Pijakkan Satu Kaki di Final, Ajax Diminta Jangan Lengah pada Leg Kedua

Suara.com – Tim kuda hitam asal Belanda, Ajax Amsterdam terus mengejutkan publik sepakbola dengan perjalanan fenomenal mereka di Liga Champions musim ini.

Yang teranyar, Ajax sukses menumbangkan tuan rumah Tottenham Hotspur dengan skor 1-0, dalam leg pertama semifinal Liga Champions 2018/2019 di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (1/5/2019) dini hari WIB.

Ajax memastikan kemenangan vital ini berkat gol tunggal gelandang serang Donny van de Beek saat laga berjalan 15 menit.

Dengan kemenangan impresif ini, Ajax tentu telah memijakkan satu kaki mereka di partai final. Meski demikian, van de Beek meminta rekan-rekannya untuk tidak lengah dan kembali fokus 100 persen untuk laga leg kedua nanti. 

Leg kedua semifinal ini akan dihelat di Johan Cruijff ArenA pada tengah pekan depan, dengan Ajax gantian bertindak sebagai tuan rumah.

“Kami bermain sangat-sangat bagus di babak pertama, khususnya di 30 menit pertama. Setelahnya, Tottenham mengubah taktik dan kami cukup kesulitan di babak kedua. Namun kami bertahan dengan baik dan kami mampu mengamankankan kemenangan vital ini,” celoteh van de Beek kepada BT Sport.

“1-0 adalah hasil yang sangat baik dan pekan depan kami harus menuntaskannya. Kami tak boleh mengacaukan segalanya di kandang kami pada leg kedua. Kami membawa pulang kemenangan dan satu gol tandang, namun kami tak boleh lengah. Kami harus kembali fokus 100 persen pekan depan,” ujarnya.

“Awalnya bagus, tapi setelah itu kami tidak bermain seperti yang kami tahu kami bisa. Kami harus membuat rencana yang bagus untuk pekan depan,” tutur pemain berusia 22 tahun yang merupakan jebolan akademi Ajax itu.

“Kami harus tetap tenang. Saya tidak tahu apa yang akan mereka lakukan di laga berikutnya, namun kami tahu kami bisa lebih baik namun kami tetap harus waspada untuk pekan depan,” tukas pengoleksi lima caps bersama Timnas Senior Belanda tersebut.

Yakin Tottenham Belum Tamat, Pochettino: Kami Bisa Menang di Amsterdam

Suara.com – Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino menolak menyerah terkait kans timnya lolos ke final Liga Champions musim ini. Pochettino tetap optimis meski Tottenham menyerah 0-1 di kandang sendiri dari Ajax Amsterdam pada leg pertama semifinal.

Di Tottenham Hotspur Stadium, Kamis (1/5/2019) dini hari WIB, Tottenham menyerah 0-1 berkat gol tunggal Ajax yang dicetak gelandang serang Donny van de Beek pada menit 15.

Setelah memble di sepanjang babak pertama, permainan Tottenham jauh lebih baik pada paruh kedua. The Lilywhites –julukan Tottenham– tampil habis-habisan di babak kedua, terlebih setelah laga berjalan setengah jam.

Di sisi lain, Ajax bukannya tanpa peluang. Tim tamu sempat hampir menggandakan keunggulan, saat tembakan David Neres membentur tiang.

Tottenham pun beberapa kali mengancam di sisa waktu pertandingan, termasuk saat mereka mencoba bermain direct dengan melepaskan bola-bola panjang ke Fernando Llorente.

Sayang, hingga peluit panjang ditiupkan wasit, Tottenham tak kunjung mencetak gol.

Pochettino sendiri mengakui jika dirinya ‘salah strategi’ pada babak pertama. “Kami memang tampil buruk sepanjang babak pertama,” buka pelatih berpaspor Argentina itu, seperti dimuat laman resmi UEFA.

“Saya akui jika pendekatan kami memang salah, saya yang bertanggung jawab penuh di sini karena saya adalah sang manajer. Di babak pertama, kami kalah dari Ajax soal energi dan agresivitas, itu membuat kami kesulitan mengembangkan permainan,” tuturnya.

“Meski demikian, kami bermain lebih baik di babak kedua. Kami menekan mereka, menciptakan peluang, memang tidak peluang yang benar-benar bersih, namun kami benar-benar menekan mereka. Kami bermain lebih baik,” kilah Pochettino.

“Yang terpenting, kami masih memiliki peluang besar pada leg kedua nanti. Kami masih hidup, kami akan tandang ke Amsterdam dengan keyakinan kami bisa menang dan lolos ke final. Semuanya masih terbuka di fase semifinal (lawan Ajax) ini,” tandas eks pelatih Espanyol dan Southampton tersebut.

Jelang Barcelona vs Liverpool, Van Dijk Tidak Takut Hadapi Messi

Suara.com – Bek Liverpool, Virgil van Dijk mengaku dirinya sudah siap menghadapi bintang Barcelona, Lionel Messi. Van Dijk menegaskan dirinya tidak gentar akan tantangan untuk menghentikan Messi saat leg pertama semifinal Liga Champions.

Liverpool akan lebih dulu bertandang ke markas Barcelona di Camp Nou, Kamis (2/5/2019) dini hari WIB. Tentu saja, bintang Barcelona, Messi akan menjadi perhatian skuat besutan Jurgen Klopp.

Messi baru saja membantu Barcelona mempertahankan gelar juara Liga Spanyol dan ini gelar liga ke-10nya. Peraih lima gelar penghargaan Ballon d’Or ini juga telah mencetak 46 gol di semua kompetisi, 10 di antaranya adalah di Liga Champions.

Namun, apa yang telah dilakukan oleh Messi bersama Barcelona tersebut tidak membuat Van Dijk gentar.

“Saya pikir dia pemain terbaik di dunia,” kata Van Dijk, yang baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik PFA. “Tapi Anda lihat bagaimana kami bermain dan bagaimana kami bertahan.”

Bek Liverpool Virgil van Dijk melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Watford dalam lanjutan Liga Inggris di Anfield. Anthony DEVLIN / AFP Bek Liverpool Virgil van Dijk melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Watford dalam lanjutan Liga Inggris di Anfield. Anthony DEVLIN / AFP

“Kami tidak bertahan satu lawan satu, kami bertahan semua bersama dan juga kami menyerang semua bersama seperti yang akan kita lihat,” lanjut pemain internasional Belanda ini.

“Situasinya adalah bahwa kami berada di semifinal melawan Barcelona. Kami akan menghadapi pemain terbaik di dunia tetapi bukan hanya dia, seluruh tim memiliki banyak kualitas,” ujarnya.

“Kami akan mempersiapkan diri dengan baik dan kami memiliki tim yang sangat bagus sehingga kami bisa bersaing di sana. Bukannya kami pergi ke sana untuk liburan.”

“Ini akan menjadi sangat sulit karena Barcelona adalah salah satu tim terbaik di dunia, tetapi apa pun bisa terjadi. Kami harus mencoba segalanya untuk bisa sampai di final,” pungkas Virgil van Dijk. (Scoresway)

Tekuk Tottenham di London, Dongeng Ajax di Liga Champions Terus Berlanjut

Suara.com – Fairytale alias dongeng wakil Belanda, Ajax Amsterdam di Liga Champions musim ini terus berlanjut. Bertandang ke Tottenham Hotspur Stadium, London yang merupakan markas Tottenham Hotspur, dalam laga leg pertama semifinal, Ajax menang 1-0!

Dengan kemenangan ini, Ajax pun kian menetapkan status mereka sebagai ‘pembunuh raksasa’ di fase gugur Liga Champions 2018/2019.

Seperti diketahui, pada babak 16 besar lalu, Ajax secara fenomenal menyingkirkan juara bertahan kompetisi, yakni Real Madrid, dengan kemenangan tandang 4-1 di Santiago Bernabeu jadi highlight-nya.

Sementara di fase perempatfinal lalu, Ajax secara luar biasa mampu menyingkirkan salah satu favorit juara musim ini, yakni raksasa Italia Juventus, di mana de Godenzonen –julukan Ajax– juga mampu meraih kemenangan saat bertandang ke Turin, kali ini dengan skor 2-1.

Well, kemenangan atas tuan rumah Tottenham kali ini pun menempatkan satu kaki Ajax di partai final, meski segala sesuatunya memang masih bisa terjadi pada leg kedua yang akan dihelat di Johan Cruijff ArenA, Amsterdam pekan depan.

Namun jika benar Ajax berhasil ke final, maka ini akan menjadi pencapaian yang luar biasa buat tim asuhan Erik ten Hag itu. Meski berstatus raksasa Belanda, Ajax memang tak lebih dari sekadar underdog di Liga Champions musim ini.

Sebagai catatan, Ajax telah melakoni perjalanan amat panjang di Liga Champions musim ini. Sebelum mencapai fase grup, Ajax bahkan harus melalui dulu babak kualifikasi kedua, kualifikasi ketiga serta play-off.

Di Tottenham Hotspur Stadium sendiri, Ajax langsung tampil ofensif sejak awal laga meski bermain tandang. Daley Blind dan kolega melancarkan pressing-pressing ketat, bahkan sejak dari depan, seperti yang diperagakan saat menyingkirkan Real Madrid dan Juventus.

Ajax pun membuka keunggulan pada menit 15 lewat Donny van de Beek. Sang gelandang serang lolos dari posisi offside usai menyambut umpan Hakim Ziyech.

Van de Beek pun dengan mudah mencetak gol setelah dirinya tinggal one-on-one dengan kiper Tottenham, Hugo Lloris.

Setelah memble di sepanjang babak pertama, Tottenham baru mulai bangkit pada paruh kedua. Armada Maurico Pochettino tampil habis-habisan di paruh kedua, terlebih setelah laga berjalan setengah jam.

Di sisi lain, Ajax bukannya tanpa peluang. Tim tamu sempat hampir menggandakan keunggulan, saat tembakan David Neres membentur tiang.

Tottenham pun beberapa kali mengancam di sisa waktu pertandingan, termasuk saat mereka mencoba bermain direct dengan melepaskan bola-bola atas ke Fernando Llorente.

Sayang, hingga peluit panjang ditiupkan wasit, Tottenham tak kunjung mencetak gol.

Susunan Pemain

Ajax Amsterdam XI: Andre Onana; Joel Veltman, Matthijs De Ligt, Daley Blind, Nicolas Tagliafico; Lasse Schone/Mazraoui, Frenkie De Jong; Hakim Ziyech/Klass-Jan Huntelaar, Donny van de Beek, David Neres; Dusan Tadic.

Pelatih: Maurico Pochettino (Argentina)

Tottenham Hotspur XI: Hugo Lloris; Kieran Trippier/Juan Foyth, Davinson Sanchez, Toby Alderweireld, Jan Vertonghen/Moussa Sissoko, Danny Rose/Ben Davies; Victor Wanyama, Christian Eriksen, Dele Alli; Lucas Moura, Fernando Llorente.

Pelatih: Erik ten Hag (Belanda)

Coutinho Minta Barcelona Tak Hanya Waspadai Firmino, Mane dan Salah

Suara.com – Philippe Coutinho meminta Barcelona untuk waspada saat menjamu Liverpool di leg pertama semifinal Liga Champions. Coutinho mengingatkan bahwa ancaman berbahaya Liverpool bukan hanya datang dari lini depannya.

Barcelona bersiap menjamu Liverpool di Camp Nou, Kamis (2/5/2019) dini hari WIB. Trio lini depan The Reds Mohamed Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino akan menjadi fokus Barcelona di pertandingan ini.

Namun demikian, Coutinho mengingatkan bahwa skuat besutan Jurgen Klopp ini juga memiliki lini tengah dan pertahanan yang mumpuni.

Mantan pemain Liverpool ini pun mengakui bahwa mantan klubnya ini lebih baik sejak ditangani Klopp.”Mereka adalah tim yang hebat. Mereka sangat kuat secara mental,” kata Coutinho di website Barcelona.

Gelandang Barcelona Philippe Coutinho (kedua kanan) merayakan golnya bersama Lionel Messi dan rekan setimnya saat mengalahkan Sevilla di Copa del rey. LLUIS GENE / AFPGelandang Barcelona Philippe Coutinho (kedua kanan) merayakan golnya bersama Lionel Messi dan rekan setimnya saat mengalahkan Sevilla di Copa del rey. LLUIS GENE / AFP

“Saya telah menonton mereka sepanjang musim dan mereka sangat bagus menyerang dan dalam pertahanan, jadi kami harus sangat waspada.”

“Ada pemain penting bagi mereka bukan hanya tiga [Mane, Firmino, Salah]. Ada pemain bertahan, gelandang yang semuanya pemain berkualitas dan bekerja keras untuk menciptakan gol bagi tim.”

“Kami harus mewaspadai seluruh tim dan pekerjaan kami seperti yang baru-baru ini kami lakukan,” pungkas Coutinho yang penah memperkuat Liverpool selama lima tahun. (Scoresway)

Jalani Laga Penting di Piala AFC, Pelatih Persija Sebut Binh Duong Tim Kuat

Suara.com – Persija Jakarta akan menjalani pertandingan penting pada matchday kelima Grup G Piala AFC 2019 melawan Becamex Binh Duong di Stadion Go Dau, Vietnam Rabu (1/5/2019). Ini menjadi pertandingan yang sangat penting bagi Ismed Sofyan dan kawan-kawan.

Persija wajib mendapatkan poin penuh jika ingin peluangnya lolos ke babak semifinal zona Asia Tenggara terbuka. Dengan hasil kemenangan, Macan Kemayoran –julukan Persija– akan menggeser Binh Duong yang ada di posisi kedua.

Sebagaimana diketahui, saat ini Persija masih berada di peringkat tiga dengan perolehan poin 4. Sementara Binh Duong ada di posisi kedua dengan poin 7.

Hasil kemenangan akan membuat Pasukan Ibu Kota ada di peringkat kedua lantaran unggul head to head. Pasalnya, pada pertemuan pertama melawan Binh Duong di fase grup ini, kedua tim bermain imbang 0-0.

Gelandang Persija Jakarta Sandi Sute (kanan) berebut bola dengan kapten Ceres Negros FC Martin Steuble pada matchday keempat Grup G Piala AFC 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (23/4/2019). [Antara/Hafidz Mubarak A]Gelandang Persija Jakarta Sandi Sute (kanan) berebut bola dengan kapten Ceres Negros FC Martin Steuble pada matchday keempat Grup G Piala AFC 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (23/4/2019). [Antara/Hafidz Mubarak A]

Dengan begitu, Persija hanya tinggal memaksimalkan laga pamungkas Grup G melawan Shan United agar bisa lolos sebagai runner up terbaik.

Akan tetapi, tidak mudah mengalahkan wakil Vietnam tersebut. Sama halnya dengan Persija, mereka juga membutuhkan hasil kemenangan agar posisinya tidak tergusur.

“Kami rasa Becamex adalah tim yang bagus karena ada beberapa pemain berkualitas dan juga memiliki permainan yang khas. Itulah mengapa kami sadar bahwa besok akan menjadi pertandingan tidak mudah bagi kami,” kata Ivan Kolev dalam jumpa pers sehari jelang pertandingan.

“Besok pertandingan penting bagi kami demikian juga Becamex karena pasti mereka juga ingin mengalahkan kami. Akan tetapi kami ingin menang di sini. Sekali lagi bukan pertandingan mudah,” ia menambahkan.

Selain Kolev menyebutkan lini depan masih menjadi masalah utama pasukannya. Pelatih asal Bulgaria itupun menyebutkan rindu sosok yang haus gol seperti Marko Simic.

“Memang tidak adanya Simic sangat berdampak. Tapi kami akan berusaha maksimal tanpa dia Meskipun disatu sisi kami merindukan dia, dia pun merindukan kami,” pungkasnya.

Sementara itu, pemain Persija Rohit Chand menegaskan siap untuk pertandingan besok. Ia dan rekan-rekannya akan berusaha membawa pulang poin penuh ke Indonesia.

“Kami siap berusaha keras untuk merebut poin penuh atas lawan. Memang bukan mudah tapi saya akan maksimal untuk meraih hal itu,” ujar Rohit Chand.

Ini Alasan Pelatih PSM Tak Langsung Mainkan Skuat Terbaik Lawan Home United

Suara.com – PSM Makassar berhasil mengalahkan Home United pada matchday kelima Grup H Piala AFC 2019 dengan skor 3-2 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (30/4/2019). Uniknya, kemenangan itu didapat setelah PSM tertinggal 0-2 lebih dahulu.

Pelatih PSM Darije Kalezic menyebutkan rahasia timnya melakukan epic comeback lantaran pergantian pemain yang dilakukan di babak kedua. Setelah itu, Juku Eja –julukan PSM– memang tampil beringas dengan masuknya Rizky Pellu, Rachmat, dan Saldi.

Diketahui Kalezic sengaja tidak menurunkan Rachmat dan juga Pellu sejak menit awal. Padahal, keduanya merupakan pilar penting bagi PSM.

Jadwal padat menjadi penyebabnya. Keduanya sengaja dimainkan pada babak kedua dengan harapan memiliki stamina yang lebih prima.

“Saya kira kalian semua tahu bahwa untuk pemain Indonesia sulit menjalani jadwal yang sangat padat sekali. Tapi, kalian tak harus jadi pelatih untuk menganalisa hal ini,” kata Kalezic dalam jumpa pers seusai pertandingan.

Pesepak bola klub PSM Makassar Guy Junior (kanan) berebut bola dengan pesepak bola klub Home United FC Muhammad Hami Syahin (kiri) pada pertandingan fase Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2019). Pada pertandingan tersebut PSM Makassar menang atas klub asal Singapura Home United FC dengan skor 3-2 sehingga PSM Makassar dipastikan lolos ke babak semifinal. ANTARA FOTO/Hafidz MubarakPesepak bola klub PSM Makassar Guy Junior (kanan) berebut bola dengan pesepak bola klub Home United FC Muhammad Hami Syahin (kiri) pada pertandingan fase Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2019). Pada pertandingan tersebut PSM Makassar menang atas klub asal Singapura Home United FC dengan skor 3-2 sehingga PSM Makassar dipastikan lolos ke babak semifinal. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

“Kami main 3 hari yang lalu lawan Bhayangkara, di atas lapangan yang kondisinya sangat buruk, dan beberapa pemain cukup lelah memulai pertandingan ini dari awal. Makanya kami ada lakukan perubahan sedikit dan saya memang percaya bahwa pemain-pemain ini membuat tim kita lebih kuat, dan Mereka lakukan dengan baik,” ujarnya.

“Pellu dan Rachmat, mereka adalah pemain yang main di laga lawan Bhayangkara. Mereka selalu fresh, bugar untuk meledak dalam 30 menit di waktu mereka bermain. Dan saya senang juga bawa Saldi memberikan kontribusi untuk mengubah permainan,” pungkasnya.

Kemenangan ini membuat PSM memuncaki klasemen grup H dengan 11 poin. Sebenarnya dengan tersisa satu pertandingan lagi poin mereka masih bisa disamakan oleh Kaya FC, yang mengoleksi delapan poin dari lima laga.

Namun PSM unggul head to head atas Kaya FC. Oleh sebab itu, apapun hasil yang terjadi di laga terakhir, PSM tetap lolos sebagai juara grup serta lolos ke babak semifinal zona Asia Tenggara Piala AFC 2019.

