirlo, Pavel Nedved hingga Gianluigi Buffon, Ronaldo tampil layaknya melakoni pertandingan sesungguhnya.

Tak sekadar menggocek bola, Ronaldo juga bikin heboh setelah memamerkan aksi tendangan saltonya seperti saat membobol gawang Juventus di Liga Champions musim lalu. Meski tak berujung gol, aksi Ronaldo itu tetap saja membuat kagum para fansnya, termasuk bagi penyanyi Italia, Paolo Belli.

Paolo Belli yang juga ikut dalam laga amal itu bahkan sampai sujud menyembah lantaran saking kagumnya terhadap sosok Ronaldo.

Aksi sujudnya itu sempat terekam dalam video berdurasi pendek. Dalam video itu, Ronaldo terlihat melakoni sesi pijat di sebuah ruangan seusai melakoni laga amal.

Di saat Ronaldo tengkurap melakoni sesi pijit, Paolo terlihat berada di depannya. Penyanyi yang memang diketahui sebagai fans berat Ronaldo itu tak berapa lama terlihat sujud menyembah Ronaldo sambil menyanyikan pujian.

Tak hanya sujud dan menyembah, Paolo bahkan sempat mengecup lengan Ronaldo.

Ronaldo pun yang melihat aksi tersebut hanya bisa tertawa.

Luciano Spalletti dan Inter Milan Berpisah, Conte Jadi Pengganti?

Suara.com – Inter Milan mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan kerja sama dengan pelatih Luciano Spalletti. Kabar tersebut disampaikan langsung Inter melalui situs resmi mereka, inter.it.

“FC Internazionale Milano mengkonfirmasikan bahwa Luciano Spalletti bukan lagi Pelatih Utama Tim Utama. Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Spalletti atas pekerjaannya dan hasil yang dicapai bersama,” tulis pernyataan tersebut.

Tidak jelas apakah Spalletti dipecat secara sepihak, atau ada kesepatakan antara keduanya untuk mengakhiri kerja sama. Namun yang pasti, isu Spalletti bakal didepak sudah mencuat sejak sebelum tiga pertandingan terakhir Inter Milan di kompetisi Serie A.

Manajer Chelsea Antonio Conte. Oli SCARFF / AFPManajer Chelsea Antonio Conte. Oli SCARFF / AFP

Setelah Luciano Spalletti mundur sebagai pelatih, isu Antonio Conte jadi pelatih pun semakin kencang. Banyak yang meyakini kalau pengumuman Conte sebagai pelatih baru Inter Milan akan dilakukan dalam waktu dekat. Apalagi sejak kemarin, Rabu (30/5/2019) Conte terlihat bertemu dengan para petinggi Inter di Milan.

Luciano Spalletti mulai membesut Inter Milan pada musim 2017. Dua tahun menukangi Inter, pelatih 60 tahun itu sukses mengantar Inter dua kali ke putaran Liga Champion. Namun begitu, prestasi tersebut dianggap kurang memuaskan bagi fans dan juga jajaran direksi Inter.

Bawa Chelsea Juara Liga Europa, Sarri: Gelar Ini untuk Fans Napoli

Suara.com – Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri baru saja berhasil membawa timnya kampiun Liga Europa 2018/19. Uniknya, pelatih kawakan asal Italia itu justru mendedikasikan gelar juara ini untuk fans Napoli. 

Chelsea mengalahkan Arsenal 4-1 dalam All-London Final Liga Europa musim ini yang dihelat di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB.

Gol-gol Olivier Giroud dan Pedro Rodriguez, yang dilengkapi brace Eden Hazard, menyudahi perlawanan Arsenal yang hanya bisa membalas lewat gol cantik Alex Iwobi. Semua gol dalam partai ini lahir di babak kedua.

Well, berjaya bersama Chelsea, Sarri rupanya tak melupakan Napoli, klub yang membesarkan nama pelatih berusia 60 tahun itu.

Sarri memahami, selama menukangi Partenopei –julukan Napoli– pada periode 2015-2018, dirinya tidak bisa mempersembahkan satu pun trofi, baik di kancah domestik maupun di pentas Eropa.

Karena itu, titel juara Liga Europa 2018/19 ia persembahkan untuk klub asal Naples tersebut dan tentunya, para tifosi klub.

“Saya secara khusus ingin mendedikasikan kemenangan dan raihan gelar juara ini untuk fans Napoli,” tutur Sarri kepada Sky Italia.

“Sebab, saya tidak bisa memberikan kebahagiaan dan kepuasan ini untuk mereka (selama melatih Napoli). Gelar juara ini untuk Napoli dan tifosi,” imbuh pelatih yang dikenal hobi merokok itu.

