Sriwijaya FC Bujuk Pemain Lawas Untuk Perkuat Tim di Piala Indonesia

Suara.com – Sriwijaya FC mulai bergerilya mencari pemain yang berminat untuk bergabung demi mengarungi Piala Indonesia dan Liga 2 2019 mendatang. Beberapa pemain senior, termasuk mantan pemain Persib Bandung Atep menjadi incaran tim berjuluk Laskar Wong Kito ini.

Sekretaris Tim Sriwijaya FC Rizal Darmawan mengatakan bahwa klub membutuhkan pemain pengganti untuk bertanding di babak 32 besar Piala Indonesia melawan Keluarga USU Medan pada pada 30 Januari nanti.

Berdasarkan surat dari PSSI nomor 212/AGB/49/I-2019 tertanggal 17 Januari 2019 yang ditandatangani Ratu Tisha disebutkan SFC akan menjalani leg 1 pada 30 Januari di Palembang dan leg 2 pada 7 Februari di Medan.

“Salah satunya Atep, kebanyakan kita kontak pemain senior. Lalu beberapa mantan pemain SFC seperti Mahyadi Panggabean, Bobby Satria, Eka Ramdani, Wijay, dan Musafri,” ujar Rizal, di Palembang Minggu (20/1/2019).

Rizal mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah menghubungi para pemain tersebut dan sudah mendapatkan tanggapan yang cukup memuaskan. “Mahyadi sudah mau tapi masih lihat situasi karena saat ini sedang memegang tim. Atep sudah menyatakan bersedia membantu kita dan akan memberikan kepastian dalam waktu dekat,” jelas Rizal.

Sedangkan, mantan penggawa Sriwijaya FC, Bobby Satria sudah menyatakan bersedia membantu Sriwijaya FC namun akan melihat terlebih dahulu kesesuaian dengan jadwal trial dengan salah satu klub di Malaysia.

Sementara, Eka Ramdhani masih dibujuk karena pemain yang kerap disapa Ebol ini menyatakan hendak gantung sepatu. Terkait Wijay, yang sebelumnya merumput di SFC pada musim 2008-2009, menurutnya manajemen klub sudah mendapatkan konfirmasi bahwa yang bersangkutan bersedia memperkuat Laskar Wong Kito di Piala Indonesia.

Selain bakal diperkuat mantan pemain, Sriwijaya FC juga akan diperkuat pemain eks PON Sumatera Selatan mengingat skuat yang tersisa terbilang sudah tidak mencukupi.

Sejauh ini, hanya tiga pemain musim lalu yang menyatakan kesediaan untuk bertahan, yakni Robby Andika, Dickri Yusron dan M Rafif. Sedangkan Achmad Faris masih akan bermusyawarah dengan keluarga. Dalam situasi tersebut maka harus dicarikan penggantinya karena setidaknya untuk berlaga di Piala Indonesia diperkuat oleh 16-18 pemain.

Sriwijaya FC memang ditinggalkan mayoritas pemainnya setelah terdegradasi ke Liga 2. Para pemain seperti Marckho Meraudje, Zulfiandi, Esteban Vizcarra, Teja Paku Alam, Alberto Goncalves, Yu Hyun Koo, Syarian Abimanyu, dan Nur Iskandar sudah resmi hengkang.

Kontributor : Andhiko Tungga Alam

Tottenham Hotspur Kerja Keras Kalahkan Fulham

Suara.com – Tottenham Hotspur harus bekerja keras untuk mengalahkan Fulham di pekan ke-23 Liga Inggris . Gol Harry Winks di penghujung laga akhirnya memastikan kemenangan Tottenham 2-1 atas Fulham.

Bertandang ke Craven Cottage Minggu (20/1/2019) malam WIB, Tottenham tertinggal lebih dulu karena gol bunuh diri Fernando Llorente. Spurs akhirnya bangkit dan memenangi laga lewat gol Dele Alli dan Harry Winks.

Dengan hasil itu, Spurs masih berada di posisi tiga besar dengan 51 poin dari 23 pertandingan atau terpaut lima poin dari posisi kedua Manchester City. Sementara Fulham berada pada zona degradasi di posisi ke-19 dengan 14 poin.

Jalannya Pertandingan

Tottenham yang tanpa diperkuat oleh Harry Kane karena cedera, mencoba menekan di awal. Namun sepakan kaki kiri Christian Eriksen dari luar kotak penalti masih melenceng di samping kiri gawang di menit ke-6.