Mantan Kapten Napoli Ini Masih Kesulitan Beradaptasi di Klub China

Suara.com – Marek Hamsik rupanya masih kesulitan untuk dapat beradapatasi di klub barunya, Dalian Yifang di Liga Super China. Bahkan, mantan kapten Napoli ini mengungkapkan bahwa bahasa menjadi hambatannya untuk dapat berkomunikasi.

Hamsik bergabung dengan klub Dalian Yifang dari Napoli pada Februari 2019. Namun pemain berusia 31 tahun tersebut belum mencetak gol dalam enam kali penampilannya untuk klub China tersebut.

Gelandang berpasport Slowakia ini pun mengungkapkan kesulitannya di klub barunya tersebut. Meski demikian, Marek Hamsik akan tetap berusaha untuk dapat mengatasi masalah ini.

“Saya belum pernah mengalami situasi seperti ini sebelumnya,” ungkap Marek Hamsik seperti dilansir Football Italia.

“Saya selalu mencoba yang terbaik untuk membantu tim tetapi saya belum pernah menghadapi situasi seperti ini sebelumnya. Ada perbedaan besar antara sepak bola Cina dan Eropa, tetapi saya akan mencoba mengatasi ini dan beradaptasi.”

Pemain Napoli Marek Hamsik rayakan gol ke gawang Sampdoria [AFP]Marek Hamsik saat masih membela klub Napoli. [AFP]

“Sering kali saya ingin berkomunikasi dengan rekan satu tim saya, misalnya di lapangan, tetapi karena bahasa saya tidak bisa, jadi saya hanya bisa menggunakan gerakan,” ujarnya.

“Semua orang [di Dalian] memiliki ruang untuk memperbaiki diri, termasuk saya. Loyalitas sangat penting sehingga saya pasti akan melakukan yang terbaik,” pungkas Marek Hamsik.

Hamsik telah identik dengan Napoli. Ia pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Napoli, yaitu 520 penampilan bersama Partenopei di semua ajang serta mampu mengoleksi 121 gol melewati torehan Diego Maradona (115 gol).

Batal Menang di Pakansari, Pelatih Home United Legawa

Suara.com – Home United gagal membawa pulang poin dari Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (30/4/2019). Menghadapi PSM Makassar di pertandingan kelima Grup H Piala AFC 2019, Home United tumbang dengan skor 3-2.

Dalam laga itu, Home United sebenarnya sudah unggul 0-2. Namun tiga poin batal dibawa pulang setelah PSM membalikkan keadaan.

Dua gol Home United dicetak oleh Hafiz Nor pada menit 51 dan 55. Sementara tiga gol balasan PSM dicetak oleh Marc Anthony Klok menit (60′, 78′) dan Guy Junior 86′.

Asisten pelatih Home United Syed Karim mengatakan timnya sudah berjuang dengan maksimal. Namun, ia mengakui bahwa PSM lebih baik di pertandingan ini.

Meski kalah, Syed Karim tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya yang telah berjuang agar bisa memenangi pertandingan tersebut.

Pesepak bola klub PSM Makassar Guy Junior (kanan) berebut bola dengan pesepak bola klub Home United FC Muhammad Hami Syahin (kiri) pada pertandingan fase Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2019). Pada pertandingan tersebut PSM Makassar menang atas klub asal Singapura Home United FC dengan skor 3-2 sehingga PSM Makassar dipastikan lolos ke babak semifinal. ANTARA FOTO/Hafidz MubarakPesepak bola klub PSM Makassar Guy Junior (kanan) berebut bola dengan pesepak bola klub Home United FC Muhammad Hami Syahin (kiri) pada pertandingan fase Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2019). Pada pertandingan tersebut PSM Makassar menang atas klub asal Singapura Home United FC dengan skor 3-2 sehingga PSM Makassar dipastikan lolos ke babak semifinal. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

“Saya rasa tadi kami telah memberikan yang terbaik. Kami memberikan permainan ketat melawan PSM dan kami memberikan pujian kepada mereka (pemain) yang juga tampil baik,” Kta Syed Karim dalam jumpa pers usai pertandingan.

“Kami sempat unggul 2-0 dan seharusnya bisa mempertahankan itu, tapi itulah sepak bola. Namun, yang penting adalah pemain sudah memberikan yang terbaik untuk tim,” tambahnya.

Lebih lanjut, Syed membantah hujan deras yang mengguyur Stadion Pakansari menjadi penyebab kekalahan timnya. Menurutnya, permainan PSM memang lebih baik dari Home United.

“Tidak. Mungkin hujan panas bagi saya sama. Bagi saya, pemain sudah memberikan yang terbaik,” pungkasnya.

Pesepak bola klub PSM Makassar Rahmat Syamsuddin Leo (kanan) menendang bola yang berhasil ditahan pesepak bola klub Home United FC Hoo Wai Loon (tengah) pada pertandingan fase Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2019). Pada pertandingan tersebut PSM Makassar menang atas klub asal Singapura Home United FC dengan skor 3-2 sehingga PSM Makassar dipastikan lolos ke babak semifinal. ANTARA FOTO/Hafidz MubarakPesepak bola klub PSM Makassar Rahmat Syamsuddin Leo (kanan) menendang bola yang berhasil ditahan pesepak bola klub Home United FC Hoo Wai Loon (tengah) pada pertandingan fase Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2019). Pada pertandingan tersebut PSM Makassar menang atas klub asal Singapura Home United FC dengan skor 3-2 sehingga PSM Makassar dipastikan lolos ke babak semifinal. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

Pada pertandingan pamungkas Grup H nanti, Home United akan berhadapan dengan Kaya FC pada 14 Mei mendatang. Wakil Singapura itu bertekad memenangi pertandingan demi menjaga peluang lolos sebagai runner up terbaik.

“Untuk pertandingan selanjutnya, kami harus menang. Tak ada pilihan lain, jadi kami mau menang,” pungkasnya.

Sadar Tak Langsung Jadi Pilihan Utama Barca, Begini Respons Frenkie de Jong

Suara.com – Pemain baru Barcelona, Frenkie de Jong, menyadari bahwa karier barunya di Camp Nou bakal berjalan penuh liku-liku. Bahkan, ia yakin tidak akan langsung menjadi starter ketika berseragam Blaugrana musim panas nanti.

Frenkie de Jong dipastikan akan berseragam Barcelona pada musim 2018/2019. Gelandang 21 tahun itu telah menyepakati durasi kontrak selama lima tahun yang diberikan oleh Barcelona. Artinya, setidaknya ia akan berada di Camp Nou hingga musim 2023/2024.

Bahkan, biaya transfer yang dikeluarkan Barcelona untuk gelandang Timnas Belanda itu terbilang tinggi, yakni 75 juta euro atau sekitar Rp1,2 triliun plus 11 juta euro dalam bentuk bonus.

“Saya tidak berpikir bisa menjadi starter di Barcelona. Saya akan merindukan segala hal tentang Ajax. Saya menikmati setiap waktu di sini. Sungguh ini adalah klub yang luar biasa, yang memiliki visi besar untuk para youngster,” kata De Jong, dikutip dari Goal.

Frenkie de Jong membela Ajax sejak musim 2016/2017. Selama hampir tiga tahun berseragam Ajax tentu banyak kenangan yang tercipta, termasuk ketika dua kali menjadi runner-up Eredivise Belanda dan runner-up Liga Europa.

Eks pemain Willem II itu pun mengaku sedih harus meninggalkan Ajax pada akhir musim 2018/2019. Namun, di sisi lain, ia juga bahagia karena akan membela klub besar sekelas Barcelona.

“Saya sangat sedih akan pergi, akan tetapi juga merasa sangat bahagia bisa bergabung untuk Barcelona,” tutup pemain kelahiran Arkel tersebut.

Selama bersegeram Ajax, Frenkie de Jong sudah tampil sebanyak 161 pertandingan di semua kompetisi. Sebagai gelandang, ia sudah menyumbang 21 gol dan 25 assist.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Menohok, Pemain Ini Sebut AC Milan Tim Medioker

Suara.com – Antonio Cassano memberikan kritikan menohok kepada eks timnya, AC Milan. Klub asuhan Gennaro Gattuso itu dianggap sebagai tim yang hanya selevel dengan kesebelasan medioker.

AC Milan memang tengah mengalami performa yang buruk. Tercatat, Alessio Romagnoli dan kolega meraih satu kemenangan dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi. Hasil itu juga membuat AC Milan kini terlempar di posisi ke-7 klasemen sementara dengan raihan 56 poin dari 34 pertandingan.

Jika dirunut di berbagai kompetisi, AC Milan bisa dibilang gagal total. Pada musim 2018/2019, AC Milan tak mampu lolos grup di Liga Europa. Kemudian, mereka juga gagal di Coppa Italia setelah disingkirkan oleh Lazio di babak semifinal.

Kondisi ini pun tentu memantik perhatian dari mantan pemainnya, Antonio Cassano. Sebab, AC Milan dulu dikenal sebagai tim yang garang. Lihat saja deretan trofi di lemari klub, tersusun rapi tujuh trofi Liga Champion, 18 Scudetto, hingga lima trofi Serie A.

Menurut Cassano, keterpurukan AC Milan saat ini tidak lepas dari materi pemain yang kurang berkualitas. Kemudian, Gattuso juga dianggap kurang cakap untuk menakhodai Rossoneri.

“Gattuso mengambil tanggung jawab yang tidak seharusnya dia pinggul,” kata Antonio Cassano dikutip dari Tribal Football.

“Saya melihat Gattuso punya skuat layaknya tim medioker. Di antara para pemain yang ada di Milan pada saat ini, tidak ada dari mereka yang pernah bermain di tim tempat saya bermain,” imbuhnya.

Meski demikian, Cassano enggan menyalahkan Gattuso. Ia lebih menyarankan AC Milan segera mencari pelatih yang lebih berkualitas pada musim depan agar lebih kompetitif. Antonio Conte dinilai sebagai salah satu kandidat yang cocok.

“AC Milan harus memiliki target untuk jadi juara. Antonio Conte tidak akan bisa pindah ke Inter Milan karena [Luciano] Spalletti akan bertahan di sana. Dia hanya bisa pindah ke AC Milan,” tutup mantan striker Real Madrid itu.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Cetak Dua Gol, Marc Klok: Saya Ingin Main di Timnas Indonesia

Suara.com – Pemain PSM Makassar Marc Anthony Klok mengaku senang bisa membantu PSM Makassar memenangi pertandingan melawan Home United di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (30/4/2019). Dalam pertandingan kelima Grup H Piala AFC 2019 itu, PSM menang tipis 3-2.

Pada pertandingan tersebut, Klok mencetak dua gol di menit 60 dan 78. Sementara gol penentu kemenangan PSM dicetak oleh Guy Junior di menit 86.

Kemenangan PSM ini cukup dramatis. Pasalnya, Juku Eja –julukan PSM– tertinggal lebih dulu 0-2 dari Home United.

“Ini gol penting untuk tim bukan untuk saya. Kami menang dan tidak penting untuk saya,” kata Klok dalam jumpa pers usai pertandingan.

Menurut Klok, gol tersebut menjadi bukti kelayakan dirinya bermain untuk tim nasional Indonesia. Akan tetapi, untuk bisa memperkuat timnas, pemain kelahiran Belanda itu masih harus bersabar menunggu proses naturalisasinya rampung.

Pesepak bola klub PSM Makassar Rahmat Syamsuddin Leo (kanan) menendang bola yang berhasil ditahan pesepak bola klub Home United FC Hoo Wai Loon (tengah) pada pertandingan fase Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2019). Pada pertandingan tersebut PSM Makassar menang atas klub asal Singapura Home United FC dengan skor 3-2 sehingga PSM Makassar dipastikan lolos ke babak semifinal. ANTARA FOTO/Hafidz MubarakPesepak bola klub PSM Makassar Rahmat Syamsuddin Leo (kanan) menendang bola yang berhasil ditahan pesepak bola klub Home United FC Hoo Wai Loon (tengah) pada pertandingan fase Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2019). Pada pertandingan tersebut PSM Makassar menang atas klub asal Singapura Home United FC dengan skor 3-2 sehingga PSM Makassar dipastikan lolos ke babak semifinal. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

“Saya mau naturalisasi dan saya mau main di timnas indonesia. Tapi saya harus sabar tunggu prosesnya. Setelah proses selesai saya sabar tunggu panggilan timnas, bila dipanggil saya siap cetak gol lagi,” pungkasnya.

Kemenangan ini membuat PSM memuncaki klasemen Grup H dengan 11 poin. Dengan tersisa satu pertandingan, secara matematis poin PSM mungkin saja disamakan oleh Kaya FC yang saat ini mengoleksi delapan poin dari lima pertandingan. Namun, PSM unggul head to head atas Kaya FC.

Artinya, apapun hasil yang diraih di laga terakhir, PSM tetap lolos sebagai juara grup serta lolos ke babak semifinal zona Asia Tenggara Piala AFC 2019.

Ini Alasan Shinji Okazaki Ingin Tinggalkan Leicester City

Suara.com – Pemain asal Jepang Shinji Okazaki telah mengkonfirmasikan bahwa dia akan meninggalkan Leicester City di akhir musim ini. Okazaki juga mencari klub baru yang ingin memainkan dirinya sebagai striker.

Pemain berusia 33 tahun itu memang sudah kencang dikabarkan akan meninggalkan Leicester City. Kabarnya Okazaki telah menjadi incaran Huddersfield Town pada Januari lalu namun tawarannya gagal.

Okazaki telah memainkan peran penting setelah membawa Leicester membuat kejutan meraih gelar Premier League di musim pertamanya di King Power Stadium. Ia bermain 36 kali tampil dan mencetak lima gol.

Namun, Okazaki mulai jarang dimainkan, dimana musim ini dia hanya sekali menjadi starter. Bukan hanya itu, Okazaki juga merasa frustasi karena tidak dimainkan sesuai posisi yang disukainya yaitu sebagai striker.

Gelandang Arsenal Granit Xhaka (kanan) mentekel pemain Leicester City Shinji Okazaki. OLI SCARFF / AFPGelandang Arsenal Granit Xhaka (kanan) mentekel pemain Leicester City Shinji Okazaki. OLI SCARFF / AFP

Okazaki pun telah menyatakan keinginannya meninggalkan The Foxes di akhir musim ini seiring dengan habis kontraknya. “Di Ulang tahun ke-30 saya berada di tengah-tengah tantangan untuk gelar Liga Premier,” ungkapnya.

“Ini musim pertama saya di Leicester, yang saya pilih untuk keluar dari permainan dengan tugas menghubungkan pertahanan dan serangan, dan itu menghasilkan gelar pertama dalam hidup saya,” ujar Okazaki.

“Namun, meskipun ada beberapa rasa keberhasilan, kepuasan itu tidak sebesar yang saya pikirkan. Meskipun saya adalah penyerang , saya sebenarnya bermain seperti gelandang,” ujarnya.

“Peran saya di Leicester jelas bukan seorang striker. Rasanya saya dipandang sebagai gelandang. Saya merasa saya bukan gelandang ketika saya melihat kemampuan tinggi seorang gelandang profesional dengan tingkat keterampilan mereka.”

“Jadi saya telah memutuskan untuk meninggalkan Leicester, itu karena saya pikir saya ingin menantang musim depan di tempat di mana saya bisa bermain sebagai striker. Masih ada beberapa peluang untuk bermain musim ini.” (Scoresway)

Seharga Nissan Serena, Ini Harga Sepatu Bekas Paul Pogba yang Laku Terjual

Suara.com – Sepatu bekas yang dipakai Paul Pogba saat mengantar Prancis jadi kampium Piala Dunia 2018 resmi terjual. Sepasang sepatu itu terjual dengan harga 30 ribu euro atau Rp476 juta di rumah lelang Christie, Paris, Prancis, Senin (29/4/2019).

Dilansir dari France24, awalnya sepatu Paul Pogba diharapkan bisa laku terjual di angka 35-50 ribu euro. Namun, ternyata hasil lelang tidak mencapai target awal, yakni terjual 30 ribu euro.

Paul Pogba mencium trofi Piala Dunia 2018 (Franck Fife/AFP)Paul Pogba mencium trofi Piala Dunia 2018 (Franck Fife/AFP)

Selain sepatu, Paul Pogba juga menyumbangkan jersey Timnas Prancis yang dikenakan ketika menghadapi Islandia di babak perempatfinal Euro 2016. Jersey yang membuat Pogba mencetak satu gol itu laku 4 ribu euro atau setara Rp63 juta.

Sementara jersey Timnas Prancis yang digunakan ketika melawan Belanda di Kualifikasi Piala Dunia 2018 laku 3 ribu euro atau setara Rp47,6 juta. Selisih seribu euro dari jersey sebelumnya.

Hasil penjualan sepatu serta jersey Pogba akan dialihkan untuk sebuah hal yang mulai, yakni disumbangkan untuk pendidikan anak-anak sekolah di area-area hitam di Prancis. (bolatimes.com)

PSM Makassar Menang Dramatis, Begini Komentar Kalezic

Suara.com – PSM Makassar meraih hasil memuaskan di pertandingan kelima Grup H Piala AFC 2019 kontra Home United dengan skor 3-2 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (30/4/2019). Pertandingan berlangsung sangat menarik lantaran PSM yang sempat tertinggal berhasil membalikkan keadaan.

Sebelum memastikan kemenangan 3-2, Juku Eja –julukan PSM– tertinggal lebih dulu 0-2. Namun dua gol balasan Marc Anthony Klok di menit 60 dan 78, serta gol penentu dari Guy Junior di menit 86 menyelamatkan PSM dari kekalahan.

Menang dramatis, Pelatih PSM Darije Kalezic tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Meski dalam laga itu timnya membuat kesalahan yang berujung dengan dua gol ke gawang Rivky Mokodompit.

“Saya duduk di sini (jumpa pers) dengan perasaan ganda. Babak pertama kami buat banyak peluang untuk mencetak gol dan kami adalah tim yang jauh lebih baik karena mengendalikan permainan,” kata Kalezic dalam jumpa pers usai pertandingan.

“Kami mulai permainan dengan sedikit berbeda dengan harapan ada energi tambahan. Kami dapatkan hal tersebut namun sayangnya tidak cetak gol. Di babak kedua kami dapatkan dua gol yang ‘murah’ dan cepat. Saya harus bicarakan ini dengan pemain,” ungkapnya.

Pesepak bola klub PSM Makassar Zulham Malik Zamrun (kiri) berusaha menyudul bola ke arag gawang klub Home United FC pada pertandingan fase Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2019). Pada pertandingan tersebut PSM Makassar menang atas klub asal Singapura Home United FC dengan skor 3-2 sehingga PSM Makassar dipastikan lolos ke babak semifinal. ANTARA FOTO/Hafidz MubarakPesepak bola klub PSM Makassar Zulham Malik Zamrun (kiri) berusaha menyudul bola ke arag gawang klub Home United FC pada pertandingan fase Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2019). Pada pertandingan tersebut PSM Makassar menang atas klub asal Singapura Home United FC dengan skor 3-2 sehingga PSM Makassar dipastikan lolos ke babak semifinal. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

Tiga pergantian pemain di babak kedua dianggap Kalezic sebagai kunci keberhasilan PSM membalikkan keadaan. Tiga pemain yang masuk sebagai pemain pengganti adalah Rachmat (56′), Rizky Pellu (60′), dan Saldi (75′).