Yang menarik, Napoli sendiri disingkirkan Arsenal pada fase perempatfinal di Liga Europa musim ini, dengan agregat akhir 0-3.

Mungkin ini juga menjadi faktor Sarri secara khusus mempersembahkan gelar juara yang diraihnya bersama Chelsea, untuk fans Napoli.

Kepincut Dybala, Bayern Munchen Siap Gelontorkan Dana Hingga Rp1,3 Triliun

Suara.com – Kehadiran Cristiano Ronaldo ke Turin tahun lalu tak bisa dimungkiri turut mempengaruhi performa Paulo Dybala yang kian menurun musim ini. Namun, meski begitu bukan berarti penyerang asal Argentina itu kehilangan pesonanya. Buktinya ia jadi rebutan sejumlah klub raksasa Eropa.

Dybala sempat dikabarkan tengah dibidik Manchester United dan Liverpool. Sementara di sisi lain, pemain berusia 25 tahun itu juga disebut jadi incaran Barcelona hingga Inter Milan.

Di tengah perburuan itu, Bayern Munchen tiba-tiba muncul sebagai kompetitor baru. Raksasa Jerman itu bahkan menyatakan siap memboyong Dybala.

Tak tanggung-tanggung, seperti dilansir dari Football Italia, upaya FC Hollywood itu bahkan sudah mendapat restu dari sang petinggi klub dan siap menggelontorkan dana hingga 80 juta euro atau sekitar Rp1,3 triliun.

Penyerang Juventus, Paulo Dybala (tengah), di sela-sela para pemain lainnya seusai laga Liga Italia Serie A antara Genoa vs Juventus yang berkesudahan 2-0 di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Minggu (17/3/2019). [Marco BERTORELLO / AFP]Penyerang Juventus, Paulo Dybala (tengah), di sela-sela para pemain lainnya seusai laga Liga Italia Serie A antara Genoa vs Juventus yang berkesudahan 2-0 di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Minggu (17/3/2019). [Marco BERTORELLO / AFP]

Tetapi upaya Munchen itu sepertinya bakal bertepuk sebelah tangan, mengingat Dybala hingga kini urung menunjukkan niatnya untuk segera hengkang. Ditambah, Juventus juga sudah membentengi sang pemain dengan bandrol selangit jika ingin memboyongnya.

Sebelumnya, Juventus sudah membuat pernyataan bahwa Dybala tidak akan dilepas jika tawarannya masih di bawah 100 juta euro atau sekitar Rp1,6 triliun.

Dybala sendiri musim ini terlihat cukup menderita. Lihat saja di musim lalu ia mampu melesakkan 26 gol di semua kompetisi bersama Si Nyonya Tua. Tetapi di musim ini ia hanya sanggup mencetak 10 gol di semua kompetisi.

Hadapi Persipura Jayapura, PSS Sleman Hanya Bawa 16 Pemain

Suara.com – PSS Sleman terpaksa memboyong skuat yang minimalis pada pertandingan tandang melawan Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Jayapura, Jumat (31/5/2019). Tercatat, hanya ada 16 pemain yang dibawa.

Di posisi penjaga gawang, PSS Sleman membawa Tri Hamdani Goentara dan Dhika Bhayangkara. Kemudian, ada enam pemain bertahan, yakni Bagus Nirwanto, Ikhwan Ciptady, Jajang Sukmara, Purwaka Yudi, Derry Rachman Noor, dan Alfonso de la Cruz.

Untuk opsi lini tengah dan winger, PSS Sleman akan mengandalkan Brian Ferreira, Wahyu Sukarta, Rangga Muslim, Sidik Saimima, Ricky Kambuaya, dan Arsyad Yusgiantoro. Sementara urusan mencetak gol akan diserahkan kepada Yevhen Bhokashvili dan Kushedya Hari Yudo.

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, sudah menginformasi jauh-jauh hari jika timnya tidak bisa membawa seluruh skuatnya ketika menghadapi Persipura Jayapura. Hal itu dikarenakan pihak PT PSS yang hanya menyediakan 22 tiket.

Dari jumlah 22 tersebut, sudah harus termasuk pelatih, manajer, dokter tim, ofisial, dan lain-lain. Kondisi itu memaksa PSS Sleman harus betul-betul memilah para pemain yang dibawa.

Meski demikian, Seto Nurdiyantoro, enggan menyerah pada keadaan. Ia menegaskan bahwa anak asuhnya siap untuk mencuri poin dari Persipura, walau pada laga uji coba terakhir, mereka kalah 0-2.

“Kami sudah pernah menghadapi Persipura. Namun, kami akan coba, kami akan berusaha, kalaupun kami pernah kalah 0-2. Pemain-pemain yang akan kami bawa dalam kondisi siap, tidak cedera, dan bisa bermain di dua posisi. Jadi, saya pikir, kami nikmati saja,” terang pelatih 44 tahun tersebut.