Sementara Fulham lewat Ryan Babel mengancam lewat tendangan kaki kirinya memanfaatkan umpan Aleksandar Mitrovic. Namun usaha tuan rumah masih dapat digagalkan oleh kiper Spurs Hugo Lloris di menit ke-12.

Fulham masih mencoba menekan namun dua peluang dimiliki oleh Denis Odoi masih melenceng dari target. Akhirnya Fulham memimpin lebih dulu lewat gol bunuh diri Llorente setelah berawal dari sepak pojok.

Tertinggal 0-1, Spurs mencoba bangkit. Llorente mencoba membalas kesalahannya saat menyambut crossing Jan Vertonghen. Namun sundulannya masih dapat diamankan kiper Fulham Sergio Rico di menit ke-23.

Sementara usaha Llorente lewat tembakan kaki kirinya masih melenceng di sisi kiri gawang. Sedangkan Fulham juga melakukan tekanan lewat André Schürrle, Joe Bryan dan Calum Chambers namun belum mengubah keunggulan tuan rumah.

Hingga turun minum Fulham masih memimpin 1-0 atas Tottenham Hotspur. Di babak kedua, Fulham kembali mencoba menekan namun sepakan kaki kiri Aleksandar Mitrovic masih dapat diblok.

Namun, Spurs mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-51. Gol Spurs tersebut dicetak oleh Dele Alli lewat sundulannya di depan gawang memanfaatkan umpan Christian Eriksen.

Gol tersebut membuat Spurs bangkit menambah tekanan. Tembakan kaki kanan Harry Winks dari luar kotak penalti masih dapat digagalkan oleh kiper Sergio Rico di menit ke-54.

Davinson Sánchez dan Llorente kembali membuka peluang namun masih belum tepat sasaran. Fernando Llorente masih gencar mengancam gawang Fulham, sayang belum juga membuahkan hasil.

Akhirnya memasuki injury time, Harry Winks memastikan kemenangan Tottenham 2-1 lewat sundulannya setelah memanfaatkan crossing Kévin Nkoudou ke tiang jauh. Tak lama kemudian wasit meniupkan peluit di akhir pertandingan.

Susunan Pemain :

Fulham: Sergio Rico; Denis Odoi, Maxime Le Marchand, Tim Ream; Cyrus Christie, Calum Chambers, Jean Michael Seri (Cisse 81′), Joe Bryan; Andre Schurrle (Kebano 72′), Aleksandar Mitrovic, Ryan Babel (Sessegnon 55′)

Tottenham Hotspur: Hugo Lloris; Toby Alderweireld, Davinson Sanchez, Jan Vertonghen; Kieran Trippier, Harry Winks, Christian Eriksen, Danny Rose; Erik Lamela (Eric Dier 79′), Dele Alli (N’Koudou 86′), Fernando Llorente

Liga 1 2019 Akan Kick Off pada Awal Mei Mendatang

Suara.com – Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019) telah selesai. Berbagai putusan telah dikeluarkan dari hasil kongres tersebut, salah satunya jadwal kick off Liga 1 2019 .

Dalam kongres tersebut Edy Rahmayadi secara mengejutkan mundur dari jabatannya sebagai ketua umum PSSI. Joko Driyono yang ditunjuk sebagai ketua umum PSSI akhirnya mengumumkan beberapa keputusan.

Salah satunya adalah adalah jadwal kick off Liga 1 2019. Joko Driyono mengatakan, paling lambat Liga 1 digelar pada 8 Mei mendatang. Untuk kasta kompetisi berikutnya menyusul dua pekan selanjutnya.

“Kick Off Liga 1 paling cepat 1 Mei, paling lambat 8 Mei. Ini diikuti dua Minggu berikutnya untuk Liga 2,” kata Joko Driyono dalam jumpa pers usai kongres.

Jokdri sapaan akrab Joko Driyono, meminta kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator untuk segera menggodok agenda tersebut. Jangan sampai kompetisi di Indonesia ini kembali molor.

“Implementasinya akan digodok oleh PT Liga Indonesia Baru, yang juga diminta untuk melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) paling lambat dua minggu setelah ini,” tambahnya.

Sema seperti musim-musim sebelumnya, Liga 1 musim depan akan tetap diikuti oleh 18 klub.

Tiga klub baru yang promosi dari Liga 2 akan mewarnai kompetisi kasta tertinggi musim depan. Mereka adalah Semen Padang, Kalteng Putra, dan PSS Sleman.