“Tiga pergantian kami mengubah permainan. Kalian bisa melihat kami bisa mencetak tiga gol di menit terakhir. Kami layak dapatkan tiga poin ini,” tegasnya.

“Saya memberikan pujian besar bagi pemain, staf dan terima kasih kepada fans yang mendukung kami. Mereka tetap mendukung kami di situasi sulit seperti saat tertinggal dua gol,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, PSM kokoh di puncak klasemen Grup H dengan perolehan 11 poin. Itu juga memastikan Juku Eja lolos ke babak semifinal zona Asia Tenggara Piala AFC 2019.

“Senang sekali dengan tiga poin ini dan nomor satu di grup. Bagus sekali untuk PSM dan Indonesia. Tapi, saya tidak senang dengan dua gol lawan,” ujar Marc Anthony Klok.

Melawat ke Camp Nou, Bek Liverpool Ogah Terbebani Kenangan Buruk

Suara.com – Benteng pertahanan Liverpool, Virgil van Dijk, mengemban misi khusus jelang pertandingan melawan Barcelona di Camp Nou. Ia bertekad menghapus kenangan buruk di masa lalu yang menyakitkan.

Liverpool akan menyambangi markas Barcelona pada leg pertama babak semifinal Liga Champions 2018/2019 di Camp Nou, Kamis (2/5/2019) dini hari WIB. Pertandingan itu memiliki arti tersendiri bagi Van Dijk.

Van Dijk pernah mengunjungi Camp Nou 2013 silam. Ketika itu, ia yang masih berseragam klub Skotlandia, Celtic, dihajar 1-6 oleh Lionel Messi dan kolega pada pertandingan fase grup Liga Champions.

Setelah enam tahun berselang, Van Dijk bakal datang kembali ke Camp Nou dengan tim yang berbeda. Ia pun optimis bakal meraih hasil yang berbeda pula pada pertandingan nanti.

“Itu adalah stadion yang bagus, bersejarah, dan bermain di sana adalah pengalaman luar biasa bagi saya. Itu adalah pertama kalinya bagi saya, satu-satunya dan yang terakhir kalinya sejauh ini, jadi saya tak sabar melawan mereka lagi, salah satu tim terbaik di dunia,” kata Van Dijk, dikutip dari Sky Sports.

“Tapi saya pikir kali ini bisa benar-benar berbeda dibandingkan dengan terakhir kali saya ke sana. Saya menonton beberapa video, tapi kalau Anda kalah 1-6, sebagai bek, Anda tidak bisa bilang Anda memainkan pertandingan yang bagus. Tapi secara pribadi, positifnya adalah saya mendapat banyak pengalaman dari malah itu dan itu membantu saya, jelas sekali,” tuturnya menambahkan.

Bek Timnas Belanda itu boleh percaya diri menantang Barcelona bersama Liverpool. Sebab, klubnya saat ini memiliki sejarah bagus ketika menghadapi raksasa Catalan. Dalam delapan pertemuan terakhir, The Reds berhasil mengantongi tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan baru dua kali menelan kekelahan.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Tottenham Diterjang Badai Cedera Pemain, Pochettino Tak Mengeluh

Suara.com – Tottenham Hotspur akan mengawali laga hidup mati di babak semifinal Liga Champions. Di leg pertama, Rabu (1/5/2019), tim berjuluk The Lilywhites akan menjamu Ajax di White Hart Lane.

Dalam laga ini, Ajax yang berhasil menyingkirkan juara bertahan Real Madrid di babak 16 besar dan mendepak raksasa Serie A Italia Juventus di babak perempat final, lebih diunggulkan. Apalagi Tottenham saat ini tengah dilanda badai cedera pemain.

Tercatat ada sejumlah pemain yang dipastikan tidak bisa berlaga. Serge Aurier, Danny Winks, Erik Lamela dan Harry Kane tak masuk daftar karena cedera.

Sedangkan Son Heung Min yang tampil menentukan saat menyingkirkan Manchester City di babak perempat final, juga tidak bisa berlaga karena hukuman akumulasi kartu.

Striker Tottenham Hotspur Harry Kane (kanan) mendapatkan perawatan di pinggir lapangan setelah mendapatkan cedera saat menghadapi Manchester City di Liga Champions. Adrian DENNIS / IKIMAGES / AFPStriker Tottenham Hotspur Harry Kane (kanan) mendapatkan perawatan di pinggir lapangan setelah mendapatkan cedera saat menghadapi Manchester City di Liga Champions. Adrian DENNIS / IKIMAGES / AFP

Tak bisa menurunkan sejumlah pemain andalan saat menjamu Ajax, manajer Spurs Mauricio Pochettino tidak mengeluh. Bahkan manajer asal Argentina itu mengaku senang dan yakin bisa meraih hasil positif di leg pertama.

“Bermain di semifinal Liga Champions adalah kesempatan langka. Kami harus siap. Mustahil bagi kami untuk tidak bersemangat,” kata Pochettino.

“Tim punya semangat dan yakin bisa melakukan apapun, karena tidak ada yang mustahil. Itu kekuatan kami.”

“Kami akan bermain sebagai satu kesatuan. Saya tidak peduli siapa yang akan mencetak gol. Kondisi pemain memang menjadi kendala kami saat ini, tapi yang terpenting adalah kolektivitas,” sambungnya seperti dimuat akun Twitter resmi klub @SpursOfficial.

Diunggulkan Lawan Tottenham Hotspur, Bintang Ajax Ini Tak Peduli

Suara.com – Bintang Ajax Amsterdam, Frenkie de Jong, tak ingin jemawa meski diunggulkan jelang menghadapi Tottenham Hotspur pada leg pertama Semifinal Liga Champions 2018/2019. Baginya yang terpenting apapun situasinya harus optimis bisa meraih kemenangan.

Ajax akan menyambangi markas Tottenham di Stadion Tottenham Hotspur, Rabu (1/5/2019) dini hari WIB. Jika melihat kiprah De Godenzonen pada beberapa laga terakhir, Ajax kembali diunggulkann meraih kemenangan.

Di laga tandang Liga Champions 2018/2019, Ajax belum sekalipun menelan kekalahan. Teranyar, anak asuh Erik ten Hag sukses menjungkalkan dua raksasa Eropa, Juventus dan Real Madrid di rumah mereka.

Namun, De Jong sama sekali tika mengira timnya kali ini akan diunggulkan melawan Tottenham. Terlebih, Spurs tampil bagus di Liga Primer Inggris dengan unggul dari Chelsea, Arsenal, dan Manchester United, di klasemen sementara.

Meski demikian, gelandang 21 tahun itu tidak terlalu peduli karena status unggulan tidak menjamin sebuah tim bisa mengantongi kemenangan.

“Aku rasa kami bukan favoritnya. Mereka bermain di Premier League dan tampil bagus,” De Jong, dilansir dari OneFootball.

“Di atas kertas, kami tidak lebih baik daripada mereka, tapi juga tidak lebih buruk. Tidak masalah siapa favoritnya, selama kami lolos ke babak berikutnya,” tuturnya menambahkan.

Pertandingan nanti akan jadi pertemuan ketiga mereka tim di kompetisi Eropa atau yang pertama sejak 1981. Sebelumnya Tottenham berhasil meraih dua kemenangan di babak pertama Piala Winners 1981/1982, yakni 3-1 dan 3-0. (bolatimes.com)

Jelang Barcelona vs Liverpool, Luis Suarez Pilih Puji Mantan Klubnya

Suara.com – Luis Suarez memilih memuji Liverpool saat akan menghadapi mantan klubnya di Liga Champions. Namun striker Barcelona ini memastikan tetap akan membawa skuatnya mengalahkan Liverpool sehingga merea semakin dekat dengan trofi Liga Champions.

Barcelona dan Liverpool yang merupakan finalis di musim lalu akan berjumpa di babak semifinal Liga Champions. Leg pertama perebutan tiket ke final akan dimulai di markas Barcelona, Camp Nou, Kamis (1/4/2019) dini hari WIB.

Ini juga akan menjadi reuni Suarez dengan Liverpool. Striker veteran Uruguay ini telah menghabiskan tiga musim merumput di Liverpool dan memenangi Piala Liga Inggris sebelum bergabung dengan Barcelona pada 2014.

Suarez pun memuji mantan klubnya tersebut di tangan Jurgen Klopp, dimana mereka juga bersaing dalam prebutan gelar Liga Inggris setelah terpaut satu poin dari Manchester City di dua pertandingan tersisa.

Luis Suarez usai berhasil mencetak gol dalam match Liga Spanyol Rayo Vallecano de Madrid dan FC Barcelona di Vallecas stadium, Madrid, Minggu (4/11/2018) dini hari. [Benjamin Cremel/AFP]Luis Suarez usai berhasil mencetak gol dalam match Liga Spanyol Rayo Vallecano de Madrid dan FC Barcelona di Vallecas stadium, Madrid, Minggu (4/11/2018) dini hari. [Benjamin Cremel/AFP]

“Liverpool sekarang dalam posisi di mana masa depan mereka terlihat sangat cerah lagi,” kata Suarez. “Persaingan sangat ketat di Inggris musim ini sehingga tak mungkin untuk mengatakan Liverpool dan Manchester City yang akan menjadi juara.”

“Tapi Liverpool sekarang dalam posisi dimana mereka akan menantang di masa depan. Saat kami hampir meraih gelar, ada begitu banyak kekecewaan karena saya pikir ada perasaan bahwa itu adalah momen kami dan kami tidak akan mendapatkan yang lain.”

“Namun sekarang Liverpool memiliki skuad, investasi, juga pengaturan di mana ini tidak akan menjadi musim satu kali,” ujarnya.

Luis Suarez pun tidak memungkiri bahwa Liverpool memiliki peran besar dalam karirnya. Namun kini dia adalah miliki Barcelona dan bertekad untuk menghadapi mantan klubnya tersebut guna membawa skuatnya semakin dekat meraih gelar juara.

“Liverpool akan selalu penting bagi saya – karena telah memberikan saya kesempatan, untuk memainkan peran besar dalam perkembangan saya, dan tentu saja untuk suporter yang menakjubkan.

“Tetapi ini adalah semifinal Liga Champions dan yang terpenting adalah membantu Barcelona berjuang untuk selangkah lebih dekat meraih trofi lainnya,” pungkas Luis Suarez. (Scoresway)

Nyaris Kalah, PSM Makassar Tumbangkan Home United di Pakansari

Suara.com – Setelah bermain imbang di pertemuan pertama di fase Grup H Piala AFC 2019, PSM Makassar akhirnya berhasil memetik kemenangan dari Home United. Menjamu wakil Singapura di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (30/4/2019), PSM menang tipis 3-2.

Dalam laga itu, PSM sempat tertinggal dua gol di awal babak kedua. Namun dua gol yang dicetak Marc Anthony Klok di menit 60 dan 78, serta satu gol penentu dari Guy Junior di menit 86 berhasil mengubur mimpi Home United untuk membawa pulang tiga poin dari laga tandang kali ini.

Dengan tambahan tiga poin, PSM semakin kokoh bertengger di puncak klasemen sementara Grup H dengan 11 poin dari lima laga. Sementara Home United bergeser ke posisi tiga dengan tujuh poin.

Jalannya Pertandingan

Bertandang ke Stadion Pakansari, Home United mengambil inisiatif menyerang lebih dulu. Tekanan berhasil dilakukan ke barisan pertahanan PSM Makassar, namun tak satupun peluang yang membahayakan gawang Rivky Mokodompit tercipta.

Memasuki menit ke-11, PSM mengawali ancamannya dengan memanfaatkan kesalahan yang dilakukan pemain belakang Home United, Qai, tepat di depan kotak penalti. Sayang bola yang disambar Guy Junior melambung tinggi.

Tak sampai satu menit berselang, ancaman kembali ditebar PSM. Arfan melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti, namun bola masih melenceng tipis dari gawang tim tamu yang dikawal Nazri.

Home United mencoba bereaksi dalam mengatasi tekanan PSM. Akan tetapi hingga pertengahan laga serangan yang dibangun tim tamu berhasil dipatahkan.

Kejutan terjadi di awal babak kedua, tepatnya di menit 51. Mendapat sodoran bola dari Amiruldin Asraf, Hafiz Nor yang berhasil mengecoh bek PSM di kotak terlarang sukses menundukkan Mokodompit dan mengubah papan skor menjadi 0-1.

Hanya berselang empat menit, gawang PSM kembali bergetar. Lolos dari jebakan offside, Hafiz Nor kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Tertinggal dua gol, Juku Eja mencoba membalas. Peluang emas didapat di menit 60 setelah bek tim tamu dengan sengaja menghentikan bola yang disepak M Rachmat dengan tangan. Wasit dengan sigap menunjuk titik putih bagi PSM.

Marc Klok yang maju sebagai algojo tidak membuang peluang tersebut dan sukses mengubah skor menjadi 1-2.

Memasuki menit 78, Klok berhasil menyeimbangkan papan skor menjadi 2-2 setelah sepakan kerasnya dari tepi kotak penalti gagal dibendung Nazri.

Papan skor imbang 2-2, PSM semakin semangat melancarkan tekanan. Empat menit jelang berakhirnya waktu normal, kerja keras anak-anak asuh Darije Kalezic pun terbayar.

Menyambut assist Wiljan Jan Pluim, Guy Junior berhasil membalikkan keadaan sekaligus mengunci kemenangan PSM Makassar dengan skor 3-2.

Susunan Pemain:
PSM Makassar (4-3-1-2): Rivky Mokodompit, Aaron Evans, Munhar, Beny Wahyudi, Taufik Hidayat, M. Arfan, Marc Klok, Asnawi Mangkualam Bahar, Wiljan Pluim, Zulham Zamrun, Guy Junior.
Cadangan PSM: Hilmansyah, Zulkifli Syukur, Hasyim Kipuw, Rizky Pellu, Bayu Gatra, Saldi, M. Rahmat.

Home United (4-4-2): Nazri, Faritz, Qai, Asraf, Jantan, Izzdin, Syafiq, Hafiz Nor, Loon, Adam, Song.
Cadangan Home United: Hasnol, Khairullah, Cernak, Faris, Yazid, Suhaimi, Salim.

Preview Tottenham Hotspur vs Ajax Amsterdam: Duel Dua Tim Underdog

Suara.com – Satu laga leg pertama semifinal Liga Champions 2018/2019 akan dihelat Rabu (1/5/2019) dini hari WIB. Wakil Inggris Tottenham Hotspur akan menjamu raksasa Belanda Ajax Amsterdam di Tottenham Hotspur Stadium.

Kedua tim yang akan saling bentrok dini hari nanti ini tentu berstatus sebagai underdog, jika berbicara soal kans menjadi juara di Liga Champions musim ini.

Ya, Tottenham dan Ajax jelas merupakan underdog jika dibandingkan dengan dua semifinalis lainnya, Barcelona dan Liverpool. 

Meski demikian, Tottenham dan Ajax jelas bukan sembarang underdog. Tottenham mampu menyingkirkan favorit juarra Liga Champions 2018/2019, yakni sesama tim Liga Inggris Manchester City.

Tottenham besutan pelatih Mauricio Pochettino juga sempat menahan imbang tuan rumah Barcelona 1-1 di Camp Nou pada babak fase grup lalu.

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino (kanan) merayakan kelolosan timnya ke semifinal Liga Champions 2018/2019 bersama penyerang Fernando Llorente, usai laga leg kedua perempatfinal kontra Manchester City di Etihad Stadium, Kamis (18/4/2019) dini hari WIB. [Anthony Devlin / AFP]Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino (kanan) merayakan kelolosan timnya ke semifinal Liga Champions 2018/2019 bersama penyerang Fernando Llorente, usai laga leg kedua perempatfinal kontra Manchester City di Etihad Stadium, Kamis (18/4/2019) dini hari WIB. [Anthony Devlin / AFP]

Sementara itu, Ajax lebih fenomenal lagi. Merangkak masuk ke Liga Champions 2018/2019 dari sesi Kualifikasi Kedua, Ajax mampu menahan imbang Bayern Munich dalam dua pertemuan di fase grup dan lolos ke fase gugur sebagai runner-up grup. 

Nah, di babak knockout, Ajax asuhan pelatih Erik ten Hag, yang dijuluki Pep Guardiola dari Belanda, sukses mengandaskan juara bertahan kompetisi, Real Madrid di babak 16 besar.

Dan di fase perempatfinal lalu, Ajax secara luar biasa berhasil mengeleminasi favorit juara lainnya, yakni raksasa Italia Juventus.

Pelatih Ajax Erik ten Hag hadiri jumpa pers jelang pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions, Selasa (30/4/2019) [AFP]Pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag. [AFP]

Tottenham boleh dibilang lebih difavoritkan untuk memenangi laga dini hari nanti, terlebih mereka bermain di kandang. Namun, memandang sebelah mata Ajax rasa-rasanya bakal jadi kesalahan besar bagi The Lilywhites –julukan Tottenham.

Sebagai informasi, bagi Tottenham ini adalah kali pertama bagi mereka berlaga di babak semifinal Liga Champions sejak musim 1961/1962 silam, di mana kompetisi saat itu masih bernama Piala Champions.

Di sisi lain, Ajax Amsterdam juga sudah lebih dari dua dekade tak pernah menginjakkan kaki di babak empat besar Liga Champions.

Kali terakhir de Godenzonen –julukan Ajax– tampil di semifinal kompetisi paling elite di Eropa adalah pada musim 1996/1997 lalu.

Road to Semifinal

Di Liga Champions musim ini, Tottenham lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup B di bawah Barcelona.

Tottenham kemudian menyingkirkan Borussia Dortmund (3-0 kandang dan 1-0 tandang) di babak 16 besar, dan sesama tim Premier League, Manchester City (1-0 kandang dan 3-4 tandang) di fase delapan besar.

Sementara itu, Ajax telah melalui perjalanan panjang di Liga Champions musim ini. Sebelum tampil di babak fase grup, Ajax menyingkirkan Sturm Graz di babak Kualifikasi Kedua (agregat 5-1), Standard Liege di Kualifikasi Ketiga (agregat 5-2), serta Dynamo Kiev di fase play-off (agregat 3-1).

Ajax kemudian lolos ke fase gugur dengan status runner-up Grup E di bawah Bayern Munich, sebelum menyingkirkan Real Madrid (1-2 kandang dan 4-1 tandang) di babak perdelapanfinal, dan Juventus (1-1 kandang dan 2-1 tandang) di delapan besar.

Head-to-Head

Kedua tim baru bertemu sekali –dengan dua leg pertandingan– di kancah Eropa, yakni di putaran pertama Piala Winners 1981/1982 silam.

Kala itu, Tottenham menang 3-1 pada leg pertama di Amsterdam. Pada leg kedua di White Hart Lane, Tottenham juga menang 3-0. Tottenham pun menyingkirkan Ajax dengan agregat telak 6-1.

Team News

Tottenham dipastikan tak bisa diperkuat empat pilar penting mereka pada laga dini hari nanti, termasuk sang bomber andalan Harry Kane yang masih diganggu cedera engkel.

Kane juga diyakini masih akan absen pada leg kedua saat Tottenham bertandang ke markas Ajax, Johan Cruijff Arena pekan depan. 

Seakan belum cukup, attacker andalan Spurs lainnya, Son Heung-min juga dipastikan absen karena suspensi akumulusi kartu kuning.