PSS Sleman terbilang apik dalam memulai start di Liga 1 2019, dengan meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang dari dua pertandingan. Raihan empat poin membuat Bagus Nirwanto cs kini berada di posisi delapan klasemen sementara.

Hari Raya Idul Fitri, Skuat Bhayangkara FC Libur Panjang

Suara.com – Tim kepelatihan Bhayangkara FC memutuskan memberikan libur kepada pemain untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 5 Mei 2019. Tim kepelatihan memberikan libur kepada Indra Kahfi Cs selama sembilan hari.

Jatah libur yang diberikan terhitung sejak 29 Mei 2019 lalu. Nantinya, para pemain klub berjuluk The Guardian ini sudah kembali untuk berlatih pada 8 Juni 2019.

“Setelah pertandingan melawan Barito Putera, saya meliburkan pemain sampai 8 Juni 2019,” kata Pelatih Bhayangkara FC Angel Alfredo Vera di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Meski diberikan waktu untuk kumpul bersama keluarga, Herman Dzumafo dan kawan-kawan tidak bisa santai. Mereka tetap diberikan menu latihan yang bisa dilakukan di rumah.

Pelatih Bhayangkara FC Angel Alfredo Vera (dok. Media Bhayangkara FC).Pelatih Bhayangkara FC Angel Alfredo Vera (dok. Media Bhayangkara FC).

Hal ini sengaja dilakukan agar para pemain kembali dalam keadaan bugar. Sehingga hanya butuh beberapa penyesuaian sebelum melakoni pertandingan.

“Kami sudah mempersiapkan menu latihan untuk semua pemain. Mereka harus lakukan itu di rumah demi menjaga kebugaran dan kondisi fisiknya,” ungkapnya.

Bhayangkara akan kembali bertanding pada pekan keempat Liga 1 2019 menghadapi Persela Lamongan pada 15 Juni 2019. Pertandingan tersebut, Bhayangkara FC akan bertindak sebagai tuan rumah.

Saat ini Bhayangkara FC menduduki posisi tujuh klasemen. Pasukan Alfedo Vera telah mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan yang sudah dimainkannya.

Hapus Sakit Hati Musim Lalu, Van Dijk Ingin Gelar Juara Liga Champions

Suara.com – Palang pintu Liverpool, Virgil van Dijk, punya motivasi khusus jelang laga final Liga Champions menghadapi Tottenham Hotspur. Baginya, sakit hati yang pernah dirasakan pada partai puncak musim lalu menjadi pelecut semangat membantu The Reds merebut trofi Si Kuping Besar.

Sebelumnya, Van Dijk memang mengaku sakit hati dengan kekalahan Liverpool dari Real Madrid pada final Liga Champions musim lalu. Bagaimana tidak, setelah Mohamed Salah dibuat cedera, rekannya Loris Karius membuat dua kesalahan fatal sehingga timnya kalah.

Pada musim ini, The Reds kembali tampil di partai puncak di Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Pasukan Jurgen Klopp berhasil melewati hadangan tim-tim besar seperti Paris Saint-Germain, Napoli, FC Porto, Bayern Munchen hingga Barcelona.

Terkhusus Barcelona, Liverpool sukses melakukan comeback fenomenal usai mempermalukan Blaugrana empat gol tanpa balas pada leg kedua semifinal di Anfield. Padahal, Mohamed Salah dan kolega sudah tertinggal defisit tiga gol lantaran kalah di leg pertama.

”Tahun lalu kami sudah mencicipi pengalaman betapa besar dan indahnya bermain di final. Setahun sebelumnya (melawan Real Madrid) saya hanya penonton dan itu laga luar biasa. Pertunjukkan yang pantas. Tapi, benar-benar berada di lapangan dan setiap orang dunia melihat Anda benar-benar fantastis rasanya,” ungkap Van Dijk, seperti dilansir dari Teamtalk.

”Tahun lalu rasanya berat (setelah kalah). Di ruang ganti, setiap orang jelas sedih. Kami pulang dan tak bisa tidur. Saya kemudian bergabung ke tim nasional dua hari berselang. Mungkin itu hal yang bagus karena kepala saya berada di tempat lain lagi, tapi rasanya berat,” imbuhnya.

Tak hanya itu, bek internasional Belanda itu juga dapat memetik pengalaman berharga dari kegagalan musim lalu. Ia menyebut bahwa ini bisa menjadi pelajaran di partai final nanti.