PSSI Pastikan Piala Presiden 2019 Akan Digelar

Suara.com – Ketua Umum PSSI Joko Driyono memastikan Piala Presiden 2019 akan digelar. Hal itu disampaikannya Jokdri usai Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).

Sebelumnya, Piala Presiden 2019 diragu akan digelar. Adanya Pemilihan umum Presiden (Pilpres) pada April mendatang menjadi salah satu alasannya.

Namun, Joko mengatakan bakal ada pembicaraan lebih lanjut terkait gelaran Piala Presiden. Pasalnya, bakal ada pencocokan jadwal antara Piala Presiden 2019 dan Piala Indonesia yang kini sudah memasuki babak 32 besar.

“Piala Indonesia dan Piala Presiden sejak saat ini Exco PSSI melakukan kompilasi penyesuaian sinkronisasi jadwal. Itu agar kedua-duanya bisa terlaksana hingga awal April mendatang,” kata Joko Driyono.

Sebagaimana diketahui, Piala Presiden merupakan turnamen pra musim yang sudah digelar sejak 2015 lalu. Hanya pada tahun 2016 saja turnamen tersebut tidak digelar.

Tiga juara sudah dihasilkan dari Piala Presiden. Persib Bandung (2015), Arema FC (2016), dan Persija Jakarta (2018).

Hantam Huddersfield, Manchester City Masih Tempel Liverpool

Suara.com – Manchester City sukses meraih poin penuh setelah menghantam Huddersfield Town tiga gol tanpa balas. Kemenangan tersebut membuat Manchester City masih tetap menempel pimpinan klasemen Liga Inggris , Liverpool.

Bertandang ke John Smith’s Stadium, Minggu (20/1/2019) malam WIB, City berhasil membawa pulang tiga poin. Gol City masing – masing dicetak oleh Danilo, Raheem Sterling dan Leroy Sane.

Dengan kemenangan tersebut, City masih tetap bertahan di peringkat kedua klasemen dengan 56 poin dari 23 laga dan masih menjaga jaraknya empat poin dari Liverpool. Sementara Huddersfield di posisi buncit klasemen dengan 11 poin.

Jalannya Pertandingan

Manchester City membuka ancamannya lewat tembakan kaki kanan Sergio Aguero dari sayap kanan namun masih melenceng di menit ke-3. Tim tamu masih terus melakukan tekanan kepada Huddersfield Town dan mencoba membuka peluang.

Pada menit ke-18, City akhirnya memimpin 1-0. Gol tersebut dicetak oleh Danilo lewat sepakan kaki kanannya dari luar kotak penalti setelah mendapatkan umpan dari Kyle Walker.

City masih melanjutkan tekanannya. Pada menit ke-22, sebuah peluang Fernandinho lewat sundulannya menyambut sepak pojok masih melenceng di sisi kanan gawang di menit ke-22.

Huddersfield Town mencoba memberikan perlawanan. Terence Kongolo mengancam gawang City lewat sepakan kaki kanannya dari luar kotak penalti namun masih dapat digagalkan Ederson.

Namun setelah itu, Manchester City kembali mencoba mendominasi pertandingan. Ilkay Gündogan mencoba memanfaatkan umpan terobosan Fernandinho tapi tembakan kaki kanannya masih dapat diblok di menit ke-40.

Sementara satu menit kemudian sundulan Nicolás Otamendi masih melenceng disamping kanan gawang Huddersfield. Usaha Ilkay Gundogan di akhir babak pertama juga masih melenceng di samping kanan gawang tuan rumah.

Hingga turun minum, Manchester City masih memimpin 1-0 atas Huddersfield Town. Di babak kedua, skuat besutan Pep Guardiola masih terus melanjutkan tekanan kepada tuan rumah.

Raheem Sterling akhirnya memperbesar keunggulan City menjadi 2-0 lewat sundulannya setelah menyambut crossing Leroy Sane. City masih belum mengendurkan serangannya.

Dua menit berselang, giliran Leroy Sane menjebol gawang Huddersfield Town lewat sepakan kaki kirinya memanfaatkan umpan sundulan Aguero. Manchester City pun semakin jauh memimpin 3-0.

City agak sedikit mengendurkan serangannya setelah keunggulan tersebut. Sementara Huddersfield sempat melakukan tekanan namun skor 3-0 bagi kemenangan City tetap tidak berubah hingga wasit meniupkan peluit panjang di akhir laga.