Laga dini hari nanti juga dipastikan terlalu cepat bagi gelandang Harry Winks (cedera pinggul) dan fullback Serge Aurier (hamstring) untuk comeback dari problem mereka masing-masing.

Yang menarik, Tottenham punya empat mantan pemain Ajax dalam skuat mereka, yakni Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, Davinson Sanchez dan Christian Eriksen yang semuanya diyakini akan jadi starter melawan sang mantan.

Di sisi lain, semua pemain Ajax berada dalam kondisi siap tempur untuk laga dini hari nanti. Praktis hanya fullback Noussair Mazraoui yang bakal absen karena cedera engkel.

Dua pemain yang pernah merasakan atmosfer Premier League, Daley Blind (eks Manchester United) dan Dusan Tadic (eks Southampton) tentu bakal sangat diandalkan Ajax dini hari nanti.

Nama terakhir jelas akan jadi andalan utama Ajax di lini serang, sebagaimana pemain internasional Serbia itu secara fenomenal telah mengemas 34 gol dan 21 assist di semua kompetisi untuk de Godenzonen di musim 2018/2019 ini.

Prakiraan Susunan Pemain

Tottenham Hotspur XI: Lloris; Trippier, Alderweireld, Sanchez, Rose; Dier, Wanyama, Eriksen; Alli, Lucas; Llorente.

Pelatih: Mauricio Pochettino (Argentina)

 Kane (ankle), Lamela (hamstring), Aurier (hamstring), Winks (hip), Son (suspended)

Ajax Amsterdam XI: Onana; Tagliafico, Blind, De Ligt, Mazraoui; De Jong, Van de Beek, Schone; Neres, Tadic, Ziyech.

Pelatih: Erik ten Hag (Belanda)

Ajax Berpeluang Sabet Tiga Gelar, Ten Hag: Kami Siap Berikan yang Terbaik

Suara.com – Ajax menjadi tim yang paling disorot musim ini. Di bawah asuhan pelatih Erik ten Hag, de Godenzonen– julukan Ajax– tampil fantastis di kancah domestik dan juga Eropa.

Semua itu tidak lepas dari keberanian ten Hag memberikan kesempatan kepada banyak pemain muda dalam tim utama. Sebut saja Frenkie de Jon, Donny van de Beek, Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech. Empat pemain de Godenzonen yang banyak membuat klub papan atas Eropa jatuh hati.

Alhasil, peluang Ajax untuk menutup musim ini dengan tiga gelar pun terbuka lebar. Di Eredivisie, Ajax saat ini memuncaki klasemen sementara dengan 80 poin. PSV Eindhoven membayangi di posisi kedua dengan poin sama, namun kalah produktivitas gol dari Ajax.

Dengan sisa dua pertandingan, jika Ajax tidak terpeleset, bukan mustahil de Godenzonen akan menjuarai kompetisi kasta tertinggi di Negeri Kincir Angin tersebut. Di ajang domestik lainnya, KNVB Beker, Ajax akan menghadapi Willem II di partai final.

Para pemain Ajax Asterdam merayakan kemenangan setelah mengalahkan Juventus selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions antara Juventus melawan Ajax Amsterdam di Allianz Stadium, Turin, Italia, Rabu (17/4) dini hari WIB. [Marco Bertorello / AFP]Para pemain Ajax Asterdam merayakan kemenangan setelah mengalahkan Juventus selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions antara Juventus melawan Ajax Amsterdam di Allianz Stadium, Turin, Italia, Rabu (17/4) dini hari WIB. [Marco Bertorello / AFP]

Sementara di kancah Eropa, Ajax yang berstatus kuda hitam berhasil melaju ke babak semifinal usai menyingkirkan Real Madrid di babak 16 besar dan Juventus di babak perempat final. Di partai empat besar, Ajax akan menghadapi wakil Inggris Tottenham Hotspur.

Leg pertama babak semifinal Liga Champions antara Tottenham Hotspur versus Ajax akan digelar di White Hart Lane, Rabu (1/5/2019) dini hari WIB.

“Mereka (pemain) masih sangat muda namun kemampuan mereka berkembang begitu pesat di dua musim terakhir. Semuanya berkat jam terbang mereka di kancah domestik dan Eropa. Mereka berkembang seiring dengan menyatunya tim ini,” kata ten Hag seperti dikutip uefa.com.

“Kami masih memiliki lima pertandingan yang harus dimainkan, dan pemilihan pemain tentunya harus tepat.”

“Para pemain fit dan sangat bersemangat. Kami akan menampilkan permainan terbaik kami,” tambahnya.

Gelandang Ajax Donny van de Beek hadiri jumpa pers jelang pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions, Selasa (30/4/2019) [AFP]Gelandang Ajax Donny van de Beek hadiri jumpa pers jelang pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions, Selasa (30/4/2019) [AFP]

Peluang menutup musim dengan tiga gelar pun disambut penuh semangat oleh gelandang Ajax Donny van de Beek.

“Sebagai sebuah tim, kami sangat berkembang. Besok, menghadapi Tottenham kami harus mengerahkan kemampuan terbaik kami,” kata Donny.

“Semuanya berlangsung sangat cepat dan kami masih berjuang di tiga kompetisi. Saya sangat senang dan menikmati pengalaman ini.”

Di awal musim Donny kerap duduk di bangku cadangan. Namun setelah diberi kesempatan saat menghadapi AEK Athens di fase grup Liga Champions, Donny yang saat itu mencetak gol menjadi langganan starting line up sang pelatih.

Kreativitas van de Beek di lini tengah berhasil mencuri hati Erik ten Hag.

loading…

Main di Kandang Spurs, Pelatih Ajax Optimistis Petik Kemenangan

Suara.com – Rabu (1/5/2019) dini hari WIB, jutaan pasang mata pecinta sepak bola dunia akan tertuju ke White Hart Lane. Tim papan atas Liga Premier Inggris, Tottenham Hotspur, akan menjamu Ajax di leg pertama babak semifinal Liga Champions musim ini.

Pertemuan antara Tottenham dengan Ajax di semifinal kompetisi kasta tertinggi Eropa ini memang cukup mengejutkan. Karena tidak ada yang menyangka Tottenham bisa mengulang penampilan mereka di musim 1961/62 silam, saat kompetisi masih bernama Piala Champions, dengan tampil di semifinal. Sementara Ajax, merupakan tim yang tidak diperhitungkan sejak Liga Champions musim 2018/19 bergulir.

Kembali tampil di semifinal Liga Champions sejak musim 1996/97, pelatih Ajax Erik ten Hag mengaku yakin dengan peluang yang dimilikinya. Meski bermain di kandang lawan, pelatih berusia 49 tahun itu tetap optimistis.

“Kami sudah menyiapkan tim dengan matang, dalam artian menyadari kekuatan kami. Kami menghormati lawan, seperti halnya di pertandingan-pertandingan sebelumnya,” ujar ten Hag.

“Kami tidak naif, hanya akan tampil dengan penuh percaya diri. Tak dipungkiri, kami juga banyak menelan kekalahan. Tapi saya pikir, besok kami tetap berpeluang (menang),” sambungnya seperti dimuat uefa.com.

“Kami ingin tetap berada di sini (Liga Champions). Berada di babak semifinal Liga Champions, rasanya sangat luar biasa.”

Para pemain Ajax Asterdam merayakan kemenangan setelah mengalahkan Juventus selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions antara Juventus melawan Ajax Amsterdam di Allianz Stadium, Turin, Italia, Rabu (17/4) dini hari WIB. [Marco Bertorello / AFP]Para pemain Ajax Asterdam merayakan kemenangan setelah mengalahkan Juventus selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions antara Juventus melawan Ajax Amsterdam di Allianz Stadium, Turin, Italia, Rabu (17/4) dini hari WIB. [Marco Bertorello / AFP]

Tingginya rasa percaya diri yang ditunjukkan ten Hag cukup beralasan. Melirik sedikit ke belakang, dua raksasa yang dijagokan menjadi juara Liga Champions musim ini berhasil ditumbangkan.

Ajax yang didominasi pemain-pemain muda berhasil menyingkirkan Real Madrid yang juara bertahan di tiga musim sebelumnya, di babak 16 besar. Sedangkan di babak perempat final, giliran raksasa Serie A Italia Juventus yang menjadi korban.

Pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag. [Filippo MONTEFORTE / AFP]Pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag. [Filippo MONTEFORTE / AFP]

“Sejak awal musim, tidak ada yang menyangka wakil Belanda bisa melaju ke babak semifinal Liga Champions. Kami ingin terus mengukir prestasi. Kami tidak ingin berpuas diri dengan apa yang sudah kami capai (saat ini),” ujar ten Hag.

“Saya percaya pada tim, pada pemain dan rencana yang sudah kami sepakati bersama. Mereka (para pemain) bebas untuk mengambil keputusan atau berimprovisasi jika rencana berubah atau tidak berjalan lancar,” tambahnya.

“Kami bisa tampil lebih bagus dan lebih efektif. Itu terlihat ketika kami bertandang ke markas Real Madrid. Di Turin (markas Juventus), pertandingan berakhir 2-1. Tapi sebenarnya kami bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.”

loading…

Respons Manajemen Persib soal Rumor Transfer Gelandang Serang Asal Slovenia

Suara.com – Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono akhirnya buka suara mengomentari rumor transfer gelandang serang asal Slovenia, Rene Mihelic ke Persib yang sangat santer beredar belakangan ini.

Meski demikian, Kuswara memberikan jawaban abu-abu ihwal kepastian bergabungnya Mihelic ke Persib di bursa transfer jelang Liga 1 2019 ini, sebagai pemain yang nantinya akan menggantikan posisi yang ditinggalkan Srdan Lopicic.

“Belum bisa kita pastikan (transfer Milehic) ya, nanti mungkin saat semuanya sudah pasti diumumkan. Kita ingin (mengumunkan) pada saat dirinya benar-benar jadi bagian dari Persib, kita ingin jika betul-betul sudah fixed,” demikian pernyataan gantung Kuswara di Bandung, Selasa (30/4/2019).

Rene Mihelic. [bolatimes.com]Rene Mihelic. [bolatimes.com]

Sementara ini, kata Kuswara, belum ada pemain tambahan baru di skuat Persib. Namun, dia tidak memungkiri, ke depannya manajemen Persib masih akan mendatangkan pemain baru lagi.

“Belum (ada), jadi masih dalam proses. Nanti kalau sudah positif baru dikasih tahu. Jadi sementara ini pasca Lopicic sudah tidak di Persib, belum ada tambahan lagi. Nanti kalau sudah ada baru kita kenalkan,” terangnya.

Kuswara mengatakan, pihak manajemen tetap dalam koridor mengusahakan pemain tambahan sesuai dengan yang direkomendasikan tim pelatih.

Kalau pelatih kepala Miljan Radovic menyodorkan nama pemain yang menjadi incaran Persib, maka tugas manajemen mengusahakan pemain itu untuk bergabung dengan skuat Pangeran Biru.

“Semua atas dari rekomendasi pelatih, manajemen tinggal meneruskan saja. Termasuk kemarin Lopicic dilepas itu atas dasar dari rekomendasi pelatih,” beber Kuswara.

Sedikit informasi soal Mihelic, pemain yang mengoleksi tiga caps bersama Timnas Senior Slovenia itu merupakan seorang gelandang serang yang kini berusia 30 tahun.

Pernah memperkuat tiga klub yang cukup terkenal di ranah Eropa, Maribor (Slovenia), Nacional (Portugal), Levski Sofia (Bulgaria), serta Debrecen (Hungaria), Mihelic disebut didapatkan Persib dengan harga transfer 350 ribu euro (sekira Rp 5,5 miliar) dari klub India, Delhi Dynamos. Demikian seperti dilansir laman transfer terkemuka, transfermarkt.

Kontributor : Aminuddin

loading…

Duh! Leg Kedua Persija vs Bali United Diundur dan Dipindah ke Wibawa Mukti

Suara.com – Pertandingan antara Persija Jakarta vs Bali United pada leg kedua perempatfinal Piala Indonesia 2018 mengalami perubahan jadwal. Laga yang sedianya digelar di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi pada 4 Mei 2019 itu berubah jadwal. 

Hal itu dikarenakan tidak adanya izin untuk menggunakan Stadion Patriot. Izin tak keluar lantaran masih dalam periode pasca Pemilu 2019. 

Kubu Bali United melalui akun Instagram resminya telah mengumumkan bahwasanya laga leg kedua akan digelar pada 5 Mei 2019. Dan untuk venue, bukan di Stadion Patriot, melainkan di Stadion Wibawa Mukti yang berada di Cikarang. 

CEO Persija, Ferry Paulus pun membenarkan hal ini. Menurutnya, tidak ada pilihan lain selain menggunakan Stadion Wibawa Mukti. 

“Iya, SUGBK (Stadion Utama Gelora Bung Karno) di pakai Ed Sheraan (untuk konser). Patriot karena di tengah kota, izin tidak keluar karena finalisasi perhitungan suara Pilpres (2019) tanggal 4-5 (Mei). Hanya ada Wibawa Mukti saja,” terang Ferry Paulus kepada suara.com, Selasa (30/4/2019).

Sebagaimana diketahui, sebelumnya kedua tim telah memainkan leg pertama yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada 26 April 2019, dengan Balu United sebagai tuan rumah.

Laga tersebut dimenangkan oleh Bali United dengan skor 2-1. Dua gol tuan rumah diborong Stefano Lilipaly pada menit 52 dan 81, sementara Persija mencetak gol tandang via sang bomber gaek, Bambang Pamungkas pada menit 85.

loading…

Lawan Ajax, Tottenham Diharapkan Bisa Kembali ke Jalur Kemenangan

Suara.com – Usai dipermalukan 0-1 di kandang sendiri oleh West Ham United dalam lanjutan Liga Inggris 2018/2019 akhir pekan lalu, penyerang gaek Tottenham Hotspur, Fernando Llorente berharap timnya bisa kembali ke jalur kemenangan saat melakoni laga semifinal Liga Champions, Rabu (1/5/2019) dini hari WIB.

Llorente berharap reaksi positif Tottenham kala menjamu Ajax Amsterdam dalam leg pertama semifinal di Tottenham Hotspur Stadium dini hari nanti

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino (kanan) merayakan kelolosan timnya ke semifinal Liga Champions 2018/2019 bersama penyerang Fernando Llorente, usai laga leg kedua perempatfinal kontra Manchester City di Etihad Stadium, Kamis (18/4/2019) dini hari WIB. [Anthony Devlin / AFP]Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino (kanan) merayakan kelolosan timnya ke semifinal Liga Champions 2018/2019 bersama penyerang Fernando Llorente, usai laga leg kedua perempatfinal kontra Manchester City di Etihad Stadium, Kamis (18/4/2019) dini hari WIB. [Anthony Devlin / AFP]

“Mungkin ini lebih baik, bukan? Kalah akhir pekan lalu melawan West Ham. Untuk itu, kami mau tak mau harus bangkit, memberi reaksi positif dan kembali ke jalur kemenangan melawan Ajax,” buka Llorente seperti dimuat ESPN.

“Kami akan kembali bermain di kandang, jadi kami punya kesempatan untuk menebus dosa kami akhir pekan lalu. Benar, kami butuh semua orang bangkit. Yang pasti, jika main seperti melawan West Ham pada laga lawan Ajax nanti, kami akan kalah,” celoteh penyerang berusia 34 tahun tersebut.

“Pertandingan seperti ini (semifinal) tak perlu dipersiapkan karena mentalitas semua pemain akan berbeda. Namun kami harus fokus dan kami harus meraih kemenangan,” cetusnya. 

“Saya tak habis pikir mengapa mentalitas tim tidak siap melawan West Ham. Saya tidak tahu mengapa, tapi saya katakan kepada Anda, jika kami main seperti itu lawan Ajax sudah pasti kami akan kalah!” tukas eks bomber andalan Athletic Bilbao itu.

loading…

PSSI Bertemu Pelatih Timnas dari Semua Level, Apa yang Dibahas?

Suara.com – PSSI rupanya melakukan pertemuan tertutup dengan jajaran pelatih Timnas Indonesia dari semua level, Selasa (30/4/2019). Pertemuan kemarin dilangsungkan di kantor PSSI, kawasan Senayan, Jakarta.

Seperti diungkapkan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, beberapa hal dibahas dalam pertemuan tersebut, salah satunya adalah program Filanesia (Filosofi Sepakbola Indonesia). 

Pada pertemuan itu, pihak PSSI diwakilkan oleh Ratu Tisha. Dan hadir lima pelatih Timnas Indonesia yakni Simon McMenemy (timnas senior), Indra Sjafri (timnas U-23), Fakhri Husaini (timnas U-19), Bima Sakti (timnas U-16), dan Rully Nere (timnas perempuan).

PSSI menginginkan agar Filanesia bisa diterapkan dalam kompetisi yang nantinya bermuara ke tim nasional. PSSI sengaja mengumpulkan pelatih timnas dengan maksud menyempurnakan Filanesia. 

“Setelah konten pembinaan karakter kita masukkan dan sudah kita mulai implementasi tahun lalu, pengembangan terus kita lakukan demi menyempurnakan Filanesia,” jelas Tisha dalam rilis yang diterima suara.com.

“Kita mendapatkan saran dan masukan yang luar biasa positif untuk bersama-sama menyempurnakan Filanesia. Konektivitas antara edukasi sepakbola akar rumput, kompetisi usia muda, dan timnas sebagai muaranya jadi salah satu bahasan yang kita jadikan kunci keberhasilan pengembangan Filanesia,” ungkap perempuan berparas cantik tersebut.

Sebagai informasi, Filanesia adalah sebuah filosofi yang menjadi pondasi dan karakter sepakbola Indonesia, baik untuk pembinaan usia dini sampai profesional dari segi individu maupun tim.

Filosofi ini merupakan salah satu perhatian khusus PSSI yang akan menjadi panduan dalam hal lingkup sepakbola, seperti penjenjangan latihan berdasarkan usia, pengembangan teknik pemain, dan ciri-ciri bermain di lapangan.

Guardiola dari Belanda Sebut Blind dan Tadic sebagai Kunci Sukses Ajax

Suara.com – Ajax Amsterdam telah melakoni perjalanan panjang nan fenomenal di Liga Champions musim ini. Bagaimana tidak, De Godenzonen –julukan Ajax– sukses menembus semifinal meski harus memulai kompetisi dari babak Kualifikasi Kedua. 

Ajax pun akan menjajal kekuatan Tottenham Hotspur di babak empat besar Liga Champions 2018/2019. Ajax bakal melakoni leg pertama dengan tandang ke Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (1/5/2019) dini hari WIB.

Jelang partai dini hari nanti, pelatih Ajax Erik ten Hag pun menyebut dua pemain yang jadi kunci sukses timnya di kampanye Liga Champions musim ini.

Dua pemain tersebut adalah Daley Blind dan Dusan Tadic, duo pemain senior yang didatangkan ten Hag dari Liga Inggris pada bursa transfer musim panas 2018 lalu. Blind ‘dipulangkan’ Ajax dari Manchester United, sementara Tadic diboyong dari Southampton.

Di fase semifinal ini, ten Hag mengakui jika pasukannya masih kurang dalam hal pengalaman. Seperti diketahui, skuat De Godenzonen memang dihuni oleh banyak pemain muda.