”Kami mengambil banyak pengalaman, poin positif dari keseluruhan perjalanan dan laga. Semoga kami bisa menjadikan pengalaman itu untuk final nanti,” tandas bek berusia 27 tahun itu.

Kampiun Liga Europa, Sarri Ungkap Momen Kebangkitan Chelsea di 2018/19

Suara.com – Chelsea berhasil menjuarai Liga Europa 2018/19 usai membantai Arsenal di final, Pelatih The Blues –julukan Chelsea, Maurizio Sarri pun mengungkap momen kebangkitan timnya di musim ini, sebuah titik balik yang akhirnya mengantarkan prestasi di akhir musim.

Chelsea mengalahkan Arsenal 4-1 dalam All-London Final Liga Europa 2018/19 di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB.

Gol-gol Olivier Giroud dan Pedro Rodriguez, yang dilengkapi brace Eden Hazard, menyudahi perlawanan Arsenal yang hanya bisa membalas lewat gol cantik Alex Iwobi. Semua gol dalam partai ini lahir di babak kedua.

Well, di mata Sarri, kampanye Chelsea di 2018/19 sendiri berubah 180 derajat menjadi positif setelah mereka dibantai 0-6 oleh Manchester City, dalam laga Liga Inggris Februari 2019 lalu.

Dari 15 pertandingan Liga Europa musim ini, Chelsea berhasil memenangkan 12 laga dengan tiga sisanya berakhir imbang. Menurut Sarri, Chelsea berubah total sejak dibantai City.

“Sesuatu berubah di awal-awal Februari. Kami tumbang 6-0 di Manchester menghadapi City. Tapi mulai ada sesuatu yang berbeda,” ujar Sarri.

“Di Liga Europa, kami memainkan 15 laga dan meraih 12 kemenangan dan tiga kali imbang. Jadi, saya kira kami pantas juara Liga Europa. Ini sangat penting bagi saya, tapi juga penting buat kami. Saya sangat senang dengan para pemain,” imbuhnya.

“Jadi, perasaan saya berkata, kami pantas keluar sebagai pemenang Liga Europa,” pungkas eks pelatih Napoli tersebut.

Rumor Kembali ke Chelsea Bikin Tekanan Cech Bertambah di Laga Terakhirnya

Suara.com – Petr Cech gagal merasakan gelar di akhir karirnya menyusul kekalahan Arsenal dari Chelsea di final Liga Europa . Cech pun merasa  ada tekanan tambahan setelah dirinya dispekulasikan akan ditunjuk sebagai direktur olahraga baru Chelsea.

Cech memang sedang gencar dikabarkan akan kembali ke Chelsea setelah dirinya pensiun. Namun, manajer Arsenal Unai Emery tetap memberikan kepercayaan pada Cech dimainkan di laga final Liga Europa di Olympic Stadium, Baku, Kamis (30/5/3019) dini hari WIB.

Namun, saat laga final tersebut gawang Cech dibobol oleh Olivier Giroud, Pedro Rodriguez, dan dua kali oleh Eden Hazard. Meski Arsenal menelan kekalahan telak 1-4 namun Cech masih mampu melakukan beberapa penyelamatan gemilang.

Cech pun mengakui bahwa dia merasakan tekanan untuk menunjukkan performa yang apik pada laga terakhirnya sebagai pemain profesional.

Kiper Arsenal, Petr Cech. [Glyn KIRK / AFP]Kiper Arsenal, Petr Cech. [Glyn KIRK / AFP]

“Saya bangga dengan cara saya bermain,” kata Petr Cech kepada BT Sport. “Ketika Anda memainkan pertandingan karier terakhir Anda di final, ada banyak tekanan.”

“Jelas ada banyak spekulasi tentang Chelsea. Saya harus tampil. Saya harus mengatakan saya sudah melakukan segalanya dan dapat melihat ke belakang dan tidak menyesal,” ujarnya seperti dilansir Scoresway.

Meski demikian, Cech belum mau memberi jawaban soal rencana dirinya kembali ke Chelsea setelah pensiun. Ia mengatakan dirinya saat ini masih tetap pemain Arsenal hingga kontraknya selesai akhir Juni ini.

“Saya akan terus mengatakan kepada semua orang bahwa saya ingin mengangkat trofi dan kemudian duduk dan berpikir. Sampai 30 Juni saya masih pemain Arsenal dan sampai saat itu saya memang memutuskan apa pun,” pungkas Cech.

Petr Cech sebelumnya telah tampil bersama Chelsea selama 11 musim. Kiper 37 tahun asa Republik Ceko itu kemudian bergabung dengan Arsenal dan bertahan selama empat musim.

AS Monaco Tertarik Datangkan Aurier di Bursa Transfer Musim Panas

Suara.com – Klub asal Monako, AS Monaco berusaha mendatangkan bek Tottenham Hotspur, Serge Aurier pada musim panas mendatang.