Susunan Pemain

Huddersfield Town: Jonas Lossl; Tommy Smith, Christopher Schindler, Terence Kongolo, Chris Lowe; Elias Kachunga, Juninho Bacuna (Pritchard 64), Jonathan Hogg, Jason Puncheon, Isaac Mbenza; Adama Diakhaby (Steve Mounie 59′)

Manchester City: Ederson; Kyle Walker, Nicolas Otamendi, Aymeric Laporte, Danilo; Kevin De Bruyne, Fernandinho (David Silva 59′), Ilkay Guendogan (Fabian Delph 80′); Raheem Sterling, Sergio Aguero, Leroy Sane (Bernardo Silva 72′)

PSSI Tunjuk Sosok Ini Sebagai Ketua dan Wakil Tim Adhoc Integrity

Suara.com – PSSI membentuk tim Adhoc Integrity untuk menuntaskan masalah match fixing yang ada di sepak bola Indonesia. Pembentukan tim tersebut dilakukan saat digelarnya Kongres Tahunan di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).

Ketua umum PSSI Joko Driyono mengatakan tim Adhoc Integrity akan dipimpin oleh Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur Ahmad Riyadh. Adapun wakil ketua umum diberikan kepada mantan Sekjen PSSI Azwan Karim.

Joko mengatakan, nantinya Tim Adhoc Integrity akan diisi oleh lima orang. Pemilihan orang tersebut akan dilakukan oleh ketua dan wakil ketua yang dibantu oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

“Dalam waktu paling lambat dua pekan ke depan, akan dilengkapi 5 orang yang dimunculkan oleh Ketua dan Wakil Ketua Komite Adhoc Integrity,” kata Joko Driyono dalam jumpa pers seusai kongres tahunan.

“Untuk penetapan tiga orang lainnya di Komite Adhoc Integrity, akan dikonsultasikan dengan Komite Eksekutif (Exco) untuk ditetapkan,” tambahnya.

Joko menjelaskan tim Adhoc bertugas memerangi match fixing yang ada di Indonesia. Tim Adhoc juga akan bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola bentukan kepolisian.

“Komite ini mengemban tugas yang sangat penting. Fokus menjaga integritas sepak bola bagaimana dinamika sekarang, dilihat oleh kami semua memerangi pengaturan skor, memanipulasi pertandingan dan seterusnya,” jelasnya.

“Sehingga kami ingin melalui Komite Adhoc Integrity bisa terbangun sinergi dengan seluruh stakeholder sepak bola khususnya kepolisian sebagaimana FIFA dengan interpol. PSSI dengan kepolisian. Dan kami ingin membangun sinergi ini agar bsia melindungi integritas sepak bola,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Joko Driyono kini menjabat sebagai Ketua Umum PSSI menyusul mundurnya Edy Rahmayadi. Sebelumnya, Jokdri sapaan akrab Joko Driyono menjabat sebagai wakil ketua umum.

Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI, Apa Prestasinya Selama Ini?

Suara.com – Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Nusa Dua Bali, Minggu (20/1/2019) memunculkan kejutan. Ya, Edy Rahmayadi yang telah menjabat sebagai ketua umum PSSI sejak 2016 lalu mengumumkan mundur dari posisinya.

Sejatinya, Edy Rahmayadi menjabat sebagai ketua umum PSSI sampai tahun 2020. Namun, di tahun ketiga kepimpinannya dia menyatakan mundur sebagai ketua umum.

Untuk sementara waktu, Joko Driyono yang sebelumnya wakil ketua umun ditunjuk sebagai pengganti Edy. Berbagai polemik seperti pengaturan skor dan ketidak kepercayaan kepada dirinya dari anggota PSSI diduga penyebab mundurnya Edy.

Lantas apa yang sudah diberikan Edy selama dirinya menjabat sebagai ketua umum PSSI?

Sejatinya, kepemimpinan Edy Rahmayadi tidak terlalu buruk. Banyak hal-hal baru muncul di era Edy Rahmayadi. Apalagi Edy ditugaskan membenahi PSSI usai sanksi dari FIFA dan juga pemerintah.

Memang, PSSI di bawah kepemimpinan mantan Pangkostrad TNI tersebut masih belum bisa memberikan prestasi bagi tim nasional Indonesia. Terutama timnas Indonesia di level senior.

Berikut beberapa prestasi yang dibuat oleh Edy Rahmayadi selama menjabat sebagai ketua umum PSSI:

Trofi timnas Indonesia

Timnas Indonesia di level junior pada era Edy Rahmayadi cukup membanggakan. Terutama pencapaian dari timnas Indonesia U-16.