Nah, pengalaman yang dimiliki Blind dan Tadic pun akan sangat diandalkan pada laga leg pertama nanti, dan tentunya pada leg kedua saat Ajax menjadi tuan rumah di Johan Sruijff ArenA pekan depan.

Terlebih, Blind dan Tadic pernah bermain di Premier League, yang tentu pernah merasakan langsung bermain melawan Tottenham.

“Kami mungkin kurang pengalaman di semifinal ini. Namun saya percaya diri dengan semangat yang dimiliki anak-anak muda ini, bahwa kami bisa melewati hadangan Tottenham. Pengalaman Daley dan Dusan juga akan sangat kami andalkan, mereka sudah tahu karakter Tottenham, gaya permainan Premier League” buka ten Hag seperti dimuat ESPN

“Tampil di Liga Champions musim ini, pada awal musim kami pun dengan sengaja melihat ke Premier League. Kami memutuskan untuk mendatangkan Daley dan Dusan, dan saya pikir keduanya adalah kunci sukses kami bisa mencapai semifinal. Impact keduanya amat masif bagi skuat muda kami,” celotehnya.

Pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag. [Filippo MONTEFORTE / AFP]Pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag (kedua dari kiri). [Filippo MONTEFORTE / AFP]

Meski pencapaian tim sudah luar biasa nan fenomenal, ten Hag sendiri berharap agar langkah Ajax tidak berhenti pada fase semifinal ini.

Pelatih berusia 49 tahun yang dijuluki ‘Pep Guardiola dari Belanda’ itu berharap timnya bisa melaju lebih jauh lagi di Liga Champions 2018/2019.

“Kami sudah mencapai sesuatu, tapi kami ingin melakukan lebih banyak lagi. Kami tidak ingin berpuas diri, kami sangat semangat dan kami sangat segar. Kami bisa melakukan yang terbaik, kami tahu betul hal itu. Kami berharap bisa ke final. Juara? Ke final dulu saja, itu yang terpenting,” tandas sang juru taktik.

Bhayangkara FC Tak Jadi Pakai Stadion Madya sebagai Kandang, Kenapa?

Suara.com – Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji memastikan timnya tidak jadi menggunakan Stadion Madya, Senayan, Jakarta sebagai kandang mereka di kompetisi Liga 1 2019. Diungkapkan Sumardji, harga sewa Stadion Madya terlalu mahal buat Bhayangkara FC. 

Seperti diketahui, The Guardian –julukan Bhayangkara FC– memang sedang mencari alternatif lain selain Stadion PTIK Jakarta untuk kandang mereka. Pasalnya, di Stadion PTIK akan dilakukan proses renovasi.

Bhayangkara FC pun sempat disebut-sebut akan menggunakan Stadion Madya. Namun, kini kubu The Guardian lebih memilih menggunakan Stadion Patriot Chandrabhaga di Bekasi yang dinilai harga sewanya jauh lebih murah.

Stadion Patriot akan jadi home kampiun Liga 1 2017 di Liga 1 2019 nanti.  

“Kami tidak jadi di sana (Stadion Madya). Harga sewanya bisa sampai Rp 130 juta,” ungkap Sumardji. 

Bhayangkara FC sendiri dipastikan akan kembali ke Stadion Patriot seperti musim 2017, musim di mana mereka menjadi jawara Liga 1.

Ya, tim milik kepolisian itu akan ‘berbagi’ dengan Persija Jakarta yang dipastikan juga menggunakan Stadion Patriot, yang berkapasitas 30 ribu penonton itu, sebagai home di Liga 1 2019 selain Stadion Utama Gelora Bung Karno.

“Kalau Stadion Patriot harga sewanya hanya Rp 55 juta, kabarnya tahun ini naik tapi tidak melebihi harga sewa di Stadion Madya,” terang Sumardji.

Becamex Binh Duong Unggul Fisik dan Postur, Ivan Kolev: Persija Tak Gentar!

Suara.com – Persija Jakarta akan melawat ke Vietnam untuk menantang tuan rumah Becamex Binh Duong pada laga matchday 5 Grup G Piala AFC 2019 di Stadion Go Dau, Vietnam, Rabu (1/5/2019) sore WIB. Pelatih Persija, Ivan Kolev pun menyebut pasukannya bakal coba tampil sebaik-baiknya dalam laga tandang ini.

Raihan tiga poin dari partai ini tentu akan membuat peluang Persija lolos dari fase grup menuju semifinal zona Asia Tenggara Piala AFC 2019 terbuka.

Saat ini, Persija masih tertahan di peringkat ketiga klasemen Grup G dengan koleksi empat poin dari empat laga. Pasukan Ibu Kota berselisih tiga angka dari Binh Duong yang ada di posisi kedua klasemen dan delapan poin dari Ceres Negros (Filipina) yang bertengger di puncak. 

Ya, kemenangan bisa membuat Persija menggeser Binh Duong dari peringkat kedua. Persija sendiri masih bisa berharap lolos ke semifinal dengan status runner-up terbaik grup. 

Oleh karena itu, Kolev memastikan bakal memaksimalkan kekuatan pasukannya di pertandingan besok. Meski diakuinya, itu tidak akan mudah karena Persija bermain sebagai tim tamu.

“Mereka unggul dari segi fisik. Pemain mereka tinggi-tinggi dan kuat di bola udara. Pemain bek dan sayap mereka bagus. Tapi kami tidak gentar, kami tidak ke sana untuk hanya main saja!” tegas Kolev.

Namun, Persija sendiri bukannya tanpa masalah. Ismed Sofyan dan kawan-kawan dihantui rasa lelah setelah melakoni laga leg pertama perempatfinal Piala Indonesia 2018 melawan Bali United, pekan lalu. 

“Tidak hanya karena faktor fisik, tapi ada beberapa pemain yang tidak bisa dipasang di turnamen tertentu. Ini yang juga jadi kendala bagi saya untuk meracik tim. Persija saat ini ada di situasi yang tidak begitu mudah, tapi saya percaya mereka bisa,” pungkas pelatih berpaspor Bulgaria tersebut.

Jawab Kritik Pelatih Spurs, Erik ten Hag Beri Sindiran Pedas

Suara.com – Laga pembuka semifinal Liga Champions akan dimulai dengan duel Tottenham Hotspur kontra Ajax Amsterdam, Rabu (1/5/2019) dini hari nanti di Tottenham Hotspur Stadium. Tensi panas pun mulai terasa setelah pelatih dari dua tim tersebut saling perang kata-kata.

Pelatih Spurs, Mauricio Pochettino yang pertama kali meletupkan serangan. Ia menyebut Liga Belanda tak adil lantaran menunda laga domestik untuk memberi waktu istirahat bagi Ajax Amsterdam yang akan berlaga di semifinal Liga Champions.

Namun, pernyataan itu kemudian dengan segera dibalas pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag.

Pelatih yang dijuluki Pep Guardiola dari Belanda itu menyindir balik uang yang didapat Tottenham Hotspur dari padatnya jadwal di Liga Primer Inggris.

“Selalu ada situasi yang berbeda, kami bermain di Eredivisie kami dapat 10 juta euro dari TV dan Tottenham, saya tidak tahu berapa banyak yang mereka dapat. Mereka sepertinya dapat lebih banyak,” ungkapnya seperti dilansir dari fourfourTwo.

“Apa itu masih tidak adil bagi mereka atau bagi kami? Setiap orang punya keadaan yang berbeda, kamu hanya harus menghadapinya. Begitulah adanya,” tukasnya.

Untuk diketahui Ajax dijadwalkan menghadapi De Graafschap pada hari Minggu kemarin namun seluruh laga Eredivisie pekan ke-33 ditunda oleh Federasi Sepakbola Belanda. Alasan penundaan itu untuk memberi waktu istirahat bagi Ajax yang akan menghadapi Spurs.

Eredivisie seharusnya selesai pada 12 Mei mendatang. Namun lantaran adanya kebijakan penundaan itu, kompetisi tertinggi sepak bola Belanda itu baru akan selesai pada 15 Mei. (bolatimes.com)

Pemain yang Digadang Jadi Rekrutan Persib Ini 7 Kali Main di Liga Champions

Suara.com – Usai mendepak Srdan Lopicic, Persib Bandung santer dikaitkan dengan pemain bernama Rene Mihelic. Eks penyerang Delhi Dynamos FC itu ternyata punya segudang pengalaman mumpuni, di antaranya kerap wara wiri di ajang Liga Champions.

Setelah melepas Srdan Lopicic, manajemen Persib Bandung mengisyaratkan akan kedatangan pemain asing anyar. Direktur PT Persib, Teddy Tjahjono memberi sedikit bocoran bahwa pemain tersebut berasal dari Slovenia.

Seketika, muncul nama Rene Mihelic yang memang berasal dari negara tersebut.

Siapa sangka pemain Timnas Slovenia itu punya segudang pengalaman di pentas sepak bola Eropa.

Pemain yang terakhir berkompetisi di Liga India bersama Chennaiyin dan Delhi Dynamos pada periode 2017 hingga 2019 itu ternyata pernah mengecap panasnya Liga Champions. Kala itu ia bermain untuk klub Slovenia, Maribor.

Bersama Maribor, Rene bermain di babak play off Liga Champions pada musim 2009/2010. Ia terlibat dalam empat laga menghadapi WIT Georgia di babak kualifikasi II dan FC Zurich di kualifikasi III. Namun ia gagal membawa timnya lolos ke fase grup Liga Champions.

Rene Mihelic (kanan) saat masih membela klub Portugal, Nacional. Pemain asal Slovenia ini dikabarkan bakal merapat ke Persib Bandung. [PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP]Rene Mihelic (kanan) saat masih membela klub Portugal, Nacional. Pemain asal Slovenia ini dikabarkan bakal merapat ke Persib Bandung. [PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP]

Selain bersama Maribor, Rene juga sempat terlibat di laga Kualifikasi Liga Champions musim 2014/2015 bersama klub Hongaria, Debrecen. Namun, Debrecen kala itu gagal melaju dari babak play off.

Disamping pernah mencicipi Liga Champions, Rene juga pernah terlibat di ajang Liga Europa bersama CD Nacional pada musim 2011/2012.

Sayangnya, bersama klub asal Portugal itu, Rene tersingkir usai takluk dari Birmingham City dengan agregat 0-3.

Pemain yang kini menginjak usia 30 tahun itu memiliki nilai pasar yang cukup lumayan untuk ukuran kompetisi di Asia. Dikutip dari transfermarkt, Rene saat ini memiliki nilai pasar sebesar 350 ribu euro atau sekitar Rp5,5 miliar. (bolatimes.com)

5 Fakta Menarik Jelang Semifinal Liga Champions: Tottenham vs Ajax

Suara.com – Satu laga leg pertama semifinal Liga Champions 2018/2019 akan dihelat Rabu (1/5/2019) dini hari WIB nanti. Wakil Inggris, Tottenham Hotspur akan menjamu raksasa Belanda, Ajax Amsterdam di Tottenham Hotspur Stadium.

Berikut lima fakta menarik jelang laga yang akan kick-off pada pukul 02.00 WIB ini:

1. Tottenham dan Ajax sebelum ini baru pernah berhadapan dua kali, yakni di putaran pertama kompetisi Piala Winners Cup musim 1981/1982 silam. Kala itu, Tottenham menang 3-1 pada leg pertama di Amsterdam. Pada leg kedua di White Hart Lane, Tottenham juga menang 3-0. Tottenham pun menyingkirkan Ajax dengan agregat telak 6-1.

2. Penampilan terakhir Tottenham, juga satu-satunya, di semifinal Liga Champions adalah pada musim 1961/1962 silam, dimana saat itu kompetisi masih bernama Piala Champions. Itu merupakan musim debut Tottenham di Eropa. Sayang, Tottenham gagal melaju ke final usai ditekuk Benfica di semifinal dengan agregat 3-4 (1-3 tandang dan 2-1 kandang).

3. Sementara itu, penampilan terakhir Ajax di semifinal kompetisi ini adalah pada musim 1996/1997. Waktu itu, Ajax dikalahkan Juventus dengan agregat 2-6 (1-2 kandang dan 1-4 tandang). Yang menarik, semusim sebelumnya Ajax sukses keluar sebagai kampiun kompetisi usai menaklukkan Juventus di final.

4. Di Liga Champions musim ini, Tottenham lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup B di bawah Barcelona. Tottenham kemudian menyingkirkan Borussia Dortmund (3-0 kandang dan 1-0 tandang) di babak 16 besar, dan sesama tim Premier League, Manchester City (1-0 kandang dan 3-4 tandang) di fase delapan besar lalu.

5. Sementara itu, Ajax telah melalui perjalanan panjang di Liga Champions musim ini. Sebelum tampil di fase grup, Ajax menyingkirkan Sturm Graz di babak kualifikasi kedua (agregat 5-1), Standard Liege di kualifikasi ketiga (agregat 5-2), dan Dynamo Kiev di fase play-off (agregat 3-1). Ajax kemudian lolos ke fase gugur dengan status runner-up Grup E di bawah Bayern Munich, sebelum menyingkirkan Real Madrid (1-2 kandang dan 4-1 tandang) di babak perdelapanfinal, dan Juventus (1-1 kandang dan 2-1 tandang) di delapan besar.

Pochettino Haramkan Tottenham Anggap Remeh Ajax

Suara.com – Satu laga leg pertama semifinal Liga Champions 2018/2019 akan dihelat Rabu (1/5/2019) dini hari WIB. Wakil Inggris, Tottenham Hotspur akan menjamu raksasa Belanda, Ajax Amsterdam di Tottenham Hotspur Stadium.

Jelang partai ini, manajer Tottenham Mauricio Pochettino mewanti-wanti pasukannya untuk tidak memandang sebelah mata alias menganggap remeh Ajax, meski tim tamu datang ke laga dini hari nanti tentu dengan status underdog.

Pochettino sendiri memuji habis Ajax, yang memang sukses mengandaskan juara bertahan kompetisi, Real Madrid serta salah satu favorit juara, Juventus di Liga Champions musim ini.

Di babak fase grup lalu, Matthijs de Ligt dan kolega juga mampu menahan imbang raksasa Jerman Bayern Munich dalam dua pertemuan.

“Mereka pantas mendapatkan kredit, pelatih dan para pemainnya melakukan pekerjaan yang fantastis. Skuat mereka juga dihuni oleh pemain-pemain muda. Sangat fantastis, kami tak boleh meremehkan mereka,” ucap Pochettino seperti dilansir laman resmi UEFA.

“Mereka sedikit mirip dengan kami terkait perjalanan di Liga Champions musim ini. Tidak ada yang percaya Ajax bisa sampai semifinal, seperti juga Tottenham. Akan tetapi, dua tim ada di fase ini karena memang pantas,” celoteh pelatih berpaspor Argentina tersebut.

“Untuk sampai ke babak semifinal, Anda harus punya banyak kualitas karena memiliki pemain-pemain luar biasa. Ajax benar-benar fantastis, tidak terkalahkan di fase grup termasuk melawan Bayern Munich, dan mengalahkan Real Madrid serta Juventus,” tukas eks juru taktik Espanyol dan Southampton itu.

Prediksi PSM Makassar vs Home United di Piala AFC 2019

Suara.com – PSM Makassar akan menjamu Home United pada matchday kelima Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (30/4/2019). Ini menjadi pertandingan yang sang penting tim tuan rumah. 

Kemenangan akan membuat PSM mengumpulkan 11 poin sekaligus memastikan diri sebagai pemuncak klasemen Grup H, meski masih menyisakan satu pertandingan lagi. Tentu, kemenangan juga membuat Juku Eja –julukan PSM Makassar– lolos ke babak semifinal zona Asia Tenggara Piala AFC 2019.

Sebagaimana diketahui, PSM saat ini ada di posisi puncak klasemen sementara dengan raihan satu poin. Mereka selisih satu angka dari Home United yang ada di peringkat dua. 

Tentu, PSM akan menggunakan segala cara agar bisa memenangi pertandingan ini. Hal itu seperti diutarakan oleh Pelatih PSM Darije Kalezic bersama dengan kapten tim Wiljan Pluim saat jumpa pers kemarin, Senin (29/4/2019).

“Kami pemimpin grup, dan kami ingin tetap memimpin grup setelah pertandingan ini. Kami ingin melakukan langkah besar sebagai juara grup. Kami akan melakukan segalanya untuk merealisasikannya,” kata Darije Kalezic.

“Tiga poin dalam laga ini menjadi sangat penting. Kami harus menunjukkan di lapangan sebagai tim yang lebih baik. Tiga poin akan memudahkan langkah untuk menjadi pemimpin grup ini,” Pluim menambahkan.

Akan tetapi, PSM tidan dengan keadaan baik jelang laga tersebut. Juku Eja sebelumnya kalah dari Bhayangkara FC 2-4 pada babak perempatfinal Piala Indonesia  2018 di Stadion PTIK, Jakarta.

Namun, kekalahan tersebut akan dijadikan motivasi oleh Zulham Zamrun dan kawan-kawan untuk bangkit dari keterpurukan. 

“Soal persiapan, kita tahu akan memainkan pertandingan setelah tiga hari main, ini bisa saya katakan sulit buat pemain, saya tidak terbiasa dengan jadwal padat seperti ini. Kita lakukan perjalanan panjang dan banyak pertandingan,” jelas Kalezic. 

“Kita mencoba memikirkan solusi setiap hari, untuk membantu pemain persiapkan diri mereka secepatnya,” ia menambahkan. 

Sama halnya dengan PSM, Home United juga punya masalah serupa. Wakil Singapura itu minim persiapan. 

Namun, skuat besutan Noh Rahman tetap akan berjuang maksimal di pertandingan nanti. Pasalnya, ia ingin mengkudeta posisi yang saat ini di tempati oleh PSM.

“Kami baru sampai kemarin sore, ini bukan persiapan yang ideal. Kami baru bermain hari Sabtu, dan saya juga tahu PSM mengalami hal yang sama. Persiapan kami sedikit terbatas, tapi kami siap untuk bertanding,” tegas Noh Rahman.

“Kami tahu PSM baru saja melakoni laga melawan Bhayangkara, kami juga sudah melihat pertandingan mereka. PSM tim yang bagus dan punya pemain yang berkualitas. Tapi kami akan fokus dengan gaya main dan kekuatan kami. Saya pikir kami punya kemampuan untuk menyatukannya dan menyulitkan mereka,” pungkasnya. 

Prakiraan Susunan Pemain

PSM Makassar (4-4-2): Rivky Mokodompit; Aaron Evans, Taufik Hidayat, Abdul Rahman, Beny Wahyudi; Rizky Pellu, Marc Anthony Klok, Willem Jan Pluim, Bayu Gatra; Zulham Zamrun, Eero Markkanen.

Pelatih: Darije Kalezic (Swiss)

Home United (4-2-3-1): Nazri Sabri; Abdul Hameed, Abdil Qaiyyim, Faizal Roslan, Jumaat bin Jantan; Izzdin Shafiq, Isaka Cernak; Hafiz Nor, Amiruldin Asraf, Adam Swandi; Song Ui Young.

Pelatih: Noh Rahman (Singapura)

Jadwal Semifinal Liga Champions 2018/2019 Dini Hari Nanti

Suara.com – Satu laga leg pertama semifinal Liga Champions 2018/2019 akan dihelat Rabu (1/5/2019) dini hari WIB nanti. Wakil Inggris Tottenham Hotspur akan menjamu raksasa Belanda Ajax Amsterdam di Tottenham Hotspur Stadium.