Klub yang berkecimpung di Liga Prancis itu telah membuka pembicaraan dengan Spurs untuk bernegosiasi terkait harga yang ditawarkan agar mau melepas pemain Timnas Pantai Gading tersebut.

Dilansir dari Fourfourtwo, Kamis (30/5/2019), Monaco kini bisa bernapas lega lantaran selamat dari jurang degradasi di klasemen akhir Ligue 1 2018/2019. Alhasil, kehadiran Serge Aurier dinilai menjadi tambahan kekuatan untuk mengarungi kompetisi musim depan. 

Beberapa media Prancis menyebut, jika Tottenham Hotspur membuka harga sebesar 15 juta pound sterling atau Rp 272 miliar untuk Serge Aurier.

AS Monaco dipermalukan PSG di Parc des Princes (Twitter resmi AS Monaco)AS Monaco dipermalukan PSG di Parc des Princes. (Twitter resmi AS Monaco)

Harga tersebut jauh lebih murah saat Spurs mendatangkan Aurier dari PSG sebesar 23 juta pound sterling atau setara Rp 417 miliar.

Di sisi lain, Aurier jarang dimainkan. Selama berseragam Tottenham Hotspur, dia hanya delapan kali diturunkan oleh Mauricio Pochettino pada Liga Primer Inggris musim 2018/2019.

Bayang-bayang bek Kieran Trippier menjadi salah satu faktor Aurier jarang diterjunkan selama bersama Spurs.

Aurier juga tercatat telah mengoleksi dua gol saat bermain di Piala FA. Pada kesempatan tersebut dirinya hanya dimainkan satu kali selama gelaran tersebut berlangsung.

Maurizio Sarri: Saya Layak Bertahan di Chelsea, tapi …

Suara.com – Maurizio Sarri berhasil mempersembahkan trofi Liga Europa pada musim perdananya bersama Chelsea. Ia pun mengklaim dirinya layak untuk diberi kesempatan berada di kursi pelatih The Blues pada musim depan.

Chelsea berhasil menjuarai Liga Europa 2018/2019 setelah meraih kemenangan besar 4-0 atas Arsenal di Baku Olympic Stadium, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB. Empat gol itu didapatkan dari Olivier Giroud, Pedro Rodriguez, dan brace Eden Hazard.

Namun, di balik trofi tersebut, Sarri kerap mendapat kritik dari suporter Chelsea karena performa yang kurang cemerlang di Liga Primer Inggris. Strategi dan taktiknya juga kerap disentil karena dinilai monoton.

Meski demikian, Sarri akhirnya mampu mempersembahkan trofi Liga Europa. Selain itu, ia juga sukses mengantarkan Chelsea finis di posisi ketiga Liga Primer Inggris, di bawah Manchester City dan Liverpool yang sangat stabil.

Pelatih asal Italia itu pun merasa dirinya berhak untuk kembali mendapat kesempatan menangani Chelsea kembali. Namun, apapun keputusan nanti, ia menyerahkan semua kepada manajemen The Blues.

“Saya perlu bicara dengan klub dan memastikan saya tahu apa yang bisa saya lakukan untuk Chelsea dan apa yang bisa Chelsea lakukan untuk saya,” ungkap Sarri, dikutip dari BBC.

“Saya menyukai Liga Primer dan saya beruntung bisa ada di Chelsea. Tapi pada tiap akhir musim Anda harus duduk dan bicara. Menurut saya, saya layak untuk bertahan di Chelsea tapi pendapat saya saja tak cukup,” imbuhnya.

Di sisi lain, Maurizio Sarri gencar dikaitkan untuk melatih Juventus pada musim depan. Chelsea pun perlu bertindak lebih aktif jika ingin mengamankan jasa mantan arsitek Napoli tersebut.

Arsenal Dibantai di Final Liga Europa, Emery: Chelsea memang Lebih Baik

Suara.com – Arsenal benar-benar harus menelan pil pahit di laga final Liga Europa 2018/19. Asa menjadi kampiun dan lolos ke Liga Champions musim depan pupus usai Arsenal dibantai rival sekota mereka, Chelsea.

Duel dua tim London dalam All-English Final yang dihelat di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB, dimenangi Chelsea dengan skor telak 4-1.  

Setelah babak pertama berkesudahan dengan skor kacamata, Arsenal praktis kolaps di paruh kedua.

Gol-gol Olivier Giroud dan Pedro Rodriguez, yang dilengkapi brace Eden Hazard, menydahi perlawanan Arsenal yang hanya bisa membalas lewat gol cantik Alex Iwobi.