Tercatat, tiga trofi berhasil didapat oleh tim berjuluk Garuda Asia itu. Sebut saja juara Tien Phong Cup, Juara Jennesys Cup, Juara Piala AFF U-16 2018, dan tembus babak delapan besar Piala Asia U-16 2018.

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kedua kiri) menyerahkan Piala AFF U-16 kepada pesepak bola Indonesia David Maulana (tengah) usai pertandingan Final Piala AFF U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (11/8). Indonesia menjadi juara Piala AFF U-16 usai menang atas Thailand melalui adu pinalti dengan skor 5-4 (1-1). ANTARA FOTO/M Risyal HidayatKetua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kedua kiri) menyerahkan Piala AFF U-16 kepada pesepak bola Indonesia David Maulana (tengah) usai pertandingan Final Piala AFF U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (11/8). Indonesia menjadi juara Piala AFF U-16 usai menang atas Thailand melalui adu pinalti dengan skor 5-4 (1-1). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Sementara di level U-19 dan U-23 tidaklah terlalu buruk. Timnas Indonesia berhasil meraih peringkat ketiga Piala AFF U-19 2018 dan masuk babak delapan besar Piala Asia U-19 2018.

Sedangkan timnas Indonesia U-23 berhasil mendapatkan medali perunggu di SEA Games 2017 lalu. Kemudian menembus babak 16 besar Asian Games 2018.

Sementara di level senior cukup mengecewakan. Meski berhasil menjadi runner up di Piala AFF 2016, namun pada edisi 2018 skuat Garuda tidak mampu lolos dari fase grup.

Adanya Kompetisi Usia Muda

Gebrakan baru muncul pada PSSI era Edy Rahmayadi. Ya, salah satunya adalah kompetisi usia muda yang pada pengurusan sebelumnya berjalan tidak maksimal.

PSSI Era Edy Rahmayadi mulai teratur menggelar kompetisi usia muda dari berbagai jenjang. Sebut saja Liga 1 U-19 dan Elit Pro Academy Liga 1 U-16.

Hal inipun sangat terasa manfaatnya. Timnas Indonesia khususnya kategori usai muda jadi semakin mudah mencari pemain-pemain berbakat dari kompetisi itu.

Adanya Pelatih dan Pemain Kelas Dunia di Indonesia

Edy Rahmayadi pernah memunculkan aturan adanya marque player di Liga Indonesia yakni pada musim 2017. Hal inipun cukup menarik perhatian.

Hasilnya beberapa pemain kelas dunia pernah merasakan persaingan di Liga Indonesia. Sebut saja Michael Essien (Persib Bandung), Peter Odemwingie (Madura United), dan Mohammed Sissoko (Mitra Kukar).

Tidak hanya pemain, PSSI era Edy Rahmayadi pun menghadirkan pelatih kelas dunia untuk timnas Indonesia. Dia adalah pelatih asal Spanyol Luis Milla Aspas yang diplot sebagai juru taktik timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Namun sayang, berbagai polemik membuat pelatih yang pernah bermain untuk Barcelona dan Real Madrid itu urung kembali melatih timnas Indonesia.

Alexis Sanchez Klaim Manchester United Lebih Bahagia Sekarang

Suara.com – Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer sementara Manchester United tampaknya memberikan dampak yang besar. Hal tersebut juga diamini oleh Alexis Sanchez . Ia merasa suasana Old Trafford kini lebih bahagia.

Menengok ke belakang, Manchester United tampil buruk ketika ditangani oleh Jose Mourinho pada awal Liga Primer Inggris musim 2018/2019. Seperti diketahui, hingga pekan ke-17, Setan Merah berada di posisi keenam dan tertinggal 19 poin dari Liverpool yang saat itu memuncaki klasemen sementara.

Pasca dipecat, posisi Mourinho diambil oleh Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih interim Setan Merah. Hasilnya pun di luar dugaan, Manchester United kini sukses menyapu enam laga Liga Primer Inggris dengan kemenangan.

Tentu saja, performa apik itu mendapat sambutan positif dari publik Old Trafford. Tidak terkecuali bagi Alexis Sanchez.

BACA JUGA: Berita Terpopuler: Arsenal Tekuk Chelsea, Liverpool Kokoh di Puncak

“Para pemain sekarang sama seperti saat mereka bersama Mourinho. Tetapi kini kami memiliki lebih banyak berhasil menyerang dan kami bertahan lebih baik,” kata Alexis Sanchez, dikutip dari Spotskeeda.