Bagi Tottenham Hotspur, ini adalah kali pertama bagi mereka menembus babak empat besar Liga Champions sejak musim 1961/1962, saat kompetisi masih bernama Piala Champions.

Sementara itu, Ajax Amsterdam juga sudah lebih dari dua dekade tak pernah menyentuh babak empat besar kompetisi antarklub terelite Eropa. Kali terakhir klub tersukses Liga Belanda berada di semifinal Liga Champions adalah pada musim 1996/1997.

Well, rasa-rasanya bukan perkara mudah bagi Tottenham untuk dapat mengalahkan Ajax dini hari nanti, meski The Lilywhites –julukan tuan rumah– merupakan unggulan dan tim tamu praktis berstatus underdog..

Pasalnya, Ajax yang didominasi oleh pemain-pemain muda itu telah mengandaskan juara bertahan Real Madrid, dan tim favorit Juventus di Liga Champions musim ini.

Di babak penyisihan grup, Frank de Jong, dkk mampu menahan imbang Bayern Munchen dalam dua pertemuan.

Jadwal leg pertama semifinal Liga Champions 2018/2019, Rabu (1/5/2019) dini hari WIB:

02.00 WIB – Tottenham Hotspur vs Ajax Amsterdam

Solskjaer Isyaratkan Tetap Mainkan De Gea di Laga MU Selanjutnya

Suara.com – Manchester United batal meraih kemenangan saat melawan Chelsea karena blunder yang dilakukan kiper David De Gea. Meski demikian, manajer Ole Gunnar Solskjaer mengisyaratkan akan tetap memainkan De Gea di laga MU selanjutnya.

Saat menjamu Chelsea di Old Trafford, Minggu (29/4/2019) malam WIB, MU sempat memimpin lebih dulu lewat gol Juan Mata. Namun Setan Merah akhirnya gagal meraih poin penuh setelah De Gea melakukan blunder.

De Gea gagal mengantisipasi sepakan keras dari Antonio Ruediger dengan sempurna. Bola liar itu pun akhirnya dimanfaatkan oleh Marco Alonso untuk mencetak gol guna menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Tidak heran, jika kiper internasional Spanyol ini mendapatkan sorotan. Menurut catatan Sky Sports, blunder De Gea di pertandingan melawan Chelsea adalah blunder keempat dirinya di sepanjang Liga Primer Inggris 2018/2019.

Ekspresi kekecewaan caretaker Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer (tengah), gelandang Juan Mata dan kiper David De Gea setelah timnya takluk 0-2 dari Paris Saint-Germain pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018/2019 di Old Trafford, Rabu (13/2/2019) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]Ekspresi kekecewaan caretaker Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer (tengah), gelandang Juan Mata dan kiper David De Gea setelah timnya takluk 0-2 dari Paris Saint-Germain pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018/2019 di Old Trafford, Rabu (13/2/2019) dini hari WIB. [Paul ELLIS / AFP]

Jumlah tersebut juga merupakan yang terbanyak sejak De Gea datang ke Old Trafford pada pada musim 2011/2012. Meski De Gea sedang dalam tekanan namun Solskjaer tidak ingin menyalahkan pada De Gea.

Bahkan, Solskjaer tampaknya masih tetap mempercayakan kepada De Gea untuk laga MU selanjutnya menghadapi Huddersfield Town di John Smith Stadium akhir pekan ini meski masih memiliki kiper No.1 Argentina Sergio Romero.

Manajer MU ini pun mengaku tidak khawatir jika kembali memainkan David De Gea. “Tidak, saya tidak khawatir tentang dia,” kata Solskjaer seperti dilansir Scoresway.

“Dia memiliki karakter yang kuat, ada banyak cara berbeda untuk kembali ke penampilan terbaik Anda, dan saya akan duduk dan berbicara dengan David, seperti yang telah saya lakukan saat dia bermain bagus. Dia bukan alasan kami ada di posisi keenam.”

“David tahu dia bisa melakukan yang lebih baik dengan gol itu, tidak ada alasan untuk menyembunyikannya. Tapi tidak ada alasan bagi kami untuk menyalahkan dia karena dia telah menyelamatkan kami berkali-kali,” pungkas Solskjaer.

Bikin Ulah Tonjok Suporter, Neymar Tetap Dibela Tuchel

Suara.com – Pelatih Paris Saint Germain, Thomas Tuchel membela Neymar yang baru saja membuat ulah. Bintang PSG asal Brasil tersebut memang sedang menjadi sorotan setelah meninju seorang suporter usai partai final Coupe de France berakhir.

Neymar melakukan aksi tercela tersebut itu seusai partai final Coupe de France berakhir, Minggu (28/4/2019). Pada laga tersebut, Paris Saint Germain kalah dramatis lewat adu penalti menghadapi Rennes.

Saat berjalan untuk menerima penyerahan medali, Neymar tiba-tiba menghentikan langkahnya menaiki anak tangga. Ia kemudian melihat ke salah satu suporter sambil menurunkan paksa handphone suporter tersebut.

Sempat terlibat adu mulut, Neymar pun melayangkan tinjunya kemudian bergegas berjalan menuju ke tempat penyerahan medali. Neymar telah meminta maaf atas insiden tersebut yang diposting di Instagramnya.

Bintang Paris Saint-Germain, Neymar (kanan) melempari kantong kepada Kylian Mbappe saat merayakan juara Liga Prancis di Parc des Princes Stadium. FRANCK FIFE / AFPBintang Paris Saint-Germain, Neymar (kanan) melempari kantong kepada Kylian Mbappe saat merayakan juara Liga Prancis di Parc des Princes Stadium. FRANCK FIFE / AFP

Kini, pemain termahal di dunia itu terancam menghadapi skorsing delapan pertandingan dari Federasi Sepakbola Prancis. Namun Tuchel tetap membela pemain bintangnya tersebut.

“Saya tahu apa yang dimaksud Ney, itu bukan sesuatu yang harus kita bicarakan di luar, hanya di dalam,” kata Tuchel seperti dilansir Scoresway. “Ada pemain yang suka menang dan pemain yang benci kalah.”

Pada laga tersebut, Neymar menyelesaikan 120 menit pertamanya bermain sebagai starter sejak mengalami cedera kaki pada Januari kemarin merupakan starter. Ia mensetting gol Dani Alves dan mencetak gol kedua PSG.

Ia juga sempat mencetak gol dalam adu penalti setelah waktu normal berakhir imbang 2-2. Tuchel pun memuji Neymar dalam laga tersebut meski skuatnya kalah dalam adu penalti tersebut.

“Neymar bermain 120 menit, saya terkejut dengan penampilannya, saya mencetak gol, melakukan umpan penentu dan mencetak penalti kelima, Hampir semua aksi berbahaya kami ada di sampingnya,” pungkas Tuchel.

Gareth Bale 100 Persen Komitmen di Real Madrid

Suara.com – Gareth Bale masih terus menjadi sasaran spekulasi soal masa depannya di Real Madrid Namun sang agen pemain, memastikan bahwa Bale 100 persen komitmen bersama Real Madrid.

Bale sedang kencang dikabarkan ingin meninggalkan Madrid di akhir musim ini meski memiliki peran besar dalam sukses Real Madrid meraih gelar Liga Champions tiga kali berturut-turut.

Bale  pun kembali menjadi sorotan setelah Madrid dikalahkan Rayo Vallecano dengan skor 0-1, pada Senin (29/4/2019) dini hari WIB. Meski bermain sepanjang 90 menit dalam laga itu namun pelatih Zinedine Zidane tampaknya tak puas dengan performanya.

Bahkan, Zidane mempertanyakan performa Bale dalam laga tersebut. Pasalnya, Zidane melihat Bale tidak fokus ketika pertandingan sehingga dia mempertanyakan keseriusan pemain berusia 29 tahun ini di Madrid.

Reaksi pemain Real Madrid Gareth Bale usai menjebol gawang Levante lewat titik penalti dalam laga yang berlangsung Senin (25/2/2019) [AFP]Reaksi pemain Real Madrid Gareth Bale usai menjebol gawang Levante lewat titik penalti dalam laga yang berlangsung Senin (25/2/2019) [AFP]

“Saya tidak tahu apakah Bale benar-benar fokus atau tidak (ketika pertandingan melawan Rayo). Anda semua seharusnya bertanya kepadanya,” kata Zidane usai laga seperti yang dilansir dari Sportskeeda.

Tentu saja, pernyataan Zidane tersebut membuat spekulasi Bale akan meninggalkan Los Blancos di akhir musim ini semakin kencang. Namun agen Bale, Jonathan Barnett menegaskan bahwa Bale ingin bertahan di Santiago Bernabeu hingga akhir karirnya.

“Gareth 100 persen tetap berkomitmen pada Real Madrid,” kata Barnett kepada BBC Sport. “Tidak ada yang berubah.”

Sementara Bale di musim ini telah 29 kali tampil di La Liga, 21 diantaranya bermain sebagai starter. Ia juga telah menyumbangkan delapan gol di Liga Spanyol.

Kalah Empat Pertandingan Beruntun, Sandi Sute: Persija Harus Bangkit

Suara.com – Gelandang Persija Jakarta, Sandi Sute yakin timnya akan segera bangkit dari keterpurukan. Hal itu setelah Persija harus menelan empat kekalahan beruntun.

Petaka Persija pertama kali yakni saat takluk 3-4 dari Kalteng Putra saat babak perempat final Piala Presiden 2019 lewat adu penalti. Kemudian, Ismed Sofyan dan kawan-kawan kalah tipis 0-1 dari Ceres Negros pada gelaran Piala AFC 2019 pada 3 April lalu.

Pada pertemuan kedua melawan Ceres Negros, Macan Kemayoran –julukan Persija– tidak bisa membalas kekalahan di pertemuan sebelumnya. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Persija takluk 2-3 pada 23 April lalu.

Yang terbaru, Persija juga belum bisa bangkit dari keterpurukan. Bertandang ke markas Bali United pada ajang Piala Indonesia 2018 leg pertama babak perempatfinal, Persija kalah 1-2 pada 26 April lalu.

Pesepak bola Persija Jakarta Sandi Sute (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Ceres Negros FC Martin Steuble saat pertandingan keempat fase Grup G Piala AFC 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (23/4/2019). Persija Jakarta dikalahkan klub asal Filipina Ceres Negros FC dengan skor 2-3. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APesepak bola Persija Jakarta Sandi Sute (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Ceres Negros FC Martin Steuble saat pertandingan keempat fase Grup G Piala AFC 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (23/4/2019). Persija Jakarta dikalahkan klub asal Filipina Ceres Negros FC dengan skor 2-3. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Situasinya ini tentu tidak bagus untuk Persija. Mereka harus segera bangkit dari keterpurukan agar kembali ke jalur kemenangan.

Sandi yakin timnya bisa segera bangkit. Pasalnya, Pasukan Ibu Kota pernah ada di situasi yang sama seperti sekarang pada musim lalu.

Saat itu, Persija kalah dari Home United di Piala AFC 2018 (2-3), Madura United di Liga 1 (0-2), Home United (1-3), dan Persela Lamongan (0-2). Namun, setelah itu Persija bisa bangkit.

“Memang dalam beberapa pertandingan terakhir kami meraih hasil yang kurang maksimal. Namun, bagaimana caranya para pemain harus bangkit. Beberapa tahun sebelumnya kami sudah pernah ada di situasi seperti ini,” kata Sandi Sute.

“Semoga para pemain segera bangkit apalagi bertanding di kandang lawan tidak akan mudah. Intinya, semua harus kerja keras,” ia menambahkan.

“Tapi memang keberuntungan belum berpihak kepada tim. Yang penting kita tidak boleh atau jangan terlena,” pungkas pemain asal Palu tersebut.

Terdekat, Persija akan melakoni laga lanjutan Grup G Piala AFC 2019 melawan Becamex Binh Duong di Vietnam pada 1 Mei 2019. Setelah itu, Pasukan Ibu Kota akan menjamu Bali United pada leg kedua Babak perempat final Piala Indonesia 2018 di Stadion Patriot, Bekasi, 4 Mei mendatang.

Persib Bandung Latihan Malam Selama Ramadan, Begini Komentar Supardi

Suara.com – Kapten Persib Bandung Supardi Nasir menyambut baik rencana tim pelatih yang akan memindahkan waktu latihan menjadi malam hari pada bulan Ramadan kali ini.

Sebelumnya, penggawa Persib biasa berlatih sebanyak dua kali yakni latihan pagi dan sore hari pada hari-hari biasa. Namun, memasuki bulan puasa, Supardi dan kolega hanya akan menjalani latihan sekali saja tiap harinya, yakni pada malam hari.

“Ya idealnya memang latihan malam, sebenarnya berbenturan dengan ibadah kita tapi kita harus profesional kita punya kontrak disini. Kita bisa memaksimalkan ibadah di siang hari,” ucap Supardi di Bandung, Senin (29/4/2019).

Supardi mengatakan idealnya latihan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Jeda dari berbuka puasa ke waktu latihan tidak terlalu mepet dan pemain bisa salat tarawih terlebih dulu sebelum berlatih.

Gelandang serang Gian Zola (tengah) mengikuti sesi latihan Persib di lapangan Sarana Olahraga ITB, Jalan Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/4/2019). [Suara,com / Aminuddin]Gelandang serang Gian Zola (tengah) mengikuti sesi latihan Persib di lapangan Sarana Olahraga ITB, Jalan Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/4/2019). [Suara,com / Aminuddin]

“Idealnya setelah Isya. Kalaupun tidak bisa tarawih-an di masjid kan masih bisa tarawih sesudah latihan bersama keluarga atau istri di rumah,” jelasnya.

Supardi menambahkan, latihan pada sore hari di bulan Ramadan baginya kurang ideal. Pasalnya, kata dia, kalau latihan digelar pada sore hari sebelum berbuka, maka rasa lelah akan dirasakan langsung oleh pemain yang sedang menunaikan ibadah puasa.

“Latihan sore itu, mungkin satu minggu awal belum terlalu berpengaruh tapi memasuki minggu berikutnya terasa lebih capek,” tukasnya. (Aminuddin)

Kontributor : Aminuddin

Fakhri Husaini Belum Temukan Penjaga Gawang untuk Timnas Indonesia U-19

Suara.com – Seleksi timnas Indonesia U-19 tahap pertama telah selesai sejak Minggu (27/4/2019). Sebanyak 43 pemain ikut serta dalam seleksi yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, tersebut.

Namun, seleksi tahap pertama yang dimulai Selasa (23/4/2019) belum ditemukan sosok penjaga gawang yang cocok. Hal itu diungkapkan langsung oleh Pelatih timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini.

Oleh sebab itu, nantinya akan ada lagi seleksi tahap kedua. Rencananya, seleksi akan berlangsung setelah hari Raya Idul Fitri.

“Kalau kurang ada beberapa, terutama masalah penjaga gawang. Saya masih harus lihat pemain-pemain lain yang kemungkinan bisa kembali saya panggil untuk ikut seleksi,” kata Fakhri.

Fakhri Husaini setelah mendampingi Timnas Indonesia U-16 diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10/2018). [Suara.com / Dwi BOWO RAHARJO]Fakhri Husaini setelah mendampingi Timnas Indonesia U-16 diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10/2018). [Suara.com / Dwi BOWO RAHARJO]

Akan tetapi, Fakhri telah menemukan 11 pemain dari seleksi tahap pertama ini untuk ikut Pemusatan Latihan (TC) pada Juli 2019. Namun, mantan pelatih PKT Bontang itu enggan untuk membocorkannya.

“Calon pemain memang sudah ada, tapi belum bisa saya umumkan. Yang jelas saya sudah menemukan, dan 11 dari sini (seleksi tahap pertama),” pungkasnya.

Timnas Indonesia besutan Fakhiri Husaini ini nantinya akan berlaga di Piala AFF U-18 pada 5-18 Agustus di Vietnam. Selain itu, Fakhri juga mempersiapkan timnya untuk kualifikasi Piala Asia U-19 2020 pada September/Oktober mendatang.

Mimpi Frenkie de Jong di Musim Terakhirnya Bersama Ajax

Suara.com – Gelandang muda Ajax Frenkie de Jong berharap bisa mengakhiri kariernya bersama de Godenzonen– julukan Ajax– dengan indah. Yaitu meraih tiga gelar.

“Saya harap impian terwujud. Ketika kami memenangkan enam pertandingan, kami memenangkan treble (tiga gelar). Semua itu tidak mustahil,” kata de Jong seperti dikutip Scoresway.

Peluang Ajax untuk menutup musim ini dengan tiga gelar masih sangat terbuka. Di Eredivisie, Ajax saat ini memuncaki klasemen sementara dengan 80 poin. PSV Eindhoven membayangi di posisi kedua dengan poin sama, namun kalah produktivitas gol dari Ajax.

Dengan sisa dua pertandingan, jika Ajax tidak terpeleset, bukan mustahil tim besutan Erik ten Hag akan menjuarai kompetisi kasta tertinggi di Negeri Kincir Angin tersebut. Di ajang domestik lainnya, KNVB Beker, Ajax akan menghadapi Willem II di partai final.

Frenkie de Jong (kiri) bersama Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu. [laman resmi Barcelona]Frenkie de Jong (kiri) bersama Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu. [laman resmi Barcelona]

Sementara di kancah Eropa, Ajax yang berstatus kuda hitam berhasil melaju ke babak semifinal usai menyingkirkan Real Madrid di babak 16 besar dan Juventus di babak perempat final. Di partai empat besar, Ajax akan menghadapi wakil Inggris Tottenham Hotspur.

Leg pertama babak semifinal Liga Champions antara Tottenham Hotspur versus Ajax akan digelar di White Hart Lane, Rabu (1/5/2019) dini hari WIB.

“Kami sudah melangkah cukup jauh di Liga Champions musim ini. Di Eredivisie kami ada di puncak klasemen dan kami juga akan tampil di final KNVB Beker,” ujar de Jong.

Musim ini merupakan musim terakhir bagi de Jong bersama Ajax. Musim depan, pemain muda berusia 21 tahun itu akan bermain bersama Lionel Messi di Barcelona, klub raksasa Spanyol yang menebusnya dengan mahar 75 juta euro.

Solskjaer Akui Sulit bagi MU Finis Posisi Empat Besar

Suara.com – Manajer Ole Gunnar Solskjaer mengakui bahwa akan sulit bagi Manchester United untuk finis di posisi keempat Liga Inggris. Hal itu dikatakan oleh Solskjaer setelah skuatnya ditahan imbang 1-1 oleh Chelsea.

Pada laga di Old Trafford, Minggu (28/4//2019) malam WIB, MU sempat memimpin lebih dulu lewat gol Juan Mata. Namun karena blunder David De Gea membuat Marcos Alonso menyamakan kedudukan dan MU harus puas hanya meraih satu poin.

Hasil imbang tersebut membuat MU berada di posisi keenam klasemen Liga Inggris dengan dua laga lagi tersisa. Solskjaer pun mengakui bahwa kini sulit bagi skuatnya untuk finis di empat besar untuk mendapatkan tiket ke Liga Champions.

Setelah pertandingan melawan Chelsea, MU tinggal menghadapi Huddersfield Town dan Cardiff City di dua laga terakhir musim ini.”Jika Anda melihat klasemen liga itu akan sulit,” ungkap Solskjaer seperti dilansir Scoresway.