Usai laga, manajer Arsenal, Unai Emery pun tak bisa menutupi rasa kecewanya. Meski demikian, pelatih berpaspor Spanyol itu enggan mencari-cari alasan.

Menurut Emery, kekalahan telak Arsenal pada laga dini hari tadi memang lantaran Chelsea tampil jauh lebih baik.

“Kami berusaha, kami berjuang, namun kami menghadapi tim seperti Chelsea di final, tim kuat. Hari ini, kami ucapkan selamat untuk mereka. Mereka bermain jauh lebih baik dibanding kami, sesimpel itu,” tutur Emery seperti dimuat Goal International.

“Di babak pertama, kami memainkan laga ini dengan banyak kemungkinan. Kami tidak banyak mendapati mereka membuat peluang di area kami, termasuk satu penyelamatan gemilang dari Petr Cech (kiper Arsenal). Kami ingin terus memainkan ide-ide kami di laga ini dan memaksimalkan peluang ketika mereka datang,” paparnya.

“Namun, mereka kemudian mencetak gol cepat pada babak kedua. Gol pertama itu sungguh krusial di pertandingan ini karena setelahnya, kami perlu bermain lebih tenang. Sayang kami membuat sejumlah kesalahan,” jelas eks pelatih Valencia, Sevilla dan PSG tersebut.

Emery menilai, para pemain Chelsea pandai dalam memanfaatkan setiap kesalahan yang dibuat anak-anak asuhnya. Hal ini pun harus dibayar mahal oleh Laurent Koscielny dan kolega.

“Mereka punya pemain-pemain bagus untuk memaksimalkan kesalahan-kesalahan yang kami buat dan mereka efisien dalam mencetak gol. Setelah gol kedua, segalanya menjadi lebih sulit,” tandas Emery.

Banyak Wajah Baru di TC Timnas Indonesia U-23, Ini Penjelasan Indra Sjafri

Suara.com – Timnas Indonesia U-23 mulai menggelar pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta untuk persiapan Piala Merlion dan SEA Games 2019 di Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (29/5/2019). Pada TC kali ini, tampak ada enam muka baru dari 26 pemain yang mendapat panggilan.

Mereka adalah duo Persela Lamongan, Hambali Thalib dan Malik Risaldi, Yakob Sayuri (Barito Putera), Moch Dicky Indrayana (Bali United), Rizki Dwi Febrianto (Kalteng Putra), hingga Muhammad Rafli (Arema FC).

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, menerangkan jika bulan Mei hingga Agustus mendatang adalah fase untuk melihat pemain-pemain baru. Ia berharap bisa mendapatkan amunisi anyar yang lebih berkualitas dari sebelumnya.

Timnas Indonesia U-23 melakoni TC perdana di Lapangan UNY, Rabu (29/5/2019). (Suara.com/Irwan Febri Rialdi).Timnas Indonesia U-23 melakoni TC perdana di Lapangan UNY, Rabu (29/5/2019). (Suara.com/Irwan Febri Rialdi)

“Jadi fase Mei, Juni, Juli, Agustus untuk melihat pemain-pemain baru. Siapa tahu ada yang lebih baik dari pemain lama, dan itu yang kita panggil,” kata Indra Sjafri, Rabu (29/5/2019).

“Termasuk ini ada 10 pemain baru yang dipanggil untuk mengikuti TC. Akan kita lihat kemampuannya,” tambah pelatih berusia 56 tahun itu.

TC Timnas Indonesia U-23 akan berlangsung pada 29 Mei hingga 2 Juni 2019, guna mempersiapkan diri menjelang turnamen Piala Merlion pada 7 sampai 9 Juni 2019 dan SEA Games pada November 2019.

Pada hari terakhir akhir TC, Timnas Indonesia U-23 akan menjajal kontestan Liga 2 2019, PSIM Yogyakarta. Laga itu sedianya akan dihelat di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (2/6/2019) malam WIB.

Gagal ke Liga Champions, Emery Pede Arsenal Tetap Bisa Datangkan Pemain Top

Suara.com – Arsenal benar-benar harus menelan pil pahit di laga final Liga Europa 2018/19. Asa menjadi kampiun dan lolos ke Liga Champions musim depan pupus usai Arsenal dibantai rival sekota mereka, Chelsea.

Duel dua tim London dalam All-English Final di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB, dimenangi Chelsea dengan skor telak 4-1. 

Setelah babak pertama berkesudahan dengan skor kacamata, Arsenal praktis kolaps di paruh kedua.

Gol-gol Olivier Giroud dan Pedro Rodriguez, yang dilengkapi brace Eden Hazard, menydahi perlawanan Arsenal yang hanya bisa membalas lewat gol cantik Alex Iwobi.