“Filosofinya adalah banyak menyentuh bola, mengendalikan permainan, dan mencetak gol. Anda dapat mengatakan bahwa posisinya di lapangan sebagai pemain adalah sebagai penyerang, tetapi dia tetap ingin kita menjaga area penalti kita dengan baik,” lanjutnya.

“Itulah cara Anda mendapatkan hasil yang lebih baik. Satu-satunya hal yang dikatakan manajer pada kami adalah bahwa kami dapat memperbaiki situasi sendiri. Dia menegaskan bahwa semuanya tergantung pada kami dan kami sendiri yang harus berusaha,” tuturnya menambahkan.

Lebih lanjut, mantan pemain Arsenal itu mengaku para pemain Manchester United dan suporter kini lebih bahagia dibanding dulu saat era Jose Mourinho.

“Pada akhirnya, hasil dalam sepak bola membuat perbedaan. Jadi kami lebih bahagia dari kami sebelumnya. Hal tersebut membuat kami semakin termotivasi untuk bermain lebih baik lagi,” ucap Alexis Sanchez.

“Tak hanya di lapangan. Di tribun, saya melihat suasana yang lebih baik di Old Trafford. Para suporter lebih mempercayai kami dan itu sangat positif bagi semua orang. Ini membantu Anda untuk terus meningkatkan,” tutup pemain 30 tahun itu.

Bolatimes.com/Irwan Febri Rialdi

Joko Driyono Pimpin PSSI Hingga 2020, Iwan Budianto Jadi Wakil

Suara.com – Joko Driyono dipastikan akan menjabat sebagai ketua umum PSSI hingga 2020 menyusul mundurnya Edy Rahmayadi . Jabatan tersebut akan terus diemban Jokdri, sapaan akrab Joko Driyono sampai pemilihan ketua baru.

Jokdri mengatakan pemilihannya sebagai ketua umum sudah diatur di dalam statuta PSSI . Di mana disebutkan wakil ketua umum tertua akan mengambil jabatan jika ada ketuanya mundur.

“Di statuta PSSI Pasal 39 Ayat 6 disebutkan Waketum tertua ambil posisi itu. Paling tidak sampai kongres berikutnya,” kata Joko Driyono dalam jumpa pers usai Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).

Jokdri pun mempersilahkan jika para pemilik suara (voters) di PSSI menginginkan adanya ketua baru. Namun, harus melalui mekanisme yang ada yakni Kongres Luar Biasa (KLB).

“Inisiatif pemilihan ketua umum baru ada mekanismenya. Bisa dijaring dari keinginan voters atu Inisiatif dari Exco PSSI. Jika diminta KLB maka dijalankan. Saya memiliki tugas meneruskan jika ada permintaan KLB maka akan dijalankan,” tambahnya.

Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Djoko Driyono (kanan) bersama Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto (kiri) menyampaikan keterangan pers sesusai penutupan Kongres PSSI 2019 di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana.Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Djoko Driyono (kanan) bersama Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto (kiri) menyampaikan keterangan pers sesusai penutupan Kongres PSSI 2019 di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana.

Sementara itu, Iwan Budianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staff Ketua Umum PSSI kembali menjadi wakil ketua umum. Selain itu, PSSI juga akan mencari wakil ketua umum yang baru.

PSSI juga akan mencari posisi Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang kosong. Hal ini sudah disetuji oleh para pemilik suara di PSSI di dalam kongres.

“Selama sepekan ini, Komite Eksekutif bakal melakukan penjaringan,” pungkas pria asal Ngawi itu.

Disinggung Edy Rahmayadi untuk Jadi Ketum PSSI, Ini Komentar Umuh Muchtar

Suara.com – Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar menjawab sindiran yang dilontarkan oleh Edy Rahmayadi untuk menjadi ketua umum PSSI . Umuh Muchtar lebih berharap agar segera diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menentukan ketua umum baru.

Edy Rahmayadi secara mengejutkan mundur dari jabatannya sebagai ketua umum PSSI . Hal itu disampaikannya saat berpidato di acara Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).

Dalam pidatonya itu, Edy sempat menyindir manajer Persib Bandung Umuh Muchtar yang diketahui sering mengkritik kinerja PSSI. Gubernur Sumatera Utara itu ingin agar Umuh mencalonkan diri sebagai ketua umum.