“Ini salah satu dari hari-hari itu dan kami harus meningkatkan diri dan memenangkan dua laga berikutnya. Kamu tidak pernah tahu, kami merasa perlu untuk memenangkan pertandingan ini,” ujarnya.

Bukan hanya itu, Solskjaer juga kemungkinan akan menghadapi dua laga krusial tersebut tanpa Eric Bailly dan Marcus Rashford. Pasalnya, kedua pemain ini mengalami cedera saat menghadapi Chelsea di Old Trafford.

Bahkan, Solskjaer sudah memastikan jika musim ini sudah berakhir bagi Bailly. “Eric, saya pikir mengalami cedera lutut yang cukup parah. Saya harap (cederanya) tidak seperti yang saya pikir. Saya bisa pastikan dia akan menepi hingga musim berakhir.”

Bukukan 192 Poin dalam Dua Musim, Performa Man City Fantastis!

Suara.com – Peluang Manchester City untuk mempertahankan gelar juara Liga Primer Inggris musim ini kian lapang. Pasalnya, ketika bermain di Turf Moor, Minggu (28/4/2019) malam WIB, Sergio Aguero dan kolega sukses menumbangkan perlawanan Burnley dengan skor tipis 1-0.

Meski tak banyak gol tercipta, raihan tiga poin sudah cukup bagi The Citizens untuk kembali ke puncak klasemen. Skuat asuhan Pep Guardiola itu kini sudah mengantongi 92 poin dari 36 laga, unggul satu angka dari Liverpool di posisi kedua.

Dengan hasil ini, Manchester City tercatat telah mengumpulkan 192 poin dalam dua musim. Musim lalu, David Silva cs berhasil membukukan 100 poin dan keluar sebagai juara Liga Primer Inggris.

Andai tak terjungkal hingga akhir musim ini, maka skuat Manchester Biru bisa mengumpulkan 198 poin. Mengingat, mereka masih menyisakan dua laga, yakni melawan Leicester City dan Brighton & Hove Albion.

Tentu ini bukan catatan yang biasa. Dengan torehan 192 poin dari total 74 laga, City bisa membukukan rata-rata poin mencapai 2,59 angka per pertandingan.

Pep Guardiola selaku juru taktik pun tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Pelatih asal Spanyol itu yakin bahwa pencapaian yang dibuat oleh timnya sulit dilakukan oleh klub lain, setidaknya dalam kurun yang lama.

”Mungkin satu tim akan mencatatkan 100 poin lagi dalam semusim. Tapi untuk meraih 92, 95, 98 poin di musim kedua, itu takkan terjadi,” kata Pep Guardiola, dikutip dari BBC.

”Dalam dua musim kami sudah meraih 192 poin. Kami punya lebih dari 20 poin dibandingkan (Manchester) United, Arsenal, dan Tottenham. Ini luar biasa,” katanya menambahkan.

”Saya tak bisa memperkirakan itu di awal musim, atau khususnya di musim dingin. Kami sudah memenangi 12 pertandingan beruntun. Ini luar biasa,” tandas pelatih 48 tahun itu. (Bolatimes)

Seperti PSM Makassar, Home United Mengaku Minim Persiapan

Suara.com – Menghadapi PSM Makassar di pertandingan kelima fase Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (30/4/2019), pelatih Home United Noh Rahman mengaku jika timnya minim persiapan.

Noh Rahman mengatakan timnya baru tiba di Bogor pada Minggu (28/4/2019). Alhasil, persiapan yang dilakukan oleh wakil Singapura itu terbilang singkat karena mereka baru saja melakoni pertandingan Liga Singapura melawan Albirex Niigata pada Sabtu (27/4/2019). Dalam laga itu Home United ditaklukkan dengan skor 4-0.

Hal itu serupa dengan Juku Eja –julukan PSM– yang juga melakoni pertandingan leg pertama perempat final Piala Indonesia kontra Bhayangkara FC, akhir pekan kemarin, di mana PSM menyerah dengan skor 4-2.

“Kami baru tiba kemarin sore dan ini bukan persiapan ideal buat Home United. Karena Sabtu kemarin kami memainkan pertandingan di Liga Singapura,” kata Noh Rahman dalam jumpa pers jelang pertandingan di Hotel Lor In, Sentul, Senin (29/4/2019).

“Kami juga tahu kalau PSM juga punya situasi yang sama dengan Home United. Mereka Juga baru bermain di Piala Indonesia kemarin,” tambahnya.

Pelatih Home United Noh Rahman (kanan) dan Pemain Izzdin Shafiq (kiri) pada jumpa pers sehari jelang petandingan melawan PSM Makassar pada ajang Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. [Suara.com/Adie Prasetyo]Pelatih Home United Noh Rahman (kanan) dan Pemain Izzdin Shafiq (kiri) pada jumpa pers sehari jelang petandingan melawan PSM Makassar pada ajang Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. [Suara.com/Adie Prasetyo]

Meski persiapan yang dilakukan timnya kurang maksimal, Noh Rahman bertekad mencuri poin penuh di kandang PSM demi mengambil alih posisi puncak klasemen Grup H.

“Kami tegaskan persiapan ini sangat terbatas untuk Home United. Tapi tentunya kami ke sini untuk mencari hasil yang terbaik,” ungkapnya.

Senada dengan sang pelatih, Pemain Home United Izzdin Shafiq bertekad mengamankan poin penuh.

“Ya walaupun persiapan terbatas tapi persiapan tim juga bagus. Tapi saya tidak memikirkan persiapan yang mepet, sekarang saatnya untuk fokus melawan PSM,” ujarnya.

“Buat saya, PSM adalah tim yang bagus meskipun tidak bermain di kandang aslinya. Saya juga berharap di pertandingan besok Home United bisa mendapatkan hasil yang terbaik dengan strategi dan kekuatan kami,” pungkasnya.

Sebelumnya, Home United bermain imbang 1-1 saat menjamu PSM di Singapura. Kini kedua tim pun masih bersaing untuk lolos babak semifinal zona Asia Tenggara Piala AFC 2019.

Saat ini PSM berada di puncak klasemen Grup H dengan perolehan delapan poin. PSM unggul satu poin dari Home United yang menempati posisi kedua.

Belajar dari Pengalaman Kontra Persija, Home United Yakin Tundukkan PSM

Suara.com – Pemain Home United Izzdin Shafiq mengakui bahwa PSM Makassar adalah lawan yang kuat. Namun, Izzdin menyebut timnya sudah punya cara untuk bisa menundukkan tim berjuluk Juku Eja itu.

Kedua tim akan saling berhadapan pada pertandingan kelima Grup H Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (30/4/2019).

Cara mengalahkan PSM yang dimaksud Izzdin adalah menerapkan cara bermain saat timnya menghadapi Persija Jakarta di semfinal zona Asia Tenggara Piala AFC musim lalu.

Saat Itu, Home United mengalahkan Persija di dua leg. Di leg pertama yang berlangsung di Singapura, Macan Kemayoran –julukan Persija– takluk 2-3.

Sementara saat bertandang Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Home United berhasil mempermalukan Persija dengan skor telak 1-3.

Akan tetapi, di babak kualifikasi Liga Champions Asia 2019 beberapa waktu lalu, Persija berhasil membalas kekalahan tersebut dengan skor 3-1.

PSM dan Persija memang tim berbeda. Namun bagi Izzdin, dari segi permainan kedua tim tersebut hampir serupa.

Pelatih Home United Noh Rahman (kanan) dan Pemain Izzdin Shafiq (kiri) pada jumpa pers sehari jelang petandingan melawan PSM Makassar pada ajang Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. [Suara.com/Adie Prasetyo]Pelatih Home United Noh Rahman (kanan) dan Pemain Izzdin Shafiq (kiri) pada jumpa pers sehari jelang petandingan melawan PSM Makassar pada ajang Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. [Suara.com/Adie Prasetyo]

“Sebelumnya Home pernah main lawan Persija. Nah PSM dan Persija ini, kan merupakan salah satu tim kuat di sini (Liga Indonesia),” kata Izzdin dalam jumpa pers jelang pertandingan di Hotel Lor In, Sentul.

“PSM dan Persija memang tim yang berbeda. Tapi intinya di Indonesia ini banyak pemain lokal yang sangat bagus, yang membantu Persija dan PSM. Namun konsen kita sekarang itu fokus untuk pertandingan, bukan untuk hal-hal lain,” tambahnya.

“Saya juga sangat memerhatikan pertandingan besok karena akan main jam 3 sore, yang menurut saya itu adalah cuaca yang sangat panas. Apalagi, (atmosfer) pertandingan juga akan sangat panas,” pungkasnya.

Sebelumnya di pertemuan pertama kedua tim di Grup H Piala AFC 2019, Home United bermain imbang 1-1 saat menjamu PSM di Singapura.

Saat ini PSM berada di puncak klasemen Grup H dengan perolehan delapan poin. PSM unggul satu poin dari Home United yang menempati posisi kedua.

Jalani Musim Terburuk, Berikut Daftar Catatan Blunder David De Gea

Suara.com – Penjaga gawang Manchester United, David De Gea, lagi-lagi jadi sorotan para pendukung Setan Merah. Sebab, kiper asal Spanyol itu kembali membuat blunder yang fatal.

De Gea memaksa Manchester United hanya memetik satu poin ketika menjamu Chelsea di Old Trafford, Minggu (28/4/2019). Sempat memimpin 1-0 melalui gol Juan Mata, Setan Merah justru kebobolan akibat kesalahan yang dibuat De Gea.

Ia gagal mengantisipasi sepakan keras dari Antonio Ruediger. Alih-alih mengamankan bola, tanggapan tidak sempurnya membuat bola bergulir ke sisi kiri gawang Manchester United. Bola liar itu pun dimanfaatkan oleh Marco Alonso untuk mencetak gol.

Menurut catatan Sky Sports, blunder De Gea di pertandingan melawan Chelsea adalah blunder keempat dirinya di sepanjang Liga Primer Inggris 2018/2019. Jumlah itu merupakan yang terbanyak sejak datang pertama kali di Old Trafford pada pada musim 2011/2012.

Sebelumnya, De Gea hanya dua kali blunder ada musim perdana di Manchester United. Kemudian, ia hanya membuat sekali blunder pada musim 2012/2013, 2014/2015, 2015/2016, dan 2016/2017. Sementara pada musim 2013/2014 dan 2017/2018, De Gea sama sekali tidak pernah blunder.

Berikut daftar blunder David De Gea selama membela Manchester United di Liga Primer Inggris.

2011/2012: 2 blunder
2012/2013: 1 blunder
2013/2014: 0 blunder
2014/2015: 1 blunder
2015/2016: 1 blunder
2017/2018: 0 blunder
2018/2019: 4 blunder dan masih bisa bertambah

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Empat Mantan Pemainnya Trial di QPR, Ini Komentar Fakhri Husaini

Suara.com – Fakhri Husaini angkat bicara setelah empat mantan anak asuhannya di timnas Indonesia U-16 menjalani trial di akademi Queens Park Rangers (QPR). Dipilihnya keempat pemain ini setelah dinilai bermain baik saat bersama dengan tim Garuda Select.

Keempat pemain tersebut adalah Brylian Aldama, Muhammad Supriadi, Fajar Faturrahman, dan Amiruddin Bagus Kahfi. Terkait hal tersebut, Fakhri Husaini mengaku cukup senang.

Fakhri yang kini melatih timnas Indonesia U-19, meminta agar keempat pemain terpilih memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Tidak jarang, pemain asal Indonesia yang bisa menimba ilmu di akademi sepak bola Inggris.

“Itu bagus buat mereka, artinya mereka dapat kesempatan untuk berlatih di klub Liga Primer Inggris itu kan sebuah kesempatan yang sangat luar biasa dan berharga untuk mereka,” kata Fakhri.

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 Fakhri Husaini (kiri) memberikan arahan saat seleksi pesepak bola Timnas U-19, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (25/4/2019). Seleksi yang diikuti 43 pesepak bola rekomendasi klub junior seluruh Indonesia tersebut guna mempersiapkan laga Piala AFF U-19 di Vietnam pada Agustus 2019. ANTARA FOTO/Risky AndriantoPelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 Fakhri Husaini (kiri) memberikan arahan saat seleksi pesepak bola Timnas U-19, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (25/4/2019). Seleksi yang diikuti 43 pesepak bola rekomendasi klub junior seluruh Indonesia tersebut guna mempersiapkan laga Piala AFF U-19 di Vietnam pada Agustus 2019. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

“Saya berharap itu bisa menjadi motivasi untuk mereka bisa menambah kepercayaan diri mereka dan menambah motivasi pemain lain untuk bisa melakukan hal yang sama seperti mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Fakhri kini tengah mencari pemain untuk memperkuat timnya di timnas Indonesia U-19. Kemungkinan besar, keempat pemain tersebut akan dipanggil Fakhri untuk ikut seleksi tahap kedua nanti, yang rencananya berlangsung setelah Idul Fitri.

Selain keempat pemain tersebut, penggawa Garuda Select juga akan ikut seleksi di tahap kedua nanti. Ditambah beberapa pemain hasil pencarian dari Elite Pro Academy Liga 1 U-19 2019.

Timnas Indonesia besutan Fakhri Husaini ini nantinya akan berlaga di Piala AFF U-18 pada 5-18 Agustus di Vietnam. Selain itu, Fakhri juga akan mempersiapkan tim untuk kualifikasi Piala Asia U-19 2020, pada September/Oktober mendatang.

Real Madrid Tumbang, Zidane Enggan Komentari Performa Bale

Suara.com – Kenyataan pahit harus ditelan oleh pelatih Real Madrid Zinedine Zidane. Melakoni jornada 35 di markas Rayo Vallecano, Real Madrid menelan kekalahan ke-10 musim ini.

Dalam pertandingan yang digelar di Estadio de Vellacas, Senin (29/4/2019), Real Madrid kalah tipis dengan skor 1-0. Gol tunggal tuan rumah dalam laga itu dicetak oleh Adri Embarba di menit 23 lewat titik penalti.

Ditumbangkan tim papan bawah yang terancam degradasi musim ini, Zidane tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Bahkan saat ditanyakan performa Gareth Bale yang turun sebagai starter dalam laga ini, pelatih asal Prancis enggan banyak berkomentar.

“Saya tidak tahu soal Bale fokus atau tidak (dalam bermain),” kata Zidane dalam jumpa pers usai pertandingan.

“Anda tanya saja sendiri,” ketusnya.

Ekspresi Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane usai pertandingan [AFP]Ekspresi Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane usai pertandingan [AFP]

Gagal meraih poin di jornada 35, Real Madrid tetap tertahan di posisi tiga dan gagal memangkas jarak dari Atletico Madrid. Mengantongi 65 poin, Madrid saat ini tertinggal sembilan poin dari Atletico yang menempati posisi dua dengan 74 poin.

“Kami gagal mencetak gol. Kami tidak melakukan apapun sejak menit pertama hingga akhir pertandingan,” ujar pelatih berusia 46 tahun.

“Saya marah karena hari ini citra kami terpuruk. Saya yang bertanggung jawab, bukan para pemain.”

Pelatih Home United Kantongi Kekuatan PSM Makassar

Suara.com – Pelatih Home United Noh Rahman mengaku sudah mengantongi kekuatan PSM Makassar, tim yang akan menjadi lawannya di pertandingan kelima Grup H Piala AFC 2019. Pertandingan antara PSM Makassar versus Home United akan digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (30/4/2019).

Noh Rahman mengaku sudah memantau gaya bermain PSM Makassar dalam pertandingan. Termasuk laga terakhir Juku Eja–julukan PSM– kontra Bhayangkara FC di mana tim besutan Darije Kalezic itu dipaksa menyerah 4-2.

“Saya tahu PSM, Sabtu kemarin main lawan Bhayangkara FC. Terus saya juga tahu betul tentang keadaan PSM di Liga Indonesia karena sudah nonton PSM sebelumnya,” kata Noh Rahman dalam jumpa pers jelang pertandingan, Senin (29/4/2019), di Hotel Lor In, Sentul.

“Saya juga tahu kalau Liga Indonesia belum dimulai, tapi saya terus mengikuti PSM yang main di Piala Presiden dan Piala Indonesia,” tambahnya.

“PSM tim bagus, mereka punya pemain (dengan kemampuan) individu yang bagus. Tapi kita nggak fokus ke sana, yang kita fokus adalah pada kekuatan kita dan game nanti,” pungkasnya.

Di pertemuan sebelumnya, Home United bermain imbang 1-1 di Singapura. Kini kedua tim masih bersaing untuk lolos babak semifinal zona Asia Tenggara Piala AFC 2019.

Saat ini PSM berada di puncak klasemen Grup H dengan perolehan delapan poin. PSM unggul satu poin dari Home United yang menempati posisi kedua.

Pamer Perut Rata, Istri Penyerang Bali United Dipuji Hot Mom

Suara.com – Bagi penggemar Bali United tentu sudah begitu karib dengan sosok Jennifer Bachdim. Tak menyangka meski sudah menjadi seorang ibu, istri dari penyerang Bali United, Irfan Bachdim tersebut makin terlihat cantik dan seksi.

Dikenal sebagai model serta influencer fashion, Jennifer Bachdim nyatanya tak pernah meninggalkan kegiatan berolahraga. Aktivitas itu terlihat dari sejumlah unggahan di akun Instagramnya.

Terbaru, ibu dua anak ini pamer foto perutnya yang rata plus lekuk seksi seperti masih lajang.

Bersandar di sebuah pondokan yang dikelilingi pohon kelapa, dalam foto tersebut Jennifer tampil dengan rambut dikuncir ke belakang.

Ia terlihat hanya mengenakan setelan bikini berwarna putih di mana bagian perutnya terlihat terbuka.

Sementara di depannya tersaji satu butir buah kelapa.

“happy sunday from coconut and me,” tulis keterangan fotonya.

Para warganet pun dengan segera berhamburan di kolom komentar Instagramnya memuji penampilan ibu dari Kiyomi Sue Bachdim dan Kenji Zizou Bachdim itu. Kebanyakan memuji tubuh hot mom yang baru saja berulang tahun ke-32 itu yang terlihat atletis juga seksi.

Beberapa di antaranya seperti artis Indah Kalalo yang memuji Jennifer dengan sebutan sexy mama.

Lalu ada pula Olla Ramlan yang menyebut penampilan Jennifer terlihat kece banget.

Sementara itu, sejurus dengan penampilan kece yang ditunjukkan Jennifer, sang suami Irfan Bachdim juga baru saja melakoni laga luar biasa saat menghadapi Persija Jakarta pada leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia. Satu assistnya berhasil membawa kemenangan untuk Bali United.

Ini tentu jadi modal penting bagi Bali United yang akan kembali bersua Persija Jakarta pada leg kedua babak 8 besar Piala Indonesia 4 Mei mendatang. (bolatimes.com)

Solskjaer: Musim 2018/19 Sudah Berakhir bagi Bailly

Suara.com – Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer memastikan jika musim ini sudah berakhir bagi salah satu pemain kuncinya, Eric Bailly. Kembali mengalami cedera, Bailly tidak akan tampil di dua pertandingan terakhir Manchester United di Liga Inggris.

Seperti diketahui, sejak menepi pada Februari lalu, Bailly kembali turun melakoni laga pada Minggu (28/4/2019), saat United menjamu Chelsea di Old Trafford.