Dengan kekalahan ini, Arsenal pun gagal mengamankan privilige lolos langsung ke fase grup Liga Champions musim depan, sebagai reward memenangi Liga Europa.

Seperti diketahui, Arsenal memang gagal mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan via jalur liga domestik, sebagaimana klub berjuluk The Gunners hanya bisa finis di peringkat lima klasemen akhir Liga Inggris 2018/19.

Well, meski bakal kembali tampil di Liga Europa musim depan, manajer Arsenal, Unai Emery rupanya tetap pede jika klubnya tetap bisa mendatangkan pemain top pada bursa transfer musim panas 2019.

Meski demikian, Emery memahami jika perencanaan transfer Arsenal bisa berubah setelah gagal jadi kampiun di Liga Europa.

“Mungkin,” jawab Emery saat ditanya apakah startegi transer Arsenal bisa berubah setelah laga final ini, sebagaimana dilansir Daily Express.

“Meski demikian, kami adalah tim besar. Saya yakin pemain-pemain top tetap tertarik untuk datang ke Arsenal meski kami hanya tampil di Liga Europa musim depan,” celoteh pelatih berusia 47 tahun itu.

“Saya menilai, Arsenal tetaplah klub besar dalam skala sepakbola dunia. Banyak pemain ingin bermain di sini. Kami dalam suatu proses ataupun transisi, dan kami perlu berada dalam proses ini. Kami akan terus bekerja,” tutur Emery.

“Soal transer, saya tidak tahu musim depan seperti apa. Tapi, klub bekerja untuk meningkat dan memutuskan apa yang kami perlukan dengan cara kami sendiri,” tandas eks pelatih Valencia, Sevilla dan PSG tersebut.

Ezra Walian Belum Pasti Tampil di SEA Games 2019

Suara.com – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, belum tentu memasukkan nama pemain naturalisasi Ezra Walian ke dalam skuat yang dipersiapkannya untuk SEA Games 2019. Sebab, status naturalisasi striker 21 tahun itu sempat dipermasalahkan oleh AFC.

Ezra Walian tergabung Timnas Indonesia U-22 yang berlaga di ajang Kualifikasi Piala Asia di Vietnam pada Maret lalu. Namun, lantaran pernah memperkuat timnas Belanda U-17 di Piala Eropa 2014, ia tidak diperkenankan tampil.

“Ezra saya belum tahu, itu bisa ditanyakan langsung ke PSSI tentang kelanjutannya. Setahu saya dia bermasalah saat proses naturalisasinya, AFC dan KNVB mempermasalahkan,” kata Indra Sjafri sesuai memimpin latihan di Lapangan UNY, Rabu (29/5/2019).

SEA Games 2019 sendiri adalah kompetisi yang tidak masuk dalam kalender FIFA. Meski demikian, Indra Sjafri tetap enggan memainkan striker berdarah Belanda itu jika status naturalisasinya masih dipermasalahkan.

“Tidak elok juga kalau tetap mendaftarkannya karena AFC jelas-jelas mempermasalahkan. Makanya saya berharap ada kejelasan sampai tanggal 2 September nanti, kalau sebelum itu sudah oke, saya akan masukkan dia,” terangnya.

Indra Sjafri pun akan menunggu status Ezra Walian setidaknya sampai batas akhir pendaftaran SEA GAmes 2019. Jika sudah beres, striker RKC Waalwijk itu kembali berpeluang berseragam Garuda.

“Saya berharap ada kejelasan sampai 2 September. Kalau dinyatakan oke, saya akan daftarkan di 40 nama (untuk SEA Games 2019),” tutup pelatih 56 tahun itu.

Bhayangkara FC Kembali ke Stadion PTIK pada Akhir Agustus

Suara.com – Markas Bhayangkara FC, Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) kini tengah dalam proses renovasi. Perbaikan yang dilakukan berfokus pada sistem drainase agar tidak banjir.

Bahkan, manajemen Bhayangkara FC bakal menggunakan rumput yang mirip dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), senayan, Jakarta untuk dipakai di PTIK. Hal ini guna pertandingan-pertandingan yang dilakukan di PTIK bisa berjalan lancar.

Manajemen Bhayangkara FC pun menargetkan renovasi akan rampung pada akhir Agustus 2019. Setelah itu, The Guardian –julukan Bhayangkara FC– akan kembali ke stadion yang berada di markas kepolisian ini.

“Target selesai dan bisa digunakan lagi pada akhir Agustus mendatang,” kata manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]Manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]

“Prioritas renovasi ada pada lapangan hijaunya seperti rumput. Termasuk di dalamnya sistem drainase agar tidak banjir ketika hujan,” ia menambahkan.

Sebagai informasi tambahan, selama PTIK di renovasi, Bhayangkara akan menggunakan Stadion Patriot di Bekasi sebagai markas.Bhayangkara tidak asing dengan Stadion Patriot lantaran pernah menggunakan sebagai markas pada musim 2017.

Saat ini Bhayangkara FC menduduki posisi tujuh klasemen. Pasukan Alfedo Vera telah mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan yang sudah dimainkannya.

Tarik Baju Rekannya Hingga Terjatuh, Netizen Kecam Aksi Kasar Neymar

Suara.com – Sejumlah netizen dibuat geram dengan ulah kasar pemain Paris Saint-Germain, Neymar saat pemusatan latihan Timnas Brasil di Rio de Janeiro beberapa waktu lalu. Pasalnya Neymar yang ‘dikolongi’ tak terima dan menarik baju rekannya hingga terjatuh.

Neymar masuk dalam daftar pemain Timnas Brasil untuk pertandingan Copa America 2019 mendatang. Tak hanya dia, Dani Alves juga ikut dipanggil memperkuat tim asuhan Adenor Leonardo Bacchi atau kerap disapa Tite.

Sesi latihan tersebut menjadi panas. Sebab, insiden kecil yang dilakukan pemain 27 tahun tersebut menyulut emosi rekan satu timnya.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @433, pemain berompi merah menggiring bola hingga berpapasan dengan Neymar. Berhadapan satu lawan satu, pemain muda itu ‘mengolongi’ bola di antara kaki Neymar.

Tak terima dengan perlakuan pemain tersebut, Neymar sengaja menarik baju rekannya hingga terjatuh.

Atas ulah Neymar tersebut, netizen pun bereaksi dengan menuliskan bernada kasar. Akun @canun105 menulis, “Neymar terlalu berlebihan,” tulisnya.

“Itulah kenapa dia tak pernah jadi yang terbaik karena sikapnya yang busuk,” kata 77_rafael.

“Si cacad berulah lagi,” tulis @bajose_walkman

Sementara itu, akun @kostis_lps menulis, “Itulah kenapa dia kehilangan gelar kapten Timnas Brasil,” ungkapnya.

Neymar banyak dirundung masalah akhir-akhir ini. Setelah mendapat sanksi karena memukul suporter Rennes, dia juga harus melepas ban kapten Tim Samba.

Dani Alves yang juga dipanggil untuk memperkuat Timnas, ditunjuk pelatih Tite untuk memimpin skuat Brasil di Copa America 2019 nanti.

Gagal Juara, Unai Emery Optimis dengan Masa Depan Arsenal

Suara.com – Pelatih Arsenal, Unai Emery, memandang sisi positif dari kekalahan timnya atas Chelsea di final Liga Europa dini hari tadi. Menurutnya, The Gunners masih memiliki prospek yang cerah di masa yang akan datang.

Pada laga di Baku Olympic Stadium, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB, Arsenal hanya mampu melesakkan satu gol dari kekalahan telak 1-4. Alex Iwobi yang turun dari bangku cadangan menjadi pencetak gol pada laga tersebut.

Kekalahan memalukan ini tentu menjadi tamparan keras bagi kubu Meriam London. Pasalnya, Mesut Ozil dan kolega berharap juara agar lolos ke Liga Champions musim depan.

”Ada peluang buat banyak pemain untuk berkembang. Kami memiliki para pemain muda yang baru merasakan pengalaman pertama di final. Saya merasa positif dengan masa depan kami bersama para pemain muda yang terus bertambah baik,” ungkap Unai Emery, seperti dilansir dari Sky Sports.

”Ide kami adalah terus berkembang bersama para pemain muda. Mungkin ada beberapa pemain yang harus pergi, tapi ini bukan momen membicarakannya,” tuturnya menambahkan.

Di sisi lain, Unai Emery juga mengaku bangga dengan kerja keras anak asuhnya hingga bisa berlaga di partai final. Menurutnya, banyak yang harus dikorbankan untuk bisa sampai pada titik seperti ini.

”Saya sangat bangga dengan kerja keras kami, tidak dengan kegagalan mencapai target. Saya pikir para pemain sudah melakukan segalanya untuk mencapai target dan kami semakin dekat dengan tim lain. Tahun depan kami akan melanjutkan dengan tim yang sama bersama beberapa pemain baru yang akan membantu menjadi lebih baik,” kata pelatih asal Spanyol itu.

”Kami memiliki pemain besar dengan pengalaman dan para pemain belia. Tahun ini kami mencoba mendekati pesaing yang lain. Tahun depan idenya sama, menambah beberapa pemain baru dengan cara yang sama seperti tahun ini. Demi berkembang satu langkah ke depan,” tandasnya.