Menanggapi pernyataan tersebut, Umuh mengaku menolaknya. Ia hanya mau agar PSSI bisa lebih baik lagi ke depannya.

“Jangan, jangan. Tidak, lah dari dulu juga tidak. Saya tidak mau, saya cuma membimbing saja,” kata Umuh Muchtar.

Terkait mundurnya Edy, Umuh ingin agar segera diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menentukan ketua umum baru. Ia berharap KLB bisa digelar setelah Pemilihan Umum Presiden pada April mendatang.

“Harus itu, lebih cepat yah. Setelah pemilu presiden mungkin yah (KLB),” ungkapnya.

Dengan mundurnya Edy, untuk sementara waktu jabatan orang nomor satu dipegang oleh Joko Driyono. Jokdri sapaan akrab Joko Driyono sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua umum.

Solari: Real Madrid Belum Menyerah Kejar Gelar Juara La Liga

Suara.com – Pelatih Real Madrid masih belum menyerah dalam persaingan meraih gelar Liga Spanyol . Solari menegaskan bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Madrid setelah mereka naik ke peringkat ketiga usai mengalahkan Sevilla .

Los Blancos memetik kemenangan 2-0 saat menjamu Sevilla di Santiago Bernabeu, Sabtu (19/1/2019) malam WIB. Kemenangan Real Madrid dalam laga tersebut dipastikan lewat gol Casemiro dan Luka Modric.

Hasil tersebut membawa Madrid sementara naik ke posisi ketiga La Liga dengan 36 poin atau terpaut lima poin dengan posisi kedua, Atletico Madrid. Sedangkan dengan pimpinan klasemen Barcelona, Real Madrid masih terpaut tujuh poin.

Barcelona masih bisa memperbesar jaraknya jika mampu mengalahkan Leganes senin dini hari nanti. Namun demikian, Solari menegaskan skuatnya masih akan terus berjuang untuk meraih gelar hingga secara hitungan sudah tidak terkejar lagi.

“Kami akan berjuang di tiga kompetisi hingga akhir, seperti biasanya,” kata Solari. “Bagi Real Madrid, tidak ada yang mustahil.”

“Saya selalu menikmati sepak bola dan kompetisi, ini adalah hasrat kami dan kami menyukainya di tengah masa-masa sulit. Kami bersemangat bersaing dan jelas lebih baik menang, tidak ada yang bisa menyangkal hal itu,” ujarnya.

“Itu selalu lebih dari sekadar tiga poin ketika Anda menghadapi lawan langsung, karena satu tim mendapatkan poin dan yang lainnya kehilangan mereka,” kata Solari kepada media. (Scoresway)

Ini Respon Joko Driyono Usai Jadi Ketua Umum PSSI

Suara.com – Edy Rahmayadi secara mengejutkan mundur dari jabatannya sebagai ketua umum PSSI saat acara Kongres Tahunan yang digelar di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019). Kini jabatan orang nomor satu PSSI sementara diserahkan kepada Joko Driyono .

Berbagai hal disebut menjadi penyebab mundurnya Gubernur Sumatera Utara itu dari jabatannya di PSSI. Salah satunya yakni maraknya pengaturan skor dan pecah kepercayaan pada pemilik suara di PSSI.

Edy Rahmayadi pun telah menyerahkan jabatan Ketua Umum PSSI kepada wakilnya Joko Driyono.

Jokdri sapaan akrab Joko Driyono bakal menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas ketua umum PSSI dengan sebaik-baiknya. Sebab, penunjukan dirinya sudah diatur oleh statuta yang ada di PSSI.

“Ini amanat statuta yang harus dijalankan, mekanisme sudah diatur. Tentu saya akan jalankan amanat ini seperti yang ada di statuta,” kata Joko Driyono.

Sejatinya, Edy Rahmayadi menjabat hingga tahun 2020. Mantan Pangkostrad TNI itu terpilih sebagai ketua umum pada 2016 lalu dalam Kongres PSSI yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2016).

Lacazette Yakin Arsenal Bisa Finis 4 Besar Usai Kalahkan Chelsea

Suara.com – Kemenangan Arsenal atas Chelsea di pekan ke-23 Liga Inggris membuat Alexandre Lacazette merasa sangat senang. Striker Arsenal ini juga optimistis The Gunners dapat finis di posisi empat besar di klasemen akhir.

Arsenal meraih kemenangan dua gol tanpa balas saat menjamu Chelsea di Stadion Emirates, Minggu (20/1/2019). Dua gol The Gunners tersebut diciptakan oleh Alexandre Lacazette dan Laurent Koscielny.

Lacazette mengaku bahagia mampu membantu timnya meraih tiga poin. Ia juga merasa yakin meraih tiga poin dari Chelsea akan menjadi momentum yang tepat bagi timnya untuk naik ke papan atas klasemen Liga Inggris.

“Kami melakukan apa yang diminta pelatih. Kami bekerja dan berjuang di semua pertandingan, jadi itu bagus. Itu tidak mudah bagi kami, tapi saya senang untuk mencetak gol dan membantu tim,” kata Lacazette seperti dilansir BBC, Minggu (20/1/2019).

“Kami sekarang tiga poin dari Chelsea sehingga masih dalam lomba dan akan berjuang sampai akhir,” lanjut striker Arsenal ini.

Kemenangan itu membuat Arsenal berada di posisi kelima klasemen sementara dengan perolehan 44 poin dari 23 pertandingan. Jarak poin dari Chelsea yang berada di peringkat keempat pun kini tinggal tiga poin.

Meski demikian, tidak mudah untuk Arsenal melewati Chelsea. Skuat besutan Unai Emery wajib konsisten pada setiap pertandingan yang dilakoninya agar bisa finis di posisi empat besar di akhir klasemen.

Bolatimes/Irwan Febri Rialdi

Edy Rahmayadi Mundur dari Ketua PSSI, Kemenpora Usul Pembenahan Total PSSI

Suara.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menanggapi mundurnya Edy Rahmayadi sebagai ketua umum PSSI . Melalui Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto beliau mebyebutkan mundurnya Edy adalah haknya.

Gatot mengatakan, Kemenpora tidak ikut campur terkait mundurnya Edy. Namun, Gatot menginginkan agar PSSI segera bertindak terkait mundurnya gubernur Sumatera Utara itu.

“Saya kira itu hak beliau, karena Kemenpora tidak melakukan intervensi ataupun tekanan,” kata Gatot dalam rilis yang diterima Suara.com, Minggu (20/1/2019).

“Kini PSSI harus segera berbenah menunjuk siapa actingnya dan mempersiapkan KLB (Kongres Luar Biasa),” tambahnya.

Gatot berharap kejadian mundurnya Edy tidak terulang lagi. Ia ingin ada perombakan besar-besaran di kubu PSSI.

“Jangan sampai terulang lagi, pucuk pimpinan ganti. Tetapi motor organisasi tetap itu-itu juga,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Edy mengumumkan mundur saat digelarnya Kongres Tahunan PSSI yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).

Untuk sementara waktu, Edy menunjuk Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono untuk menggantikan dirinya. Belum ada keputusan apakah bakal ada KLB untuk menentukan ketua umum baru, atau tetap Joko Driyono memimpin hingga 2020.

Terungkap! Ini Alasan Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI

Suara.com – Edy Rahmayadi buka suara terkait alasannya mengundurkan diri sebagai Ketua Umum PSSI . Salah satunya adalah maraknya pengaturan skor yang terjadi belakangan ini.

Edy Rahmayadi menganggap match fixing mencederai PSSI di bawah kepemimpinannya. Edy Rahmayadi berharap setelah dirinya mundur PSSI bisa lebih baik lagi.

“Dilarang mengatur skor, malah terjadi pengaturan skor. Ada perkelahian di mana-mana juga,” kata Edy Rahmayadi dalam pidato Kongres Tahunan PSSI di Hotel Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).

Edy Rahmayadi juga mengakui jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Utara membuatnya tidak fokus memajukan sepak bola Indonesia.

Ia membantah dengan keras jika ada intervensi terkait keputusannya tersebut.

“Harusnya bisa jadi lebih baik. Waktu saya ini yang mungkin jadi terbatas. Saya tegaskan tidak ada tekanan. Ini olahraga, ini adalah keputusan yang paling baik untuk bangsa kita,” tegas mantan Pangkostrad TNI itu.

Edy Rahmayadi menyerahkan jabatannya tersebut kepada Wakil Ketua Umum Joko Driyono . Ia berharap PSSI bisa lebih baik lagi kedepannya.

“Insya Allah kita doakan bersama. Dengan dipimpin berikutnya, PSSI akan jaya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sejatinya jabatan Edy Rahmayadi baru akan habis pada tahun 2020. Edy Rahmayadi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI sejak 2016 lalu.