Namun “comeback” Bailly hanya berlangsung selama 71 menit. Pemain bertahan 25 tahun itu dipapah keluar lapangan setelah bertabrakan dengan pemain Chelsea Mateo Kovacic.

“Eric, saya pikir mengalami cedera lutut yang cukup parah,” kata Solskjaer usai pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 1-1.

“Saya harap (cederanya) tidak seperti yang saya pikir. Saya bisa pastikan dia akan menepi hingga musim berakhir.”

Pemain Manchester United Eric Bailly mengalami cedera usai bertabrakan dengan pemain Chelsea dalam pertandingan Liga Inggris yang berlangsung di Old Trafford, Minggu (28/4/2019) [AFP]Pemain Manchester United Eric Bailly mengalami cedera usai bertabrakan dengan pemain Chelsea dalam pertandingan Liga Inggris yang berlangsung di Old Trafford, Minggu (28/4/2019) [AFP]

Hanya mampu memetik satu poin di pekan 36, United saat ini masih tertahan di posisi enam klasemen sementara Liga Inggris dengan 65 poin. Dengan dua pertandingan tersisa, United yang saat ini tertinggal lima poin dari Tottenham Hotspur (posisi tiga) dan tiga poin dari Chelsea (posisi empat), wajib menang untuk menjaga asa finis di posisi empat besar atau zona Liga Champions.

Di pertandingan berikutnya, Manchester United akan melakoni laga tandang ke markas Huddersfield Town, Minggu 5 Mei 2019. Satu pekan setelah itu, United akan menjamu Cardiff City di laga penutup musim yang akan digelar di Old Trafford.

“Itu hanya menambah panjang daftar cedera pemain kami usai pertandingan kontra Manchester City. Tapi, kami akan siap menghadapi Huddersfield,” tutup manajer asal Norwegia.

Karena Takdir, Wenger Sebut Liverpool Bakal Gagal Juara Liga Primer Inggris

Suara.com – Eks nakhoda Arsenal, Arsene Wenger, menyebut jika Liverpool akan kalah dari Manchester City dalam perburuan gelar juara Liga Primer Inggris 2018/2019. Sebab, ada faktor lain yang membuat The Reds gagal, yakni sebuah takdir.

Liverpool sudah lama tak menjadi jawara liga di Inggris. Walau trofi mereka kini sudah 18, tetapi terkhir kali The Reds memenangkannya adalah pada musim 2089/1990. Setelah itu, Liverpool seolah tak pernah berjodoh dengan liga.

Liverpool sempat akan menjadi jawara Liga Primer Inggris pada musim 2013/2014. Namun, mereka akhirnya gagal pada detik-detik akhir setelah kalah bersaing dengan Manchester City.

Pada musim ini, Liverpool kembali bersaing dengan Manchester City untuk menjadi juara Liga Primer Inggris 2018/2019. Namun, Mohamed Salah dan kolega berada di posisi kurang menguntungkan karena tertinggal satu poin dan sama-sama hanya menyisakan dua laga.

Liverpool akan menghadapi Newcastle United dan Wolverhampton Wanderers di laga sisa. Sementara itu, Manchester City akan melawan Leicester City dan Brighton & Hove Albion. Andai Manchester City mampu menyapu bersih dengan kemenangan, Liverpool dipastikan bakal kembali gigit jari.

Nah, dengan pengalaman di masa lalu, Arsene Wenger menilai Liverpool berharapan dengan takdir untuk bisa menjuarai Liga Primer Inggris. Ia pun memprediksi Liverpool bakal gagal lagi.

“Saya takut akan Liverpool meski masih menyisakan satu pertandingan lagi, Man City bisa sudah memenangi kejuaraan pada pertandingan berikutnya. Tapi, mereka akan berjuang sampai akhir,” kata Arsene Wenger di BeIN Sport.

“Ini terlihat seperti takdir melawan Liverpool. Mereka mendominasi untuk jangka waktu yang lama di sepakbola Inggris dan tiba-tiba dari 89-90 sampai sekarang mereka tak bisa menjuarai kompetisi lagi. Dan setiap waktu, ada hal kecil yang bertentangan dengan mereka,” tuturnya menambahkan.

Juara Liga Primer Inggris musim 2018/2019 sudah hampir menjadi milik Manchester City. Dengan catatan 12 laga tidak terkalahkan, sulit untuk berharap The Citizens terpeleset di dua pertandingan akhir melawan tim-tim yang kurang diunggulkan.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Unggah Pose Nungging, Kekasih Ronaldo Bikin Panas Dingin

Suara.com – Memiliki kekasih selevel Cristiano Ronaldo tampaknya benar-benar membuat Georgina Rodriguez. Dara cantik yang biasa disapa Gio itupun rela lakukan pose nungging demi sang kekasih.

Cristiano Ronaldo memang tak ada matinya. Meski telah menginjak usai 34 tahun, nyatanya tak menghalanginya untuk meraih prestasi. Terbaru, pemain yang sudah mengoleksi lima Ballon d’Or tersebut baru saja mencatatkan gol ke-600.

Gol tersebut diukir saat Juventus menahan imbang 1-1 tuan rumah Inter Milan pada laga lanjutan Serie A pekan ke-34, Minggu (28/4/2019) dini hari tadi.

Yang cukup mengesankan 600 gol yang sudah dikoleksi itu dicetak Ronaldo bersama empat klub berbeda, mulai dari Sporting CP hingga kini bersama Juventus. Melakoni debut bersama Si Nyonya Tua, Ronaldo hingga kini sudah membukukan 27 gol.

Tak berhenti di situ, Ronaldo juga sukses membawa Juventus mempertahankan scudetto. Untuk Juventus, ini merupakan scudetto kedelapan yang diraih secara beruntun.

Prestasi nan mentereng yang dicapai Ronaldo itu sepertinya membuat sang kekasih, Georgina Rodriguez kegirangan. Saking bangganya memiliki kekasih Cristiano Ronaldo, Gio pun rela melakukan apa saja, termasuk untuk pose nungging seperti yang diunggah lewat akun Instagramnya beberapa waktu lalu.

Dalam foto tersebut Georgina melakukan pose nungging mengenakan busana tanpa lengan bermotif kulit ular. Gio yang juga berprofesi sebagai model itu terlihat melakukan pose nungging di pegangan anak tangga kayu.

Dara cantik yang sudah merajut cinta bersama Ronaldo sejak 2016 silam itu membubuhi keterangan pada foto pose nunggingnya dengan kalimat candaan.

“ketika seorang teman mengatakan pada saya, hei itu suamimu, dan beginilah ekspresiku,” tulisnya.

Seperti yang diungkap lewat wawancara bertajuk My Life with Ronaldo, Gio mengungkap bahwa ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Ronaldo saat masih menjadi sales asisstand di sebuah gerai ternama Gucci.

Bersama Ronaldo, Gio dikaruniai seorang putri bernama Alana Martina. Selain itu ia juga mengasuh tiga anak Ronaldo lainnya yakni si kembar Eva dan Mateo serta si sulung Cristianinho atau yang karib dikenal dengan Cristiano Ronaldo junior. (bolatimes.com)

Jadwal Padat Hantui PSM Makassar, Kalezic: Sulit Buat Pemain

Suara.com – Jadwal padat menghantui PSM Makassar jelang pertandingan Grup H Piala AFC 2019. Di laga yang akan digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (30/4/2019), PSM akan menjamu wakil Singapura Home United.

Sebagaimana diketahui, sebelum menghadapi Home United, PSM baru saja melakoni pertandingan leg pertama perempat final Piala Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (27/4/2019), kontra Bhayangkara FC.

Setelah menjamu Home United di Pakansari, Juku Eja –julukan PSM Makassar– akan kembali berhadapan dengan Bhayangkara FC di Makassar pada 3 Mei. Setelah itu pada 14 Mei Juku Eja akan melakoni laga pamungkasnya di Grup H Piala AFC 2019 kontra Lao Toyota.

Jadwal padat tersebut diakui Kalezic cukup merepotkan bagi dirinya dalam mempersiapkan tim. Namun, ia tetap berusaha mencari solusi agar anak asuhnya bisa tetap bermain dengan baik.

Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic (kanan) dan pemain PSM Makassar Wiljan Pluim (kiri) pada jumpa pers sehari jelang pertandingan melawan Home United di matchday kelima Piala AFC 2019. [Suara.com/Adie Prasetyo]Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic (kanan) dan pemain PSM Makassar Wiljan Pluim (kiri) pada jumpa pers sehari jelang pertandingan melawan Home United di matchday kelima Piala AFC 2019. [Suara.com/Adie Prasetyo]

“Persiapan kita bagus-bagus saja, tentu saja ini beda dengan kultur Eropa budaya sepak bolanya. Saya beruntung pernah bekerja juga di klub Asia. Pengalamanan ini membantu saya adaptasi lebih cepat,” kata Darije Kalezic dalam jumpa pers jelang pertandingan, di Hotel Lor In, Sentul.

“Soal persiapan, kita tahu akan memainkan pertandingan setelah tiga hari main, ini bisa saya katakan sulit buat pemain, saya tidak terbiasa dengan jadwal padat seperti ini. Kita lakukan perjalanan panjang dan banyak pertandingan,” ia menambahkan.

“Kita mencoba memikirkan solusi setiap hari, untuk membantu pemain persiapkan diri mereka secepatnya,” ungkap mantan pelatih Wellington Phoenix FC itu.

Meski demikian, Kalezic mengaku cukup senang dengan skuat yang dimilikinya saat ini.

“Saya bahagia dengan tim yang saya miliki. Saya selalu tekankan kita akan merekrut pemain baru kalau dia akan membuat tim ini lebih baik,” pungkasnya.

Zidane: Varane Tetap Berseragam Real Madrid

Suara.com – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane menegaskan jika dirinya tidak akan melepas Raphael Varane. Menurut pelatih berusia 46 tahun itu, Varane masuk dalam rencana besar Real Madrid di musim depan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah klub papan atas Eropa melirik pemain bertahan 26 tahun itu. Diantaranya Manchester United dan Juventus.

Varane sendiri sudah menghabiskan delapan musim bersama Real Madrid. Kontraknya bersama Los Blancos baru akan berakhir di akhir musim 2022 mendatang.

“Salah satu hal menggembirakan di musim ini adalah Varane tetap bertahan (di Real Madrid),” ujar Zidane dalam jumpa pers usai kekalahan Madrid 0-1 dari Rayo Vallecano, Senin (29/4/2019).

Bek andalan Real Madrid asal Prancis, Raphael Varane (kiri) berebut bola dengan penyerang Espanyol, Hernan Perez pada laga Liga Spanyol 2018/2019 di Santiago Bernabeu. [JAVIER SORIANO / AFP]Bek andalan Real Madrid asal Prancis, Raphael Varane (kiri) berebut bola dengan penyerang Espanyol, Hernan Perez pada laga Liga Spanyol 2018/2019 di Santiago Bernabeu. [JAVIER SORIANO / AFP]

Kekalahan yang baru dialami Real Madrid tersebut membuat Zidane berang. Bukan hanya karena kehilangan poin, akan tetapi kenyataan tim raksasa seperti Real Madrid dipecundangi Rayo yang musim ini terancam turun kasta.

“Setelah pergi beberapa lama sekarang saya kembali ke sini. Saat ini saya tidak memiliki masalah,” ujar pelatih berkebangsaan Prancis.

“Musim ini akan segera berakhir, dan benar jika saat ini kami mengalami penurunan dan sudah dipastikan tanpa gelar. Tapi kami harus menatap masa depan dan memetik kemenangan di tiga pertandingan terakhir.”

Gagal meraih poin di jornada 35, Real Madrid tetap tertahan di posisi tiga dan gagal memangkas jarak dari Atletico Madrid. Mengantongi 65 poin, Madrid saat ini tertinggal sembilan poin dari Atletico yang menempati posisi dua dengan 74 poin.

Makin Unik, Ini Revolusi Selebrasi Mohamed Salah dari Sujud Hingga Yoga

Suara.com – Sempat menunjukkan grafik menurun, Mohamed Salah kini sudah menunjukkan tajinya jelang kompetisi musim ini berakhir. Di balik produktivitasnya yang mulai kembali, siapa sangka ada yang berevolusi dari gaya selebrasi religius Salah.

Mohamed Salah baru saja mengukir sejarah bersama Liverpool. Sumbangan dua golnya ke gawang Huddersfield pada lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu (27/4/2019) kemarin membuatnya mencetak rekor.

Berkat dua golnya itu, Salah untuk sementara jadi top skor Liga Primer Inggris dengan mengemas 21 gol dari 36 laga di Liga Primer Inggris. Total ia sudah mengkoleksi 25 gol dari 48 laga di semua kompetisi.

Jika dihitung lagi, Salah saat ini sudah mengkoleksi 69 gol dari 100 penampilannya bersama Liverpool sejak bergabung musim lalu. Torehan itu pun membuat nama penyerang asal Mesir itu mengalahkan empat legenda Liverpool lainnya.

Seperti dikutip dari Sky Sport Statto, Salah kini tercatat sebagai pemain yang paling banyak mencetak gol dari 100 pertandingan pertama bersama The Reds. Mengalahkan Roger Hunt (68), Jack Parkinson (64, Sam Raybould (68) dan Fernando Torres (61).

Terlepas dari prestasi itu, jika diperhatikan, akhir-akhir ini Salah punya gaya yang berbeda ketika melakukan selebrasi. Eks penggawa AS Roma yang dikenal punya selebrasi sujud syukur itu kini juga punya style lain, yakni ala yoga.

Selebrasi yoga itu ditunjukkan Salah ketika menjebol gawang Chelsea beberapa waktu lalu. Pose yoga berdiri dengan satu kaki itu mengadopsi pose Vrikshasana atau pose pohon.

Kepada Sky Sports, Salah mengaku bahwa pose itu dilakukan secara spontan. “Saya adalah pria yoga. Saya melakukan yoga dan hal itu terlintas begitu saja dalam pikiran saya,” ungkapnya.

Nah, berikut Bolatimes kumpulkan revolusi gaya selebrasi religius Mohamed Salah mulai dari sujud syukur, mengacungkan jari telunjuk, hingga yang terbaru pose yoga.

Mohamed Salah bersujud syukur usai mencetak gol ke gawang Watford [AFP]Mohamed Salah bersujud syukur usai mencetak gol ke gawang Watford musim lalu [AFP]Mohamed Salah sujud. (sumber: The Conversation).Mohamed Salah sujud. (sumber: The Conversation).mohamed salah/instagrammohamed salah/instagramSelebrasi Mohamed Salah saat mencetak gol ke gawang Napoli pada 11 Desember 2018 (Paul Ellis/AFP)Selebrasi Mohamed Salah saat mencetak gol ke gawang Napoli pada 11 Desember 2018 (Paul Ellis/AFP)Selebrasi yoga ala Mohamed Salah usai cetak gol ke gawang Chelsea pada lanjutan Liga Primer Inggris 14 April 2019 lalu. [PAUL ELLIS / AFP]Selebrasi yoga ala Mohamed Salah usai cetak gol ke gawang Chelsea pada lanjutan Liga Primer Inggris 14 April 2019 lalu. [PAUL ELLIS / AFP]

Nah, kira-kira kamu suka selebrasi Salah yang mana nih?

Bolatimes/Galih Priatmojo

PSM Makassar Bertekad Amankan Tiga Poin di Stadion Pakansari

Suara.com – PSM Makassar akan menjamu Home United pada pertandingan kelima Grup H Piala AFC 2019 yang akan digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (30/4/201). Di pertandingan itu, PSM bertekad mengamankan tiga poin.

Tambahan tiga poin akan membuat posisi PSM di puncak klasemen Grup H semakin kokoh. Dengan demikian peluang Juku Eja –julukan PSM Makassar– lolos ke babak semifinal zona Asia Tenggara Piala AFC 2019 semakin besar.

Sebagaimana diketahui, saat ini PSM berada di puncak klasemen Grup H dengan perolehan delapan poin. PSM unggul satu poin dari Home United yang menempati posisi kedua.

“Kami pemimpin grup. Kami tentu mau tetap memimpin grup ini. Kami mau buat langkah besar untuk jadi pemimpin grup sampai akhir pertandingan di fase grup,” kata Pelatih PSM, Darije Kalezic dalam jumpa pers jelang pertandingan yang digelar di Hotel Lor In, Sentul.

“Besok kesempatan kita untuk ini (pertahankan puncak klasemen). Kami akan lakukan apapun untuk mewujudkannya,” ungkapnya.

Ini merupakan pertemuan kedua PSM dengan Home United di fase grup. Saat bermain di Singapura, kedua tim bermain imbang 1-1.

Senada dengan Kalezic, Selain ingin Kapten PSM, Wiljan Pluim, juga bertekad memetik kemenangan dalam laga ini sekaligus mempertahankan posisi puncak klasemen.

“Saya pikir kita harus raih tiga poin dan kita akan jadi pemenang grup. Itu yang kita semua mau,” ujar Pluim.

“Tiga poin besok penting setelah kita sebelumnya bermain imbang 1-1. Besok kami akan tunjukan kita tim terbaik dan tiga poin jadi langkah nyata untuk jadi pemimpin grup ini,” pungkasnya.

Pelatih Newcastle Enggan ‘Bantu’ Liverpool Juara Liga Inggris 2018/2019

Suara.com – Liverpool akan bertandang ke markas Newcastle United pada pekan ke-37 Liga Primer Inggris 2018/2019, Minggu (5/5/2019). Bermain di St James Park, The Reds wajib meraih kemenangan untuk menjaga peluang menjadi juara liga musim ini.

Liverpool kini tengah bersaing ketat dengan Manchester City dalam perebutan juara liga. The Reds saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara dengan raihan 91 angka, tertinggal satu poin dari Manchester City yang duduk manis di puncak.

Jadi, Mohamed Salah Cs butuh kemenangan atas Newcastle United untuk kembali menggeser The Citizens dari puncak klasemen. Namun, ambisi itu tidak akan mudah karena yang menjadi lawan adalah Newcastle.

Sebagai informasi, Newcastle United, memiliki catatan kandang yang cukup apik. Dari 18 pertandingan di St James Park, Salomon Rondon dan kolega berhasil meraih delapan kemenangan, satu hasil imbang, dan sisanya adalah kekalahan.

Pelatih Newcastle United, Rafael Benitez, pun menegaskan bakal tampil habis-habisan melawan Liverpool. Meski pernah memiliki kenangan indah bersama The Reds ketika merengkuh juara Liga Champions 2004/2005, ia menegaskan situasinya kini sudah berbeda.

“Kami akan melakukan apa yang sudah kami lakukan sepanjang musim dan itu mencoba untuk memenangi pertandingan. Kami bermain di kandang di depan para pendukung kami dan akan mencoba mengerahkan kemampuan terbaik,” kata Benitez, dikutip dari The Sun.

“Merupakan tugas saya untuk bertanggung jawab Newcastle dan andai saya ada di tim lain, saya akan berharap tim lawan untuk mengerahkan kemampuan terbaik dan manajernya mencoba yang terbaik,” tuturnya menambahkan.

Di sisi lain, Newcaslte United juga sangat butuh tiga poin agar tidak terseret ke jurang degradasi pada akhir musim nanti. Saat ini, The Magpies berada di posisi 13 dengan perolehan 42 poin.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi